Waspadai siklon Pabuk berdampak pada cuaca di Sumatera

“Siklon bergerak ke arah Barat dengan kecepatan 9 knot (15 km/jam) menjauhi  wilayah Indonesia dengan tekanan terendah 998 mb dan kekuatan  40 knot (75 km/jam).”

Hasil pantauan BMKG di Jakarta, Jumat (4/1/2019) terhadap pergerakan siklon tropis Pabuk yang berdampak pada cuaca di Indonesia terutama di wilayah Sumatera (Istimewa)

Jakarta  – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memantau adanya siklon tropis Pabuk di Laut China Selatan atau sekitar 560 km sebelah timur-timur laut Lhokseumawe, Aceh sehingga masyarakat diminta lebih waspada karena berdampak pada kondisi cuaca di Pulau Sumatera.

“Siklon ini memberikan dampak ke wilayah Indonesia utamanya Sumatera,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo yang dihubungi di Jakarta, Jumat.

Dampak yang dirasakan di wilayah Indonesia yaitu hujan ringan hingga lebat di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat.

Serta gelombang laut dengan tinggi 1,25-2,5 meter di Selat Malaka dan gelombang laut dengan tinggi 2,50-4 meter di Perairan Kepulauan Natuna, dan Laut Natuna Utara.

Mulyono menjelaskan, siklon tropis Pabuk terbentuk dari bibit siklon 97W yang tumbuh dan sudah terpantau oleh BMKG pada 31 Desember 2018.

Bibit siklon tersebut tumbuh menjadi siklon tropis sejak 1 Januari 2019 dan hingga saat ini masih terus berlangsung serta memberikan dampak terhadap cuaca di Sumatera.

Berdasarkan analisa BMKG, siklon tropis Pabuk bergerak ke Barat-Barat Laut dengan kecepatan 15 knot (27 km/jam)   menjauhi wilayah Indonesia dan tekanan terendah 994 mb serta kekuatan 45 knot (85 km/jam).

Diprakiraan pada 24 jam ke depan atau 5 Januari 2019 pukul 07.00 WIB, siklon tropis berada di Perairan barat Thailand dengan koordinat 9.2 Lintang Utara, 97.9 Bujur Timur atau sekitar 450 km sebelah utara Lhokseumawe.

Siklon bergerak ke arah Barat dengan kecepatan 9 knot (15 km/jam) menjauhi  wilayah Indonesia dengan tekanan terendah 998 mb dan kekuatan  40 knot (75 km/jam).

COPYRIGHT © ANTARA 2019

Editor: faisal




Puluhan Ribu Jamaah Banjiri Lokasi Dakwah Ustadz Abdul Somad di Tembilahan

 

Tembilahan, detikriau.org  –  Puluhan ribu jamaah hadiri tausiyah ustadz Abdul Somad.

Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan gadjah mada Tembilahan ini sempena peringatan haul syech Abdul Qadir Al Jailani serta Haul Jama’ dan HUT MT Al Hidayah dan HUT Ponpes Al Baaqiatusa’adiyah Tembilahan,  jum, at (4/1/2019)

Pantauan lapangan detikriau.org, ba’da sholat subuh, masyarakat mulai tampak memadati lapangan gadjah mada.

Sejak pagi, tiga pintu gerbang untuk memasuki lapangan gadjah mada terpaksa ditutup karena sudah tidak lagi mampu menampung luapan manusia. Dibagian dalam tampak telah penuh sesak dijejali ribuan jamaah.

Antusiasme masyarakat untuk menghadiri dakwah yang disampaikan UAS bahkan meluber hingga juga memenuhi taman yang letaknya berseberangan dengan lapangan gadjah mada termasuk badan jalan yang mengelilingi lapangan.

“ini baru pertamakali saya menyaksikan lautan manusia yang begitu banyak berkumpul di kota Tembilahan. Subhanallah,” Ucap salah seorang jammah, Isai, sampaikan kekagumannya melalui detikriau.org

Menurut warga Kecamatan Tembilahan Hulu ini, ia bersama istrinya sudah meninggalkan rumah sejak pukul 06.00 Wib. Namun sayang setibanya di lokasi, mereka tidak berhasil memasuki lokasi utama kegiatan karena sudah dipenuhi ribuan jamaah.

“harusnya tadi kami berangkat lebih pagi. Tapi biar cuma bisa mengikuti diluar lapangan, saya cukup bersyukur walau hanya mendengar suara sang ustadz melalui pengeras suara,” ujarnya

Puluhan ribu jamaah ini bukan hanya berasal dari kota Tembilahan, tetapi juga datang dari sejumlah kecamatan lainnya termasuk jamaah dari Kabupaten tetangga, Tanjung Jabung provinsi Jambi.

“kami menggunakan jalur darat dan menginap di Tembilahan sudah sejak semalam, untuk ikut menghadiri acara ini,” ujar salah seorang jamaah asal Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi yang mengaku bernama pak ujang ini.

Pak ujang menyebutkan jamaah sekota dengannya berdatangan ke Tembilahan menggunakan jalur laut dan jalur darat. “setahu saya semalam saja ada 8 buah speedboat mengangkut rombongan menuju Tembilahan, belum lagi kendaraan roda empat dan dua yang menggunakan jalur darat,” ceritakannya.

Kesiapan Panitia Sedikit Tuai Kritikan Jamaah

Kedepannya, jemaah berharap panitian lebih mematangkan perencanaan. Seharusnya menurut mereka, panitia mampu mengantisipasi melubernya jamaah.

“dimanapun UAS berdakwah, selalu dihadiri ribuan manusia. Panitia harusnya sudah mampu mengantisipasi hal ini,” pendapat salah seorang jamaah Ismail

Dikatakannya, lokasi lapangan gadjah mada siapapun meyakini tidak representative untuk mengelar kegiatan dengan menghadirkan Ustadz Somad.

“harusnya panitia juga menyediakan layar lebar yang diposisikan diluar lapangan agar  masyarakat bisa menyaksikan langsung ceramah sang ustadz.” Kritisnya.

 

Laporan: Ari Permana




Tausiyah UAS, Bupati Inhil “Teteskan Air Mata” Saksikan Gelombang Lautan Manusia

Tembilahan, detikriau.org – Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan mengaku takjub melihat lautan manusia yang menghadiri tausiyah oleh Ustadz Abdul Somad atau yang juga dikenal dengan sebutan UAS.

Tausiyah yang disampaikan UAS merupakan rangkaian peringatan Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Syekh Nawawi Siddiq Berjan, Syekh Muhammad Ali Bin Syekh Abdul Wahhab dan Haul Jama’ serta HUT Ponpes Al-Baqiatussa’adiyyah Ke-18 dan Majelis Ta’lim Al-Hidayah Ke-22 Cabang Tembilahan.

“Jujur, Saya meneteskan air mata melihat lautan manusia. Tidak pernah Saya melihat manusia ramai berkumpul seperti ini di Kabupaten Inhil,” ujar Bupati di lapangan upacara Gadjah Mada, Tembilahan, Jum’at (4/1/2019) pagi.

Bupati juga mengaku bangga dengan antusiasme masyarakat Kabupaten Inhil dalam hal mengikuti kegiatan keagamaan. Dia mengucapkan terima kasih kepada segenap masyarakat yang hadir kala itu.

“Terima kasih pula kepada Al-Ustadz Abdul Somad yang telah berkenan hadir di tengah-tengah kami,” pungkas Bupati.

Untuk diketahui, lokasi penyampaian tausiyah telah dipadati masyarakat jemaah sejak subuh. Sejumlah rangkaian acara Haul Syekh Abdul Qadir Al Jailani di lapangan Upacara Gadjah Mada, Tembilahan-pun sudah dilangsungkan sejak pukul 06.00 WIB.

Jemaah tampak berdesak-desakan memasuki pintu gerbang lapangan upacara Gadjah Mada Tembilahan. Puluhan ribu jemaah tumpah ruah memenuhi ruas jalan untuk menyaksikan langsung ceramah agama yang dibawakan oleh Ustadz Abdul Somad.

Tak hanya sampai disitu, Ustadz Abdul Somad yang datang bersama rombongan Bupati Inhil dan segenap pejabat daerah pun terlihat kesulitan untuk mencapai panggung utama karena banyaknya jemaah yang menyambut kedatangan pendakwah berjuluk ‘Ustadz Sejuta Viewers’ ini./*

Editor: Faisal

 




Live ustadz abdul somad di tembilahan. 4/1/2019

 




PPI Taiwan: Bukan Kerja Paksa Tapi Kelebihan Jam Kerja

Ketua PPI Taiwan Sutarsis/Net

Detikriau.org – Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan menanggapi kabar adanya 300 mahasiswa asal Indonesia yang menjalani kerja paksa.

Menyusul hasil penyelidikan anggota parlemen Partai Kuomintang Ko Chih-En yang menemukan ratusan mahasiwa Indonesia yang menimba ilmu di Universitas Hsing Wu juga bekerja di pabrik kontak lensa.

“Mereka memang ikut program kuliah sambil magang. Jadi dari Indonesia memang sudah tahu bahwa akan belajar sambil kuliah, dapat gaji,” kata Ketua PPI Taiwan Sutarsis saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (3/1).

Sutarsis mengatakan, dirinya tidak setuju dengan istilah kerja paksa terhadap mahasiswa seperti selama ini beredar di publik.

“Kami kurang setuju karena menurut para mahasiswa yang ikut mereka memang tahu harus kuliah dengan kerja. Hanya saja ada kelebihan jam kerja yang menyalahi aturan, walaupun semua dibayar,” tuturnya.

“Menurut kami, setelah diskusi sama kawan-kawan di kampus tersebut memang tidak tepat kalau dikatakan kerja paksa. Tapi yang ada adalah kerja di luar batas jam, walaupun overtime tetap dibayar,” jelas Sutarsis.

Menurutnya, sebelum pihak parlemen Taiwan menemukan kejadian tersebut, PPI sudah menerima keluhan dari para peserta yang ikut program kuliah magang.

Untuk itu, Sutarsis berharap ada perbaikan tata kelola dari program kuliah magang. Di mana pemerintah Taiwan dan Indonesia memiliki wewenang bertemu dengan berbagai pihak-pihak yang terlibat dengan membuat aturan lebih detail dan mengikat.

“Agar mahasiswa kita dapat fasilitas pendidikan yang terbaik. Berharap pemerintah RI mulai mempertimbangan untuk menempatkan pejabat selevel atase pendidikan di Taiwan agar berbagai kerja sama ini terkelola, monitoring dan terevaluasi dgn baik,” papar Sutarsis yang merupakan mahasiswa S3 National Central University Taoyuan.

Sumber: Rmol.co




Viking Persib Club bantah dukung Jokowi-Ma’ruf Amin

Cawapres RI Ma’ruf Amin saat menerima perwakilan Bobotoh di Jakarta, Rabu (2/1/2019)

Bandung – Komunitas pendukung Persib Bandung, Viking Persib Club, membantah telah mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Jokowi-Ma`ruf Amin.

Bantahan itu unggah melalui akun instagram resmi Viking Persib Club. Selain itu pentolan Viking, Yana Umar, menuliskan bantahan serupa terkait dukungan terhadap Ma`ruf Amin.

“Sehubungan dengan maraknya pemberitaan media yang menyebut keberpihakan Viking Persib Club (VPC) mendukung salah satu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden Republik Indonesia 2019, bersama ini kami informasikan kepada distrik-distrik, para anggota VPC dan bobotoh pada umumnya, bahwa VIKING PERSIB CLUB selama ini tidak pernah mendeklarasikan dukungan kepada Capres maupun Cawapres pada Pemilu 2019 mendatang,” tulis Yana Umar, Kamis.

Masih tulis Yana, Viking Persib Club terlahir karena kebersamaan dan keberanekaragaman pandangan. Sebuah rumah yang di dalamnya ratusan ribu manusia dengan beragam pemikiran dan karakteristik yang berbeda-beda namun dipertemukan oleh takdir yang sama, yaitu mendukung Persib.

Sebelumnya, beberapa orang yang mengatasnamakan Viking mendatangi kediaman Ma`ruf Amin di Rumah Situbondo, Jakarta, Rabu. Mereka datang untuk menyatakan dukungannya bagi pasangan presiden dan wakil presiden nomor urut 1 tersebut.

Derek, salah satu yang datang ke kediaman Ma`ruf Amin mengatakan, dirinya datang untuk menyatakan dukungan atas restu dari Ketua Umum Viking, Heru Joko.

“Dukungan ini amanah dari ketua umum kami,” kata Derek

Saat dikonfirmasi langsung kepada Heru Joko, ia belum bisa memberikan keterangan secara langsung. Saat ini ia sedang berada di Jepang.

“Nanti saja ya, saya lagi di Jepang,” kata Heru.

Sementara itu, Ketua Viking Frontline, Tobias Ginanjar mengatakan, dalam organisasi setiap orang memiliki hak untuk memilih dan dipilih. Namun apabila mengatasnamakan organisasi terutama Viking, hal itu bukanlah sikap organisasi tersebut.

“Menurut saya tindakan tersebut kurang tepat karena sebenarnya bobotoh berasal dari beragam latar belakang pandangan politik yang berbeda-beda sehingga tidak bisa digeneralisasi menjadi pendukung si A dan si B yang justru nantinya malah memunculkan pro-kontra di kalangan internal bobotoh itu sendiri,” kata dia.

COPYRIGHT © ANTARA 2019