Korban Bencana di Sulawesi Selatan Menjadi 30 Orang Meninggal

Seorang petugas SAR menyusuri rumah yang terendam banjir di Desa Lonjoboko, Parangloe, Gowa. TEMPO/Kink Kusuma Rein

Jakarta – Tempo.co mewartakan, Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Selatan, Syamsibar mengatakan korban meninggal akibat banjir dan longsor di 10 kabupaten/kota mencapai 30 orang hingga Kamis siang, 24 Januari 2019. Sementara jumlah korban hilang  25 orang, sakit 47 orang, dan yang mengungsi sebanyak 3.321.

 “Tim masih melakukan evakuasi karena itu tahap pertama yang kita lakukan,” kata Syamsibar, di Makasar, Kamis 24 Januari 2019.

Menurut dia, seluruh peralatan telah diturunkan mulai perahu karet alat untuk evakuasi dan alat berat untuk tanah longsor. Saat ini lembaganua masih menunggu laporan dan pemerintah setempat untuk mengetahui status bencana. “Kan yang keluarkan status ini pemerintah kabupaten/kota. Kita tunggu informasi lanjutan saja dari pemerintah setempat,” tutur dia.

Syamsibar menuturkan korban yang meninggal di Kabupaten Gowa bertambah menjadi 16 orang, hilang 21 orang, sakit 46 orang dan yang mengungsi 2.121 jiwa. Sedangkan di Kabupaten Jeneponto ada 10 orang meninggal dan tiga orang hilang dan di Maros empat orang meninggal, 200 jiwa mengungsi serta 1.200 jiwa menjadi korban banjir.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengatakan permasalahan yang dihadapi wilayah ini adalah pendangkalan, padahal level air sudah sangat jauh turun. Menurut dia salah satu penyebab pendangkalan itu diduga adanya tambang galian C yang banyak di Sulsel.  “Bayangkan saja sudah digeburkan tanah dan batu-batuannya lalu datang hujan,” ucap Nurdin. Oleh karena itu pengerukan di Bendungan Bili-bili Gowa harus dilakukan.

Nurdin mengatakan untuk penanganan korban di Gowa yang tertimbun tanah longsor, pemerintah Sulsel telah mengerahkan helikopter untuk membawa logistik. “Kita juga akan normalisasikan jembatan,” tambahnya.

Untuk korban bencana yang hilang rumahnya dan lahannya teredam, pemerintah akan mengajak mereka duduk bersama. Kemudian dilakukan inventarisir karena ada dana tanggap darurat sebanyak Rp 20 miliar.  “Kita kolaborasi dengan pemerintah setempat yang juga punya anggaran,” ujarnya.




Jus Pahit Penurun Kadar Gula Darah

Ilustrasi pare (Pixabay/VitaminaMov)

Jakarta — Banyak orang menganggap bahwa jus tak baik jika dikonsumsi oleh pengidap diabetes. Bukannya menjadi penurun kadar gula darah, jus justru disebut bakal semakin memperparah kondisi.

Penderita diabetes diharuskan untuk menghindari minuman kaya gula, termasuk jus buah segar. Namun, cerita berbeda akan didapat jika Anda meracik jus dengan resep yang tepat.

Salah satu bahan umum yang ditemukan di sebagian besar resep jus untuk pengidap diabetes adalah pare.

Pare merupakan sayur atau buah unik yang kerap digunakan sebagai bahan obat-obatan herbal. Pare merupakan bagian dari tanaman Momorcadica charantia, yang merupakan pohon anggur dari keluarga Cucurbitaceae. Tanaman itu dianggap sebagai yang paling pahit di antara semua buah dan sayuran.

Baca Juga : Mengapa Seharusnya Anda Tidak Minum Kopi Instans?

Tanaman ini tumbuh di daerah tropis dan subtropis seperti Amerika Selatan, Asia, sebagian Afrika, dan Karibia. Di Indonesia, pare mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional.

Situs resmi diabetes.co.uk dilansir cnnindonesia.com menyebut, pare mengandung empat bahan penurun kadar gula darah.

Sejumlah penelitian ilmiah telah membuktikan khasiat pare untuk menurunkan kadar gula darah. Pusat medis NYU Langone, misalnya, menyebut bahwa jika dikombinasikan dengan pengobatan medis, pare bakal ampuh menurunkan kadar gula darah.

Baca Juga: Minyak Kelapa dan Manfaatnya untuk Kecantikan

Terakhir, penelitian yang dipublikasikan pada 2011 dalam Journal of Ethnopharmacologymenyebutkan, dosis pare 2 ribu miligram setiap hari secara signifikan mengurangi kadar gula darah di antara pasien diabetes tipe 2.

Selain ampuh mengobati diabetes, pare juga biasa digunakan untuk mengatasi sakit perut, demam, terbakar, batuk kronis, menstruasi yang menyakitkan, dan gangguan kondisi kulit.

Mengutip Juicing with G, Anda bisa membuat jus dari dua buah pare utuh. Namun, sebelumnya Anda harus siap dengan rasa pahit yang dihadirkan.

Baca Juga : Lezat untuk Lalapan, Kemangi Ternyata Juga Miliki Banyak Manfaat Bagi Kesehatan

Untuk sedikit ‘mematikan’ rasa pahit pare, Anda juga bisa mencampur 2 buah pare dengan 1 mentimun dan 1/2 buah lemon. Timun dan lemon dapat sedikit memberikan variasi dari rasa pare yang sangat pahit.

Terakhir, jika resep kedua tak juga cocok di lidah, Anda bisa mencoba resep penurun kadar gula darah lainnya. Sebanyak 2 buah pare dapat Anda campur bersama dengan 1 mentimun, 1/2 lemon, dan 1 apel hijau.

Namun, perlu dicatat, pengidap diabetes tipe-2 direkomendasikan untuk mengonsumsi resep pertama yang terbuat dari jus pare utuh.




Bupati Inhil Koordinasikan Rencana Pembangunan Gedung Pos SAR

Foto: Diskominfops_inhil

Tembilahan, detikriau.org — Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan melakukan koordinasi tentang rencana pembangunan gedung Pos SAR Tembilahan yang terletak di Parit III (tiga) Kecamatan Tembilahan Hulu.

Koordinasi dilakukan Bupati Inhil dengan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pekanbaru (Basarnas), Gede Darmada beserta staf PPK dan Perencanaan pada jamuan di kediaman dinas Bupati Inhil dalam rangka kunjungan kerja, Kamis (24/1/2019) pagi.

“Ini adalah kabar gembira. Pembangunan Pos SAR menjadi penting mengingat tingginya tingkat kerawanan di beberapa wilayah Kabupaten Inhil, baik secara Geografis, Geologis maupun Hidrologis,” jelas Bupati usai santap pagi dan bincang ringan bersama pihak SAR Pekanbaru.

Beberapa bencana alam yang terjadi belakangan ini, diungkapkan Bupati, telah menyadarkan pihak Pemerintah Kabupaten Inhil tentang urgensi pendirian Pos SAR. Selain untuk reaksi cepat, pembangunan Pos SAR nantinya akan dapat pula mengoptimalkan kinerja instansi di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Inhil, seperti BPBD untuk persoalan penanganan bencana.

Dari beberapa fakta yang ada, Bupati menggambarkan bencana yang berpotensi terjadi, sangat beragam jenis dan skala. Perlu fokus dan kerja ekstra terkait penanganannya, seperti adanya Pos SAR.

“Kondisi geografis dan hidrologis Kabupaten Inhil, tidak hanya menyulitkan akses menuju titik lokasi bencana, namun juga menambah potensi terjadinya bencana seperti tanah longsor juga banjir yang sempat terjadi beberapa waktu lalu,” papar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati kembali menegaskan harapannya agar pembangunan Pos SAR Tembilahan nantinya dapat meng-cover bencana atau musibah yang terjadi di Kabupaten Inhil.

Baca Juga: Bupati Inhil Lepas Ekspor Perdana 12,5 Ton Siput Laut Ke Malaysia

Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Gede Darmada mengungkapkan bahwa Posko SAR Tembilahan sebenarnya sudah ada sejak tahun 2015 silam. Namun, status Posko SAR tersebut belum permanen alias masih sewa.

“Dalam 3 tahun belakangan ini, Posko SAR telah ada di Inhil, namun baru menjadi Pos SAR sejak 1 tahun lalu, tepatnya pada tahun 2017 hingga sekarang,” ujarnya.

Ihwal pembangunan Kantor SAR Tembilahan, Gede Darmada mengatakan perlunya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Inhil, terutama dalam hal penyediaan fasilitas dan kelengkapan lain yang memadai.

“Rencananya lahan untuk Pos SAR tersebut berada di Wilayah Parit 3 (tiga) dekat PLTD Tembilahan Hulu. Kita berharap Pemkab nhil dapat mendukung penuh program-program kita ini,” ujar Gede.

Menurut Gede Darmada, pembangunan gedung Pos SAR perlu dilaksanakan dengan alasan dapat membantu Pemerintah Daerah dalam menyelesaikan permasalahan sosial kemanusiaan di Kabupaten Inhil.

“Semoga dengan adanya sarana dan prasarana sesuai yang diharapkan, nantinya akan memberikan pelayanan yang maksimal kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Inhil,” pungkas Gede.

Terkait dengan jumlah personel, Gede Darmada mengungkapkan, masih mencukupi untuk operasional Kantor Pos SAR Tembilahan kedepan, tanpa harus dilakukan penambahan personel.

“Sebelumnya, posko SAR memiliki 4 personel, namun setelah menjadi Pos SAR telah bertambah menjadi 8 personel. Untuk personel kita masih cukup,” tuturnya.

Baca Juga : Wakil Bupati Sambut Kunjungan Silaturahmi Dandim 0314 Inhil

Kepala Kantor SAR Pekanbaru beserta rombongan tiba di kediaman dinas Bupati pada pukul 07.30 WIB dan diterima langsung oleh Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan dengan turut didampingi Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil, Nurahman serta Kepala Bagian Humas dan Protokoler Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil, RM Sudinoto.

Kedatangan Kepala Kantor SAR Pekanbaru ke Kabupaten Inhil ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya sempat bertemu dengan Plt Asisten 3 bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil.

“Kebetulan pada waktu itu, Pak Bupati lagi Dinas Ke Jakarta. Dan kali ini, Alhamdulillah dapat jumpa dengan pak Bupati,” ungkap gede./adv/diskominpofs_inhil/*/Ari Permana




Petugas sita enam paket sabu-sabu di Lapas Bangkinang

Foto Ilustrasi Narkotika jenis sabu: Internet

Pekanbaru – Antara mewartakan, petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau menyita enam paket sabu-sabu berikut alat hisap serbuk haram tersebut dari salah satu ruang tahanan.

“Sabu-sabu disembunyikan dalam lemari dan dibungkus lakban. Sekilas tidak terlihat namun berhasil ditemukan saat razia,” kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Kampar, Iptu Asdisyah Mursid dihubungi Antara dari Pekanbaru, Rabu.

Terdapat tiga tahanan yang mendiami kamar VII Blok E Lapas Kelas IIB Bangkinang tersebut. Berhubung pada saat sabu-sabu itu ditemukan dan tidak ada yang mengaku, ia mengatakan ketiga tahanan itu langsung digelandang ke Mapolres Kampar.

Hasil interogasi dan penyelidikan Polisi, akhirnya salah satu tahanan berinisial HR alias IW (30) mengakui enam paket kecil sabu-sabu itu miliknya. “Setelah didalami, yang bersangkutan ‘ngaku’. Sementara dua lainnya tidak tahu menahu,” ujarnya.

Polisi selanjutnya menahan HR untuk penyelidikan lebih lanjut. Hasil penyelidikan sementara terungkap ternyata HR merupakan tahanan kasus penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga : Polres Inhil Kembali Ringkus Penyalahguna Narkotika. Kali ini di Selensen

HR sendiri divonis empat tahun penjara dan sebelumnya sempat ditahan di Lapas Kelas IIB Pasir Pangaraian, Rokan Hulu sebelum dipindah ke Lapas Kelas IIB Bangkinang. Ia mengatakan sejauh ini, HR telah menjalani hukuman selama dua tahun.

Sementara itu, hasil penyelidikan Polisi juga terungkap HR menyelundupkan sabu-sabu ke dalam Lapas.

Ia menjelaskan modus yang digunakan HS sederhana, yakni memesan sabu-sabu dengan pengedar di luar kemudian sabu-sabu tersebut diikat dan dibungkus lakban pada sebuah batu.

Batu itu yang selanjutnya dilempar sang kurir narkoba ke dalam Lapas. “HR dan kurir berkomunikasi untuk melempar sabu yang diikat pada batu. Batu itu lalu dilempar di tempat yang telah disepakati dan pada jam tertentu,” jelasnya.

Baca Juga : Ringkus Penyalahguna Narkotika di Pekan Arba, Polisi Sita 27 Paket Kecil dan 1 Paket Sedang Sabu

Untuk kedua kalinya HR harus kembali berhadapan dengan penegak hukum. Dia kembali ditetapkan sebagai tersangka dan terancam hukuman lebih berat dari hukuman kasus narkoba pertamanya, yang bahkan belum selesai ia jalani.

Lebih jauh, Mursid mengatakan jajarannya berupaya mengungkap pelaku yang menyelundupkan narkoba ke dalam Lapas Kelas IIB Bangkinang. Hanya saja, ia mengakui sistem peredaran narkoba dengan mata rantai terputus menjadi sulit untuk dibongkar.

Kasus penyelundupan narkoba ke dalam Lapas Kelas IIB Bangkinang berungkali terjadi. Pada Desember 2018 lalu, seorang pengunjung tertangkap tangan mengantongi sabu-sabu seberat 5 gram. September di tahun yang sama, tiga warga binaan tertangkap miliki 15 paket sabu-sabu di Blok G.

Selanjutnya seorang narapidana pada Agustus 2018 juga tertangkap tangan menguasai 16 paket sabu-sabu serta kaca pirex.




BPBD Sulsel Nayatakan 25 Warga Korban Banjir Masih Hilang

Banjir di 8 kabupaten di Sulawesi Selatan (23/1/2019) (istimewa/Antara)

Makassar – Antara mewartakan, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan melalui Crisis Media Center (CMC) di Kantor Gubernur Sulsel menyebutkan 25 orang dinyatakan hilang akibat banjir di sejumlah wilayah di Sulsel.

Sesuai data yang masuk di BPBD Sulsel, di Makassar, pada Kamis, 24 Januari 2019, pukul 11.30 Wita, korban yang masih hilang itu berasal dari berbagai daerah, yakni Kabupaten Gowa (21 orang), Jeneponto (3), dan Pangkep (1).

Berdasarkan data yang dirilis CMC, jumlah pengungsi akibat bencana alam terkait dengan musim hujan di daerah itu telah mencapai 3.321 orang.

Ribuan pengungsi itu berasal dari beberapa kabupaten, seperti Gowa, Makassar, dan Maros.

“Pemkab Gowa melansir korban meninggal bertambah menjadi 20 orang”

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, pada Kamis kembali meninjau langsung lokasi yang terkena dampak banjir yang melanda beberapa kabupaten di Sulsel, yakni Jalan Nipa-Nipa dan Perumnas Antang, Makassar.

Wagub Andi Sudirman mengatakan bahwa pemprov akan secepatnya mencarikan solusi atas penanganan banjir di Nipa-Nipa dan Antang.

“Orang Gila” Bagi-Bagi Jutaan Uang Lembaran Rp 100 Ribu, Siapa Dia?

Koordinasi pun dilakukan dengan para pihak terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Basarnas.

“Kami sudah koordinasi dengan BPBD terkait masalah bantuan tambahan berupa perahu karet dan beberapa bentuk bantuan lainnya,” kata dia.




“Orang Gila” Bagi-Bagi Jutaan Uang Lembaran Rp 100 Ribu, Siapa Dia?

Foto: dok. YouTube Baim Paula

Jakarta – Pria mengenakan sarung bermotif kotak-kotak lusuh, bertelanjang dada, berjanggut lebat tak terawat dan rambut acak-acakan mengagetkan warga. Yang lebih herannya, pria ini justru membagi-bagikan uang lembaran Rp 100 ribu kepada orang yang dihampirinya. Siapakah dia?

Prank dengan menjadi orang gila ini ternyata ulahnya Baim Wong. Suami Paula Verhoeven itu bertindak nyeleneh untuk merayakan YouTube chanelnya yang mendapat satu juta subscriber.

Bahkan untuk membuat penampilan “orang gilanya” agar tampak meyakinkan, Baim rela menyewa profesional make up karakter untuk mempermak penampilannya bak orang hilang ingatan sungguhan.

Dilansir melalui hot.detikcom, awalnya, Baim Wong menghampiri mobil-mobil yang sedang berhenti di pinggir jalan. Setelah satu mobil pergi begitu saja, ada seseorang dari sebuah mobil city car memberikannya roti.

Baru Baim akan mengambil uang dari dalam sarung, mobil tersebut justru pergi. Bahkan saat Baim berusaha memberhentikannya, mobil tersebut tetap meninggalkannya.

Baim kembali melanjutkan misinya. Kali ini dia mendekati seorang tukang parkir.

Sambil menirukan gaya pengemis yang meminta makan, tukang parkir itu memberikan satu tempat kue cubit ke Baim. Usai mendapatkan kue cubit, Baim kembali menghampiri tukang parkir itu sambil menyodorkan beberapa lembar uang pecahan Rp 100 ribu.

“Wah iya bagus-bagus. Bawa-bawa nggak apa-apa,” kata tukang parkir itu yang masih menganggap Baim Wong adalah orang gila.

Baim pun mengaku kalau dirinya berbohong. Untuk meyakinkan si tukang parkir, Baim menunjukkan clip on yang menempel di kain sarungnya.

“Ini buat kamu karena kamu baik sama saya. Ambil! Tahu saya siapa nggak? Nama saya Baim Wong. Ini buat memperingati satu juta viewers saya,” ucap Baim.

“Terima kasih bos ya, semoga panjang umur banyak rezekinya. Terima kasih bosque,” kata si tukang parkir itu.

Sudah berhasil membuat prank, Baim Wong bergeser ke daerah Pondok Indah. Baim mencari lokasi yang menurutnya ekstrem.

Kali ini seorang supir taksi yang memberinya uang seribu logam. Supir taksi itu pun tak mengenali wajah bintang film ‘Jakarta Undercover’ itu.

“Gua demenan jadi orang gila bro. Baru ngomong kamu tahu nggak saya siapa? Baim Wong, baru deh mereka wah,” ucap Baim.

Setelah supir taksi, Baim juga berhasil mendapat uang seribu rupiah dari pemilik warung yang ada di depan rumahnya. Kala itu, Baim iseng mengganggu pemilik warung yang sedang tertidur pulas, meski kesal si pemilik warung tetap memberinya uang.

Baim pun menggantinya dengan memberikan si pemilik warung Rp 1 juta.

Target terakhir, tanpa disangka saat berjalan, seorang ibu penjual pisang memberikannya pisang satu tandan.

Alih-alih membawa pisang tersebut, Baim yang kembali lagi mendekati si ibu justru diberikan kantong plastik. Si ibu pun tak menyadari kalau Baim menaruh sejumlah uang lembaran Rp 100 ribu.

“Mas, mas, nggak. Saya ikhlas,” kata si ibu yang berusaha mengembalikan uang tersebut ke Baim.

Baim yang sudah berjalan meninggalkan si ibu, kembali berbalik dan memberikan sejumlah uang lagi. Si ibu penjual pisang itu pun langsung menangis.