Tolak Tawaran Menteri, Adian: Gue Bukan Erick Thohir

Adian Napitupulu di Istana Kepresidenan, Minggu malam (20/10). (Foto : Gatra/Putri Kartika Utami/re1)

ARB INdonesia, JAKARTA – Adian Napitupulu tak menampik pernah ditawari menjadi menteri oleh Presiden Jokowi. Namun, sejak awal ia sadar diri tidak mampu bekerja di pemerintahan. Maka, ketika tawaran itu datang, Adian ingin konsisten dengan komitmennya.

“Gue udah bilang dan enggak akan menarik kata-kata gue. Kenapa, karena gue bukan Erick Thohir. Kalau Erick Thohir kemarin bilang tidak, sekarang bilang iya. Kalau gue, tidak ya tidak,” katanya saat menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu malam (20/10).

Kata Adian, Erick kemarin sudah bilang bersedia membantu Jokowi di kabinet. Menurutnya, ucapan pengusaha tersebut menunjukkan sikap tidak komitmen.

“Lu jangan pernah berharap orang lain menghormati kata- kata lu, kalau lu yg mengucapkannya pun tidak menghormatinya. Bicara itu mahal, kata kata itu harus punya materainya sendiri gitu lho, kecuali hanya situasi darurat di mana mungkin republik dipertaruhkan, rakyat dipertaruhkan,” ungkapnya.

Politisi PDI Perjuangan itu merasa dirinya lebih bermanfaat di luar pemerintahan. Lagi pula, ia tak sanggup mengikuti kerja birokrat. Jika tak cocok, Adian tak ingin memaksakan diri.

“Gue sadar kemampuan gue. Pertama, gue ini tidak punya disiplin birokrasi, bisa dibilang setengah orang bebas. Begitu dimasukkan ke dalam kementerian yang penuh birokrasi, gue terbelenggu,” paparnya.

Kata Adian, Jokowi pernah menanyakan kesediannya membantu di kabinet. Tetapi, pembicaraan kali itu belum membahas posisi apa yang mungkin diisinya.

“Dia (Jokowi) cuma bilang, saya butuh menteri pemberani dan eksekutor, Mas Adian pemberani, Mas Adian eksekutor. Gue bilang ampun, Pak, 1000x ampun, saya merasa lebih bermanfaat di luar membantu Bapak. Bagaimana pun juga saya menyadari kemampuan diri saya, itu yang gue bilang,” paparnya.

Sumber Gatracom




Polisi Inggris Temukan Kontainer Berisi Puluhan Mayat

Foto : Kepolisian Inggris dilaporkan menemukan puluhan mayat di dalam sebuah truk kontainer di kawasan industri di sebelah timur London. Foto/Reuters

ARB INdonesia, LONDON – Kepolisian Inggris dilaporkan menemukan puluhan mayat di dalam sebuah truk kontainer di kawasan industri di sebelah timur London. Truk tersebut diyakini berasal dari Bulgaria.

Penemuan itu terjadi pada ini hari, setelah layanan darurat mendapat laporan bahwa ada orang-orang yang dibawa dalam truk kontainer, di sebuah situs industri di Grays, sekitar 30 kilometer dari London.

Polisi, seperti dilansir Reuters pada Rabu (23/10/2019), mengatakan, pengemudi truk itu, seorang pria berusia 25 tahun dari Irlandia Utara, telah ditangkap karena dicurigai melakukan pembunuhan.

Polisi mengatakan truk itu diperkirakan memasuki Inggris di Holyhead, pelabuhan Wales Utara yang merupakan titik masuk utama untuk lalu lintas dari Irlandia, pada hari Sabtu dan awalnya memulai perjalanannya di Bulgaria. Para korban, 38 orang dewasa dan satu remaja, semuanya dinyatakan meninggal di tempat kejadian.

Kementerian Luar Negeri Bulgaria kemudian bahwa mengatakan tidak dapat mengkonfirmasi pada tahap ini apakah truk itu memulai perjalanannya dari negara mereka.

“Kami masih memeriksa informasi yang dipublikasikan di media Inggris dan kami menghubungi pihak berwenang,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Bulgaria, Tsvetana Krasteva dalam sebuah pernyataan.

Sumber Sindonews. com




PBB Usut Serangan Senjata Terlarang Turki terhadap Kurdi

Foto: Ilustrasi tank Turki. (Anadolu/Cem Genco)

ARB INdonesia, INTERNASIONAL – Organisasi Pelarangan Senjata Kimia Perserikatan Bangsa-Bangsa (OPCW) menuturkan tengah menyelidiki klaim pasukan Kurdi yang menuduh Turki menggunakan senjata non-konvensional selama serangan di utara Suriah.

“Para ahli OPCW tengah melakukan proses menilai kredibilitas dugaan mengenai situasi di utara Suriah,” bunyi pernyataan OPCW pada Selasa (22/10).

Badan berbasis di Den Haag, Belanda, itu menuturkan sekelompok ahlinya telah mengumpulkan informasi terkait dugaan penggunaan bahan kimia sebagai senjata.

Penyelidikan itu dibuka menyusul tudingan milisi Kurdi bahwa Turki telah menggunakan senjata terlarang seperti bom naphthenic palmitic (napalm) dan amunisi fosfor putih saat menggempur utara Suriah, terutama di wilayah Ras al-Ain pada awal Oktober lalu.

Kurdi menuding pasukan Presiden Reccep Tayyip Erdogan mulai menghalalkan penggunaan segala jenis senjata karena tak menyangka Kurdi dapat melalukan perlawanan sengit.

Kelompok Kurdi tersebut lantas mengunggah video yang menunjukkan anak-anak mengalami luka bakar. Seorang dokter di Hasakeh mengonfirmasi bahwa luka semacam itu kemungkinan besar akibat terpapar senjata terlarang.

Ankara membantah tudingan tersebut. Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar, menuturkan pihaknya belum mempergunakan senjata kimia dalam penyerbuan ke utara Suriah sejak awal Oktober lalu.

Sementara itu, lembaga Pemantau Hak Asasi Suriah menuturkan pihaknya tidak dapat mengofirmasi dugaan penggunaan senjata kimia tersebut. Mereka merupakan organisasi yang berbasis di Inggris dan khusus mengamati konflik Suriah.

Penggunaan senjata kimia termasuk zat mirip dengan napalm dan fosfor telah diduga berulang kali digunakan dalam konflik Suriah yang pecah sejak 2011 lalu.

Pemerintah Suriah juga pernah dituding menggunakan senjata kimia tersebut untuk melawan kelompok pemberontak. 

Sumber CNN Indonesia




Sah! Jokowi Resmi Lantik Menteri Kabinet Indonesia Maju

Foto: Pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju (Kanavino Ahmad/detikcom)

ARB INdonesia, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik para menteri di Kabinet Indonesia Maju. Dia didampingi oleh Wapres Ma’ruf Amin dalam pelantikan ini.

Pelantikan digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019). Pelantikan diawali dengan pembacaan Keppres dan kemudian dilanjutkan pengambilan sumpah para menteri. Berikut sumpahnya:

Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab.

Terlihat sejumlah tokoh dan pejabat hadir. Antara lain Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua MA Hatta Ali hingga para Ketum Parpol.

Foto: Pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju (Kanavino Ahmad/detikcom)

Total ada 34 menteri yang dilantik Jokowi. Berikut jajaran menteri-menteri dan pejabat setingkat menteri yang dilantik Jokowi:

1. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan: Mahfud Md
2. Menteri Koordinator Perekonomian: Airlangga Hartarto
3. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi: Luhut B Pandjaitan
4. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Muhadjir Effendy
5. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno
6. Menteri Dalam Negeri: Muhammad Tito Karnavian
7. Menteri Luar Negeri: Retno LP Marsudi
8. Menteri Pertahanan: Prabowo Subianto
9. Menteri Hukum dan HAM: Yasonna Laoly
10. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
11. Menteri ESDM: Arifin Tasrif
12. Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita
13. Menteri Perdagangan: Agus Suparmanto
14. Menteri Pertanian: Syahrul Yasin Limpo
15. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya Bakar
16. Menteri Perhubungan: Budi Karya Sumadi
17. Menteri Kelautan dan Perikanan: Edhy Prabowo
18. Menteri Ketenagakerjaan: Ida Fauziyah
19. Menteri Desa dan PDTT: Abdul Halim Iskandar
20. Menteri PUPR: Basuki Hadimuljono
21. Menteri Kesehatan: dr Terawan
22. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Nadiem Makarim
23. Menristek dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional: Bambang Brodjonegoro
24. Menteri Sosial: Juliari Batubara
25. Menteri Agama: Fachrul Razi
26. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Wishnutama
27. Menkominfo: Johnny G Plate
28. Menteri Koperasi dan UKM: Teten Masduki
29. Menteri PPPA: Gusti Ayu Bintang Darmavati
30. MenPAN-RB: Tjahjo Kumolo
31. Menteri PPN/Kepala Bappenas: Suharso Monoarfa
32. Menteri ATR/Kepala BPN: Sofyan Djalil
33. Menteri BUMN: Erick Thohir
34. Menpora: Zainudin Amali

Jaksa Agung: ST Burhanuddin
Sekretaris Kabinet: Pramono Anung
Kepala Staf Kepresidenan: Moeldoko
Kepala BKPM: Bahlil Lahadalia 

Sumber Detikcom




Keluar RSPAD, Wiranto Siapkan Sertijab Menkopolhukam Baru

Foto : Wiranto siapkan sertijab di kantor Kemenkopolhukam. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)

ARB INdonesia, JAKARTA –  Mentri politik, hukum, dan keamanan (Menkopolhukam) Wiranto kembali keluar dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) dan menyambangi Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, jelang pengumuman kabinet pemerintahan Joko Widodo periode 2019-2024. 





Ia mengaku kedatangannya untuk mengecek kesiapan serah terima jabatan Menkopolhukam yang baru.

“Hari ini saya seperti biasa ya, dari rumah sakit mesti keluar ke sini untuk mengatur kesiapan-kesiapan yang mungkin dibutuhkan seandainya besok ada serah terima (jabatan) langsung,” ujar Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (22/10).





Wiranto mengatakan salah satu hal yang dipersiapkan untuk serah terima jabatan adalah naskah. Namun, ia tidak menjelaskan secara spesifik mengenai hal itu.

Selain naskah serah terima, Wiranto juga mengklaim menggelar rapat membahas soal pekerjaan rumah Kemenkopolhukam di bawah kepemimpinannya. Ia mengaku perlu mengetahui hambatan yang dihadapi oleh eks anak buahnya.

“Saya kira tanggungjawab saya seperti itu. Karena sebelum ada pelantikan besok, saya masih Menkopolhukam kan, jadi tanggungjawab,” ujarnya.

Di sisi lain, mantan Panglima ABRI ini mengaku hendak kembali ke rumah sakit untuk menjalani terapi penyembuhan usai mengalami penusukan di bagian perut.

“Tiga jam di sini saya harus ke dokter lagi, harus terapi,” ujar Wiranto.

Adapun mengenai kabinet Jokowi, Wiranto hanya memilih berkelakar.

“Kalau soal menteri, tidur semalam, besok sudah tahu,” ujarnya.

Diketahui, Wiranto menjabat sebagai Menkopolhukam sejak 27 Juli 2016 menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan yang ditunjuk Jokowi menjadi Menko Kemaritiman. Mantan Ketum Hanura ini juga tercatat menjadi Menkopolhukam pada era pemerintahan Megawati Soekarnoputri.

Sumber CNN Indonesia




Prabowo Diminta Jadi Menteri Jokowi, Ini Respons para Elite Parpol

Foto : Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum Edhy Prabowo meninggalkan kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Prabowo mengaku siap membantu di dalam pemerintahan pada periode tahun 2019-2024. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc.

ARB INdonesia, JAKARTA – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku diminta untuk masuk ke kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Meski tak menyebut spesifik pos menteri yang akan ia emban, namun Prabowo menyebut ia akan membantu kabinet Jokowi-Ma’ruf di bidang pertahanan.

“Saya diminta bantu beliau di bidang pertahanan,” ujar Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut mengaku, akan bekerja keras untuk mencapai apa sasaran yang telah ditentukan oleh pemerintahan Jokowi. 

“Beliau (Jokowi) beri beberapa pengarahan, saya akan kerja keras untuk mencapai sasaran dan harapan yang ditentukan,” kata Prabowo.

Tidak hanya Prabowo, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo juga mendapatkan tugas sebagai pembantu presiden.

Namun, belum ada bocoran kepada media soal kursi yang diberikan kepada Edhy.

Atas penunjukan dua pimpinan Gerindra sebagai calon menteri Jokowi ini, bagaimana respons elite partai politik?

1. PDI-Perjuangan
Politikus PDI-Perjuangan Puan Maharani mengatakan, partainya tidak masalah dengan kehadiran Prabowo di koalisi pemerintahan.

Hal itu, kata dia, merupakan hak prerogatif Presiden. Jokowi pun diyakini sudah punya pertimbangan-pertimbangan sendiri.

“Saya kan nggak bisa mendahului,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Jika Prabowo benar-benar menjadi menteri, Puan pun berharap, Prabowo dapat memberikan solusi terbaik atas persoalan-persoalan bangsa.

“Semoga kalau memang beliau kemudian betul dilantik sebagai Menteri Pertahanan, ya harusnya nanti bisa memberikan solusi yang lebih baik bagi bangsa dan negara,” kata Puan.

2. Partai Nasdem
Senada dengan Puan Maharani, Ketua DPP Partai Nasdem Rachmat Gobel tak masalah dengan langkah Presiden Joko Widodo yang menunjuk Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai calon menteri bidang pertahanan.

“Enggak ada masalah,” kata Rachmat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/10/2019).

Menurut Rachmat, Jokowi sudah punya sejumlah pertimbangan sebelum memutuskan menunjuk Prabowo untuk bergabung ke pemerintahan.

Meski Prabowo dan Partai Gerindra sempat berseberangan, Rachmat yakin, tujuan Jokowi menggandeng Prabowo adalah demi pembangunan.

“Saya kira Pak Jokowi punya pertimbangan-pertimbangan yang baik. Dia ingin mengajak semua orang bergabung bagaimana kita membangun Indonesia ini,” ujar Wakil Ketua DPR itu.

3. Partai Amanat Nasional ( PAN)
Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional ( PAN) Drajad Wibowo menghargai keputusan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bergabung ke koalisi Joko Widodo.

Drajad yakin, Prabowo punya pertimbangan sendiri sebelum akhirnya merapat ke pemerintah.

“Kita hormati saja. Tentu Mas Prabowo punya pertimbangan-pertimbangan sendiri kenapa sampai mengambil pilihan politik tersebut,” kata Drajad kepada wartawan, Senin (21/10/2019).

Drajad mengatakan, merapat tidaknya Prabowo dan Partai Gerindra ke pemerintah adalah pilihan politik mereka.

Partai politik lain termasuk PAN tidak berhak untuk mencampuri pilihan politik itu.

Drajad pun belum mengetahui bagaimana reaksi pendukung Prabowo dan Gerindra terkait hal tersebut. Menurut dia, waktulah yang bakal menjawab.

“Apakah pilihan politik tersebut akan memberi manfaat atau malah kerugian netto bagi Indonesia? Only time will tell,” kata Drajad.

4. Partai Persatuan Pembangunan ( PPP)
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi meyakini, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bakal bersikap profesional jika bergabung ke pemerintahan.

Baidowi yakin, Prabowo tidak akan mengkhianati mandat yang kelak bakal diberikan oleh Presiden Joko Widodo.

“Beliau prajurit, akan melihat, akan taat asas, tegak lurus terhadap ketentuan perundang-undangan. Beliau sudah teruji itu artinya dia tidak akan mengkhianati atasannya gitu yakni memberikan mandat Pak Jokowi,” kata Baidowi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Menurut Baidowi, Prabowo merupakan sosok seorang negarawan. Kesediaan Prabowo sebagai calon menteri Jokowi itulah yang bagi dia menunjukan jiwa kenegarawanan Prabowo.

Oleh karena itu, Baidowi percaya, tidak akan terjadi tikung menikung atau salip menyalip antara Jokowi dengan Prabowo di pemerintahan.

“Saya kira kalau di pemerintahan mataharinya satu: Pak Jokowi,” ujar dia.

PPP sendiri tak mempermasalahkan bergabungnya Prabowo ke pemerintahan.

Selain hal itu merupakan hak preorgatif presiden, dengan masuknya Gerindra ke gerbong pemerintahan, justru semakin memperkuat pemerintah.

Sumber Kompas com