Berhubungan Intim dengan Siswa 17 Tahun, Guru 63 Tahun Ditangkap Polisi

Emma Neil Ogle, 63, guru perempuan di sebuah SMA di Amerika Serikat ditangkap polisi atas tuduhan berhubungan seksual dengan siswanya yang berusia 17 tahun. Foto/wsoctv.com

loading…



ARB INdonesia, HUNTERSVILLE – Seorang guru perempuan sekolah menengah atas (SMA) berusia 63 tahun di North Carolina, Amerika Serikat (AS) ditangkap polisi atas tuduhan telah berhubungan intim dengan seorang siswa berusia 17 tahun. Skandal memalukan dua orang yang terpaut 46 tahun ini membuat sang guru diskors.

Emma Neil Ogle, dari Huntersville, ditangkap polisi pekan lalu setelah siswa yang dalam kasus ini dinyatakan sebagai korban melaporkan bahwa pasangan itu memulai hubungan romantis pada musim semi dan berlanjut hingga kontak seksual selama musim panas.

Menurut media lokal, WSOC, Ogle ditahan beberapa jam setelah siswa tersebut memberi tahu staf sekolah di Garinger High School di Charlotte tentang tuduhan tersebut.

Menurut Charlotte-Mecklenburg Schools, badan pendidikan yang membawahi sekolah tersebut, tidak ada indikasi bahwa tindakan seks terjadi di halaman sekolah.

“Saya mengenalinya,” kata seorang pejabat senior di sekolah, Edward Ramon, kepada stasiun televisi WCNC.

“Itu menjijikkan. Ini mengejutkan dan menjijikkan,” ujarnya yang dikutip New York Post, Rabu (6/11/2019).

Menurut Ramon, tuduhan itu akan merusak reputasi sekolah. “Itu hanya membuat sekolah terlihat buruk,” katanya. “Saya pikir dia harus masuk penjara karena itu,” ujarnya.

Upaya media setempat untuk menemui Ogle—seorang guru karier dan kesehatan di sekolah itu sejak 2014 yang juga seorang pegawai distrik Charlotte-Mecklenburg Schools sejak 2005—tidak berhasil pada Selasa pagi.

WLOS melaporkan bahwa guru itu menghadapi dakwaan atas tindakan asusila dengan seorang siswa dan beberapa dakwaan lain.

Menurut juru bicara distrik Charlotte-Mecklenburg Schools, Ogle telah ditangguhkan atau diskors dari tugas setelah penangkapannya.

Ogle, yang biaya jaminannya ditetapkan sebesar USD10.000, dibebaskan dari tahanan polisi pada hari Jumat pekan lalu. Catatan penjara mengonfirmasi pembebasan tersebut.

Sumber Sindonewscom




Rossi Diklaim Tunda Pensiun Demi MotoGP Indonesia

Valentino Rossi diklaim tertarik menjajal MotoGP Indonesia. (TOSHIFUMI KITAMURA / AFP)

loading…



ARB INdonesia, OLAHRAGA – Valentino Rossi diklaim tertarik tampil di MotoGP Indonesia pada 2021 sehingga berpikir untuk menunda keputusan pensiun dari MotoGP.

Rossi masih memiliki kontrak dengan Yamaha hingga akhir MotoGP 2020. Sejauh ini Rossi belum memutuskan rencana pensiun, namun Yamaha juga belum memberikan gambaran tegas mengenai nasib Rossi setelah musim MotoGP 2020 berakhir.

MotoGP Indonesia sendiri direncanakan bakal bergulir pada MotoGP 2021. Menurut Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar Mansoer, Rossi tertarik untuk menjajal sirkuit MotoGP Indonesia yang bakal digelar di Mandalika, Lombok.

“Kemarin, saat bersama Dorna bertemu Presiden [Joko Widodo] di Istana Bogor, [perwakilan Dorna] berkata Rossi akan menunda pensiun setahun demi menjajal sirkuit jalanan di Mandalika kalau penyelenggaraan berjalan on time [2021].”

“Kalau Rossi sehat, niatnya begitu. Terkecuali dia mengalami cedera,” ucap Abdulbar usai bertemu Menpora Zainudin Amali di Jakarta, Selasa (5/11).

MotoGP Indonesia punya daya tarik yang membuat seri tersebut bisa jadi perhatian pebalap dan penggemar MotoGP. Pasalnya, sirkuit Mandalika akan adalah sirkuit jalanan pertama di ajang MotoGP.

Sebelum pengajuan proposal untuk MotoGP 2021, Indonesia pernah jadi tuan rumah grand prix motor pada 1996 dan 1997. Pada 1996, Mick Doohan jadi juara kelas primer (500cc). Sedangkan setahun berikutnya, giliran Tadayuki Okada yang jadi pemenang.

Rossi sendiri pernah jadi pemenang GP Indonesia, yaitu pada 1997 saat jadi juara di kelas 125cc.

Sumber CNN Indonesia




Angin Panas Pembuangan AC Ternyata Bisa Dijadikan Energi Listrik

Mahasiswa Program Studi Teknik Manufaktur Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya) menunjukkan prestasinya di kancah Internasional. Foto/SINDONews/Ali Masduki

loading…



ARB INdonesia, SURABAYA – Pembuangan AC yang tidak terpakai dan menghasilkan angin panas bisa dijadikan energi listrik. Itu dibuktikan mahasiswa Program Studi Teknik Manufaktur Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya).

Mahasiswa cerdik itu terdiri dari Monica Deta Elysia Roosmadhy, Harda Grahita, Michelle Grace Firensen, Cindi Friskila Andreline dan Xaverio Anggara Nugroho. Melalui karya tugas akhirnya, mereka menciptakan fluithers sebagai alat penghasil listrik.

Fluithers merupakan singkatan dari fluid and thermal energy resource system. Yakni sebuah alat penghasil listrik dari energi terbuang air conditioner (AC) menjadi energi terbarukan yang dapat digunakan oleh masyarakat.

Monica mengatakan, pembuatan fluithers berangkat dari ketertarikannya pada energi. Berawal dari hal yang sederhana dengan memperhatikan sisi pembuangan AC yang tidak terpakai dan menghasilkan angin panas. Dirinya berpikir bahwa panas atau energi kalor dan angin yang memiliki energi kinetik dapat diubah menjadi energi listrik.

“Saya melihat kebutuhan masyarakat sungguh besar pada energi listrik, namun saat ini fosil sebagai sumber bahan bakar pembangkit listrik telah mencapai batasnya. Kemudian saya muncul ide untuk mengubah angin panas yang terbuang pada AC menjadi listrik sehingga bisa digunakan kembali oleh masyarakat,”katanya.

Pembuatan konsep dan proses merancang alat dilakukan oleh Monica dimulai pada bulan Agustus. Selama kurang lebih tiga bulan dalam merancang alat, mahasiswi yang gemar kuliner ini mengaku sering menemui tantangan dan kendala saat pembuatan alat khususnya dalam mencari baling-baling yang pas sesuai kecepatan angin dalam menghasilkan listrik.

“Cari baling-baling itu susah karena jenisnya beragam. Kemudian saya mencari jenis baling-baling yang bisa memutar cepat sesuai kecepatan angin 7,59 m/s. Akhirnya saya menggunakan baling-baling horizontal. Kesulitan yang lain ketika mengetahui bahwa angin outdoor AC itu tidak bulat dan hanya berada dipinggir. Jadi saya harus berpikir bagaimana cara menangkap energinya sehingga nanti bisa menjadi listrik,” ungkap mahasiswi 21 tahun ini.

Berkat karya inovasinya itu, Monica bersama timnya berhasil menorehkan prestasi di kancah Internasional dengan meraih Silver Award kategori Higher Institution Students (Science, Engineering & Technology) dalam ajang ‘International Invention & Innovative Competition (InIIC) Series 2/2019, pada 2 November 2019 di Palace of The Golden Horses, Malaysia.

Mereka pulang tersenyum dengan membawa pulang piala, sertifikat, dan sejumlah uang. Mereka akan menyempurnakan dan mengembangkan Fluithers agar menjadi alat penghasil listrik yang baik untuk digunakan oleh masyarakat luas.

“Senang dan bangga ide saya bisa diapresiasi di tingkat Internasional. Ini artinya Fluithers memiliki nilai jual dan bermanfaat bagi masyarakat,”ujarnya.

Mahasiswi semester tujuh ini berharap, nantinya Fluithers bisa diperjual belikan dan menjadi alat wajib bagi orang-orang yang memiliki AC. “Semoga dengan hadirnya Fluithers maka masyarakat juga dapat menghemat biaya listrik dan energi rumah tangga,”ucapnya.

Dosen Pembimbing sekaligus Dosen Program Studi Teknik Manufaktur Fakultas Teknik Ubaya, Herman Susanto menjelaskan, bahwa pembuatan Fluithers berfokus pada penggunaan wind turbine dan termoelektrik dalam menghasilkan energi listrik. Wind turbine digunakan untuk mengubah angin menjadi energi listrik. Sedangkan termoelektrik untuk mengubah panas menjadi energi listrik.

“Output energi bisa langsung diaplikasikan pada lampu atau alat listrik yang lain. Keunggulannya yang lain adalah alat ini bisa menyimpan energi pada baterai. Jadi desain yang kami buat capable untuk langsung digunakan atau disimpan,” pungkas Herman.

Sumber Sindonewscom




Gandeng LPK8 Yan Ekhsan, Ketua FKWI Tembuskan Pasar Komoditi Kopra Putih dan Arang Skala Ekspor

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kehadiran Forum Komunikasi Wartawan Indragiri Hilir (FKWI) siap mendedikasikan dan berkontribusi untuk peningkatan perekonomian kerakyatan melalui komunikasi dan deplomasi kepada pengusaha kopra untuk meningkatkan harga jual kelapa rakyat.

Maka dari itu Ketua FKWI periode 2019-2022, Debi Candra Syahriwan gandeng Lembaga Pelatihan Kerja 8 (LPK8) yang dibina oleh Yan Ekhsan merupakan pengusaha kopra putih putra daerah tempatan.

Debi Candra mengatakan, kerjasama tersebut bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) solusi untuk meningkatkan nilai harga jual kelapa mengolah kelapa menjadi bahan setengah jadi atau turunan dari kelapa putih.

loading…



“Turunan kelapa yang pengolahannya sederhana dan mudah tanpa mengeluarkan modal besar bahkan sangat berpeluang bisa dilakukan petani saat ini adalah pengolahan kopra putih, kopra asalan dan arang, yang mana dengan pengolahan turunan kelapa tersebut dapat menaikkan nilai jual kelapa,” sebut Debi Candra, Selasa (5/10)

FKWI bukan hanya memberikan pembinaan dan peningkatan profesionalisme jurnalistik, kehadiran FKWI juga peduli akan perekonomian masyarakat, salah satunya peningkatan ekonomi kerakyatan dan peningkatan nilai jual kelapa ditentukan mencarikan formula market dan pemberdayaan kepada petani dan masyarakat Indragiri Hilir yan terkenal dengan julukan hamparan kelapa dunia.

“Market ataupun penjualan kopra putih, kopra asalan dan arang dalam beberapa bulan ini sudah kami tembuskan untuk penjualan dengan nilai yang kompetitor dan bersaing, mudah-mudahan bisa membantu ekonomi kerakyatan masyarakat ataupun petani kelapa di Indragiri Hilir,” sebutnya

Pada kesempatan itu, pembina LPK8 Yan Ekhsan selaku produsen dan pelatih kopra putih juga mengatakan hal yang sama, dengan adanya market hari ini mudah-mudahan petani di Indragiri Hilir bisa terbantu untuk meningkatkan ekonominya.

Yan Ekhsan juga mengatakan siap memberikan edukasi kepada masyarakat Indragiri Hilir untuk belajar cara pengolahan sebagai program pemberdayaan. “Jika pemerintah baru sebatas program, kami mampu membuktikan pemberdayaan dan penjualan yang berstandart eksport bersama bung Debi,” ujar bg Ekhsan yang merupakan mantan pelatih bola tersebut. (***)




Harga Batu Bara Acuan November Menguat Jadi US$66,27 per Ton

Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).

loading…



ARB INdonesia, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga batu bara acuan (HBA) November 2019 sebesar US$66,27 per ton atau menguat 2,3 persen dibandingkan dengan Oktober 2019 lalu, US$64,8 per ton.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 224 K/30/MEM/2019 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batu Bara Acuan untuk November 2019. Beleid tersebut diteken Menteri ESDM Arifin Tasrif pada 1 November 2019 lalu.

“HBA meningkat tipis dibanding bulan lalu karena ada peningkatan permintaan menjelang musim dingin,” ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangannya kepada media, Selasa (5/11).

Apabila dibandingkan periode yang sama tahun lalu, US$97,9 per ton, HBA November 2019 anjlok 32,3 persen.

Harga batu bara memang mengalami tren pelemahan pada tahun ini. Bahkan, HBA yang ditetapkan pada Juli 2019 lalu sebesar US$71,92 per ton merupakan yang terendah dalam 2,5 tahun terakhir.

Penurunan harga batu bara tersebut tak lepas dari sentimen perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Sebagai informasi, HBA diperoleh dari rata-rata Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platts 5900 pada bulan sebelumnya. Kualitas batu bara disetarakan pada kalori 6.322 kcal/kg GAR, total moisture 8 persen, total sulphur 0,8 persen, dan ash 15 persen.

Sumber CNN Indonesia




Tanda Orang yang Buta Mata Hatinya

Barangsiapa yang berusaha mencapai apa yang sudah dijamin dan mengabaikan apa yang menjadi tugas dan kewajibannya, maka mata hatinya telah buta. Foto Ilustrasi/Dok 1000gooddeeds.com

loading…



ARB INdonesia – Mata hati dalam istilah syar’i disebut Bashirah. Di dalam Alqur’an terdapat banyak kata tentang ‘bashirah’, salah satunya dalam Surah Al-Isra’ [17] ayat 72 disebutkan: “Dan barangsiapa yang buta (a’maa) di dunia, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta dan lebih tersesat jalannya” .

Dalam Kitab Al-Hikam, Syeikh Ibnu ‘Athoillah As-Sakandariy menjelaskan tanda orang yang buta mata hatinya. Dalam satu ayat, Allah Ta’ala berfirman:

خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Allah telah mengunci-mati qalb-qalb mereka dan telinga-telinga mereka, dan bashirah-basirah mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (Al-Baqarah: 6)

Syeikh Ibnu ‘Athoillah mengatakan, meski seseorang bisa melihat hingga ke ujung dunia atau dapat menembus langit yang tujuh, namun bila masih bingung dengan kehidupan, maka itu sebuah penanda bahwa bashirah kita masih tertutup.

Karena bashirah itu bukan untuk melihat hal-hal di luar diri, tetapi untuk melihat kebenaran hakikat. Siapa yang disibukkan mencari apa yang sudah dijamin Allah (seperti rezeki), dan meninggalkan apa yang diperintahkan Allah, itulah tanda orang yang buta hatinya.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaha: 132).

Dalam sebuah hadits Qudsi yang kurang lebih artinya: “Hambaku, taatilah semua perintah-Ku, dan jangan memberi tahu kepada-Ku apa yang baik bagimu, (jangan mengajari kepada-Ku apa yang menjadi kebutuhanmu).

Syeikh Ibrahim al-Khawwas berkata: “Jangan memaksa diri untuk mencapai apa yang telah dijamin dan jangan menyia-nyiakan (mengabaikan) apa yang diamanatkan kepadamu.”

Karena itu, barangsiapa yang berusaha mencapai apa yang sudah dijamin dan mengabaikan apa yang menjadi tugas dan kewajibannya, maka mata hatinya telah buta. Allahu A’lam bisshowab.

Sumber Sindonewscom