Ustaz Abdul Somad Gugat Cerai Istrinya di PA Bangkinang Riau
Ustaz Abdul Somad (UAS) dikabarkan menggugat cerai istrinya, Mellya Juniati. Bahkan gugatan tersebut saat ini sudah dalam tahap putusan. Dokumen/SINDOnews
ARB INdonesia, PEKANBARU – Ustaz Abdul Somad (UAS) dikabarkan menggugat cerai istrinya, Mellya Juniati. Bahkan gugatan tersebut saat ini sudah dalam tahap putusan.
Informasi yang dihimpun perkara perceraian ustaz sejuta viewer ini teregistrasi dengan nomor perkara 604/Pdt.G/2019/PA.Bkn. Gugatannya terdaftar di Pangadilan Agama (PA) Bangkinang, Kabupaten Kampar.
Penasehat Hukum dai UAS, Hasan Basri yang dikonfirmasi membenarkan ihwal tentang perceraian UAS dengan istrinya. “Iya benar (berita perceraian),” kata Hasan Basri, Rabu (4/12/2019).
UAS menggugat istrinya di Pengadilan Agama (PA) Bangkinang Kabupaten Kampar, Riau. Bahkan menurut Hasan, bahwa sidang gugutan perceraian sudah tahap putusan dari hakim agama. “Ini sidangnya sudah putus. Hakim mengabulkan permohonan gugatannya (UAS). Kemarin (Selasa,3/12/2019) putusannya,” imbuhnya.
Namun dia tidak secara rinci apa hal yang menyebab UAS menggugat resmi Mellya. Menurutnya pihak hakim masih menunggu tanggapan dari pihak termohon dalam hal ini istrinya UAS.”Diberi waktu 14 hari bagi mereka (pihak istri UAS) untuk menerima atau tidak putusan dari majelis hakim,” tegasnya.
Sumber Sindonews.com
https://daerah.sindonews.com/read/1465380/174/ustaz-abdul-somad-gugat-cerai-istrinya-di-pa-bangkinang-riau-1575463865
Tim Gabungan Gelar Simulasi Penanggulangan Karhutla dan Deklarasi Inhil Bebas Asap Tahun 2020
Simulasi Karhutla, foto arb
ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Tim gabungan antara Polri, BPBD, TNI, Satpol PP, MPA, Regu RPK serta masyarakat setempat menggelar simulasi penanggulangan Kabakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Parit minang Kelurahan Sungai Salak, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, Rabu (04/12/2019).
Selain menimbulkan kesadaran bagi masyarakat maupun perusahan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, simulasi ini juga bertujuan sabagai upaya cepat tanggap guna mengantisipasi terjadinya karhutla di kemudian hari.
Dari pantauan langsung arbindonesia.com, pergelaran simulasi ini terlihat nyata bahwa sedang benar terjadi suatu peristiwa karhutla ditempat tersebut.
Hal itu ditandai dengan banyaknya titik api yang dihidupkan pada lahan gambut dan disertai asap hitam tebal yang menghalangi tajamnya sinar matahari.
Berikut Deretan simulasinya :
Simulasi sosialisasi bahaya karhutla, foto arb
1. Mulai dari sosialisasi, himbauan dan memberi pemahaman kepada masyarakat tentang larangan dan bahaya membakar hutan dan lahan oleh Sat Binmas Polres Inhil.
2. Memberikan Maklumat Kapolda Riau kepada masyarakat tentang larangan membakar hutan dan lahan, sebagai upaya pencegahan terjadinya karhutla. Dilanjutkan dengan patroli antisipasi karhutla pada tingkat Desa/Kecamatan oleh TNI dan Polisi.
3. Pembuatan kanal Blocking dan Embung sebagai tempat penampung air agar tidak kering pada saat musim kemarau, dan menjaga kondisi tanah gambut agar tetap lembab.
4. Dilanjutkan dengan simulasi terpantaunya beberapa titik Hotspot, hingga dilakukan pemadam secara total oleh Tim gabungan antara Polri, BPBD, TNI, Satpol PP, MPA, Regu RPK serta masyarakat setempat.
5. Terakhir Satreskrim Polres Inhil melakukan penyelidikan penyebab terjadinya karhutla, hingga Tim Satgas Gakkum Karhutla Polres Inhil mengamankan pelaku pembakaran.
Pemkab Indragiri Hilir
Foto Kodim 0314/Inhil, Serda Tarsa Supriatma
Dari pergelaran simulasi ini, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Wakil Bupati Inhil, H Syamasudin Uti menyampaikan, pergelaran simulasi ini merupakan suatu kerjasama dalam upaya pemerintah serta unsur Forkopimda untuk mencegah dan menanggulangi karhutla di kabupaten Indragiri Hilir.
“Saya mengajak setiap unsur serta lapisan masyarakat dan perusahaan jangan sekali-kali membuka lahan dengan cara membakar,” ajak Wabub.
Dihadapan pimpinan unsur Forkopimda dan unsur Forkopimcam serta humas di beberapa Perusahaan yang ada di Inhil, SU menekankan kepada pihak perusahaan untuk kedepannya pihak perusahaan juga harus mempersiapkan alat-alat pemadam untuk penangan karhutla.
“Kami tidak minta uang, tetapi kmi minta tolong perhatikan lahan- lahan milik perusahaan itu. Mari sama-sama kita menjaga, alam jaga kita kita jaga alam,” Semprot SU kepada perusahaan yang diiringi tepuk tangan.
Polres Inhil
Hal itu juga diungkapkan oleh Kapolres Inhil melalui Wakapolres Inhil Kompol R Firdaus SH pada awal pembukaan simulasi, disampaikannya kegiatan simulasi ini agar menciptakan kesadaran pada masyarakat dan perusahan yang membuka lahan tidak dengan membakar.
“Karena sudah jelas sanksinya, sekali pun itu hanya 2 hektar jangan coba-coba untuk membakar,” ujarnya.
Dandim 0314/Inhil
Foto Kodim 0314/Inhil, Serda Tarsa Supriatma
Sementara itu, diakhir simulasi ini dilaksanakan, Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal menyampaikan harapannya kedepan semoga tidak terjadi lagi karhutla di Inhil, jika pun terjadi karna faktor alam maka melalui simulasi ini kita sudah sigap,cepat dan tepat dalam penangan karhutla.
“Kedepannya semoga kita mampu untuk mengaplikasikannya, jangan kita hanya menjadi generasi ‘W’ (wacana). Mudah-mudahan Kabupaten Indragiri Hilir pada tahun 2020 tidak adalagi karhutla dan bebas dari asap,” imbuh Dandim 0314/Inhil.
Deklarasi Indragiri Hilir Bebas Asap Tahun 2020
Foto Kodim 0314/Inhil, Serda Tarsa Supriatma
Selain dari menggelar kegiatan simulasi, di penghujung acara juga digelar ‘Deklarasi Indragiri Hilir Bebas Asap Tahun 2020’ yang dipimpin oleh Wakil Bupati Inhil H Syamsudin Uti dan diakhiri dengan penandatanganan.
Berikut isi deklarasinya:
Kami forkompimda Inhil berserta segenap masyarakat Indragiri Hilir dan pihak perusahaan menyatakan :
Menolak kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabuoaten Indragiri Hilir, dan kmi siap mendukung Polri dalam melakukan penegakan hukum terhadap pelaku kebakaran hutan dan lahan.
Reporter Arbain
Tim Gabungan 4 Pilar Penanggulangan Karhutla Gelar Simulasi di Tempuling
ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Tim gabungan 4 pilar penanganan bencana mulai dari TNI, Polri, BPBD dan Satpol PP menggelar gladi simulasi penanggulangan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Parit minang Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, Selasa (03/12/2019).
Gladi simulasi penanggulangan bencana Karhutla tersebut disaksikan langsung oleh Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal, Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman Siahaan, Sik dan Kepala BNPB Kab. Inhil Yusfik dan Humas PT SAGM.
Adapun adegan simulasi itu berawal dari adanya sejumlah oknum warga yang dengan sengaja ‘akan‘ melakukan pembakaran lahan di wilayah Parit Minang, lalu di datangi aparat Babinsa dan Babinkamtibmas untuk di berikan peringatan melalui sosialisasi Karhutla kepada sejumlah masyarakat tersebut.
Setelah selesai memberikan sosialisasi dan masyarakat tersebut pun mengerti akan bahaya kabut asap yg di timbulkan oleh perbuatanya. Babinsa dan Babinkamtibmas pulang untuk melaksanakan tugas tugas lainnya.
Namun ternyata, tidak lama kemudian, Babinsa dan Babinkamtibmas tersebut mendapat informasi dari aplikasi hotspot bahwa di wilayahnya terdeteksi ada titik api.
Kemudian Babinsa berkoordinasi dengan Babinkamtibmas untuk segera mendatangi titik api tersebut sesuai dengan koordinat yang berada di aplikasi hotspot tersebut.
Setelah sampai di titik koordinat tersebut, Babinsa dan Babinkamtibmas menemukan titik Kebakaran hutan yang sudah melebar luas Hingga melaporkan kejadian tersebut ke Komandan masing-masing.
Tidak lama kemudian, pasukan pemadam gabungan dari TNI, POLRI, BPBD dan Satpol PP datang dengan membawa peralatan pemadaman.
Setelah sampai ke lokasi Karhutla, pasukan pemadam dengan sigap menyiapkan peralatan pemadaman guna memadamkan api yang sudah menyebar luas hingga titik api tersebut berhasil di padamkan oleh tim pemadam gabungan tersebut.
Menanggapi latihan simulasi penanggulangan bencana Karhutla tersebut, Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal mengatakan, dengan adanya latihan ini diharapkan para satgas Karhutla yang ada di Inhil memiliki kemampuan untuk pengendalian, pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan serta mampu menjelaskan kepada masyarakat tentang bahaya Karhutla.
“Karhutla seperti yang sudah kita ketahui berdampak negatif bagi bangsa dan Negara Indonesia dan menyebabkan kerugian yang sangat besar, oleh sebab itu kita semua harus perduli,” ajak Dandim.
Menurutnya dalam menanggulangi Karhutla tidak dapat dilakukan sendiri sendiri melainkan melibatkan semua pihak yang bersinergi dan berkerjasama, TNI Polri dan semua intansi terkait serta tentunya dengan dukungan semua lapisan masyarakat. (*)
Nuraini Tak Kunjung Pulang Setelah Pamit Pergi Bermain, Ada Dugaan Dibawa Mahluk Halus
Foto : Nuraini
ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Nuraini seorang anak berusia 9 tahun yang berada di Desa Batang Tumu, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir dinyatakan hilang oleh keluarganya pada Minggu (01/12/19).
Pasalnya, anak yang masih duduk di Kelas 3 Sekolah Dasar tersebut tidak kunjung pulang setelah pamit untuk pergi bermain ke rumah temannya.
Dari Pukul 10.00 Wib, hingga pukul 13.00 Nuraini tak kunjung terlihat, lalu orang tuanya bergegas mencari anaknya tersebut ke rumah-rumah teman Nuraini yang biasa bermain dengannya.
Saat ditanya orang tua Nuraini, teman-temannya tidak mengetahui dan tidak melihat keberadaan Nuraini, kemudian orang tuanya mengadukan hal tersebut kepada Ketua RW dan warga setempat untuk ikut membantu mencari keberadaan anak tersebut.
“Namun sampai saat ini anak dari saudara ‘Cok’/Samsur tersebut tidak kunjung ditemukan,” ujar salah satu warga yang ikut dalam pencarian tersebut, Selasa (3/12/2019).
Dikatakannya lagi, bahwa ada dugaan anak tersebut dibawa oleh sosok makhluk halus, namun kebenarannya masih diselidiki oleh masyarakat setempat dan diserahkan kepada pihak yang berwajib.
Untuk diketahui, Gadis kecilmalang yang belum diketahui keberadaanya tersebut merupakan warga yang tinggal di Pasar Tokolan, Lorong Nelayan perumahan layak Huni, Batang Tumu, Kecamatan Mandah, Inhil. (Arbain)
Ratusan gram Sabu di Blender, Dandim Apresiasi Kinerja Polres Inhil
Foto : Dandim 0314/Inhil bersama Wakil Bupati Inhil
ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Komandan Kodim 0314/Inhil penuhi undangan Polres Inhil dalam melaksanakan pemusnahan Barang Bukti hasil tangkapan dari Operasi Antik Muara Takus yang dilaksanakan selama 22 hari, Selasa (03/12/19) pagi.
Selama Operasi berjalan, 16 kasus berhasil dibongkar oleh Satres Narkoba Polres Inhil dengan mengamankan 22 orang tersangka, termasuk diantaranya seorang ASN dan Anggota Polri.
Berdasarkan data yang dihimpun dari pemusnahan ini, sebanyak 532,45 gram sabu serta 126 butir ekstasi dengan berat 40,04 gram di lebur menggunakan mesin blender serta dicampur dengan cairan berupa air keras.
Pemusnahan itu disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Inhil H Syamsudin Uti, Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal, Kajari Inhil Susilo, Kepala Pengadilan Negeri Tembilahan Nurmala Sinuraat, Kasat Narkoba Inhil AKP Bachtiar, Kepala KPLP Tembilahan dan Organisasi Penggiat Narkoba serta para awak Media.
Melalui kegiatan yang dilaksakan di halaman Polres Inhil tersebut, Dandim 0314/Inhil, Letkol Inf Imir Faisal saat di wawancarai media menuturkan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi jajaran Polres Inhil tentunya dalam hal memberantas narkoba.
“Saya mengapresiasi kinerja Polres Inhil dalam memberantas kejahatan terutama Narkoba. Kami dari Kodim 0314/Inhil sangat mendukung segala upaya yang dilaksanakan selama ini. Karena Narkoba dapat merusak generasi penerus bangsa ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman mengingatkan serta menghimbau kepada masyarakat Inhil, terutama para remaja agar waspada serta menjauhi barang haram tersebut.
“Narkoba dapat merusak generasi penerus bangsa. Kesehatan diri dan mental hancur akibat penyalahgunaan narkoba.” imbuhnya.
Untuk diketahui, setelah dilaksanakan pemusanahan barang haram dengan cara di blender, kemudian BB yang berubah menjadi cairan tersebut dibuang dilubang kloset WC.
Reporter Arbain
https://youtu.be/zp1sdrUo1l8
Video Pemusnahan Narkoba
Bintang Kejora Dikibarkan Serentak di Banyak Negara, ‘Papua Mau Merdeka’
Foto : Bendera Bintang Kejora berkibar di Gedung Balai Kota Leichhardt, Sydney, Jumat (29/11/2019). (AWPA)
ARB INdonesia, JAKARTA – Aktivis Organisasi Papua Merdeka dan simpatisannya di sejumlah negara menggelar aksi mengibarkan bendera Bintang Kejora. Hal itu untuk memperingati hari deklarasi manifesto politik bangsa West Papua 1 Desember.
Berbagai kegiatan itu disatukan lewat tagar #GlobalFlagRaising di media sosial, demikian seperti dikutip dari ABC Indonesia, Selasa (3/12/2019).
Bendera Bintang Kejora pertama kali dikibarkan di tanah Papua pada 1 Desember 1961—jauh sebelum wilayah bekas jajahan Belanda ini dimasukkan ke dalam wilayah NKRI melalui Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) tahun 1969 yang diadopsi menjadi Resolusi PBB Nomor 2509.
Sejak itu, Pemerintah RI melarang pengibaran bendera yang oleh pejuang OPM telah dijadikan simbol perlawanan mereka.
Warga di Warrnambool, salah satu kota di Australia misalnya, sudah sejak 10 tahun terakhir selalu ikut merayakan 1 Desember sebagai hari kemerdekaan Papua.
Sudah sejak 10 tahun terakhir warga di Kota Warrnambool Australia selalu mengibarkan Bintang Kejora sebagai dukungan bagi kemerdekaan Papua. [ABC]
Bahkan di kota pedalaman itu, sejumlah warga membentuk organisasi Australian West Papua Association south-western Victoria.
Hari Minggu (1/12/2019) akhir pekan lalu, organisasi ini menggelar pengibaran Bintang Kejora di Civic Green Warrnambool dihadiri sekitar 20 orang.
Menurut jubir John Gratton Wilson, kegiatan tersebut untuk menunjukkan dukungan bagi perjuangan rakyat Papua, sekaligus perlawanan atas pelarangan Bintang Kejora oleh Pemerintah RI.
“Saya pribadi menyaksikan sendiri bagaimana orang Indonesia memperlakukan penduduk lokal (Papua),” kata Wilson seperti dikutip media setempat The Standard.
“Mereka menganggap orang Papua sebagai sub-human. Tapi kita tahu siapa sebenarnya yang sub-human dari cara mereka memperlakukan orang lain,” ujarnya.
Aksi pendukung Papua Merdeka menuntut referendum di Federation Square, Melbourne, pada 15 September 2019. [ABC]
“Salah kalau kita mengabaikan para pelanggar HAM ini di depan mata kita. PBB perlu mengakui kekeliruannya sendiri dari tahun 1960an dan berikan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua dari penjajah brutal,” kata Wilson lagi.
“Papua akan mendapatkan kemerdekaannya, hanya masalah waktu saja,” katanya.
Selain di Warrnambool, pengibaran Bintang Kejora juga dilakukan aktivis pendukung Papua merdeka di gedung Pemkot Leichardt di Sydney.
Kota lainnya di Australia juga menjadi tempat aktivitas para pendukung Papua merdeka, terutama di Melbourne, yang menjadi basis tokoh gerakan ini, Jacob Rumbiak.
Pada pertengahan September lalu misalnya, ratusan massa pendukung gerakan ini melakukan aksi long march dari titik berkumpul di depan perpustakaan State Library di pusat kota, menuju ke alun-alun Federation Square.
Saat itu, yel-yel “Papua Merdeka” menggema di sepanjang jalan Swanston Street yang merupakan jantung Kota Melbourne. Setiapkali orator meneriakkan “Papua”, massa menyahut dengan kata “Merdeka”.
Dukungan sejumlah warga Selandia Baru terhadap kemerdekaan Papua juga ditunjukkan pada hari Minggu (1/12/2019). [ABC]
Menurut catatan ABC, sudah 20 tahun terakhir Jacob Rumbiak berdiam di Australia, sejak melarikan diri dari Indonesia pada masa referendum Timor Timur tahun 1999.
Saat itu, mantan dosen Universitas Cendrawasih ini menjadi voluntir pemantau PBB di Timtim, dan berhasil ikut naik pesawat ke Australia. Dia mendapatkan status warga negara Australia sejak 2006.
Dalam beberapa kesempatan, biasanya di sekitar waktu peringatan HUT Proklamasi RI, terjadi aksi gerakan Papua merdeka di Melbourne.
Sementara itu pada hari Minggu (1/12/2019) kemarin, aksi dukungan juga ditunjukkan West Papua Action Aotearoa hkoi di ibukota Selandia Baru, Wellington.
Warga di Fiji juga turut mengibarkan Bintang Kejora pada hari Minggu (1/12/2019). [ABC]
Para aktivis datang dari berbagai kota seperti Dunedin, Christchurch dan Auckland, untuk memprotes pelanggaran HAM dan mendukung kemerdekaan Papua dari Indonesia.
Menurut salah satu pelaksana kegiatan ini Jeremy Simons, meskipun kebanyakan warga Selandia Baru tak tahu mengenai perjuangan rakyat Papua, namun kalau diberitahu umumnya mereka mendukung.
Sejumlah aktivis organisasi ini, katanya, mendapatkan ancaman online karena menunjukkan dukungan mereka bagi perjuangan rakyat Papua.
“Tentu saja kami prihatin, karena selama bertahun-tahun belum pernah ada aktivis Kiwi yang mendapat ancaman,” kata Simons seperti dikutip media RNZ, Minggu (1/12/2019).
Dia menyebutkan bahwa warga Papua yang berada di Selandia Baru juga mendukung aksi ini, namun tak berani muncul karena khawatir dengan keselamatan keluarga mereka di Papua.
Aksi pengibaran Bintang Kejora kemarin terpantau terjadi di Fiji. Selain itu, juga beberapa kota di Inggris, Belgia, dan Swedia.
Sementara untuk di Papua sendiri, aktivis HAM yang Veronica Koman yang kini berdiam di Australia mengunggah di akun medsosnya sejumlah rekaman yang menunjukkan adanya kegiatan terkait Bintang Kejora.
Di salah satu gereja di Jayapura misalnya, sejumlah mahasiswa berpakaian adat Papau yang membawa bendera Bintang Kejora tampak ikut mendapat roti sakramen dari Pastor yang memimpin kebaktian di gereja tersebut.
Paling tidak ada tiga orang mahasiswa yang tampak dalam video yang dibagikan melalui akun Twitter Veronica Koman.
Namun, beberapa komentar terhadap video ini mempertanyakan mengapa mereka yang telah menerima hosti di barisan sebelah kanan, justru berbelok ke sebelah kiri.
Menurut keterangan Veronica dari unggahan lainnya, ada empat mahasiswa Papua berinisial MY, DT, PH, dan ED yang mengenakan pakaian adat yang ditangkap di dalam gereja itu karena membawa bendera Bintang Kejora.
Selain di Jayapura, Veronica juga membagikan adanya aktivitas warga memperingati hari kemerdekaan Papua 1 Desember di berbagai tempat seperti yang terjadi di Painai dan dihadiri puluhan warga.
Menurut laporan kantor berita Antara, sedikitnya 34 orang telah ditangkap pada hari Sabtu (30/11/2019) dengan tuduhan merencanakan kegiatan memperingati kemerdekaan Papua.
Kepolisian RI dilaporkan menurunkan sekitar 1.300 aparat untuk mengantisipasi kejadian sekitar peringatan 1 Desember ini.
Polisi menyatakan telah sepakat dengan Pemerintah setempat di Papua untuk melarang setiap aktivitas untuk memperingati 1 Desember tersebut.
Namun, peringatan justru terjadi di sejumlah kota di berbagai negara seperti terekam dalam foto-foto berikut ini.
1. Swedia
Bintang Kejora dikibarkan warga di tengah musim dingin di Swedia, Minggu (1/12/2019). [ABC]
2. Inggris
Sejumlah aktivis di Brighton UK mendukung kemerdekaan Papua, Minggu (1/12/2019). [ABC]
3. Skotlandia
Di ibukota Skotlandia, Edinburgh, sejumlah aktivis juga menunjukkan dukungan bagi kemerdekaan Papua, Minggu (1/12/2019). [ABC]
4. Republik Katalan di Belgia
Bintang Kejora dikibarkan di kantor perwakilan Republik Katalan di Belgia, Minggu (1/12/2019). [Twitter: @FreeWestPapua]
Sumber : riaumandiri.co /www.abc.net.au/Suara /
https://www.riaumandiri.id/read/detail/77924/bintang-kejora-dikibarkan-serentak-di-banyak-negara-papua-mau-merdeka