Timnas U23 Indonesia Vs Vietnam, Gawang Nadeo Kebobolan Kali Ketiga

Foto kompas.com





ARB INdonesia, MANILA – Doan Van Hau mencetak gol keduanya pada laga final SEA Games 2019 antara timnas U23 Indonesia vs Vietnam.

Gol itu membuat Indonesia untuk sementara tertinggal 0-3.

Laga timnas U23 Indonesia vs Vietnam ini berlangsung di Stadion Rizal Memorial, Selasa (10/12/2019).

Doan Van Hau kembali mencetak gol pada menit ke-78 lagi-lagi lewat skema tendangan bebas.

Gol ini berawal dari kesalalahan kiper Nadeo Agra Winata saat menepis bola ke kanan. Ternyata bola tepisan Nadeo sudah ditunggu Doan Van Hau yang berada di tiang jauh.





Jalannya pertandingan:

Di babak pertama, pertandingan berjalan dengan tempo sedang dan kedua tim bermain sangat hati-hati. Indonesia yang sedikit unggul dalam penguasaan bola harus kehilangan Evan Dimas Darmono pada menit ke-20.

Evan Dimas mendapat cedera karena kaki kirinya diinjak oleh Doan Van Hau. Evan Dimas kemudian diganti oleh Syahrian Abimanyu.

Pada menit ke-38, gawang Indonesia kebobolan lewat sundulan Doan Van Hau.

Memanfaatkan umpan tendangan bebas, Doan Van Hau memenangkan duel udara dan dengan mudah membelokkan bola ke gawang menggunakan kepalanya.





Di babak kedua, pelatih timnas U23 Indonesia, Indra Sjafri langsung memasukkan Egy Maulana Vikri untuk menambah daya gedor.

Terus menyerang, Indonesia kebobolan lagi pada menit ke-58 lewat gol Do Hung Dung.

Gol ini berawal dari umpan silang Nguyen Duc Chien dari sisi kanan. Bola umpan silang itu kemudian salah diantisipasi oleh Andy Setyo.

Bola liar kemudian langsung diselesaikan Do Hung Dung dengan tembakan mendatar kaki kanan.

Pada menit ke-78, Vietnam memperlebar keunggulan lewat gol kedua Doan Van Hau.





Sumber Kompas.com
https://bola.kompas.com/read/2019/12/10/20362988/timnas-u23-indonesia-vs-vietnam-gawang-nadeo-kebobolan-kali-ketiga?page=2




Sungai Kuantan Meluap, 11 Desa di Kecamatan KHS Diterjang Banjir

Rumah masyarakat di Kecamatan KHS terendam banjir (Foto: RMC/Suandri)





ARB INdonesia, KUANSING – Bencana banjir menerjang sejumlah kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, setelah hujan deras mengguyur wilayah itu, Selasa (10/12/2019).

Adapun Kecamatan di Kabupaten yang dilanda banjir yakni Kecamatan Kuantan Hilir Seberang (KHS). Di Kecamatan ini, banjir merendam ratusan rumah di 11 desa seperti Desa Pelukahan, Pulau Baru, Tanjung, Pulau Kulur, Rawang Agung, Danau, Pulau Beralo, Lumbok, Pengalihan, Soriak dan Tanjung Pisang.

“Kami masih melakukan pendataan akibat dampak banjir ini. Sementara ini ada 1.046 KK (kepala keluarga) yang terdampak banjir,” ungkap Camat Kuantan Hilir Seberang, Akhyan Armosfis, Selasa siang.





Dikatakanya, banjir yang melanda ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Kuansing hingga membuat Sungai Kuantan meluap dan menggenangi ratusan pemukiman warga. 

Akibat banjir yang melanda Kecamatan Kuantan Hilir Seberang juga mengakibatkan aktivitas masyarakat di lokasi terdampak banjir terganggu.

“Banjir mulai memasuki permukiman penduduk sekitar pukul 06.00 WIB, namun air terus meningkat. Kalau untuk ketingian air bervariatif atau berbeda – beda di setiap desanya yakni 15 cm – 100 cm. Begitu juga sejumlah ruas jalan Kecamatan pun ikut terendam.” jelasnya.





Akhyan mengatakan, adapun langkah-langkah yang telah dilakukan pihak Kecamatan yakni meminta Kades setempat mendata warga terdampak untuk dibuat laporan. Begitu juga dengan Upika untuk selalu memantau dampak banjir ini melalui jaringan kerja masing-masing.

Tidak hanya itu, ia selaku Camat Kuantan Hilir Seberang juga meminta UPTD Kesehatan Koto Rajo untuk segera mendirikan posko banjir. Terakhir jika banjir bertambah besar, pemerintah desa diminta untuk membuat posko pengungsian.

“Kepada masyarakat, saya mengimbau agar selalu waspada dan jaga benda berhargai serta jaga kesehatan. Apabila ada yang sakit segera hubungi atau mendatangi Posko Kesehatan, imbaunya. (*)





Sumber riaumandiri.id
https://www.riaumandiri.id/read/detail/78219/sungai-kuantan-meluap-11-desa-di-kecamatan-khs-diterjang-banjir




Dinas PUPR Riau Siap Kerahkan Alat Berat Bantu Longsor di Pangkalan Sumbar

Akses jalan Riau-Sumbar lumpuh akibat longsor di Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Sumbar. Dinas PUPR siagakan alat berat untuk membantu mengatasi longsor tersebut.





ARB INdonesia, RIAU – Akses jalan Riau-Sumbar lumpuh akibat longsor di Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, yang terjadi subuh tadi, Selasa (10/12/19).

Akibatnya, tiga mobil terseret timbunan longsor sehingga terguling dan menutupi akses jalur utama antar provinsi bertetangga tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau Dadang Eko Purwanto menyatakan siap membantu mengatasi timbunan material longsor yang menutupi badan jalan nasional Riau-Sumbar tersebut, jika dibutuhkan.

“Kita siap membantu dan berkoordinasi jika dibutuhkan. Apa lagikan longsor itu tak jauh dari perbatasan Riau,” kata Dadang, Selasa (10/12/19).





Menurut Dadang, satu alat berat saat ini sudah disiagakan di UPT Dinas PUPR, di Rantau Berangin, Kampar. Jika memang hasil koorsinasi Sumbar membutuhkan, alat berat akan segera dikirim membantu mengatasi longsor yang terjadi di Koto Alam, Pangkalan tersebut.

“Alat berat sudah kita siagakan di Rantau Berangin. Kita punya UPT di sana (Kampar). Kalau akan berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (PJN). Jika dibutuhkan, kita langsung kirim,” ungkap Dadang.





Selain itu, Dinas PUPR juga sudah menyiagakan alat berat di dua UPT lainnya. Yakni di UPT Dinas PUPR Dumai dan Rengat. Fungsinya sama, guna mengantisipasi terjadinya longsor atau terjadinya bencana lainnya di sekitaran wilayah UPT, dengan cepat.

“Setiap UPT kita stanbykan satu alat berat. Di UPT Bangkinang, Rengat dan Dumai. Jadi kalau ada longsor, alat berat bisa cepat bekerja,” papar Dadang.

Lebih lanjut, Dadang menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa berhati-hati melalui jalan-jalan yang rawan terjadinya longsor. Dinas PUPR sendiri bersama instansi terkait terus bersiaga, jika sewaktu-waktu terjadi bencana seperti longsor. (*)





Sumber riauterkini.com
https://m.riauterkini.com/isi.php?arr=146683&judul=Dinas-PUPR-Riau-Siap-Kerahkan-Alat-Berat-Bantu-Longsor-di-Pangkalan-Sumbar




Jika ke Sumbar, Hati Hati Longsor Terus Terjadi. Jalan Riau-Sumbar Lumpuh

Jika ke Sumbar, Hati Hati Longsor Terus Terjadi. Jalan Riau- Sumbar Lumpuh





ARB INdonesia, RIAU – Akses jalan Sumbar-Riau lumpuh tertutup longsor yang terjadi di Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Selasa (10/12/2019).

Bahkan tiga unit mobil terseret timbunan longsor sehingga terguling dan menutupi akses jalan Sumbar-Riau itu.

Akibatnya terjadi kemacetan panjang menuju Negeri Minang teraebut hingga puluhan kilometer karena mobil tidak bisa melewati akses jalan utama itu.

“Longsor terjadi di Pangkalan Baru yang menutupi akses jalan. Kemacetan total terjadi,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Limapuluh Kota, Rahmadinol, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (10/12).





Rahmadinol mengatakan, longsor terjadi pada pukul 04.30 WIB yang menyebabkan mobil truk, colt diesel dan APV tertimbun material longsor.

Saat ini, timnya bersama TNI/Polri dan petugas PU sudah berada di lokasi untuk melakukan proses evakuasi mobil dan pembersihan material longsor.

“Tim sudah berada di lokasi untuk melakukan proses evakuasi mobil dengan menurunkan alat berat,” kata Rahmadinol.

Sementara itu, Kanit Lantas Polres Limapuluh Kota, Ipda Sural menyebutkan, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.

“Tiga mobil terseret material longsor sehingga terguling. Beruntung tidak ada korban jiwa,” ujar Sural.

Alat berat sudah bekerja membersihkan material longsor dan melakukan proses evakuasi.

“Semoga cepat selesai dan arus lalu lintas kembali lancar,” kata Sural.





Sumber Haluanriau.co
https://haluanriau.co/2019/12/10/jika-ke-sumbar-hati-hati-longsor-terus-terjadi-jalan-riau-sumbar-lumpuh/




‘Terkikisnya Roda’ Sang Pengayuh Becak di Tembilahan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Becak yang dulunya adalah salah satu angkutan umum yang sempat menjadi primadona di Negeri Seribu Parit, namun kini jasa angkutan tersebut seakan terkikis keberadaanya seiring berkembangnya kemajuan zaman.

Hal itu terlihat saat seorang tukang becak yang tampak lesu duduk diatas becak tuanya yang sudah puluhan tahun digunakannya untuk mengais rezeki demi menghidupi keluarga.

Ia adalah Haris, pria yang sudah berumur 82 tahun dengan kulit yang tampak mengeriput termakan usia.

Ditengah terik matahari, sambil meredupkan pandangannya Haris menunggu para penumpang, berharap ada menggunakan jasa transportasi roda tiganya yang sudah reyot .





Haris yang meruoakan warga Pintu Air Kelurahan Tembilahan Kota mengaku sudah 50 tahun berprofesi menjadi tukang becak, mualai pukul 05.00 Wib subuh ia sudah mengayuh becaknya berkeliling Tembilahan mencari penumpang.

Target penumpang Haris dari kalangan ibu-ibu yang akan berbelanja ke pasar. Itupun kata Haris, ibu-ibu sudah banyak menggunakan kendaraan sendiri dan menggunakan jasa ojek.

Menjelang matahari terbit, Haris terus berkeliling Tembilahan mencari penumpang kembali. Jika sudah pukul 08.30 Wib, Haris sudah mangkal di pelabuhan-pelabuhan, berharap dapat penumpang dari daerah untuk menggunakan jasanya. Namun saat ini masyarakat lebih tertarik menggunakan sepeda motor dari pada becak.





Padahal becak di Tembilahan mempunyai sejarah, sempat menjadi transportasi primadona warga Indragiri Hilir pada zamannya. Namun dengan perkembangan zaman saat ini, tranportasi ini semakin kurang peminat.

“Sudah sangat kurang peminatnya. Orang lebih memilih menggunakan ojek,” kata Haris kepada ARB INdonesia, Sabtu (23/11).

Haris mengaku hanya mampu mendapatkan menumpang satu atau dua orang perhari, itupun penumpangnya membawa banyak barang baru menggunakan jasa becak.

“Perhari paling paling dapat 15.000, paling banyak 30.000,” ungkap Haris





Ungkapan yang sama juga disampaikan oleh Ismail (40 tahun) warga Jalan Kembang, mengaku sudah 20 tahun bekerja sebagai tukang becak.

Ismail lebih muda dari pada Haris yang sudah berumur, sudah tentu masyarakat memilih tukang becak yang masih gagah. Menurut survei ARB INdonesia saat mewawancarai tukang becak, mereka lebih memilih tukang becak yang kuat dari pada tukang becak tua, menurutnya tidak tega saat menggunakan jasa tukang becak sudah berumur. Apalagi Kota Tembilahan berjulukan kota seribu parit memiliki banyak tanjakan jembatan.





PENUMPANG MINIM, BECAK DI TEMBILAHAN ALIH FUNGSI JADI PENGANGKUT BARANG

Saat ini penumpang becak sangat minim, eksistensi becak perlahan hampir punah. Fungsi becak sekarang hanya sekedar untuk mengangkut barang-barang, bukan lagi jasa angkutan manusia.

Hal ini dibuktikannya dengan minimnya penumpang becak. Warga seakan terpaksa menggunakan jasa becak ketika membawa barang tidak memungkinkan menggunakan ojek yang lebih praktis dan cepat. Becak saat ini seakan menajadi alternatif transportasi afektif membawa barang belanjaan.

Diungkapkan Haris, kebanyak orang sudah menggunakan jasa ojek. Ia terpaksa mangkal di pelabuhan dan pasar-pasar menunggu penumpang membawa barang belanjaannya yang banyak.

Haris mengaku, jam efektif untuk mencari rezeki sebagai tukang becak itu dari pagi sampai siang. Ketika aktifitas pelabuhan sudah sepi, para penumpang sudah tidak adalagi, sangat sulit mendapatkan penumpang.

“Kalau sudah siang, pasar sudah tutup dan aktifitas pelabuhan sudah sepi. Itu tidak adalagi yang diharapkan,” kata Haris





OJOL HADIR, BECAK TEMBILAHAN PUNAH

Menurut Dekan Fakultas Ekonomi (FEKON) Universitas Islam Indragiri (UNISI), Zainal Arifin Hussein, SE.,ME menuturkan, perkembangan zaman dan majunya alat transportasi di era digital saat ini tidak bisa dibendung. Kehadiran tranportasi di era digital membuat becak perlahan akan punah.

Apalagi diprediksi di wilayah Kota Tembilahan akan kehadiran layanan transportasi berbasis aplikasi, sudah tentu akan mengurangi pendapatan para pembecak, bahkan transportasi tradisional ini dikhawatirkan akan perlahan punah.

“Ini bisa saja terjadi, jika transportasi berbasis aplikasi seperti gojek hadir di Indragiri Hilir, maka becak akan terkikis dengan sendirinya,” ungkap Zainal.

Zainal berasumsi, jika layanan transportasi berbasis aplikasi hadir di Kota Tembilahan, maka akan mengurangi selera masyarakat untuk menggunakan becak sebagai transportasi umum membuat jasanya makin sedikit yang melirik.

Dia menginginkan semoga ada solusi dari pemerintah terhadap nasib tukang becak agar terus dapat menghidupi keluarga mereka melalui tarikan becak.





PEMERINTAH HARUS ADA SOLUSI INOVASI DEMI PERBAIKAN EKONOMI TUKANG BECAK

Menanggapi aktifitas becak tradisional di Indragiri Hilir yang semakin memprihatinkan, Zainal Arifin Hussein menuturkan alat transportasi becak di Indragiri Hilir memang harus ada inovasi agar lebih manusiawi. Artinya pemerintah Indragiri Hilir harus mencarikan formula, sperti perubahan dari becak tradisional menjadi becak modern.

Inovasi tersebut untuk menyelamatkan perekonomian para tukang becak yang dinilai masyarakat ekonomi bawah dengan memodifikasi becak dayung menjadi becak motor (bentor) atau becak listrik. Dimodifikasi dan dikemas dengan baik, bukan tak mungkin becak malah bisa jadi ikon wisata yang menarik di Indragiri Hilir dan tetap eksis.

Jika ada inovasi dari Pemerintah, keberadaan becak akan kembali diterima oleh masyarakat dan menjadi daya tarik para pengguna angkutan becak tersebut, dengan mengkonversinya menjadi becak yang digerakkan mesin tanpa menghilangkan keaslian bentuk becak itu sendiri.





“Inilah salah satu formula agar ekonomi para tukang becak kembali membaik,”

Zainal mengaku, ia sudah membuat inovasi berbasis aplikasi untuk menggerakkan tukang becak di Indragiri Hilir dengan melibatkan mahasiswa Fakultas Ekonomi. Akan tetapi kata Zainal, aplikasi tersebut tidak maksimal diterapkan karena tukang becak di Indragiri Hilir masih banyak yang gaptek (tidak bisa mengoperasikan android).

“Kita sudah membuat inovasi berbasi aplikasi namanya AL-CAK (Aplikasi Becak.red), tapi belum bisa diterapkan,”

Terakhir Zainal berharap jika sudah ada inovasi memodifikasi becak motor, maka jarak tempuh mengantar penumpang bisa lebih jauh. Tinggal lagi melakukan pelatihan pengoperasian aplikasi kepada tukang becak untuk memesan AL-CAK melalui android.

Reporter Arbain




‘Hujan’ Interupsi Sidang Paripurna DPRD Kota Pekanbaru, Ini Pemicunya





ARB INdonesia, PEKANBARU – Rapat Paripurna Ke -3 Masa Sidang I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru, Senin (9/12), di penuhi ujaran interupsi dari Anggota sidang.

Interupsi tersebut dipicu oleh pimpinan DPRD Kota Pekanbaru, Hamdani, yang hendak menunda waktu pelaksanaan sidang tersebut tanpa alasan yang jelas, dan hal itu dinilai keputusan sepihak oleh anggota sidang.

Sebelumnya, Hamdani melayangkan sepucuk surat yang ditujukan kepada pimpinan DPRD Kota Pekanbaru dan juga kepada Ketua Fraksi DPRD Kota Pekanbaru. Surat yang di tandatangani dirinya sendiri dengan perihal Penundaan Rapat Paripurna DPRD Kota Pekanbaru pada Senin (9/12) pagi.





Kendati demikian, Rapat Paripurna akhirnya dilaksanakan, dan berlangsung di Ruang Paripurna Gedung DPRD Pekanbaru. Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani dan juga didampingi oleh Wakil Ketua Ginda Burnama dan juga Tengku Azwendi.

Krismat Hutagalung, melontarkan kekesalan saat interupsi, lantaran dirinya telah datang sekira pukul 10:00 WIB, namun tiba-tiba dirinya mendapat pesan Whatsapp yang berisikan pembatalan rapat. “Diundang rapat, saya semangat datang untuk rapat paripurna. Datang saya kesini jam 10an. Tiba-tiba masuk pesan di Wa rapat dibatalkan. Karena saya diundang untuk paripurna bukan untuk pembatalan paripurna,” Kesal Krismat.





Hak senada juga diutarakan oleh Davit Marihot Silaban yang menyayangkan surat penundaan yang ditandatangani oleh Ketua DPRD itu. “Pembatalan tersebut harus dicabut suratnya, agar Paripurna kita hari ini menjadi legal,” Cetus nya.

Dalam Rapat Paripurna kali ini, para legislator tersebut akan membahas empat poin penting, ialah menyampaikan laporan reses anggota DPRD Kota Pekanbaru Masa Persidangan Kesatu Tahun 2019, yang kedua menyampaikan Laporan Panitia Khusus DPRD Kota Pekanbaru Terhadap Pembahasan Tata Tertib DPRD Kota Pekanbaru.

Kemudian, Laporan Panitia Khusus DPRD Kota Pekanbaru Terhadap Pembahasan Kode Etik DPRD Kota Pekanbaru dan juga Penetapan Perubahan Propemperda Kota Pekanbaru Tahun 2019.





Sumber Haluanriau.co
https://haluanriau.co/2019/12/09/hujan-interupsi-sidang-paripurna-dprd-kota-pekanbaru-ini-pemicunya/?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook