Haul Akbar Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani, Bupati Inhil: Kehadiran Masyarakat Tanda Cinta Terhadap Syiar Islam

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti iven keagamaan. Menurutnya, kehadiran masyarakat merupakan tanda cinta terhadap syiar Islam.

Hal ini diungkapkan Bupati saat memperingati Haul Akbar Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani dan Haul Jama’ serta HUT Ponpes Al-Baaqiyaatussa’adiyah Ke-19 dan Majelis Ta’lim Al-Hidayah Ke-23 Cabang Tembilahan, Sabtu (21/12/2019) di Lapangan Gajah Mada Tembilahan.






“Terima kasih yang tak terhingga kepada masyarakat Inhil yang sangat antusias mengikuti acara keagamaan seperti ini baik dikota maupun di desa-desa,” kata Bupati dihadapan para Jamaah.

Dalam Haul Akbar 1441 H yang turut dihadiri Wakil Ketua DPRD, Unsur Forkopimda, Alim Ulama, Ketua TP PKK, Hj Zulaikhah Wardan, Tokoh Masyarakat, diungkapkan Bupati, informasi terkait penyelenggaraan kegiatan mesti ditingkatkan lagi.

“Ke depan semoga kegiatan seperti ini lebih ditingkatkan lagi sehingga informasinya sampai kedesa. Karena, kehadiran masyarakat merupakan tanda cintanya masyarakat Inhil akan Syiar Islam dan ini diharapkan untuk dipertahankan,” pungkas Bupati.






Pada kesempatan ini, Bupati juga menekankan agar masyarakat untuk lebih menjaga sikap toleransi antar umat beragama. Menurut Bupati, saling menghormati antar umat beragama akan berdampak positif terhadap persatuan dan kesatuan bangsa.

Selanjutnya, Bupati menyampaikan ucapan selamat atas HUT Ponpes Al-Baaqiyaatussa’adiyah Ke-19 dan Majelis Ta’lim Al-Hidayah Ke-23 Cabang Tembilahan.

Haul Akbar ini diisi dengan tausiyah oleh Penceramah KH Muhammad Idrus Ramli yang merupakan Dewan Pakar Aswaja Centre PWNU Provinsi Jawa Timur.






Dalam tausiyahnya, KH Muhammad Idrus Ramli menyampaikan tentang keberkahan mendo’akan bagi umat Muslim yang sudah meninggal.

“Dengan acara haul hari ini, kita berharap kepada Allah SWT semoga meninggikan derajat kita semuanya dan menjaga lingkungan kita. Terakhir semoga Allah menjaga daerah kita,” jelasnya. (Arb/rl)




Razia Yustisi di Inhil, 7 Pasangan Muda-mudi Diamankan Satpol PP

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dalam menjaga kenyamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat jelang pergantian tahun baru Masehi 2020, Pemerintah Kabupaten Indragiri melalui Satpol PP, TNI, Polri serta LSM  menggelar Razia ‘Yustisi’ gabungan di sekitar wilayah Tembilahan Kota dan Tambilahan Hulu, Jum’at (21/12/2019) malam.






Dari Razia tersebut, Tim Yustisi berhasil mengamankan sejumlah pasangan yang tidak memiliki hubungan yang sah  yang terjaring sebagai penyakit masyarakat (Pekat).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Inhil, TM Syaifullah mengatakan, dari 27 titik razia yang dilakukan sebanyak 7 pasang muda-mudi atau 14 orang yang diamankan sedang berduaan didalam kamar dibeberapa tempat penginapan.






“Dari beberapa yang terjaring pun masih ada yang di bawah umur 18 tahun. Semua digiring menuju kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan, dan dilakukan pemanggilan pihak keluarga,” ujarnya.

Selain itu, Kasatpol PP juga mengatakan bedasarkan Peraturan Daerah pihak nya akan terus melakukan Razia Yustisi dengan jadwal yang tidak di tentukan.

“Kita berharap kedepan tidak ada lagi yang terjaring seperti yang sudah didapatkan malam ini,” harap Syaifullah. (Arb)




Gelar Rapat Bersama, Abdul Wahid laporkan ini Kepada Bupati Inhil

Foto bersama usai pertemuan






ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Drs HM Wardan MP memimpin rapat bersama Anggota Komisi VII DPR RI Abdul Wahid di Ruang Rapat Kediaman Dinas Bupati Inhil, Jalan Kesehatan Nomor 1 Tembilahan, Sabtu (21/12/2019).

Rapat ini membahas mengenai Energi, dan Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), serta pembangunan infrastruktur yang ada di Inhil.

Turut hadir pada rapat tersebut sejumlah Kepala OPD terkait di Lingkungan Pemkab Inhil, Anggota DPRD Inhil, Pimpinan PLN Tembilahan, dan tamu undangan lain.






Abdul Wahid dalam kesempatan itu melaporkan beberapa cara untuk mengantisipasi kelangkaan BBM dan gas, serta mempertahankan potensi terbesar di Inhil yaitu kelapa.

Selain itu, ia optimis agar pada tahun depan, seluruh pelosok di Kabupaten Inhil terang benderang pada malam hari.

“Tahun 2019 di Inhil masih ada 29 desa yang belum dapat aliran listrik. Tahun 2020 targetnya listrik sampai ke dusun. Kemudian kuota subsidi BBM di Inhil lebih kecil dibandingkan Kuansing, padahal jumlah penduduk lebih besar,” tuturnya.






Sementara itu, Bupati menegaskan untuk memanfaatkan peluang besar pada pengembangan perkelapaan, mengingat Pemkab Inhil beberapa waktu lalu telah banyak melakukan MoU dengan perusahaan-perusahaan pengolah produk turunan kelapa.

“Mudah-mudahan ke depan ada mesin-mesin yang dapat digunakan oleh masyarakat. 197 desa sudah terbentuk BUMDes. Saya mengharapkan BUMDes ini dapat dimaksimalkan,” kata Wardan.

Saat ini, Bupati mengungkapkan BUMDes yang aktif dan sehat belum mencapai 20 persen. Dirinya tidak berhenti memberi dukungan dan dorongan agar BUMDes terus berkembang dengan menggali potensi di masing-masing desa, karena prioritas BUMDes dibentuk ialah untuk membentuk unit-unit usaha produk turunan kelapa. (*)






Sumber iklik.co.id




Siswa Pembunuh Yasin Dendam Sejak SD, “Ibu Saya Diperkosa Pak”

Foto Maulud Riyanto






ARB INdonesia, PASUSURAN – Siswa SMK di Gempol Pasuruan, Maulud Riyanto (18) membunuh Yasin Fadilah (49), warga Dusun Kisik, Desa/Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Maulud nekat menghabisi korban karena dendam kesumat yang dipendamnya sejak masih duduk di bangku SD.

Ia dendam lantaran mendengar kabar bahwa ibunya diperkosa saat dia masih kecil.

“Saya dengar saat saya masih SD, ibu saya diperkosa pak. Saat itu ada pak RT dan warga datang ke rumah dan minta damai. Saya dendam sampai saat ini,” ucap Maulud.






Setelah merasa mampu, pelaku melampiaskan dendamnya. Ia menusuk korban dengan menggunakan pisau pada Senin (16/12/2019) pukul 11.30 WIB.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda menjelaskan dugaan pemerkosaan korban terhadap ibu pelaku belum bisa dipastikan kebenarannya.

“Pelaku memang dendam karena mendengar ibunya dulu diperkosa. Tapi dia hanya mendengar, tidak melihat,” kata Adrian.

Sejak sebulan lalu, tersangka sudah menyiapkan pisau yang digunakan untuk menghabisi korban.

Hari eksekusi pun tiba. Awalnya, pelaku mengamati pergerakan korban dengan sepeda yang dipinjam dari temannya.






Setelah mengetahui posisi korban, pelaku pulang mengambil pisau yang disimpan di kamarnya.

“Dia mengecek si korban dulu, muter-muter. Terus dia pulang ambil pisau. Jadi sudah dia siapkan pisau itu,” tambahnya.

Saat bertemu dengan korban di jalan kampung, pelaku langsung menyerang. Ia menusuk perut bagian kiri korban.






Setelah itu, pelaku kabur meninggalkan pisau masih tertancap di tubuh korban. Sementara korban berteriak meminta tolong. Korban akhirnya meninggal dalam perawatan di rumah sakit.

Polisi pun bergerak cepat mengungkap penusukan. Pelaku diringkus di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya sebuah pisau sepanjang 50 cm, sebuah celana jeans warna biru, kaus singlet warna merah, celana kain warna biru, serta jaket jeans masker.

Tersangka dijerat Pasal 340 KUHP, pembunuhan berencana. Pasal ini berbunyi “Barangsiapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, dihukum karena pembunuhan direncanakan, dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.”






Sumber Pojoksatu.id
https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2019/12/21/siswa-pembunuh-yasin-dendam-sejak-sd-ibu-saya-diperkosa-pak/




Hengky Kurniawan Mundur di Demokrat, Tergiur Tawaran Menarik PDIP

Foto Hengky Kurniawan






ARB INdonesia, BANDUNG – Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mundur dari Partai Demokrat.

Hengky meninggalkan Demokrat dan memilih bergabung dengan PDIP Perjuangan. Ia diduga tergiur dengan tawaran menarik dari PDIP sebagau juru kampanye dan calon Bupati Bandung Barat.

Dalam waktu dekat, pemain sinetron itu akan menerima kartu tanda anggota (KTA) dan seragam resmi PDIP. KTA Hengky terdaftar dengan nomor 31740410062110820001.

Hal tersebut dibenarkan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono. Ia menyebut dalam waktu dekat akan dilakukan prosesi penerimaan Hengky sebagai kader PDIP.






“Benar, (Hengky Kurniawan) sudah resmi bergabung dengan PDI Perjuangan. Beliau sudah memiliki KTA. Tinggal mencari waktu dan tempat yang pas untuk penyerahannya,” kata Ono Surono, seperti dikutip dari Merdeka.com, Sabtu (21/12/2019).

Anggota Komisi IV DPR RI ini mengungkapkan bahwa keputusan Hengky pindah ke PDIP berawal dari pertemuan beberapa bulan lalu.

Di sana, keduanya berbincang mengenai banyak hal, dari mulai konstelasi politik hingga yang bersifat pribadi.

Dari situlah, Ono menyebut Hengky merasa ada kesamaan dan kesepahaman visi misi pandangan politik dengan partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri.






“Pertemuan itu terjadi kira-kira dua atau tiga bulan lalu. Ternyata Hengky itu punya kesejarahan yang panjang dengan PDIP. Kakeknya PNI dan Bapaknya pernah menjadi pengurus PDI di Blitar,” ucap dia.

Jadi Jurkam Pilkada dan Calon Bupati

Ono Surono mengatakan Hengky Kurniawan disiapkan menjadi juru kampanye (Jurkam) bagi pasangan calon kepala daerah yang diusung PDIP di Pilkada Jawa Barat 2020 mendatang.

Menurut Ono, ada delapan daerah di Jawa Barat yang akan menyelenggarakan Pilkada 2020. Sosok Hengky diharapkan mampu menjaring suara Pilkada.






Hengky juga akan mendapat tugas lain di Pilpres, Pileg dan Pilkada tahun 2024.

Khusus di Jawa Barat, Hengky Kurniawan diproyeksikan maju menjadi calon bupati Bandung Barat.

“Sementara ini, Hengky fokusnya untuk memenangkan Pilpres, Pileg dan Pilbup KBB pada 2024. Untuk pilkada di delapan kabupaten dan kota di Jabar, Hengky bisa menjadi juru kampanye untuk pasangan yang diusung PDI Perjuangan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ono mengatakan status Hengky Kurniawan di PDI Perjuangan saat ini adalah anggota biasa. Namun, tak menutup kemungkinan Hengky akan mendapat posisi di struktural partai supaya bisa lebih besar pengabdiannya.






Sumber Pojoksatu.id
https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2019/12/21/hengky-kurniawan-mundur-di-demokrat-tergiur-tawaran-menarik-pdip/




Suaminya Jadi Pilot Pesawat yang Angkut Harley Selundupan Ari Askhara hingga Dituduh Terima Uang Panas, Iis Dahlia Geram: Orang Tersakiti Loh, Pilot itu Nggak Ada yang Bisa Korupsi!

Iis Dahlia geram suaminya dituduh korupsi (Kolase Instagram.com/@isdadahlia & YouTube/Trans TV Official)






ARB INdonesia, JAKARTA – Pedangdut Iis Dahlia kembali dibuat geram. Masih belum usai perihal kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton yang menyeret nama suaminya.

Kali ini isu perihal korupsi juga disangkutkan dengan sang suami.

Bukan tanpa sebab, suami Iis Dahlia yang bernama Satrio Dewandono memang diketahui sebagai pilot pesawat Garuda Indonesia yang menyelundupkan barang ilegal tersebut dari Perancis.






Akibatnya, sang suami kerap dikait-kaitkan dengan kasus penyelundupan mantan Dirut Garuda Ari Askhara karena keterlibatannya.

Bahkan netizen sempat mempertanyakan apakah suami Iis juga ikut korupsi.

Gara-gara hal tersebutlah Iis mengaku kesal dan geram karena sang suami terus menerus diserang.

Baru-baru ini, dalam tayangan Insert yang diunggah kanal YouTube Trans TV Official pada Rabu (18/12/2019) Iis langsung blak-blakan menyangkal.

“Orang tersakiti loh, orang kerja dari pagi ketemu pagi dibilangnya korupsi,”

“Korupsi dari mana artis?”






“Duit negara mana yang gue pake?” ucap Iis Dahlia saat diwawancara apakah dirinya ikut korupsi.

“Ada nggak duitnya temen saya yang gue pake, nggak ada,”

“Gue utang ama bank, dan gue bayar, itu resiko gue,” tambah Iis Dahlia.

Bahkan saat nama suaminya dikait-kaitkan dengan korupsi, Iis Dahlia dengan lantang menyangkal dan mengatakan jika profesi suaminya tidak akan memiliki celah untuk bisa korupsi.

“Lakik gue kerja,”

“Pilot itu gak ada yang bisa korupsi, ada jam terbang, ada gaji yang pasti,” beber Iis Dahlia.






Tak cukup sampai di situ, dilansir dari Grid.ID, Iis Dahlia ternyata merasa tak nyaman saat harta kekayaan yang dimilikinya ikut disorot netizen.

“Kenapa rumah tangga gue, kenapa harta gue yang diudul-udul. Gue kerja 32 tahun,”

“Dari SMP kelas 2 udah kerja loh, sampe sekarang, tiap hari, 32 tahun hampir tiap hari aku kerja,” tutur Iis saat dijumpai di kawasan Tendean, Mampang, Jakarta Selatan.






Sumber grid.id
https://www.grid.id/read/041961102/suaminya-jadi-pilot-pesawat-yang-angkut-harley-selundupan-ari-askhara-hingga-dituduh-terima-uang-panas-iis-dahlia-geram-orang-tersakiti-loh-pilot-itu-nggak-ada-yang-?page=3