Siswa SMKN 2 Solok Tewas Tenggelam di Danau Singkarak

Ilustrasi orang tenggelam. ©blogspot.com






ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Seorang siswa SMKN 2 Solok, Yuditia (17) tewas tenggelam saat mandi di Danau Singkarak, Jorong Pasia Nagari Tikalak Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok, Senin (23/12) sore.






Kapolsek X Koto Singkarak Iptu Ahmad Ramadhan mengatakan berdasarkan keterangan pengelola objek wisata tersebut, peristiwa tewasnya siswa kelas XI SMKN2 Kota Solok, berawal ketika korban bersama sepupunya Fajrul Ihsan (17) berenang dari tepian pemandian Katapiang menuju ke tengah Danau Singkarak.

Namun setiba di tengah danau, terdengar beberapa orang pengunjung berteriak-teriak untuk minta tolong karena melihat ada yang tenggelam.






Melihat kondisi tersebut, salah seorang keluarga dari pemilik atau pengelola objek wisata, Anton langsung berenang ke lokasi korban tenggelam.

Setelah lebih kurang lima menit korban, yang merupakan warga Tembok Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok, ditemukan dalam keadaan tidak bergerak dan tak sadarkan diri.

Korban sempat diberikan pertolongan darurat dengan bantuan pernapasan buatan (CVR). Namun karena kondisi tubuh korban tidak memberikan respons, korban kemudian dibawa ke Puskesmas Singkarak dan dinyatakan meninggal.






“Pada pukul 17.15 WIB korban diserahkan oleh pihak Puskesmas Singkarak kepada pihak keluarga korban, kemudian mereka langsung membawa korban ke rumah duka dengan menggunakan ambulans,” ujarnya dilansir Antara, Selasa (24/12).

Ahmad Ramadhan mengatakan dari keterangan pengelola objek wisata Katapiang Tikalak, rombongan keluarga korban sebelum kejadian tiba di lokasi pemandian sekitar pukul 15.30 WIB.

Korban berangkat bersama kedua orang tuanya dan rombongan dari Tembok Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok.






Pada saat berada di lokasi objek wisata Katapiang, korban langsung berenang dengan berpakaian lengkap.

“Korban sebelum kejadian sempat dilarang oleh kedua orang tuanya untuk berenang ke tengah danau tetapi tidak diindahkan oleh korban,” ujarnya.

Dia menyebutkan saat kejadian di lokasi pemandian tidak ada tanda batas mandi dan berenang bagi pengunjung yang kebetulan ramai saat memasuki musim libur akhir tahun. Ditambah ketinggian permukaan air danau sedang naik.

Kondisi ini dikhawatirkan akan mengakibatkan peristiwa serupa jika tidak ada kewaspadaan dari pengelola objek wisata dan pengunjung.

“Kami mengimbau kepada pengunjung untuk waspada dan mematuhi imbauan di objek wisata Danau Singkarak ini,” ujarnya.






Sumber merdeka.com
https://m.merdeka.com/peristiwa/siswa-smkn-2-solok-tewas-tenggelam-di-danau-singkarak.html




Mengenal Konsep Nagara Rimba Nusa, Pemenang Sayembara Desain Ibu Kota Baru

Kementerian PUPR Tetapkan Pemenang Sayembara Ibu Kota Negara. ©2019 Liputan6.com/Athika Rahma






ARB INdonesia, JAKARTA – Tim yang diinisiasi oleh Sofian Sibarani, arsitek dari Urban+ telah memenangkan sayembara desain ibu kota negara (IKN) dengan konsep desainnya yang diberi judul Nagara Rimba Nusa. Sofian mencoba menampilkan konsep ibu kota yang ramah lingkungan namun tetap modern dan berbasis smart city.

Dia menjelaskan, kompetisi ini menjadi wadah segala ahli untuk menyatukan pikiran membentuk konsep ibu kota baru yang bisa dibanggakan.






“Ada ahli lanskap, ahli lingkungan, dan lain-lainnya. Ini kompleks, karena kita berpikir bagaimana bisa mewujudkan keseimbangan pembangunan, bagaimana bisa manusia bersanding dengan alam, karena di sejarah kita sebagian besar selalu tidak berhasil,” ujar Sofian di Gedung Kementerian PUPR, Senin (23/12).

Sofian melanjutkan, timnya sengaja membuat kompleks bangunan yang saling berdekatan agar penduduknya bisa dengan mudah melakukan mobilisasi. Ibu kota rancangan tim Sofian ini mengadaptasi prinsip bio mimikri. Artinya, pembangunan dilakukan menyesuaikan dengan karakteristik hutan, tidak menghalangi aliran air dan angin.






“Kemudian, kami memilih lokasi dengan dengan air karena menurut kami, Indonesia negara maritim dan harus memperlihatkan kekuatan maritimnya. Ini adalah kebanggaan Indonesia juga,” ungkap Sofian.

Urusan banjir, Sofian mengatakan timnya telah mendesain di lahan bekas perkebunan yang konturnya di atas 10 meter. “Bekas perkebunan tidak mungkin kena banjir karena logikanya, masyarakat di sana berkebun agar bisa berbuah. Tidak mungkin mereka memilih lahan yang rawan banjir. Di samping itu, masyarakat juga telah membangun pertahanan banjir,” ujar Sofian.

Sementara, area pembangunan akan berkisar 2.000 hingga 3.000 hektar. Sisanya akan dibiarkan menjadi lahan hijau tempat bekantan dan hewan endemik lain hidup.

“Nanti kita akan bangun jalur yang tidak menyentuh habitat bekantan,” imbuhnya.






Bekerja di Pemerintahan

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) membuka peluang untuk merekrut pemenang sayembara desain ibu kota negara (IKN) masuk ke dalam tim pemerintah. Nantinya, desain tersebut akan digunakan dan dikembangkan lagi bersama pemerintah untuk proses akhirnya.

“Itu bisa saja terbuka kemungkinan (direkrut) untuk itu amat sangat terbuka,” Kata Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (23/12).

Dia mengatakan, dengan diumumkannya pemenang desain sayembara ibu kota negara, maka sepenuhnya desain itu akan menjadi milik negara. Setidaknya, desain tersebut menjadi gagasan pemerintah untuk mengimplementasikan desain tersebut menjadi bentuk nyata.

“Ketika menjadi milik negara maka dia akan pemicu pemantik kita untuk sebuah gagasan. Jadi gagasannya yang kita beli, sebenarnya gagasan yang kita ambil tematiknya,” jelas dia.






Sumber merdeka.com / liputan6.com
https://m.merdeka.com/uang/mengenal-konsep-nagara-rimba-nusa-pemenang-sayembara-desain-ibu-kota-baru.html




Kapal Bermuatan Rokok Ilegal Kembali Diamankan Polres Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Personil Unit Reskrim Polsek Keritang berjibaku dengan Polsek Reteh berhasil melakukan penangkapan terhadap ‘Kapal Dua Putra’ yang bermuatan barang berupa rokok ilegal.

Peristiwa penangkapan tersebut terjadi di pinggir Sungai Parit 3, Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Inhil, Minggu (22/12/19) sekira pukul 18:30 WIB.






Adapun pemilik barang tersebut adalah saudara SRP, Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Inhil. Untuk diketahui, jumlah barang berdasarkan keterangan Nakhoda Kapal Dua Putra, berjumlah kurang lebih 319 kotak merk Luffman. Personil Polsek Reteh dipimpin oleh Kapolsek Reteh, Iptu Muhammad Rafi melakukan back up dan pengamanan disekitar area barang tersebut.

“Peristiwa penangkapan tersebut berawal dari perintah lisan Kapolres Inhil, AKBP Indra Duaman Siahaan S.I.K kepada Kanit Reskrim Polsek Keritang, Ipda Delni Atma Saputra, SH., untuk melakukan patroli di wilayah perairan Sungai Batang Gangsal,” ungkap Kasubag Humas Polres Inhil, IPTU Warno, Selasa (23/12/19) malam.

Dikatakannya lagi, Kemudian, sekira pukul 17.00 WIB, Personil Unit Reskrim Polsek Keritang melihat 1 (satu) Kapal Motor yg dicurigai sehingga Tim mendekati Kapal tersebut dan melakukan pengecekan.






“Setelah dilakukan pengecekan terhadap kapal tersebut, diduga kapal tersebut mengangkut Rokok Illegal yang berasal dari Batam. Setelah mengamankan kapal bermuatan diduga rokok tersebut, Kanit Reskrim Polsek Keritang, Ipda Delni Atma Saputra, SH., menghubungi Kapolsek Reteh, Iptu Muhammad Rafi untuk meminta back up dari personil Polsek Reteh,” Ujarnya

Lebih jauh dikatakannya, Kapal bermuatan barang berupa rokok illegal tersebut diamankan di dermaga Markas Unit Pol Air Polda Riau yang melibatkan 6 personil Pengamanan (5 pers  Polsek Reteh dan 1 pers Pol Air Polres Inhil), sedangkan terhadap pemilik Kapal dilakukan introgasi.

Selanjutnya pada hari Senin tanggal 23 Desember 2019 sekira pukul 07.30 WIB telah dilakukan pengecekan barang hasil tangkapan berupa rokok illegal oleh Kapolres Inhil, AKBP Indra Duaman Siahaan SIK.






Turut hadir dalam kegiatan tersebut pengecekkan tersebut Kasat Reskrim Polres Inhil, AKP Indra Lamhot Sihombing S.I.K, Kasat Pol Air Polres Inhil, AKP H Awaludin  Munthe.

Kedatangan Kapolres Inhil beserta rombongan disambut oleh baik oleh Kapolsek Reteh, Iptu Muhammad Rafi., Ps  Kanit Reskrim Polsek Reteh, Aiptu Herry Indrawan., Ps Kanit Intelkam Polsek Reteh, Bripka Ahmad Siregar S.IP., Ba Sium Polsek Reteh, Brigadir Kusuma Nusantara., Banit Sabhara Polsek Reteh, dan Brigadir Ade Putra.

Sekira pukul 08.15 WIB kegiatan pengecekan selesai dilaksanakan, dan selanjutnya Kapolres Inhil dan rombongan beserta barang bukti berupa Rokok Illegal dan Kapal Motor dibawa ke Tembilahan guna proses lebih lanjut. (arb)




Lahan 200 Hektar Diserobot Perusahaan, Warga Desa Sungai Bela Gelar Aksi Dikantor Bupati

Foto : Aliansi Inhil Menggapai Keadilan (IMK) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Kabupaten Indragiri Hilir






ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR –  Puluhan warga Desa Sungai Bela Kecamatan Kuala Indragiri yang tergabung dalam aliansi Inhil Menggapai Keadilan (IMK) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, Senin (23/12/2019)

Dalam orasinya, Sukri selaku korlap mengatakan meminta keadilan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Inhil terkait penyerobotan lahan seluas 200 hektar milik masyarakat yang diduga dilakukan oleh perusahaan di Desa Sungai Bela.

“Kami menuntut keadilan dan meminta ganti rugi atas penyerobotan lahan yang yang diduga dilakukan oleh PT IJA yang ada di Desa Sungai Bela,”  ungkap Sukri alias Basok.






Dalam aksi itu, masa aksi juga meneriakan meminta Bupati Inhil HM Wardan untuk hadir menemui masyarakat yang melakukan demonstarsi.

“Kita minta Bupati hadir bersama kami disini”, ujar seseorang dalam barisan itu. “Betul… ” sahut yang lainnya.

Selain itu, Anawawik Ketua LSM KPK wilayah Riau yang juga tergabung dalam barisan masa aksi menghatarkan orasinya dihadapan Wakil Bupati dan pejabat lainnya yang ada saat itu.

“Ini bukan langkah awal yang kami lakukan, kami melalui LSM KPK juga akan terus mengawal permasalahan ini sampai hak-hak masyarakat yang direbut kembali kepada masyarakat itu lagi,” pungkasnya






Menanggapi Aksi itu, Wakil Bupati Inhil H Syamasudin Uti yang hadir langsung saat itu mengaku sudah mengatahui soal penyerobotan lahan yang terjadi di Desa Sungai Bela. Bahkan SU juga mengaku sudah mengetahui adanya oknum yang diduga bermain.

“Saya berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini, nanti akan kita panggil pihak perusahaannya dan oknum yang di duga terlibat didalamnya. Kita ajar berdiskusi,” janji Wabub kepada demonstarsi.






Dibawah kepemimpinan Wardan-SU, Wabub juga mengatakan tidak mau dan tidak suka rakyat diperlakukan seperti ini oleh perusahaan-perusahaan yang tidak bertanggung jawab.

“Kita menegaskan perusahaan-perusahaan yang ada di Inhil yang tidak mau mengikuti peraturan Pemerintah akan dicabut izinnya,” ucapnya.

Untuk diketahui, sebelumnya masyarakat Desa Sungai Bela yang tergabung dalam aliansi IMK ini juga telah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPRD Inhil pada 16 Desember 2019 lalu.  (Arbain)




Soal Kopra Putih, SNV Netherland Developmen Organization Kunjungi LPK8 YES di Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Perwakilan dari Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV) Netherland Developmen Organization (Organisasi Pengembangan Belanda)melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pelatihan Keterampilan 8 Yan Ekhsan (LPK 8YES) di Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir, Minggu (22/12/2019).

Dalam kunjungan itu, Retno perwakilan SNV Netherland Developmen Organization yang bertugas di Kabupaten Banyu Asin, Provinsi Sumatra Selatan menyampaikan, SNV Netherland Developmen Organization adalah organisasi pembangunan internasional nirlaba, yang didirikan di Belanda.






Didorong oleh tujuan pembangunan berkelanjutan, SNV membuat perbedaan abadi dalam kehidupan orang-orang yang hidup dalam kemiskinan dengan membantu meningkatkan pendapatan.

“Organisasi ini bekerja di lebih dari 25 Negara di Afrika, Asia, dan Amerika Latin,” imbuh Retno.

Selain itu Retno juga mengatakan, melalui kunjungannya di LPK 8 YES soal pengolahan kopra putih melalui ‘Langkau Milenial’ ini merupakan suatu gagasan yang ingin di implementasikan di daerah tempatnya bertugas saat ini.






“kita ingin melihat dan memahami langsung pengolahan kopra putih, tidak menutup kemungkinan ini akan kita terapkan untuk meningkatkan perekonomian di Banyu Asin Khususnya,” ujarnya.

Sementara itu, Yan Ekhsan selaku pendiri LPK 8 YES mengapresiasi atas kunjungan yang dilakukan oleh perwakilan SNV Netherland Developmen Organization.

“Saya pribadi salut gengan Mbak Retno Jauh-jauh dari Banyu Asin datang seorang diri ke Kabupaten Indragiri Hilir hanya untuk melihat langsung pengolahan kopra putih,” ungkapnya.






Disisi lain Yan Ekhsan juga menyampaikan, bahwa LPK 8 YES akan terus berupaya menyebarkan ‘virus’ tentang pengolahan kopra putih melalui tenda yang ia beri nama ‘Langkau Milenial’.

” intinya, LPK akan selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin tau dan belajar pengolahan kopra putih,” cetusnya.

Untuk diketahui, pada kunjungan SNV Netherland Developmen Organization ke LPK 8 YES tersebut, turut hadir mendampingi beberapa orang Mahasiswa dari Unversitas Islam Indragiri Hilir (UNISI). 

(Arbain)

https://youtu.be/mx3IROlbsg4
Video



Jalan di Limapuluh Kota Nyaris Putus

Kondisi Jalan Lintas Riau-Sumbar yang retak akibat tanah bergerak di Jorong Simpangtiga, Nagari Kotoalam, Kecamatan Pangkalan Kotobaru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Sabtu (21/12/2019). Di tepi jalan tersebut, beberapa rumah juga sudah ambruk akibat tanah bergerak (kiri). Petugas dari Polres Limapuluh Kota saat meninjau jalan penghubung Nagari Lubuk Alai dengan Nagari Koto Lamo, Sabtu (21/12/2019)(kanan).






ARB INdonesia, SUMBAR – Ruas jalan negara Sumbar-Riau yang membelah wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, semakin sekarat. Bahkan, sudah terancam putus total di Jorong Simpang Tigo, Nagari Kotoalam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota. Tepatnya lagi sebelum penurunan Tujuah Baleh jika datang dari arah Sumbar atau persis di depan deretan rumah warga Nagari Kotoalam yang terbelah akibat fenomena tanah bergerak.

Kondisi Jalan Sumbar-Riau yang menunggu putus akibat keretakan badan jalan di Nagari Kotoalam ini, tidak hanya disampaikan Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi kepada JPG usai meninjau lokasi banjir dan longsor di daerahnya pada Jumat lalu (20/12). Namun, juga diisyaratkan oleh Kapolres Limapuluh Kota AKBP Sri Wibowo yang sepanjang Sabtu (21/12), dua kali melintasi jalan negara tersebut.






“Sabtu ini (kemarin, red), saya dua kali lewat Jalan Sumbar-Riau di Nagari Kotoalam. Karena saya pergi melihat kondisi Nagari Kotolamo, Kecamatan Kapur IX yang sempat terisolasi akibat longsor, tapi malam ini sudah tidak terisolasi lagi. Nah, dari pengamatan saya, secara kasat mata saja, memang badan jalan Sumbar-Riau di Nagari Kotoalam itu, semakin turun. Jika tidak ditangani cepat, badan jalan ini memang berpotensi putus total,” kata AKBP Sri Wibowo saat dihubungi JPG, malam tadi.

Mantan Kasat PJR Dirlantas Polda Sumbar ini menyarankan kepada Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) III selaku penanggungjawab pengelolaan Jalan Sumbar-Riau, agar segera bersikap. “Menurut saya, malam ini (kemarin, red), BPJN III harus bersikap. Menurunkan ahli jalan atau ahli apalah namanya, untuk melihat langsung kondisi badan jalan di Nagari Kotoalam, apakah layak ditempuh atau tidak oleh kendaraan. Dengan demikian, kami pun bisa bersikap pula,” tegas AKBP Sri Wibowo.






Selain disarankan segera menurunkan ahli jalan atau ahli bina marga untuk melihat kondisi badan jalan Sumbar-Riaudi Nagari Kotoalam, Polres Limapuluh Kota juga meminta BPJN III segera melakukan penanganan terhadap badan jalan yang semakin retak dan turun tersebut. “Kita khawatirnya, saat dilewati kenderaan berat, jalan ini amblas. Makanya, ini memang harus ditangani dengan cepat,” katanya.

Terkait dengan beredarnya rekaman di sosial media yang menyebut Jalan Sumbar-Riau sudah putus pada Sabtu (21/12) sore, AKBP Sri Wibowo memastikan informasi itu belum benar. Tapi, Kapolres mengakui, jika kondisi jalur utama penghubung Sumbar dengan Riau ini, sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.






Soal adanya imbauan atau papan informasi yang terpasang pada sejumlah titik di Payakumbuh dan Limapuluh Kota, tentang kendaraan bertonase di atas 10 ton tidak bisa lewat jalan Sumbar-Riau, Kapolres mengaku tidak berkompeten untuk memberi penjelasan terkait hal tersebut.

Namun, Kapolres mengakui, jika pihaknya memang menganjurkan atau memberi imbauan kepada pengemudi kenderaan berat di jalur Sumbar-Riau memilih lewat jalan alternatif yakni melewati Kiliranjao Sijunjung, terus ke Telukkuantan dan Pekanbaru.






“Kami memang anjurkan pengemudi kendaraan berat, lewat jalan altenatif atau memutar dulu. Namun, untuk memastikan kendaraan berat berapa saja yang bisa melewati jalan retak di Nagari Kotoalam, itu tentu bukan kompetensi kami,’’ kata AKBP Sri Wibowo.

‘’Makanya, dari awal saya sampaikan, kita minta Balai Jalan Naisona agar segera menurunkan ahli jalan untuk menentukan sikap. Ini yang penting. Jika tidak, kita khawatirnya, jalan ini tidak bisa dilewati untuk libur akhir tahun nanti. Apalagi, warga Riau itu pada libur akhir tahun banyak, yang berwisata ke Sumbar,” tambahnya.






Sebelumnya, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi yang juga Ketua PDI-Perjuangan di daerahnya, meminta Balai Pelaksana Jalan  Nasional agar terus menangani keretakan badan jalan Sumbar-Riau yang makin meluas.

“Saya khawatir sekali dengan kondisi badan jalan Sumbar-Riau. Yang saya pikirkan, keselamatan pengemudi dan masyarakat kita. Baik warga Sumbar ataupun Riau. Ini jika tidak ditangani segera, bisa memicu biaya ekonomi tinggi. Menganggu perekonomian Sumbar dan Riau,” kata Irfendi.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) III Sumbar Aidil Fiqri yang dikonfirmasi JPG dari Payakumbuh, Sabtu malam (21/12), menyebut, BPJN III Sumbar  akan melakukan penanganan darurat secepatnya, terkait dengan kondisi jalan Sumbar-Riau yang mengalami pergerakan di Kotoalam. “Sekarang kami tangani darurat. Celah-celah kami timbun supaya menjamin lalu-lintas tetap lancar,” ujarnya.






Aidil Fiqri mengakui, di kawasan Kotoalam itu terjadi pergerakan tanah secara full. “Jadi, tentunya, kami akan mengirim tim survei, baik dari Balai, gabungan dari tim ahli Bina marga yang menyangkut dengan ada namanya Subdit Lereng, menyangkut dengan lereng, dan Tim Reaksi Cepat Bencana Alam. Ini akan kami laporkan secara resmi untuk mengundang,” ujarnya.

Apakah sejauh ini sudah ada kajian dari BPJN III Sumbar terhadap penyebab fenomena tanah bergerak di Jalan Sumbar-Riau terutama di ruas Nagari Kotoalam? Aidil Fiqri  mengakui, belum dilakukan kajian. “Memang ini perlu dikaji, penyebabnya murni alam atau ada campur tangan manusia. Ada tidak aktifitas penambangan di sana? Saya sendiri tidak tahu, tentu kawan-kawan wartawan di sana juga perlu mencaritahu,” katanya.






Selain BPJN III Sumbar, Aidil Fiqri meyakini, pihak kepolisian juga menyelidiki penyebab jalan retak dan pergerakan tanah yang terjadi di Nagari Kotoalam. “Untuk kami di BPJN sendiri, sekarang melakukan penanganan darurat dulu. Yang retak-retak itu, kami isi dulu dengan  timbunan sirtu, timbunan pilihan. untuk menjamin lewat. sementara alat berat juga standy-by di sana,” kata Aidil.

Jika terjadi kondisi buruk, seumpama jalan putus, BPJN III Sumbar menurut Aidil juga sudah menyiapkan langkah antisipasi. “Kalau putus sekali pun, saya sudah siapkan jembatan balley untuk atasi itu. Jembatan balley sendiri sudah di atas truk sekarang. Kalau itu terjadi yang tidak diperkirakan. Kita kan tidak tahu apa yang terjadi besok. Yang jelas kami harus siap,” ujar Aidil Fiqri.






Longsor di Limapuluh Kota

Selain fenomena tanah bergerak, sekitar 680 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Limapuluh Kota, terisolasi akibat longsor yang kembali melanda daerah tersebut, sepanjang Kamis malam (19/12) hingga Jumat (20/12). Sedangkan, 105 KK lainnya, sampai Sabtu (21/12) dini hari, kembali diungsikan akibat banjir.

Humas Polres Limapuluh Kota Brigadir Ababil melaporkan, ruas jalan negara Sumbar-Riau kembali longsor di Kilometer 156, tepatnya di Jorong Simpang Tigo, Nagari Kotoalam, Kecamatan Pangkalan. Akibat longsor tersebut, separuh badan setinggi kurang lebih satu meter. Sedangkan panjang material longsor 20 meter. Sehingga mengganggu arus lalu lintas Sumbar-Riau. (*)






Sumber riaupos.co
http://m.riaupos.co/217958-berita-jalan-di-limapuluh-kota-nyaris-putus.html