Warga Rantau Kasai Dikejutkan Penemuan Mayat di Depan Rumah Warga

ARB INdonesia, ROKAN HULU – Warga Desa Tambusai Utara, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di teras rumah warga bernama M, tepatnya di RT 001 RW 001 Dusun Rantau Kasai, pada Rabu (1/11/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.

Korban diketahui seorang laki-laki berinisial Y (59 Tahun), karyawan wiraswasta yang berdomisili di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara. Saat ditemukan, korban sudah tidak bernyawa dan tergeletak di samping kursi tempatnya duduk.

Menurut keterangan saksi pertama, berinisial SH , sekitar pukul 10.00 WIB dirinya hendak mencari brondolan sawit dengan sepeda motor. Di perjalanan, ia melihat seorang laki-laki yang tidak dikenalnya sedang duduk di depan rumah Sdr M dan melambaikan tangan. SH sempat membalas dengan klakson sebelum melanjutkan perjalanan.

Namun, sekitar pukul 11.00 WIB saat pulang, SH mendapati laki-laki tersebut sudah tergeletak di samping kursi. Ia mencoba mengklakson kembali, namun tidak mendapat respons. SH lalu memanggil AS, warga setempat, untuk memastikan kondisi korban. Setelah dicek, korban diketahui sudah tidak bernyawa.

Temuan itu kemudian dilaporkan kepada perangkat RW dan pihak kepolisian. Kapolsek Tambusai Utara AKP Tony Prawira, S.Tr.K., S.I.K., M.H bersama tim segera turun ke lokasi melakukan olah TKP, memasang garis polisi, serta mengevakuasi jenazah ke Puskesmas Tambusai Utara untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Berdasarkan hasil visum et repertum, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga korban meninggal karena sakit.

Pihak kepolisian mencatat keterangan saksi-saksi, melakukan identifikasi jenazah, serta menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga setelah keluarga menolak dilakukan autopsi. Penyerahan dilakukan setelah keluarga membuat surat pernyataan resmi penolakan autopsi.

Kapolsek Tambusai Utara AKP Tony Prawira, S.Tr.K., S.I.K., M.H menegaskan bahwa pihak kepolisian telah menjalankan seluruh prosedur penanganan, mulai dari olah TKP, pengamanan lokasi, hingga koordinasi dengan pihak medis.

Korban meninggalkan seorang istri berinisial H F(45) dan dua anak, yakni RR (23) serta RR(19). Keluarga menerima dengan ikhlas musibah yang menimpa almarhum dan telah membawa jenazah ke rumah duka di Dalu-Dalu, Kecamatan Tambusai. (Rls)




2026, Penggali Kubur dan Guru MDA Akan Dapat Insentif dari Pemprov Riau

ARB INdonesia, PEKANBARU – Kabar baik bagi pekerja non formal, khususnya guru MDA, guru PDTA, petugas penggali kubur dan pemandi jenazah di kabupaten/kota se-Provinsi Riau.

Pasalnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengalokasikan insentif untuk guru dan petugas tersebut di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Riau 2026.

“Sesuai arahan dari pimpinan terkait adanya usulan salah satu tokoh Riau Ustad Abdul Somad, agar ada perhatian Pemprov Riau terhadap orang-orang di desa yang sangat luar biasa, seperti guru MDA, guru PDTA, penggali kubur dan petugas pemandi jenazah. InsyaAllah kita masukan di APBD Riau 2026,” kata Asisten I Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur.

Zulkifli menjelaskan, untuk mengakomodir insentif tersebut Pemprov Riau memasukan di dalam dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa yang berada di Dinas Perberdayaan Masyarakat Desa dan Dukcapil Riau.

“Kita sudah membuat Juknis berapa persen dari BKK Desa yang diberikan untuk insentif guru MDA, guru PDTA, petugas penggali kubur dan petugas pemandi jenazah itu. Kita juga sudah rapat bagaimana usulan ini dapat dimasuk dalam Juknis, dan nanti dituangkan dalam Pergub, sehingga insentif bisa disalurkan,” terangnya.

Ditanya berapa anggaran yang disiapkan untuk insentif tersebut setiap desa, Zulkifli Syukur menyatakan, jika anggaran akan dibahas dalam APBD Riau 2026.

“Tapi informasi yang kita terima, untuk mengakomodir insentif itu setiap desa kita alokasi sebesar Rp125 juta per tahun. Tapi angka pasti nanti akan dibahas lebih lanjut dalam APBD Riau 2026,” tandasnya. (MCR)




Satpol PP Rohul Gelar Razia Pekat di Kepenuhan dan Rambah Hilir

ARB INdonesia, Rokan Hulu – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rokan Hulu adakan razia penyakit masyarakat (Pekat) di wilayah Kecamatan Kepenuhan Hulu dan Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau pada Selasa malam (30/9/2025).

Satpol PP bergerak sekitar pukul 21.00 wib, dimulai dengan apel persiapan di kantor Satpol PP, selanjutnya bergerak menuju Kecamatan Kepenuhan Hulu yang menjadi tempat sasaran razia. Satpol PP menyisir sejumlah lokasi dengan menerjunkan personil dan didampingi awak media. Adapun tempat yang menjadi sasaran razia adalah cafe-cafe dan penginapan yang berpotensi menjadi tempat aktifitas yang melanggar norma sosial maupun Peraturan Daerah (Perda).

Dalam operasi tersebut, Satpol PP berhasil amankan Tujuh Belas (17) wanita di cafe daerah kepenuhan Hulu serta Satu (1) pasangan yang bukan suami istri di penginapan daerah Kecamatan Rambah Hilir. Personil juga amankan barang bukti 88 botol minuman keras (Miras) dengan jenis bir dan anggur merah serta 3 alat pengeras suara.

Disetiap tempat yang dikunjungi, Satpol PP selalu mengingatkan para pelaku usaha untuk tidak melakukan aktifitas usahanya yang melanggar Perda.

Samsul Kamal selaku Plt Kepala Bidang Perda menyampaikan razia dilakukan dalam rangka penegakan perda no 2 tahun 2019 sebagaimana telah di ubah menjadi perda no 2 tahun 2022 tentang ketentraman dan ketertiban dimuka umum.

“Atas instruksi bupati dan wakil bupati, razia dilakukan untuk menertibkan para pelaku usaha sesuai perda, kita berharap, kedepannya wilayah Rohul bebas dari aktifitas yang melanggar perda”. Ungkap samsul.

Ditempat yang sama, Kabid Operasional dan Pengamanan Hamsanah, S.Pd, M.Pd. menyampaikan bahwa razia dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman ditengah-tengah masyarakat. Ia menegaskan, kegiatan razia pekat akan terus dilakukan secara berkala sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif di lingkungan Rohul.
( Kri )




Hasil Putusan Rapat Bersama, Lapak Angkringan Hangtuah Akan Ditata Ulang

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Lapak angkringan jalan Hangtuah Tembilahan akhirnya diputuskan tetap beroperasi, tata letak lapak diatur ulang agar indah dan bisa lebih maksimal menampung pedagang.

Kemudian akan dipersiapkan lokasi alternatif tambahan di Jalan SKB, Tembilahan, jika lapak angkringan di jalan Hangtuah sudah full setelah di tata ulang.

Demikian hasil keputusan rapat bersama yang dipimpin langsung oleh Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, H Herman di aula kantor Bupati Indragiri Hilir, Selasa (30/09).

Rapat bersama tersebut dihadiri perwakilan pedagang angkringan, asosiasi pedagang pasar, mahasiswa, tokoh masyarakat dan satuan kerja perangkat daerah terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Satpol PP, DLHK, Dinas Perhubungan.

“Pada dasarnya kita ingin menata angkringan ini agar lebih terpusat dan tertata, sehingga memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan tetap membuka ruang rezeki bagi pedagang,” tegas Herman.

Menurut Bupati, jumlah pedagang angkringan di Tembilahan saat ini terus bertambah. Jika sebelumnya diperkirakan tidak sampai 20 pedagang, berdasarkan data terbaru sudah terdapat 42 pedagang di kawasan Jalan Hang Tuah.

“Kita coba atur ulang posisinya, bahkan kemungkinan bisa mencapai 60 pedagang. Sementara sisanya akan diarahkan ke lokasi kedua di simpang STM menuju Jalan SKB,” ujarnya.

Selain menata lokasi, Pemerintah Kabupaten Inhil juga akan memperhatikan fasilitas pendukung, seperti penerangan listrik, pengelolaan sampah, hingga lahan parkir. Hal ini dimaksudkan agar pengunjung merasa lebih nyaman, dan aktivitas pedagang tetap berjalan tertib tanpa mengganggu arus lalu lintas.

“Jangan sampai ada kendaraan lalu lalang di lokasi itu. Parkir akan kita siapkan dengan pengelola yang bertanggung jawab. Bahkan nanti akan ada SK Bupati yang menetapkan Jalan Hang Tuah sebagai kawasan khusus angkringan di malam hari,” tegas Herman. (ARBAIN/ADV)




Dibalik Layar Skandal Desa Belantaraya: Ketika Akun Anonim Menantang Kekuasaan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR — Di tengah sunyinya suara notifikasi media sosial, sebuah akun Facebook anonim mengguncang ketenangan warganet. Bukan dengan hoaks murahan, melainkan dengan tudingan yang mengarah langsung kepucuk pimpinan desa, yaitu dugaan perselingkuhan Kepala Desa Hasbullah Jali.





Awalnya hanya satu unggahan. Kalimat awalnya lugas, tanpa basa-basi “Diduga Kepala desa Belantaraya telah menghamili staf desa”. Dalam hitungan jam, unggahan itu menyebar, memantik komentar, spekulasi, dan kemarahan.

Sebagian warganet menuntut klarifikasi, sebagian lagi memilih diam, mungkin karena takut, atau mungkin karena tahu lebih dari yang mereka ungkapkan.

Hasbullah tak tinggal diam. Ia melaporkan akun tersebut ke Polres Indragiri Hilir (Inhil) dengan dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran informasi tidak benar (Hoaxs).

“Berharap proses hukum dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Saya telah menyerahkan semua persoalannya kepada penasihat hukum untuk ditindaklanjuti,” ujar Hasbullah dalam kutiapan pemberitaan sebelumnya, (30/9/2025).

Alih-alih ciut atas laporan itu, justru menjadi bahan bakar baru bagi akun anonim. Seperti dalam unggahan sekitar 13 jam lalu, akun tanpa indentitas ini kembali menyampaikan pesan yang seakan mengkonfirmasi kembali tentang apa yang dituduhakannya itu bukanlah suatu informasi hoaxs atau isu belaka.

Mengejutkannya lagi, pemilik akun anonim ini seakan siap ‘tempur’ dengan klaimnya atas bukti dan saksi yang telah dimiliki, mungkin untuk menghadapi laporan yang berjalan nantinya.

“Kita tunggu sehebat apa sih drama mereka (Hasbullah alias Abol) dan sekuat apa fakta yang kita punya. Apa lagi saksi yang kita punya sudah oke,” kutipan singkat dari posting akun anonim yang dikutip awak media, Rabu (1/10/2025).

Sejak mencuatnya isu ini keranah media sosial, di warung kopi, di grup WhatsApp bahkan dikalangan masyarakat Desa Belantaraya nama Hasbullah dan “perempuan itu” menjadi topik utama. Tapi di balik itu, ada pertanyaan yang lebih dalam, siapa sebenarnya pemilik akun anonim itu? dan apa motivasinya?.

Beberapa warganet menduga akun itu milik orang dalam, seseorang yang tahu seluk-beluk kantor desa. Yang lain percaya itu suara korban yang tak punya ruang bicara. Tapi ada juga yang sinis dengan menyebutnya sebagai alat politik untuk menjatuhkan pamor jabatan kepala desa.

Ditengah semua itu, akun anonim hingga kini tetap aktif membongkar dugaan perselingkuhan itu dimedia sosial. Entah sampai kapan?.
(Arbain)




Bupati Inhil Komitmen Lakukan Perbaikan SDN 004 Desa Sungai Laut

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H Herman, meninjau kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 004 Desa Sungai Laut, Kecamatan Tanah Merah.

Tampak saat peninjauan, Bupati Inhil, H Herman didampingi Komandan Kodim 0314/Inhil, Letkol Arm Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han.

Kunjungan pada Selasa, (30/9/2025), dilakukan H Herman setelah mendapatkan laporan dari masyarakat mengenai kondisi sekolah yang memprihatinkan.

Sejumlah ruang belajar diketahui sudah tidak layak pakai sehingga berisiko mengganggu kenyamanan dan keselamatan para murid.

Bupati Inhil menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen segera melakukan perbaikan agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

Sementara proses renovasi berlangsung, kegiatan belajar mengajar akan direlokasi ke salah satu bangunan milik desa, yakni kantin desa yang akan difungsikan sementara sebagai ruang kelas.

“Langkah ini diambil agar anak-anak tetap dapat belajar dengan nyaman meski sekolah sedang dalam tahap perbaikan,” terangnya.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Inhil Abdul Rasyid, Kepala Dinas Sosial Inhil Budi Fahmi, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Inhil Yusneldi, serta unsur Forkopimcam Tanah Merah. (ADV)