JPU Batal Hadirkan Saksi, Sidang Terdakwa Usman atas Dugaan Ujaran Kebencian Ditunda

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sidang lanjutan terdakwa Usman atas dugaan kasus tindak pidana ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo hari ini terpaksa ditunda, Rabu (19/02/2020).


Pasalnya, Jaksa Penuntun Umum (JPU) yang seharusnya pada sidang lanjutan hari ini menghadirkan saksi, namum dikarenakan saksi tidak dapat hadir dengan alasan tertentu, maka dari Majelis Hakim terpaksa menunda sidang tersebut dan akan dilanjutkan pada Senin (24/2/2020) mendatang.


Atas penundaan sidang, Penasehat Hukum Terdakwa menyatakan menerima alasan-alasan yang disampaikan oleh JPU atas ketidak hadiran saksi dalam persidangan tersebut.


“Terkait ketidak hadiran saksi, alasan-alasanya dapat kita terima,” kata Muhsin, SH, MH, salah satu Penasehat Hukum terdakwa Usaman kepada media.


Selain itu, Muhsin juga menyampaikan bahwa sidang yang ditunda akan dilanjutkan pada 24 Februari mendatang, dan jadwalnya akan lebih didahulukan.


“Atas penundaan ini, biasanya sidang ini dilaksanakan jam 14:00, tapi di sidang yang akan datang dilaksanakan pagi sekitar pukul 10:00 wib,”  tuturnya.


Untuk diketahui, pada sidang lanjutan yang tertunda ini, Terdakwa Usman didampingi oleh 7 sekaligus Penasehat Hukum.


Reporter ARB




Dari 7000 Pelanggan PDAM Tirta Inhil, 40% Diantaranya Tidak Menggunakan Meteran Air

Foto : Direktur PDAM Tirta Inhil saat dilantik Bupati HM Wardan.


ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dari 7000 total keseluruhan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri, 40% diantaranya tercatat tidak menggunakan meteran air.


Hal tersebut dikatakan Ir Ahmad Hafiz, Direktur PDAM Tirta Inhil saat dijumpai awak media diruang kerjanya.


“Untuk mengetahui biaya beban pemakaian air setiap bulan itu ada pada meteran, ujung tombak  PDAM itu ada di meteran. Hari ini pelanggan yang tidak menggunakan meteran hanya melakukan pembayaran yang normal, apakah itu sedikit ataupun banyak sama saja pembayarannya pada setiap bulan,” terang Ir Ahmad Hafiz, Rabu (19/2/2020).


Lanjutnya, dengan banyak jumlah pelanggan yang tidak menggunakan meteran air, hal itu menjadi salah satu faktor penyebab turunnya angka pendapatan pada PDAM disetiap tahunnya.


“Sementara kita tidak memiliki anggaran untuk melakukan pembelian meteran air tersebut, tetapi akan tetap kita upayakan nantinya,” kata Dirut PDAM.


Selain itu, Ahmad Hafiz  juga mengatakan kondisi air yang dialirkan PDAM saat ini sudah bersih, namun kelancaran air masih ada sebagian yang belum normal yang diakibatkan oleh losnya saluran air karena kerusakan pada pipa air.


“Tahun 2020 ini PDAM mendapatkan gelontoran dana sekitar 25 Miliar untuk pembuatan saluran pipa air baru. Semoga ini cepat terealisasikan agar PDAM kembali normal seperti yang diharapkan kita bersama,” imbuhnya.


Reporter ARB




HM Wardan Berharap BLK Lahirkan SDM Berkualitas

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan, mengharapkan seluruh balai latihan kerja (BLK) dapat melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sesuai kejuruan.


Hal ini disampaikannya saat meresmikan Worskhop Teknologi Informasi Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK)
Ponpes Al-huda Al-Ilahiyah Mugomulyo, Sungai Batang, Rabu (19/2).


“Sehingga mereka mampu menjawab tantangan di lapangan,”kata Bupati Inhil HM Wardan.


Peresmian BLKK tersebut, lanjut Bupati sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil yang sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023.


Pada tahun 2019 Kabupaten Inhil mendapatkan alokasi pembangunan BLK di 4 titik. Salah satunya di Desa Mugomulyo. Sedangkan untuk 2020 kembali mendapat 5 titik pembangunan BLKK.


“Setiap Ponpes mendapatkan anggaran pembangunan BLKK sebesar Rp. 1 M, “imbuh Bupati.


Editor Arb




Ketua DPW Riau Minta Anggota Dewan dari PKB Manfaatkan Medsos untuk Paparkan Kegiatan

Foto: Ketua DPW PKB Provinsi Riau, Abdul Wahid


ARB INdonesia, PEKANBARU – Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Riau, Abdul Wahid, meminta anggota DPRD dari PKB memanfaatkan media sosial (Medsos) untuk menyebarkan kegiatan.


Hal itu bertujuan agar masyarakat tahu apa yang sudah dikerjakan selama duduk mejadi anggota dewan.

Abdul Wahid mengatakan, gunanya media sosial adalah untuk mengakomodir semua kepentingan masyarakat.

“Selama ini kan banyak orang bertanya-tanya apa sih kerja anggota dewan ini? Pertanyaan itu harus kita jawab. Caranya, ya melalui media sosial yang bisa memaparkan kegiatan DPRD ke masyarakat,” kata Abdul Wahid.

Anggota DPR RI ini menambahkan, dengan adanya media sosial, masyarakat nantinya akan kembali bisa mempercayai wakil rakyat untuk bisa duduk kembali di periode selanjutnya.

“Ini penting, media sosial dan media mainstream harus bisa digunakan oleh legislator, khususnya PKB,” ujarnya.


Editor Arb
Sumber cakaplah.com




Hari ini, KPU Inhu Mulai Terima Berkas Bakal Calon Perseorangan

Foto : Ketua KPU Kabupaten Inhu Yenni Mairida SE MM memberikan pengarahan pada simulasi penyerahan syarat dukungan bakal calon perseorangan, Selasa (18/2/2020). (RAJA KASMEDI/RIAUPOS.CO)

ARB INdonesia, INDRAGIRI HULU – Hari ini, Rabu (19/2), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mulai menerima persyaratan dokumen berkas minimal dukungan bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati dari jalur perseorangan. Di mana tahapan penerimaan syarat dukungan bakal pasangan calon untuk jalur perseorangan ini berlangsung selama lima hari atau berakhir pada tanggal 23 Februari 2020 mendatang.

Berdasarkan surat pemberitahuan yang diterima KPU Kabupaten Inhu, bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Rezita Meylani dan Junaidi Rachmad perdana menyampaikan persyaratan dokumen berkas minimal dukungan. “LO bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Rezita Meylani dan Junaidi Rachmad sudah menyampaikan surat pemberitahuan,” ujar Ketua KPU Kabupaten Inhu Yenni Mairida SE MM, Selasa (18/2/2020).

Kemudiaan, KPU Kabupaten Inhu juga menerima surat pemberitahuan disampaikan oleh bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati atas nama dr Nurhadi SPoG dan Toni Sutianto SH. Hanya saja, rencana awal berdasarkan surat yang diterima, terjadi pergeseran waktu penyerahan persyaratan dokumen berkas minimal dukungan ke KPU.

Rencana awal, bakal pasangan calon dr Nurhadi SPoG dan Toni Sutianto SH menyerahkan dokumen ke PKU pada tanggal 20 Februari 2020. “Agenda penyerahan persyaratan bakal pasangan dr Nurhadi SPoG dan Toni Sutianto SH berubah ke tanggal 22 Februari 2020,” ungkapnya.

Penyerahan persyaratan dokumen berkas minimal dukungan bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati itu, akan diterima oleh tim KPU yang sudah ditunjuk. Saat penyerahan dukungan tersebut, bakal pasangan calon tidak diharuskan hadir dan bisa diwakilkan kepada LO.

Ia menambahkan, minimal dukungan untuk bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati dari jalur perseorangan yang dibuktikan dengan fotokopi KTP elektronik sebanyak 24.395 lembar. Kemudian dokumen yang diserahkan itu berisikan model B.1 KWK perseorangan yakni surat pernyataan dukungan.

Selanjutnya dalam dokumen tersebut juga dilampirkan model B.1.1 KWK perseorangan berupa surat pernyataan pasangan calon. “Di dalam dokumen juga melampirkan model B.2 KWK perseorangan berupa rekapitulasi jumlah dukungan dan sebaran,” ungkapnya. (*)


loading…




Sumber riaupos.co
https://m.riaupos.co/224290-berita-hari-ini-kpu-inhu-mulai-terima-berkas-bakal-calon-perseorangan.html




Oknum Polisi Diduga Penyeludup 10 Kg Sabu

Foto Fuad Fauzi

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR –Penyeludupan narkoba terus terjadi di Kota Dumai. Kali ini Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama tim Bea dan Cukai (BC) Dumai berhasil mengungkap penyeludupan 10 kg sabu dan 30.000 butir pil ekstasi. Empat pelaku diamankan pada operasi yang dilakukan, Senin (17/2) malam di Jalan Gatot Subroto Kelurahan Mekar Sari Kecamatan Dumai Selatan.

Selain barang bukti, petugas BNN dan BC Dumai juga mengamankan empat pelaku. Masing-masing berinisial RI, RA, PU dan HE.  Mereka diduga jaringan narkoba internasional dari Malaysia. Salah satu pelaku berinisial RA diduga kuat merupakan oknum polisi yang bertugas di jajaran Polres Bengkalis. Berpangkat brigadir polisi.

“Jumlah barang bukti yang berhasil kami amankan 10 kg narkotika jenis sabu (methamphetamine) yang disembunyikan dalam kemasan teh cina warna hijau,” ujar Kepala BC Dumai Fuad Fauzi melalui Kasi Pusat Layanan Informasi (PLI) BC Dumai, Gatot Kuncoro, Selasa (18/2).

Ia mengatakan untuk barang bukti ekstasi disimpan dalam enam bungkus masing-masing berisi 5.000 butir. “Semuanya laki-laki, mereka berperan sebagai kurir dan mobil warna silver gelap BM 1601 JQ dan mobil merah BM 1402 RX,” tuturnya.

Ia mengatakan pengungkapan kasus ini atas dasar laporan dari masyarakat yang diterima pihaknya Sabtu (15/2)  lalu dan berhasil diungkap pada Senin malam (17/2) sekitar pukul 20.30 di salah satu swalayan yang ada di daerah Bukit Timah. 


“Sabu (methamphetamine) dan ekstasi (MDMA) diduga berasal dari Malaysia dikirim melalui Pulau Rupat dengan tujuan akhir diduga ke Medan,” jelasnya.

Pelaku diserahkan kepada tim BNN. Keberhasilan ini tidak lepas dari kepedulian masyarakat, yang ditindaklanjuti dengan baik oleh tim BNN dan BC Dumai dengan melakukan analisa data dan informasi secara bersama-sama. “Saat ini barang bukti dan tersangka dibawa ke BNN Pusat. Sudah kami serah terimakan,” tuturnya.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau Brigjen Pol Untung Subagyo mengakui, adanya pengungkapan penyeludupan narkoba dalam jumlah besar di Dumai. Namun, penangkapan ini bukan dilakukan pihaknya, melainkan BNN Pusat. “Informasinya begitu (pengungkapan penyelundupan narkoba, red). Yang nangkap itu BNN Pusat, kami hanya mem-back up saja,” ungkap Untung kepada Riau Pos, Selasa (18/2).

Riau Pos berusaha melakukan penelusuran di TKP untuk mencari data terkait penangkapan pelaku. Ternyata sebelum ditangkap petugas salah satu pelaku sempat membeli air mineral di salah satu retail dekat TKP. “Ada satu pelaku sedang belanja di sini Bang. Saat rekannya diamankan dia tetap tenang menunggu antrean membayar belanjaannya, namun belum sempat bayar dia di suruh keluar,” ujar karyawan toko retail yang mengaku bernama Ima (25).

Ima sama sekali tidak menyangka salah satu dari pelaku sedang berbelanja di toko tempat dia bekerja. Bahkan ia berhadapan langsung dengan salah satu pelaku yang diduga kurir narkoba 30 ribu butir pil ekstasi dan 10 kg sabu. 

“Saya sempat kaget, karena ada terdengar suara tembakan,” tuturnya. Saat dilihat ternyata, di depan toko ramai orang dan ada beberapa petugas menggunakan rompi BNN. Ia mengaku tidak berani keluar dari toko karena memang dilarang petugas. “Awalnya kami tidak tahu, kalau itu narkoba, tapi setelah ramai orang bilang ada pelaku narkoba diamankan,” sebutnya.

Sementara, warga lainnya, Regar mengatakan penangkapan pelaku narkoba memang jadi perhatian masyarakat. “Kami tahu saat sudah ramai,” tuturnya.

Di depan toko tersebut sudah banyak petugas yang menggunakan baju sipil  dan BNN. “Salah satu pelaku kami lihat ada menggunakan baju kaos warna cokelat bertuliskan polisi, tapi tidak lama diganti dengan baju hijau,” sebutnya.

Anggota Polres Ikut Ditahan

Kapolres Bengkalis AKBP Sigit Adiwuyanto SIK mengakui satu di antara empat orang diamankan BNN di Kota Dumai membawa 10 kg sabu dan ribuan ekstasi anggota polisi yang bertugas di Polsek Rupat. Menurut Sigit, anggota Polsek Rupat yang diamankan ini berpangkat brigadir dengan inisial RA. Saat ini dia masih berada di tangan BNN.

“Kami sudah tahu itu. Satu yang diamankan merupakan anggota kami, sementara sekarang masih di tangan BNN. Masa penangkapan kasus narkoba ini selama enam hari dan bisa ditambah beberapa hari lagi sebelum mengumumkan status yang diamankan,” jelasnya. Sigit mengatakan, sampai saat ini status anggotanya yang ditangkap ini belum diketahui apakah tersangka atau saksi. (*)


loading…




Sumber riaupos.co
https://m.riaupos.co/224287-berita-oknum-polisi-diduga-penyeludup-10-kg-sabu.html