Pelatihan dan Pemberangkatan Relawan Karhutla

ARB INdonesia, PEKANBARU –  Para Relawan Pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang sudah memperoleh pelatihan dari instruktur berpengalaman, diterjunkan ke lokasi Karhutla di Dusun Teluk Kumbang, Desa Sukarjo, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Selasa (25/2/2020).


Sebanyak 11 orang relawan diberangkatkan pada Senin, 24 Februari 2020, pukul 17.30 WIB menuju Pulau Rupat, Bengkalis guna memadamkan api di lahan gambut.


Relawan akan  menginap di Dumai dan hari ini, Selasa, 25 Februari 2020, pukul 07.00 WIB, diantar Satpolair Polres Dumai menuju Pulau Rupat dan akan diterima Kapolres Bengkalis atau Kapolsek Rupat.


“Diharapkan dengan diterjunkannya para relawan ini ke lokasi Karhutla dapat membantu proses pemadaman di sana,” kata Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, SIK, MSi, melalui Kabid Humas Kombes Pol Sunarto.


Para relawan tersebut merupakan Angkatan Ke-1 dari pelatihan dilakukan Posko Relawan Pemadam Karhutla dengan instruktur dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, dan Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sabtu, 8 Februari 2020 lalu.


“Para relawan yang diterjunkan tersebut akan bergabung dengan petugas yang sudah lebih dulu berjibaku memadamkan karhutla di Rupat,” tuturnya.


Relawan yang diterjunkan telah mendapatkan pelatihan yang memadai dari instruktur profesional. Materi yang menjadi bekal mereka antara lain teori tata cara dalam pemadamam api di lapangan, pengenalan alat-alat yang digunakan untuk pemadaman api, serta praktek pemadaman api simulasi di lapangan.


“Dengan bekal materi yang memadai tersebut serta didukung oleh semangat membara para relawan diharapkan mampu mengalahkan bara api karhutla yang terjadi di Dusun Teluk Kumbang, Desa Sukarjo, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis”. kata Sunarto.


Kabid Humas Kombes Pol Sunarto menjelaskan, tak hanya mengirimkan relawan ke lokasi Karhutla di Pulau Rupat, Bengkalis, hari ini dan esok, Rabu, 26 Februari 2020, sebanyak 250 mahasiswa dan karyawan Universitas Lancang Kuning (Unilak), juga akan mengikuti pelatihan pemadaman Karhutla.


“Acara ini akan dipusatkan di Kampus Unilak, Rumbai, serta Posko Relawan Pemadam Karhutla, Purna MTQ, Pekanbaru,” ungkap Kombes Sunarto,” imbuhnya.


Kegiatan ini akan dihadiri langsung Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Afrizal Nasution dan Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, SIK, M.Si. Dalam pelatihan tersebut, para relawan akan menerima materi teori tata cara pemadaman api di lapangan, pengenalan alat-alat digunakan untuk pemadaman api, serta praktik di lapangan.


Sementara itu, Rektor Unilak, Dr Junaidi, SS, MHum mengatakan, kegiatan ini implementasi dari MoU antara Unilak dengan Polda Riau dalam penanggulangan Karhutla, 30 Januari 2020 silam.


“Unilak berkomitmen melakukan pencegahan dan pemadaman Karhutla. Kami mendorong mahasiswa dan civitas akademika memiliki spirit relawan dalam penanggulangan Karhutla. Ini tanggung jawab kita semua,” kata Rektor Unilak, Dr Junaidi, S.S, M.Hum.


Di hari pertama, pelatihan akan diisi Materi Penanganan Karhutla dan Kebakaran Gedung dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) serta Polda Riau. Selain itu, para relawan juga akan mengunjungi Posko Relawan Pemadam Karhutla di Anjungan Sri Gemilang-Indragiri Hilir Purna MTQ Pekanbaru guna melihat dari dekat seperti apa penanganan pemadaman serta aplikasi Dashboard Lancang Kuning.

Di hari kedua, Rabu (26/2/2020), para relawan akan mempraktikkan pemadaman Karhutla usai menerima bekal teori dari instruktur terlatih dalam pemadaman.


“Kegiatan ini terlaksana atas dukungan PT RAPP menyediakan peralatan dan tim pemadam kebakaran dalam pelatihan ini. Kita berharap perusahaan swasta lainnya dapat berperan juga pelaksanaan pelatihan kebakaran,” pungkas Junaidi. (rls/Bid Humas Polda Riau)




Sertijab Kasi Intel dan Pelepasan Kasi Pidsus Kajari Inhil, Ahmad Dice Novenra Berharap Kasus GCM Dilanjutkan Hingga Tahap Persidangan

Foto: Acara Sertijab di Kejari Inhil © arbindonesia.com


ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kejaksaan Negeri Kabupaten Indragiri Hilir menggelar Pelantikan dan serah terima jabatan Kepala Seksi Intelijen serta ramah tamah dan pelepasan Kasi Pidsus Ahmad Dice Novenra, SH MH, Selasa (25/2/2020).


Adapun jabatan Kasi Intel sebelumnya dijabat oleh Andi Sahputra Sitepu, SH, digantikan oleh Haza Putra, SH.


Dalam Sambutannya, Andi Sahputra Sitepu, SH berkisah selama 2 tahun berada di Kabupaten Inhil ia merasa nyaman bekerja dibawah  naingan Kepal Kejari Inhil, Susilo.


“Alhamdulilah berkat bimbingan dan arahan dari Kepala Kajari Inhil kami dapat melaksanakan tugas dengan baik. Berat meninggalkan Inhil, tapi apa boleh buat SK yang memisahkan kita,” ungkap Andi Sahputra Sitepu.







Hal tersebut senada dengan yang disampaikan Kasi Pidsus, Ahmad Dice Novenra, SH MH.


Dalam sambutan terakhirnya, Kasipidsus yang mengaku telah bekerja di Kabupaten Inhil selama satu tahun satu bulan tersebut berharap agar kasus Gemilang Citra Mandiri (GCM) dapat dilanjutkan hingga ketahap persidangan.


Karena dalam pengakuanya ia merasa sulit untuk memanggil pihak yang bersangkutan untuk dilakukan pemeriksaan.


“Berkat arahan dan petunjuk Kepala Kejari kita bisa melakuakan hal tersebut,” tuturnya Ahmad Dice Novenra dalam menyampaikan pesan dan kesannya selama bertugas di Kejari Inhil.


Sementar itu, Kasi Intel yang baru dilantik, Haza Putra, SH dalam sambutan pertamanya mengaku merasa tersanjung atas sambutan hangat dari semua pihak,


“Saya sangat merasakan kehatangan kekeluargaan di Inhil walaupun masih baru bertugas disini,” imbuhnya.


Untuk diketahui kegitan tersebut digelar di Kantor Kajari Inhil Jalan M Yamin Tembilahan di hadiri oleh, Kepala Imgirasi, Manager Pelindo, Kepala Bea Cukai, Kepala PN Tembilahan, Kepala Inpektorat, Kepala Syahbandar, Kadis Perhubungan, Kabag Kesra, Kasat Reskrim serta tamu undangan lainnya.


Reporter Arbain




Bentrok, Batu Melayang Saat Pembongkaran TPS di STC Kota Pekanbaru

ARB INdonesia, PEKANBARU – Pembongkaran Tempat Penampungan Sementara (TPS) di area Sukaramai Trade Centre, Selasa (25/2/2020) pagi berlangsung ricuh. Bentrok antara Satpol PP Kota Pekanbaru dan pedagang tak bisa dihindari.

Sejak awal kedatangan tim Yustisi untuk upaya pembongkaran, suasana sudah memanas. Bentrok tidak terhindar saat Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Agus Pramono didorong dan nyaris jatuh di tengah-tengah kerumunan pedagang dan Tim Yustisi.

Ada yang memukul menggunakan kayu, ada pula pedagang yang jatuh saat bentrok terjadi. Bahkan, batu pecahan aspal melayang dari arah halte di depan STC dan mengenai punggung salah satu Satpol PP Kota Pekanbaru.

Sampai berita ini diturunkan, kondisi di lapangan sudah kondusif. Suasana yang awalnya memanas kini sudah berangsur tenang. (*)


loading…




Sumber cakaplah.com
https://www.cakaplah.com/berita/baca/2020/02/25/bentrok-batu-melayang-saat-pembongkaran-tps-di-stc-kota-pekanbaru/




Pembongkaran TPS Memanas, Ratusan Pedagang di STC Nyaris Bentrok dengan Tim Yustisi Pekanbaru

ARB INdonesia, PEKANBARU – Ratusan pedagang di Tempat Penampungan Sementara (TPS) di area Sukaramai Trade Centre (STC) Jalan Jenderal Sudirman Kota Pekanbaru sudah berkumpul sejak, Selasa (25/2/2020) pagi.


Mereka menunggu kedatangan Tim Yustisi Kota Pekanbaru yang ingin membongkar TPS hari ini. Mereka masih menolak pembongkaran TPS yang sudah bertahun-tahun mereka tempati. Padahal, STC sudah selesai dibangun. Dan pedagang yang mempunyai kios di dalam dipersilakan pindah ke dalam. Sebagian sudah pindah ke dalam.


Sekitar pukul 09.00 Wib, Tim Yustisi yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pasar serta unsur TNI dan Polri tiba di lokasi. Saat tiba, pedagang meringsek ke tengah jalan menghampiri mobil Tim Yustisi.


Pembongkaran dimulai dari kios di depan gerbang pusat perbelanjaan eks Plaza Sukaramai itu. Suasana sempat memanas dan nyaris bentrok.


Beberapa pedagang merobohkan pagar seng pembatas di depan STC. Suara kaca pecah juga terdengar saat pedagang mencoba menghalangi Satpol PP membongkar kios di sisi kiri gerbang STC.
Sampai berita ini dirilis, pembongkaran masih terus berlangsung. Ratusan pedagang masih bertahan di area STC. (*)


loading…




Sumber cakaplah.com
https://www.cakaplah.com/berita/baca/2020/02/25/memanas-ratusan-pedagang-di-stc-nyaris-bentrok-dengan-tim-yustisi-pekanbaru/




Kodim Berangkatkan 83 Putra Inhil ke Ajenrem 031 Wirabima Pekanbaru

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kodim 0314/Inhil Memberangkatkan 83 orang Putra Terbaik Negeri Seribu parit  hamparan kelapa Dunia ke Ajenrem 031 Wirabima Pekanbaru untuk melaksanakan pengecekan dan pendataan ulang pendaftar seleksi Calon Tamtama TNI – AD Gelombang l Tahun 2020 sesuai jadwal danTahapan seleksi penerimaan calon Tamtama Gel I T.a 2020 jumlah pendaftar maupun tertib administrasinya, Senin (24/02/2020) malam.


Sebelum di berangkatkan, Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal melalui Pasi Ter Kodim 0314/Inhil Kapten Inf Riswanto memberikan  pengarahan serta pembekalan kepada peserta seleksi Calon Tamtama (Catam) Prajurit Karier (PK) Gelombang I TNI Angkatan Darat (AD) tahun 2020


Pengarahan yang berlangsung di Lapangan apel Makodim 0314/Inhil, ini dimaksudkan agar para pendaftar mengetahui tentang mekanisme seleksi serta persyaratan yang harus disiapkan oleh peserta seleksi.


Ke – 83 pendaftar test seleksi Calon Tamtama tersebut diberangkatkan menggunakan kendaraan minibus sebanyak 11 Unit, total pendaftar dari wilayah Kodim 0314/Inhil sebanyak 160 orang. “Tutur Pasi Ter”


Pemberangkatan pendaftar Calon Tamtama Putra Inhil tersebut di dampingi oleh Serda Indra Cipta dan Serda Haryo Sasongko anggota Staf Dim 0314/Inhil.


Pasi Ter juga menyampaikan pesan kepada pendaftar test seleksi Calon Tamtama agar selalu menjaga kesehatan dan selalu membina fisik untuk menghadapi test seleksi nantinya serta selalu berdoa agar dalam pelaksanaan Seleksi nantinya dapat berjalan dengan aman dan lancar.yakin dengan kemampuan sendiri.Harus siap menang dan Kalah.bila belum lolos dalam seleksi ini jangan putus asa.


Dikatakannya juga kepada para pengemudi agar berhati hati dalam perjalanan dan jangan terburu buru apalagi ugal ugalan. Tolong saling mengingatkan. “pungkasnya. (Rls)




Penerapan Non Tunai di Riau Dinilai Belum Terintegrasi

ARB INdonesia, PEKANBARU – Pengamat ekonomi Universitas Riau (Unri) Dahlan Tampubolon menyatakan pemberlakuan non tunai di Kota Pekanbaru dan Riau umumnya, masih belum terintegrasi dengan stakeholder terkait dan terkesan Bank Indonesia masih bekerja sendiri.

Seperti salah satunya dimulainya pemberlakuan kartu e-money (non tunai) pada pada parkiran Badara Pekanbaru Sultan Syarif Kasim II, per 1 Februari lalu yang masih berdampak pada kemacetan panjang di pintu keluar.

“Saya pernah kena macet panjang dua minggu lalu saat menjemput tamu, karena masih banyak yang beli kartu di pintu ke luar,” kata Dahlan Tampubolon kepada media saat bincang-bincang ekonomi Riau 2020 di Pekanbaru, Senin (24/2/2020).

Dahlan mengatakan saat pemberlakuan non tunai di Bandara SSK harusnya sudah ditopang oleh infrastruktur yang memadai untuk memudahkan orang membeli kartu di retail moderen, bahkan Anjungan Tunai Mandiri. Sehingga orang tidak hanya membeli di bandara saja.

“Memang untuk buat Infrastruktur tergantung niat,” katanya.







Dahlan bahkan mengkritik penjualan kartu perdana non tunai yang dilakukan di pintu keluar bandara SSK II Pekanbaru tidak tepat, akibatnya membuat kemacetan.

“Harusnya penjualan di pintu hendak masuk bandara, tidak seperti sekarang seperti bubu ikan, masuk mudah keluar susah. Atau kalau orang terburu-buru, kartu dijual di sekitar parkiran bandara bukan di exit point,” katanya.

Ia juga menyarankan harusnya dari pintu keluar yang ada, disediakan satu yang bisa menggunakan uang tunai, dan pintu yang lain untuk non-tunai, dengan begitu masyarakat akan belajar memilih mana yang lebih cepat dan mudah maka mereka secara perlahan akan beralih.
“Hak warga negara menggunakan uang tunai dan infrastruktur bandara, tidak ada yang boleh melarang, tapi perlahan akan dikurangi fasilitas tunainya,” tegas Dahlan.

Terutama bagi warga di luar Kota Pekanbaru, mereka belum tentu tahu kebijakan itu, kalaupun tahu akan enggan menggunakan sebab hanya untuk sekali pakai, dan sisa uangnya tidak bisa digunakan di daerah.

“Seandainya sudah terintegrasi dengan ritel moderen ataupun suermarket kan bisa dipakai belanja juga. Jadi gak sia-sia beli kartunya,” katanya.

Selain itu katanya untuk top up, perbankan juga harus memudahkan pengisian. Di sini butuh lagi integrasi dengan fasilitas bank dan ritel besar sehingga keberadaan kartu mudah didapat tidak perlu meski antri.

“Pemanfatan non-tunai ini juga perlu diperluas fungsinya tidak hanya membayar parkir akan tetapi bisa digunakan untuk pembayaran lainnya semisal trans metro, parkil di mall dan belanja serta sebagainya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pasca pemberlakuan kartu e-money (non tunai) pada pada parkiran Bandara Pekanbaru Sultan Syarif Kasim II, 1 Februari lalu hingga hampir akhir bulan, masih terlihat kemacetan di pintu keluar bandara.

Hal ini dikarenakan masyarakat yang baru pertama kali masuk bandara terjebak diantara kendaraan yang sudah miliki kartu. Sehingga untuk proses pemilihan butuh waktu transaksi di pintu keluar.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah (SP PUR) Layanan Administrasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Asral Mashuri sebelumnya mengingatkan masyarakat agar menyiapkan uang elektronik untuk membayar parkir jika pergi ke Bandara SSK II.

“Jangan sampai tidak bisa keluar bandara karena gate parkir hanya bisa terbuka dengan uang elektronik,” ujar Asral.
Asral menjelaskan, masyarakat dapat memilih berbagai jenis uang elektronik. Seperti flazz dari BCA, emoney dari Bank Mandiri dan Bank Riau Kepri, tapcash dari BNI dan brizzi dari BRI.

“Siapkan uang elektronik dari sekarang, yang bisa didapatkan di counter atau loket bank dimana saja yang terdekat,” katanya.
Asral menjelaskan elektronifikasi ini merupakan upaya untuk merubah metode pembayaran dari tunai ke non tunai. Hal ini dilakukan guna menciptakan cashless society. Ia menuturkan, pembayaran non tunai untuk biaya parkir ini dapat mengurangi peredaran uang pecahan kecil.

Menurutnya lagi, sumber daya atau biaya untuk mencetak uang mulai dari perencanaan, pengadaan bahan, pencetakan, distribusi hingga pengolahan memerlukan biaya yang tidak sedikit.
“Dengan pembayaran non tunai ini juga akan menghemat waktu,” tukasnya. (*)


loading…




Sumber cakaplah.com
https://www.cakaplah.com/berita/baca/2020/02/24/penerapan-non-tunai-di-riau-dinilai-belum-terintegrasi/#sthash.j2SBCdL3.dpbs