Masyarakat Kecil Diduga Dikriminalisasi untuk Menutupi Kejahatan Korporasi, ini Kata Kapolres Inhil


ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR –  Kebakaran hutan dan lahan menjadi atensi dari pemerintah secara Nasional bahkan sampai kekancah Internasional. Atas hal itu, seluruh penegak hukum diinstruksikan untuk menindaklanjuti kejahatan lingkungan pembakaran lahan.


Karhutala di Negeri Hamparan Kelapa Dunia akhirnya menyeret petani kecil atas nama Kamarek yang berusia 60 tahun. Diusia senjanya ia malah terseret keranah hukum hingga divonis 6 tahun penjara dengan denda 3 Miliyar.


Atas hal tersebut, Gerakan Peduli Kamarek (GEMPAR) menggelar unjuk rasa di depan kantor Pengadilan Negeri Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) – Riau, Kamis (27/2/2020).


Dengan ratusan pengunjuk rasa yang hadir saat itu, masa aksi menuntut Kamarek untuk segera di bebaskan. Sebab menurut penilaian massa aksi putusan PN Tembilahan dinilai cacat hukum.







Hal itu dibuktikan dengan pernyataan tiga orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum saat persidangan memberikan kesaksian bahwa yang membakar lahan itu bukan Kamarek, dan Kamarek bukan pemilik tanah, melainkan ia hanya pekerja sebagai anak buah H Pewa.


“Tapi kenapa kamarek yang ditangkap. Ini adalah bentuk kriminalisasi petani yang merupakan masyarakat lemah,” tegas Korlap Gempar, Anawawik saat berorasi di depan Kantor Pengadilan Negeri Tembilahan.


Dikataknnya juga, sampai hari ini tidak satupun korporasi atau perusahaan yang beroperasi di Inhil dipersangkakan dan dipidanakan atas dugaan pembakaran lahan.


“Hari ini masyarakat kecil di pidanakan, sementara kakek kamarek berada dilingkungan perusahan. Kenapa tidak perusahan yang ditindak,” sebut Anawawik.


Menanggapi hal tersebut, Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman Siahaan saat ditanyai soal dugaan masyarakat kecil yang dikriminalisasi untuk menutupi kejahatan lingkungan korporasi.


AKBP Indra Duaman Siahaan menepis akan hal tersebut. Sebab sejauh ini dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian dibeberapa Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang terjadi, belum ada lahan korporasi yang ditemukan terbakar.


“Oh itu tidak ada, selama ini dari beberapa TKP yang kita datangi dan kita lakukan penyelidikan disana, memang tersangkanya masih ada masyarakat. Untuk lahan korporasi yang terbakar belum ada terbukti,” Tutur Kapolres saat diwawancarai usai Gempar menggelar aksi damai, Kamis (27/2/2020).


Reporter Arbain




33 Tentara Turki Tewas dalam Serangan Udara Suriah di Idlib

ARB INdonesia, TENGGARA HATAY – Gubernur di provinsi tenggara Hatay pada Jumat (28/2) pagi menyampaikan, sedikitnya 33 tentara Turki tewas dalam serangan udara pasukan pemerintah Suriah di provinsi barat laut Idlib.

Itu adalah jumlah kematian terbesar yang dialami Turki dalam satu hari sejak mulai mengirim ribuan tentara ke Idlib dalam beberapa pekan terakhir, di tengah serangan pemerintah Suriah yang didukung Rusia untuk merebut kubu pertahanan terakhir negara yang dikuasai oposisi, sekaligus rumah bagi lebih dari 3 juta orang.

Pemboman yang ganas dan serangan darat telah menelantarkan hampir 1 juta orang sejak Desember, dan lebih dari setengahnya adalah anak-anak.

Sebagai tanggapan, Turki memperingatkan akan menyerang “semua target rezim Suriah yang diketahui”. Demikian dikutip dari Aljazeera, Jumat (28/2).

Dalam sebuah pernyataan, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan “keprihatinan besar” atas eskalasi kekerasan dan menyerukan gencatan senjata segera.

Dia mengatakan “risiko eskalasi yang lebih besar tumbuh tiap jamnya” tanpa tindakan segera.

Departemen Luar Negeri AS juga mempertimbangkan, dengan mengatakan “sangat prihatin” tentang serangan itu.

“Kami mendukung sekutu NATO kami Turki dan terus menyerukan untuk segera mengakhiri serangan tercela oleh rezim Assad, Rusia dan pasukan yang didukung Iran,” kata seorang perwakilan Departemen Luar Negeri.

Melalui juru bicaranya, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg juga mengeluarkan pernyataan yang mengutuk serangan udara “tanpa pandang bulu” oleh rezim Suriah dan pasukan Rusia.

Rahmi Dogan, gubernur provinsi tenggara Turki, Hatay, sebelumnya mengumumkan dalam pernyataan di televisi bahwa 22 tentara tewas. Warga Suriah yang melarikan diri dari serangan di Idlib menemukan tempat berlindung di gua-gua.

Tentara Turki membalas dengan tembakan artileri ke sasaran pemerintah Suriah di Suriah.

Setelah serangan itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengadakan pertemuan keamanan darurat dua jam di Ankara yang dihadiri oleh para menteri dan pejabat militer.

Menurut media pemerintah, ditempat terpisah, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu berbicara melalui telepon dengan Stoltenberg.

“Semua yang diketahui ialah target pemerintah Suriah yang mendapat serangan dari unit pendukung udara dan darat Turki,” kata Direktur Komunikasi Turki, Fahrettin Altun pada Jumat (28/2), menurut kantor berita Anadolu.

Turki Buka Perbatasan Idlib



“Turki telah memutuskan untuk ‘menanggapi dengan baik’ terhadap serangan yang dilakukan oleh pemerintah Suriah,” kata Altun.

Serangan terhadap pasukan Turki telah menyebabkan ketegangan hebat antara sekutu utama pemerintah Suriah, Rusia, dan Turki, yang mendukung kelompok oposisi tertentu di Idlib.

Erdogan sebelumnya berjanji akan melancarkan operasi militer untuk mendorong kembali pasukan pemerintah Suriah jika mereka tidak mundur dari barisan pos pengamatan Turki pada akhir Februari.

Sementara itu, seorang pejabat Turki mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa polisi Turki, penjaga pantai, dan pejabat keamanan perbatasan telah diperintahkan melawan upaya untuk mencegah pengungsi Suriah mencapai Eropa, untuk mengantisipasi kedatangan segera dari Idlib.

Middle East Eye juga melaporkan bahwa Turki akan membuka perbatasan Idlib-nya dan memungkinkan para pengungsi bebas masuk ke Eropa.

“Turki telah menampung lebih dari 3,6 juta pengungsi Suriah dan khawatir akan gelombang baru,” kata Hashem Ahelbarra dari Aljazeera, yang melaporkan dari perbatasan Turki-Suriah.

“Dalam beberapa hari mendatang, melihat Turki mengambil peran agresif dan meminta Uni Eropa dan NATO, khususnya, untuk mengambil sikap yang sangat kuat ketika menyangkut apa yang terjadi sekarang di Idlib,” tambahnya.

“Turki merasa bahwa mereka sedang berjuang melawan ini sendiri sambil mempertimbangkan apa yang sedang dilakukan sebagai upaya untuk mengakhiri krisis kemanusiaan (di Idlib).”


Editor Arb

Sumber merdeka.com

https://m.merdeka.com/dunia/33-tentara-turki-tewas-dalam-serangan-udara-suriah-di-idlib.html




Korban Tewas Konflik Hindu-Muslim India Bertambah Jadi 38 Orang

Kekerasan yang dipicu Citizenship Amendment Act (CAA) atau Undang-Undang Amendemen Kewarganegaraan pecah di New Delhi, India. Foto/REUTERS

ARB INdonesia, NEW DELHI – Korban tewas dalam kerusuhan antara kelompok Hindu dan Muslim di India bertambah dari 32 menjadi 38 orang. Konflik yang dipicu oleh Citizenship Amendment Act (CAA) atau Undang-Undang Amendemen Kewarganegaraan ini tercatat sebagai konflik terburuk di New Delhi dalam beberapa dekade.

Konflik diperparah dengan pertikaian politik mengenai pemindahan seorang hakim yang mengkritik polisi dan pemerintah dalam menangani kerusuhan antar-kelompok agama tersebut.

Konflik percah sejak hari Minggu lalu ketika protes damai kelompok Muslim dalam menentang CAA diserbu kelompok Hindu yang mendukung CAA. Masjid Ashok Nagar di New Delhi ikut dibakar massa di awal-awal kerusuhan.

Ketegangan tetap tinggi di Ibu Kota India, ketika ribuan polisi antihuru-hara dan paramiliter berpatroli di jalan-jalan yang berserakan puing-puing akibat kerusuhan sektarian.

Hakim S Muralidhar, seorang hakim pengadilan tinggi New Delhi, dengan tajam mengkritik polisi dan meminta petugas untuk menyelidiki politisi dari Partai Bharatiya Janata (BJP)—partainya Perdana Menteri Narendra Modi—karena menghasut kekerasan.

Muralidhar dipindahkan ke pengadilan di negara bagian lain dengan surat perintah pemindahan dikeluarkan pada larut malam. Pemindahan hakim kritis itu memicu protes di antara politisi oposisi dan di media sosial.

Manish Tewari, pemimpin partai oposisi, mengatakan setiap pengacara dan hakim di India harus memprotes keras apa yang disebutnya upaya kasar untuk mengintimidasi pengadilan.

Menteri Hukum Ravi Shankar Prasad mengklaim pemimdahan hakim itu adalah “transfer rutin”.

Ketika negara itu dilanda pertumpahan darah, pengerahan besar pasukan keamanan membawa ketenangan yang tidak nyaman pada hari Kamis.

Kepala Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet mengatakan undang-undang baru yang diadopsi Desember lalu itu “sangat memprihatinkan”. Dia khawatir dengan laporan tidak adanya polisi dalam menghadapi serangan terhadap Muslim oleh kelompok lain.

“Saya mengimbau semua pemimpin politik untuk mencegah kekerasan,” kata Bachelet dalam pidatonya di dewan HAM PBB di Jenewa, seperti dikutip The Guardian, Jumat (28/2/2020).

Para kritikus mengatakan CAA itu bias terhadap Muslim dan merusak konstitusi sekuler India. BJP yang merupakan partai nasionalis Hindu telah membantah memiliki prasangka buruk terhadap 180 juta Muslim India. BJP mengatakan bahwa CAA diperlukan untuk menolong imigran minoritas dari sejumlah negara tetangga.

Pada hari Rabu, Komisi Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional, yang menisihati pemerintah Washington tetapi tidak menetapkan kebijakan, menyuarakan “keprihatinan serius” tentang kekerasan ketika Presiden Donald Trump berkunjung ke India.

Anurima Bhargava, seorang komisioner yang ditunjuk Ketua DPR AS dari Partai Demokrat, Nancy Pelosi, juga menyatakan khawatir atas laporan bahwa polisi Delhi belum melakukan intervensi dalam serangan kekerasan terhadap Muslim.

Trump, ditanya di sebuah konferensi pers di ibu kota tentang kekerasan itu. Dia justru memuji pernyataan “luar biasa” Modi tentang kebebasan beragama. (*)

Sumber Sindonews.com
https://international.sindonews.com/read/1540447/40/korban-tewas-konflik-hindu-muslim-india-bertambah-jadi-38-orang-1582862693




Bongkar TPS di Jalan Hos Cokroaminoto Pekanbaru, Dua Ekskavator Dikerahkan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Tim percepatan Sukaramai Trade Centre (STC) sudah tiba di lokasi penertiban Tempat Penampungan Sementara (TPS), Jumat (28/2/2020) pagi. Dua alat dikerahkan untuk merobohkan TPS.

Dilansir dari cakaplah.com di lokasi, dua alat berat itu mulai bekerja dan merobohkan TPS di Jalan Hos Cokroaminoto. Alat berat dengan jenis ekskavator itu bekerja dan dikawal ratusan personel gabungan.

Selain Satpol PP Kota Pekanbaru, ada juga Satpol PP Provinsi Riau. Kemudian ada Satgas Pasar Disperindag Kota Pekanbaru. Unsur TNI dan Polri juga ikut mengawal penertiban itu.

Tidak terlihat ada gejolak dari pedagang di area STC. Dua hari yang lalu, di lokasi ini terjadi bentrok antara pedagang dengan Satpol PP Pekanbaru. Beberapa orang terluka saat bentrok terjadi.

Pembongkaran ini dilakukan setelah ditangguhkan selama dua hari.

“Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh tim sebelumnya. Tim rapat untuk pelaksanaan besok (hari ini). InsyaAllah tim percepatan melanjutkan (Pembongkaran),” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru M Noer MBS, Kamis (27/2/2020) malam.

Kata M Noer, tim sudah lakukan persiapan untuk mengantisipasi kemungkinan apa saja yang akan terjadi. Pemko, kata dia, ingin pembongkaran TPS berjalan dengan damai.

“Tentu juga penuh dengan kedamaian, dalam artian tim turun tidak dengan bringas, sesuai apa yang disampaikan Walikota,” kata dia.


Editor Arb
Sumber cakaplah.com
https://www.cakaplah.com/berita/baca/2020/02/28/dua-ekskavator-dikerahkan-untuk-membongkar-tps-di-jalan-hos-cokroaminoto-pekanbaru/#sthash.X7H3RY3K.dpbs




WowW !! Kodim Inhil Akan Adakan Lomba Lari Berskala Nasional

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dalam rangka melaksanakan pola pembinaan masyarakat dan kemannunggalan TNI AD dengan rakyat, bersempena dengan peringatan HUT ke-61 Korem 031/Wira Bima Tahun 2020, Kodim 0314/Inhil membuat trobosan kegiatan, yakni Olahraga resmi berskala nasional yang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah.


Pembina Olahraga dalam hal ini adalah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) serta Pengurus Kabupaten Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) cabang Inhil sebagai induk organisasi cabang olahraga  Atletik yang akan dipertandingkan pada lomba lari 10 K dan 5 K oleh Kodim 0314/Inhil Fighting Spirit Run Tahun 2020. Kegiatan ini akan diikuti oleh para Pelari Indonesia yang terdiri dari Atlet Nasional dan Regional.


Diharapkan pada kegiatan lomba lari 10 K dan 5 K Kodim 0314/Inhil Fighting Spirit Run Tahun 2020 selain Atlit dari PASI, pelajar nasional dan regional juga akan ikut menyemarakkan untuk ikut serta dalam kegiatan ini, Pelajar Putra dan Putri, Mahasiswa, ASN, Karyawan Swasta, TNI, Polri, Atlit daerah maupun warga masyarakat Kabupaten Inhil dan kabupaten tetangga di Provinsi Riau.


Tujuan lain dari diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk memasyarakatkan Olahraga, mengolahragakan masyarakat, dan dengan tujuan utamanya yakni memanunggalkan TNI dan rakyat dalam hal menumbuhkan mengembangkan kegiatan olahraga prestasi di Inhil.


Lomba lari 10 K memberikan dampak positif  tersendiri bagi Kabupaten Inhil, khususnya Kota Tembilahan, dan akan dikenal dapat melaksanakan event Nasional oleh masyarakat Indonesia.


Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal melalui Pasi Ops Kodim 0314/Inhil Kapten Inf Tarmizi yang bertindak sebagai Kordinator Penyelenggara mengajak masyarakat Inhil untuk mengikuti acara yang akan di laksanakan pada pertengahan bulan Maret tersebut. Segera bagi yang berminat Pelajar ,mahasiswa,TNI ,POLRI ASN Putra Putri Pendaptaran bisa Melalui Kodim 0314/Inhil dan Koramil yang Tersebar di Kab.Inhil Serta Babinsa yang ada Di Wilayah Dan dibuka Untuk Umum.


“Tepatnya tanggal 15 Maret 2020 dan titik star di Jalan Swarna Bumi Tembilahan. Mari bersama kita majukan Inhil dengan berolahraga dan kita ukir sejarah dalam  Fighting Spirit Run Ta 2020,”  ujarnya. (rls)


Editor Arb




Dari 3 Saksi yang Dihadirkan JPU pada Perkara UU ITE, Satu Diantarnya Mengaku Dirugikan Secara Politik

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sidang lanjutan terdakwa Usman warga Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) atas dugaan kasus tindak pidana ujaran kebencian masih pada tahap keterengan saksi dari Jaksa Penuntut Umum, kamis (27/02/2020).


Saksi yang dihadirkan dari Jaksa Penuntut Umum pada persidangan sebelumnya hanya berjumlah satu orang, namun hari ini saksi yang dihadirkan berjumlah 3 orang, diantaranya Rio Aidul Putra, Sandi dan Wiwin.


Kapasitas Saksi


Saksi Rio Aidul Putra  yang dalam keterengannya adalah berkapasitas melakukan partoli siber yang diperintahkan secara lisan oleh pimpinanan.


Saksi Wiwin, yang mana ia merasa dirugikan selaku Kader PDIP Inhil yang notabenenya adalah pengusung Presiden Joko Widodo.


Saksi Sandi merupakan saksi teman usman  yang melihat postingan usman.


Dalam Persidangan


Dalam persidangan tersebut, Ketiga Saksi dicecar berbagai pertanyaan mulai dari Majelis Hakim, JPU,  dan Penasehat Hukum terdakwa yang berjumlah 7 orang.


Berdasarkan kesaksian Rio Aidul Putra, menyatakan dimuka persidangan bahwa ia mengaku tidak ikut melakukan penangkapan kepada terdakwa Usaman, melainkan yang menangkap Usman adalah rekannya Arif Setiawan.


Hal itu lantas dibantah oleh terdakwa Usaman, bahwa saksi Rio AP tersebut ikut menangkapnya bersama-sama dengan Arif Setiawan.


Sementara dari kesaksian Sandi saat menjawab pertanyaan, ia lebih dominan tidak banyak bisa menjawab dengan alasan lupa.


Lalu untuk saksi Wiwin, dalam kesaksiannya ia sempat ingin melaporkan terdakwa pada waktu itu namun keduluan diproses oleh pihak Kepolisian.


Ketika ditanya Penasihat Hukum terdakwa soal kerugian yang muncul atas postingan Usman, Wiwin tidak bisa menggambarkan kerugian apa yang dideritanya, lebih jauh dampak dari postingan tersebut, dan saksi pun tidak pernah berkordinasi kepada PDIP pusat terkait postingan terdakwa Usman.


Tetapi Wiwin dalam hal itu, ia merasa dirugikan secara politik, sebab ia adalah selaku kader PDIP Inhil yang notabenennya adalah pengusung Presiden Joko Widodo.


Menanggapi hal tersebut, salah satu Penasehat  Hukum terdakwa saat di wawancarai usai persidangan selesai digelar, Zainuddin alias  Acang mengatakan, dalam sidagang lanjutan dengan menghadirkan 3 saksi dari JPU ini, lagi-lagi saksi tidak bisa menjelaskan secara pasti terkait dampak yang ditimbulkan atas postingan terdakwa.


“Kita belum mendapat jawaban yang memuaskan dari masing-masing saksi yang didatangkan,” tutur Acang pengacara senior.


Lanjutnya, sidang akan dilanjutkan kembali pada senin tanggal 2 Maret 2020 jam 10.00 wib.


“Dengan agenda mendengar keterangan saksi tambahan dan Saksi Ahli dari JPU,” imbuhnya.


Reporter ARB