Bupati Inhil Belum Keluarkan Larangan ke  Masjid

ARB INdonesia.com, Indragiri Hilir – Sampai saat ini Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan, belum mengeluarkan larangan untuk jemaah yang ingin melaksanakan ibadah ke Mesjid-masjid.


Sebab, sebagai mana diyakini oleh umat beragama bahwa rumah ibadah adalah tempat yang suci dan sakral. Demikian pula keberadaan Mesjid bagi umat Muslim diseluruh penjuru dunia.


“Bagi saya tidak ada masalah. Silahkan saja warga datang ke Mesjid untuk beribadah. Karena Mesjid tempat suci,”kata Bupati Inhil HM Wardan, Kamis (19/3) petang.


Dia tidak pernah melarang warganya untuk menunaikan salat berjamaah di Mesjid terutama salat Jumat. Artinya, silahkan beribadah dengan tetap menjaga kebersihan. Karena itu salah satu mencegah berkembangnya Covid 19.


Kepada para jemaah disarankan Bupati membawa sajadah masing-masing dari rumah. Demikian pula kepada pengurus mesjid agar selalu membersihkan seluruh area mesjid dengan menyempatkan cairan Disinfektan dan sejenisnya.


Kendati demikian, lanjut Bupati dia sudah melakukan beberapa upaya terkait pencegahan Virus Corona. Diantaranya memindahkan kegiatan belajar siswa dari sekolah ke rumah hingga 31 Maret 2020 mendatang.


Termasuk Video Conference (Vidcon) dengan seluruh Camat guna memastikan apakah mereka telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkiat pencegahan penyebaran COVID-19.


“Kita bersyukur mereka sudah bergerak melakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat pada setiap kesempatan,”imbuhnya.
(Rls/Kominfops)




Warga Riau 1 Orang Positif Corona, Ade Hartati : Pertanyakan SOP Penanganan !

ARB INdonesia.com –  Pasca ditetapkannya satu orang warga Riau yang positif corona,  masyarakat dihimbau untuk tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan saat berkativitas diluar rumah.  Hal ini disampaikan oleh Ade Hartati, Mpd anggota Komisi V DPRD Provinsi Riau.


Tidak hanya itu,  Ade Hartati juga berharap Pemerintah Provinsi Riau transparan terkait penanganan pada pasien yang terdampak virus corona agar masyarakat teredukasi dan tidak panik


“Dibuka kronologisnya dari mana, sehingga masyarakat jadi teredukasi agar tidak terpapar, dan pihak Pemrov dalam hal ini Diskes harus mengantisipasi, mengisolasi lingkungan orang-orang yang pernah berinteraksi jangan sampai beberapa hari kedepan ada penularan,”  Ungkap Ade Hartati. 


Menurutnya, harus ada penjelasan tentang kronologi yang sebenarnya, dan penanganan yang seharusnya dilakukan kepada pasien dan lingkungan tempat tinggal. 


“Jangan timbulkan kegaduhan yang tidak substansi, SOP nya seperti apa,  apakah dia warga Riau, tinggal dimana hal-hal ini seharunya dijelaskan. Ok masyarakat tidak boleh tahu tapi sejauh mana pemerintah menjalankan SOP, seharusnya tidak harus ditutupi sehingga masyarakat bisa mengantisipasi,”


Politisi PAN ini menambahkan, yang penting kemudian adalah pemerintah harus melakukan sosialisai ke masyarakat pentingnya hidup sehat.


Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau membenarkan adanya satu orang warga Riau yang positif corona, dan saat ini dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.


“Menindaklanjuti informasi dari Juru Bicara (Jubir) Covid 19 pusat, Dr Achmad Yurianto yang menyatakan sebanyak 227 kasus virus corona seluruh Indonesia, dan dinyatakan ada tambahan positif corona yang dikonfirmasi, terdapat 1 di Provinsi Riau,” kata Kadiskes Riau Mimi Yuliani Nazir Rabu (18/3/20) malam di Dinas Kesehatan Riau.


Pasien Riau yang positif corona ini, sambung Mimi, berusia 63 tahun dan berjenis kelamin laki – laki. Pasien masuk pada tanggal 13 Maret lalu, dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru.


Disebutkan Mimi, untuk jumlah pasien suspect corona seluruhnya di Riau dari tanggal 3 Maret hinggga tanggal 17 Maret 2020 ini ada 19 orang. Dari 19 tersebut sudah keluar hasilnya 10,  dengan rincian negatif corona 9 dan positif corona 1 orang.


“Jadi dengan hasil tersebut, memang benar ada satu orang di Riau yang positif corona,” tuturnya.


Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Covid 19 Riau, Dr Indra Yopi juga menyampaikan per hari ini tanggal 18 Maret 2020, di Riau memang sedang merawat 1 orang pasien yang positif covid 19 yang berinisial M di RS Arifin Achmad.


Untuk kondisinya secara umum sekarang, lanjut Yopi, dalam keadaan stabil. Demam tidak ada, cuma masih ada batuk, bahkan nafsu makannya bagus.


“Begitu pasien diketahui mengidap covid 19, tentu ada tambahan pengobatan yang akan diberikan kepada pasien tersebut. Dan kedepannya pasien ini akan tetap dilakukan pemantauan di RS Arifin Achmad. Sampai dinyatakan sembuh,” ungkapnya.


Sembuh artinya, lanjutnya, sudah dilakukan pemeriksaan dan hasil swabnya dari laboratorium pusat sudah dinyatakan negatif atau tidak ada bakteri – bakteri lagi, sehingga bisa dipulangkan.


“Berarti dari 4 pasien yang ditemukan gejala covid 19, satu di antaranya dinyatakan positif corona dan 3 lagi masih menunggu hasil laboratoriumnya,” jelasnya.


“Yang jelas, imbauan saya, terhadap masyarakat Riau, khususnya di Pekanbaru, harus melakukan jaga jarak harus dilakukan dengan baik. Dan bagi anak – anak yang libur sekolah ya tetap harus di rumah, jangan sering pergi kemana – mana supaya tetap sehat,” pungkasnya.


Sumber : Seriau.com http://seriau.com/mobile/detailberita/36313/politik-pemerintahan/dprd-riau/warga-riau-1-orang-positif-corona-ade-hartati–pertanyakan-sop-penanganan-




Percepatan Penanganan Covid 19, Dandim Inhil Sampaikan ini pada Rapat Koordinasi

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal menghadiri Rapat Koordinasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Inhil yang dipimpin oleh Bupati Inhil H.M. Wardan, bertempat di ruangan rapat lantai 5 kantor Bupati Inhil, Jalan Veteran, Tembilahan, Jumat (20/03/2020).


Hadir juga dalam rapat tersebut Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman Siahaan SIK, Sekda Inhil Said Syarifuddin, Kajari Inhil Susilo, SH., para pimpinan instansi vertikal Kabupaten Inhil dan peserta sekira 50 orang.


Dalam sambutannya, Bupati Inhil H.M. Wardan menyampaikan bahwa pada tanggal 16 Maret 2020 telah dilaksanakan rapat oleh Gubernur Riau mengenai penerbitan SK Tugas Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 yang akan selanjutnya ditindaklankuti oleh Pemkab Inhil.


“Tim Gugus Tugas sampai saat ini sudah melaksanakan tugas dengan baik, seperti melaksanakan pemeriksaan kepada ABK yang baru bersandar di Tembilahan, melaksanakan sosialisasi terkait dengan antisipasi virus Covid-19, dan meliburkan anak sekolah sampai waktu yang ditentukan untuk mencegah merebaknya virus covid-19,” sebut H.M Wardan.


Kemudian, akan dilakukan juga sinergitas yang baik antara instasi kesehatan untuk secara maksimal menangani penyebaran virus Covid-19.


“Pemkab Inhil juga sedang menyiapkan  kantor kesekretariatan tim Gugas untuk memudahkan monitoring kegiatan penanggulangan atau antisipasi virus covid-19 di wilayah Kabupaten Inhil,” tuturnya.


Sementara itu, Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal menyarankan agar Pemkab Inhil terus melaksanakan koordinasi di lapangan dengan Dinas dan instansi terkait untuk  melaksanakan sosialisasi dan patroli terkait penyebaran virus Covid-19.


“Sedini mungkin kita bersama mulai menyiapkan penambahan ruang isolasi yang baik untuk pasien yang terkena suspect virus Covid-19. Dan juga menyiapkan hot line atau contact person tim medis yang bisa dihubungi masyarakat yang diduga memiliki gejala corona sehingga dapat dengan mudah dihubungi,” ujar Dandim 0314/Inhil.


Guna mengantisipasi dampak negatif virus dengan nama panggung Corona tersebut, Letkol Inf Imir Faishal juga menyarankan untik menghindari keramaian dan mengurangi kegiatan yang bersifat berkumpul guna mengurangi laju penyebaran virus berbahaya tersebut.


“Dan juga sangat dianjurkan agar Pemkab Inhil membuat tempat pencucian tangan disetiap lokasi yang sarat akan keramaian, seperti di perkantoran, pasar, pelabuhan, dan instansi -instansi, dengan dilengkapi sabun cuci tangan agar selalu steril sehingga dalam menekan laju penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Inhil,” tukasnya. (rils/Kodim 0314 Inhil)




Gawat, Nilai Tukar Rupiah Dekati Krisis Moneter 1998

ARB INdonesia.com, PEKANBARU – Situasi ekonomi Indonesia tampaknya mulai terancam dan hampir mendekati apa yang bangsa ini alami di tahun 1998 silam. Salah satu faktornya Nilai tukar rupiah yang terus tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).


Rupiah hari ini berada di atas level Rp 16.000, bahkan mendekati posisi terburuk pada krisis 1998 dan hanya berbeda sedikit dengan 1998, Rp16.950.


Mengutip data Financial Times, Jumat (20/3), nilai tukar rupiah hari ini pada pukul 09.13 WIB bergerak tertekan di Rp 15.950,00 terhadap dolar AS atau melemah 50,00 poin (0,31 persen). Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia (JISDOR) berada di posisi Rp 15.712 per tanggal 19 Maret.


Sementara itu, dalam transaksi konvensional di perbankan tanah air, sudah ada yang menjual dolar AS di posisi Rp 16.550. Berikut daftar nilai tukar rupiah hari ini terhadap dolar:


Bank Mandiri: kurs jual Rp 16.500


BCA: kurs jual di Rp 16.550


BNI: kurs jual di Rp 16.450


BRI: kurs jual di Rp 16.335


Panin: kurs jual di Rp 16.530


Sumber : Haluanriau.com
https://riau.haluan.co/2020/03/20/gawat-nilai-tukar-rupiah-dekati-krisis-moneter-1998/




Ibu di Malaysia Jadi TKI, Tinggal Berdua Dengan Ayah Tiri, Anak Ini Dicabuli Berulang Kali

ARB INdonesia.com – Bejat dan bidadap pantas dilekatkan pada pria berinsial IS (43 thn). IS ditangkap polisi (18/3) karena mencabuli anak torinya berulang kali. Hal itu terungkap setelah warga merasa curiga dengan perubahan sikap gadis remaja sebut saja Bunga (nama samaran).


Informasi yang dihimpun, setelah ibu bunga pergi ke Malaysia menjadi TKI, IS melampiaskan nafsu bejatnya itu kepada anak tirinya tersebut.


Perbuatan itu dilakukan di kediaman mereka, salah satu kos-kosan di kawasan Jalan Dr Mansur, Kelurahan Padang Bulan Selayang I, Medan Selayang.


Cerita berawal ketika pemilik kos, SW (24), curiga melihat perubahan sikap Melati. Dia pun menanyai gadis yang masih berusia 15 tahun itu. Meski awalnya tak bersedia, namun etelah dibujuk, Melati akhirnya buka mulut, bahwa dirinya telah seringkali dicabuli ayah tirinya IS.


Mendengar pengakuan itu, SW memberitahu warga sekitar. Warga kemudian menunggu IS pulang dari bekerja dan langsung menginterogasinya, Rabu (18/3/2020) malam. Begitu IS sampai di rumah, warga setempat pun langsung mengamankannya. Saat diinterogasi warga, IS tak bisa berkelit lagi dan mengakui semua keterangan Melati.


Setelah mendengar pengakuan pria itu, warga langsung menghubungi Polsek Sunggal. Personel Unit Reskrim Polsek Sunggal tiba di lokasi tak lama kemudian dan langsungmengamankan IS dari kerumunan warga.


“Korban tinggal bersama ayah tirinya di salah satu kos-kosan. Kesempatan itu terjadi setiap tersangka pulang bekerja,” ungkap Kasi Humas Polsek Sunggal, Aiptu Roni B Sembiring, Rabu (18/3/2020).


Ternyata kelamaan ditinggal istrinya, IS menjadi gelap mata dan tega mencabuli putri sambungnya itu.


“Terakhir kali korban dicabuli oleh tersangka, Rabu (11/3/2020) sekira pukul 19.00 WIB,” ungkap Roni.


“Terakhir kali korban dicabuli oleh tersangka, Rabu (11/3/2020) sekira pukul 19.00 WIB,” ungkap Roni.


Artikel Serupa  Sekolah Diliburkan, Sejumlah Pelajar Malah Coret-coret di Pantai


“Rabu (18/3/2020) dinihari, sekira pukul 00.15 Wib, kita amankan tersangka dari kediamannya,” lanjut Roni.


Selanjutnya, SW mendampingi Melati ke Polsek Sunggal untuk membuat pengaduan resmi.


“Tersangka kita persangkaan dengan pasal 82 ayat (2) Yo 76 E UU No. 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara,” ujarnya.


Sementara itu, informasi yang dihimpun di sekitar lokasi menyebutkan, aksi bejat tersebut pertama kali dilakukan IS ketika Melati sedang sakit.


Pria itu memberikan obat kepada anak tirinya itu, namun diduga telah dicampur obat perangsang. Ketika Melati setengah sadar, IS kemudian memanfaatkan situasi untuk melakukan perbuatan bejat tersebut.


Terkait hal itu, polisi belum bersedia memberikan penjelasan.


“Tersangka masih diperiksa, jadi kita belum mendapat keterangan jelasnya. Nanti lah kita kasi keterangan lengkapnya,” pungkasnya.


Sumber : Cakapkita.com https://cakapkita.com/ibu-di-malaysia-jadi-tki-tinggal-berdua-dengan-ayah-tiri-anak-ini-dicabuli-berulang-kali/#.XnRLbyAxeDY




Mengenal Ignaz Semmelweis, Pelopor Cuci Tangan di Dunia

ARB INdonesia.com, Jakarta – Seorang pria berkumis tebal dengan kepala setengah botak tampil dalam Google Doodle hari ini, Jumat (20/3). Jika diklik lebih lanjut, Anda akan melihat video singkat tutorial cara mencuci tangan yang benar. Ya, dia lah Ignaz Semmelweis, seorang pria yang dikenal sebagai pelopor cuci tangan di dunia.


Semmelweis dikenal secara luas sebagai orang pertama yang menemukan manfaat medis dari mencuci tangan. Pada hari ini di tahun 1847 silam, Semmelweis diangkat sebagai Kepala Residen di klinik bersalin Vienna General Hospital. Saat itu lah, dia mulai mengharuskan para dokter untuk mendisinfeksi tangan mereka untuk mengurangi penularan penyakit.


Mengutip laman Google, lahir di Budapest, Hungaria pada 1 Juli 1818, Semmelweis mendapatkan gelar doktor dari Vienna University. Saat memulai masa jabatannya di Vienna General Hospital pada pertengahan abad ke-19, infeksi misterius yang memicu tingkat kematian yang tinggi pada ibu baru melahirkan muncul di Eropa.


Mengutip situs Britanica, infeksi yang dikenal sebagai demam nifas itu menjadi momok bagi semua rumah sakit bersalin di seluruh Eropa. Tingkat kematiannya bahkan mencapai 25-30 persen. Beberapa orang berpikir bahwa infeksi disebabkan oleh kepadatan pasien dan ventilasi bangsal rumah sakit yang buruk.


Semmelweis pun diminta untuk menemukan penyebabnya. Setelah penyelidikan menyeluruh, dia menyimpulkan bahwa pada dokter mengirimkan bakteri atau virus dari operasi yang satu ke operasi lainnya melalui tangan mereka. Tak ayal, bakteri atau virus itu pun memicu seorang ibu yang melahirkan tertular demam nifas.


Menyitat situs Science Museum, hingga akhir 1800-an, para ahli bedah tak punya kebiasaan mencuci tangan saat berpindah dari operasi satu ke operasi lainnya. Kebiasaan ini tentu memudahkan terjadinya penularan penyakit.


Saat itu lah, Semmelweis segera membuat peraturan bahwa semua tenaga medis harus mencuci tangan di sela-sela pemeriksaan pasien. Di bawah prosedur itu, angka kematian dan tingkat infeksi pun menurun. Hingga Maret-Agustus 1848 tak ada lagi ibu yang meninggal dunia saat melahirkan.


Revolusi politik yang melanda Eropa membuat Semmelweis dikeluarkan dari Vienna General Hospital pada 1849. Dia melanjutkan pekerjaannya di St Rochus Hospital, Budapest.


Di St Rochus Hospital, Semmelweis kembali ditugaskan untuk melawan epidemi demam nifas. Langkah demi langkah sesegera mungkin mengurangi tingkat kematian.


Pada 1855 dia diangkat sebagai profesor kebidanan di University of Pest. Ide-idenya diterima di Hungaria. Pemerintah bahkan menyampaikan surat edaran pada semua otoritas distrik untuk memperkenalkan metode profilaksis ala Semmelweis. Profilaksis merupakan prosedur kesehatan masyarakat untuk mencegah daripada mengobati penyakit.


Sayang, banyak rekan Semmelweis memandang gagasannya dengan skeptis.


Sementara ide-ide Semmelweis diterima di Hungaria, Wina tetap memusuhinya. Seorang editor Wiener Medizinische Wochenschrift bahkan menulis bahwa sudah waktunya untuk menghentikan omong kosong tentang cuci tangan.


Pada tahun 1861, Semmelweis menerbitkan karya utamanya berjudul Die Atiologie, der Begriff und die Prophylaxis des Kindbettfiebers (The Etiology, Concept, and Prophylaxis of Childbed Fever). Dia mengirimkan bukunya ke semua dokter kandungan dan tenaga medis terkemuka di luar negeri.


Sayang, reaksinya tidak menyenangkan. Pada konferensi dokter dan ilmuwan di Jerman, sebagian besar pembicara menolak idenya.


Kendati terus mendapat penolakan, beberapa dekade kemudian penemuan Semmelweis diterima oleh dunia. Pengaruhnya pada pengembangan dan pengetahuan mengenai pengendalian infeksi dipuji oleh Joseph Lister yang dikenal sebagai ‘Bapak Antiseptik Modern’.


Semmelweis kemudian diingat sebagai ‘Bapak Pengendali Infeksi’. Bukan hanya merevolusi dunia kebidanan, tapi Semmelweis juga memberikan ide terbaiknya pada dunia medis yang lebih luas.


Ignaz Semmelweis memberi tahu bahwa mencuci tangan adalah salah satu cara paling efektif untuk menekan penyebaran penyakit menular. Di tengah pandemi infeksi virus corona (COVID-19) ini, tentu bukan sesuatu yang salah jika kita mengikuti saran Semmelweis untuk rajin mencuci tangan.


Sumber : Cnnindonesia.com https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200320090647-255-485200/mengenal-ignaz-semmelweis-pelopor-cuci-tangan-di-dunia