Penanganan Covid-19, DPRD dan Unsur Forkompimda Inhil Sumbangkan Dana Pribadi

ARBindonesia.com. INDRAGIRI HILIR –  Pimpinan dan seluruh anggota DPRD beserta unsur Forkopimda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memberikan sumbangan melalui dana pribadi untuk pencegahan dan penanganan wabah virus corona (Covid-19) di Inhil.


Sumbangan melalui dana pribadi itu diserahkan secara langsung usai digelarnya rapat Pembahasan Terhadap Kebijakan Penangan serta Penganggaran Covid 19, yang digelar di ruang Paripurna DPRD Inhil, Kamis (26/3/2020) lalu.


Foto: Rapat Pembahasan Terhadap Kebijakan Penangan serta Penganggaran Covid 19, yang digelar di ruang Paripurna DPRD Inhil, Kamis (26/3/2020). Doc DPRD Inhil


Dari hasil konfirmasi mengenai sumbangan Dana Pribadi itu, didapatkan data, Ketua DPRD Inhil dan 45 anggota serta unsur pimpinan DPRD menyumbangkan dana pribadi sebesar 50 juta. Selain itu sumbangan dari unsur Forkopimda terkumpul 66,5 Juta dan 50 kotak Air Minum.


“Total 116.5 Juta, plus 50 kotak air minum,” kata Ketua DPRD Inhil Dr. H. Ferryandi, ST.MM.MT, kepada arbindonesia.com, Sabtu (4/4/2020).


Mengenai rapat Pembahasan Terhadap Kebijakan Penanganan serta Penganggaran Covid 19. Dikatakan Politiisi Senior dari Fraksi Golkar, bahwa didalam rapat tersebut dilakukan pembahasan tentang Kebijakan Penangan dan Pencegahan Covid-19  serta Pembahasan Kebijakan Penganggaran untuk Covid 19 di Kabupaten Indragiri Hilir.


“Rapat ini tertutup, yang dibahas tentang kebijakan penanganan dan penganggaran mengenai Covid-19,” kata H. Ferryandi.


Selain itu, Ketua DPRD Inhil juga menyampaikan bahwa dari hasil rapat tersebut didapat beberapa kesimpulan :
1. Penganggaran Covid-19 Kabupaten Indragiri Hilir sebesar 60 Miliar dan dapat dilakukan penambahan anggaran sesuai dengan kebutuhan.


2. Setiap OPD terkait agar dapat memaksimalkan sumber daya yang ada untuk pencegahan dan penanganan Covid-19


“Terakhir, dalam rangka mencegah penyebaran dan penanggulangan COVID 19 di Kabupaten Inhil diminta juga kepatuhan masyarakat untuk selalu mematuhi imbauan dari Pemerintah,” tuturya.


Untuk diketahui,  rapat penangan dan penanggulangan serta pengaggaran COVID 19 dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Inhil Dr. H. Ferryandi, ST.MM.MT.


Dihadiri oleh :
1. Dr.H. Ferryandi, ST., MT., MM (Ketua DPRD/Ketua Banggar)
2. Edi Gunawan,SE, M.Si  (Wakil Ketua DPRD/Wakil Ketua Banggar)
3. Dr. H. MARIYANTO, SE, MH (Wakil Ketua DPRD/Wakil Ketua Banggar)
4. ANDI RUSLI (Wakil Ketua DPRD/Wakil Ketua Banggar)
5. Anggota Badan Anggaran dan Komisi I,II,III dan IV serta Ketua Fraksi DPRD.


Undangan yang hadir :
1. Bupati Indragiri Hilir
2. Wakil Bupati Indragiri Hilir
3. Dandim 0314 Indragiri Hilir
4. Kapolres Indragiri Hilir
5. Kajari Indragiri Hilir
6. Ketua Pengadilan Negeri
7. Sekretaris Daerah Indragiri Hilir
8. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda
9. Asisten Perekonomian dan Pembanguan Setda
10. Asisten Administrasi Umum
11. BKAD
12. BAPPEDA
13. DPKP
14. Dinas Kesehatan
15. Direktur RSUD Puri Husada
16. Direktur RSUD Tengku Sulung
17. Direktur RSUD Raja Musa
18. Dinas Pendidikan
19. Dinas Sosial
20. DPMD


Editor Arbain




Heboh Ada Korban Meningal Dunia di Sumbar Diduga Covid-19, Baru Dari Tembilahan

ARBindonesia.com, TEMBILAHAN – Penanganan sesuai standar prosedur tetap COVID-19 terhadap warga Nagari (Desa Adat) Koto Baru Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat (Sumbar) yang meningga dunia diduga terjangkiti virus corona bukan hanya hebohkan warga setempat.


Pernyataan korban sebelum meninggal dunia yang disampaikan Juru Bicara Penanganan COVID-19 Dharmasraya Rahmadian yang dikabarkan miliki riwayat perjalanan dari kota Tembilahan, Riau juga bikin gempar warga di Ibukota Kabupaten Inhil.


Lantas seperti apa tanggapan Bupati Inhi HM Wardan?


Melalui juru bicara gugus tugas penanganan covid-19 Inhil, Kepada Media Trio Beni Putra  memastikan bahwa hingga hari ini di Kabupaten Indragiri Hilir belum ditemukan adanya satupun kasus terkomfirmasi positif covid-19, Minggu (5/4/2020).


Berdasarkan data terakhir, Sabtu 4 April 2020 pukul 21.00 Wib, diseluruh Inhil terdata sebanyak 3265 orang dalam kaitan covid-19.


Dari total jumlah itu, 3260 orang berstatus ODP dimana sebanyak 181 orang diantaranya masih dalam pemantauan, 332 orang selesai 14 hari masa pemantauan dan 2747 orang berstatus OTG.


Untuk kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) disampaikannya berjumlah 5 orang, dimana hasil uji lab terhadap 4 PDP menunjukkan hasil negatif covid-19 dan sudah diperbolehkan pulang.


“Jadi sampai sabtu malam, hanya ada 1 orang PDP yang masih menjalani perawatan di RSUD Puri Husada,. Sampai hari ini belum ditemukan kasus positif,” Ditegaskan Trio


Pengungkapan riwayat perjalanan korban oleh Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Dharmasraya menurut Trio merupakan tracing contact yang dimaksudkan untuk menelusuri kemungkinan korban terjangkiti jika memang nantinya hasil uji laboratorium menunjukkan positif.


“Intinya sampai hari ini korban baru diduga terjangkiti virus corona, belum positif. Jikapun nantinya hasil uji lab menunjukkan hasil positif, tentu harus diupayakan semaksimal mungkin untuk memastikan sumber kontak. Dari Tembilahan menuju Sumbar tentu harus melewati beberapa daerah lainnya, jadi tidak mesti terjangkitinya di Kota Tembilahan,” lagi di tambahkan Trio


Trio menilai apa yang disampaikan Rahmadian bukan sesuatu hal yang salah tetapi merupakan  sikap kehati-hatian untuk memastikan simpul pemutusan sebaran jika nantinya pasien memang benar positif covid-19.


Trio juga mengimbau kepada masyarakat Inhil untuk tetap tenang. Sikapi kondisi saat ini dengan bijak tanpa rasa was-was yang berlebihan dan cendrung mengarah kesikap panik.


“Patuhi arahan Presiden dalam kaitan menjaga jarak serta selalu mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir, dan tetap dirumah, karena yakinlah bahwa tempat yang paling aman adalah rumah kita.” Akhirinya. (Gugus Tugas Covid-19 Inhil)


Editor Arbain




Youth Support from Various Countries: We Can Fight Corona Virus

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Youth representatives from various countries provide support for all citizens in the world who are facing an epidemic infectious corona virus (Covid-19).


The support was made in the form of appeals to all citizens through a video.


“I along with friends from various countries are making videos as a form of support and appeals for citizens around them to stay at home and maintain health,” said Fauzan Aziz Maulana, Youth from Indragiri Hilir (Inhil) Regency, Riau Province-Indonesia.


Photo: Fauzan Aziz Maulana, Youth from Indragiri Hilir Regency (Inhil), Riau Province-Indonesia.


Furthermore, the energetic young man who is currently completing his Masters Study in China ‘Bamboo Curtain Country’, friends who participated in this video from various countries in the world ranging from Indonesia, South Korea, England, Ukraine, Russia, Iran, Azerbaijan, Congo, Cameroon, Yemen, Central Africa Republic and China.


“Hopefully this video we made can be useful for us all,” said Fauzan who is also active in the Overseas Indonesia Student’ Association Alliance (OISAA).


Finally he said, we also thank the doctors, nurses and other medical teams who are at the forefront in handling the Covid-19 outbreak.


“We Can Fight Corona Virus, “said Fauzan to arbindonesia.com. (arb)


Youth Support Videos from Various Countries


Klik disini untuk menggunakan Bahasa Indonesia


Editor Arbain




Dukungan Pemuda dari Berbagai Negara : We Can Fight Corona Virus

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Perwakilan pemuda dari berbagai negara memberikan dukungan untuk seluruh warga negara di dunia yang tengah menghadapi wabah menular virus corona (Covid-19).


Dukungan itu dibuat dalam bentuk himbauan untuk seluruh warga negara melalui sebuah video.


“Saya bersama teman teman dari berbagai negara membuat video sebagai bentuk dukungan dan himbauan untuk warga negara sekitar supaya tetap berada di rumah dan tetap menjaga kesehatan,” kata Fauzan Aziz Maulana, Pemuda asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau-Indonesia.


Foto : Fauzan Aziz Maulana, Pemuda asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau-Indonesia.


Lanjut pemuda energik yang saat ini tengah menyelesaikan Study Magister S2 di ‘Negeri Tirai Bambu’ Tiongkok,  temen-temen yang ikut dalam video ini dari berbagai negara didunia mulai dari Indonesia, Korea selatan, Inggris, ukraina, russia, Iran, Azerbaijan, kongo, kamerun, yaman, central africa republik dan china.


“Semoga video yang kami buat ini bisa bermanfaat untuk kita semua,” kata Fauzan yang juga aktif di Organisasi PPI Dunia di Komisi Kepemudaan.


Terakhir dikatakannya, kami juga mengucapakankan terimakasih kepada dokter, perawat dan tim medis lainnya yang menjadi garda terdepan dalam penanganan wabah Covid-19 ini.


” We Can Fight Corona Virus (Kita Bisa Melawan Virus Corona),” tegas Fauzan kepada arbindonesia.com. (arb)


Video Dukungan Pemuda dari Berbagai Negara


Editor Arbain




5 Fakta Masker Kain, Penangkal Corona yang Dulu Sempat Dicibir

Foto : Facebook @hotijah


ARBindonesia.com – Masker kain sempat dicibir karena tidak sesuai standar. Namun di tengah kelangkaan masker bedah dan makin mengganasnya pandemi virus corona COVID-19, pandangan terhadap masker kain mulai melunak.

Ahli paru dari RSUP Persahabatan, dr Erlina Burhan, SpP, mengatakan masker kain bisa digunakan sebagai proteksi saat berada di tempat umum. Dibanding masker bedah, efek perlindungannya memang lebih rendah, namun tetap lebih baik daripada tidak ada perlindungan sama sekali.

Meski boleh dipakai, ada sejumlah catatan agar efek perlindungan masker kain lebih maksimal.







1. Bisa dipakai ulang
Satu-satunya kelebihan masker kain dibanding masker bedah adalah bisa dipakai ulang. Tentunya harus sering-sering dibersihkan dengan cara dicuci pakai detergen.

Ingat ya, hanya masker kain yang bisa dipakai ulang setelah dicuci pakai sabun. Masker bedah tetap hanya untuk sekali pakai.

2. Masih bisa ditembus aerosol
Saat memakai masker kain, dr Erlina menganjurkan untuk tetap saling menjaga jarak aman 1-2 meter dengan orang lain di sekitarnya. Meksi bisa menangkal hingga 70 persen partikel, masker kain tetap bisa ditembus oleh aerosol.

“Efektivitas filtrasinya pada partikel dengan ukuran 3 mikron bisa 10-60 persen tersaring atau dicegah. Tentu saja karena masker kain tetap ada kebocoran dan keuntungannya masker ini dapat dipakai berulang tapi perlu dicuci,” jelas dr Erlina.

3. Mulai dilirik WHO
Organisasi kesehatan dunia WHO terhadap penggunaan masker tengah meninjauh ulang guideline pemakaian masker di tengah pandemi COVID-19. Selain mempertimbangkan soak pemakaian masker sebagai upaya pencegahan, juga soal pemakaian masker kain.

“Kami bisa melihat situasi pemakaian masker, yang dibuat sendiri di rumah atau masker kain, di tingkat komunitas dapat membantu respons keseluruhan terkait penyakit ini,” jelas salah seorang direktur eksekutif WHO, Dr Michael Ryan.







4. Bahan kain lap lebih efektif
Masker kain dikarakan tidak standar karena bahan yang digunakan memang berbeda-beda. Dari sekian banyak bahan untuk membuat masker kain, kain lap dinilai lebih efektif menyaring partikel.

5. Minimal 3 lapis
Penggunaan masker kain sebagai pilihan alternatif juga disarankan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Salah satu catatan untuk jenis masker ini adalah jumlah lapisannya harus minimal tiga.

“Masker ini dapat terbuat dari kain minimal tiga lapis yang dapat digunakan oleh masyarakat, dan apabila mulai basah bisa diganti,” kata Ketua Tim Pakar Gugus Tugas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito.


loading…




Editor Arb


Sumber detik.com




17 Dokter dan 5 Dokter Gigi Meninggal Selama Pandemi Corona, Ini Daftarnya

Para pejuang di garis depan perawatan pasien virus corona COVID-19 kadang harus mempertaruhkan nyawa (Foto: Getty Images/iStockphoto/bankrx)







ARBindonesia.com, JAKARTA – Selama pandemi virus corona COVID-19, para petugas kesehatan berada di garis depan memberikan perawatan pada pasien. Sebagian dari mereka sampai harus mempertaruhkan nyawa.


Mereka yang berinteraksi langsung dengan pasien berasal dari beragam profesi, mulai dari dokter, perawat, sampai petugas kebersihan. Kurangnya Alat Pelindung Diri (APD) banyak disorot karena menempatkan para pejuang di garis depan ini dalam risiko tinggi untuk tertular.


Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) mencatat sedikitnya 5 anggotanya gugur selama pandemi virus corona COVID-19.
“Ada yang sudah keluar hasilnya, ada yang belum. Tapi posisinya masih PDP,” kata Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Jakarta Pusat, drg Ahmad Syaukani.


Kelima dokter gigi anggota PDGI yang meninggal adalah sebagai berikut:
1.drg Umi Susana Widjaja, SpPM
2.drg Yuniarto Budi Santoso, MKM
3.drg Amutabia P Artsianti, SpOrt
4.drg Roselani Widajati Orang, SpProst
5.drg Gunawan Oentaryo, MKes







Sebelumnya, tercatat 17 dokter anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meninggal dunia. Sebagian dinyatakan positif terinfeksi COVID-19, sebagian lagi berstatus PDP. Mereka adalah:


1.Prof. Dr. dr. Iwan Dwi Prahasto (Guru Besar Farmakologi FK UGM)
2.Prof. Dr. dr. Bambang Sutrisna (Guru Besar FKM UI)
3.dr. Bartholomeus Bayu Satrio (IDI Jakarta Barat)
4.dr. Exsenveny Lalopua, M.Kes (Dinkes Kota Bandung)
5.dr. Hadio Ali K, Sp.S (Perdossi DKI Jakarta, IDI Jaksel)
6.dr. Djoko Judodjoko, Sp.B (IDI Bogor)
7.dr. Adi Mirsa Putra, Sp.THT-KL (IDI Bekasi)
8.dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ (RSJ dr. Soeharto Herdjan, IDI Jaktim)
9.dr. Ucok Martin Sp. P (Dosen FK USU, IDI Medan)
10.dr. Efrizal Syamsudin, MM (RSUD Prabumulih, Sumatera Selatan, IDI Cabang Prabumulih)
11.dr. Ratih Purwarini, MSi (IDI Jakarta Timur)
Laksma (Purn) dr. Jeanne PMR Winaktu, SpBS di RSAL Mintohardjo. (IDI Jakpus)
12.Prof. Dr. dr. Nasrin Kodim, MPH (Guru besar Epidemiologi FKM UI)
dr. Bernadetta Tuwsnakotta Sp THT – Meninggal di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo (IDI Makassar)
13.Dr. dr. Lukman Shebubakar SpOT (K) – Meninggal di RS Persahabatan (IDI Jaksel)
14.dr Ketty di RS Medistra (IDI Tangsel)
15.dr. Heru S. – Meninggal di RSPP (FK UNDIP).


loading…




Sumber detik.com