Sulaiman Kembali Nahkodai PAN Inhil Periode 2020-2025

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sulaiman MZ SE, M.Si kembali mendapat amanah sebagai ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) periode 2020-2025.


Bertempat di rumah PAN Inhil Jalan Subrantas Kecamatan Tembilahan, Musyawarah Daerah (Musda) V digelar secara virtual se-Provinsi Riau dan dibuka langsung oleh Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, Selasa (16/2/2021).


Meskipun Musda digelar secara virtual, akan tetapi kader DPD PAN Inhil yang mengikuti kegiatan tersebut tetap mengkedepankan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19.


Dikatakan Sulaiman MZ SE, M.Si, terpilihnya kembali sebagai ketua merupakan amanah dari kader DPD PAN Inhil, disamping itu juga merupakan sinergitas yang terbangun dengan Ketua Umum DPP dan DPW PAN.


“Alhamdulillah, atas kepercayaan diberikan kepada saya untuk kembali memimpin DPD PAN Inhil, Insya Allah saya akan menjalankan amanah ini dengan sebaik mungkin,” kata Sulaiman yang saat ini merupakan anggota DPRD Provinsi Riau.


Selain itu, ia juga menyampaikan dalam waktu dekat ini akan segera menyusun struktur kepengurusan DPD PAN Inhil kedepan.


Dengan kebersamaan serta niat yang baik untuk membesarkan partai, kita akan bertekad merebut kemenangan saat menghadapi Pileg dan Pilkada mendatang di Kabupaten Inhil.


“Berama dengan masyarakat dalam membangun Negeri, DPD PAN Inhil akan menyiapkan kepengurusan partai hingga tingkat desa, agar semakin solid,” tutupnya.


Arbain




Dalam Setahun Orang Miskin di Riau Bertambah 7 Ribu Jiwa

Foto ilustrasi


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah dan persentase penduduk miskin di Provinsi Riau pada periode September 2019 – September 2020 mengalami kenaikan.


Dilansir dari cakaplah.com, Kepala BPS Riau Misfaruddin mengatakan jumlah penduduk miskin di Provinsi Riau pada September 2020 mencapai 491,22 ribu orang. Dibandingkan September 2019, jumlah penduduk miskin naik 7,30 ribu orang. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Maret 2020, jumlah penduduk miskin naik 7,83 ribu orang.


“Persentase penduduk miskin pada September 2020 tercatat sebesar 7,04 persen, naik 0,14 persen poin terhadap September 2019 dan naik 0,22 persen poin terhadap Maret 2020,” ujar Misfaruddin, Selasa (16/2/2021).


Dikatakan Misfaruddin, berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode September 2019 – September 2020, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebesar 8,6 ribu orang, sedangkan di daerah perdesaan turun sebesar 1,3 ribu orang.


“Secara persentase, kemiskinan di perkotaan naik dari 6,00 persen menjadi 6,39 persen. Sementara itu, persentase kemiskinan di perdesaan turun dari 7,51 persen menjadi 7,47 persen,” cakapnya.


Lanjut Misfaruddin, ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Riau selama periode September 2019 – September 2020. Yang pertama adalah ekonomi Riau triwulan III-2020 terhadap triwulan III-2019 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,74 persen (y-on-y). Angka ini jauh menurun dibanding capaian triwulan III-2019 yang tumbuh sebesar 2,77 persen (y-on-y).


“Yang kedua pengeluaran konsumsi rumah tangga pada triwulan III 2020 terkontraksi sebesar 2,32 persen (y-on-y), menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang tumbuh sebesar 2,12 persen. Yang ketiga selama periode September 2019 – September 2020, angka inflasi umum tercatat sebesar 1,14 persen,” imbuhya.


Selanjutnya yang keempat adalah pada periode September 2019 – September 2020, di Riau harga eceran beberapa komoditas pokok mengalami kenaikan antara lain bawang merah, minyak goreng, rokok dan tembakau, gula pasir, daging ayam ras. Namun demikian, terdapat pula beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain cabai rawit, cabai merah, bawang putih, ayam hidup dan garam.


“Faktor kelima pada Agustus 2020, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Riau sebesar 6,32 persen. Terjadi kenaikan sebesar 0,56 persen poin dibandingkan Agustus 2019 yang sebesar 5,76 persen,” ucapnya.


Faktor selanjutnya adalah sebanyak 520,92 ribu orang (10,53 persen dari penduduk usia kerja) terdampak Covid-19 pada Agustus 2020, dengan rincian 35,40 ribu penduduk menjadi Pengangguran, 10,60 ribu penduduk menjadi Bukan Angkatan Kerja, 28,61 ribu penduduk Sementara Tidak Bekerja, dan 446,31 ribu penduduk Bekerja dengan Pengurangan Jam Kerja (Shorter Hours).


“Untuk bantuan Sosial Pemerintah baik Pemerintah Pusat maupun Daerah di masa pandemi memang sangat membantu penduduk, terutama penduduk pada lapisan bawah. Upaya pemerintah ini sangat membantu dalam menekan kenaikan angka kemiskinan sebagai dampak pandemi,” tutupnya.


Sumber cakaplah.com, Editor arb




Ragam Keunikan dan Keindahan Destinasi Wisata Terumbu Mabloe di Inhil

Foto : Destinasi Wisata Terumbu Mabloe di Desa Sungai Bela

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Tanpa terasa, satu jam telah berlalu. Raut wajah berseri pun tampak menghiasi rombongan wartawan sang ‘ratu dunia’ asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Kebahagiaan setelah puas menyaksikan keindahan alam dan menikmati asiknya ‘berselancar’ diatas lumpur yaitu menongkah (salah satu kebudayaan suku laut dalam mencari kerang), akan menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Waktu pula lah yang ‘memaksa’ mereka harus kembali melanjutkan perjalanan pulang menuju Ibukota Tembilahan, tanda agenda wisata jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2021 di salah satu destinasi wisata pantai yang terbentuk secara alami telah berakhir.

Destinasi Wisata Terumbu Mabloe

Pantai itu dinamakan Terumbu Mabloe, ia terletak pada bibir sungai, tepatnya pada gerbang pertemuan antara Laut dan sungai Indragiri di Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau.

Banyak ragam keunikan dan keindahan yang mampu memanjakan Panca Indra bagi setiap pengunjung pantai tersebut.

Diantaranya terdapat hamparan pasir yang terbentuk secara alami melalui pelapukan berbagai jenis kulit-kulit satwa laut.

Selain itu, pantai Terumbu Mabloe juga dikelilingi dengan keindahan hutan-hutan Mangrove yang masih terjaga kelestariannya.

Hal tersebut tentunya membuat udara dilokasi pantai terasa sangat segar, terlebih lagi dengan sejuknya hembusan angin laut yang terdengar merdu.

Walaupun pantai Terumbu Mabloe hanya bisa dinikmati keberadaannya ketika air sungai surut, akan tetapi lokasi kawasan Terumbu Mabloe merupakan tempat persinggahan burung migran di dunia.

“Ketika di Kutup Utara atau di Kutup Selatan musim salju, burung migran akan bermain di area ini (Terumbu Mabloe),” kata H Juanaidi, Kepala Disparporabud Kabupaten Inhil, Selasa (9/2/2021).

“Beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli, untuk kawasan Mabloe dan sekitarnya yang lebih dikenal dengan nama Tanjung Bakung, itu merupakan persinggahan burung-burung migran di dunia,” tambahnya.

Pengunjung Terumbu Mabloe saat berselancar menggunakan alat yang disebut tongkah

Selain dari keindahan dan keunikan di Lokasi Terumbu Mabloe, setiap pengunjung juga bisa menikmati sensasi berselancar di atas lumpur dengan menggunakan papan selancar atau papan datar yang didesain dengan ukuran panjang sekitar 2 meter, alat itu diberi nama Tongkah.

Jenis wahana permainan menongkah yang telah menjadi Ikon Budaya Daerah Kabupaten Indragiri Hilir ini tergolong unik, sebab jarang ditemukan di tempat-tempat wisata baik Nasional maupun Internasional.

“Baru pertama saya coba menongkah, unik dan asik berselancar di atas lumpur,” kata Bian HK salah satu pengunjung wisata Terumbu Mabloe,” Selasa (9/2/2021).

Untuk diketahui, menongkah merupakan tradisi turun-menurun yang dimiliki oleh masyarakat Suku Duanu saat mencari kekayaan alam seperti Kerang, Kupang, Sinteng, Kepiting dan lainnya.

“Tongkang adalah alatnya, menongkah adalah aktivitasnya. Tongkah ini merupakan inspirasi perdana kapal perikanan pertama di dunia,” ujar tokoh masyarakat Suku Duanu, Sarfan, Selasa (9/2/2021).

Sedangkan untuk perjalanan menuju wisata Terumbu Mabloe di Desa Sungai Bela ini, hanya membutuhkan waktu perjalanan dari Ibu Kota Kabupaten Indragiri Hilir (Tembilahan) sekitar 40 menit dengan menggunakan transportasi air (Speed Boat) dengan budget sekitar Rp100 ribu.

“Dengan keindahan dan keunikan yang ada, saya menilai destinasi wisata Terumbu Mabloe ini kedepannya mampu bersaing dengan objek-objek wisata lainnya di luar sana,” tutur Hasanuddin, anggota DPRD Inhil yang juga merupakan tokoh masyarakat Suku Duanu dan Inisiator pantai Terumbu Mabloe, Selasa (9/2/2021).

Penulis: Arbain




Kekayaan Laut di Desa Sungai Bela Semakin Tergerus

Perahu nelayan yang masih menggunakan alat tradisional untuk menangkap ikan, foto arbindonesia.com


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Nelayan di Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang masih menggunakan alat tradisional untuk mencari hasil kekayaan laut semakin tergerus.


Menurut informasi yang dihimpun arbindonesia.com, berkurangnya hasil tangkapan para nelayan tradisional saat ini dikarenakan semakin banyaknya para penangkap ikan baik yang menggunakan alat modern, semi modern maupun tradisional.


Screenshot_2021_0214_015310
Rusni, Warga Desa Sungai Bela,


Seperti yang dikatakan salah seorang warga Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Rusni (50) mengungkapkan kesulitannya saat ini untuk mendapatkan hasil laut.


Menurutnya, hal itu dikarenakan banyak penangkap ikan saat ini dengan berbagai jenis dan model alat penangkap ikan, sehingga populasi ikan yang ada di laut semakin berkurang.


“Dulu penangkap ikan tidak banyak, kalau sekarang ini macam-macam penangkap,” kata Rusni, Selasa (9/2/2021).


“Ini anak saya tadi turun, cuma dapat 2 kilo,” tambahnya.


“Kalau sekarang ini payahlah kalau mau dapat ikan lebih. Kalau dulu ikan timbul di laut, sekali turun bisa dapat bepikul-pikul (ratusan kilo). Sekarang kalau kita bentang jaring satu haripun kalau bisa dapat puluhan kilo sudah hebat,” sahut Salim suami dari Rusni.


Feri, Nelayan Tradisional saat diwawancarai awak media


Hal senada juga diungkapkan nelayan lainnya, Feri mengakui saat ini memang sangat banyak penangkap ikan dengan berbagai model alat tangkap, sihingga membuat populasi ikan semakin hari – semakin berkurang.


Tentunya kata Feri, dengan kondisi seperti ini sangat berdampak pada perekonomian warga desa yang notabenenya adalah nelayan.


“Penghasilan tidak menentu, terkadang bisa tekor, bahkan bisa tidak dapat sama sekali.
Ikan yang dijual sama Tokeh tidak cukup untuk membayar uang pinjaman ‘dimuka ‘ waktu mau turun melaut,” imbuhnya Ayah beranak 5 kepada arbindonesia.com, Selasa (9/2/2021).


Lanjutnya, dalam mengangkat perekonomian disamping bekerja sebagai nelayan, masyarakat yang terdiri dari berbagai suku di Desa Sungai Bela juga membuat kerajinan tangan.


“Seperti membuat atap daun, lidi pokok nipah, dan pucuk nipah muda yang dikeringkan,” tutup Feri.


Untuk diketahui, menurut hasil studi yang telah diterbitkan di Jurnal Science pada 1 Maret 2019. Bahwa jumlah ikan di lautan dunia telah berkurang 4,1 persen dalam rentang tahun 1993 sampai 2010.


“Penurunan 4 persen itu terdengar kecil, tetapi itu sebesar 1,4 juta metrik ton ikan dari tahun 1930 hingga 2010,” kata Chris Free, penulis utama studi ini, sebagaimana dilansir The New York Times.


Penulis Arbain




Panitia Pemilihan Anggota BPD Desa Panglima Raja Gelar Rapat Pencabutan Nomor Undi

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Panitia Pelaksana (Panpel) pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Panglima Raja, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar rapat pencabutan undi nomor urut bagi calon anggota BPD, Minggu (14/2/2021).


Calon dan tamu undangan saat menghadiri rapat pencabutan nomor bagi calon anggota BPD di kantor Desa Panglima Raja.


Sebelum melaksanakan pengundian numor urut, dalam rapat tersebut, Ketua Panitia, Rahman, S.Pd.I terlebih dahulu menyampaikan beberapa aturan khusus yang harus dipatuhi oleh calon anggota BPD.


“Dari beberapa aturan yang berlaku, diantara bagi calon anggota BPD tidak pernah terkena masalah Hukum,” tuturnya.


Adapun hasil pengundian no urut calon anggota BPD di Desa Panglima Raja periode 2021-2027 diantara:


Pencabutan nomor undi wilayah Dusun 1 Desa Panglima Raja


Dusun 1 :


  1. Bambang Irawan
  2. Riki Agus Rianto
  3. Andi Putra
  4. Khalidi
  5. Jondri


IMG-20210215-WA0002-1
Pencabutan nomor urut untuk wilayah Dusun 2 di Desa Panglima Raja


Dusun 2


  1. Ruslaini
  2. Wawan Parayuda
  3. M. Rizki Saputra
  4. Zalwi
  5. Dandi Mardani


IMG-20210215-WA0003


Dusun 3


  1. Riandi
  2. Mhd. Azizi
  3. Aprianto


Keterwakilan Perempuan
1.Masyitah


2. Nelliyani


3. Yunita Liza


(Adv/arb)




Calon BPD Desa Sungai Berapit Cabut Nomor Urut

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Minggu, 14 Februari 2021 setelah di umumkannya nama-nama calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) oleh panitia, kini pada Minggu sore digelar pencabutan undi nomor urut calon BPD Desa Sungai Berapit, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).


Panitia Pelaksana pemilihan anggota BPD Desa Sungai Berapit saat menggelar rapat pengundian nomor urut.


Selain itu, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan shering antara panitia pelaksana pemilihan anggota BPD dan calon BPD terkait tata tertib kampaye calon BPD.


Shering antara panitia pelaksana pemilihan anggota BPD dan calon BPD terkait tata tertib kampaye calon BPD.


Adapun hasil pengundian no urut calon anggota BPD periode 2021-2027 diantara:


Dusun 1 :


  1. Badillah
  2. Hendri Hunter
  3. Ardi Rozaldi Basyar
  4. Baharuddin


Dusun 2 :


  1. Kaharuddin
  2. Agus Supri


Dusun 3 :


  1. Darman
  2. Acok Sandira
  3. Muhammad Ali
  4. Musmuliadi


Keterwakilan organisasi wanita :


  1. Dahlia
  2. Mesisa Sari Afnita


Calon Anggota BPD Desa Sungai Berapit bersama Masyarakat saat menghadiri Rapat Pencabutan Nomor urut.


Rapat pencabutan nomor undi digelar di aula kantor Desa Sungai Berapit.


Tamu undangan dan calon anggota BPD saat mengisi daftar hadir pada pelaksanaan rapat pencabutan nomor undi.


Calon anggota BPD Desa Sungai Berapit foto bersama usai pencabutan nomor undi


(Adv/arb)