Begini Alur Peminjaman Eskavator Pemprov Riau Bagi Warga yang Ingin Membuka Lahan

ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Saat ini Pemprov Riau sudah menyiapkan sebanyak 12 unit alat berat jenis eskavator untuk warga yang ingin membuka lahan.

Alat berat ini disiapkan supaya petani tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar.

Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edi Natar Nasution, untuk meminjam alat berat yang sudah disiapkan oleh Pemprov Riau tersebut, bisa dilakukan melalui kelompok tani. Tujuannya agar lebih mudah koordinasi dan pengawasannya.

“Biar lebih mudah mengatur dan mengendalikannya,” kata Wagubri saat meninjau alat berat jenis eskavator di gudang UPT Dinas PUPR, Jalan Parit Indah, Kamis (18/3/2021).

Lalu bagaimana caranya peminjaman alat tersebut jika kelompok tani sudah terbentuk. Wagubri mengungkapkan, bagi kelompok tani yang ingin meminjam alat berat tersebut bisa membuat proposal dan mengajukannya ke dinas pertanian provinsi Riau.

“Jadi kalau nanti ada kelompok tani yang membutuhkan alat berat untuk membuka lahan, silahkan ajukan ke dinas pertanian, nanti akan dievaluasi, layak atau tidak untuk dibantu proposal yang sudah diajukan tersebut,” ujanrnya.

Jika berdasarkan hasil evaluasi terhadap usulan proposal tersebut dinyatakan layak untuk dibantu, proses selanjutnya akan diteruskan ke Dinas PUPR.

“Nanti dinas PUPR akan mengeluarkan rekomendasi ke UPT yang ditempat kelompok tadi ini untuk peminjaman alat berat itu,” katanya. (MCR/SA)

Sumber: Media Center Riau




Kodim Inhil Evakuasi Warga Jalan Pelajar yang Rumahnya Rusak Akibat Angin Ribut

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pasca hujan lebat yang mengguyur kota Tembilahan disertai angin ribut yang banyak menumbangkan pohon hingga menerbangkan atap rumah warga, menyisakan sebagian cerita yang cukup menyedihkan.

Seperti rumah milik Amin (40) yang berlokasi di Jalan Pelajar, RT 1 kelurahan Pekan Arba, Tembilahan.

Rumah yang tampak berdiri kurang kokoh dan lapuk itu sebagian tersapu angin ribut pada saat hujan deras pada Jumat (19/03/2021) siang sekira pukul 15:00 WIB.

Mendapat laporan akan kejadian tersebut, dengan sigap Kodim 0314/Inhil bersama Koramil 01/Tembilahan langsung bergerak membantu melakukan evakuasi keluarga bapak Amin dan barang-barang yang menjadi korban bencana angin kencang.

Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal melalui Pasi Ops Kodim 0314/Inhil Kapten Inf Tarmizi yang juga sebagai Pjs Danramil 01/Tembilahan mengungkapkan, para personil Kodim 0314/Inhil dan Koramil 01/Tembilahan semula akan melakukan perbaikan terhadap rumah tersebut, akan tetapi dikarenakan adanya permasalahan kepemilikan tanah yang diketahui bukan milik bapak Amin, maka perbaikan rumah ditunda namun akan dibangunkan rumah di lokasi lain.

“Pada awalnya kita turun langsung untuk melakukan evakuasi dan perbaikan rumah yang tertimpa musibah ini. Namun, dikarenakan ada permasalahan kepemilikan tanah, maka Kodim 0314/Inhil berinisiatif untuk membangunkan rumah untuk keluarga bapak Amin di lokasi Parit 7 Tembilahan agar tidak menjadi masalah kedepannya,” ungkap Pasi Ops kepada wartawan saat melakukan survei di lokasi kejadian, Jumat (19/03/2021) malam.

Direncanakan besok hari akan mulai dilakukan pembangunan rumah layak huni untuk keluarga bapak Amin oleh Personil Kodim 0314/Inhil bersama Koramil 01/Tembilahan sebagai upaya meringankan beban masyarakat di wilayah binaan.

“TNI dalam hal ini merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemanunggalan tersebut yaitu dengan membantu apa yang menjadi kesulitan masyarakat di sekelilingnya,” sebut Kapten Inf Tarmizi.

Untuk sementara, keluarga bapak Amin diungsikan di salah satu penginapan di Tembilahan sampai rumah yang dibangunkan selesai dan seluruh pembiayaan ditanggung Kodim 0314/Inhil.

Sementara itu, Ketua RT Setempat bapak Sarimansyah menyampaikan apresiasi terhadap personil Kodim 0314/Inhil terkhusus kepada Dandim 0314/Inhil yang dalam hal ini diwakili Kapten Inf Tarmizi yang selalu tanggap dan sigap dalam membantu warganya yang membutuhkan pertolongan.

“Kita berharap yang terbaiklah untuk warga kita,” tuturnya. (Jun/MLC)

Editor Arb




Hasil Penindakan, Bea Cukai Hibahkan 17,5 Ton Bawang Merah

ARBIndonesia.com, ACEH – Bea Cukai Lhokseumawe menghibahkan 17,5 ton bawang merah hasil penindakan kepada Pemerintah Daerah Aceh Utara dan beberapa Daerah di Aceh Besar, Jum’at (19/3/2021).

Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, Mochammad Munif mengungkapkan bahwa bawang merah yang dihibahkan tersebut merupakan hasil penindakan yang dilakukan
bersama Ditpolairud Polda Aceh, Bea Cukai Wilayah Aceh, dan Denpom IM/1 Lhokseumawe, pada 8 Maret 2021.

“Tim gabungan menemukan bawang merah ilegal di dalam kapal KM Fortuner GT.45 Nomor 385/QQM yang ditinggalkan ABK nya di TPI Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara,” ungkap Mochammad Munif melalui siaran pers yang dilansir dari beacukai.go.id.

Lanjutnya, tim juga menemukan 2 unit truck colt diesel dan 1 unit mobil pick up bermuatan bawang merah ilegal yang terparkir tidak jauh dari lokasi TPI tersebut dengan kondisi sudah ditinggalkan oleh pemiliknya.

Bawang merah ilegal tersebut diduga hasil bongkaran dari kapal KM Fortuner GT.45 Nomor 385/QQM tersebut.

“Atas temuan itu, telah dilakukan pencegahan sebanyak kurang lebih 17,5 ton bawang merah dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp 525.600.000 dengan potensi kerugian negara diperkirakan sebesar Rp 215.496.000,” papar Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, Mochammad Munif.

Terakhir ia mengatakan bahwa keberhasilan penggagalan upaya penyelundupan bawang merah ilegal ini merupakan wujud sinergi antara Bea Cukai, TNI dan Polri, serta peran aktif masyarakat.

Mochammad Munif juga berhapkan dengan hibah bawang merah ini, Bea Cukai dapat membantu meringankan ekonomi masyarakat yang membutuhkan di tengah pandemi covid-19 ini.

“Diharapkan pelaku usaha maupun masyarakat tidak melakukan tindakan penyelundupan dan/atau membeli barang hasil penyelundupan sebagai bentuk partisipasi warga negara untuk berupaya melindungi masyarakat, industri dan perdagangan dalam negeri serta mendongkrak penerimaan negara dari sektor bea masuk dan pajak,” tutup Munif.

Editor Arbain




Angin Kencang dan Hujan Lebat, Satu Rumah di Jalan Pelajar Rusak Berat

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Akibat angin kencang dan hujan lebat, satu unit rumah warga di Jalan Pelajar, Kelurahan Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengalami rusak berat.

“Habis atap rumah semuanya. Kejadian sekitar pukul Dua Setengah (14.30) Wib,” kata Amin, pemilik rumah saat dijumpai awak media.

Dari pantauan langsung dilokasi, Amin terlihat sibuk memasang atap rumah pada bagian kamar agar bisa berteduh menjelang besok.

“Tidur disini, ni lagi masang atap kamar biar tak kehujanan kalau hujan malam ini,” katanya saat ditanyai akan tidur dimana malam ini dengan kondisi rumah yang mengalami rusak berat.

Arbain




Jago Merah Lahap Warung Canai di Jalan Sederhana

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Baru saja satu unit rumah di Jalan Sederhana, Tembilahan Hulu habis dilahap sijago merah, Kamis (18/3/2021) malam.

Diketahui, rumah yang terbakar tersebut merupakan warung yang menjual makan (Canai)

Dari keterangan warga setempat, peristiwa kebakaran yang menghanguskan warung canai tersebut terjadi sekitar 20.10 Wib.

“Warung Aan Canai, saat tiba dilokasi api sudah membesar,” kata seorang warga tempatan kepada arbindonesia.com.

Dari pantauan dilokasi, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.45 Wib.

Beruntung saat itu petugas beserta 3 unit pemadam kebakaran lekas melakukan tindakan sehingga api tidak sampai menjalar kebangunan yang berada didekatnya.

Hingga berita ini disiarkan, belum diketahui penyebab kebakaran yang menghanguskan bangunan bertingkat dua tersebut, begitu juga dengan kerugian materiil yang ditimbulkan akibat peristiwa itu.

Arbain




Menteri Keuangan Resmikan Peluncuran Batam Logistics Ecosystem

ARBIndonesiamcom, BATAM – Menteri Keuangan bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi meresmikan peluncuran Batam Logistics Ecosystem (BLE), Kamis (18/3/2021) di Gedung Balairungsari, BP Batam.

Peresmian tersebut juga disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia (Polhukam), Menteri Perdagangan, Gubernur Kepulauan Riau, Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Kepala BP Batam, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, dan Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai.

Dalam acara tersebut, Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengapresiasi semangat kebersamaan untuk menata logistik dan penguatan iklim investasi di Indonesia.

“Seperti arahan Pak Presiden, bahwa untuk menjadi kuat kita harus menanggalkan ego sektoral dan kemudian meningkatkan kolaborasi dan sinergi,” ujar Sri Mulyani, melaui siaran pers Bea Cukai Batam yang diterima arbindonesia.com.

“Terima kasih atas semangat seluruh kementerian dan lembaga yang terlibat dalam National Logistic Ecosystem terkhusus Batam Logistic Ecosystem,” tambah Menteri Keuangan.

Menurut Sri Mulyani bahwa Kepulauan Riau khususnya Kota Batam menjadi salah satu kota di Indonesia yang mengalami penurunan pertumbuhan investasi dan ekspor.

Sejak tahun 2015 pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional.

“Oleh karena itu dibutuhkan kolaborasi program penataan logistik yang tertuang menjadi Batam Logistic Ecosystem hingga penertiban Selat Malaka,” ungkap Sri Mulyani.

Lanjutnya, Batam Logistic Ecosystem merupakan bagian dari National Logistic Ecosystem yang mengintegrasikan komunitas logistik di sektor penerimaan dengan komunitas di sektor persediaan.

Hal ini merupakan salah satu perwujudan upaya peningkatan kolaborasi dan sinergi antar Kementerian dan Lembaga yang tidak hanya berfokus pada integrasi sistem antar pemerintahan, tetapi juga antar pemerintahan dan bisnis, serta antar bisnis.

“Kita dapat melihat bahwa dengan pengimplementasian BLE ini dapat memberikan perubahan dan berperan besar dalam mempercepat proses logistik di Kota Batam. Oleh karena itu untuk mewujudkan hal tersebut perlu partisipasi aktif seluruh entitas terkait logistik,” imbuh Sri Mulyani.

Selain itu, salah satu perubahan yang ditawarkan melalui BLE adalah berkurangnya waktu yang dibutuhkan oleh pengguna jasa dalam layanan Ship to Ship/Floating Storage Unit.

Jika sebelumnya pengguna jasa memerlukan tiga kali proses transaksi untuk mendapatkan persetujuan izin, dengan penerapan BLE, hanya dibutuhkan satu kali proses transaksi.

“Hal ini memangkas waktu layanan yang sebelumnya dapat memakan waktu hingga tiga hari menjadi hanya kurang dari satu hari,” paparnya.

“Diharapkan kita semua bersama sama memastikan implementasi dari program-program ini berjalan dengan baik sehingga kita dapat menyediakan iklim usaha yang lebih baik guna mendorong pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau” tutup Sri Mulyani.

Editor Arbain