Bupati Inhil Salurkan Bantuan pada Korban Bencana Alam di Desa Sanglar

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Bupati Inhil HM. Wardan turun lansung meninjau sekaligus memberikan bantuan kepada korban angin puting beliung yang melanda Desa Sanglar Kecamatan Reteh, pada hari Kamis, 15 April 2021 pada pukul 16:30 Wib.

Akibat bencana tersebut kerugian diperkirakan mencapai kurang lebih Rp. 200.000.000 (dua ratus juta).

Hal tersebut dikatakan Kepala BPBD Yusfik saat dikonfirmasi melalui via WahtsApp. Ia menjelaskan saat ini tim sudah mendatangi lokasi bencana serta melakukan evakuasi.

“Karena angin puting beliung itu juga mengakibatkan tiang listrik PLN 10 batang tumbang, akibatnya lampu disekitar Kecamatan Reteh mati dan sudah dikoordinasikan dengan pihak terkait,” jelas Yusfik.

Disamping itu juga terdapat Korban luka, atas nama; Mardiana (38) dan Darmawati (50) desa Sanglar Kecamatan Reteh serta 1 orang Korban meninggal dunia ialah, Nayla, 4 bulan desa Sanglar Kecamatan Reteh.

Pada kesempatan tersebut, Bupati HM.Wardan menyampaikan agar korban bencana segera dilakukan perawatan.
“Silahkan laporkan korban luka-luka yang akan dirawat di rumah sakit dan akan mendapatkan bantuan pengobatan secara gratis dari Baznas, ” kata Wardan.

Kepada warga yang terkena musibah untuk tabah dan sabar serta yakin dan percaya lah bahwa dibalik musibah ada manfaat kebaikan.

Diharapkan dengan musibah ini kita kembali bangkit, semangat dan meningkat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT apalagi kita saat ini sedang berada dibulan yang suci, penuh hikmah bulan Ramadhan.

Untuk diketahui, adapun nama-nama korban akibat musibah angin puting beliung yang menyebabkan kerusakan rumah dan bangunan tersebut sebagai berikut;

  1. Jamaludin (50) desa Sanglar Kecamatan Reteh;
  2. Salma (45) desa Sanglar Kecamatan Reteh;
  3. Basir (45) desa Sanglar Kecamatan Reteh;
  4. Josep (50) desa Sanglar Kecamatan Reteh;
  5. Bujang Kep (70) desa Sanglar Kecamatan Reteh;
  6. Alwi (48) desa Sanglar Kecamatan Reteh;
  7. Abdurahman (38) desa Sanglar Kecamatan Reteh;
  8. Darmawi (45) desa Sanglar Kecamatan Reteh;
  9. Albar (35) desa Sanglar Kecamatan Reteh;
  10. Marlius (50) desa Sanglar Kecamatan Reteh;
  11. Nikmah (48) desa Sanglar Kecamatan Reteh;
  12. Harmauzi (51) desa Sanglar Kecamatan Reteh;
  13. Wati (32) desa Sanglar Kecamatan Reteh;
  14. Dawing (60) desa Sanglar Kecamatan Reteh;
  15. Siti (54) desa Sanglar Kecamatan Reteh;
  16. Nurbaya (45) desa Sanglar Kecamatan Reteh;
  17. Sulaiman (67) desa Sanglar Kecamatan Reteh;
  18. Kantor desa Sanglar Kecamatan Reteh;
  19. Rumah Babinsa desa Sanglar Kecamatan Reteh;
  20. Kantor Pustu desa Sanglar Kecamatan Reteh; dan
  21. Posyandu desa Sanglar Kecamatan Reteh. (Adv/Diskominfoinhil/arbain)



Kapal Pembawa Ratusan Karpet Ilegal Tujuan Inhil Diamankan Bea Cukai Batam

ARBIndonesia.com, BATAM – Akibat tidak memiliki dokumen kepabeanan, Kapal bermuatan ratusan gulung karpet dengan tujuan Pulau Kijang, Kabupaten Indragiri Hilir-Riau terpaksa diamankan pihak Bea Cukai Batam.

Penangkapan kapal tersebut merupakan sinergi Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam (KPU BC Batam), Kantor Wilayah Khusus Bea Cukai Kepulauan Riau (Kanwilsus BC Kepri), dan Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Batam (PSO BC Batam).

Dari siaran pers BC Batam yang di terima arbindonesia.com, bahwa Kapal Motor (KM) Salwah 03 tersebut bermuatan 585 gulung karpet dengan nilai Rp 4,17 miliar.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam, Susila Brata menjelaskan bahwa kronologi diawali dengan kecurigaan Tim Satgas Patroli Laut BC 7004 terhadap sebuah Kapal GT 29 di Perairan Pulau Abang, pada Minggu, (11/4/2021), sekitar pukul 03.00 wib.

“Kemudian dilakukan pengejaran oleh speedboat tim Satuan Gugus Tugas Reaksi Cepat
Taktis (Sat Gurita) dan speedboat Kanwilsus Kepri. Setelah berhasil dihentikan, lalu dilakukan
pemeriksaan dan ditemukanlah ratusan karpet didalam kapal tersebut,” tutur Susila, Kamis (15/4/2021).

Lanjutnya, berdasarkan keterangan (EN) nahkoda kapal, diketahui bahwa KM Salwah yang bermuatan karpet dengan tujuan Pulau Kijang tersebut tidak memiliki dokumen kepabeanan.

“Menindaklanjuti barang bukti karpet yang tidak dilengkapi dokumen kepabeanan tersebut, maka dilakukan penindakan. Selanjutnya KM Salwah 03 ditarik menuju Dermaga PSO BC Batam di Tanjung Uncang, Batam untuk proses lebih lanjut,” terang Susila.

Pelaku dijerat dengan UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan Pasal 102 Huruf F. Dengan penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 10 palingserta denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 5 miliar.

“Atas tindakan tersebut, potensi kerugian negara mencapai Rp 1.93 miliar,” tutup Susila.

Editor Arbain




Kasus Varian Corona B1525 Ditemukan di Batam Sejak Februari

ARBIndonesia.com, BATAM – Kementerian Kesehatan mengonfirmasi satu temuan kasus baru mutasi virus SARS-CoV-2 varian B1525 di Batam, Kepulauan Riau, sejak Februari 2021. Varian corona yang pertama kali ditemukan di Inggris itu diketahui merupakan kasus impor.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyebut satu kasus itu teridentifikasi pada satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Arab Saudi yang pulang ke Indonesia.

Dengan demikian, sudah ada lima varian corona di Indonesia yang berhasil teridentifikasi, yakni varian D614G, B117, N439K, E484K, dan B1525.

“Iya, ada satu kasus B1525 di Batam spesimen dari Februari ya, dari pelaku perjalanan ya, PMI dari Arab Saudi,” kata Nadia melalui pesan singkat, Kamis (15/4).

Nadia tak merinci secara detail kapan warga tersebut kembali di Indonesia. Hanya saja ia memastikan bahwa temuan itu didapatkan melalui metode pemeriksaan strain virus baru Whole Genome Sequence (WGS) pada Februari lalu.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes ini juga memastikan warga yang bersangkutan telah dinyatakan negatif Covid-19.

Hasil penelusuran kontak tidak didapati kontak erat yang ikut terpapar corona dengan varian ini.

“Aman, sudah dicek tidak ada yang positif,” jelasnya.

Namun Nadia mengaku belum mendapat informasi rinci perihal jumlah kontak erat yang diperiksa dari temuan kasus warga Batam itu.

“Ini belum ada informasinya,” ujarnya.

Varian yang telah menjangkiti lebih kurang 40 negara ini diketahui membawa mutasi E484K yang dikhawatirkan bisa mengurangi efektivitas vaksin. Melansir CNA, seorang pejabat kesehatan senior Malaysia mengatakan varian B1525 juga lebih dapat menular.

B1525 punya kemiripan genom dengan varian B117 dan mengandung beberapa mutasi yang dikhawatirkan peneliti, termasuk mutasi E484K pada protein yang ditemukan di permukaan virus yang berperan penting untuk penetrasi ke dalam sel.

Mutasi E484K merupakan varian virus corona yang muncul di Afrika Selatan dan Brasil. Mutasi ini dinilai berbahaya sebab membantu virus menghindari antibodi dan diketahui memberi tingkat resistensi terhadap beberapa vaksin.

sumber CNN Indonesia




Waspada! Penipuan Pendaftaran Subsidi Listrik Melalui Website

ARBIndonesia.com, JAKARTA – PLN memastikan pendaftaran subsidi listrik bagi pelanggan rumah tangga daya 450 Volt Ampere (VA) dan 900 VA melalui situs web https://tokenpln.shop/index.php?app=PLN&data1ID=135 hoaks.

PLN mengimbau pelanggan untuk berhati-hati terhadap informasi terkait cara memperoleh stimulus listrik dan juga subsidi listrik.

“Pelanggan harus berhati-hati terhadap situs-situs web penipuan-penipuan terkait subsidi dan stimulus. Seluruh informasi terkait subsidi dan stimulus dapat dilihat melalui aplikasi PLN Mobile atau melalui Contact Center PLN 123,” jelas Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR, Agung Murdifi.

Dirinya menambahkan, untuk stimulus listrik di masa pandemi, PLN telah menjalankan keputusan Pemerintah untuk memperpanjang pemberian stimulus listrik bagi masyarakat kecil, pelaku usaha seperti industri dan bisnis, serta sosial periode bulan April – Juni 2021. Stimulus yang diberikan merupakan bentuk perlindungan sosial yang diberikan pemerintah untuk masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Berdasarkan surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, stimulus periode April – Juni 2021, besarannya akan diberikan separuh dari periode sebelumnya, yaitu:

  1. Pelanggan golongan rumah tangga daya 450 Volt Ampere, bisnis kecil daya 450 VA dan industri kecil daya 450 VA diberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen dengan maksimal penggunaan 720 jam nyala.
  2. Pelanggan golongan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi diberikan diskon sebesar tarif listrik 25 persen dengan maksimal penggunaan 720 jam nyala.
  3. Pembebasan biaya beban atau abonemen, serta pembebasan ketentuan rekening minimum sebesar 50 persen bagi pelanggan industri, bisnis, dan sosial.
  4. Bagi pelanggan pascabayar, diskon diberikan dengan langsung memotong tagihan rekening listrik pelanggan. Sementara untuk pelanggan prabayar, diskon tarif listrik diberikan saat pembelian token listrik.

“Seluruh stimulus saat ini langsung didapatkan saat pelanggan melakukan pembelian token atau pembayaran tagihan listrik, jadi tidak perlu lagi mengakses web, layanan whatsapp, maupun PLN Mobile,” jelas Agung.

PLN juga menekankan bagi pelanggan rumah tangga, bisnis dan industri daya 450 VA pascabayar, karena ada perubahan besaran stimulus maka diskon langsung didapat saat melakukan pembayaran rekening listrik.

“Kepada pelanggan 450 VA pasca bayar, mulai rekening bulan April 2021 harus kembali melakukan pembayaran. Namun tentunya dengan potongan dari stimulus sebesar 50 persen,” ucap Agung.

Khusus untuk subsidi listrik diberikan dalam bentuk subsidi tarif yang diberikan langsung kepada pelanggan rumah tangga daya 450 VA dan 900 VA bersubsidi. Subsidi listrik diberikan kepada pelanggan yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial Republik Indonesia.

“Untuk subsidi, itu langsung memotong tarifnya. Jadi biaya yang dibayarkan oleh pelanggan 450 VA dan 900 VA bersubsidi baik untuk token dan tagihan listrik itu sudah mendapatkan subsidi,” tutup Agung. (*)




Akun Resmi Fanpage Facebook Ustadz Abdul Somad Raib

ARBIndonesia.com, RIAU – Akun resmi Ustadz Abdul Somad Official yang ada di Fanpage Facebook hilang alias tidak lagi bisa akses. Belum jelas apa penyebab hilangnya akun yang memiliki pengikut jutaan jamaah itu.

“Iya, hilang, entah kenapa dari kemarin sore (13 April 2021) tidak bisa lagi dibuka, kata Faiz salah satu tim media Ustadz Abdul Somad.

Faiz menyebutkan, pihaknya telah mengirimkan email ke Facebook, mempertanyakan hilangnya akun Ustadz Abdul Somad official tersebut. Bahkan, suratnya sudah tiga kali dikirim.

Namun, sampai saat ini, jelas Faiz, pihaknya belum mendapatkan jawaban dari Facebook.

“Kita mau tahu, apa alasan akun ustadz Abdul Somad official itu bisa hilang. Mereka pasti tahu,” tegas Faiz. (Ril)




Setubuhi ABG 15 Tahun, Anak Anggota DPRD ini Dilaporkan ke Polisi

ARBIndonesia.com, BEKASI – Seorang pemuda AT (21) yang merupakan anak dari salah satu anggota DPRD Kota Bekasi dilaporkan ke Polrestro Bekasi Kota terkait dugaan tindakan asusila terhadap anak perempuan di bawah umur berinisial PU (15). AT (21) dilaporkan oleh LF orang tua korban dengan Nomor LP/971/K/IV/2021/SPKT/Restro Bekasi Kota.

Kepada wartawan, LF menjelaskan, puteri kesayangannya itu sudah saling kenal dengan pelaku dan menjalin hubungan asmara sekitar sembilan bulan yang lalu.”Jadi gini, anak saya kan berpacaran dengan pelaku, kemudian ada kurang lebih 9 bulan mereka berpacaran,” kata LF di Kantor Polrestro Bekasi Kota.

Belakangan ini, lanjut LF, anaknya bercerita sering mendapatkan tindakan kekerasan oleh terduga pelaku ini. Kemudian LF bersama anaknya melaporkan kasus tersebut.

Selama berpacaran, pelaku diduga kerap melakukan tindakan kekerasan terhadap PU. Bahkan, PU juga sudah disetubuhi oleh pelaku.”Kemarin pas di polisi anak saya ngaku sudah disetubuhi sama terduga pelaku. Pertama tindak kekerasan lalu pemaksaan untuk bersetubuh, karena anak saya awalnya menolak tidak mau diajak berhubungan intim,” ujarnya.

LF menuturkan, untuk sejauh ini sudah melakukan visum dan juga sudah menyerahkan sejumlah barang bukti sebagai tindak lanjut untuk proses penyelidikan. Kemudian menyerahkan baju PU serta barang bukti lain yang di serahkan ke polisi. ”Iya itu si terduga pelaku, anak anggota DPRD Kota Bekasi,” paparnya.

Kepala Sub Bagian Humas Polrestro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari membenarkan laporan tersebut. Menurut dia, petugas tengah mendalami kasus tersebut.”Benar ada laporan, masih didalami oleh Unit PPA Satreskrim Polrestro Bekasi Kota,” katanya singkat.

Sumber sindonews.co