Dihentikan Sementara, Penimbunan Ruas Jalan Sungai Beringin Dilanjutkan Usai Idul Fitri

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pekerjaan penimbunan Jalan Tembilahan – Simpang Kuala Saka, di ruas Jalan Sungai Beringin, Tembilahan disetop untuk sementara waktu. Pekerjaan akan dilanjutkan setelah lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala UPT Wilayah IV (Empat) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Riau, Sanusi, Minggu (9/5/2021) melalui keterangan tertulis.

“Untuk sementara memang dihentikan. Maklum saja kan mau menyambut lebaran Idul Fitri. Operator loader pulang untuk menyambut lebaran,” kata Sanusi.

Sanusi mengungkapkan, pekerjaan penimbunan ruas Jalan Sungai Beringin, Tembilahan ditargetkan mulai kembali pada 17 atau 18 Mei 2021.

“Material timbunan sudah sampai di Tempuling. Tinggal lansir saja lagi menggunakan loader. Alat loadernya sudah stand by di Tembilahan dengan beberapa alat berat lainnya,” ujar Sanusi.

Sanusi mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen pada pekerjaan fungsional penimbunan jalan Tembilahan – Simpang Kuala Saka, khususnya pada titik Sungai Beringin.

“Pekerjaan fungsional di sepanjang ruas jalan Sungai Beringin ini tetap menjadi komitmen kami, karena ini memang kebutuhan masyarakat,” tutup Sanusi. (Rls)




Jelang Lebaran, Pasar Dadakan di Tembilahan Masih Sepi Pembeli

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Jelang memasuki hari raya Idul Fitri 1442 H, pasar dadakan yang berada di jalan Kapten Mukhtar Tembilahan masih sepi pembeli.

Pasar dadakan yang memakan separo badan tersebut umumnya menjual pakaian yang identik dengan pakaian baru seperti busana pria, baju koko, sarung, peci dan jas, busana wanita dari gaun hingga hijab serta busana anak-anak dan liannya.

Seperti penuturan salah seorang pedagang kepada Arbindonesia.com, saat ini dagangannya masih sepi dikunjungi oleh pembeli, hal itu menurutnya disebabkan oleh faktor ekonomi masyarakat yang menurun di tengah pandemi covid-19 ini.

“Masih kurang, mungkin karena faktor ekonomi dan karena covid juga,” kata Anton ketika di jumpai awak media, Sabtu (8/5/2021).

Hal senada juga disampaikan oleh pedagang lainnya yang menyewa tempat dilokasi tersebut. Daya beli dagangannya jenis pakaian baru masih kurang peminat.

“Kurang pembelinya, mungkin karena corona ini,” ungkap Asiah pedagang disana saat wawancarai arbindonesia.com.

Sementara itu, dari pantauan langsung dilapangan pada pukul 17.00 wib, terlihat sebagian masyarakat yang ingin berbelanja di pasar dadakan tersebut lebih memilih berjalan kaki dengan memarkirkan kendaraannya.

Namun dengan kondisi jalan yang sudah sempit, masih banyak pengguna jalan yang menggunakan kendaraan roda dua untuk melintas.

Hal itu membuat sepanjang jalan Kapten Mukhtar tersebut menjadi padat dan rawan terjadi kemacetan serta menimbulkan kerumunan ditengah tingginya kasus covid 19 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Saat ini, tercatat sebanyak 427 orang (Suspek) yang masih menjalani isolasi, sedangkan yang terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 88 orang ( Data 8 Mei 2021, RSUD PH Tembilahan).

Sebelumnya, Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan telah menggelar rapat dengan agenda pembahasan terkait langkah strategis menciptakan suasana yang aman, tertib dan kondusif di tengah melonjaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Inhil.

Maka diperlukan pengetatan protokol kesehatan di Kabupaten Inhil untuk mengendalikan angka Covid-19 yang mengalami kenaikan dengan cara melaksanakan kegiatan patroli rutin. Apalagi dengan lonjakan kasus Covid-19 saat ini, membuat status Kabupaten Inhil bergeser ke zona oranye.

“Mulai besok, akan dilaksanakan patroli protokol kesehatan. Semua ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19” ujar Bupati Inhil saat rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan tim Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Inhil, Senin (3/5/2021) di Tembilahan.

Selain itu, saat mengawasi pemberian sanksi terhadap 57 orang pelanggar prokes dengan pembersihan makam Covid-19, HM Wardan
juga mengatakan perlu adanya kesadaran oleh masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan, seperti penggunaan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah.

“Masyarakat jangan hanya karena takut sanksinya. Tapi, betul-betul menyadari bahwa protokol kesehatan itu amat penting. Itu semua untuk menjaga diri kita terhindar dari paparan Covid-19, bahkan juga menjaga lingkungan kita,” kata Bupati, Selasa (4/5/2021).

(Arbain)




Bekerjasama dengan Unilak, Anggota DPR RI Taja Sosialisasi 4 Pilar di Pekanbaru

ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Bekerjasama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Universitas Lancang Kuning (Unilak) Riau, anggota DPR RI dari fraksi PDIP, Ir Effendi Sianipar menaja Sosialisasi 4 Pilar beberapa waktu lalu, di Hotel Bono, Kota Pekanbaru.

Sosialisasi 4 pilar Kebangsaan tersebut berisikan tentang Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Untuk itu pemahaman dan kesadaran tentang nilai-nilai wawasan kebangsaan harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama.

Karena itu perlu pemahaman kembali terhadap 4 pilar utama kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka dari itu perlu seluruh rakyat Indonesia, khususnya generasi muda yang merupakan penerus bangsa harus memahami kembali empat pilar kebangsaan.

Karena sudah mutlak dan harus segera dilakukan demi menyelamatkan Bangsa Indonesia dari ancaman perpecahan kedepannya.

Hal ini terungkap pada kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dihadiri oleh lebih kurang 100 orang peserta yang terdiri dari Mahasiswa Keguruan (Calon Guru).

Menurut Dodi Sukma, selaku Ketua Pusdiklat Unilak yang juga merupakan ketua pelaksana acara tersebut, tujuan pelaksanaan sosialisasi ini adalah untuk menggali nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara agar dapat dipahami secara utuh, menyeluruh dan berkelanjutan.

“Dengan menerapkan protokol kesehatan, kegiatan ini dihadiri ratusan orang Mahasiswa yang merupakan calon guru. Kita berharap calon guru yang hadir mengikuti acara sosialisasi 4 pilar tersebut dapat mengaplikasikannya dan nanti apabila kedepan menjadi seorang guru. 4 pilar ini bisa disampaikan kepada anak didik di sekolah yang nantinya sebagai generasi penerus bangsa, serta dapat membuat Indonesia kedepan lebih maju dan bermartabat,“ ungkap Dodi.

Sementara itu, anggota DPR RI Dapil Riau, Ir Effendi Sianipar menyampaikan bahwa 4 Pilar tersebut yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Empat Pilar Kebangsaan merupakan suatu sistem yang tidak boleh ditinggalkan satupun. Karena jika salah satu pilar tidak berfungsi maka bagian yang lain juga tidak akan bisa berfungsi normal,” jelasnya.

Diharapkannya, tidak hanya dipahami, empat Pilar Kebangsaan hendaknya dapat dilakukan oleh seluruh warga negara Indonesia, mengingat masyarakat terpapar nilai- nilai lain budaya luar.

“Mari bersama kita terapkan dikehidupan ini menerapkan 4 Pilar Kebangsaan, ” ujar Ir Effendi Sianipar.

Selain itu, pemateri Dr. Irawan Harahap menjelaskan, 4 Pilar Kebangsaan tersebut harus diterapkan secara bersama, karena satu dari 4 pilar tersebut saling berkaitan satu dengan lainnya.

“4 Pilar tersebutlah yang memperkokoh dan menjaga persatuan bangsa,” ungkapnya.

“Nilai-nilai empat pilar kebangsaan jangan hanya menjadi sebuah hapalan tapi harus bisa merubah sikap, moral dan etika segenap komponen bangsa agar lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dalam kehidupan sehari-hari. ” imbuh Irawan. (DS)

Editor Arb




Imam Masjid Baitul Ar’sy Maafkan Pelaku Penganiayaan

ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Pelaku berinisial DA (41) yang melakukan penganiayaan terhadap imam Masjid Baitul Ar’sy pada saat sedang melaksanakan Salat Subuh sudah berdamai oleh pihak korban.

Korban bernama Zuhri Ashari sebagai imam Masjid Baitul Ar’sy yang dianiaya oleh pelaku DA, telah memaafkan pelaku dan telah berdamai.

“Jadi tadi keluarga korban meminta maaf kepada saya, dan saya juga telah memaafkan pelaku. Tadi juga udah dibuat surat perdamaiannya,” ucap Zuhri, Jumat (7/5/2021).

Zuhri juga tidak menuntut pelaku ke hukum pidana maupun hukum perdata, namun Zuhri lebih memilih untuk memaafkan perbuatan pelaku.

“Saya tidak mau masalah ini jadi besar saja, lebih baik saya memaafkan perbuatan pelaku terhadap diri saya, apalagi pelaku juga mengalami gangguan kejiwaan,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, pelaku penganiayaan imam Masjid Baitul Ar’sy berinisial DA (41) memiliki riwayat sakit jiwa, Jumat (7/5/2021).

Berdasarkan bukti dari keluarga pelaku di depan pihak kepolisian beserta korban imam Masjid Baitul Ar’sy, keluarga pelaku melihatkan beberapa bukti bahwa pelaku itu memiliki riwayat sakit jiwa.

Pelaku dan keluarganya dibawa ke Polsek Tampan, lalu keluarga pelaku memperlihatkan bukti-bukti bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa seperti kartu kuning, rekaman medis dan banyak bukti lain nya.

Berdasarkan keterangan keluarga pelaku, ia juga masih menjalankan tes penyembuhan sakit jiwa selama satu bulan sekali.

Sumber cakaplah.com




Saat Larangan Mudik, 171 WNA Asal Cina Berdatangan via Bandara Soekarno-Hatta

ARBIndonesia.com, TANGERANG – Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jendral Imigrasi Arya Pradhana Anggakara belum mengetahui kedatangan 171 WNA asal Cina melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Masuknya ratusan WN Cina pada Kamis siang ini terjadi pada masa pengetatan pergerakan orang menjelang Idul Fitri.

“Perlu saya konfirmasi dulu,” kata Arya saat dihubungi, Kamis 6 Mei 2021.

171 WNA asal Cina itu mendarat pukul 11.50 menggunakan pesawat Xiamen Air MF855 dari Fozhou.

Arya mengatakan pada tanggal 4 Mei lalu, juga ada kedatangan warga Negara asing (WNA) asal Cina melalui Bandara Soekarno-Hatta. “Yang kemarin 85,” ujarnya.

Menurut Arya, 85 WN Cina dan 3 WNI itu tiba di Bandara Soekarno-Hatta Selasa, 4 Mei 2021 pukul 14.55. Mereka menumpang pesawat China Southern Airlines (charter flight) dengan nomor penerbangan CZ8353 dari Shenzhen.

Sebelum dilakukan pemeriksaan keimigrasian, para penumpang dari Cina itu telah melalui pemeriksaan kesehatan sesuai protokol kedatangan orang dari luar negeri oleh pihak KKP Kemenkes.

Secara keimigrasian, dipastikan visa dan dokumen keimigrasian para WNA asal Cina itu sudah sesuai dengan Permenkumham Nomor 26 Tahun 2020.

Sumber Tempo.co




Larangan Mudik, Seluruh Pintu Masuk Pekanbaru di Tutup

ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Sejak hari ini seluruh pintu masuk Kota Pekanbaru ditutup petugas gabungan. Penutupan ini berlaku hingga 17 Mei 2021 mendatang.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan, penutupan pintu masuk tersebut merupakan langkah sesuai instruksi pemerintah terkait larangan mudik lebaran tahun 2021 yang dimulai sejak hari ini.

“Seluruh pintu masuk kota Pekanbaru kita tutup,” ujar Nandang, saat dikonfirmasi, Kamis (6/5/2021).

Nandang menjelaskan, penutupan itu berkaitan dengan peniadaan mudik seluruh Indonesia termasuk ke kota Pekanbaru sampai 17 Mei nanti. Anggotanya berjaga di pintu masuk dan keluar Pekanbaru bersama tim gabungan.

Sebagai salah satu contoh pintu masuk Pekanbaru yang ditutup petugas yakni pintu masuk dari wilayah Kampar tepatnya di persimpangan Jalan Garuda Sakti Pekanbaru. Saat ini ruas jalan menuju jalan HR Soebrantas tersebut telah di tutup total. Sehingga kendaraan di larang keluar dan masuk.

Nandang mengatakan terdapat beberapa kendaraan yang diizinkan untuk melintas.

“Ada beberapa kendaraan yang dibolehkan masuk dan keluar sesuai ketentuan PERMENHUB RI nomor 13 tahun 2021,” kata Nandang.

Kendaraan itu diantaranya adalah :

  1. Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara RI
  2. Kendaraan dinas operasional TNI/ Polri
  3. Ambulance / mobil jenazah
  4. Mobil pemadam kebakaran
  5. Kendaraan pelayanan distribusi logistik
  6. Mobil barang tanpa penumpang
  7. Mobil pengangkut obat-obatan dan alat kesehatan
  8. Kendaraan yang digunakan perjalanan dinas, kunjungan duka, kunjungan keluarga sakit, ibu hamil didampingi 1 orang keluarga dan persalinan didampingi maksimal 2 orang.
  9. Kendaraan yang digunakan mengangkut pekerja migran Indonesia.

Peraturan itu berlaku di Riau lantaran pasien Covid-19 bertambah signifikan. Jumlah pasien Covid-19 di Riau Rabu (5/5), tercatat penambahan 570 orang yang dinyatakan positif Covid-19. Penambahan kasus itu tersebar di 12 daerah. Bahkan ada 15 pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

“Terdapat penambahan sebanyak 570 terkonfirmasi Covid-19, di 12 kabupaten dan kota di Provinsi Riau,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir. (MC Riau)