Lionel Messi Cetak Rekor di Copa America 2021, Cristiano Ronaldo Justru Ditendang dari Piala Eropa 2020

ARBIndonesia.com – LIONEL Messi mencetak rekor di Copa America 2021 ketika tampil di laga Bolivia vs Argentina dalam lanjutan matchday pamungkas Grup A. Karena tampil di laga tersebut, Lionel Messi sah sebagai pemain dengan caps terbanyak bersama Tim Nasional (Timnas) Argentina.

La Pulga -julukan Lionel Messi– tercatat mengemas 148 penampilan Bersama Timnas Argentina, semenjak menjalani debut pada 2005. Lionel Messi melewati rekor 147 penampilan yang sebelumnya dipegang Javier Mascherano.

Ayah tiga anak ini pun melewati laga Bolivia vs Argentina dengan cara yang brilian. Ia membantu Argentina menang 4-1 atas Bolivia lewat dua gol yang dibuat.

Gol-gol Argentina dalam laga ini dilesakkan Papu Gomez pada menit keenam, Lionel Messi (33’ dan 42’), serta Lautaro Martinez. Berkat kemenangan ini, Argentina keluar sebagai juara Grup A Copa America 2021 dengan 10 angka.

Argentina pun berhak lolos ke perempatfinal Copa America 2021. Di babak tersebut, Argentina akan menghadapi Ekuador yang finis di posisi empat Grup B Copa America 2021.

Di saat Lionel Messi membawa sang negara eksis di perempatfinal Copa America 2021, lain halnya dengan sang rival abadi, Cristiano Ronaldo. Langkah Cristiano Ronaldo dan Tim Nasional Portugal terhenti di 16 besar Piala Eropa 2020.

Meski tampil dominan, Portugal ditumbangkan Belgia dengan skor 0-1 di babak 16 besar Piala Eropa 2020. Benar, Cristiano Ronaldo masih bisa menepuk dada dengan tercatat sebagai top skor sementara Piala Eropa 2020 dengan koleksi lima gol.

Namun, Lionel Messi juga tak kalah hebatnya. Lionel Messi saat ini juga tercatat sebagai top skor Copa America 2021 dengan koleksi tiga gol.

Lionel Messi mengungguli pemain-pemain top lain macam Neymar Jr (Brasil) dan Edinson Cavani (Uruguay) yang masing-masing mengemas dua gol. Jadi bagaimana Lionel Messi, sanggup bawa Argentina juara Copa America 2021?

Jika Argentina juara Copa America 2021, Lionel Messi berpeluang memenangkan trofi Ballon dOr 2021. Jadi bagaimana Lionel Messi, sanggup merealisasikannya?

sumber okezone.com




Kemudahan dan Hambatan Dalam Pengoperasian PLN Mobile

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Penggunaan teknologi untuk beraktivitas guna memudahkan mobilitas sosial sangat diperlukan, terlebih di tengah ancaman pandemi covid-19 yang mewabah di Indonesia hingga saat ini.

Fenomena itu berbanding lurus dengan upaya digitalisasi zaman atau yang lebih dikenal dengan era komunikasi 4.0.

Konsekuensinya, setiap individu harus dapat beradaptasi dengan penggunaan tekonologi.

Misalnya, tuntutan untuk menjaga jarak di saat pandemi covid-19 mengharuskan dari semua lini beralih kepada platform virtual atau digital.

Lain lagi seperti kantor perusahaan PLN yang biasanya ramai didatangi konsumen, seketika menjadi sunyi sejak pandemi covid-19 mewabah.

Gantinya, konsumen perlahan beralih dari pelayanan langsung dengan pelayanan pada sebuah aplikasi yang diberi nama PLN Mobile.

Memang layanan listrik melalui aplikasi PLN Mobile sebagian masyarakat sangat merasakan manfaat serta kemudahan yang dirasakan pada aplikasi yang diluncurkan sejak 31 Oktober 2016 lalu.

“Dengan aplikasi PLN Mobile, kami sebagai konsumen tidak perlu lagi datang kekantor jika ada keluhan pelanggan ataupun hal yang ingin kita pertanyakan. Cukup buka aplikasinya saja dimana saja sudah bisa,” tutur sumber arbindonesia.com di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir baru-baru ini.

Ilustrasi Jaringan low, foto internet

Walaupun demikian, kalau kita melihat lingkungan disekitar kita baik tua maupun muda, terkadang masih kita menjumpai mereka yang belum melek teknologi atau gagap teknologi (gaptek).

Di Kabupaten Indragiri Hilir khususnya masih cukup banyak masyarakat yang gagap akan teknologi (gaptek), terlebih lagi mereka yang berada di pelosok desa yang tidak mendapatkan fasilitas jaringan yang sama seperti diperkotaan.

Sementara akses digitalisasi tersebut harus didukung dengan infrastruktur utama yaitu jaringan nirkabel (internet).

Bercermin dari hal itu, dalam memberikan kemudahan untuk masyarakat dalam mendapatkan pelayanan melalui aplikasi PLN Mobile, pada praktiknya setidaknya kita masih menyisakan masalah dalam dua hal.

Pertama, infrastruktur yang kurang memadahi: Seperti fasilitas jaringan nirkabel (internet) yang tidak semua dari kita dapat mudah untuk mengaksesnya.

Kedua, penguasaan perangkat tekonologi oleh sumber daya manusia guna meminimalisir masalah gagap penggunaannya.

Sebagai wujud masalah yang pertama, tak lain adalah masih mahalnya kuota internet yang diperjualbelikan oleh perusahaan telekomunikasi.

Sehingga hanya kelas sosial yang memang berkecukupan yang mampu menikmati dan tidak memandangnya sebagai suatu masalah berarti.

Selain itu juga, terkadang susahnya infrastruktur jaringan internet di daerah non perkotaan, sehingga kecepatan akses internet mengalami perbedaan yang cukup jauh, saat ini masih bisa kita menemui orang kesusahan mencari sinyal atau jaringan untuk dapat berkomunikasi.

“Kalau dikota jaringan gampang aja untuk mengakses aplikasi PLN Mobile, lantas jika seperti kami yang jaringan untuk nelpon saja susah apalagi internet. Bagaimana kami harus mengoperasikan aplikasi tersebut, tetap saja kami harus menjumpai langsung orang yang bersangkutan. Terlebih lagi orang yang tidak mengerti tentang internet, masih banyak kok,” tutur sumber arbindonesia.com yang lainnya.

Dengan realitas tersebut, artinya untuk memberi kemudahan layanan kepada seluruh masyarakat melalui aplikasi PLN Mobile tersebut tentunya mengharuskan setiap individu untuk dapat beradaptasi dengan teknologi agar seirama dengan tuntutan zaman atau era 4.0.

Jika tidak, maka hal itu diperuntukkan hanya bagi mereka yang memiliki sumber daya manusia terkait teknologi serta mereka yang memiliki fasilitas yang cukup.

Penulis : ARBAIN




Kritik Jokowi, Akun Medsos dan WhatsApp Sejumlah Pengurus BEM UI Diretas

ARBIndonesia.com, JAKARTA – Sehari setelah memposting Meme Presiden Joko Widodo (Jokowi) The King of Lip Service , sejumlah akun milik pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) diretas secara digital oleh kelompok tak dikenal.

Hal itu terungkap usai akun Twitter @Leon_Alvinda mempostingnya, Senin (28/6/2021) pagi tadi. Dalam postingan itu juga menceritakan beberapa pengurus lainnya diserang secara daring.

“Pada tanggal 27 dan 28 Juni 2021, telah terjadi peretasan akun media sosial kepada beberapa pengurus BEM UI 2021,” cuit Leon dalam Twitternya.

Leon kemudian memaparkan kejadian diawali pada pukul 00.56 akun WhatsApp Tiara Sahfina, yang merupakan Kepala Biro Hubungan Masyarakat BEM UI 2021 tidak dapat diakses. Peretasan itu terlihat dalam telepon genggam Tiara, hingga saat ini akun WhatsApp Tiara belum dapat diakses kembali.

Hal sama juga terjadi pada pukul 07.11 akun WhatsApp Yogie yang merupakan Wakil Ketua BEM UI tidak bisa diakses. Dalam layar ponsel pintarnya terlihat muncul notifikasi akun tersebut sudah digunakan di HP lain 07.20 WIB akun tersebut sudah bisa digunakan lagi.

Tak hanya menyerang WhatsApp, peretasan juga terjadi pada akun Telegram Koorbid Sosial Lingkungan BEM UI, Naifah Uzlah pada pukul 02:15 WIB. “Ke empat, pada pukul 21.45 WIB akun Instagram Syahrul Badri (Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI) mengalami ‘restriction’ setelah mengunggah beberapa postingan di insta-story menyangkut surat pemanggilan fungsionaris BEM UI oleh pihak UI,” jelasnya.

Terhadap Instagram Syahrul, Leon mengungkapkan sampai saat ini pemilik akun belum bisa menggunakan akun tersebut seperti biasa. Melihat kondisi ini, dirinya mengecam aksi serangan digital ini.

“Dengan ini kami mengecam keras segala bentuk serangan digital yang dilakukan kepada beberapa pengurus BEM UI 2021,” tutupnya dalam cuitan. ***

sumber sindonews.com




Pelaku yang Gasak Rokok dan Uang pada Sebuah Toko di Tembilahan Tertangkap

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Polsek Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Tembilahan, Polres Indragiri Hilir (Inhil) mengamankan 4 orang pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Tembilahan Kota Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Inhil.

Para pelaku berinisial JE (24), AW (16), RS (21) dan RK (19). Ke empatnya melakukan pencurian 1 dus rokok Sampoerna Mild besar, 1 bal rokok Sampoerna Mild kecil, 6 slop rokok Marlboro Merah, 2 slop rokok Djie Sam Soe kecil dan uang sejumlah 500 ribu, di sebuah toko Jalan Yos Sudarso, lorong Bengkel, Kelurahan Tembilahan Kota.

“Total kerugian korban lebih kurang 17 juta rupiah,” kata Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan SH SIK Mhum melalui Paur Humas Ipda Esra SH.

Pencurian diketahui korban pada Jum’at (25/6/2021) pagi, saat membuka toko dan melakukan pengecekan barang-barang sebelum berjualan.

“Disitu korban tidak menemukan rokok tersebut. Korban juga mendapati dinding toko miliknya dibagian lantai 2 telah dibobol,” tuturnya.

Korban pun langsung melaporkan ke Kantor Polsek KSKP Tembilahan untuk diproses lebih lanjut.

“Keberadaan para pelaku Curat diselidiki dan dipimpin langsung Kapolsek KSKP Tembilahan, Iptu Ridwan. Pada Sabtu (28/6), hasil penyelidikan, pelaku dan beberapa barang bukti dapat diamankan dan dibawa ke Mapolsek KSKP Tembilahan.

Pelaku di jerat dengan pasal 363 KUH.Pidana dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,” ujar Ipda Esra. (***)




Anak Sungai di Tanjung Harapan Rutin Dibersihkan Warga

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Masyarakat Jalan Tanjung Harapan, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Inhl melakukan gotongroyong guna menjaga lingkungan dan mempererat silaturahmi antar warga.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pemuda Tanjung Harapan, Salman kepada media, Minggu, 27 Juni 2021.

“Gotong royong ini kita lakukan bersama warga RT/RW 01/02 sampai RT/RW 02/01,” sebut Salman.

Salman menuturkan bahwa, kegiatan ini membersihkan anak sungai di Parit 13 Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan.

Dikatakannya, bahwa anak sungai sepanjang 1.5 KM tersebut rutin dibersihkan oleh masyarakat setempat.

“Kegiatan ini kita lakukan tiga bulan satu kali,” ujarnya.

Sembari itu, Salman mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat terus dilakukan.

“Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menjaga lingkungan dan juga dapat mempererat silaturahmi,” tukasnya. (rls/RH)




TOGETHER WE CAN: SANDIAGA UNO, PEMKO PEKANBARU BAPPEDALITBANG, DISNAKER HADIR DI WEBINAR KOVID PSIKOLOG

ARBIndonesia.com – PEKANBARU – Dalam rangka memperingati World Refugee Day 20 Juni 2021 untuk mengedukasi dan mensosialisasikan tentang penanganan pengungsi, Kovid Psikologi menjalin kerjasama dengan International Organization for Migration (IOM) Pekanbaru untuk melaksanakan webinar. Pada Kamis, 24 Juni 2021 14.00-16.30 via Zoom meeting dan Live Streaming Youtube Kovid Psikologi Channel.

Paga kegiatan kali ini, tim Covid Psikologi menghadirkan narasumber Dr. H. Sandiaga S. Uno, B.B.A., M.BA (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI), Dr. H. Firdaus, ST., M.T (Walikota Pekanbaru), Heriyanto, D.Hut., M.T (BAPPEDALITBANG Provinsi Riau), H. Abdul Jamal, M.Pd (Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru) yang dimoderatori Sisi Aspasia (TV Jurnalis CNN Indonesia) didampingi Host Cahaya Makbul (Coordinator of Kovid Psikologi) yang dibuka langsung oleh Prof. Dr. Khairunnas Rajab, M.Ag dan Mangisi Erlinda (Head of Field Officer IOM Pekanbaru).

Indonesia, di lain sisi yang bersamaan, telah memberikan komitmennya pada salah satu kesepakatan internasional yang menjadi agenda pembangunan universal yang tertuang dalam dokumen berjudul Transforming Our World: the 2030 Agenda for Sustainable Development atau yang lebih dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dengan prinsip dasar no one left behind (tidak ada seorangpun yang tertinggal) (Sekar Panuluh, 2016).

Mengacu pada tujuan-tujuan TPB yang pada dasarnya juga ikut melindungi hak asasi manusia, Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 2016 ke-71 yang bertema TPB, menempatkan isu pengungsi menjadi salah satu topik bahasan yang didiskusikan oleh banyak negara termasuk Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa isu pengungsi sebenarnya menjadi salah satu isu esensial dalam politik luar negeri Indonesia khususnya dalam bidang diplomasi kemanusiaan.

Goal ke-16, dalam kerangka TPB, menjadi salah satu goal yang memiliki kaitan tererat dengan pengungsi khususnya dalam penanganan pemenuhan HAM dasar pengungsi semata-mata karena dirinya adalah manusia. Goal ke-16 tersebut adalah “Meningkatkan Masyarakat yang Inklusif dan Damai untuk Pembangunan Berkelanjutan, Menyediakan Akses terhadap Keadilan bagi Semua, dan Membangun Institusi yang Efektif, Akuntabel dan Inklusif di Semua Tingkatan” yang mana menjadi hal yang dapat diberlakukan sama, tidak hanya pada warga negara Indonesia (WNI) namun juga pada pengungsi yang memang memiliki kondisi tersendiri dan membutuhkan perhatian khusus dari perlindungan internasional.

Webinar sudah berjalan dengan baik dan diikuti oleh 367 peserta. Pesertanya berasal dari kalangan mahasiswa, kantor Imigrasi, dosen, LSM dan pejabat pemerintah lainnya.

Paparan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyebutkan bahwa ekonomi kreatif dapat menjadi solusi bagi para pengungsi sebagai cara untuk bertahan hidup dan untuk aktualisasi diri mereka.

“Pengungsi dapat berpartisipasi dalam sektor pariwisata, seni, budaya, UMKM dan kuliner dan Menteri akan mendukung mereka Together we can” kata sandiaga Uno.

Walikota Pekanbaru yang diwakili Kepala Badan Kesbangpol Pekanbaru sekaligus Ketua SATGAS Penanganan pengungsi menyambut ungkapan Sandiaga Uno dengan menjelaskan tentang Satgas Pengungsi dan apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Ketua Sekretariat SDGs Provinsi Riau yang dipaparkan Heriyanto menjelaskan tentang tujuan SDGs di provinsi Riau dan kemungkinan untuk memasukkan pengungsi dalam rangcangan pembangunan berkelanjutan.

“Hal ini perlu dirumuskan secara matang dan tentunya menyesuaikan aturan yang mengatur tentang pengungsi,” tambah Heriyanto.

Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) mengaku memahami kondisi pengungsi dan menjelaskannya dengan baik karena mengikuti situasi sejak beberapa tahun lalu dan memberikan dukungannya kepada anak-anak pengungsi di Pekanbaru untuk mendapatkan akses di sekolah umum.

Disebutkan, dirinya akan kembali memberikan dukungan penuh kepada Disnaker asalkan ada regulasi dan kebijakan yang jelas. Ia juga menekankan komitmen masing-masing pemangku kepentingan karena penanganan pengungsi harus dilakukan secara bersama-sama dan berdasarkan pendekatan kemanusiaan.

“Kita menyarankan para pengungsi untuk terlibat dalam industri pariwisata dan kuliner seperti guru Bahasa, membuat kue untuk acara, memberikan pelatihan keterampilan, dll,” tambah Jamal

Dalam sesi diskusi, Kadiv Imigrasi Riau bersama-sama menjawab beberapa pertanyaan tentang potensi penanganan dari pengungsi seperti Covid19 dan terorisme.

“Kita perlu duduk bersama untuk merumuskan dan memperkuat Kerjasama dalam penanganan pengungsi yang ada di Riau,” ungkap Tito.

Turut hadir UNHCR untuk menjawab beberapa pertanyaan tentang peran UNHCR dalam mengelola pengungsi di Pekanbaru.

Webinar ini berjalan dengan sangat baik dengan dimoderatori Sisi Aspasia yang merupakan TV Jurnalis CNN Indonesia.

Hal ini diapresiasi oleh Prof. Dr. Khairunnas Rajab, M.Ag selaku Founder of Kovid Psikologi yang mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada narasumber dan moderator yang telah hadir pada webinar sesi ke 21 Kovid Psikologi dengan harapan dapat menyebarkan manfaat kepada umat untuk Indonesia yang gemilang dan terbilang.

Diakhir acara terdapat 10 peserta yang beruntung mendapatkan give away yang disponsori IOM. ***