11 Unit Alat Pertanian Kembali Disalurkan untuk Petani di Inhil

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Beberapa kelompok Tani (Poktan) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali mendapatkan bantuan alat pertanian dari pemerintah.

Kali ini, bantuan berupa 11 unit Hand Traktor yang diserahkan oleh Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Riau, Sabtu (17/7/2021).

Atas bantuan tersebut, Poktan mengucapkan rasa syukur dan berterima kasih kepada wakil rakyat yang duduk di Komisi II DPRD Provinsi Sulaiman dan James Pasaribu yang telah memperjuangkan aspirasi mereka hingga terealisasi.

“Kami sangat terbantu sekali dengan bantuan Hand Traktor ini. Karena selama ini Kelompok tani kami tidak punya, jadi menyewa ke lain,” ungkap Ketua Poktan Karya Bakti Desa Bayas, Kecamatan Kempas, Nanang Rosidin usai penyerahan bantuan.

Nanang berharap bantuan pemerintah terus mengucur kepada Poktan, agar petani lebih maju dan hasil panennya menjadi lebih meningkatkan.

“Ada sekitar 30 hektar lahan yang dikelola 30 anggota Poktan Karya Bakti. Jadi kami berharap setidaknya ada 2 hand traktor, jadi masih kekurangan 1 lagi. Power Treshere atau mesin perontok padi paska panen juga tak ada. Semoga bisa dibantu lagi oleh pemerintah,” harap Nanang.

Video Penyerahan Bantuan Aat Pertanian

Yuliatmi selaku Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Riau menjelaskan penyerahan bantuan ini berdasarkan usulan anggota DPRD Provinsi Riau, Sulaiman MZ SE M.Si

Ia menjelaskan Provinsi Riau saat ini baru 30 sampai 35 persen kebutuhan beras di Riau ini terpenuhi. Selebihnya beras didatangkan dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Jambi.

Sehingga dengan adanya bantuan alat-alat pertanian yang disaluran dan diupayakan oleh anggota DPRD Provinsi Riau dapat mempercepat penanaman.

“Jadi harapan kita bersama kelompok tani yang menerima alat- alat pertanian ini dapat mengoptimalkan penggunaan alat tersebut, karena kita akan menuju petani maju, mandiri, dan moderen yang didukung dengan alat pertanian,” katanya.

Poktan juga minta merawat sehingga nilai ekonomisnya bisa bermanfaat hingga bertahun-tahun lamanya.

Sementara itu Sulaiman MZ yang turut menghadiri penyaluran bantuan ketika diwawancarai wartawan mengatakan bantuan alat ini merupakan pemenuhan dari kebutuhan masyarakat yang bergerak di bidang tani dalam pengolahan tanah.

“Alhamdulillah, dengan bekerja sama antara Legislatif dan Dinas Pertanian Provinsi Riau, hari ini kita dapat memenuhi kebutuhan saudara-saudaraku berupa bantuan alat pertanian Hand Traktor. Mudah-mudahan dengan alat ini dapat meningkatkan produksi pertanian di Inhil. Selama ini banyak kita di Inhil yang pengolahan lahan hanya dilakukan secara konvensional, dengan adanya alat ini mudah-mudahan dapat memangkas waktu dalam pengolahan sawah,” imbuhnya

Sulaiman yang juga Ketua DPD PAN Inhil tersebut berharap kedepannya kejayaan dalam swasembada pangan kembali terwujud di Kabupaten Inhil.

Untuk diketahui, beberapa bulan sebelumnya juga dilakukan penyerahan bantuan kepada Poktan di Inhil berupa Power Threshere dan motor roda tiga sesuai aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada Anggota Provinsi Riau ketika reses. (Arbain)




Luas Perkebunan Kelapa di Kecamatan Tembilahan

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang dikenal dengan julukan ‘Negeri Hamparan Kelapa Dunia’ ini memiliki potensi besar dalam bidang perkebunan untuk komoditi kelapa.

Potensi perkebunan pada komoditi kelapa itu seluruhnya dimiliki oleh setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten yang juga berjuluk ‘Negeri Seribu Parit’. Salah satunya adalah Kecamatan Tembilahan.

Berdasarkan data yang didapat melalui Dinas Perkebunan Inhil tahun 2019, dari keseluruhan luas perkebunan kelapa di Inhil yang tersebar pada 20 kecamatan (400.740,84 hektar), 340.773 hektar diantaranya adalah perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam, dan 59.967,84 hektar adalah perkebunan kelapa jenis Kelapa Hibrida.

Untuk Kecamatan Tembilahan, perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam memiliki luas 7.581 hektar, dengan potensi produksi hasil perkebunan tercatat pada semester II (Juli-Desember) 2019 mencapai 9.038.902 kilogram.

Sedangkan luas perkebunan kelapa jenis Kelapa Hibrida pada Kecamatan Tembilahan memiliki luas 367 hektar, dengan potensi produksi hasil perkebunan Kelapa Hibrida tercatat pada semester II (Juli-Desember) 2019 mencapai 348.404 kilogram.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Inhil, Drs. Sirajuddin, MM melalui Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Ardiansyah, SE menyampaikan bahwa berdasarkan data di tahun 2019 untuk perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam di Kecamatan Tembilahan terdapat 1.547 jumlah petani kelapa atau KK yang memiliki perkebunan tersebut.

Sedangkan untuk perkebunan kelapa jenis Hibrida terdapat 148 petani kelapa atau KK yang memiliki perkebunan kelapa jenis Hibrida di Kecamatan Tembilahan.

“Artinya secara umum, terdapat ribuan lebih masyarakat di Kecamatan Tembilahan yang perekonomiannya ditopang melalui hasil dari produksi perkebunan kelapa,” imbuh Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Ardiansyah, SE.

Untuk diketahui, luas hamparan perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam di Kecamatan Tembilahan berada pada enam terakhir dari 20 kecamatan di Kabupaten Inhil.

Sedangkan untuk jenis Kelapa Hibrida, Kecamatan Tembilahan berada pada delapan terakhir dari 20 kecamatan yang memiliki hamparan perkebunan kelapa jenis Hibrida.
(Arbain)




Halim Perdanakusuma, Perintis TNI AU yang Gugur Setelah Tuntaskan Misinya

ARBIndonesia.com, JAKARTA – Kala itu penghujung akhir tahun 1939 di Eropa pecah perang dunia ke II. Sekitar bulan Mei 1940 Belanda diduduki Jerman, seketika itu juga Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan peraturan wajib militer bagi rakyat Hindia Belanda.

Peraturan ini terjadi juga di Indonesia, yang saat itu termasuk daerah jajahannya untuk menghadapi kemungkinan perang di wilayah Asia.

Seperti dikutip dari tni-au.mil.id, Rabu (14/7/2021), seorang pemuda bernama Abdul Halim Perdanakusuma yang tengah duduk di tingkat dua sekolah Mosvia (Middelbare Opleiding School voor Inlandsche Ambtenaren), sekolah pendidikan pribumi, turut juga terkena wajib militer.

Sehingga Halim Perdanakusuma tidak dapat menyelesaikan pendidikan pamong praja tersebut dan wajib melaksanakan peraturan Pemerintah Hindia Belanda untuk melaksanakan milisi dan memasuki dunia militer.

Pemuda kelahiran Sampang, Madura, 18 November 1922 ini kemudian dikirim oleh Angkatan Laut Hindia Belanda untuk mengikuti pendidikan opsir (calon perwira) Torpedo di Surabaya.

Selama Perang Dunia II dalam menjalankan masa penugasan sebagai militer, Abdul Halim Perdanakusuma tercatat pernah bertugas di Royal Canadian Air Force dan Royal Air Force dengan pangkat Wing Commander dan mendapat tugas di skadron tempur pesawat Lancaster dan Liberator.

Sedangkan dalam Perang Pasifik, Jepang kalah. Secara berturut-turut pasukan sekutu mulai memasuki Indonesia. Tanggal 15 Oktober 1945, ketika tentara Sekutu mendarat di Tanjung Priok, Jakarta diantara sekian banyak orang berkulit putih terdapat seorang berkulit sawo matang berpakaian Angkatan Udara Inggris. Dia adalah Halim Perdanakusuma.

Saat itu situasi negara pada masa revolusi kemerdekaan Indonesia sangat mencekam. Belanda dan tentara sekutu menjadi musuh, bagi bangsa Indonesia. Sedangkan keberadaan Abdul Halim Perdanakusuma di tanah air dicurigai sebagai tentara NICA, karenanya dia dimasukkan dalam penjara di Kediri.

Keadaan pun makin genting, ditambah terjadi pertempuran hebat di Surabaya antara pasukan Indonesia dengan pasukan sekutu Inggris. Akhirnya, demi menjaga keselamatan Abdul Halim Perdanakusuma, lewat Menteri Pertahanan (Menhan) Amir Syarifuddin, Pemerintah Indonesia membebaskan Abdul Halim Perdanakusuma.

Kemudian anak dari Haji Abdulgani Wongsotaruno dan Raden Ayu Aisah ini pulang kampung ke Sumenep, tempat kedua orangtuanya. Di kampungnya ini, Abdul Halim Perdanakusuma tidak bertahan lama.

Dengan kondisi peperangan yang cukup sengit, dibutuhkan untuk membangun kekuatan udara, cikal bakal Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), adalah Komodor Udara R Soerjadi Soerjadarma bersama dengan Komodor Muda Udara Adisutjipto dan Komodor Muda Udara Prof Dr Abdulrachman Saleh yang menjadi arsitek awal perancang kekuaran udara Indonesia waktu itu.

Namun diperlukan personel lagi untuk menambah kekuatan udara Indonesia, seketika R Soerjadi Soerjadarma mendengar tentang bebasnya Halim Perdanakusuma. Dengan segera R Soerjadi memerintahkan untuk menghubungi dan mengajak Halim turut mengabdi kepada perjuangan bangsa Indonesia.

Halim yang saat itu tengah berada di kampungnya, langsung menerima tawaran tersebut untuk membela angkatan udara Indonesia. Dimulai saat itu Abdul Halim Perdanakusuma mengawali tugasnya ikut serta membina dan merintis perkembangan AURI dengan pangkat Komodor Muda Udara.

Sesuai dengan keahlian dan pengalaman yang dimilikinya, Halim diserahi tugas sebagai Perwira Operasi Udara. Ia bertanggung jawab atas pelaksanaan operasi udara. Selain itu, dia juga diserahi tugas sebagai instruktur navigasi di sekolah penerbangan yang didirikan dan dipelopori oleh Agustinus Adisutjipto.

29 Juli 1947, Komodor Muda Udara Halim Perdanakusuma mendapat perintah menyusun serangan udara balasan atas agresi militer I Belanda. Serangan itu menyasar tiga kota yang dikuasai Belanda, yaitu Semarang, Salatiga dan Ambarawa.

Serangan ini dinilai berhasil dan membawa nama AURI dikenal. Namun di sisi lain Belanda murka dengan serangan tersebut. Sore harinya keberhasilan tersebut dibayar mahal dengan gugurnya tiga perintis dan pelopor AURI yaitu Komodor Muda Udara A Adisutjipto, Komodor Muda Udara Prof Dr Abdulrahman Saleh, dan Juru Radio Opsir Udara Adisoemarmo Wiryokusumo.

Ketiganya dalam pesawat Dakota VT-CLA yang membawa obat-obatan bantuan dari Palang Merah Malaya di atas langit Maguwo Yogyakarta, ditembak oleh dua pesawat pemburu Kitty Hawk Belanda, Pesawat tersebut jatuh di sekitar desa Tamanan, Kecamatan Banguntapan, dekat Desa Ngoto, Bantul Yogjakarta.

Kemudian Halim Perdanakusuma menggantikan posisi Adisutjipto sebagai Wakil Kepala Staf AURI. Di tengah kesibukannya dalam melaksanakan pengabdian di AURI, pada tanggal 24 Agustus 1947 Halim melaksanakan pernikahan dengan Koesdalina di Madiun. Dua bulan setelah menikah Halim mendapat tugas membangun angkatan udara di Sumatera.

Tugas ini sebagai upaya menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera menembus blokade udara Belanda, serta persiapan sebagai basis perjuangan apabila pangkalan-pangkalan udara di Pulau Jawa dikuasai oleh Belanda. Didampingi oleh Opsir Udara II Iswahjudi, Halim berangkat menuju Sumatera.

Penerbangan dilakukan pada malam hari dengan tujuan negara tetangga untuk mengangkut persenjataan yang telah disiapkan. Dalam usaha mencari bantuan ke luar negeri inilah, bersama opsir udara I Iswahjudi pergi ke Muangthai (Bangkok) pada bulan Desember 1947 menggunakan Pesawat Avro Anson RI-003 dengan penerbang Iswahyudi, dan seorang penumpang bernama Keegan berkebangsaan Australia yang telah menjual pesawat tersebut.

Selain mengantarkan Keegan pulang, misinya adalah untuk melakukan penjajakan lebih jauh tentang kemungkinan pembelian senjata dan pesawat serta melakukan inspeksi terhadap perwakilan RI dalam mengatur penukaran dan penjualan barang-barang yang berhasil dikirim dari dalam negeri dan berhasil memasukan barang-barang dari Singapura ke daerah RI menembus blokade udara Belanda.

Dalam perjalanan kembali inilah pesawat terjebak dalam cuaca buruk di daerah Perak Malaysia, yang disertai dengan kabut tebal yang menghalangi pandangan sang pilot sehingga pesawat jatuh di pantai. Malapetaka itu tepatnya terjadi di Labuhan Bilik Besar, antara Tanjung Hantu dan Teluk Senangin di Pantai Lumut.

Berita jatuhnya pesawat RI-003 ini mendapat perhatian luar biasa dan disiarkan oleh surat kabar berbahasa Inggris The Times dan Malay Tribune yang terbit pada tanggal 16 Desember 1947.

Almarhum Abdul Halim Perdanakusuma. meninggalkan seorang istri bernama Koesdalinah yang pada waktu itu tengah mengandung empat bulan. Sebelum berangkat tugas, ia berpesan kepada istrinya, jika kelak anak yang lahir laki-laki agar kelak diberi nama Ian Santoso, maksudnya untuk mengenang sahabat karibnya sewaktu perang dunia II di Eropa.

Selanjutnya Ian Santoso mengikuti jejak ayahnya menjadi prajurit TNI AU sebagai penerbang pada Skadron Udara 17 di Lanud Halim Perdanakusuma. Jabatan terakhir Marsdya TNI Purn Ian Santoso Perdanakusuma adalah sebagai, Kepala Badan Intelijen Strategis (Ka BAIS) TNI.

sumber sindonews.com




Kejari Sabu Raijua Selamatkan Uang Daerah 109 Juta dari Perusahaan Tambak Garam

ARBIndonesia.com, SABU RAIJUA – Melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negera Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menyelamatkan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sabu Raijua senilai Rp.109.000.000 (Seratus Sembilan Juta Rupiah).

Yang mana uang Seratus Juta lebih tersebut berhasil di selamatkan dari perusahaan yang mengelola tambak garam di daerah Kabupaten Sabu Raijua.

Dari keterangan tertulis yang disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sabu Raijua, Agus Kurniawan, SH.MH, melalui Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara, Muhammad Juanda Sitorus, SH. MH mengatakan pengembalian uang dari perusahaan tambak garam ke kas daerah tersebut berdasarkan hasil temuan audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Provinsi NTT.

“Dalam temuan audit BPK tersebut menyimpulkan bahwa perusahaan yang melakukan pengelolaan tambak garam yang berkontrak kerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sabu Raijua terbukti berdasarkan audit tidak melaksanakan kewajiban penyetoran laba hasil penjualan garam kepada Pemda,” ungkap Juanda Sitorus, Rabu (14/7/2021).

“Sehingga menimbulkan kerugian pada keuangan daerah senilai 109 Juta Rupiah,” tambahnya.

Lebih lanjut Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara, Muhammad Juanda Sitorus, SH. MH menyampaikan bahwa awalnya Pemerintah Sabu Raijua meminta bantuan kepada Kejari untuk membantu melakukan pemulihan keuangan daerah tersebut melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Akhirnya kata Juanda, Kejari Sabu Raijua berhasil melakukan pemulihan pengembalian keuangan daerah tersebut setelah melakukan beberapa kali usaha negosiasi penagihan.

“Saat ini uang sejumlah 109 Juta Rupiah tersebut telah di setorkan kembali ke kas daerah melalui rekening Bank NTT,” tutup Juanda Sitorus.

Editor : Arbain




Media India Sebut Lonjakan Covid Indonesia Bukti Kegagalan Vaksin Sinovac, Banyak Negara Bernasib Serupa

ARBIndonesia.com, JAKARTA – Efikasi Vaksin Covid-19 Sinovac buatan China makin banyak diragukan dunia setelah Indonesia mengalami lonjakan infeksi secara signifikan.

Pasalnya, peningkatan kasus dan kematian bukan hanya terjadi pada mereka yang belum divaksinasi, namun juga sebaliknya.

Sejak memulai program vaksinasi, Indonesia telah menggunakan Sinovac sebagai vaksin utama.

Data pemerintah per 9 Juli 2021, Indonesia telah menerima 119.735.200 dosis vaksin Covid-19.

Sebanyak 108,5 juta di antaranya vaksin Sinovac.

Sementara sekitar 8,2 juta dosis adalah vaksin AstraZeneca dari fasilitas COVAX, 1,5 juta dosis vaksin Sinopharm.

Lalu 998 ribu dosis vaksin AstraZeneca dari Jepang, dan 500 ribu dosis vaksin Sinopharm dari Uni Emirat Arab (UEA).

Data Satgas Penanganan Covid-19 per 10 Juli 2021 menunjukkan, sebanyak 36.193.076 orang telah divaksinasi dengan dosis pertama, dan 14.969.330 orang telah divaksinasi penuh.

Di antara mereka yang telah divaksin secara penuh adalah tenaga medis yang masuk kelompok prioritas.

Tetapi hampir seluruh tenaga medis sudah divaksinasi, ratusan dari mereka terpapar Covid-19 dan puluhan di antaranya meninggal dunia.

Hal itu disoroti oleh sejumlah media asing, termasuk WION TV dari India.

Dari siarannya pada 28 Juni 2021, WION menyimpulkan, banyaknya kematian di antara tenaga medis di Indonesia setelah vaksinasi merupakan bukti vaksin Sinovac telah gagal.

“Indonesia telah menandatangani pembelian puluhan juta dosis vaksin Sinovac dengan China pada Agustus 2020. Sepuluh bulan kemudian, vaksin buatan China telah memicu krisis,” ujar penyiar.

Menurut WION TV, sedikitnya 20 dokter di Indonesia telah meninggal dunia, meski mereka sudah divaksinasi penuh dengan Sinovac.

Selain itu, masih ada 31 kasus yang masih diinvestigasi.

Dari 90 persen atau 160 ribu tenaga kesehatan yang sudah divaskinasi Sinovac, banyak dari mereka terpapar Covid-19.

Di Kudus, 358 tenaga kesehatan positif Covid-19 dari pertengahan hingga akhir Juni.

Pada bulan itu, 300 tenaga kesehatan di Jawa Tengah juga terinfeksi.

“Sistem kesehatan Indonesia hampir kolaps, di tengah pertanyaan mengenai efektivitas vaksin China,” lanjutnya.

Banyak Negara Menyesal

Namun menurut WION, Indonesia tidak sendiri. Ada beberapa negara yang “menyesali” keputusan menggunakan vaksin China.

Sejauh ini, China telah mengekspor 729 juta dosis vaksin ke 43 negara, sebanyak 25 juta dosis di antaranya merupakan donasi.

Di Mongolia, 52 persen populasinya telah divaksinasi, mayoritas dengan Sinovac.

Namun pada Juni, kasus harian di Mongolia naik dua kali lipat dari bulan sebelumnya, menjadi di atas 2.000.

Situasi serupa terjadi di Seychelles, negara di timur laut Madagaskar yang telah memvaksinasi 64 persen populasinya.

Namun kasus Covid-19 per kapitanya lebih tinggi dari India.

Sementara Bahrain, 60 persen dari vaksin yang digunakan adalah Sinovac.

Saat ini publik di Bahrain menuntut agar vaksin tersebut diganti.

Selain memicu pertanyaan mengenai rendahnya efikasi vaksin Sinovac, WION menyebut, situasi ini mengungkap adanya politik dalam infrastruktur kesehatan global.

Sinovac telah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 1 Juni, dengan alasan efikasinya memenuhi standar.

Tetapi dengan banyaknya negara yang mengandalkan Sinovac namun mengalami lonjakan infeksi, WION merekomendasikan agar penilaian tersebut dievaluasi kembali.

Sumber pojoksatu.id




Duel Trilogi UFC, Kaki Conor McGregor Patah Dihajar Dustin Poirier

ARBIndonesia.com, LAS VEGAS – Duel trilogi Conor McGregor kontra Dustin Poirier yang tersaji di UFC 264 harus berakhir tragis untuk The Notorious -julukan Conor McGregor. Kala Conor McGregor harus menghadapi kenyataan mengalami patah tulang dalam duel tersebut, Presiden UFC, Dana White, justru tengah mempersiapkan duel jilid keempat untuk kedua petarung tersebut.

Duel seru dan sengit tersaji dalam pertemuan ketiga antara McGregor melawna Poirier di pentas URF. Bertarung di T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (11/7/2021) siang WIB, McGregor sempat mendominasi di awal ronde pertama.

Tetapi akhirnya, petarung asal Irlandia itu harus menyerah dari Poirier usai mengalami patah tulang pada pergelangan kakinya. Lantaran tak bisa melanjutkan duel, wasit langsung memastikan Poirier keluar sebagai pemenang.

Setelah pertarungan berakhir, banyak pihak memprotes duel tersebut karena dipandang tidak adil. Pasalnya, McGregor yang mengalami patah engkel langsung dinyatakan kalah secara TKO.

Kondisi ini yang memancing Dana White untuk mempersiapkan duel jilid keempat. Menurut laporan Dailystar, Minggu (11/7/2021), Dana White telah mengonfirmasi bahwa duel akan digelar untuk yang keempat kalinya setelah McGregor pulih.

Tentunya, duel ini akan sangat menarik minat para pencinta olahraga bela diri campuran ini. Tak hanya itu, pertemuan McGregor melawan Poirier untuk keempat kalinya disinyalir akan menjadi lebih panas lagi.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa McGregor akan menjalani operasi pada besok. The Notorious -julukan McGregor- dikabarkan mengalami cedera yang sangat mengkhawatirkan dan butuh waktu yang cukup lama untuk pulih.

Sebelumnya, perang komentar panas terjadi pascaduel antara kedua petarung. McGregor sempat mengucap beberapa kata kasar dan tidak terima atas kekalahan cepatnya.

Meski begitu, Poirier membalasnya dengan santai. Petarung asal Amerika Serikat itu pun merasa dirinya tetap layak menang dalam pertarungan tersebut.

“Ini belum berakhir!” teriak McGregor setelah pertandingan usai dilansir dari ESPN, Minggu (11/7/2021).

“Semuanya yang mencemooh bisa mencium pantat saya. Saya mengalahkan dia (Conor McGregror),” jawab santai Poirier.

Pada akhirnya, Poirier memenangkan duel jilid tiga melawan McGregor. Dia berhasil mempermalukan McGregor untuk kedua kalinya.

Secara keseluruhan, kedua petarung sudah berduel tiga kali. Di jilid pertama, Poirier mengalami kekalahan pada 2014. Kemudian, Poirier berhasil balas dendam pada Januari 2021 dengan menang secara TKO.

Sumber okezone.com