Longsor di Kuala Enok, Pelabuhan dan Bangunan Pasar Ikan yang Tidak Difungsikan Ambruk

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Peristiwa tanah longsor di Ibu Kota Kecamatan Tanah Merah (Kuala Enok), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali terjadi, Minggu (25/7/2021) pagi sekitar pukul 10.00 Wib.

Akibat peristiwa tersebut, pelabuhan bongkar muat milik Syahbandar itu runtuh tanpa sisa bak hilang ditelan bumi.

Selain itu, bangunan pasar ikan yang tidak pernah difungsikan sebagaimana peruntukannya juga mengalami rusak berat akibat hantaman tanah longsor yang sering melanda di Kecamatan Tanah Merah.

Seperti yang diungkapkan Camat Tanah Merah, Antoni mengatakan bahwa sebelum pelabuhan bongkar muat syahbandar dan pasar ikan tersebut mengalami longsor, sehari sebelumnya dua unit rumah warga juga ambruk akibat tanah longsor.

“Semalam (Sabtu,24/7) dua unit rumah rusak akibat tanah longsor, hari ini sekitar pukul 10.00 wib pelabuhan Syahbandar dan pasar ikan juga runtuh akibat tanah longsor,” tutur Antoni saat di hubungi arbindonesia.com, Minggu (25/7/2021).

Lanjutnya, sebelum pelabuhan bongkar muat yang berukuran sekitar 10×20 meter itu mengalami longsor tanpa sisa. Camat Tanah Merah juga mengatakan bahwa kondisi pelabuhan tersebut pada awalnya memang mengalami kemiringan sehingga tidak difungsikan sebagaimana layaknya aktivitas di pelabuhan bongkar muat lainya.

“Karena tidak ada pelabuhan bongkar muat lagi, mau tidak mau maka pelabuhan itu yang digunakan untuk bongkar muat,” kata Antoni.

Sama halnya dengan pasar ikan tersebut kata Antoni, sejak dibangun beberapa tahun lalu hingga mengalami kerusakan akibat tanah longsor hari ini, pasar tersebut tidak pernah difungsikan sebagaimana fungsinya.

“Bangunan pasar Ikan itu hanya digunakan untuk tempat orang santai dan berjualan minum-minuman yang buka jam 4 sore tutup jam 10 malam,” imbuh Camat Tanah Merah.

“Untuk korban jiwa atas peristiwa tanah longsor hari ini tidak ada,” tambahnya.

Untuk diketahui, terhitung sejak 4 bulan belakangan hingga saat ini (Minggu 25/7/2021), sebanyak 22 unit rumah yang mengalami kerusakan berat dan ringan akibat tanah longsor di Kecamatan Tanah Merah.

Dari hasil wawancara awak media ARB INdonesia kepada Camat Tanah Merah, Antoni, bahwa 20 unit rumah warga yaang mengalami kerusakan akibat tanah longsor akan dilakukan relokasi.

Hal tersebut telah mendapat persetujuan atas usulan yang diajukan Pemerintah Kecamatan Tanah Merah, Kelurahan dan Desa terkait melalui Dinas PUPR Provinsi Riau.

“Atas tindak lanjut usulan tersebut, hari Kamis nanti kami dipanggil oleh Dinas PUPR Provinsi untuk membuat pokja terkait relokasi rumah warga yang rusak akibat tanah longsor. Jadi total yang telah disetujui ada 20 rumah, dan 2 rumah yang baru mengalami tanah longsor masih menunggu persetujuan dari Dinas PUPR Provinsi Riau,” tutur Camat Tanah Merah, Antoni.

(Arbain)




Mau Belanja Tapi Mager, Pesan di WD Delivery Aja Tarif Mulai 5 Ribuan

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Bagi anda warga Tembilahan dan sekitarnya yang ingin berbelanja tapi malas gerak (mager) untuk keluar rumah, jasa WD delivery siap memenuhi pesanan anda.

Selain menerima jasa pesan makanan, WD delivery juga menyediakan layanan jasa berbelanja ke pasar, kirim barang paket, dan ada ojek online juga tentunya.

Untuk tarif tentunya sangat ramah dengan kocek, mulai dari Rp 5000 per lokasi. Khusus ojek online, tarif menyesuaikan lokasi tujuan anda.

“Kalian cukup dirumah aja, biar kami yang antar pesanan anda, Insya Allah amanah,” slogan WD delivery.

Cara pesannya juga gampang, tinggal hubungi salah satu nomor handphone dan whatsApp yang tertera, pesanan anda akan segera tiba di tempat tujuan.

Untuk jam operasional dimulai pukul 07.00 AM sampai 22.00 PM.

Mau pesanan anda di antara sekarang, hubungi WD delivery di sini : 082174454573 atau 082285886600 atau 085263771067.

(Iklan promosi)




Luas Perkebunan Kelapa di Kecamatan Tembilahan Hulu

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang dikenal dengan julukan ‘Negeri Hamparan Kelapa Dunia’ ini memiliki potensi besar dalam bidang perkebunan untuk komoditi kelapa.

Potensi perkebunan pada komoditi kelapa itu seluruhnya dimiliki oleh setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten yang juga berjuluk ‘Negeri Seribu Parit’. Salah satunya adalah Kecamatan Tembilahan Hulu.

Berdasarkan data yang didapat melalui Dinas Perkebunan Inhil tahun 2019, dari keseluruhan luas perkebunan kelapa di Inhil yang tersebar pada 20 kecamatan (400.740,84 hektar), 340.773 hektar diantaranya adalah perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam, dan 59.967,84 hektar adalah perkebunan kelapa jenis Kelapa Hibrida.

Untuk Kecamatan Tembilahan Hulu, perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam memiliki luas 5.036 hektar, dengan potensi produksi hasil perkebunan tercatat pada semester II (Juli-Desember) 2019 mencapai 5.018.602 kilogram.

Sedangkan luas perkebunan kelapa jenis Kelapa Hibrida pada Kecamatan Tembilahan Hulu memiliki luas 947 hektar, dengan potensi produksi hasil perkebunan Kelapa Hibrida tercatat pada semester II (Juli-Desember) 2019 mencapai 903.930 kilogram.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Inhil, Drs. Sirajuddin, MM melalui Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Ardiansyah, SE menyampaikan, berdasarkan data di tahun 2019 untuk perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam di Kecamatan Tembilahan Hulu terdapat 1.028 jumlah petani kelapa atau KK yang memiliki perkebunan tersebut.

Sedangkan untuk perkebunan kelapa jenis Hibrida, terdapat 383 petani kelapa yang memiliki perkebunan kelapa jenis Hibrida di Kecamatan Tembilahan Hulu.

“Artinya secara umum, terdapat seribu lebih masyarakat di Kecamatan Tembilahan Hulu yang perekonomiannya ditopang melalui hasil dari produksi perkebunan kelapa,” imbuh Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Ardiansyah, SE.

Untuk diketahui, luas hamparan perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam di Kecamatan Tembilahan Hulu berada pada nomor 16 dari 20 kecamatan di Kabupaten Inhil.

Sedangkan untuk jenis Kelapa Hibrida, Kecamatan Tembilahan Hulu berada pada urutan nomor 7 terluas dari 20 kecamatan yang memiliki hamparan perkebunan kelapa jenis Hibrida. (Arbain)




RS 3M Plus Tembilahan Buka Lowker untuk Kabid Pelayanan Medis dan Asisten Apoteker

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Rumah Sakit 3M Plus Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir kembali membuka lowongan pekerjaan untuk bagian Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Media, dan Asisten Apoteker.

Untuk persyaratan dan informasi lengkapnya pada lowker tersebut, lihat gambar dibawah ini:

Syarat dan ketentuan lowker

untuk bagian Kabid Pelayanan Medis di RS 3M Plus Tembilahan
Syarat dan ketentuan lowker untuk bagian Asisten Apoteker di rS 3M Plus Tembilahan



Luas Perkebunan Kelapa di Kecamatan GAS

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang dikenal dengan julukan ‘Negeri Hamparan Kelapa Dunia’ ini memiliki potensi besar dalam bidang perkebunan untuk komoditi kelapa.

Potensi perkebunan pada komoditi kelapa itu seluruhnya dimiliki oleh setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten yang juga berjuluk ‘Negeri Seribu Parit’. Salah satunya adalah Kecamatan GAS.

Berdasarkan data yang didapat melalui Dinas Perkebunan Inhil tahun 2019, dari keseluruhan luas perkebunan kelapa di Inhil yang tersebar pada 20 kecamatan (400.740,84 hektar), 340.773 hektar diantaranya adalah perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam, dan 59.967,84 hektar adalah perkebunan kelapa jenis Kelapa Hibrida.

Untuk Kecamatan GAS, perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam memiliki luas 17.178 hektar, dengan potensi produksi hasil perkebunan tercatat pada semester II (Juli-Desember) 2019 mencapai 7.715.224 kilogram.

Sedangkan luas perkebunan kelapa jenis Kelapa Hibrida pada Kecamatan GAS hanya memiliki luas 10 hektar, dengan potensi produksi hasil perkebunan Kelapa Hibrida tercatat pada semester II (Juli-Desember) 2019 mencapai 3.250 kilogram.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Inhil, Drs. Sirajuddin, MM melalui Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Ardiansyah, SE menyampaikan, berdasarkan data di tahun 2019 untuk perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam di Kecamatan GAS terdapat 3.506 jumlah petani kelapa atau KK yang memiliki perkebunan tersebut.

Sedangkan untuk perkebunan kelapa jenis Hibrida, terdapat 4 petani kelapa yang memiliki perkebunan kelapa jenis Hibrida di Kecamatan GAS

“Artinya secara umum, terdapat ribuan lebih masyarakat di Kecamatan GAS yang perekonomiannya ditopang melalui hasil dari produksi perkebunan kelapa,” imbuh Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Ardiansyah, SE.

Untuk diketahui, luas hamparan perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam di Kecamatan GAS berada pada nomor 7 dari 20 kecamatan di Kabupaten Inhil.

Sedangkan untuk jenis Kelapa Hibrida, Kecamatan GAS berada pada urutan nomor 16 dari 20 kecamatan yang memiliki hamparan perkebunan kelapa jenis Hibrida.
(Arbain)




Luas Perkebunan Kelapa di Kecamatan Kempas

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang dikenal dengan julukan ‘Negeri Hamparan Kelapa Dunia’ ini memiliki potensi besar dalam bidang perkebunan untuk komoditi kelapa.

Potensi perkebunan pada komoditi kelapa itu seluruhnya dimiliki oleh setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten yang juga berjuluk ‘Negeri Seribu Parit’. Salah satunya adalah Kecamatan Kempas.

Berdasarkan data yang didapat melalui Dinas Perkebunan Inhil tahun 2019, dari keseluruhan luas perkebunan kelapa di Inhil yang tersebar pada 20 kecamatan (400.740,84 hektar), 340.773 hektar diantaranya adalah perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam, dan 59.967,84 hektar adalah perkebunan kelapa jenis Kelapa Hibrida.

Untuk Kecamatan Kempas, perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam memiliki luas 2.273 hektar, dengan potensi produksi hasil perkebunan tercatat pada semester II (Juli-Desember) 2019 mencapai 2.074.726 kilogram.

Sedangkan luas perkebunan kelapa jenis Kelapa Hibrida pada Kecamatan Kempas memiliki luas 3.957 hektar, dengan potensi produksi hasil perkebunan Kelapa Hibrida tercatat pada semester II (Juli-Desember) 2019 mencapai 4.758.142 kilogram.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Inhil, Drs. Sirajuddin, MM melalui Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Ardiansyah, SE menyampaikan, berdasarkan data di tahun 2019 untuk perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam di Kecamatan Kempas terdapat 464 jumlah petani kelapa atau KK yang memiliki perkebunan tersebut.

Sedangkan untuk perkebunan kelapa jenis Hibrida, terdapat 1.602 petani kelapa yang memiliki perkebunan kelapa jenis Hibrida di Kecamatan Kempas.

“Artinya secara umum, terdapat ribuan lebih masyarakat di Kecamatan kempas yang perekonomiannya ditopang melalui hasil dari produksi perkebunan kelapa,” imbuh Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Ardiansyah, SE.

Untuk diketahui, luas hamparan perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam di Kecamatan Kempas berada pada 2 terakhir dari 20 kecamatan di Kabupaten Inhil.

Sedangkan untuk jenis Kelapa Hibrida, Kecamatan Kempas berada pada urutan nomor 4 dari 20 kecamatan yang memiliki hamparan perkebunan kelapa jenis Hibrida.
(Arbain)