Inovasi ‘Tim Trembesi’ Disnakertrans Inhil Hadir untuk Menurunkan Angka Pengangguran

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Salah satu penyebab utama dari banyaknya angka pengangguran yakni masih minimnya lapangan kerja dan masih rendahnya kompetensi para pencari kerja yang belum memenuhi kelayakan kemampuan yang dibutuhkan oleh industri atau perusahan penampung tenaga kerja.

Selain itu, minimnya kompentensi atau keterampilan yang dimiliki oleh para pencari kerja (pengangguran) menyebabkan belum adanya kemampuan untuk membuka peluang usaha (pekerjaan) yang mampu menjadi sumber pendapatan/penghasilan.

Seperti yang disampaikan Kelapa Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Inhil, HM Taher, MM bahwa fenomena-fenomen tersebut juga terjadi di Kabupaten Inhil, yang mana masih tingginya angka pengangguran dikarenakan masih minimnya lowongan kerja serta masih rendahnya kompetensi dari para pencari kerja yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir.

“Oleh karena itu, Disnakertrans memandang perlu melakukan terobosan-terobosan yang inovatif dalam menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Indragiri Hilir melalui Inovasi “TIM TREMBESI” (Tim Percepatan Pelayanan Pelatihan Berbasis Kompetensi) sebagai Inovasi Pelayanan Publik Pada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Indragiri Hilir,” tutur HM Taher, Kamis (9/9/2021).

Lanjutnya, Melalui Inovasi “TIM TREMBESI” (Tim Percepatan Pelayanan Pelatihan Berbasis Kompetensi) ini diarahkan dalam rangka meningkatkan kompetensi para pencari kerja di Kabupaten Indragiri Hilir melalui kegiatan pelatihan tenaga kerja bersertifikat bekerjasama dengan Satuan Balai Latihan Kerja Padang Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia pada Program Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi (PPPV).

Tim Percepatan Pelayanan Pelatihan Berbasis Kompetensi Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Indragiri Hilir menginformasikan kepada seluruh masyarakat (pencari kerja) yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir terkait Informasi Pelatihan Tenaga Kerja Berkompetensi tersebut melalui Website Resmi Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Indragiri Hilir pada link : http://disnakertrans.inhilkab.go.id/

“Pada Laman Website Resmi Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Indragiri Hilir tersebut memuat berbagai informasi terkait pelaksanaan pelatihan tenaga kerja serta informasi para tenaga kerja yang bersertifikat (lulus pelatihan) untuk menjadi bahan informasi dan referensi bagi perusahan atau industri dalam merekrut tenaga kerja pada perusahan atau industrinya,” paparnya.

Selain itu juga tambah HM Taher, pada Laman Website tersebut juga tersedia kontak whatsapp operator yang siap sedia 24 jam memberikan informasi terkait kegiatan pelatihan tenaga kerja bersertifikat yang dilaksanakan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Indragiri Hilir.

Masyarakat yang tertarik untuk mengikuti pelatihan tenaga kerja, dapat memperoleh informasi dan penyampaian pemberkasan secara online melalui menu layanan kontak WhatsApp operator yang bisa di akses melalui laman website resmi Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Indragiri Hilir melalui link kontak WhatsApp yang ada pada website resmi tersebut,” Imbuhnya.

“Kemudahan-kemudahan pelayanan online terkait peningkatan kompetensi tenaga kerja di Kabupaten Indragiri Hilir yang dibuat oleh Disnakertrans Inhil melalui Inovasi TIM TREMBESI pada prinsipnya merupakan langkah positif dalam menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Indragiri Hilir melalui penyediaan tenaga kerja yang bersertifikat dengan berbagai macam keterampilan atau keahlian hasil dari kegiatan pelatihan tersebut,” tutup Kadisnakertrans Inhil, Drs. HM. Taher, MM.

Editor Arbain




Polres Inhil Amankan 1 Warga Tembilahan

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sat Narkoba Polres Inhil kembali mengamankan 1 (satu) orang laki-laki diduga pelaku tindak pidana narkotika jenis Shabu, lada Rabu (1/9/ 2021) lalu sekira pukul 17.20 wib.

Pelaku inisial AL warga Tembilahan, diamankan di Jalan Pekan Arba Kelurahan Pekan Arba Tembilahan.

“Selain pelaku, tim opsnal sat Narkoba juga berhasil mengamankan 21 paket shabu dengan berat kotor 10,81 gram,” kata Sat Narkoba Polres Inhil Iptu Indra Lubis, SE,SH melalui Paur Humas Ipda Esra, SH Rabu (8/9/2021).

Dijelaskan pihak Polres Inhil, penangkapan pelaku narkotika ini berdasarkan hasil pengembangan dari beberapa kasus yang sebelumnya telah ditangani.

“AL ini berperan sebagai pengedar shabu disekitar Pekan Arba. Saat diamankan anggota Sat Res Narkoba Polres Inhil langsung memanggil ketua RT dan warga setempat, untuk dijadikan saksi dalam melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti berupa 21 (dua puluh satu) paket narkotika yang diduga jenis shabu serta alat transaksi shabu,” paparnya.

Pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolres Inhil guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Pelaku dikenakan pasal 112 Jo 114 UU RI No.35 thn 2009 tentang Narkotika, dan diancam pidana penjara maksimal dua puluh tahun,” jelasnya. (Rls Hms Polres Inhil)




Pria di Inhil Ini Ditemukan Tewas Tergantung

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pamit untuk pergi ibadah sholat magrib. Seorang pria berinisial ZU ditemukan tewas tergantung dengan leher terjerat tali di dalam kamar rumahnya di Dusun Sepakat, Desa Kota Baru Seberida, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Senin (6/9/21) kemarin.

Laki-laki berusia 40 tahun itu pertama kali ditemukan oleh anaknya saat ingin mengambil charger handphone di dalam kamar.

Karena terkejut melihat kejadian itu, sang anak pun memberitahukan kepada ibunya. Kemudian warga setempat yang mengetahui langsung menurunkan jasad korban serta melaporkan ke pihak kepolisian terdekat.

Mendengar dari laporan itu petugas bersama pihak medis mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan.

Kapolres Inhil AKPB Dian Setyawan SIK melalui Kapolsek Keritang AKP Martunus saat dikonfirmasi, Selasa (7/9/21) membenarkan adanya kejadian yang memilukan tersebut.

“Betul, korban diketahui bunuh diri dan dari keterangan dari keluarga dan warga sekitar, korban sering mengeluh sakit dada dan juga bisa melukai dirinya sendiri,”kata Kapolsek.

Kejadian itu berawal dalam sehari sebelumnya, korban yang bekerja sebagai buruh ini pamit kepada istri untuk kerja lembur di Pasar Kembang namun sang istri melarangnya.

“Di pagi harinya korban seperti biasa pergi kerja, setelah magrib korban beralasan untuk menunaikan shalat maghrib, lalu ditemukan oleh anaknya tergantung didalam kamar,” ucapnya.

Lanjut Kapolsek, dari pihak keluarga korban juga menceritakan kalau korban sering mengeluh sakit dada.

“Selain itu dari keterangan warga sekitar dan tetangga, korban juga sering melukai dirinya sendiri. Hasil pemeriksaan visum sementara terhadap korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, tutup Kapolsek.***/RU




Takut Ketahuan Orang Tuanya, Pelajar di Inhu Nekat Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HULU – Kepolisian Sektor Siberida berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi di Jalan Setepak, Dusun Sungai Arang, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Pelaku pembuang bayi berjenis kelamin perempuan yang baru dilahirkan tersebut ternyata adalahseorang remaja putri berusia 18 tahun berinisial YS. Dialah ibu kandung bayi malang itu.

Siswi salah satu SMA ini diamankan petugas di rumahnya tak lama setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan pada Sabtu (4/9/2021) tak lama setelah bayi malang itu ditemukan warga.

“Kami sedang memeriksa YS,” kata Kapolres Inhu AKBP Bachtiar Alponso melalui PS Paur Humas Aipda Misran, Selasa (7/9/2021).

Menurut Misran, kasus ini terungkap saat seorang pelajar SD bernama Afgan (10) yang baru pulang sekolah melintas di jalan setapak menuju rumahnya.

Afgan sebenarnya baru turun dari sepeda motor yang dikendarai oleh Nur Fitriani (27), tukang ojek yang selalu mengantar jemput Afgan ke sekolah. Seperti biasa Afgan turun disimpang jalan setapak menuju rumahnya, kemudian berjalan kaki.

Ketika beberapa meter berjalan kaki, Afgan dikagetkan dengan melihat sosok bayi yang tergeletak di pinggir jalan setepak dengan mulut disumpal kain.

Melihat hal ini, Afgan berlari menuju jalan raya dan mengejar Nur Fitriani menyampaikan temuan bayi itu. Keduanya lalu kembali menuju jalan setapak mengambil bayi dan membuka mulut yang tersumpal kain. Nur kemudian membawa bayi malang tersebut pulang untuk dimandikan dan dipasangi pakaian.

“Setelah itu Nur Fitriani mendatangi rumah Ketua RT dan anggota Bhabinkamtibmas setempat untuk menyampaikan prihal temuan bayi berjenis kelamin perempuan itu,” lanjutnya.

Bayi lalu dibawa ke RSUD Indrasari Rengat untuk mendapatkan perawatan medis, dilanjutkan dengan melaporkannya ke Polsek Seberida.

Polsek Siberida yang menerima laporan langsung turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan. Tak butuh waktu lama, hitungan jam melakukan penyelidikan petugas membuahkan hasil.

“Kita selidiki dan akhirnya menemukan ibu si pembuang bayi tersebut,” lanjutnya.

Diketahui YS salah seorang pelajar yang selama ini terlihat tidak lazim, dengan kondisi perut membesar, namun setelah temuan bayi itu, perutnya mengecil.

“Kepada polisi, YS mengaku baru saja melahirkan seorang bayi perempuan, namun karena malu dan takut ketahuan orang tuanya, ia lalu membuang bayi tersebut di jalan setapak wilayah RT 037 RW 10 Dusun Sungai Arang,” pungkasnya.

Selanjutnya polisi mengamankan YS beserta sejumlah barang bukti ke Mapolsek Siberida untuk proses hukum selanjutnya. *

Sumber Cakaplah.com




Dua Warga Tembilahan Hulu Ditangkap

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Dua pelaku narkotika jenis Shabu berhasil diamankan Sat Res Narkoba Polres Inhil, Jum’at (20/8) lalu sekitar pukul 11:30 wib di Jalan Telaga Biru Gang Madrasah Kelurahan Tembilahan Hulu, Kecamatan Tembilahan Hulu.

Ke dua pelaku inisial CI (32) sebagai pengedar dan HB (26) sebagai pemakai, para pelaku merupakan warga Tembilahan Hulu.

“Kronologis pengungkapan para pelaku beserta barang haram itu awalnya anggota Sat Res Narkoba Polres Inhil memperoleh informasi dari masyarakat, ada seorang pria inisial CI sering bertransaksi narkoba dirumahnya yang beralamat di Jalan Telaga Biru Gang Madrasah,” kata Kasat Res Narkoba Polres Inhil IPTU Indra Mulyadi Lubis, SE, SH melalui Paur Humas Ipda Esra SH, Selasa (7/9/2021).

Kasat Res Narkoba Polres Inhil Iptu Indra Mulyadi Lubis lalu memerintahkan Opsnal Sat Res Narkoba untuk melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut.

“Pada Jum’at (20/8) siang anggota Sat Res Narkoba langsung melakukan penangkapan terhadap CI dan HB. Mereka saat itu tertangkap tangan sedang menggunakan narkotika,” ungkapnya.

Setelah diamankan anggota Sat Res Narkoba Polres Inhil langsung memanggil ketua RT dan warga setempat untuk dijadikan saksi pada saat penggeledahan.

“Saat digeledah ditemukan barang bukti berupa 4 (empat) paket sedang narkotika jenis shabu dengan berat 3,44 gram. Tindak pidana narkotika ini kembali akan dikembangkan asal muasal barang haram itu,” sebut Ipda Esra.

Para pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Inhil guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Mereka dikenakan pasal 112 Jo 114 UU RI No.35 / 2009 tentang Narkotika dan, pelaku terancam pidana penjara maksimal dua puluh tahun,” tambahnya. (Rls Hms Polres Inhil)




‘Kodok’s Melonchat’ Inovasi RSUD Tengku Sulung Pulau Kijang

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Untuk meminimalisir penularan Corona Virus Disease 2019, RSUD Tengku Sulung, Kecamatan Pulau Kijang, Kabupaten Indragiri Hilir wujud Inovasi Konsultasi Dokter Spesialis Melalui Telepon dan Chat (Kodok’s Melonchat).

Inovasi layanan konsultasi kesehatan online tersebut memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal, yaitu memberikan pelayanan digital melalui telepon seluler untuk konsultasi masalah kesehatan kepada dokter spesialis.

“Masyarakat dapat berkonsultasi langsung melalui operator yang ada di rumah sakit, sehingga dokter dan masyarakat tidak harus kontak langsung untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, hal ini sangat sejalan dengan upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19,” terang dr. H. Iswandi Direktur RSUD Tengku Sulung Pulau Kijang.

Dipaparkannya, saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi tantangan yang mengharuskan sumber daya manusia beradaptasi dengan situasi pandemi COVID-19, belum tahu kapan pandemi ini berakhir, sehingga Negara harus bersiap dengan keseimbangan baru pada kehidupan masyarakatnya.

Maka dari itu, sebutnya, aspek kesehatan, sosial, dan ekonomi harus berjalan beriringan dan saling mendukung agar tercapai tujuan yang diharapkan. Untuk itu berbagai kebijakan percepatan penanganan COVID-19 harus tetap mendukung keberlangsungan perekonomian dan aspek sosial masyarakat.

Rumah sakit dan fasilitas umum merupakan area dimana masyarakat melakukan aktifitas kehidupan sosial dan berkegiatan dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan.
Risiko pergerakan orang dan berkumpulnya masyarakat pada rumah sakit dan fasilitas umum, memiliki potensi penularan COVID-19 yang cukup besar.

“Agar pelayanan kesehatan tetap dapat berjalan optimal, maka perlu dilakukan mitigasi dampak pandemi COVID-19 khususnya di rumah sakit dan fasilitas umum,” sambungnya.

Masyarakat dituntut agar memperhatikan protokol kesehatan yang meliputi upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 di rumah sakit dan fasilitas umum dengan memperhatikan aspek perlindungan kesehatan individu dan titik-titik kritis dalam perlindungan kesehatan masyarakat.

Masyarakat memiliki peran penting dalam memutus mata rantai penularan COVID-19 agar tidak menimbulkan sumber penularan baru/cluster pada tempat-tempat dimana terjadinya pergerakan orang, interaksi antar manusia dan berkumpulnya banyak orang.

Masyarakat harus dapat beraktivitas kembali dalam situasi pandemi COVID-19 dengan beradaptasi pada kebiasaan baru yang lebih sehat, lebih bersih, dan lebih taat, yang dilaksanakan oleh seluruh komponen yang ada di masyarakat serta memberdayakan semua sumber daya yang ada.

“Peran masyarakat untuk dapat memutus mata rantai penularan COVID-19 (risiko tertular dan menularkan) harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan,” harapnya.

Substansi protokol kesehatan pada masyarakat harus memperhatikan titik kritis dalam penularan COVID-19 yang meliputi jenis dan karakteristik kegiatan/aktivitas, besarnya kegiatan, lokasi kegiatan (outdor/indoor), lamanya kegiatan, jumlah orang yang terlibat, kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, anak-anak, lansia, dan penderita komorbid, atau penyandang disabilitas yang terlibat dan lain sebagainya. (***)