ESI Inhil Jadwalkan Turnamen Mobile Legends 2021 Tembilahan

ARBIndonesia.com, TEMBILAHAN – Pengkab Esports Indonesia (ESI) Indragiri Hilir (Inhil) segera menggelar ESI Inhil Competition 2021 pada kejuaraan Mobile Legends Bang-Bang.

Agenda tersebut akan berlangsung pada tanggal 25-27 Oktober 2021 di Langkaw Cafe, Jalan Lingkar 1, Tembilahan. Pihak panitia menyiapkan total hadiah Rp. 2.000.000,- untuk para pemenang.

“Turnamen kita buka untuk umum, dan sekarang kita teman-teman panitia sedang melakukan persiapan” ujar Ketua Panitia Pelaksana, Mhd Guntur Candra, Rabu (13/10/2021).

Sementara itu, Ketua Pengkab ESI Inhil, Ardiansyah Julor mengatakan kegiatan turnament tersebut merupakan agenda perdana ESI Inhil sejak resmi dibentuk.

“ESI ini adalah cabang olahraga baru yang sudah resmi terdaftar. Ini agenda perdana kita sembari mengsosialisaiskan keberadaan ESI sebagai wadah yang mengurusi olahraga elektronik dan insyallah ivent-ivent kompetisi akan kita gelar secara berkelanjutan,” ujar Ardiansyah.

Ardiansyah menambahkan lewat turnamen tersebut, pihaknya dapat menjaring atlet-atlet esport yang potensial untuk selanjutkan dilakukan pembinaan.

“Melalui kompetisi yang kita lakukan secara berkelanjutan nantinya akan nampak atlet-atlet yang potensial selanjutnya bisa kita bina dan proyeksikan untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan baik di tingkat daerah maupun nasional,” kata Ardiansyah.

Untuk diketahui kegiatan ini disuport oleh Bapak Abdul Wahid, PJB PLTU Tembilahan, Tembilahan Computer, Cahaya Redaksi dan Kalapas Tembilahan.

Bagi yang berminat silahkan daftarkan tim terbaik anda gratis. Tier minimal Legend. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi sdr. Hafiz di nomor 0813-7497-6010. ***




Respon Keluhan Nelayan, Kapolda Riau Kerahkan Bantuan Dua Kapal Polairud ke Bagansiapiapi

ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Menanggapi keluhan para nelayan terkait konflik di perairan Bagan Siapi-api Rokan Hilir, mendapatkan respon langsung dari Kapolda Riau. Dua unit BKO (bawah kendali operasi) kapal bantuan Polairud dari Dumai dan Pekanbaru dikerahkan langsung ke Bagan Siapi-api.

Dalam interaktifnya masyarakat Rohil menyampaikan keluhannya kepada Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi yang didampingi Kapolres Rokan Hilir AKBP Nurhadi Ismanto, dan Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong, saat melakukan tatap muka dengan para nelayan di Bagan Siapi-api.

Setelah melakukan pemaparan terkait peningkatan perekonomian masyarakat Rokan Hilir, melalui sektor minyak bumi dan minyak nabati sawit, Kapolda memberikan kesempatan kepada para nelayan untuk menyampaikan pendapat ataupun keluhan.

Perwakilan nelayan menyampaikan keluhan tentang adanya konflik di perairan Bagan Siapi-api.

“Kami disini mengalami kesulitan Bapak Kapolda, terutama terkait nelayan dari luar wilayah Bagan Siapi-api yang datang menggunakan alat-alat yang dilarang, seperti pukat harimau mini yang bisa merusak ekosistem perairan disini, ujung-ujungnya kami kesulitan mendapatkan ikan. Belum lagi kapal-kapal besar dan canggih dari wilayah Malaysia,” kata salah satu nelayan kepada Kapolda Riau.

Mendengar keluhan tersebut, Kapolda Riau langsung menginformasikan bahwa Polda Riau langsung mengerahkan 2 kapal Polairud untuk mem Back-up Satpolairud Rohil dalam pengamanan di perairan Bagan Siapi-api.

“Masyarakat ini terkendala dengan masih banyaknya kapal kapal yang dari luar dan kemudian melakukan penangkapan dengan menggunakan jaring yang tidak sesuai. Untuk itu menjadi perhatian kita, untuk kita selesaikan bersama KKP dan stake holder yang lain. Dan hari ini kita menggeser dua kapal dari Dumai dan Pekanbaru untuk kita BKO kan ke Bagan Siapi-api ini agar supaya persoalan ini selesai,” tegas Irjen Agung.

Agung berharap, dengan pengerahan dua kapal itu pengawasan di wilayah perairan Bagan Siapi-api dapat dilaksanakan lebih maksimal, juga menjaga para nelayan dapat mencari ikan dengan rasa aman dan nyaman. ***




Resmi Diluncurkan, Aplikasi BSR Polda Riau Efektif Tekan Penyebaran Covid-19 di Rohil

ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Aplikasi Bersama Selamatkan Riau (BSR) besutan Polda Riau resmi digunakan setelah peluncurannya digelar di Mapolres Rohil pada Rabu (13/10/2021). Ini merupakan daerah ketiga di Provinsi Riau yang menggunakan aplikasi canggih dalam penanganan pandemi Covid-19, setelah Kepulauan Meranti dan Pekanbaru. Launching ini dilakukan langsung oleh Kapolda Riau Irien Agung Setya Imam Effendi.

Jenderal bintang dua tersebut melounching bersama Bupati Rohil Afrizal Sintong, turut dihadiri pula jajaran Forkopimda. Dengan begitu, aplikasi BSR kini sudah bisa digunakan di negeri berjuluk Seribu Kubah. Diharapkan, upaya untuk menekan angka penularan Corona optimal hingga terus menurun, seperti daerah lainnya yang sudah dijalankan.

Sampai saat ini angka positif Covid-19 di Rohil melandai. Hal itu tidak lepas dari sinergitas dan kolaborasi antara kepolisian, pemerintah serta berbagai stake holder.

“Aplikasi BSR ini tentunya akan membantu dalam menyelesaikan permasalahan Covid,” kata Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi saat launching Aplikasi BSR di Polres Rohil.

Irjen Agung memastikan, bahwa tidak ada masyarakat Rohil yang terkonfirmasi Covid yang tidak bisa diatasi melalui aplikasi BSR. Selain itu, aplikasi BSR juga bisa memantau kegiatan personel yang dikerahkan sebagai tracer, di mana saat ini di Rohil berjumlah 105 personel dengan dibantu 20 tenaga kesehatan.

“Kita mendedikasikan aplikasi ini untuk menyelesaikan persoalan pandemi hari demi hari. Kemarin kasus terkonfirmasi berjumlah 32, dan kabupaten Rohil nihil, ini adalah bentuk kerja konkrit dari kita semua. Kita semua dalam kolaborasi dan kerja sama yang intens,” yakin Irien Agung Setya Imam Effendi

Berkat kecanggihan, efektivitas dan efisiensinya, Aplikasi BSR pun menjadi terobosan teranyar yang digagas Polda Riau. Ini juga ditujukan untuk mengantisipasi lonjakan penularan Corona gelombang ketiga yang diwaspadai dalam bulan-bulan ke depan.

Adapun aplikasi BSR bertujuan memastikan masyarakat di Riau yang terkonfirmasi Covid-19 dapat tertangani dengan optimal, mulai dari validasi data, verifikasi, pemberian obat hingga evakuasi ke rumah sakit dan tempat isolasi terpusat. Semuanya ditangani maksimal dan mendetail, agar Covid-19 tidak menular luas terutama di klaster keluarga yang menjadi kontak erat.

Sistem kerja Aplikasi BSR adalah informasi yang terintegrasi, dengan memproses data dari pusat, terhadap masyarakat yang terkonfirmasi Covid. Data itu pula yang kemudian ditindaklanjuti oleh petugas (Tracer) diwilayahnya masing-masing, dengan tujuan validasi. Petugas Tracer lalu melaporkan kembali menggunakan aplikasi BSR ini secara detail, mengenai penindakan yang sudah dilakukan. Melalui laporan ini pula tindak lanjutan bisa diambil, agar penanganan terhadap orang yang terkonfirmasi jadi optimal.***




Pastikan Keamanan Obyek Vital Nasional, Kapolda Riau Pimpin Gelar Apel Patroli Berskala Besar di Polres Rohil

ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi, memimpin apel gelar pasukan skala besar, untuk pengamanan objek vital nasional di Rokan Hilir pada Rabu (13/10/2021). Rokan Hilir merupakan wilayah vital dalam eksplorasi blok rokan.

Seperti diketahui, Kabupaten Rohil merupakan salahsatu daerah di Riau yang masuk dalam eksplorasi blok rokan yang baru dialihkan pengelolaannya dari PT Cevron Pasific Indonesia ke PT Pertamina Hulu Rokan. Menjadi atensi khusus bagi Polda Riau dalam tugasnya menciptakan kondusifitas, di mana ekplorasi blok rokan di Rohil merupakan penghasil minyak kedua terbesar di Riau.

Tidak cuma itu, blok rokan yang dikelolah oleh PT Pertamina Hulu Rokan juga merupakan objek vital nasional yang dipastikan keamanannya dari segela bentuk ancaman yang berpotensi mengganggu kegiatan operasionalnya. Inilah yang kemudian menjadi tanggung jawab kepolisian, dalam hal ini Polda Riau serta Polres Rohil yang menjadi wilayah teritorinya.

Saat pergelaran apel di halaman Mapolres Rohil, Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi mengintruksikan ratusan personelnya agar mengoptimalkan patroli, sebagai upaya preventif kepolisian. Selain itu, upaya preemtif juga perlu dimaksimalkan, hingga langkah respresif sebagai tindakan penegakkan hukum.

“Kegiatan patroli skala besar ini akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan, periodik dan insidentil oleh Polda Riau dan Polres Rohil secara khusus,” ungkap Irjen Agung dalam arahannya kepada ratusan personel, yang terdiri dari jajaran Brimobda Polda Riau serta personel Polres.

Selain memastikan kesiapan pengamanan dari jajarannya, Kapolda Riau juga mengajak masyarakat agar turut serta mendukung aktivitas eksplorasi minyak bumi di blok rokan yang ada di Kabupaten Rohil.

“Tentunya, dengan kondisi yang aman dan kondusif maka pelaksanaan eksplorasi dapat meningkat hasilnya,” yakin jenderal bintang dua tersebut.

“Kita paham, sebagaimana disampaikan oleh Pak Bupati (Rohil) ada 1.500 sumur, di mana 1.000 diantaranya masih hidup. Pengelolaan industri perminyakan ini tentu tidak mudah, maka kita ingin menjaga, memastikan bahwa kegiatan pengeboran minyak, distribusinya, perbaikannya dan proses yang ada dalam industri Pertamina Hlu Rokan berjalan baik sehingga berkontribusi bagi peningkatan kesejahteraan,” yakin dia.

“Semuanya perlu kerja sama, langkah bersama. Kita tahu mekanismenya dan sudah paham tentang hal apa yang menjadi batasan yang harus dipedomani bersama, baik undang-undang, peraturan menteri, adat istiadat yang tentunya harus dipatuhi,” singkat Irjen Agung.

Untuk diketahui, secara yuridis formal perjanjian kerjasama terkait pelaksanaan pengamanan di wilayah blok rokan sudah ditanda tangani oleh kedua belah pihak, yakni Polda Riau dan Pertamina Hulu Rokan. Ini kemudian menjadi tanggung jawab kepolisian di Riau memberikan jaminan keamanan, sekaligus mendorong percepatan peningkatan disektor perekonomian.***




Ratusan Warga Desa Sungai Berapit Ikuti Vaksinasi Tahap Pertama

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sebanyak 228 warga Desa Sungai Berapit, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti proses vaksinasi tahap pertama, Rabu (13/10/2021).

Kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa itu dilaksanakan di Aula PKK Desa Sungai Berapit.

Dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, antusias warga mengikuti vaksinasi tahap pertama ini sangat terlihat, hal itu ditandai dengan habisnya stok dosis vaksin yang disuntikan kepada masyarakat desa.

Kepala Desa Sungai Berapit, M Ihsah mengatakan bahwa antusias masyarakat mengikuti vaksin tahap pertama ini cukup banyak.

“Hari ini ada 228 warga yang telah mengikuti vaksin tahap pertama ini,” tutur M Ihsah.

“Dosis vaksin untuk hari ini tidak cukup, maka akan kita lanjutkan pada hari Selasa mendatang,” tambanya.

Selain itu, M Ihsah juga berharap dengan dilaksanakannya vaksinasi hingga tahap kedua nantinya, ancaman nyata covid-19 akan segera menghilang.

“Ini menjadi ikhtiar kita bersama dalam memutus penyebaran covid-19 di Negeri Hamparan Kelapa Dunia, khususnya untuk di Desa Sungai Berapit semoga kita semua tidak lalai untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dimanapun kita berada ,” tutup M Ihsah. (Adv/Arbain)




Keunikan Petani Kelapa dalam Pengangkutan Hasil Panen Buah Kelapa dari Kebun

ARBIndoneaia.com, INDRAGIRI HILIR – Lain lubuk lain airnya lain pula ikannya, itulah istilah perbedaan cara atau tradisi petani kelapa dalam mempermudah akses saat mengumpulkan buah kelapa dari hasil panen perkebunan kelapa.

Sebagai contoh melalui pengalaman awak media ketika berkunjung ke suatu daerah di Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Kepulauan Morotai.

Tradisi unik yang terlihat saat petani kelapa mengumpulkan buah kelapa yang telah di petik dari pohonnya, lalu buah kelapa tersebut dikumpulkan pada satu titik.

Pada aktivitas itu, petani kelapa di Kabupaten Kepulauan Morotai itu menggunakan hewan ternak (Sapi) sebagai alat angkut untuk membawa buah kelapa.

Didesain seperti gerobak yang memiliki dua roda, lalu gerobak tersebut diikatkan pada pundak Sapi layaknya sebuah delman.

Lalu kelapa dimasukan pada gerobak, dan ditunggangi oleh petani sebagai kusir atau pengendali sapi.

Sangat jauh berbeda dengan Kabupaten Indragiri Hilir yang tersohor sebagai Negeri Hamparan Kelapa tradisi petani kelapa saat mengumpulkan hasil panennya.

Pada umumnya petani kelapa di Inhil ini menggunakan ‘Ambung’ alat tradisional pengangkut yang terbuat dari rotan dengan desain berbentuk lingkaran panjang yang mengerucut kebawah. Penggunaan ambung layaknya sebuah ransel yang disandang pada kedua belah bahu.

Selain itu, kanal atau parit kecil yang dibuat oleh petani juga menjadi salah satu cara atau akses dalam mempermudah petani kelapa di Inhil untuk mengumpulkan buah kelapa pada satu titik atau tempat.

Dengan memanfaat air pasang surut dari kanal tersebut, buah kelapa tersebut dimasukan kedalam kanal itu, lalu dengan sendirinya buah kelapa tersebut hanyut terbawa oleh arus.

Ketika buah kelapa sampai pada titik pengumpulan, buah kelapa yang kondisinya terapung di air tersebut diangkat kembali untuk dilakukan proses pengupasan sabut kelapa. (Arbain)