Kekosongan Kursi Kadinkes Inhil Sudah Terisi

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Setelah beredar informasi pengunduran diri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, dr. Afrizal Darmawan beberapa hari yang lalu, hari ini, Jum’at (5/11/2021) tersiar kabar kursi kosong tersebut sudah diisi oleh Plt Kadis.

Dari kabar yang terlintas bahwa Budi N Pamungkas yang ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (PLT). Untuk memastikan informasi ini media mencoba menghubungi Budi N Pamungkas yang sekarang masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indragiri Hilir.

Dalam penjelasannya Budi N Pamungkas membenarkan informasi ini penunjukan dirinya sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, Jum’at (5/11/21).

Budi N Pamungkas
saat dihubungi melalui via telepon tidak banyak berkomentar terkait dengan informasi tersebut. Ia hanya mengungkapkan bahwa selaku Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kabupaten Indragiri Hilir hanya mengikuti perintah atasan.

“Kita sebagai PNS ya tentunya mengikuti perintah atasan,” ungkapnya singkat.

Untuk mempertajam kabar tersebut media mencoba mengkonfirmasi kepala Dinas Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kabupaten Indragiri Hilir H. Fauzar. Namun hingga kini belum memberikan keterangan apapun mengenai perihal ini. (rls/usf/berita inhil)




Dugaan Pelecehan Seksual Menimpa Mahasiswi di Riau

ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Dugaan pelecehan seksual menimpa salah seorang mahasiswi di perguruan tinggi Universitas Riau (UR) angkatan 2018.

Dugaan pelecehan seksual itu viral setalah video keterangan korban di upload oleh akun Instagram komahi_ur, Kamis (4/11/2021).

Dari video yang ratusan ribu kali tanyang itu, terlihat seorang wanita duduk sendiri di depan kamera dengan wajah buram. Wanita itu mengaku sebagai mahasiswi jurusan Hubungan Internasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) angkatan 2018.

Tak hanya itu, Mahasiswi tersebut juga mengaku telah dilecehkan di lingkungan kampus saat melakukan bimbingan skripsi.

“Kronologinya terjadi pada 27 Oktober lalu, hari Rabu sekitar pukul 12.30 WIB,” kisah Mahasiswi itu.

Saat itu katanya, peristiwa tersebut terjadi saat akan melakukan bimbingan skripsi dengan dosen pembimbing yang memiliki jabatan penting di kampus tersebut.

Ia mengaku bimbingan skripsi di ruangan sang dosen seorang diri. Tidak ada orang lain saat mulai bimbingan hingga selesai.

“Mengawali bimbingan dan menanyakan pertanyaan tentang pekerjaan, kehidupan, dan beberapa kali mengatakan kata-kata yang membuat saya tidak nyaman. Seperti ‘i love you’. Hal itu membuat saya terkejut,” kata mahasiswi itu dalam video yang beredar.

Setelah bimbingan berjalan lancar, ia pamit dan menyalami tangan sang dosen. Lalu ia mengaku bahunya dipegang erat oleh sang dosen. Tak lama setelah itu tubuhnya didekatkan dan kepalanya dipegang lalu sang dosen tersebut mencium pipi kiri dan kening.

Merasa ketakutan, mahasiswi itu kemudian menunduk. Namun kepalanya kembali diangkat ke atas dalam kondisi ketakutan.

“Saya sangat ketakutan, saya langsung menundukkan kepala saya. Namun kepala saya langsung diangkat keatas dan berkata ‘mana bibir, mana bibir’ yang membuat saya sangat terhina dan terkejut,” ungkapnya

Karena menolak, mahasiswi itu kemudian diizinkan meninggalkan ruangan. Tanpa buang waktu, ia langsung keluar dari ruangan sang dosen dengan kondisi ketakutan.

“Saya langsung meninggalkan ruang dekan dan kampus dengan gemetar,” katanya.

Atas perbuatan itu, Mahasiswi tersebut mengaku sangat terhina dan sangat dilecehkan atas peristiwa yang menimpa dirinya.

https://www.instagram.com/tv/CV2Jn0zlAln/?utm_medium=share_sheet

Menanggapi persoalan tersebut, dilansir dari tribunpekanbaru.com saat melakukan upaya konfirmasi kepada Dekan FISIP UNRI, Syafriharto.

Saat dihubungi lewat sambungan telfon dan ditanyai perihal video pengakuan yang telah viral itu, Syafriharto mengaku belum mengetahuinya.

“Hah, tak tahu saya tuh, belum dapat saya informasinya,” kata Syafriharto, Kamis (4/11/2021).

“Coba kirim (videonya),” imbuhnya.

Tribunpekanbaru.com lalu mengirimkan video yang diminta oleh Syafriharto lewat pesan WhatsApp.

“Nanti saya cek dulu,” tuturnya lewat pesan WhatsApp.

Selanjutnya, tribunpekanbaru.com memintai tanggapan atau klarifikasi dari Syafriharto.

“Saya belum tau ni… terkejut saya ni,” sebut Syafriharto membalas pesan.

Saat ditanyai terkait ini, apa langkah yang akan diambilnya, dan apakah dia melontarkan bantahan atas tuduhan itu, Syafriharto belum memberikan balasan.

Editor Arbain




Potret UPT Puskesmas Guntung Gelar Khitanan Massal

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Unit Pelayanan Teknis (UPT) Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melaksanakan khitan massal yang dihadiri Kepala Puskesmas Guntung, Ketua DPRD Inhil, Camat Kateman, Forkopimcam Kateman, Lurah dan Tokoh Masyarakat, Kamis 04/11/2021.

Khitanan ini diadakan bertujuan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dan memiliki anak laki-laki yang sudah cukup syarat untuk di khitan, dimana kegiatan tersebut mendapat antusias dari masyarakat.

Kepala UPT Puskesmas Sungai Guntung, Zainudin dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kehadiran Ketua DPRD Inhil, Ferryandi, Camat Kateman, Kapolsek, Danramil, Lurah, serta tokoh masyarakat dan warga yang anaknya mengikuti khitanan masal.

“Terimakasih atas kehadiran dan dukungan semua fihak sehingga kegiatan khitanan masal ini berjalan lancar, tujuan kegiatan ini adalah membantu warga, terutama warga yang tak mampu, anak-anak yang mengikuti kegiatan ini ada dari berbagai Desa yang ada di Kecamatan Kateman ini,” Ujar Zainudin.

1636355124173

Sebagaimana diketahui, Khitanan Massal ini diikuti oleh anak-anak dari berbagai desa yang ada di Kecamatan Kateman, yang sebelumnya sudah di data melalui aparatur dimasing-masing desa.

1636355116914

“Peserta Khitanan tersebut berasal Desa kuala selat ada 7 anak, Desa penjuru 7 anak, Desa Tanjung Raja 15 anak, Desa Air Tawar 4 anak, Desa Sari Mulya 7 anak, Desa Sungai Teritip 21 anak, Kelurahan Bandar Srigemilang (BSG) 2 anak, Desa Sungai Simbar 12 anak, Kelurahan Amal Bakti 3 anak dan Kelurahan Tagaraja 21 anak,” jelas kepala UPT Puskesmas Guntung, Zainudin. (Adv/Galeri Foto/Arbain)




Ditaja Dinkes Inhil, ini Potret 60 Kader Posyandu di Inhil Ikuti Peningkatan Kapasitas Pencegahan dan Penanggulangan Stunting

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sebanyak 60 kader Posyandu di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas dalam rangka pencegahan dan penanggulangan stunting.

Kegiatan tersebut ditaja oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil melalui bidang Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat disalah satu hotel di Tembilahan, 2-3 November 2021.

Para kader poryandu yang hadir merupakan perwakilan dua orang dari setiap Puskesmas. Selama dua hari mereka diberi pembekalan terkait peran serta kader posyandu dalam rangka pencegahan dan penanggulangan stunting.

“Kader posyandu orang yang salah satu dapat berperan aktif dalam pencegahan dan penanggulangan stunting, oleh karena itu perlu di lakukan peningkatan kapasitan kader tentang stunting,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, Rini indriani, SST, M Kes kepada awak media.

Rini menjelaskan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh dan berkembang, akibat kekurangan gizi kronis, infeksi yg berulang terutama di 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

“Untuk kegiatan pencegahan dan penangulangan stunting dapat di deteksi dini dengan ibu hamil, bayi dan balita datang ke posyandu,” ujarnya.

Rini menambahkan stunting dapat dicegah sejak masa kehamilan dengan acara memenuhi nutrisi, pemeriksaan kandungan secara rutin, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat atau PHS, hindari paparan asap rokok dan rutin berolahraga. (Adv/Galeri Foto/Arbain)




Pemdes Panglima Raja Bagikan Masker dan Vitamin Kepada Guru dan Siswa SD 012 Concong Luar

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Desa Panglima Raja, Kecamatan Cincong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melaksanakan kegiatan pembagian masker dan vitaminvitamin, Kamis (4/11/2021).

IMG-20220306-WA0010

Kegiatan yang didampingi oleh petugas Pukesdes Panglima Raja tersebut menyasar kepada guru dan siswa SDN 012 Concong Luar.

IMG-20220306-WA0011

Kepala Desa Panglima Raja, Erwanto melalui Sekretaris Desa, Rahman, S.Pd.Imengatakan pembagian masker merupakan upaya dalam mencegah terjadinya penularan covid 19.

IMG-20220306-WA0012

“Sedangkan vitamin dibagikan sebagai daya tahan tubuh agar kita kebal akan virus-virus,” tuturnya.

IMG-20220306-WA0014

Terakhir ia berpesan agar guru dan siswa terus menerapkan protokol kesehatan agar aktifitas belajar mengajar bisa berjalan lancar baik itu daring maupun tatapmuka.

IMG-20220306-WA0013

(Adv/Gf/Arb)




Sebelum Anaknya Tewas Diserang Harimau, Sang Ibu Sempat Dengar Jeritan Minta Tolong

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Seorang anak berinisial MS diduga telah diserang hingga tewas oleh seekor harimau Kejadian ini terjadi di Desa Teluk Kabung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Sang ibu korban sempat menyaksikan hewan buas yang diduga harimau itu menyeret anaknya (korban) saat tidur di sampingnya di camp PT Usaha Berkat Fangarato (UBF). Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Riau M Mahfud mengatakan, pihaknya mendapat laporan terkait konflik satwa liar dari Kepala Unit PT Mutiara Sabuk Khatulistiwa (MSK).

Manfud mengatakan korban merupakan anak pekerja pada perusahaan PT UBF salah satu kontraktor penanaman di PT MSK. Saat turun ke lokasi kejadian tengah ada aktivitas penanaman.

‘’Korban dilaporkan diserang Ahad (31/10) dinihari sekitar pukul 00.05 WIB,’’ jelas Mahfud.

Serangan diduga harimau diketahui berawal saat ibu korban mendengar jeritan minta tolong anaknya yang sedang tidur bersamanya di dalam camp (pondok kerja).

‘’Jadi saksi ibu korban mengaku terbangun dan melihat samar anaknya seperti diseret keluar dari pondok kerja. Sehingga ibunya langsung keluar pondok, namun tidak melihat keberadaan anaknya yang saat itu suasana begitu gelap,’’ jelas Mahfud.

Dengan keadaan panik, ibu korban langsung mencari senter, untuk membantu penglihatan mencari anaknya. Lebih kurang 60 meter dari camp, anaknya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

‘’Tim melaporkan ada bekas luka cakaran dan gigitan di bagian kepala serta tengkuk korban,’’ jelas Mahfud.

Saat kejadian berlangsung ayah korban sedang tidak berada dilokasi, dan sang ibu korban langsung meminta teman sesama pekerja di camp di sekitar lokasi.

Adanya laporan dari ibu korban, pekerja lainnya langsung menghubungi keluarga korban yang berada di PT Bina Duta Laksana (BDL) dan menghubungi sekuriti PT MSK. Sekitar pukul 01.05 WIB, pihak sekuriti langsung mengevakuasi korban dan dibawa ke Pos P3K dalam kondisi sudah meninggal.

Dari lokasi jasad MS pihak security melaporkan dugaan serangan harimau. Sehingga pihak kepolisian melakukan visum tindakan medis.

‘’Hasil diagnosis awal kematian disebabkan oleh Death On Arrival ec. Gigitan binatang buas. Korban selanjutnya dibawa ke rumah duka dan dimakamkan,’’ ujar Mahfud.

Atas peristiwa ini, Mahfud menyampaikan belasungkawa terhadap korban bersama dengan pihak perusahaan serta dan TNI melakukan mitigasi konflik satwa.

Lebih lanjut Mahfud mengatakan tim di lapangan juga melakukan sosialisasi untuk mencegah konflik susulan dan mengimbau karyawan yang ada di sekitar kejadian agar hati-hati dan waspada serta tidak melakukan aktivitas pada waktu pagi dan sore hari.

‘’Yang penting tim juga menyampaikan kepada masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi kejadian agar tidak memasang jerat atau melakukan tindakan anarkis terhadap satwa liar yang dilindungi termasuk Harimau Sumatera,’’ ujarnya.

Setelah kejadian ini pihak perusahaan memutuskan untuk menghentikan aktivitas sementara dan memindahkan seluruh pekerja yang berada di TKP dan sekitarnya ke camp induk PT MSK.

‘’Tanggal 1 November 2021 Balai Besar KSDA Riau melaksanakan rapat bersama para pihak untuk merumuskan rencana tindaklanjut penanganan konflik,’’ ujar Mahfud.

Saat ini, jelas Mahfud, tim di lapangan juga sedang melakukan identifikasi terhadap individu satwa yang berkonflik dengan penambahan pemasangan tiga camera trap.

‘’Ada sebanyak 10 unit yang mencakup wilayah konsesi dan sekitarnya. Untuk mengetahui satwa yang menyerang MS, tim juga memasang umpan pada titik titik tertentu dalam rangka menarik pergerakan satwa ke camera trap. Kemudian, memasang jerat di sekitar jalur jelajah satwa bersama pihak terkait,’’ katanya.

Langkah lainnya, tim dilapangan juga turut mendorong perusahaan untuk meningkatkan patroli dan pengawasan pada pusat-pusat aktivitas kerja. Kemudian, turut mengusulkan agar pihak perusahaan untuk merubah pola penempatan pondok kerja lapangan (mobile camp) menjadi lebih terpusat.

‘’Tujuannya agar para pekerja bisa lebih terkontrol dan saling menjaga serta lebih menjamin keamanan dari serangan satwa liar,’’ jelas Mahfud.

Langkah sosialisasi terkait mitigasi konflik terhadap para pekerja dan pihak yang berada di sekitar lokasi, untuk mendorong perusahaan untuk lebih meningkatkan peran satgas penanganan konflik dan melakukan patroli secara mobil.

Mahfud juga mengimbau semua pihak yang memiliki izin yang di dalamnya merupakan wilayah jelajah pergerakan Harimau Sumatera agar bisa menciptakan kondisi kerja yang bersahabat dan lebih antisipatif dengan peningkatan pengawasan melalui patroli baik pengawasan pekerjaan maupun aktivitas illegal seperti perburuan atau pemasangan jerat.

‘’Kami menghimbau agar para pekerja menjaga kewaspadaan secara rutin, melakukan operasi sapu jerat, melakukan monitoring satwa liar secara rutin dan melaporkannya,’’ pungkasnya. (***/Arb)