Melindungi Ibunya, 2 Orang Anak di Riau Dibakar Ayah Kandung

ARB INdonesia.com, PEKANBARU – Mencoba melindungi ibu kandung dari amukan ayahnya, dua orang anak di Pekanbaru disiram bensin dan dibakar.

Perlakuan kejam tersebut pada Jumat (28/1/2021), sekitar pukul 20.00 WIB, di rumah korban Komplek Perumahan Bumi Tangor Lestari, Kecamatan Kulim, Pekanbaru.

Aksi kejam tersebut berawal sang ayah inisial A bertengkar hebat dengan ibu kandung korban. Namun korban mencoba melindungi Ibunya.

Korban langsung ditarik sang ayah, dan menyiramkan bensin ke tubuh anaknya dan langsung membakarnya.

“Ironisnya aksi pembakaran dilakukan di depan ibu kandung korban,” kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto.

Dari keterangan ibu korban, Ismiarti, ia dan A yang tengah dalam proses perceraian bertengkar karena A tak memperbolehkan mereka tinggal di rumah tersebut.

Diceritakan Ismiarti ternyata A berencana membunuhnya menggunakan pisau, namun lantaran kedua anaknya berusaha melindungi ibunya, A lalu menyiram kedua korban dengan bensin lalu membakarnya.

“Kata teman kerjanya dia sudah mengasah pisau untuk menghabisi saya, tapi karena anak-anak membela, dia menyiramkan bensin ke anak dan menyulut api sehingga api mengejar anak saya,” jelas Ismiarti.

Akibat kejadian tersebut korban yang berumur 20 tahun dan 17 tahun dilarikan ke RS PMC Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan medis.

Sedangkan sang kakak mengalami luka bakar hingga 70 persen sedangkan sang adik mengalami luka bakar dikedua lengannya.

“Kata dokter anak pertama saya harus dioperasi dan mungkin tak bisa satu kali operasi,” ucapnya.

Setelah melakukan aksi bejat nya A sempat berusaha melarikan diri namun berhasil diamankan warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut.

“Kemudian warga menyerahkan pelaku ke Polsek Tenayan Raya guna menjalani proses hukum yang berlaku,” tutupnya. (Dd)




Dibawa ke Pekanbaru, DPO Kasus Korupsi di RSUD Bangkinang Langsung Diperiksa

ARB INdonesia, PEKANBARU – Tim Kejaksaaan Tinggi (Kejati) Riau membawa Emrizal ke Pekanbaru. Project Manager pembangunan ruang instalasi rawat inap (irna) kelas III di RSUD Bangkinang itu langsung menjalani pemeriksaan.

Emrizal ditangkap di mes PT Sega di Nusukan Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, Senin (31/1/2022), tanpa perlawanan. Selanjutnya, dibawa ke Kejari Surakarta, sekaligus berkordinasi dengan Kejati Riau.

Tim Kejati Riau langsung menjemput Emrizal ke Surakarta, Senin sore. Rombongan membawa Emrizal ke Pekanbaru dengan pesawat dan mendarat di Bandar Udara (Bandara) Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Selasa (1/2/2022) pagi.

“Alhamdulillah berkat koordinasi dengan tim Kejagung dan tim Kejari Surakarta dan kita, hingga Pak Emrizal bisa dihadirkan di sini untuk menjalani proses selanjutnya,” ujar Kajati Riau, Jaja Subagja, di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Emrizal lebih dari lima kali mangkir untuk diperiksa sebagai saksi. Kejati Riau melakukan upaya pencarian dan menjadikannya Daftar Pencarian Orang (DPO) saksi. Dari Bandara SSK II, ia langsung dibawa ke Kantor Kejati Riau

Dalam perkara ini Kejati Riau sudah menetapkan MYS selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan RA, Team Leader Management Konstruksi (MK) atau Pengawas pada kegiatan pembangunan ruang instalasi rawat inap di RSUD Bangkinang sebagai tersangka pada Jumat (12/11/2021). Keduanya akan segera diadili

Jaksa penyidik kembali menetapkan tersangka baru, yakni Surya Darmawan pada Kamis (27/1/2022). Ketua Komite Olahraga Nasional (KONI) Kampar itu diduga terlibat dalam pengaturan pemenang tender dan menerima aliran dana.

Meski sudah berstatus tersangka, belum diketahui keberadaan Surya Darmawan. Pria yang akrab disapa Surya Kawi itu masih dalam pencarian bersama Tri Agus Toni selaku Kontraktor Pelaksana proyek pembangunan ruang Irna kelas III di RSUD Bangkinang.

“Tinggal nanti Pak Em ini dengan S dan KI. Kaitannya erat dalam proyek ini. Nanti kita mencari Surya dan Ki Agus,” kata Jaja didampingi Wakajati, Hutama Wisnu, dam para asisten di Kejati Riau.

Untuk Emrizal, ungkap Jaja, terlebih dahulu diperiksa sebagai DPO saksi. “Kita mencari Emrizal sebagai saksi dulu. Nanti untuk proses selanjutnya (tersangka) kita kaji lebih dalam,” tutur Jaja.

Diketahui, kegiatan pembangunan ruang Irna kelas III di RSUD Bangkinang dilakukan dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Kesehatan. Pagu anggaran Rp46.662.000.000.

Kegiatan pembangunan dilaksanakan oleh PT Gemilang Utama Allen selaku pemenang lelang dengan nilai kontrak sebesar Rp46.492.675.038. Perusahaan ini diduga pinjam bendera. Management Konstruksi (pengawas) dilaksanakan oleh PT Fajar Nusa Konsultan selaku pemenang lelang.

Sampai dengan berakhirnya jangka waktu pelaksanaan 22 Desember 2019 sesuai kontrak, pekerjaan tidak dapat diselesaikan penyedia. Selanjutnya dilakukan perpanjangan waktu 90 hari kalender (sampai 21 Maret 2020) yang dituangkan dalam Addendum Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan. Akan tetapi pembangunan tetap tidak dapat diselesaikan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik oleh ahli fisik terdapat item-item pekerjaan sesuai kontrak yang tidak dikerjakan oleh penyedia. Seperti kamar mandi, lift yang belum dikerjakan, ada beberapa item yang tidak sesuai spek.

Dari perhitungan kerugian keuangan negara oleh auditor diperoleh nilai kerugian sebesar Rp8.045.031.044,14. Audit dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau.

Sumber Cakaplah.com




Kantor BAPPEDA Riau Terbakar

ARB INdonesia, PEKANBARU – Asap tebal tampak mengepul dari lantai tiga gedung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau di Jalan Sudirman, Selasa (1/2/2021) sekitar pukul 14.30 WIB.

Tampak sejumlah mobil pemadam kebakaran terlihat tiba di lokasi dan berupaya memadamkan api.

“Awalnya asap tampak dari lantai atas. Gak tahu apa penyebabnya,” ujar salah seorang warga sekitar yang namanya enggan disebutkan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Burhan Gurning mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Api sudah berhasil dipadamkan, sekarang dalam proses pendinginan. Dan tidak ada korban jiwa,” ujar Burhan Gurning.

Sumber riaupos.co




Ikadin Riau Gelar Pendidikan Kemahiran Advokat Bersama Fakultas Hukum Unri

ARB INdonesia, PEKANBARU – Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Provinsi Riau menggelar kegiatan Pendidikan Kemahiran Advokat bersama Fakultas Hukum Universitas Riau, yang diadakan di Gedung Fakultas Hukum Unri, Jalan Pattimura, Kota Pekanbaru, Ahad (30/1/2022) pagi.

Ketua DPD Ikadin Riau, Suryadi SH mengatakan serangkaian acara ini dihadiri oleh 15 peserta dengan latar belakang pendidikan strata 1 Ilmu Hukum, yang datang dari berbagai kota dan provinsi.

“Ini merupakan angkatan yang ketiga. Tadi pagi kita sudah menggelar pembukaan dan siang nanti dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Tenaga Pengajar dari Ikadin Pusat dan Dosen Fakultas Hukum Unri,” ucapnya.

Dengan kegiatan bertema “Mewujudkan Advokat Ikadin yang profesional, bermarwah dan bermartabat”, Suryadi mengharapkan calon Advokat tersebut dapat bekerja secara profesional, menjaga nama baik diri dan profesi, serta menjunjung tinggi nilai HAM dan demokrasi.

“Alhamdulillah sesuai data kita tidak ada Advokat Ikadin yang terjebak dalam kasus hukum seperti korupsi dan lainnya, mengingat profesinya sebagai tugas yang mulia,” ujarnya saat didampingi Sekretaris DPC Ikadin Pekanbaru, S Indrawan SH, Ahad (30/1).

Disamping itu, Dekan Fakultas Hukum Universitas Riau, Dr Mexsasai Indra SH MH menyebutkan rangkaian acara ini merupakan implementasi perjanjian kerjasama antara Fakultas Hukum Unri dengan Ikadin bulan lalu.

“Sempat tertunda pada 2 tahun sebelumnya dikarenakan situasi pandemi Covid-19 dan tidak memungkinan untuk diadakan secara online, dan bulan lalu kita perbaharui kerjasamanya,” ucapnya.

Indra mengatakan narasumber yang terlibat dalam kegiatan ini akan melakukan sharing bersama. Adapun pihak DPP Ikadin yang turut hadir adalah Sekretaris Jendral DPP Ikadin M Rasyid Ridho SH MH.

“Untuk Unri sendiri ada beberapa Tenaga Pengajar yang kita libatkan umumnya berpendidikan Doktor dengan spesifikasi bidangnya masing-masing, ada lingkungan, perbankan, hukum tata negara, dan bidang lainnya,” Kata Dekan Fakultas Hukum Unri.

Dengan diadakannya kegiatan ini, Mexsasai Indra mengharapkan pelaksaan pendidikan tersebut mampu terlaksana dengan baik oleh pihaknya serta kepada peserta pendidikan dapat menjadi praktisi hukum yang menjunjung tinggi nilai keadilan.

Ditambahkan Wakil Dekan III Fakultas Hukum Universitas Riau, Erdiansyah SH MH, Fakultas Hukum Universitas Riau sebagai Badan Hukum Publik terbuka dan menerima semua Organisasi ataupun Asosiasi yang ingin bekerja sama dengan pihaknya.

“Ikadin sudah menjalin kerjasama dengan pihak Unri selama 3 tahun ini, dan dukungan yang kita berikan berupa tenaga pengajar, ruangan serta fasilitas lain agar mendukung proses pembelajaran itu dengan baik,” ucapnya.

Erdiansyah mengharapkan dengan adanya kegiatan pendidikan kemahiran Advokat ini dapat menjadi bekal bagi para calon Advokat untuk dapat terjun ke lapangan dan melakukan praktek serta melaksanakan kemahiran hukumnya.

“Advokat ini tugasnya memberikan bantuan hukum ada letigasi dan non letigasi, mereka juga memberikan konsultasi hukum bagi masyarakat yang tidak mampu, dan ini sudah diatur jelas dalam undang-undang nomor 18 tahun 2003 tentang Advokat, dan mereka juga diberikan perlindungan hukum sepanjang mereka melakukan tugas dengan baik,” pungkasnya. ***




Edarkan Sabu Dirumah, Polsek Tapung Hulu Tangkap Pelakunya

ARB INdonesia, KAMPAR – Jajaran Polsek Tapung Hulu berhasil mengamankan seorang pelaku narkotika jenis sabu-sabu di Desa Sukaramai Kecamatan Tapung Hulu.

“Pelaku inisial UY (44) warga Desa Suka Ramai Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar, diamankan di rumahnya pada Minggu dinihari (30/1) sekira pukul 00.30 WIB,” kata Kapolsek Tapung Hulu Akp Eramaifo SH.

Dari tangannya berhasil diamankan barang bukti berupa 8 paket sabu yg dibungkus dengan plastik bening sebesar bruto 5.37 gram, 2 buah botol salap kosong tempat penyimpanan sabu dan bungkusan plastik bening.

Selanjutnya ditemukan 1 buah sendok dari pipet, 1 buah mancis warna ungu,10 bungkusan plastik bening kosong, 1 lembar uang pecahan seratus ribu, 1 unit hp android merk oppo biru dongker

Penangkapan ini berawal Polsek Tapung hulu Akp Eramaifo SH mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada salah Seorang warga yang berada di Desa Sukaramai sudah meresahkan seringkali terjadi transaksi dan pesta narkoba di sebuah rumah.

“Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Tapung Hulu Akp Eramaifo, SH perintahkan Unit Reskrim Polsek Tapung Hulu Mendatangi Lokasi untuk Melakukan penyidikan,” terangnya.

Dari hasil penyelidikan informasi tentang maraknya peredaran narkotika di Desa Sukaramai Unit Reskrim Polsek Siak Hulu melakukan pengintaian keberadaan pelaku.

Mengetahui pelaku ada di rumahnya unit reskrim langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku didalam rumahnya dan di lakukan pengeledahan yang didamping aparat desa di temukan 8 paket plastik bening berisi Shabu serta barang bukti lainnya.

“Saat diinterogasi SD alias UY mengakui bahwa barang bukti Shabu tersebut milik nya dan didapat dari seseorang yang tidak kenal nama di pekanbaru,” paparnya.

Dari hasil pengecekan urine tersangka hasilnya positif metamphetamine.
Kini tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polsek Tapung hulu untuk menjalani proses sesuai dengan Hukum yang berlaku di NKRI.

“Pelaku akan dijerat dengan pasal 114 ayat (1) junto pasal 112 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat selama 5 tahun,” jelasnya. ***




Kadisdik Bilang Pemprov Riau Sediakan Bea Siswa Gede Buat Mahasiswa

ARB INdonesia, PEKANBARU – Untuk lebih memperkenalkan Universitas Diponegoro (Undip) kepada masyarakat Riau, khususnya calon mahasiswa, perguruan tinggi favorit di Jawa itu menyelenggarakan Bedah Kampus di Hotel Pangeran Pekanbaru, Ahad (30/1/2022). Acara rutin tahunan ini diikuti 150 orang calon mahasiswa dari SMA yang ada di Riau.

Rencananya Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution hadir pada acara pembukaan. Namun karena masih berada di Bali, diwaliki Kepala Dinas Pendidikan Riau Dr. Kamsol, MM. Hadir juga Kabid PKPLK Disdik Riau Fahmizan, anggota Dewan Pendidikan Riau Fendri Jaswir dan Ketua IKA Undip Riau Dr. Nurhamin, SPt. MH.

Bedah Kampus Undip itu dilaksanakan oleh Undip Visits Riau (UVR) yakni mahasiswa Undip yang berasal dari Provinsi Riau. Tampil sebagai pembicara Ir. Ari Yunianto, M.M.T., Manager Plant Operation Duri PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang juga Anggota IKA Undip dan Ichwan Nugraha Budjang, Ketua BEM Undip 2022.

Ketua UVR 2022 Firza Syahfitrah dalam laporannya mengatakan Bedah Kampus merupakan rangkaian sosialisasi Undip di Riau. Diawali dengan roadshow ke SMA negeri dan swasta, pemeran di mall, tryout online yang diikuti 300 peserta dan ditutup dengan Bedah Kampus.

Tujuannya adalah untuk memperkenalkan Undip kepada adik-adik calon mahasiswa. ”Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta,” kata Firza mengutip pepatah lama itu.

Selain itu, tambahnya, kegiatan ini bagian dari pengabdian mahasiswa untuk masyarakat, dengan moto ‘mengabdi untuk negeri’. ”Kapan lagi kita mengabdi untuk negeri kita, tempat lahir kita, kalau bukan sekarang,” ujarnya.

Bedah Kampus Undip mengambil tema : “Optimizing Self-Potential to Conquer Campus Life”. Artinya, mengoptimalkan potensi diri untuk menaklukkan kehidupan kampus,’ ”Tema ini sengaja diambil untuk menggugah semangat dan motivasi diri para calon Dipo Muda,” ujarnya.

Ketua Ikatan Keluarga Mahasiswa Riau (IKMR) Undip, Ayodya Rajayudha, mengatakan calon mahasiswa butuh informasi dan pengalaman. Selama ini mungkin belum dapat informasi. Melalui roadshow, tryout dan Bedah Kampus ini, informasi bermutu akan didapatkan.

Ketua IKA Undip Riau Nurhamin merasakan tiga manfaat kuliah di Undip. Pertama, rasa kebangsaan yang tinggi karena muktikultur mahasiswa di Semarang. Kedua, semangat menuntut ilmu (pendidikan) yang tinggi. Ketiga, aktif di kampus yang menjadi modal untuk berkembang di masa depan.

Kadis Pendidikan Riau, Kamsol menyambut baik kegiatan Bedah Kampus Undip ini. Sebab, akan menambah banyak lulusan SMA melanjutkan ke perguruan tinggi. Kini tingkat APK Perguruan Tinggi Riau baru 38 persen. Artinya, masih banyak (62 persen) tidak menyambung ke perguruan tinggi.

Padahal, katanya, pemerintah Provinsi Riau sudah mengalokasikan beasiswa dan bantuan pendidikan yang cukup besar. Selain KIP Kuliah dan beasiswa Bidik Misi, ada beasiswa prestasi dan bantuan pendidikan. Selain itu, ada juga bantuan pendidikan dari CSR BUMD dan swasta.

Baik Ari Yunianto maupun Ichwan Nugraha sepakat bahwa jurusan apapun yang dipilih calon mahasiswa, tidak menjadi soal. Yang penting, setelah kuliah, harus tekun dan rajin mengembangkan diri. ”Passion itu akan terbentuk sendiri ketika kita kuliah,” kata Ichwan.

Ari Yunianto, misalnya, tamatan Teknik Elektro. Tapi kini bekerja di PT PHR (pengganti Chevron) di Duri. ”Saya sekarang mengepalai teknik eksploitasi minyak, memanej banyak orang berbagai bidang. Elektronya dimana?,” katanya seraya menekankan bahwa jaringan (networking) juga perlu. ***