Arsjad Rasjid Buka Muprov VII, Masuri Terpilih Aklamasi Pimpin Kadin Riau

ARB INdonesia, DUMAI – Masuri terpilih secara aklamasi memimpin Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Riau periode 2022-2027.

Keputusan tersebut tertuang dalam hasil Musyawarah Provinsi (Muprov) VII Kadin Riau yang digelar di The Zuri Hotel Kota Dumai, Rabu 7 September 2022.

Tampak hadir dalam kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Ketua Umum (Ketum) Kadin Indonesia M Arsjad Rasjid tersebut, Dewan Penasehat dan Dewan Pertimbangan Kadin, Anggota DPR RI Dapil Riau, unsur Forkopimda, Ketum Kadin Riau dan jajaran pengurus, Ketua Pemuda Pancasila Riau dan anggota, Sekretaris Kota Dumai, Ketua LAMR Dumai, Ketua dan jajaran pengurus Kadin se-Riau, serta undangan lainnya.

Ketum Kadin Indonesia M Arsjad Rasjid dalam arahannya mengatakan, sejak 2 tahun terakhir ini Indonesia dihadapkan dengan 2 peperangan, yakni pandemi dan kondisi ekonomi. Namun atas kerjasama yang baik antar seluruh pihak, akhirnya ekonomi Indonesia sudah berangsur membaik dan bertumbuh menjadi 5,4 persen, ekspor Q2 2022 sebesar 19,7 persen dan investasi Q2 2022 sebesar 35,5 persen.

“Walapun perekonomian sudah menunjukkan tanda-tanda pemulihan, kita harus tetap waspada akan gejolak ekonomi global, seperti peperangan Rusia-Ukraina yang menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga pangan, volatilitas pasar keuangan global dan resiko stagflasi global. Hal-hal inilah yang menjadi tantangan kita dan harus dihadapi secara bersama-sama,” ujar Arsjad Rasjid saat membuka kegiatan.

Karenanya, diungkapkan Arsjad Rasjid, Kadin harus mampu mendorong potensi dunia usaha di 3 agenda pembangunan, demi mewujudkan visi Indonesia Emas 4045, yakni di bidang hilirisasi, ekonomi hijau dan biru, serta ekonomi digital.

“Kadin memiliki peran krusial mendorong perekonomian nasional dan daerah, melalui program yang selaras dengan 4 pilar Kadin, yaitu pemulihan kesehatan dan pengembangan industri kesehatan nasional, peningkatan ekonomi daerah dan nasional, peningkatan kewirausahaan dan kompetensi, serta penguatan internal organisasi dan regulasi,” terangnya.

Terakhir, Arsjad Rasjid mengajak seluruh pengurus Kadin terutama di Provinsi Riau untuk turut berperan aktif dalam pembangunan daerah dan nasional melalui hilirisasi industri, destinasi wisata kesehatan internasional dan pusat data nasional, dengan nendorong kepastian hukum dan kemudahan investasi serta berusaha.

“Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah meningkatkan kemitraan publik dan swasta, serta menjaga stabilitas dalam negeri,” tambahnya.

Sedangkan Ketum Kadin Riau periode 2011-2021, Juni Ardianto Rachman berharap agar penggantinya ke depan bisa lebih bagus dan mampu membawa Kadin Riau ke arah yang lebih baik lagi.

“Tolong diingat inklusif-kolaboratif yang menjadi taglinenya Ketum Kadin Indonesia. Jadi, silakan diterjemahkan dan dilaksanakan hingga ke tingkat daerah,” katanya.

Sementara itu, Walikota Dumai dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Kota (Sekko) Dumai Indra Gunawan menyatakan, peran Kadin sangat dibutuhkan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mau berwirausaha dan hidup lebih produktif.

“Jadi, mari kita dukung bersama-sama agar kegiatan ini sukses, sehingga bisa berdampak positif bagi daerah terutama dalam upaya meningkatkan perekonomian Kota Dumai ke depan,” imbuhnya. (rls)




Dukung Program Gubernur Riau, Bupati Inhil Perkenalkan Salah Satu Kecamatan Lumbung Padi

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Masih dalam rangka kunjungan kerjanya di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Gubernur Riau (Gubri) Drs. H. Syamsuar, M.Si yang didampingi Bupati Inhil Drs. HM. Wardan, MP melaksanakan kegiatan Penyerahan Bantuan Secara Simbolis, Dialog, Peninjauan dan Panen Padi di Kecamatan Kempas, Rabu (07/09/2022).

Turut hadir pada kesempatan, Istri Gubernur Riau selaku Ketua TP PKK Provinsi Riau Hj. Misnarni Syamsuar dan Istri Bupati Inhil selaku Ketua TP PKK Kabupaten Inhil Hj. Zulaikhah Wardan, Ketua DPRD Inhil, Unsur Forkopimda Inhil, Sekda Inhil, pimpinan OPD terkait Provinsi Riau dan Kabupaten Inhil serta tamu undangan.

Bantuan yang diserahkan langsung oleh Gubri pada kesempatan yaitu, bantuan benih padi dan pupuk kepada kelompok tani Suka Bangkit dan kelompok tani Sumber Guna, selanjutnya traktor roda 4 kepada UPJA Sinar Pragolo.

Bupati HM Wardan menyampaikan, disektor pertanian, selain perkebunan kelapa dan sawit, sektor tanaman pangan masih tetap menjadi usaha petani yang menjadi pilihan.

Bupati menyebutkan, untuk tanaman pangan khususnya tanaman padi terdapat 7 Kecamatan yang masih memiliki potensi yaitu, Kecamatan Keritang, Reteh, Batang Tuaka, Kempas, Sungai Batang, Tempuling dan Kecamatan Tembilahan Hulu.

“Untuk mendukung program Gubernur Riau dalam upaya peningkatan produksi padi, beberapa Daerah lumbung padi telah melakukan penanaman 2 kali (IP200) khususnya pada Kecamatan Kempas,” ucap Bupati

Sementara Gubri H. Syamsuar dalam arahannya mengatakan bahwa kehadirannya di Kempas Jaya ini adalah dalam rangka untuk melihat kemajuan petani tanaman padi yang ada di Kecamatan Kempas Jaya.

Ia juga turut menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Inhil HM Wardan, Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Inhil serta bersama Bapak-bapak dan Ibu-ibu para petani disini yang telah mengembangkan kegiatan pertanian tanaman pangan yang ada. Karena bagaimanapun ini juga merupakan program kita bersama dalam rangka memajukan sektor pertanian. (Adv)




Kasus Eksploitasi Anak Dibawah Umur di Siak Terungkap

ARB INdonesia, SIAK – Kepolisian Resor (Polres) Siak mengungkap kasus eksploitasi anak di bawah umur berinisial RP (15). Korban dipekerjakan di Kafe Jalun F9 Kampung Sungai Keranji Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Riau.

Polisi membekuk dan menetapkan empat orang tersangka, yakni Sn alias Kani (46), HM alias Ken (25), IM alias Ibnu (30) dan seorang wanita berinisial M alias Yana (23), warga Desa Bangun Sari Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis yang betugas merekrut korban.

Kapolres Siak AKBP Ronal Sumaja di dampingi Kasat Reskrim Iptu Tony Prawira mengungkapkan, kasus ini berawal pada Minggu (28/8/2022) lalu, saat pelaku Yana menawarkan pekerjaan di kafe kepada saksi UMI, karena diketahui M alias Yana berada di Pekanbaru.

UMI merasa tawaran pekerjaan tersebut adalah untuk bekerja di kafe sekitar Pekanbaru, hingga kemudian ia mengajak teman-temannya korban RP, saksi TS, dan saksi NB.

Lalu, setelah sepakat UMI menghubungi Yana dan berkata ada tiga orang temannya yang masih dibawah umur tapi tidak sekolah lagi mau tertarik ikut kerja di kafe .

“Pada Senin (29/8/2022), tersangka Yana menjemput korban dan 3 orang temannya di daerah Sabak Auh tanpa ijin dari orang tua korban dan langsung membawa ke kafe milik tersangka SN di Kuantan Singingi. Saat berada dalam mobil tersangka YN dan HM mengatakan kepada korban jika ada nanti ada yang menanyakan umur, jawab saja 18 tahun ya,” jelas AKBP Donal, Selasa (6/9/2022).

Setibanya di Kuantan Sengingi, tepatnya di kafe tersangka, korban RP bersama ketiga temannya disuruh melayani pengunjung yang minum-minuman keras sambil berjoget dengan mengenakan pakaian seksi yang dibelikan oleh tersangka.

“Korban mengaku pernah mau dicium dan dilecehkan oleh tamu mabuk serta wajib berpakaian seksi,” tutur AKBP Donal.

Terungkapnya ekspolitasi anak ini, setelah korban menyampaikan kepada tersangka Yana ingin pulang. Namun tidak dibolehkan dengan alasan sudah banyak biaya yang dikeluarkan untuk menjemput korban dan temannya.

Hingga kemudian korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya dan menyampaikan ingin pulang, tapi tidak mengetahui dimana lokasi persisnya.

Orang tua korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Siak.

“Setelah menerima laporan dan melakukan penyelidikan, kasus ini memenuhi unsur pidana mulai dari rekrutmen sampai mempekerjakan anak dibawah umur,” katanya.

Apkah korban sempat disuruh melayani hubungan badan? Donal mengatakan, belum dan mereka hanya dipekerjakan menemani tamu minum.

Saat ini keempat tersangka sudah di tahan dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Siak.

Untuk sementara pasal yang disangkakan terhadap tersangka yaitu Pasal 88 Juncto Pasal 76 Huruf I dan atau Pasal 89 ayat (2) Juncto Pasal 76 Huruf J ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tengan Perlindungan Anak dengan an aman jukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 200 juta rupiah. (Rls)




Dokter Umum dan 4 Bidan di Puskesmas Gajah Mada Akan Diberi Sanksi Profesi

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Empat orang bidan yang menangani saat proses persalinan bayi putus kepala di Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, telah dikeluarkan.

Mereka yakni SA, NU,NA dan FA, yang merupakan tenaga honorer dikembalikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, sembari menunggu sanksi profesi.

Namun kendati begitu, Kepala Puskesmas Gajah Mada Tembilahan Hj Marlina menegaskan pelayanan kesehatan disana sudah seperti biasa.

Karena katanya, sudah ada bidan pengganti, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir jika ingin melahirkan secara normal di Puskesmas.

“Ditarik ke dinas kesehatan dan sudah ada penggantinya. Alhamdulillah kita tetap pelayanan seperti biasa,” ungkap Kapus Marlina, Selasa (6/9/2022).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Inhil, Rahmi mengatakan, mengenai keempat bidan serta dokter umum yang menangani persalinan Nova Hidayati akan dikenakan sanksi profesi. Namun pihaknya masih menunggu hasil audit terhadap insiden itu.

“Iya, ada sanksi, namun kita masih menunggu hasil audit,” singkatnya kepada awak media usai rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD Inhil, Senin (5/9/2022) lalu. (Arb/Tim)




Pelaku Sempat Tinggalkan Barang Bukti 40 KG Sabu

ARB INdonesia, BENGKALIS – Tim gabungan dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau dan Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkalis, berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu sebanyak 40 kg.

Dalam pengungkapan ini, polisi menangkap 3 orang pria tersangka. Masing-masing mereka berinisial SS alias SU (22), MK alias AM (27), dan RS (41). Ketiganya sama-sama berasal dari Bengkalis.

Pengungkapan ini bermula dari informasi yang didapatkan petugas pada Jumat (26/8/2022) lalu, tentang keberadaan sebuah kapal pompong yang di dalamnya tersimpan 2 buah karung putih mencurigakan di perairan Sungai Kembung, di kabupaten berjuluk Negeri Sri Junjungan tersebut.

IMG-20220906-WA0039

Tim kemudian melakukan penyelidikan atas temuan tersebut, salah satunya dengan melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap kapal pompong itu.

Petugas ternyata mendapatkan 40 bungkusan hijau dengan tulisan Guan Yin Wang, termasuk menemukan barang bukti lainnya, berupa satu unit handphone merk Nokia yang diketahui milik seseorang berinisial PUR, yang kini masih berstatus masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dari sana, petugas melakukan pengembangan. Sehingga pada Sabtu (27/8/2022) sekira pukul 18.00 WIB, pelaku berinisial SS alias SU, berhasil diamankan saat berada di Jalan Desa Muntai, Kabupaten Bengkalis.

“Berdasarkan hasil introgasi, tersangka SS mengaku sebagai orang yang memberikan upah kepada orang berinisial AM dan SUM, yang merupakan pengendali narkoba dari Malaysia. AM dan SUM tinggal di Malaysia dan kini juga masuk daftar DPO,” kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, saat ekspos kasus didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Yos Guntur, di Polsek Mandau, Selasa (6/9/2022).

Tak berhenti di situ, petugas terus melakukan penelusuran. Upaya yang dilakukan aparat pun tak sia-sia. Satu lagi tersangka berinisial MK alias AM berhasil ditangkap di Desa Pematang Duku, Kabupaten Bengkalis.

Tersangka MK rencananya bertugas menjemput sabu dari pantai mengunakan mobil merk Innova dengan nomor pelat BA 1317 IO. Namun hal itu tak terlaksana, lantaran mobil yang digunakan tersangka terperosok sehingga tak sampai ke lokasi penjemputan.

Dalam hal ini, akhirnya terungkap bahwa yang menjadi pengendali utama pengiriman narkoba dalam jumlah besar ini, adalah orang berinisial SUM, yang sekarang juga masih dicari keberadaannya.

Dimana SUM, bekerjasama dengan pria berinisial RS. Sabu dijemput dengan speedboat di Malaysia oleh keduanya dan dibawa ke perairan Sungai Kembung, Kabupaten Bengkalis.

Berkat kegigihan petugas, akhirnya keberadaan tersangka RS berhasil diketahui. RS bersembunyi di sebuah hotel di Kota Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Tim pun berangkat ke lokasi, dan berhasil menangkap tersangka di kamar hotel di Jalan Teuku Umar, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri,” tutur Kabid Humas.

Tersangka RS dipaparkan Kombes Sunarto, mengaku ketika itu bersama SUM dan sedang berada di atas speedboat, bertemu tersangka PUR yang menggunakan kapal pompong dengan membawa Pekerja Migran Indonesia (PMI) di tengah laut tujuan Malaysia.

“Kemudian tersangka RS berpindah tempat ke kapal pompong yang dikemudikan PUR, sementara para PMI pindah ke speedboat yang dikemudian tersangka SUM dan berangkat menuju ke Malaysia. Sementara tersangka RS dan PUR dengan pompong, merapat ke pinggir daratan, di perairan sungai Kembung Bengkalis sembari menunggu kurir darat penjemput barang datang,” urai Kombes Sunarto.

Setelah ditunggu, kurir darat berinisial MK tidak kunjung datang karena mobil yang dikendarainya terjebak di lumpur.

“Sementara hari sudah mulai pagi dan air laut sudah surut. RS dan PUR pun panik hingga memutuskan melarikan diri meninggalkan kapal pompong beserta bawaannya 2 karung goni putih yang berisi 40 kg narkotika jenis sabu,” sebut Kabid Humas.

Selain 40 bungkusan sabu seberat 40 kg, dari pengungkapan ini, petugas juga menyita barang bukti berupa 1 unit kapal pompong, 1 unit mobil merk Toyota Raize, 1 unit mobil merk Toyota Innova, dan 6 unit handphone.

Atas perbuatannya, para tersangka Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman mati, atau seumur hidup, atau kurungan penjara paling singkat 6 tahun.

Kombes Sunarto menambahkan, berkat pengungkapan ini, sebanyak 6,5 juta jiwa khususnya generasi muda, berhasil terselamatkan dari bahaya narkoba. (rls)




Harga Kelapa Kian Terpuruk, Ternyata ini Salah Satu Penyebabnya

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Perang antara Rusia dan Ukraina hingga saat ini belum menunjukan adanya tanda-tanda akan berakhir, mengingat gencarnya pasukan militer Rusia menggempur Kota-kota di Ukraina.

Akibat dari invasi Rusia ke Ukraina yang terus berlarut, hal itu sangat memberikan dampak yang besar hingga membuat industri kelapa di dunia kian terpuruk.

Seperti yang dilansir dari antaranews.com, bahwa Market Statistic Officer dari International Coconut Community (ICC), Alit Pirmansah mengatakan konflik Rusia-Ukraina membuat industri kelapa dunia terpuruk. Pasalnya, stabilitas global yang tengah terganggu memberikan pengaruh besar dalam hubungan dan perdagangan internasional. 

Hal senada juga diungkapkan oleh pihak Sambu Grub saat dikonfirmasi ARB INdonesia mengenai penurunan harga komuditi kelapa di negeri Hamparan kelapa dunia, Selasa (6/9/2022) melalui panggilan whatsapp.

Dari informasi yang didapat, perusahaan yang menjadi ‘kiblat’ harga kelapa di Indragiri Hilir ini ternyata juga sangat merasakan dampak besar atas terjadinya konflik Rusia-Ukraina. Hinga akhir-akhiir ini harga kelapa kembali mengalami penurunan.

“Saat menghadapi pandemi kemarin kami (Sambu Grub) masih bisa berusaha survive dan bisa bertahan dalam menjaga stabilitas harga beli kelapa di perusahaan. Namun adanya gempuran ekonomi baru yang disebabkan dampak dari perang Rusia-Ukraina ini terasa sangat jauh berbeda,” ungkap Humas Sambu Grub, Ginting.

“Fenomena ini membuat kami industri kelapa juga semakin terpuruk, dan ini bukan hanya Sambu Grub yang merasakan. Bahkan industri kelapa di Indonesia dan juga dunia merasakan hal serupa khususnya di beberapa negara kawasan Asia Tenggara,” tambahnya.

Lanjutnya, keterbatasan dan penurunan jumlah ekspor hasil turunan kelapa yang diolah Sambu Grub juga menjadi salah satu kendala yang dialami perusahaan hingga membuat harga kelapa saat ini belum menunjukan grafik kenaikan.

“Akibat kurangnya permintaan pasar oleh negara pengimpor kelapa dan turunannya membuat perusahaan juga terseok-seok,” ungkap Ginting.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pihaknya mengerti apa yang dirasakan oleh petani kelapa di Inhil akibat harga kelapa yang turun.

“Kami juga merasakan apa yang petani rasakan, karena kami mengalami hal serupa tetapi dalam wujud yang berbeda. Kami juga terbuka untuk bersama-sama mencari solusi dari persoalan ini demi bisa mengangkat harga kelapa,” akhirinya.

Untuk diketahui, Update harga kelapa saat ini di Sambu Grub untuk Kelapa licin diharga Rp 2.000 perkilogram, sedangkan Kelapa jambul Rp 1.800 perkilogram.

Selain itu, berdasarkan informasi yang diperoleh awak media ARB INdonesia untuk harga kelapa di Palembang per 5 September 2022 diantaranya untuk – Petani 1.050/butir, Pengepul 1.350/butir, dan Pengepul Container 1.450 perkilogram.

Sebagai informasi juga, berdasarkan data yang di lansir dari antara news.com, di Filipina, Kopra pada bulan Maret 2022 berkisar USD 1.221/MT dan turun menjadi sekitar USD 773/MT di bulan Juli 2022.

Sementara kelapa parut (desiccated coconut) di Filipina diperdagangkan masih di kisaran USD 2.700/MT, di Maret hanya menjadi sekitar USD 2.000/MT di Juli 2022.

Penulis : Arbain