Upaya Gigih Berbuah Manis! Dulu Sibuk Jemput Bola ke Pusat, Kini Sibuk Tinjau Progres Revitalisasi

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR — Komitmen Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dalam meningkatkan mutu serta pemerataan fasilitas pendidikan akhirnya berbuah manis. Setelah bertahun sibuk “jemput bola” ke Pemerintah Pusat, kini Bupati H Herman bersama Wakil Bupati Yuliantini justru sibuk meninjau progres revitalisasi sekolah-sekolah yang tengah digarap.

Langkah proaktif Pemkab Inhil melalui Dinas Pendidikan berhasil memboyong program strategis revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Hasilnya, tahun 2026 ini Inhil menerima alokasi revitalisasi untuk 125 satuan pendidikan, mencakup 46 SD, 15 SMP, dan 64 PAUD.

Salah satu bukti nyata terlihat di SDN 006 Desa Sungai Buluh, Kecamatan Kuala Indragiri. Gedung sekolah yang dulu rapuh kini ditata ulang, ruang belajar diperkuat, struktur bangunan diperkokoh, dan fasilitas penunjang disiapkan agar anak-anak pesisir Inhil bisa belajar dengan aman dan nyaman.

Bupati Inhil H Herman menegaskan, pendidikan adalah pilar utama pembangunan sumber daya manusia di Inhil.

“Langkah jemput bola ini melalui Dinas Pendidikan akan terus kita dorong dan lanjutkan di tahun-tahun mendatang. Kita tidak boleh berhenti di sini, sebab masih banyak sekolah-sekolah di wilayah Indragiri Hilir yang kondisinya memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera demi keselamatan serta kenyamanan belajar anak-anak kita,” tegasnya.

Sinergi kuat antara Pemkab Inhil, Kemendikdasmen, dan para pemangku kepentingan diyakini akan melahirkan transformasi besar dunia pendidikan di Inhil. Revitalisasi 125 sekolah ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi emas yang tangguh dan berdaya saing. (arb)




17.597 Penindakan Hingga September, Imigrasi Perkuat Pengawasan Digital

ARBindonesia.com, BANDUNG – Direktorat Jenderal Imigrasi mengoptimalkan teknologi pengawasan keimigrasian melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA), Subject of Interest (SOI), dan pengembangan Aplikasi Penegakan Hukum Keimigrasian (APGAKUM) Pengungsi.

Langkah ini bertujuan meningkatkan akurasi data, memperkuat deteksi dini, serta mempercepat pengawasan orang asing dan penanganan pengungsi dari luar negeri.

Penguatan tersebut menjadi pembahasan dalam Rapat Koordinasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Rakor Wasdakim) di Bandung pada 13–16 Oktober 2026.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menekankan pentingnya kualitas data dan kesiapan petugas dalam mendukung pengawasan berbasis teknologi.

“Digitalisasi pengawasan keimigrasian memastikan data yang kita miliki akurat, mutakhir, dan dapat ditindaklanjuti. Dengan teknologi yang mendukung dan integritas petugas, pengawasan dapat dilakukan secara lebih terarah,” ujar Hendarsam.

APOA digunakan pengelola penginapan untuk melaporkan keberadaan orang asing, sedangkan SOI membantu mengidentifikasi individu yang memerlukan perhatian
khusus.

Terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM), data SOI dapat muncul otomatis dalam layanan keimigrasian, termasuk pemeriksaan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Kedua sistem ini mendukung pengawasan
terhadap WNA yang diduga melanggar ketentuan keimigrasian maupun masuk daftar pencarian orang (DPO), termasuk buronan internasional.

Sementara itu, APGAKUM Pengungsi dikembangkan untuk memperkuat pendataan dan pelaporan pengungsi melalui pencatatan identitas, pemeriksaan dokumen, perekaman foto, serta pemantauan persebaran menggunakan geotagging. Sistem ini memungkinkan Imigrasi memverifikasi data secara mandiri dengan tetap memanfaatkan informasi awal dari UNHCR dan IOM.

Setelah diuji coba di wilayah kerja Rudenim Semarang, aplikasi mulai diimplementasikan secara serentak di Indonesia.
Sepanjang Januari–September 2026, Ditjen Imigrasi mencatat 17.597 Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK), terdiri atas 5.310 pembatalan izin tinggal, 5.310 deportasi, 3.950 usulan penangkalan, 3.022 pendetensian, dan 5 larangan berada di
suatu tempat.

Pada periode yang sama, tercatat 30 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dengan 89 tersangka tindak pidana keimigrasian. Sebanyak 62 tersangka masih dalam penyidikan, 20 memasuki tahap P21 atau persidangan, dan 7 telah memperoleh putusan berkekuatan hukum tetap (inkracht).
Berdasarkan kewarganegaraan, tersangka terbanyak berasal dari Malaysia (34 orang), RRT (20), Pakistan (10), Bangladesh (9), dan Filipina (5).

Hendarsam menegaskan bahwa penguatan pengawasan digital harus berjalan seiring dengan profesionalisme dan integritas petugas.

“Melalui optimalisasi APOA, SOI, dan APGAKUM Pengungsi, Imigrasi berupaya memperkuat tata kelola pengawasan keimigrasian yang berbasis data, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan integritas dan profesionalisme petugas agar pelaksanaan fungsi pengawasan dan penindakan semakin efektif dalam menjaga keamanan serta ketertiban di Indonesia,” pungkas Hendarsam.

Penguatan ini menjadi wujud komitmen Imigrasi untuk Rakyat, melalui pengawasan yang tegas dalam norma dan humanis dalam nilai. *




Semangat Gotong Royong TMMD ke-130: TNI-Rakyat Bersatu Kebut Pembangunan Jalan Desa Kuala Lemang

KERITANG, INHIL — Dalam rangka menyukseskan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130, personel Kodim 0314/Indragiri Hilir (Inhil) bersama warga setempat terus mengebut pengerjaan fisik semenisasi jalan sepanjang 1 kilometer di Desa Kuala Lemang, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir.

Pengerjaan infrastruktur jalan ini dilakukan secara bergotong royong antara anggota Satgas TMMD dan masyarakat sekitar. Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, proses pengecoran dan pemerataan jalan terus dipacu agar dapat selesai tepat waktu sesuai dengan target yang telah ditentukan.

Komandan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil Letkol Arm Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han. menyampaikan bahwa pembangunan jalan semenisasi ini merupakan salah satu sasaran fisik utama yang sangat dinantikan oleh warga.

Akses jalan sepanjang 1 km tersebut memiliki peranan vital dalam menunjang mobilitas harian serta memperlancar aktivitas perekonomian masyarakat Desa Kuala Lemang dan sekitarnya.

“Sinergi dan antusiasme warga bersama anggota Satgas di lapangan sangat luar biasa. Kami optimis pengerjaan semenisasi jalan sepanjang 1 kilometer ini dapat rampung sesuai jadwal dengan kualitas hasil yang maksimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat bukan sekadar membantu percepatan pembangunan fisik, tetapi juga mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.Sementara itu, warga Desa Kuala Lemang menyambut hangat dan bersyukur atas kehadiran program TMMD ke-130 di desa mereka.

Pembangunan jalan ini diharapkan mampu mengurai kendala transportasi yang selama ini dihadapi, khususnya dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan warga menuju pusat kecamatan maupun kota.

Dengan penyelesaian semenisasi jalan ini nantinya, diharapkan roda perekonomian masyarakat Desa Kuala Lemang dapat meningkat pesat serta membuka keterisolirannya menjadi area yang lebih maju dan terhubung dengan baik.




Percepat Target Fisik TMMD ke-130, Kodim 0314/Inhil Genjot Pembangunan MCK dan Sumur Bor di Keritang

INHIL – Satuan Tugas (Satgas) Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0314/Indragiri Hilir bersama masyarakat setempat terus menggejot pengerjaan sarana Mandi, Cuci, Kakus (MCK) dan sumur bor di Desa Kuala Lemang, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Pembangunan fasilitas sanitasi dan sumber air bersih ini merupakan salah satu sasaran fisik prioritas dalam program TMMD ke-130.

Langkah ini diambil guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta mengatasi kesulitan warga dalam mendapatkan pasokan air bersih yang layak.Di lapangan, semangat gotong royong tampak jelas ketika personel TNI dan warga saling bahu-membahu meratakan material, memasang batako, hingga menyiapkan instalasi pemipaan sumur bor agar dapat segera dimanfaatkan oleh warga sekitar.

Komandan Kodim (Dandim) 0314/Inhil Letkol Arm Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han. menyampaikan bahwa percepatan pengerjaan ini dilakukan agar seluruh target pembangunan fisik dapat selesai tepat waktu dan segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa Kuala Lemang.

“Kebutuhan akan MCK yang layak dan akses air bersih adalah hal mendasar bagi kesehatan masyarakat. Melalui TMMD ke-130 ini, kami berkomitmen untuk hadir dan membantu menyelesaikan permasalahan warga. Sinergi dan semangat gotong royong warga Desa Kuala Lemang menjadi pendorong utama percepatan pembangunan ini,” ujarnya.

Sementara itu, warga Desa Kuala Lemang menyambut hangat dan mengapresiasi kebersamaan prajurit TNI yang bekerja tanpa kenal lelah.

Hadirnya fasilitas MCK dan sumur bor ini diharapkan mampu membawa dampak positif yang besar terhadap sanitasi dan kualitas hidup warga setempat.

Pengerjaan fasilitas MCK dan sumur bor tersebut saat ini terus dioptimalkan agar rampung sebelum penutupan pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil.




Kodim 0314/Inhil Bersama Masyarakat Desa Kuala Lemang Pacu Pengerjaan Program RTLH

KERITANG, INHIL – Dalam rangka mensukseskan Program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Ke-130, Personel Kodim 0314/Indragiri Hilir (Inhil) bersama warga bergerak cepat mengebut pengerjaan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Kuala Lemang, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir.

Pengerjaan renovasi RTLH ini merupakan salah satu sasaran fisik utama dalam kegiatan TMMD Ke-130 yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup serta keharmonisan sosial masyarakat kurang mampu di wilayah pedesaan.

Komandan Satgas TMMD Ke-130 Kodim 0314/Inhil Letkol Arm Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han. menyampaikan bahwa percepatan pengerjaan ini dilakukan agar penerima manfaat dapat segera menempati rumah yang lebih aman, nyaman, dan layak huni.

“Melalui program TMMD Ke-130 ini, kita berupaya memberikan bantuan nyata kepada masyarakat. TNI bersama warga saling bahu-membahu dan bergotong royong mengebut pengerjaan agar selesai tepat waktu dengan kualitas bangunan yang baik,” ujarnya.

Antusiasme dan kebersamaan warga Desa Kuala Lemang sangat terasa di lapangan. Sejak pagi hari, personel TNI dan masyarakat setempat sudah bahu-membahu mengangkut material, memasang pondasi, hingga merangkai dinding rumah.

Sementara itu, salah satu warga penerima bantuan RTLH mengutarakan rasa haru dan terima kasihnya kepada Kodim 0314/Inhil serta seluruh pihak yang terlibat.

Pihaknya mengaku sangat bersyukur karena rumah yang dulunya kurang layak kini mulai berdiri kokoh berkat kepedulian TNI melalui program TMMD Ke-130.

Melalui kemanunggalan TNI dan rakyat yang terus terjalin erat ini, diharapkan program TMMD Ke-130 Kodim 0314/Inhil tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga memperkokoh nilai-nilai gotong royong dan persatuan di tengah masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir.




Ketuk Pintu Hati lewat Jumat Berkah! Ketika Kejari Inhil Melangkah Lebih dari Sekadar Penegak Hukum

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR — Di balik ketegasan jubah hukum dan riuh tugas menjaga keadilan, ada sudut hangat yang terus dipelihara oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hilir. Setiap penghujung pekan, menjelang kumandang adzan shalat Jum’at, tepatnya sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB suasana di seputar kantor Kejari Inhil tampak berbeda, Jum’at (16/10/2026).

Tidak hanya berkutat dengan berkas dan persidangan, para insan adhyaksa melangkah keluar untuk menyapa warga melalui program “Jum’at Berkah Berbagi Kebaikan, Menebar Keberkahan”.

Program yang kini telah memasuki minggu keempat secara berturut-turut ini bukan sekadar agenda formalitas, melainkan wujud nyata kepekaan rasa terhadap kondisi masyarakat sekitar.

Kepala Kejari Inhil, Johannes Harysuandy Siregar, S.H., M.H, mengungkapkan bahwa gerakan sederhana ini menyimpan harapan besar untuk memeluk nurani sesama.

“Melalui kegiatan ini, kami mengajak seluruh jajaran dan lintas masyarakat untuk berbagi kasih kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Doa kami, dengan apa yang telah kami lakukan, semoga dapat sedikit membantu beban warga,” tutur Johannes dengan penuh tulus.

Menghadirkan Senyum, Merasakan Apa yang Dirasakan Rakyat

Bagi Kejari Inhil, keadilan tidak hanya hidup di dalam ruang sidang, tetapi juga tumbuh di jalanan tempat rakyat kecil menggantungkan harapan. Johannes menegaskan bahwa korps adhyaksa ingin hadir secara utuh, dan tidak hanya galak menegakkan hukum, tetapi juga lembut dan tanggap memeluk duka warga.

“Ini salah satu wujud nyata keberadaan Kejaksaan Negeri Indragiri Hilir hadir di tengah masyarakat. Jadi, kejaksaan itu tidak hadir hanya dalam konteks penegakan hukum saja, tetapi kejaksaan juga bisa hadir bersama-sama masyarakat untuk merasakan apa yang dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Harapan Agar Kebaikan Ini ‘Getok Tular’

Bantuan kecil yang diserahkan mungkin tampak sederhana, tetapi di mata seorang tukang becak, pedagang kecil, atau warga kurang mampu, itu adalah sebentuk perhatian yang menghangatkan jiwa.

Johannes berharap percikan kebaikan ini tidak berhenti di jajarannya saja, melainkan mampu menginspirasi dan menular (Getok tular) ke berbagai instansi lain hingga Pemerintah Daerah Indragiri Hilir.

“Kedepannya kami berharap program ini dapat berjalan terus. Tidak hanya di masa kepemimpinan saya, kalau bisa berlanjut seterusnya. Bahkan harapan kami, gerakan ini bisa dilirik oleh teman-teman di instansi lain hingga Pemda Inhil, sehingga Gerakan Jumat Berkah menjadi gerakan milik semua, baik pribadi maupun instansi pemerintah,” tutupnya.

Lewat langkah-langkah kecil di hari yang mulia ini, Kejari Inhil membuktikan bahwa ketegasan hukum dan kelembutan kasih sayang bisa berjalan bersisian menjadi pelita kecil yang menerangi dan memberi rasa tenang bagi masyarakat Indragiri Hilir. (Arbain)