Kodrat Inhil Siap Berikan Hasil Terbaik Dalam Porprov X Riau di Kuansing

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Keluarga Olahraga Tarung Derajat (kodrat) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) siap mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Riau di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) pada tanggal 12-22 November 2022.

Hal tersebut disampaikan Ketua Kodrat inhil H Sugiyanto, S.Sos usai mengikuti acara pelepasan 420 kontingen Porprov Inhil oleh Bupati HM Wardan di Venue Futsal, Senin (7/11/2022).

“Kita mengikuti 9 kelas untuk putra dan 5 kelas putri, Kontingen Tarung Derajat siap memberikan hasil terbaik untuk mengharumkan nama kabupaten Inhil melalui Porprov ini,” tuturnya.

Sementara itu Pelatih Kodrat Inhil, Indra Gunawan menyampaikan kesiapan dari pada atlit tarung derajat Inhil yang akan mengikuti Porprov di Kuansing sejauh ini sudah sangat matang.

“Mulai dari Kesehatan fisik, Mental dan lainnya, atlit tarung derajat kita sudah sangat matang dan siap untuk meraih hasil terbaik pada Pekan Olahraga Provinsi ini,” tutupnya.

Selain itu, dukungan dan do’a juga diberikan TM Syaifullah selaku Pembina Cabor Kodrat Inhil disela menghadiri pelepasan Kontingen Porprov X Riau tahun 2022 di Kabupaten Kuansing.

“Berharap Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Inhil dapat mempertahankan prestasi seperti Porprov Kampar, Minimal yang terbaik untuk inhil,” harapnya. (Arbain)




Menang Atas My Team FC, IPMI Youth Melenggang ke Delapan Besar Dandim Cup 2022

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Menang dengan skor 0-2 atas My Team FC, IPMI Youth dipastikan lolos kedepalan besar dalam turnamen Dandim Cup 2022.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Sungai Beringin Tembilahan, semangat dari pemain IPMI Youth untuk lolos kebabak selanjutnya tak terpatahkan dengan dengan kondisi lapangan yang becek akibat guyuran hujan.

Terbukti IPMI ayouth berhasil membuat gol dibabak pertama oleh Sajid Mubarak dengan nomor punggung 9, dan kemudian dibabak kedua lewat assist yang apik Ihsan Sabili, Sajid mubarak kembali menggandakan keunggulan dengan sundulannya yang bersih ke gawang My Team FC.

Fauzan Azima selaku pelatih IPMI Youth menyampaikan rasa sukur atas pencapaian IPMI Youth hari ini sudah maksimal.

“Alhamdulillah hari ini kami berhasil meraih kemenangan dnegan score 2-0, kemungkinan besar di pertandingan delapan besar nanti pada hari selasa kami akan berhadapan dengan Bhayangkara Polres Inhil FC,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua IPMI Yudhia Perdana Sikumbang mengapresiasi atas kemenangan IPMI Youth, dengan menyampaikan ucapan selamat kepada team.

“Tetap fokus kepertandingan selanjutnya, semoga kita selalu diberi kemenangan pada laga selanjutnya,” tuturnya.

Terakhir Yudhia Perdana Sikumbang mengajak kepada ‘Urang awak’ yang ada di Tembilahan untuk menonton pertandingan selanjutnya.

“Ayo dukung IPMI Youth dengan datang kestadion untuk menonton pertandingan selanjutnya pada selasa nanti,” ajak Yudhia.

Editor : Arbain




Asisten I Setda Inhil Hadiri Haul Syekh Abdul Qodie Al Jailani di Ponpee Al Baqiyatush Shalihat Tungkal

ARB INdonesia, TUNGKAL – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Muhammad Wardan diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H. Tantawi Jauhari menghadiri Haul Syekh Abdul Qodir Al Jailani.

Kegiatan digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Baqiyatush Shalihat di Kelurahan Sungai Nibung, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Minggu (06/11/2022).

Dipadati ribuan jamaah dari seluruh wilayah di Tanjabbar dan Provinsi tetangga, acara Haul ini turut dihadiri oleh Gubernur Jambi, Bupati dan Wakil Bupati Tanjabbar, Pimpinan Pimpinan Ponpes Al Baqiyatush Shalihat.

Ribuan masyarakat ini hadir dalam rangka dzikir dan doa bersama dalam memperingati Haul Syekh Abdul Qodir Al Jailani dan mendengarkakn Tausiyah agama oleh Al Habib Achmad Jamal Bin Thoha Bagil Pengasuh Ponpes Anwaruttafiq, Malang, Jawa Timur.

Diketahui acara tersebut sekaligus haul Syekh Nawawi Siddieq Berjan, Syekh Muhammad Ali bin Syekh Abdul Wahab dan Milad Majelis Ta’lim Al Hidayah Kuala Tungkal ke 43 tahun 2022.

Turut mendampingi Asisten dalam kesempatan, Kaban Kesbangpol, Sekretaris BPBD, dan Kabid Linmas Satpot PP. (ADV/Diskominfops Inhil)




Ada Surat Yang Belum Dilengkapi Pemda Inhil, Excavator Amfibi Untuk Bersihkan Sungai Batang Tuaka Belum Bisa Didatangkan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Alat Excavator Amfibi milik Balai Wilayah Sungai Sumatera III (BWSS3) belum bisa meluncur dari kota Pekanbaru ke kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada tanggal 6 atau tanggal 7 November 2022 sesuai dengan janji Pemerintah Daerah Inhil kemarin.

Alasan tidak bisa diturunkannya alat yang diwacanakan untuk membersihkan sungai Batang Tuaka tersebut lantaran terkendala di administrasi surat yang belum dilengkapi secara penuh oleh pihak Pemerintah Daerah Inhil.

Hal tersebut diungkapkan oleh pihak BWSS yang biasa namanya disebut Zul saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

“Belum ada kepastian turun karena masih ada kendala administrasi kabarnya. Kalau kami bergerak sesuai dengan instruksi pimpinan,” ucapnya, Ahad (6/11/2022).

Sementara itu, untuk memastikan kendala dalam upaya menurunkan alat tersebut, Ketua Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil, Iwan Taruna langsung melakukan koordinasi dengan pihak BWSS dan memperjelas kembali informasi tadi.

Dalam koordinasi yang dilakukan, Iwan Taruna bahwa pihak BWSS hanya menunggu surat dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), apabila sudah ada maka pihak BWSS siap untuk meluncur ke Inhil.

“Pihak BWSS menunggu surat dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Inhil. Setelah surat itu dikirim, katanya diperkirakan hari Selasa ini sudah bisa bergerak dari Pekanbaru ke Inhil,” ujar Iwan Taruna, Ahad (6/11/2022).

Kepala Dinas LHK, Azwir Zarni sendiri, saat dikonfirmasi menyebutkan surat yang diminta tersebut akan dikeluarkan besok, Senin 7 November 2022.

“Besok kira-kira jam 10.00 WIB sudah siap suratnya,” jelasnya.

Secara terpisah, masyarakat desa Kuala Sebatu yang tidak mau disebutkan namanya meminta pihak terkait agar tidak mengulur-ulur pekerjaan lagi.

Ia menambahkan, masyarakat sekarang sudah mengetahui informasi alat akan turun tersebut, jadi jangan ada yang teledor dalam kelengkapan administrasi sehingga mengakibatkan penundaan pelaksanaan pekerjaan.

“Kita sudah cukup bersabar menunggu tanggal 6 atau tanggal 7 ini, jadi kami mohon jangan ada kelalaian dari pihak terkait dalam melengkapi administrasi sehingga pekerjaan bisa cepat terselesai,” imbuhnya.***




Proyek 3.5 Miliyar, Progres Rekonstruksi Jalan Tembilahan ‘Diam Ditempat’

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Progres Rekonstruksi jalan Tembilahan-Simpang Kuala Saka hingga saat ini masih belum menujukan adanya perkembangan dalam proses pengerjaannya alias diam ditempat.

Padahal proyek yang memakan ABPD Provinsi Riau senilai Rp 3.5 Miliyar tersebut sudah dimulai sejak penandatanganan kontrak pada 23 Agustus 2022 lalu, dengan masa waktu 129 hari kerja.

IMG_20221106_120305
Foto: Ruas jalan berlubang yang telah dilakukan penimbunan kembali berlubang, 6/11/2022. Arb.

Terhitung sejak berita ini disiarkan, Minggu (6/11/2022), sisa waktu pengerjaan hanya tersisa satu bulan lebih untuk waktu efektif pengerjaan rekonstruksi jalan provinsi di Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tersebut.

Berdasarkan pantuan langsung dilapangan awak media, pengerjaan proyek jalan yang diketahui memiliki panjang 500 Meter atau 0.5 Km tersebut belum ada tampak perubahan yang signifikan meski sebelumnya telah dilakukan penimbunan pada ruas jalan yang berlubang oleh alat-alat berat.

IMG_20221106_120930
Foto : Screenshot Kegiatan Rekonstruksi Jalan Tembilahan-Simpang Kuala Saka, Sirup LKPP.

Hingga saat ini, awak media masih berupaya menghubungi pihak CV. Kharisma Tunggal Sejati sebagai pelaksana untuk diwawancarai mengenai progres rekonstruksi jalan Tembilahan yang di khawatirkan tidak selesai pengerjaannya, ataupun agar tidak menimbulkan stigma pengerjaan yang terburu-buru karena mengejar waktu yang nantinya akan berdampak pada kwalitas.

Tak hanya itu, awak media juga berupaya menghubungi pihak PT. Raissa Gemilang selaku pengawas proyek milyaran rupiah tersebut untuk diwawancarai. (Arbain)




Penebangan Pohon Bakau di Desa Tanjung Pasir Menjadi Mata Pencaharian

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengakui maraknya penebangan pohon bakau dikawasan Hutan Milik Negara (HMN) di sejumlah lokasi kawasan Desa setempat.

Aktifitas pembalakan tersebut bahkan menurut pihak Desa sudah berlangsung cukup lama dan kini menjadi salah satu sumber utama mata pencaharian masyarakat setempat selain sebagai nelayan.

Dilansir dari detikriau.id, Sekretaris Desa Tanjung Pasir, Julaimi, dikonfirmasi awak media tidak membantah atas pernyataan Direktur Bangun Desa Payung Negri (BDPN), Zainal Arifin Husen bahwa hasil riset lapangan BDPN di Desa tersebut setidaknya ada sekira 2500 batang pohon bakau yang setiap harinya ditebang.

Dampak buruk pembalakan tersebut, BDPN menyimpulkan menjadi penyebab utama kerusakan perkebunan kelapa rakyat akibat meluapnya permukaan air laut.

Setidaknya sekira 1.500 Ha tanaman pohon kelapa milik rakyat di Sungai Bandung Desa Tanjung Pasir mati menggenaskan.

Oleh karenanya Zainal mendesak pihak Pemerintah, dalam hal ini Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) untuk serius melakukan rehabilitasi.

“2500 batang?, mungkin saja. Karena pekerjaan mencari pohon bakau tersebut bisa dikatakan sudah menjadi mata pencarian utama masyarakat kita disamping sebagai nelayan,” Ujar Julaimi, sabtu (5/11/22) dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Lanjut Julaimi, penebangan pohon bakau bukan terjadi baru-baru ini saja, sudah dilakukan sejak lama. Bahkan dikatakannya, dulu sekira tahun 2014 atau 2015, pihak Desa juga pernah menyampaikan ke salah satu Universitas di sumatera akan adanya aktifitas pembabatan hutan bakau didaerah tersebut yang dilakukan secara massif.

Kayu-kayu bakau tebangan tersebut saat itu dipergunakan sebagai sumber bahan baku pengapian pabrik salah satu perusahaan perkebunan.

Selanjutnya di tahun 2016 setelah dilakukan pertemuan antara pihak Pemerintah dan Universitas diiringi dengan keluarnya sejumlah aturan dari Pemerintah, penebangan pohon bakau secara massif tersebut mulai berkurang.

“Meluapnya air laut yang merendam lahan perkebunan rakyat di sungai Bandung mulai terjadi saat itu, bukan baru-baru ini saja. Hingga saat ini kondisi lahan di Sungai Bandung memang masih sangat memprihatinkan,” akui Julaimi.

“Tapi sejak tahun 2016 tersebut, meski berkurang, penebangan pohon bakau tetap dilakukan masyarakat. Saat ini kayu bakau dipergunakan sebagai cerucuk pondasi bangunan. Di tempat kita ada empat lokasi penampungan hasil penebangan kayu bakau,” sebutnya.

“Penebangan bakau memang tidak menghasilkan kontribusi apapun untuk Desa. Sampai sekarang memang kita tidak memiliki perdes terkait aktifitas ini,” tambanhnya.

Jika dianalogikan untuk membabat habis kawasan hutan bakau, Julaimi mengatakan tentulah tidak. Katanya penebangan dilakukan secara selektif dan bahkan ia menyebut keberadaan pohon-pohon bakau ini seperti rezki yang tidak habis-habisnya disediakan Tuhan untuk masyarakat.

“Menurut cerita masyarakat, pohon bakau ini agak aneh, misalnya ada kelompok yang masuk dan menebang bakau dikawasan tertentu, jumlah kayu yang dihasilkan tidak mencukupi dan mereka berpindah kelokasi lain. Tapi tak berselang tidak lama, ada kelompok penebang lain lagi yang masuk, dan kayu bakau itu kembali ada. Jadi sepertinya gaib juga, sepertinya memang terus diadakan Tuhan untuk masyarakat kita” akhiri Julaimi.

Terlepas dari dalih yang disampaikan pihak Pemerintah Desa, pemanfaatan kayu dikawasan hutan tentulah harus mentaati sejumlah aturan.

Pembabatan kawasan hutan yang dilakukan secara terus menerus dan tanpa diiringi rehabilitasi pasti berdampak buruk terhadap lingkungan. Pemanasan global yang menyebabkan terjadinya peningkatan permukaan air laut salah satu dampak nyata kerusakan kawasan hutan.

Salah satu solusinya tentu diperlukan adanya kesadaran masyarakat diiringi pengawasan oleh pihak-pihak berwenang untuk meminimalisir dampak buruk aktifitas pembabatan kawasan hutan mangrove, khususnya di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir.

Editor: Arbain
Sumber : Detikriau.id