Dewan Siap Ungkap Kasus PT GCM

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Merebaknya pemberitaan terkait PT Gemilang Citra Mandiri (GCM) belakangan ini terus bergulir. Tuntutan agar dewan melaksanakan fungsi pengawasan untuk mengungkapkan persoalan ini makin menguat. Yang jadi persoalan apakah dewan memiliki keberanian mengungkap kasus ini, hingga persoalan anggaran 4.2 milyar menjadi jelas.

Irwandi Ketua Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Inhil, ketika dimintai tanggapan seputar tuntutan masyarakat tersebut, Senin, (18/7), mengatakan, Fraksi demokrat pada dasarnya siap saja untuk mengungkapkan kasus tersebut. Hanya saja ditegaskannya, harus ada masyarakat yang mau melaporkan persoalan ini.

“Kita di Demokrat siap untuk mengungkapkan kasus ini. Bahkan sebelumnya, saya sudah pernah beberapa kali menyuarakan persoalan ini kepada media. Jadi kalau memang mau diangkap, tentunya tidak ada masalah,” ujar Irwandi.

Hanya saja, ketika disinggung apakah dewan tidak ingin membuat hak angket dalam penanganan kasus GCM, hingga bisa memanggil pihak- pihak terkait menurut Irwandi, itu bisa saja dilakukan. Hanya saja untuk mengusung hak angket ada mekanisme yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Salah satunya, minimal ada ada dua fraksi yang mengusung hak angket, baru itu bisa dibahas.

“Meski diusung oleh dua fraksi, bukan berarti hak angket tersebut lantas langsung bisa digolkan,karena dukungan tersebut baru sebatas bisa dibahas. Bisa saja nanti dalam pembahasan usulan seperti itu malah ditolak oleh mayoritas fraksi, dan itu berarti hak angket akan gagal,” katanya.

Apalagi diakui oleh Irwandi, untuk mengungkapkan persoalan GCM bukan perkara yang gampang. Ada banyak kepentingan disana yang terlibat. Jadi mengungkapkan persoalan GCM bukan perkara yang mudah, makanya harus ada dukungan kuat tidak hanya di parlemen, tapi juga dari masyarakat luas. (suf)




Tim Takrau Targetkan Dua Emas Pada Porda

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Persatuan Sepak Takrau Indonesia (PSTI) Kabupaten Inhil sudah mempersiapkan 15 orang putera dan puteri, untuk menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) bulan September mendatang. Sejauh mereka yang dipersiapkan sudah dilakuakan Training Center ( TC) jauh- jauh hari.

“Kita sudah melakukan persiapan mulai November tahun lalu, hanya saja puncak persiapan akan kita laksanakan dua bulan sebelum Porda,” ujar As’ad Sekretaris PSTI Kabupaten Inhil ketika berbincang- bincang dengan Www.detikriau.wordpress.com di kantor Bupati Inhil.

Ketika disinggung dengan target yang dibebankan kepada tim Takrau Inhil pada Porda tersebut menurut As’ad, adalah dua emas dari enam kategori yang dipertandingkan nantinya. Pihaknya optimis target yang dibebankan tersebut bisa terealisi, dalam rangka untuk mencapai target tiga besar pencapain Porda kali ini.

“Target kita dapat dua emas, sehingga nantinya pada klasemen akhir sumbangan medali dari kita bisa mendongkrak klasemen akhir tim Inhil, untuk masuk tiga besar,” katanya. (Nejad)




PKB Inhil Taja Pertanding Futsal

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Dalam rangka memperingati hari jadinya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang ke-13, PKB Inhil akan menggelar turnamen futsal tanggal 13-23 juli 2011yang diikuti 15 klub Putra dan 10 klub putri yang berasal dari SMA/sederajat yang ada di Inhil.

Dalam penyelanggaran turnamen tersebut PKB telah menyediakan hadiah total sebesar Rp 13.000.000 bagi klub-klub yang berhasil meraih juara. “Untuk juara pertama baik putra maupun putri akan mendapat piala dan hadiah sebesar Rp 2.000.000, juara kedua mendapat 1.500.000 dan juara ketiga mendapat Rp 1.000.000. Selain itu panitia juga menyediakan hadiah bagi tim terbaik dan pemain terbaik,” kata Mansun selaku kerua panitia pelaksana yang juga anggota DPRD Inhil, kepada wartawan di kantor Sekretariat PKB.

Turnamen yang diadakan tersebut dijadikan suatu ajang bagi para siswa untuk menguji skill bermain futsall serta menjadi suatu ajang untuk mencari bakat-bakat muda, untuk itulah pihak panitia membuat suatu peraturan agar tidak ada klub yang memiliki pemain berasal dari luar sekolah.

“Untuk mengikuti turnamen ini setiap klub harus mempunyai surat mandat dari sekolah juga keterangan yang resmi dari sekolah tentang setiap pemainnya. Peraturan ini dibuat untuk mencegah terjadi kecurangan adanya pemain yang bukan menjadi siswa di sekolah tersebut. Jika nanti kita temukan ada sekolah yang mengirim tim yang terdapat pemain yang tidak terdaftar menjadi siswa disekolah yang bersangkutan maka langsung kita diskualifikasi,” kata Mansun lagi. (Wawan)




21 Pegawai Kejari Tembilahan Donor Darah

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Sebanyak 21 Pegawai Kejaksaan Negeri Tembilahan, mengikuti kegiatan bhakti sosial donor darah dalam rangka menyambut Hari Bhakti Adhiyaksa (HBA) ke 51, acara berlangsung di Aula Kejari Tembilahan Senin (18/7)
Pada kegiatan tersebut, terlihat Kepala Kejaksaan Negeri Tembilahan Ferziansyah Sesunan SH.MH juga ikut mendonorkan darahnya, diikuti Kasi Pidum Boy Martin SH. Kasi Pidsus Hendri Untoro SH, serta staf lainnya
Usai mendonorkan darahnya, Kepala Kejaksaan Negeri Tembilahan kepada Wartawan mengatakan diharapkan dengan kegiatan donor darah yang sudah dilaksanankan nantinya bisa disumbangkan bagi mereka yang membutuhkan darah melalui PMI Cabang Kabupaten Inhil
“Melalui kegiatan bhakti sosial donor darah dalam rangka menyambut HBA ke 51, kita berharap dapat membantu masyarakat yang membutuhkan darah “ ujar Ferziansyah
Ditambahkan lagi, selain melaksanakan kegiatan sosial donor darah, juga dilaksanakan kegiatan bhakti sosial lainnya seperti anjangsana ke panti asuhan. Dan untuk acara puncak akan dilaksanakan pada (22/7) mendatang yaitu upacara resmi dan dilanjutkan dengan tabur bunga dimakan pahlawan serta pemusnahan barang bukti, tambahnya
Sementara itu Sekretaris PMI Cabang Tembilahan, Ahmad Yani kepada Wartawan juga menjelaskan bahwa pihaknya sangat berterima kasih dan merasa terbantu dalam pengadaan darah di PMI Cabang Tembilahan, mengingat kebutuhan darah di Kabupaten Inhil cukup tinggi, dalam 1 bulannya mencapai 300 kantong
“Kita sangat mendukung sekali dengan kegiatan donor darah ini. sebab untuk kebutuhan darah di PMI Cabang Inhil cukup tinggi, mencapai 300 kantong dalam setiap bulan. Bahkan untuk menutupi stok yang ada kita juga melakukan kegiatan donor darah di perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Inhil” kata Ahmad Yani. (Wawan)




Lagi, Napi Lapas Tembilahan Kabur

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN)-Kembali seorang narapidana kasus pencurian walet kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Tembilahan. Pihak Lapas terkesan menutupi kaburnya napi tersebut.

Informasi yang didapat wartawan, napi atas nama Rahmat alias Abdullah (30) ini kabur pada Jum’at (15/7/11) sekitar 17.00 WIB lalu. Ia menjalani tahanan penjara 1 tahun 2 bulan dalam kasus pencurian walet di Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuindra ini.

Padahal, Rahmat diketahui akan menghirup udara bebas di luar Lapas pada tanggal 26 Juli mendatang, tapi entah kenapa ia tidak sabaran dan memilih kabur sebelum masa tahanannya berakhir. Selama ini menurut sumber , napi ini sedang menjalani proses asimilasi menjelang kebebasannya dan ia bekerja sebagai pencuci mobil dan sepeda motor di pencucian mobil dan sepeda motor yang
terdapat di depan Lapas.

Namun pada Jum’at (15/7/11) lalu tersebut, saat para tahanan lain sudah berada dalam sel masing-masing, barulah diketahui ia tidak ada alias kabur. Petugas pun telah berusaha melakukan pencarian di dalam dan diluar Lapas, namun napi ini tidak juga ditemukan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Tembilahan, Yulius Saian ketika dikonfirmasi wartawan  masalah ini mengarahkan agar menemui beliau besok di Lapas Kelas II A Tembilahan. “Besok saja di kantor,” jawabnya singkat via SMS, Senin (18/7/11)  menanyakan tanggapan pihak Lapas atas kaburnya napi tersebut. (Wawan)




M Sadli Eks Kameramen GTV, Pembelian UHF dan Biaya Pemasangan Cuma Rp 400 Juta Lebih

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Borok pembelian antenna UHF untuk GTV pada tahun 2005 yang lalu makin terkuak. Selain menggunakan dana PT Gemilang Citra Mandir (GCM) Rp 700 juta lebih dan dianggarkan di Bagian Humas pada tahun dan jumlah yang sama, ternyata alat tersebut hanya dibeli sekitar 400 juta lebih, termasuk biaya pemasangannya.

Informasi tersebut disampaikan oleh eks kameramen GTV M. Sadli saat berbincang-bincang dengan www.detikriau.wordpress.com baru-baru ini. Menurut pengakuannya, ia tahu persis kronologis pembelian barang tersebut. pemancar UHF tersebut di beli disalah toko khusus yang menjual alat pemancar di Jakarta.

Hanya saja ketika ditanyakan secara langsung apakah yang bersangkutan masih ingat nama toko tempat membeli pemancar UHF tersebut, dirinya mengatakan tidak sempat memperhatikan merek toko yang dimaksud. Begitu juga lokasi dimana dikawasan Jakarta tempat membeli, ia juga mengaku tidak tahu persis. “Saya tidak memperhatikan secara seksama pada waktu itu,” kata Sadli.

Masih menurut yang bersangkutan, ketika dibeli barang tersebut tidak langsung ada tapi harus menunggu beberapa waktu, karena barang tersebut dipesan dari luar negeri. Kalau dirinya tidak salah barang tersebut di pesan dari Italia.

Dalam kesempatan itu ketika ditanyakan www.detikriau.wordpress.com dengan siapa saja dirinya pergi ke Jakarta untuk membeli perlatan UHF tersebut, menurut Sadli dengan Kabag Humas ketika itu Drs M Thaher, Dirut PT Gemilang Citra Mandiri (GCM) Zainul Ikhwan, dan seorang warga Inhil dari warga keturunan yang biasa ia panggil dengan sebutan bang “Li”. “Bang li itulah yang mengurusi soal pembelian pemancar UHF tersebut,” terang Sadli.

Dalam kesempatan itu ia juga menjelaskan paska pembelian barang tersebut, pemancar UHF tidak langsung datang, melainkan sekitar 3-6 bulan kemudian baru diterima GTV. “Yang pasti tidak benar kalau dikatakan biaya untuk pembelian dan pemasangan UHF tersebut sampai dengan Rp 700 juta lebih, karena saya terlibat langsung dengan pembelian tersebut,” katanya.

Apa yang dipaparkan M Sadli makin memperlihatkan adanya ketidakberesan dengan pembelian alat pemancar UHF untuk GTV tersebut. Karena sebelumnya diketahui pembelian dan pemasangan total anggaran mencapai Rp 700 juta lebih. sehingga disinyalir adanya mark up Rp 200 juta lebih.
Kejanggalan lainnya adalah ada dua item mata anggaran yang digunakan untuk pembelian alat pemancar UHF tersebut. Salah satunya adalah menggunakan uang APBD Inhil tahun 2005 dengan total anggaran 700 juta lebih dan pinjaman dengan PT GCM dengan total anggaran yang sama.

Ironisnya, disinyalir barang tersebut malah digunakan untuk Indra Televisi milik Bupati Inhil DR Indra M Adnan yang beberapa waktu lalu sempat tayang di kota Pekanbaru. “Barang tersebut diduga fiktif, karena anggota dewan pernah melakukan sidak ke GTV dan tidak menemukan alat pemancar UHF seperti yang dimaksudkan,” kata salah seorang anggota dewan yang tidak mau disebutkan namanya ketika dimintai tanggapannya oleh www.detikriau.wordpress.com beberapa waktu lalu. (Suf)