Kerusakan Jalan Penghubung Sungai Luar ke Sungai Piring Jadi Keluhan

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Kerusakan jalan lintas dari sungai luar ke sungai piring dari hari kehari semakin mengkhatirkan. Banyaknya lubang-lubang dan hancurnya badan jalan semakin mempersulit masyarakat yang sering melintasinya dalam berpergian.
Infrastruktur jalan merupakan salah satu faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu daerah, banyak sekali orang yang demi memenuhi kebutuhan hidupnya dari adanya jalan penghubung dari suatu daerah kedaerah lain. jika infrastruktur jalan tersebut baik maka dapat dipastikan pertumbuhan ekonmi daerah tersebut akan baik pula.
Kerusakan jalan sungai luar ke sungai piring ini yang paling dampak kesulitan dalam melintasi jalan tersebut adalah para pedagang keliling yang mengejar pasar dalam berdagang. “Sebagai pedagang keliling yang mengejar pasar dalam berdagang tentu saja kami merasakan kesulitan yang berat dalam melintasi jalan dari sungai piring menuju sungai luar tersebut. Orang yang tidak membawa barang saja merasakan sulit apalagi kami yang membawa barang dagangan,” kata Yani, salah seorang pedagang keliling yang sering membawa dagangannya kedesa-desa dengan melintasi jalan tersebut, selasa (19/07).
Kerusakan jalan tersebut disamping merugikan banyak pihak, namun ternyata membawa keberuntungan di pihak lain. Hal tersebut dikarenakan ada beberapa warga yang menarik keuntungan dari kerusakan jalan tersebut dengan cara memperbaiki dan menimbun jalan-jalan yang rusak parah dan berlobang besar.
“Ada beberapa warga yang memperbaiki dan menimbun dibeberapa titik yang rusak parah dan berlobang. Dari pekerjaan yang telah dilakukan itu, mereka meletakkan kotak di tengah jalan untuk meminta kepada pengguna jalan sebagai pengganti biaya perbaikan,” katanya.
Apa yang dilakukan oleh warga tersebut walau cukup menjengkelkan menurutnya masih bisa ditolerir karena apa yang mereka perbuat ini dinilai lebih baik dan lebih bertanggung jawab dari apa yang dilakukan oleh pemerintah.
“Saya berkata demikian karena dalam hal ini mereka meletakkan kotak sumbangan tersebut sambil berkerja dan hasil kerja mereka kelihatan, sedangkan dengan pemerintah, pajak kendaraan dibayar oleh masyarakat dengan biaya yang sudah ditentukan namun hasilnya tidak ada,” katanya lagi.
Berapa banyak pajak yang sudah dibayar oleh masyarakat yang tinggal didaerah teluk pinang, sungai piring dan masih banyak desa-desa lagi yang menggunakan jalan tersebut untuk pergi ke kota tembilahan setiap tahunnya tapi jalan yang mereka bayar pajak tersebut tidak kunjung diperbaiki bahkan dibiarkan bertambah rusak.
“Mereka yang bayar pajak kendaraan tersebut tentu ingin jalan yang mereka lewati bagus. Apakah mereka hanya dituntut untuk melakukan kewajibannya saja tapi hak mereka tidak dipenuhi oleh pemerintah?,” katanya penuh tanda tanya.
Mereka, para pejabat digaji mahal dari uang hasil pajak, sedangkan pajak dibayar oleh rakyat, sangat ironis kelihatannya jika para pejabat yang sudah digaji mahal dan berpendidikan namun tidak menjalankan fungsinya. Pejabat seperti ini terkesan tidak punya tanggungjawab atas uang rakyat yang menjadi gaji mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya..
“Lihat saja warga yang memperbaiki jalan tersebut, mereka yang tidak berpendidikan tinggi dan tidak mendapat sumbangan yang banyak dari para pengendara yang lewat, tapi mereka tetap berkerja dengan semangat tidak perduli panasnya terik mentari, mereka jauh lebih mempunyai rasa berterimakasih dan rasa tanggung jawab dibandingkan dengan para pejabat yang digaji mahal dan berkerja dengan enak dan tenang dibalik meja yang bagus dan diruangan ber AC,” imbuhnya. (Wawan)




Pejabat Resah Beredar Isu Data GCM Akan Diserahkan ke KPK

www.indragirinews.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Kasus PT Gemilang Citra Mandiri (GCM) terus menggelinding bak bola api, yang membakar mereka yang terkena. Para pejabat yang terindikasi terlibat aliran dana GCM semakin gerah dengan diangkatnya persoalan ini secara berkelanjutan oleh beberapa media cetak maupun elektronik.

Belakangan ini beredar kabar bahwa data perampokan uang rakyat lewat PT GCM berkemungkinan akan diberikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu dilakukan, disebabkan adanya krisis kepercayaan masyarakat Inhil terhadap aparat penegak hukum di “Kota Seribu Jembatan” atas penangan kasus korupsi yang melibatkan pejabat teras.

Apalagi diketahui, kasus GCM sudah pernah masuk di Kejaksaan Negeri Tembilahan pada suatu ketika, dimana pada saat itu Kepala Kejaksaan dijabat M Rasul SH, dan Kasi Pidsusnya dipegang oleh Erwan SH. hingga berganti kepala Kejaksaan dan Kasi Pidus, kasus juga hilang bak “embun dipagi hari yang sirna oleh sang surya”.

“Saya memang ada mendengar rumor, bahwa data GCM akan diserahkan ke KPK. Hanya saja sampai saat ini siapa dan dari elemen mana yang akan menyerahkan data tersebut belum diketahui secara pasti,” kata Joni Faisal SH, pemerhati sosial di kota Tembilahan saat berbincang-bincang dengan www.indragirinews.wordpress.com, Selasa, (19/7).

Masih menurutnya, langkah seperti itu adalah jalan terbaik untuk menyeret mereka yang bertanggungjawab atas perampokan uang rakyat yang dilakukan lewat GCM. Sebab, upaya hukum sudah pernah dilakukan lewat Kejaksaan. Sayangnya, setelah sekian lama belum ada titik terang upaya pengungkapan kasus tersebut di meja hijau.

Masih menurutnya, memang harus ada pihak yang bisa mendobrak persoalan korupsi ini hingga ke KPK. Sebab, disinyalir cukup banyak dugaan korupsi yang terjadi di Inhil, tapi selalu tidak ada tindakan hukum bagi mereka, kecuali pejabat kecil yang diduga dikorbankan demi menyelamatkan atasan mereka.

Ketika disinggung dengan nasib Indra Muchlis Adnan, kalau memang data tersebut diserahkan ke KPK, dan ternyata KPK menindaklanjutinya menurut Joni sudah jelas akan mengancam yang bersangkutan. Karena diketahui yang bersangkutan adalah pendiri perusahaan, dan orang yang duduk sebagai Dirut Zainul Ikhwan Ketua Komisi Peniyaran Indinesia Daerah (KPID) provinsi Riau adalah orang kepercayaan Bupati.

Selain itu sianyalemen yang beredar adanya aliran dana untuk kepentingan Indra Muchlis Adnan seperti dari Humas untuk pembuatan buku Bupati dan proyek fiktif pembuatan UHF yang ditengarai malah dialihkan untuk Indra Televisi milik yang bersangkutan, televisi lokal yang pernah siaran beberapa waktu lalu di Pekanbaru.

“Kalau memang data tersebut sampai ke KPK dan ada tindaklanjutnya, sudah jelas persoalan GCM, bisa menjadi batu sandungan Indra kedepan, terutama Pilgubri mendatang,” ujar Joni Faisal.

Apalagi sebelumnya salah seorang anggota dewan Edi Gunawan, memang mendukung agar persoalan GCM ini diserahkan ke KPK, agar penanganannya bisa tuntas. ” Kasihkan aja datanya ke KPK,” ujar Asun biasa disapa oleh rekan-rekan anggota dewan saat berbincang-bincang dengan wartawan. (suf)




Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Perwakilan Inhil Superto Drs HM Thaher Sudah Sering Bersikap Arogan

www.indragirinews.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Sikap mantan Kabag Humas yang sekarang menjabat sebagai Kadiskominfo Drs HM Thaher, terus mendapat kecaman dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi wartawan. Kali ini Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Indragiri Hilir yang mengecam arogansi pejabat yang bersangkutan.

“Sangat tidak pantas seorang pejabat mengeluarkan statemen seperti itu. Meskinya, ketika ada seorang wartawan ingin melakukan konfirmasi, layanilah secara baik. Supaya jangan sampai nantinya ada anggapan bahwa wartawan dalam melakukan pemberitaan terkesan sepihak, padahal wartawan yang bersangkutan sudah melakukan konfirmasi,” kata Wakil Ketua Bidang Pembelaan wartawan PWI Perwakilan Kabupaten Inhil Superto, kepada www.indragirinews.wordpress.com, di Tembilahan, Selasa, (19/7).

Masih menurut Pimred Info Inhil tersebut, kejadian yang menimpa wartawan www.indragirinews.wordpress.com kali ini adalah untuk yang kesekian kalinya. Sebelumnya dalam kasus yang hampir serupa, yang bersangkutan juga melakukan hal yang sama, dengan mengedepankan arogansi dan sikap emosional. Bahkan dalam kasus lainnya sikap yang bersangkutan terkesan lebih parah dan sudah ada kesan mengancam.

Kejadian ini tentunya menjadi preseden buruk bagi kebebesan pers di Inhil yang diatur oleh UU No 40 tahun 1999. Padahal didalam UU sudah jelas diatur terkait dengan pemberitaan, sehingga kalau ada pemberitaan yang kesannya tidak sesuai, silahkan gunakan hak jawab seperti yang diatur.

Tapi yang kita lihat, dalam banyak kasus yang terjadi antara wartawan dengan mantan Kabag Humas tersebut, selalu saja sikap emosional yang ditonjolkan. “Bayangkan saja, apa maksud yang bersangkutan mengatakan kalimat silahkan bunuh saya, saat dikonfirmasi wartawan,” kata Perto biasa ia disapa oleh pekerja pers di Inhil.

Masih menurutnya, sikap yang ditampilkan oleh HM Thaher mengindikasikan yang bersangkutan merasa kuat dan dekat dengan penguasa yang ada sekarang. Sehingga apapun yang dilakukan, tidak akan pernah mendapat sanksi oleh atasan. “Karena merasa kuat, makanya Thaher sering berulah dan terkesan mendiskreditkan wartawan tertentu,” tukasnya. (suf)




Mayat Nenek Lansia Ditemukan Terbujur kaku

www.indragirinews.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Suasana hening di jalan Subrantas Lorong Pinus Indah Parit 15 Kota Tembilahan, tiba-tiba menjadi heboh. Pasalnya sekitar pukul 11.00 WIB pada Selasa (19/7), ditemukan adanya sesosok mayat perempuan seorang nenek yang diketahui bernama Safiyah berusia sekitar 84 tahun ditemukan sudah tidak bernyawa dipinggir aliran air Parit 15.
Berdasarkan keterangan Safarudin (43) salah satu anak korban kepada Wartawan menuturkan bahwa untuk penyebab yang pasti meninggalnya ibu kandungnya, dirinya belum tahu, namun dugaan sementara karena ibunya jatuh lalu tidak ada yang menolong dan meninggal dunia
“Saya belum tahu penyebab meninggalnya ibu saya, namun dugaaan sementara karena akibat jatuh dan tidak ada yang tahu sehingga ia sampai meninggal dunia” ujar Safarudin
Bahkan Safarudin juga menjelaskan dalam keseharian ibu kandungnya hidup sendiri didalam rumahnya yang berada Lorong Cemara Parit 15, tidak jauh dari lokasi tempat ditemukan mayat korban
Saat ditanya kapan terakhir ketemu dengan ibunya, Ia mengatakan 1 hari sebelumnya dirinya masih bertemu dirumahnya dan masih dalam kondisi sehat dan tidak mengeluh apa-apa, “Saya bertemu kemarin masih dalam kondisi sehat dan tidak ada yang dikeluhkan” katanya
Sebagai anak Ia mengaku sudah berusaha untuk membujuk orang tuanya untuk tinggal bersama dirinya atau anak lainnya, namun pada kenyataannya ibu lebih memilih hidup sendiri, dari pada bersama anaknya, keluhnya
Sementara itu Kapolres Indragiri Hilir AKBP TJ Djati Utomo SIK melalui Kanit I Ipda Suerdi Faisal saat dilokasi melihat proses evakuasi kepada Wartawan menjelaskan untuk penyebab yang pasti kita masih belum tahu, sebab mayatnya masih dibawa ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk di visum
“Kita masih belum tahu penyebabnya, yang jelas kita lihat dulu hasil visumnya dari petugas medis, setelah itu baru bisa kita ketahui apakah ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau tidak terkait meninggalnya korban” kata Ipda Suerdi Faisal. (Wawan)




Inhil Maksimal Plot dana 20 Persen Pembangunan Gedung Futsal untuk PON

www.indragirinews.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Ranperda pengikatan dana anggaran kegiatan tahun jamak untuk pembangunan gedung futsal pada kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke 18 menjadi pembahasan yang alot di DPRD Inhil. Mata anggaran terkait kegiatan tersebut harus benar-benar di dudukkan, agar tidak semakin membebani APBD Inhil yang sudah terkuras dengan beberapa proyek tahun jamak yang ada sekarang.

Ungkapan tersebut disampaikan Herwanisitas Sekretaris Komisi II kepada www.indragirinews.wordpress.com usai rapat paripurna dewan terkait dengan laporan Badan Legislasi DPRD Inhil terhadap Perubahan Program Legislasi Daerah (Prolegda), Selasa, (19/7).

“Pada intinya kita hanya akan membahas Ranperda tersebut kalau memang pihak eksekutif melampirkan MOU dengan Provinsi Riau terkait persoalan anggaran,” kata herwanisitas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Daerah Pemilihan (Dapil) III kepada www.indragirinews.wordpress.com usai rapat paripurna.

Masih menurutnya, Pada intinya kemampuan keuangan kita maksimal hanya 20 persen dari total anggaran untuk pembangunan lapangan futsal tersebut. Lebih dari itu, terus terang kemampuan APBD Inhil sudah tidak memungkin lagi. Sebab saat ini APBD Inhil sudah sangat terbebani dengan tiga proyek tahun jamak yang telah menyedot sebagian besar belanja dearah.

Berkaca dari sana, tentunya sangat tidak mungkin lagi kalau harus menanggung beban pembangunan gedung olahraga tersebut. “Makanya kalau dana shering tersebut lebih dari 20 persen dibebankan kepada APBD Inhil kita terus terang akan menolak,” katanya dengan tegas. (Wawan)




Pantai Solop Masih harus Dibenahi

www.indragirinews.wordpress.com (TEMBILAHAN) –Pantai Solop salah satu objek wisata yang berada di Desa Pulau cawan Kecamatan mandah memiliki panorama yang cukup mengesankan. Hamparan putih putih yang merupakan pasir dari fosil hewan laut seperti kerang kerangan dan sejenisnya yang dikenal dengan nama pasir sirsak, terhampar disepanjang bibir pantai.

Melalui proses yang panjang dan diakibatkan dari hempasan gelombang pasang membuat pasir sirsak tersebut terhampar disepanjang pantai solop sehingga pantai ini begitu indah dan memiliki keunikan tersendiri yang tidak didapat dipantai pantai yang ada didaerah lainnya.

Pantai solop terletak didesa Pulau Cawan kecamatan Mandah dan dapat ditempuh dengan menggunakan transportasi sungai dan laut, karena pantai solop terletak dipantai bagian timur pulau sumatra yang merupakan alur transportasi utama yang menghubungkan kota Tembilahan dengan kota kota yang ada di di Provinsi Kepulauan Riau seperti Tanjung balai karimun, Tanjung batu, Batam dan Tanjung Pinang bahkan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Jarak tempuh dari kota Tembilahan lebih kurang 60 menit, dari Khairiah Mandah dan Concong luar lebih kurang 30 menit dengan menggunakan speedboat. Karena pantai solop merupakan daerah unggulan pengembangan kawasan wisata Provinsi Riau maka pembangunan dan pengembangan kawasan ini terus dilakukan untuk memenuhi segala fasilitas wisata yang akan memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjungnya.

Sayangnya meski menjadi salah satu objek wisata unggulan, sejauh ini penggarapannya masih belum maksimal, hingga tidak memberikan kontribusi yang positif bagi daerah, terutama masyarakat sekitar. Persoalan mendasar dikarena sarana pendukung yang masih dirasakan kurang.
“Sejauh ini memang tidak ada jalur transportasi khusus yang bias setiap saat mengantar pengunjung yang ingin ke Pantai Solop, kalaupun ada terpaksa mencarter speedboat terlebih dahulu,” kata Anto warga mandah saat berbincang dengan www.indragirinews.wordpress.com di Tembilahan belum lama ini.

Padahal menurutnya, keberadaan pantai tersebut cukup terkenal di Provinsi Riau, karena masih berdekatan dengan kampung Gubri HM Rusli Zainal. Hanya karena persoalan sarana pendukung yang masih kurang, hingga panorama alam tersebut tidak memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (Nejad)