Terkait Mobdin 1052 GP Kepala Inspektorat Terkesan Menghindar

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Permasalahan Mobdin BM 1052 GP meskinya menjadi tanggungjawab Inspektorat Kabupaten Inhil. Sebab pada saat itu Mobdin tersebut penggunaan dan wewenangnya ada disana.
Beberapa waktu lalu Kabag Perlengkapan Setda Inhil Hj Rusliana saat ditemui Www.detikriau.wordpress.com di ruangan kerjanya, Selasa, (12/7), mengungkapkan, pihaknya bekerja berdasarkan Permendagri 17 tahun 2007 Tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. Dimana sipatnya Bagian Perlengkapan membantu pengelolaan barang milik daerahdengan mengkoordinasikan dengan SKPD.
“Kedepan kita akan lakukan koordinasikan dengan terkait menyangkut dengan asset daerah seperti yang disebutkan, termasuk dengan mobil dinas BM 1052 GP,” ujar Kabag.
Sayangnya setelah berita ini mencuat ke publik kepala Inspektorat Kabupaten Inhil Drs Wiryadi MM. sudah beberapa kali coba dihubungi oleh Www.detikriau.wordpress.com ke HP. tapi selalu tidak aktif. begitu juga ketika ingin ditemui di kantornya yang bersangkutan tidak berhasil ditemui. (suf)




DIPERLUKAN LANGKAH KONKRIT GUNA REHABILITASI PERKEBUNAN RAKYAT

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Pihak perusahaan hendaknya memikirkan perkebunan kelapa milik petani yang terus mengalami kerusakan belakangan ini akibat berbagai persoalan yang terjadi. Pihak perusahaan jangan hanya tahu menyalahkan, tapi yang paling penting melakukan langkah konkrit dalam upaya rehabilitasi perkebunan petani.

Ungkapan disampaikan oleh politisi Golkar dari Daerah Pemilihan III yang juga Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri Hilir HM Yusuf Said SE, ketika berbincang-bincang dengan Www.detikriau.wordpress.com di ruangan kerjanya, Kamis, (14/7).

Lebih jauh dikatakannnya, penurunan produktivitas kelapa di Inhil sudah sangat luar biasa. Dari data yang dimilikinya, tingkat penurunan sudah mencapai angka 50 persen. Hal ini tentunya harus dipikirkan semua pihak, tidak terkecuali leh perusahaan yang bergerak disektor ini.

“Data yang kita miliki penurunan produksi kelapa sudah mencapai angka 50 persen, makanya kita mengharap peran mereka dalam melakukan rehabilitasi perkebunan harus dominan,” ujarnya.

Masih menurutnya sejauh ini pihak perusahaan selalu mengklaim bahwa mereka sudah melakaukan dan membatu masyarakat melalui Corporate Social Responsibility (CSR), dengan memberikan bantuan biaya pendidikan infrastruktur dan lainnnya. Tapi langkah konkrit mereka untuk memperbaiki lahan perkebunan masyarakat yang kritis masih minim sekali.

“Persoalan pendidikan dan infrastruktur biarlah ditangani oleh Pemerintah. Kita hanya ingin peran mereka dalam melakukan perbaikan kerusakan perkebunan kelapa lebih besar,” harapnya. (Wawan)




Politisi Golkar “Tuding” Pemkab Inhil Sengaja Mengulur Waktu Terkait Pemekaran

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Tudingan keras kembali dilontarkan oleh Ketua Fraksi Golkar Kartika Roni SAg kepada pemkab Inhil terkait dengan permasalahan pemekaran. Kali ini yang bersangkutan menuding Pemkab Inhil sengaj mengulur-ulur waktu dalam rangka melepaskan tanggungjawab atas tuntutan masyarakat yang kiankuat untuk segera mewujudkan pemekaran.

“Intinya Pemkab Inhil memang sengaja mengulur-ulur waktu dalam melepaskan tanggungjawabkepada masyarakat. Sehingga persoalan ini pada gilirannnya, menjadi polemik di tengah masyarakat yang nantinya bisa menjadi benturan. Sehingga proses pemekaran menjadi batal,” kata Roni dengan nada pedas.

Masih menurut politisi Golkar dari Dapil VI tersebut, intinya ia menilai tidak ada political will Pemkab Inhil untuk segera mewujudkan proses pemekaran yang dituntut oleh masyarakat. Hal itu dapat dilihat dengan belum pernahnya dikeluarkan rekomendasi pemekaran oleh Pemkab Inhil.

“Bohong kalau ada yang menyatakan rekomendasi telah dikeluarkan oleh Pemkab Inhil terkait dengan persoalan pemekaran. Sejauh ini belum pernah yang namanya rekomendasi pemekaran yang ditandatangani oleh Bupati,” katanya lagi.

Apa yang disampaikan oleh Kartika Roni tentunya sesuatu hal yang baru. Selama ini yang diketahui oleh publik Bupati Inhil telah megeluarkan rekomendasi pemekaran. Hanya saja memang, rekomendasi yang dikeluarkan, tidak sejalan dengan apa yang sudah dikeluarkan oleh Legislatif.

Dimana selama ini yang diketahui, rekeomendasi yang dikeluarkan oleh legislatif membagi Inhil dalam tiga Kabupaten. Sedangkan yang dikeluarkan oleh Bupati adalah membagi Inhil menjadi dua Kabupaten dan satu kota. Akibat perbedaan rekomnedasi itu, tereksan pemekaran Inhil stagnan. (suf)




Kejaksaan Diminta Bongkar Kembali Kasus PT GCM

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Kejaksaan Negeri Tembilahan diminta untuk kembali membuka persoalan kasus badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Gemilang Citra mandiri (GCM). Hal itu dikarenakan, adanya dugaan skenario besar yang dilakukan oleh pejabat penting di daerah ini dalam upaya melakukan perampokan uang APBD Inhil sebesar Rp 4.2 milyar, melalui pendirian perusahaan tersebut.
Apalagi diketahui kasus PT GCM sudah pernah masuk ke Kejaksaan Negeri Tembilahan. Pada waktu itu Kasi tindak Pidana Khusus (Pidsus) dijabat oleh Erwan SH, selaku orang yang menangani kasus tersebut. Hal itu diketahui dengan adanya pengakuan Erwan kepada wartawan ketika itu. Persoalan PT GCM sedang dalam tahap pengumpulan keterangan dan permintaan audit BPKP.
Sayangnya sampai yang bersangkutan pindah tugas dari Inhil, tidak ada keterangan resmi terkait penanganan PT. GCM. Hingga pada giliran, samapi sekarang hingga kepala dan Kasi Pidsus Kejaksaan berganti kasus tersebut hilang begitu saja.

Tuntutan agar Kejaksaan Negeri Tembilahan agar menuntaskan persoalan korupsi terkait PT GCM tidak terlepas dari komitmen pihak Kejaksaan baik yang disampaikan oleh Kepala kejaksaan Ferziansyah S, maupun Kasi Pidsus Hendri Antoro dalam berbagai kesempatan. Mereka selalu berjanji untuk serius menuntaskan berbagai persoalan korupsi di Inhil.
“Kita serius dalam mengungkapkan berbagai persoalan kasus korupsi yang terjadi di Inhil. Makanya kalau nanti saya pindah, tidak ada lagi kasus korupsi yang masih mengendap di kejaksaan,” kata Kasi Pidsus Hendri Antoro SH, dalam sebuah kesempatan saat berbincang-bincang dengan Www.detikriau.wordpress.com.
Berangkat dari komitmen kejaksaan Negeri tersebut, warga Inhil sangat berharap agar persoalan kasus perampokan uang APBD melalui PT GCM dapat terkuak ke publik. Hal itu disampaikan oleh Joni Faisal SH kepada Www.detikriau.wordpress.com, Kamis, (14/7), ketika dimintai tanggapannya seputar persoalan PT GCM.
“Kita berharap pihak Kejaksaan dapat kembali membongkar persoalan PT GCM. Hal itu meski mereka lakukan, untuk membuktikan keseriusan ucapan mereka dalam berbagai kesempatan yang berjanji untuk menuntaskan berbagai persoalan kasus korupsi yang terjadi di Inhil, apalag memang kasus itu sudah pernah masuk di Kejaksaan,” kata Joni Faisal.
Lebih jauh menurutnya, apalagi di dalam persoalan kasus PT GCM ini anggarannya cukup besar, dan diperkirakan banyak melibatkan pejabat penting di daerah ini. Hal itu tentunya membutuhkan komitmen dan keberanian yang kuat sehingga persoalan ini dapat dituntaskan, dan orang-orang yang sudah melakukan perampokan uang rakat tersebut dapat di proses sesuai dengan hukum yang berlaku. (Tim)




Edy Syafwannur Tutup MTQ Maulid Al- Habsyi Tembilahan Hulu

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Setelah berlangsung selama sepekan, bertempat di Majelis Taklim Miftahus Shaadah Jalan Sederhana Kecamatan Tembilahan Hulu berlangsung penutupan Musabaqah Maulid Al-Habsy dan Asmaul Husna, Kamis, (13/7) dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1432 Hijriah, Milad Kabupaten Inhil ke 42, sekaligus HUT Majelis Miftahus Shaadah.

Dalam acara tersebut nampak hadir Kepala BPMPD Edy Syafwannur Camat Tembilahan HM Yusuf Magga, tokoh Masyarakat seperti Mukhlis A Hamid mantan anggota DPRD Inhil periode 2004- 2009, para undangan dan seluruh para peserta yang mengikuti kegiatan MTQ Dan Asmaul Husna kali ini.

Ketua Panitia penyelenggara, Hj Laila Syamsudin Uti dalam laporannya mengungkapkan, ucapan terimaksih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak, dewan juri atas parsipasi, baik materi maupun sumbangan pemikiran sehingga acara ini bisa berjalan sesuai dengan harapan

Ucapan terimaksih kepada para pesrta sebanyak 26 kelompok untuk kategori Maulid Alhabsi dan 16 kelompok untuk kategori Asam ul Husna. “Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka syiar Islam di Kecamatan Tembilahan Hulu. untuk itu kepada para peserta baik yang berhasil maupun yang gagal untuk dapat lebih meningkatkan kemampuan, sehingga syiar Islam dapat lebih berkembang,” ujarnya.

Sementara itu Camat Tembilahan Hulu Drs HM Yusuf Magga dalam sambutannya menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini. Acara ini hendaknya memberikan kesjukan di hati kita semua.

Selanjutnya, Camat mengharap iven seperti ini dapat ditingkat lebih besar lagi, sehingga bisa menjadi benteng di tengah masyarakat dalam rangka mencegah pengaruh negatif dari kemajuan. “Acara seperti ini hendaknya menjadi benteng dalam memperkuat aqidah umat Islam,” tegasnya.

Masih menurut, masih banyak lagi kegitan Islami yang bisa dilaksanakan. lebih dari itu kegitan ini tidak hanya berlangsung di Kecamatan Tembilahan Hulu, tapi bisa menyebar kesluruh wilayah Di Inhil. Sehingga syiar Islam makin berkembang, agar berbagai permaslahan sosial dapat ditangkal di tengah masyarakat.

Sementara itu Edy Syafwannur Kepla BPMPD sekaligus pembina dalam sambutannya mengatakan, dirinya merasa takjub kepada panitia atas terselenggaranya kegiatan ini. apalagi panitia pulang sampai jam 2.00 dinihari. “Semoga semangat ini bukan hanya dalam MTQ tapi terus dipelihara dalam rangka syiar Islam,” katanya.

Selain itu, ia meminta kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan berbagai isu yang menyesatkan. Salah satunya dengan berdaran selebaran yang menghujat Agama Islam oleh orang yang tidak bertanggungjawab. “Kita bersukur masyarakat kita tidak terpancing, hingga tujuan selebaran yang beredar untuk memncing perpecahan ditengah masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia merasa terharu dengan anak-anak yang melantunkan bacaan Al-Habsyi. Untuk itu diharapkan kepada orang tua untuk mengajar anak-anak mereka untuk bacaan seperti itu, meski pada awalnya kesannya pemaksaan. Karena ia pernah mendengar sesuatu itu awalnya memang terkesan pemaksaan, hingga akhirnya menjadi kebiasaan. Apabila sudah menjadi Kebiasaan, nantinya akan menjadi kebudayaan.

“Saya berharap nantinya Maulid Al-habsyi bisa menjadi ujung tombak dalam memperkenal Inhil, sehingga apa bila orang menyebut Inhil, maka yang teringat kepada mereka adalah Maulid Al-Habsyi,” harapnya.

Adapun pesrta yang mendapat prestasi terbaik untuk cabang MTQ Maulid Al-Habsyi dalam tahun ini, terbaik adalah, dimulai dari harapan tiga kelompok Darul Rahman, diikuti kelompok Nurul Huda serta Azzakirat. Sementara untuk peringkat tiga adalah kelompok Al -Hidayah, kemudian Al- Muhajirin dan peringkat terbaik dari kelompok Miftahus Saadah.

Sementara itu untuk kategori Asmaul Husna juara harapan tiga adalah kelompok Al- Hidayah, disusul kelompok Nurul Hikmah,serta Miftahus Saadah. Sedangkan peringkat tiga adalah Izzaatun Nasyiat, peringkat dua kelompok Hidayatl Ihklas, peringkat pertama Asysyuhada. Seluruh peserta terbaik baik MTQ Maulid Al Habysi akan diberikan tropy uang pembinaan, piagam dan bingkisan dari panitia . (Wawan)




Mantan Kabag Humas Drs M Thaher Janji Akan Berikan Penjelasan

detikriau.worldpress.com (TEMBILAHAN)  – Mantan Kabag Humas Setdakab Inhil Drs M Thaher yang sekarang menjabat sebagai Kadis Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), berjanji akan memberikan penjelasan terkait pinjaman pada PT GCM untuk  Pembuatan UHF pada Richardson Elec Singapore untuk Gemilang Televisi (GTV) Rp 353.250.000 pada tanggal 16/11/2005, serta Pembayaran  Pembuatan UHF Rp 353.267.000 yang juga melalui pinjaman dana pada PT.GCM pada tanggal 29/12/2005 tersebut.

Selain itu yang bersangkutan juga berjanji akan menjelaskan anggaran APBD yang dialokasikan dengan jumlah yang sama di Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) ditahun yang sama. Serta adanya tudingan proyek tersebut yang diduga fiktif, seperti pernyataan salah seorang anggota DPRD Inhil, yang kebetulan ikut melakuka sidak ketika itu.

“Saya masih di Pekanbaru saat ini, mengurus istri yang sedang sakit. Jadi nanti saya akan jelaskan bila kita jumpa di Tembilahan, jika bisa hari Minggu nanti saya sudah berada di Tembilahan, ” kata M Thaher, melalui SMS, Rabu, (13/7), saat kembali duhubungi Detikriau.worldpress.com.

Sebelumnya persoalan dugaan dana haram untuk Gemilang Televisi (GTV) melalui peminjaman pada PT.GCM untuk Pembuatan UHF pada Richardson Elec Singapore buat Gemilang Televisi (GTV) Rp 353.250.000 pada tanggal 16/11/2005, serta Pembayaran  Pembuatan UHF Rp 353.267.000 pada tanggal 29/12/2005 serta telah dianggarkannya proyek tersebut melalui dana APBD Inhil ditahun yang sama, kian bergulir.  Apalagi diketahui pekerjaan yang dimaksudkan diduga fiktif.

Dari data yang didapat oleh Detikriau.worldpress.com melalui hasil audit Sumber, INTERNAL LETTER. F&Inv. 01/GCM-HC/I-2006 tertanggal, 19 januari 2006, dijelaskan bahwa proyek yang berada di bagian Hubungan Masyarakat (Humas) yang ketika itu dijabat oleh Drs M Thaher adalah fiktif. Dikatakan didalam laporan tersebut bahwa anggota DPRD Inhil periode 2004-2009 pernah melakukan sidak ke GTV dan terbukti barang yang dimaksud tidak ada pada tempatnya.

Saat Detikriau.worldpress.com menelusuri kebeberapa anggota dewan, salah seorang anggota dewan yang tidak mau namanya disebutkan namanya pada periode yang dimaksud  membenarkan data yang didapat.  Bahkan dengan terang-terangnan ia mengatakan bahwa barang yang dimaksud ternyata dialihkan untuk Indra Televisi, miliknya Bupati Inhil sekarang yang pernah mengudara beberapa saat di Pekanbaru.

“Barang tersebut tidak ada pada saat kami melakukan sidak ke GTV. Dari Informasi yang didapat, katanya UHF yang dimaksud di alihkan kepada Indra Telivisi milik Bupati Inhil yang ada di Pekanbaru,” kata sumber tersebut yang meminta agar namanya tidak disebutkan kepada Detikriau.worldpress.com, Senin, (11/7).

Sementara itu romur yang terus berkembang belakangan ini Pembuatan UHF pada Richardson Elec Singapore memang ada. Tapi bukan diperuntukan untuk GTV, melainkan untuk Indra Televisi miliknya Bupati Inhil DR Indra Muchlis Adnan, Televisi lokal yang sebelumnya pernah tayang beberapa saat di ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru.

Selain itu dari romur tersebut, pembelian alat yang dimaksud bukan menggunakan dana baik yang dialokasikan melalui dana APBD Inhil pada tahun anggaran 2005 maupun dari pinjaman pada PT GCM pada tahun yang sama, melainkan dibelikan oleh salah seorang pengusaha Inhil yang kebetulan pada saat ini berteman dengan Bupati Inhil. Kondisi itu makin mengindikasikan sinyalemen perampokan uang rakyat sebesar 1.4 milyar lebih dilakukan oleh mereka yang tidak bertanggungjawab. (suf)