Ketika Perusahaan Tak Mau Bangun Venues PON

www.detikriau.wordpress.com – Pekan Olah Raga Nasional (PON) XVIII pada 2012 yang akan dilaksanakan di Riau makin dekat. Tinggal menyisakan waktu 365 hari lagi. Namun persiapan pembangunan fisik venues masih belum optimal.

Salah satu hal yang sangat hangat menjadi pembicaraan adalah keikutsertaan perusahaan-perusahaan yang ada di Riau untuk membangun venues PON.

Pemerintah Provinsi Riau telah mengadakan pertemuan dengan pihak perusahaan untuk memberikan sumbangsih dalam membangun venues PON, tapi sampai saat ini ada beberapa perusahaan besar di Riau yang enggan bahkan cenderung tidak mau untuk berpartisipasi.

Sehingga saat ini pemerintah Provinsi Riau kembali menganggarkan pembangunan venues tersebut di APBD-P 2011.

Menurut saya langkah menganggarkan venues ini di APBD-P 2011 terkesan mencari langkah mudah saja. Pemprov harus tegas terhadap perusahaan yang belum menunjukkan komitmennya membangun venues.

Mereka mencari keuntungan di Riau, tapi mengapa tidak mau ikut serta memberikan sumbangan demi kepentingan masyarakat Riau dan Indonesia.

Sudah berapa banyak mereka meraih keuntungan dari alam Riau, sudah seharusnya mereka memberikan masukan untuk masyarakat Riau.

Pada intinya jangan lagi APBD Riau digunakan untuk membangun venues PON. APBD adalah uang rakyat Riau, yang seharusnya juga lebih banyak dialokasikan untuk kepentingan riil masyarakat Riau.

PON adalah kegiatan nasional yang seharusnya seluruh komponen daerah dan nasional memberikan sumbangsih dalam menyukseskannya. Terutama pihak swasta harus memberikan pemasukan dalam proses penyuksesan agenda PON ini.

Ketika Pemerintah Riau sudah membuat langkah menganggarkan di APBD-P, ini mengambarkan pemerintah tidak optimal dalam mengajak pihak swasta dalam membangun venues. Kalau cara pesuasif tidak bisa dilakukan, mungkin Pemrov bisa dengan cara-cara yang sudah menjadi kewenangan mereka untuk dilakukan.

Idral SIP, Ketua KAMMI Wilayah Sumbar-Riau-Kepri




Porda VII Tembilahan, Empat Cabor Digelar Lebih Awal

www.detikriau.wordpress.com (PEKANBARU) – Tidak tersedianya Venus pertandingan empat cabang Olahraga seperti, Karate, Taekwondo, Pencak Silat, dan Sepak Takraw membuat panitia Pekan Olahraga Daerah (Porda) VII, Tembilahan terpaksa memajukan empat Cabor untuk dilaksanakan sebelum pembukaan, 15 Oktober 2011.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Riau Sudarto kepada Wartawan, baru-baru ini di Sekretariat KONI Riau.
“Karena Venus di Tembilahan kurang, dan satu venus itu dipakai dua cabor yang dipertandingkan maka untuk menghemat waktu dan tidak terjadi bentrokan waktu, panitia mengambil keputusan untuk mendahulukan empat cabor dilaksanakan lebih awal, dan saya sudah menghubungi Ketua Panitia pertandingan, Muctar,” jelas Sudarto.
dikatakannya bahwa panitia sudah menetapkan empat cabor tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 10 September, empat cabor ini memiliki nomor pertandingan yang lebih banyak dari cabor lainnya.
“Memang ada beberapa Kabupten yang keberatan empat cabor ini di dahulukan, yah mau bagaimana lagi venusnya tidak ada, tidak mungkin satu venus digunakan untuk dua cabor dan ini biasa dilakukan di setiap iven dan tidak ada masalah,” jelasnya.
Dengan telah ditetapkannya empat cabor dipertandingkan lebih awal diminta kepada seluruh Kabupaten Kota untuk sesegera mungkin mempersiapkan Entri by name atletnya agar nantinya panitia tidak kesulitan dalam menyusun jadwal pertandingan dan jumlah atlet yang akanbertanding.
Jumlah cabor yang akan dipertandingkan di Porda VII Tembilahan berjumlah 15 Cabor diantaranya, Atletik, Basket, Voli, Bulutangkis, Catur, Tarung Drajat, Karate, Kempo, Silat, Sepakbola, Sepak Takraw, Tenis Meja, Tenis Lapangan, dan Tinju.
Di jelaskan Sudarto walaupun empat cabor ini didahulukan, pembukaan tetap dilaksanakn sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan yakni tanggal 15 Oktober dan dibuka pada malam hari, begitu juga dengan penutupan tetap tanggal 23 Oktober dan juga dilaksanakan dimalam hari.
“Pembukaan dan pentutupan tetap dilaksanakan sesuai jadwal, namun kami dari KONI Riau tetap meminta surat resmi dari panitia Tembilahan untuk mengirimkan surat resminya agar nantinya dapat diketahui oleh seluruh peserta di kabupaten Kota,” ulasnya.(situs PON Riau/drc)




6 Kabupaten/kota Terancam Gagal Ikuti Porda VII Riau

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN)– Sedikitnya 6 Kabupaten/kota di Provinsi Riau terancam gagal mengikuti helat Pekan Olah Raga Daerah (Porda) VII Provinsi Riau yang akan dibuka penyelenggaraannya 15 Oktober mendatang. Pasalnya, keenam Kabupaten/kota belum menyerahkan data entry by number kontingen masing masing.

Panitia Entry Data peserta Porda Riau VII di Sekretariat Porda Tembilahan, Said Adnan saat dikonfirmasi wartwan dikantornya, menyebutkan, dari 12 Kabupaten/kota di Riau yang bakal menjadi peserta Porda, baru enam daerah yang sudah melakukan entry by number dan dipastikan sebagai peserta Porda. Keenam kabupaten/kota itu diantaranya Pekanbaru, Bengkalis, Siak, Dumai, Pelalawan dan Indragiri Hilir.

Sedangkan 6 kabupaten/kota lainnya, yakni Indragiri Hulu, Kampar, Kuansing, Rohil dan Rohul serta Meranti sebagai Kabupaten baru, belum melengkapi data kontingen mereka. “Rohul baru menyerahkan data kontingen untuk cabang Atletik, selebihnya belum ada,” ungkap Said Adnan menyesalkan.

Said menyebutkan, seluruh Kabupaten/kota di Riau sebenarnya sudah melakukan pendaftaran sebagai peserta Porda, hanya saja 6 Kabupaten belum menyerahkan data data administrasi secara lengkap, seperti nama nama atlit dan Kartu Keluarga (KK) asli. Jika hingga batas waktu 10 September 2011 nanti data tidak dilengkapi, dipastikan daerah tersebut tidak bisa ikut Porda.

“Kita berikan deadline sampai tanggal 10 September 2011 bagi kabupaten/kota yang belum menyerahkan syarat administrasi untuk melengkapi, kalau tidak panitia tidak lagi menerima permintaan dari daerah bersangkutan, karena kita sudah berikan toleransi, harusnya bulan Puasa lalu semua berkas sudah lengkap,” papar Said Adnan.

Alas an lain diberikannya dealine itu ialah, diatas tanggal 10 September, tim verifikasi keabsahan atlit sudah mulai bekerja untuk menetapkan daftar atlit peserta Porda Riau VII tahun 2011, yang upacaranya akan dilakukan di Pekanbaru. Bahkan, belum lengkapnya entru by number atlit Porda, juga membuat panitia belum bisa menentukan jumlah akomodasi/konsumsi.

Secara umum diakui Said, bahwa jumlah kontingen Porda berjumlah sekitar 3.750 orang, namun angka ini belum dapat dijadikan patokan karena bisa saja terjadi penambahan maupun pengurangan atlit dari setiap kontingen Porda. Apalagi jumlah tersebut belum termasuk undangan Muspida yang akan menghadiri malam pembukaan Porda di Lapangan Beringin Tembilahan.

Informasi lain yang diterima Riau Pos dari secretariat Porda di Tembilahan memastikan bahwa sejumlah pertandingan sudah dimulai sebelum malam pembukaan Porda, diantaranya utuk Cabang Sepak Takraw, Pencak Silat, Karate, dan Taekwondo. Sedangkan cabang lain mulai bertanding usai pembukaan Porda.

Selain itu semua Seksi seksi dikepanitiaan Porda saat ini sudah mulai mengerjakan kegiatan inti sesuai bidang masing masing. Untuk mematangkan persiapan Porda, Rabu (7/9) hari ini, seksi akomodasi/konsumsi kembali akan menggelar rapat pematangan di sekretariat Porda, komplek kantor Bupati Inhil.(RP)




200 Hektar Lahan Masyarakat di Kempas Terbakar

www.detikriau.wordpress.com (Tembilahan) – Sekitar 200an Hektar lahan perkebunan masyarakat di Teluk Bagus Desa Bayas Jaya Kecamatan Kempas ludes terbakar. Kejadian ini disinyalir menjadi salah satu penyebab tebalnya kabut asap beberapa hari belakangan ini khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Inhu. Sayangnya, meski sudah dilaporkan oleh pihak Kecamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil sama sekali belum mengambil tindakan.
“Lahan yang terbakar ini berada dekat dengan lokasi PT. ASI sehingga kita juga telah memeintakan bantuan dengan pihak perusahaan tersebut. Disamping perusahaan, kita juga telah memberitahukan hal ini ke Dinas Kehutan dan Badan Lingkungan Hidup.” Jelas Camat Kempas, Sugianto saat dihubungi wartawan, selasa (6/9/2011)
Bahkan menurut Camat, Tim dari pihak Kecamatan, Perusahaan, Dinas KEhutanan dan BLH sudah berupaya memadamkan Api sejak senin kemaren. Namun diakuinya mereka mterkendala masalah keterbatasan peralatan.
“Kita perkirakan sudah lebih 200 hektar lahan yang terbakar, itu lahan masyarakat dan kita sudah melakukan berbagai upaya namun belum mampu membendung penyebaran api karena peralatan yang kita miliki hanya mesin Robin dan kondisi air sungai sedang surut. padahal kondisi lahan dalam keadaan kering ditambah lagi kencanganya hembusan angin sehingga api menyebar dengan cepat” Sebut Mantan Camat Tanah Merah ini.
Ketika ditanya tentang peran serta tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil, Camat mengaku sudah melaporkan kejadian itu, namun sejauh ini belum ada reaksi.
Camat juga mengaku sudah melaporkan kondisi dilapangan kepada Sekda Inhil, H. Alimuddin RM agar dapat diambil langkah strategis oleh Pemda Inhil.
Sementara itu Kepala BLH Inhil, H. Teuku Edy Efrizal mengatakan, selama bulan September di Inhil terpantau sebanyak 22 titik api. Sedangkan pada Selasa (6/9), hanya terpantau 1 titik api di Kuala Lemang dan daerah Bayas yang sedang terjadi kebakaran. Pihaknya mengajak masyarakat untuk waspada dan ikut membantu jika dilingkungan masing masing terjadi kebakaran hutan dan lahan, terutama perusahaan.

Menurut keterangan seorang warga Kempas, kebakaran lahan itu terjadi tiba tiba dan saat ini sulit dipadamkan. Pihaknya berharap ada upaya nyata dari Pemerintah dan instansi terkait untuk segera menanggulangi hal ini karena dampak asap dikahwatirkan mengganggu kesehatan masyarakat.(drc)




BULOG JAMIN STOK BERAS MENCUKUPI

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Perum Bulog Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjamin ketersediaan beras hingga akhir tahun 2011 mendatang aman. Sedangkan stok beras hingga saat ini tercatat sekitar 800 ton.
Demikian dikatakan Kepala Bulog Inhil, Faisal, Rabu (7/9). Ia menjelaskan dalam satu bulan 800 ton beras yang dibutuhakan Inhil selalu terpenuhi . Bahkan kadang-kandang jika menghadapi hari-hari besar seperti hari raya dan tingginya perminataan beras raskin pihak bulog sendiri memasok 2 kali dalam tiap bulanya.
“Beras kita aman, saya rasa masyarakat tidak perlu kawatir. Kita selalu mempersiapkan agar stok beras tidak terjadi kekosongan untuk beberapa bulan kedepan,” kata Faisal
Jika terjadi gejolak harga dilapangan, lanjut Faisal, pihaknya bisa segera mengambil tindakan bersama instansi terkait lainya, terutama yang memiliki kewenanangan dalam hal itu.” Apapun masalahnya kita selalu melakukan koordinasi dengan pihak terkait,” jelasnya.
Lebih jauh dia menegaskan, tingkat keamanan stok beras di gudang Bulog Sub divre Tembilahan bahkan cukup untuk persediaan menghadapi Idul Adha, Natalan dan Tahun Baru 2012 mendatang.
Sedangkan mengenai harga yang berlaku untuk beras Bulog akan tetap mengacu pada ketentuan berlaku, untuk beras bermerek, harga tergantung pada mekanisme pasar sehingga bisa stabil atau melonjak seketika.(Suf)




POLITISI GOLKAR MINTA SATPOL PP BEKERJA SERIUS

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Wakil Ketua Komisi III DPRD Inhil, Ir Junaidi mengingatkan agar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) fokus dalam pengamanan Perda. Sebab salah tujuan utama dibentuknya lembaga tersebut adalah untuk itu. Ungkapan itu disampaikanya kepada wartawan, ketika berbincang bincang dikantor DPRD Inhil, Rabu, (7/9).
“Harapan kita dalam pembahasan beberapa Perda yang sekarang dilakukan oleh DPRD Inhil, Satpol – PP selaku lembaga yang bertugas dalam mengamankan Perda, dapat menjalankan fungsinya sesuai dengan apa yang telah diamanatkan kepada mereka,” kata politisi Partai Golkar tersebut.
Masih menurutnya, sejauh ini banyak pelanggaran terhadap Perda yang dilakukan kesannya Satpol – PP tidak pernah memberikan tindakan konkrit. Sehingga pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan terus berlanjut. Hal itu tentunya sangat merugikan daerah, apalagi yang berkaitan dengan retribusi dan pajak.
“Makanya sekali lagi kita berharap kepada Satpol – PP untuk dapat menjalankan tugas mereka sebagaimana mestinya. Kalau memang ada pelanggaran, meskinya ditindak sesuai dengan prosedur yang berlaku,” katanya. (Suf)