Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Perwakilan Inhil Superto Drs HM Thaher Sudah Sering Bersikap Arogan

www.indragirinews.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Sikap mantan Kabag Humas yang sekarang menjabat sebagai Kadiskominfo Drs HM Thaher, terus mendapat kecaman dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi wartawan. Kali ini Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Indragiri Hilir yang mengecam arogansi pejabat yang bersangkutan.

“Sangat tidak pantas seorang pejabat mengeluarkan statemen seperti itu. Meskinya, ketika ada seorang wartawan ingin melakukan konfirmasi, layanilah secara baik. Supaya jangan sampai nantinya ada anggapan bahwa wartawan dalam melakukan pemberitaan terkesan sepihak, padahal wartawan yang bersangkutan sudah melakukan konfirmasi,” kata Wakil Ketua Bidang Pembelaan wartawan PWI Perwakilan Kabupaten Inhil Superto, kepada www.indragirinews.wordpress.com, di Tembilahan, Selasa, (19/7).

Masih menurut Pimred Info Inhil tersebut, kejadian yang menimpa wartawan www.indragirinews.wordpress.com kali ini adalah untuk yang kesekian kalinya. Sebelumnya dalam kasus yang hampir serupa, yang bersangkutan juga melakukan hal yang sama, dengan mengedepankan arogansi dan sikap emosional. Bahkan dalam kasus lainnya sikap yang bersangkutan terkesan lebih parah dan sudah ada kesan mengancam.

Kejadian ini tentunya menjadi preseden buruk bagi kebebesan pers di Inhil yang diatur oleh UU No 40 tahun 1999. Padahal didalam UU sudah jelas diatur terkait dengan pemberitaan, sehingga kalau ada pemberitaan yang kesannya tidak sesuai, silahkan gunakan hak jawab seperti yang diatur.

Tapi yang kita lihat, dalam banyak kasus yang terjadi antara wartawan dengan mantan Kabag Humas tersebut, selalu saja sikap emosional yang ditonjolkan. “Bayangkan saja, apa maksud yang bersangkutan mengatakan kalimat silahkan bunuh saya, saat dikonfirmasi wartawan,” kata Perto biasa ia disapa oleh pekerja pers di Inhil.

Masih menurutnya, sikap yang ditampilkan oleh HM Thaher mengindikasikan yang bersangkutan merasa kuat dan dekat dengan penguasa yang ada sekarang. Sehingga apapun yang dilakukan, tidak akan pernah mendapat sanksi oleh atasan. “Karena merasa kuat, makanya Thaher sering berulah dan terkesan mendiskreditkan wartawan tertentu,” tukasnya. (suf)




Mayat Nenek Lansia Ditemukan Terbujur kaku

www.indragirinews.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Suasana hening di jalan Subrantas Lorong Pinus Indah Parit 15 Kota Tembilahan, tiba-tiba menjadi heboh. Pasalnya sekitar pukul 11.00 WIB pada Selasa (19/7), ditemukan adanya sesosok mayat perempuan seorang nenek yang diketahui bernama Safiyah berusia sekitar 84 tahun ditemukan sudah tidak bernyawa dipinggir aliran air Parit 15.
Berdasarkan keterangan Safarudin (43) salah satu anak korban kepada Wartawan menuturkan bahwa untuk penyebab yang pasti meninggalnya ibu kandungnya, dirinya belum tahu, namun dugaan sementara karena ibunya jatuh lalu tidak ada yang menolong dan meninggal dunia
“Saya belum tahu penyebab meninggalnya ibu saya, namun dugaaan sementara karena akibat jatuh dan tidak ada yang tahu sehingga ia sampai meninggal dunia” ujar Safarudin
Bahkan Safarudin juga menjelaskan dalam keseharian ibu kandungnya hidup sendiri didalam rumahnya yang berada Lorong Cemara Parit 15, tidak jauh dari lokasi tempat ditemukan mayat korban
Saat ditanya kapan terakhir ketemu dengan ibunya, Ia mengatakan 1 hari sebelumnya dirinya masih bertemu dirumahnya dan masih dalam kondisi sehat dan tidak mengeluh apa-apa, “Saya bertemu kemarin masih dalam kondisi sehat dan tidak ada yang dikeluhkan” katanya
Sebagai anak Ia mengaku sudah berusaha untuk membujuk orang tuanya untuk tinggal bersama dirinya atau anak lainnya, namun pada kenyataannya ibu lebih memilih hidup sendiri, dari pada bersama anaknya, keluhnya
Sementara itu Kapolres Indragiri Hilir AKBP TJ Djati Utomo SIK melalui Kanit I Ipda Suerdi Faisal saat dilokasi melihat proses evakuasi kepada Wartawan menjelaskan untuk penyebab yang pasti kita masih belum tahu, sebab mayatnya masih dibawa ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk di visum
“Kita masih belum tahu penyebabnya, yang jelas kita lihat dulu hasil visumnya dari petugas medis, setelah itu baru bisa kita ketahui apakah ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau tidak terkait meninggalnya korban” kata Ipda Suerdi Faisal. (Wawan)




Inhil Maksimal Plot dana 20 Persen Pembangunan Gedung Futsal untuk PON

www.indragirinews.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Ranperda pengikatan dana anggaran kegiatan tahun jamak untuk pembangunan gedung futsal pada kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke 18 menjadi pembahasan yang alot di DPRD Inhil. Mata anggaran terkait kegiatan tersebut harus benar-benar di dudukkan, agar tidak semakin membebani APBD Inhil yang sudah terkuras dengan beberapa proyek tahun jamak yang ada sekarang.

Ungkapan tersebut disampaikan Herwanisitas Sekretaris Komisi II kepada www.indragirinews.wordpress.com usai rapat paripurna dewan terkait dengan laporan Badan Legislasi DPRD Inhil terhadap Perubahan Program Legislasi Daerah (Prolegda), Selasa, (19/7).

“Pada intinya kita hanya akan membahas Ranperda tersebut kalau memang pihak eksekutif melampirkan MOU dengan Provinsi Riau terkait persoalan anggaran,” kata herwanisitas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Daerah Pemilihan (Dapil) III kepada www.indragirinews.wordpress.com usai rapat paripurna.

Masih menurutnya, Pada intinya kemampuan keuangan kita maksimal hanya 20 persen dari total anggaran untuk pembangunan lapangan futsal tersebut. Lebih dari itu, terus terang kemampuan APBD Inhil sudah tidak memungkin lagi. Sebab saat ini APBD Inhil sudah sangat terbebani dengan tiga proyek tahun jamak yang telah menyedot sebagian besar belanja dearah.

Berkaca dari sana, tentunya sangat tidak mungkin lagi kalau harus menanggung beban pembangunan gedung olahraga tersebut. “Makanya kalau dana shering tersebut lebih dari 20 persen dibebankan kepada APBD Inhil kita terus terang akan menolak,” katanya dengan tegas. (Wawan)




Pantai Solop Masih harus Dibenahi

www.indragirinews.wordpress.com (TEMBILAHAN) –Pantai Solop salah satu objek wisata yang berada di Desa Pulau cawan Kecamatan mandah memiliki panorama yang cukup mengesankan. Hamparan putih putih yang merupakan pasir dari fosil hewan laut seperti kerang kerangan dan sejenisnya yang dikenal dengan nama pasir sirsak, terhampar disepanjang bibir pantai.

Melalui proses yang panjang dan diakibatkan dari hempasan gelombang pasang membuat pasir sirsak tersebut terhampar disepanjang pantai solop sehingga pantai ini begitu indah dan memiliki keunikan tersendiri yang tidak didapat dipantai pantai yang ada didaerah lainnya.

Pantai solop terletak didesa Pulau Cawan kecamatan Mandah dan dapat ditempuh dengan menggunakan transportasi sungai dan laut, karena pantai solop terletak dipantai bagian timur pulau sumatra yang merupakan alur transportasi utama yang menghubungkan kota Tembilahan dengan kota kota yang ada di di Provinsi Kepulauan Riau seperti Tanjung balai karimun, Tanjung batu, Batam dan Tanjung Pinang bahkan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Jarak tempuh dari kota Tembilahan lebih kurang 60 menit, dari Khairiah Mandah dan Concong luar lebih kurang 30 menit dengan menggunakan speedboat. Karena pantai solop merupakan daerah unggulan pengembangan kawasan wisata Provinsi Riau maka pembangunan dan pengembangan kawasan ini terus dilakukan untuk memenuhi segala fasilitas wisata yang akan memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjungnya.

Sayangnya meski menjadi salah satu objek wisata unggulan, sejauh ini penggarapannya masih belum maksimal, hingga tidak memberikan kontribusi yang positif bagi daerah, terutama masyarakat sekitar. Persoalan mendasar dikarena sarana pendukung yang masih dirasakan kurang.
“Sejauh ini memang tidak ada jalur transportasi khusus yang bias setiap saat mengantar pengunjung yang ingin ke Pantai Solop, kalaupun ada terpaksa mencarter speedboat terlebih dahulu,” kata Anto warga mandah saat berbincang dengan www.indragirinews.wordpress.com di Tembilahan belum lama ini.

Padahal menurutnya, keberadaan pantai tersebut cukup terkenal di Provinsi Riau, karena masih berdekatan dengan kampung Gubri HM Rusli Zainal. Hanya karena persoalan sarana pendukung yang masih kurang, hingga panorama alam tersebut tidak memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (Nejad)




Kadishubkominfo Inhil Naik Pitam

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) –  Mantan Kabag Humas Setdakab Inhil, Drs HM Thaher, sangat emosional ketika dikonfirmasi Www.detikriau.wordpress.com terkait proyek pembangunan UHF yang disinyalir fiktif yang diungkapkan salah seorang anggota dewan yang langsung melakukan sidak ke GTV pada saat itu. Bahkan ia meminta di”bunuh” apabila tudingan itu terbukti benar.

 

 

 

“Silahkan bunuh  saya kalau memang proyek pembangunan UHF tersebut fiktif. Tapi kalau benar, saya yang akan tuntut anda,” kata Taher dengan nada marah, ketika dikonfirmasi Www.detikriau.wordpress.com, saat bertemu di kantor Bupati Inhil, Senin, (18/7).

 

 

 

Masih dengan nada tinggi yang bersangkutan juga membantah ada tudingan bahwa proyek tersebut telah terjadi mark up sekitar 200 juta lebih. Sebab sebelumnya salah seorang eks kameramen GTV M Sadli yang tahu persis seputar pembelian alat tersebut, karena langsung ikut pergi ke Jakarta. Bahkan orang-orang yang pergi kesana untuk membelipun dirinya masih ingat.

 

 

 

“Tidak benar. pembelian peralatan pemancar tersebut sesuai dengan pagu anggaran. maunya kalau membuat berita konfirmasi dulu,” kata Thaher tanpa menjelaskan dana yang mana yang dimaksud oleh yang bersangkutan.(suf)

 




LSM Dan AJI Kecam Pernyataan Thaher

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) Pernyataan HM Thaher yang sangat arogan tersebut mendapat tanggapan dari Ketua LSM Matikor Inhil. Menurutnya, sikap yang diperlihatkan oleh mantan Kabag Humas tersebut yang sekarang menjabat Kadishubkominfo tidak mencerminkan dirinya sebagai seorang pejabat. Maunya jawab secara baik, apalagi wartawan yang bersangkutan sudah melakukan konfirmasi.

“Saya menyayangkan sikap arogan yang ditampilkan oleh yang bersangkutan. Maunya berikan penjelasan secara baik, bukan dengan sikap seperti,”Sebagai orang yang menjabat Kadishukominfo dan juga mantan Kabag Humas tentunya ia mengerti dengan kaidah jurnalistik. Kalau memang ada yang tidak benar silahkan di klarifikasi. Bukan malah mengeluarkan pernyataan yang kesannya “bodoh” seperti itu,” katanya .
Kecaman senada juga disampaikan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Inhil, Faisal, dirinya menilai pernyatan M Thaher kepada wartawan terkait aliran dana GCM kepada Humas ketika dipimpin oleh yang bersangkutan sangatlah berlebihan. Sikap tersebut mencerminkan bahwa pejabat bersangkutan tidak dewasa dalam menyikapi persoalan yang terjadi

“Selaku seorang pejabat, sangat tidak pantas mengedepankan sikap emosional seperti itu. Kalau mau seperti itu jangan jadi pejabat, lebih baik jadi preman saja. Kalau pejabat mestinya harus bersikap dewasa ketika menghadapi persoalan seperti ini,” kata Fungsionaris Aji Kabupaten Inhil M Faisal, ketika dimintai tanggapannya oleh Www.detikriau.wordpress.com, Senin, (18/7) di kantor DPRD Inhil.

Apalagi terkait pernyataannya “silahkan bunuh saya” kalau memang proyek pembuatan UHF itu fiktif, menurut Faisal itu suatu ungkapan yang sangat tidak pantas. Berikan penjelasan seterang mungkin kalau memang apa yang ditulis oleh wartawan yang dimaksud tidak benar, karena memang ada hak jawab mereka terkait persoalan tersebut. Apalagi di dalam menulis, tentunya wartawan punya data dan fakta yang akurat, dan tidak mengada – ada. Persoalan itu telah diatur dalam UU dan kode etik.

Jadi, silahkan bantah kalau memang pemberitaan yang dirasakan tidak benar.Makanya ia selaku fungsionaris AJI sangat menyayangkan kalau ada pejabat yang mengeluarkan statmen konyol seperti itu. “Apa tidak konyol namanya kalau seorang pejabat sudah mengelurkan ucapan bunuh membunuh, apa negara kita ini tidak ada hukum lagi hingga harus mengeluarkan ucapan seperti itu,”Cecar Faisal.
Yang lebih ironisnya, tambah Faisal, apa yang dipertanyakan oleh wartawan terkait adanya dugaan penyimpangan penggunaan dana yang notabenenya adalah uang rakyat dan thaher adalah pemegang amanah penggunaan uang rakyat tersebut. Kalau memang rakyat mempertanyakan seputar pertanggungjawaban oleh dirinya, kenapa harus marah? Bukankah pejabat itu digaji oleh rakyat untuk berbuat benar?. Kalau memang merasa tidak sanggup, ya mundur saja dari jabatan pemegang amanah”. Pungkasnya. (suf)