Keberadaan Kebun K2I Rusak Lahan Perkebunan Masyarakat Desa Selat Nama

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Salah satu penyebab utama kegagalan kebun K2i di Desa Selat Nama Kecamatan Tanah Merah pada tahun 2006 yang lalu akibat dari perencanaan yang tidak matang. Sebab lahan yang digunakan adalah daerah rawa yang tergenang oleh air, ketika pasang naik. Sehingga ada kesan dipaksakan penempatan lokasi lahan perkebunan itu disana.

Selain itu dampak yang ditimbulkan dari kebun K2I tersebut, ternyata masih berimbas hingga sekarang. Hal itu diketahui dengan kerusakan lahan perkebunan masyarakat, dikarenakan penanggulan yang dibuat dalam rangka penggarapan kebun K2i ketika itu. Saat ini, sebagian besar lahan perkebunan warga Desa Selat Nama rusak parah akibat intrusi air laut.

“Pada awalnya lahan perkebunan masyarakat tidak tergenang oleh intrusi air laut. Tapi setelah penanggulan dalam rangka pembuatan kebun K2I, rembesan air yang mestinya menggenangi lahan perkebunan K2I, malah berbalik menggenangi kebun masyarakat. Makanya sebagian besar lahan perkebunan masyarakat disana rusak parah,” kata Firmansyah mantan Ketua Gerakan Peduli Rakyat (GAPERA) Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Inhil kepada Www.detikriau.wordpress.com melalui, HP, Senin, (25/7).

Makanya, hasil investigasi yang mereka lakukan, tidak hanya menyoroti kegagalan kebun K2I di Desa Selat Nama, tapi juga mempersoalkan dampak yang ditimbulkan. Sebab keberadaan kebun K2I tersebut, ternyata membuat kerusakan yang sangat parah terhadap perkebunan masyarakat.

Makanya salah satu rekomendasi yang mereka minta ketika itu adalah Pemkab Inhil diminta melakukan normalisasi trio tata air, akibat dari keberadaan kebun K2I. Sayangnya upaya yang dilakukan Pemkab Ketika itu tidak maksimal, karena boleh dikatakan terlalu kecil dana yang diperuntukan untuk perbaikan. Sehingga itu tidak mampu mencegah kerusakan lebih luas atas keberadaan perkebunan masayarakat.

“Bagaimana upaya perbaikan bisa berjalan dengan sukses, kalau anggaran untuk perbaikan terlalu minim. Sehingga masyarakat ketika itu, hanya mengerjakan secara manual upaya perbaikan trio tata air dikawasan tersebut,” terang Firmansyah. (Nejad)




Ada Apa Dengan RSUD Puri Husada Tembilahan

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Kinerja pelayanan RSUD Puri Husada Tembilahan, makin mendapat sorotan publik. Bahkan belakangan sorotan ini semakin tajam karena dituding ada permainan antara manajemen rumah sakit daerah tersebut dengan pihak RS Indragiri.
“Terus terang kita merasa heran, kenapa belakangan ini setiap ada pasien yang agak gawat selalu dirujuk ke RS Indragiri. Padahal sebelumnya, pasien gawat seperti itu selalu mampu ditangani di RSUD Puri Husada Tembilahan, makanya wajar saja kalau belakangan ini beredar rumor tidak sedap terkait persoalan tersebut,” kata Isan salah seorang warga, ketika berbincang dengan Www.detikriau.wordpress.com, Ahad kemaren.
Kondisi ini diperparah dengan kurangnya pasien yang mau berobat ke RS Indragiri. Padahal manajemen tentunya terus mengeluarkan anggaran besar untuk biaya operasional rumah sakit dan gaji karyawan. Bahkan semua dokter yang bekerja di RS tersebut, adalah mereka yang bertugas di RSUD Puri Husada Tembilahan.
“Untuk menutup biaya operasional RS Indragiri yang besar, bisa saja ada kemungkinan skenario mengalihkan pasien kesana. Padahal yang nama rumah sakit swasta tentunya biaya lebih besar dan tidak mungkin bisa ditanggulangi oleh masyarakat miskin di Inhil kalau mesti dirujuk kesana,” kata Isan lagi.
Sementara itu dari salah seorang pemakai akun facebook di Inhil tudingan terhadap RS Indragiri terus terjadi. Bahkan dalam akun tersebut, pihak manajemen RS Indragiri, dituding telah merampok peralatan medis daerah yang diperuntukan untuk RSUD Puri Husada dan RSUD Guntung ibu kota Kecamatan Kateman.
Mansun seorang Praktisi PKB yang duduk sebagai Anggota Komisi IV DPRD jauh-jauh hari sudah mewanti-wanti untuk melakukan antisipasi guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Ketiadaan benang tersebut, apapun jenisnya menurutnya sangat mengecewakan. Seharusnya tidak ada alasan untuk hal-hal seperti ini. Bagaimanapun caranya pihak rumah sakit harus selalu siap.“Mana mungkin pasien harus menuggu. Jadi ya pihak RS harus siap untuk antisipasi apapun kejadian medis yang mungkin terjadi,” ujar Mansun.
Ditambahkan Mansun, informasi kejadian ini akan segera dibawanya ke komisi untuk melakukan tindakan perbaikan agar kedepan pelayanan yang sangat memalukan seperti ini tidak terulang kembali.
Kejadian seperti itu dari informasi yang dihimpun oleh Www.detikriau.wordpress.com sudah sangat sering terjadi. Bahkan beberapa waktu lalu Ketua DPRD Inhil HM Raus Walid sempat merasakan hal yang sama ketika akan mengecek kesehatan disana. Pada saat itu Ketua DPD Golkar Inhil tersebut ingin melakukan Röntgen untuk mencek kesehatan.
“Saat itu ketika bapak ingin mencek kesehatan dengan melakukan Röntgen dikatakan alat tersebut rusak. Lalu bapak diarahkan untuk mencek kesehatan di RS Indragiri yang ada di jalan Trimas,” kata orang dekat Ketua DPRD saat berbincang dengan Www.detikriau.wordpress.com.
Sementara itu Dirut RSUD Puri Husada Tembilahan Rasul Alim ketika dikonfirmasi Www.detikriau.wordpress.com terkait persoalan tersebut, mengakui memang benar bahwa benang menjahit arteri kebetulan sedang kosong. Karena memang geografis Inhil yang jauh, meski sudah dipesan barang tersebut tidak bias sampai dalam waktu cepat, melainkan dua tiga hari kedepan.
“Khusus untuk pasien loka bacok anggota TNI kemaren, sebenarnya benang yang dibutuhkan sudah kita dapatkan. Hanya saja memang karena luka di kepala pasien sangat serius, dan alat untk menghentikan pendarahan luka di bagian kepala milik kita sedang ada masalah, makanya kita suruh untuk di rujuk di RS Indragiri,” kata Rasul Alim, ketika dikonfirmasi oleh Www.detikriau.wordpress.com, melalui HP, Ahad, (24/7). (Nejad)




DEWAN KECEWA PELAYANAN RSUD PURI HUSADA.

www.detikriau.wordpress.com (Tembilahan) – Ditolaknya perawatan seorang anggota kodim 0314 Inhil yang mengalami luka bacokan hanya dikarenakan ketiadaan benang jahit operasi membuat Dewan berang. Menurutnya, kejadian ini merupakan aib yang memalukan.
“Ini jelas merupakan aib yang memalukan. Masak rumah sakit kita sampai kehabisan benang operasi. Apapun alasannya hal ini menunjukkan ketidakmampuan manajemen RS untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyrakat.” Ungkap Herwanissitas, Anggota DPRD Inhil saat bertemu www.detikriau.wordpress.com saat kegiatan sunatan masal bersempena Harlah PKB ke 13 di Kantor DPC PKB Inhil, Sabtu (23/7/2011).
Anggota DPRD lainnya. Mansun yang juga asal PKB yang duduk sebagai Anggota Komisi IV DPRD Inhil juga sangat menyayangkan hal ini. Penuturan direktur RSUD Puri Husada, Rasul Halim yang membenarkan benang untuk jenis operasi bagian dalam memang habis, saat dihubunginya melalui ponsel terkait kejadian ini membuat dirinya sangat kecewa.
Menurut mansun, komisi IV jauh-jauh hari sudah mewanti-wanti untuk melakukan antisipasi guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Ketiadaan benang tersebut, apapun jenisnya menurutnya sangat mengecewakan. Seharusnya tidak ada alasan untuk hal-hal seperti ini. Bagaimanapun caranya pihak rumah sakit harus selalu siap.
“Mana mungkin pasien harus menuggu. Jadi ya pihak RS harus siap untuk antisipasi apapun kejadian medis yang mungkin terjadi” Ujar Mansun.
Ditambahkan Mansun, informasi kejadian ini akan segera dibawanya ke komisi untuk melakukan tindakan perbaikan agar kedepan pelayanan yang sangat memalukan seperti ini tidak terulang kembali. (fsl)




PEDAGANG BUAH BACOK ANGGOTA TNI

www.detikriau.wordpress.com (Tembilahan) – Nasib naas dialami, Dartoni, seorang anggota Kodim 0314 Inhil. Hanya menegur perbuatan tersangka, Agus, seorang pedagang buah di jalan Yos Sudarso Tembilahan, Toni harus mendapat perawatan medis karena mengalami luka bacok dibeberapa bagian dengan luka yang cukup serius.
Menurut penuturan masyarakat yang tidak ingin menyebutkan namanya saat ditemui www.detikriau.wordpress seusai kejadian, awalnya sekira pukul 09.00 Wib, diketahuinya Toni menegur perbuatan Agus yang dengan sengaja melemparkan batu kearah seorang anak. Entah apa sebabnya, Agus langsung mengambil sebilah parang dan langsung menyerang kearah Toni yang saat itu masih duduk di atas kendaraan roda duanya.
“Untung saja senjata yang digunakan Agus itu tidak berapa tajam. Kalau tajam mungkin saja kepala Toni saat itu juga akan belah karena Agus menyerang membabi buta,” Ungkap Sumber, Sabtu (23/7/2011)
Ditambahkannya, serangan pertama Agus mengenai bagian tangan Toni yang saat itu secara reflek menangkis sabetan senjata tajam dan spontan darah mengucur dengan deras, kemudian babatan kedua senjata tajam mengarah kebagian pungggung dan terakhir mengarah kebagian kepala. Dua sabetan terakhir juga menimbulkan luka yang cukup parah.
Istri Agus, Lena yang dimintai keterangan oleh wartawan menuturkan bahwa saat itu dirinya sedang bertengkar dengan adeknya sendiri, Devi dikarenakan sesuatu hal. Saat bertengkar itu, suaminya Agus juga sempat memarahi Devi. Saat itulah salah seorang anak Devi ikut terlibat dalam pertengkaran dan ini membuat suami saya marah dan langsung melempar anak devi.
“saat itulah Korban yang kebetulan sedang ada dilokasi melihat perlakuan suami saya dan menegurnya. Mungkin karena lagi emosi suami saya kalap dan melampiaskan amarahnya kepada korban.” Ungkap Lena memberikan penjelasan
Usai melakukan penyerangan, Agus langsung melarikan diri. Senjata tajamnya diketemukan di bawah meja tempat ia berjualan. Informasi terakhir yang diterima sekira pukul 20.00 Wib, Tersangka sudah berhasil diketemukan di wilayah Inhu dan langsung dibawa oleh petugas Kodim 0314 Inhil kembali ke Tembilahan.(Fsl)




KM. INDAH KARYA DIDUGA PASOK BARANG ILEGAL

www.detikriau.wordpress.com (Tembilahan) – KM. Indah Karya dengan bobot ratusan Ton diduga melakukan aktifitas illegal. Dari informasi yang diterima www.detikriau.wordpress.com kapal yang melakukan bongkar muat di ex pelabuhan penyebarangan desa rumbai jaya ini memasok berbagai jenis barang-barang elektronik. Aktifitas mereka dilakukan malam hari dan sangat tertutup. Kondisi seperti ini semakin menguatkan dugaan ada hal yang tidak beres.
Pernyataan ini disampaikan salah seorang warga rumbai jaya yang tidak bersedia menyebutkan namanya saat bertemu www.detikriau.wordpress.com di Tembilahan, baru-baru ini.
“setiap kali mereka datang, seluruh muatan barang dimobilisasi dengan menggunakan kendaraan truk besar. Sayangnya kami tidak mengetahui secara persis apa muatannya karena kami tidak dibenarkan untuk mendekat. Namun dari bisik-bisik warga, mereka memasok barang-barang elektronik asal Negara tetangga.”Ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang dirangkum www.detikriau.wordpress.com dari berbagai sumber, kapal ini diduga dimiliki warga keturunan asal jambi. Namun sayangnya dari berbagai pihak terkait yang coba dihubungi terkesan mengelak dan bungkam. (fsl)




ACANG; RI SAAT INI TIDAK LEBIH DARI NEGARA KEKUASAAN

Anut Trias Politika Semu
www.detikriau.wordpress.com ( Tembilahan ) – Salah seorang pembicara, Zanuddin, SH menampik bahwa “Republik Indonesia adalah Negara Hukum”, menurutnya, Negara Indonesia tidak lebih dari Negara kekuasaan.
Pernyataan ini disampaikannya saat tampil sebagai pembicara dalam kegiatan seminar yang ditaja DPC PKB Inhil dalam mengisi rangkaian kegiatan Harlah ke-13 PKB bertempat di Kantor DPC PKB Inhil, Jalan KH Dewantara No. 02 Tembilahan, Jum’at (22/7/2011)
“Kalaulah benar RI ini adalah Negara hukum tentunya hukum bediri tegak sebagai panglima. Namun dari berbagai fakta, hukum selalu dipoles demi kepentingan sipenguasa. Oleh karenanya, secara pribadi saya berani menyatakan bahwa negara ini tidak lebih dari Negara kekuasaan,” Sebut Acang panggilan akrab praktisi hukum muda ini membuka dialognya.
Ditambahkannya, Indonesia saat ini tidak lebih dari penganut trias politika semu. Kalau suara rakyat bisa diibaratkan sebagai suara Tuhan, sudah seharusnya suara-suara rakyat mutlak tanpa adanya interpensi dari sipenguasa. Dalam kenyataannya kini semua sudah menjadi carut-marut. Siapa yang menjadi penguasa maka dirinyalah yang menjadi panglima.” Papar Acang. (fsl)