Kejaksaan Sedang Kumpulkan Data Terkait GCM

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN)-Kejaksaan Negeri Tembilahan tidak menampik bahwa pihaknya saat ini sedang mendalami dan melakukan pengumpulan data terhadap dugaan kasus korupsi di PT Gemilang Citra Mandiri ( GCM).

Pernyataan ini dikemukakan Kepala Kejaksaan Negeri Tembilahan, Ferziansyah Sesunan saat dihubungi Www.detikriau.wordpress.com melalui HP, Selasa, (26/7). Dalam kesempatan itu yang bersangkutan mengarahkan Www.detikriau.wordpress.com untuk menemui Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidus) Hendri Antoro SH, karena kebetulan dirinya sedang berada di Jakarta. “Langsung ada tanyakan dengan Kasi Pidus,” terangnya.
Kepala Seksi Pidana Khusus, Hendry Antoro, kepada wartawan mengakui bahwa pihaknya Sedang pengumpulan data (terhadap kasus dugaan korupsi PD GCM,red), tapi coba tanya sama Kasintel.

Memang saat ini kasus dugaan korupsi 4,2 miliar di PT Gemilang Citra Mandiri sedang menjadi sorotan kalangan masyarakat di Inhil. Informasinya, kasus ini sempat ditangani pihak kepolisian dan Kejaksaan Negeri Tembilahan, tapi sampai sekarang belum jelas kelanjutan penanganannya.

Pihak dewan juga mensinyalir terjadinya penyimpangan dana APBD Inhil sebesar Rp 4,2 miliar yang digunakan bagi pengembangan BUMD PT Gemilang Citra Mandiri.

Tapi, ironisnya ternyata dana sebesar itu hanya dipinjam-pinjamkan kepada pejabat di Inhil dan bagi kepentingan para pengelola BUMD ini. Tidak ada memberikan keuntungan bagi daerah dalam penyertaan modal Pemkab Inhil kepada BUMD. Bahkan, kalangan dewan meminta kasus ini dapat diserahkan saja kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Kalau seperti kasus ini bawa saja ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” ungkap Ketua Komisi C DPRD Inhil, Edy Gunawan ketika ditanyai tanggapannya atas dugaan terjadinya korupsi sebesar Rp 4,2 miliar di GCM tersebut. (suf)




Tambahan Mesin Diharapkan Dapat Atasi Pemadaman

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Jelang ramadahan, masyarakat kota Tembilahan khawatir dengan pelayanan PLN dalam fungsinya untuk menyalurkan listrik kemasyarakat. Kekhawatiran masyarakat tersebut disebabkan bebrapa hari belakangan ini sering terjadi pemadaman.

“Dekat ramadahan PLN selalu bermasalah, beberapa hari belakangan ini listrik sering mati. Di tempat saya saja dalam dua hari selalu saja terjadi pemadaman. Saya khawatir kejadian seperti ini akan terus berlanjut sampai bulan ramdahan,” kata Riyan, salah seorang masyarakat kepada wartawan, selasa (26/07).

Menurut Riyan PLN harus lebih ekstra dalam melayani masyarakat, apalagi dalam bulan ramadahan. Dalam bulan ramadhan listrik tentu sangat dibutuhkan oleh masyarakat, banyak sekali masyarakat yang menggunakan listrik dalam melakukan aktifitasnya.

“Saya harap PLN harus lebih maksimal dalam melaksanakan tugasnya dibulan ramadhan, PLN harus mampu melayani kebutuhan masyarakat dalam hal pengguanaan listrik. Jika terjadi ketidak mampuan kita harap PLN dapat melakukan kebijakan yang tidak menimbulkan dampak yang signifakan,” katanya lagi.

Pimpinan PLN Ranting Tembilahan, Desril Naldi. Saat dihubungi oleh wartawan menjelaskan bahwa pemadaman yg dilakukan beberapa hari terakhir disebabkan adanya gangguan yang terjadi pada mesin 1 dan mesin 5. Untuk mesin satu sudah selesai diperbaiki dan sekarang sudah dapat dioperasikan.

“Saat ini kita masih bermasalah pada mesin 5. Dalam menyambut bulan ramadhan kita akan mempercepat proses perbaikan. Mesin 5 tersebut merupakan mesin sewa yang kita dapatkan dari PT TIGA BINTANG yang menjadi kontraktor kita,” katanya, selasa (26/07), melalui telepon seluler.

Lebih jauh lagi Dasril menjelaskan bahwa proses perbaikan mesin 5 saat ini terus dilakukan, jika tidak ada aral melintang maka nanti sore kita akan mencoba mesin tersebut, jika mesin tersebut sudah layak maka mulai malam ini tidak terjadi pemadaman lagi.

Mesin 5 yang merupakan mesin tambahan tersebut diharapkan dapat beroperasi sejalan dengan harapan, jika hal tersebut terjadi maka kekhawatiran masyarakat tentang pemadaman dapat kita redakan dengan tidak ada pemadaman lagi, jelas dasril.

Dasril juga mengatakan bahwa pihak PLN akan bekerja semaksimal mungkin dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam bulan ramadhan ini. “Kita akan bekerja semaksimal mungkin dalam bulan ramadhan ini, namun kita tidak menjanjikan seperti yang kita alami dalam 2 minggu ini,” katanya.bahwa tidak terjadi pemadaman dalam bulan ramadhan sebab gangguan bisa saja terjadi. (Wwn)




Bawa Minyak, Sopir dan Kenek Diamankan

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Karena dianggap tidak mengantongi surat-surat ijin resmi dari Pertamina, akhirnya satu unit mobil Colt Diesel BM 9194 CG yang bermuatan minyak BBM jenis premium sekitar 4.630 liter dari Pelelawan, diamankan oleh Polsek Keritang pada Senin (25/7) sekira pukul 06.00 WIB, di Kota Baru Seberida Kecamatan Keritang
Kapolres Indragiri Hilir AKBP TJ Djati Utomo SIK kepada Www.detikriau.wordpress.com, Selasa (26/7) menyebutkan untuk kronologi penangkapan berawal ketika mereka melakukan pembongkaran BBM yang dimuat didalam mobil Colt Diesel di TKP Lalu petugas mendatangi untuk menanyakan surat dokumen resmi dari Pertamina kepada si sopir pembawa mobil
Selanjutnya pada saat diperiksa ternyata mereka tidak bisa menunjukan dokumen tersebut, kemudian mobil dan penjual BBM ilegal langsung dimankan oleh petugas Polsek Keritang lantaran dianggap telah melanggar peraturan hukum yang berlaku yaitu telah terjadi penyalahgunaan.
“Karena pada saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas Polsek Keritang, ternyata mereka tidak bisa menunjukan surat-surat resmi dari Pertamina makanya mobil beserta penjualanya langsung diamankan untuk dimintai keterangan” ujar Kapolres Indragiri Hilir AKBP TJ Djati Utomo SIK
Dua orang pelaku kini sudah diamankan oleh Polres Indragiri Hilir yaitu Suparmin (40) warga Desa Kerinci Kabupaten Pelelawan dan seorang lagi yakni Novrianto (41) juga warga Desa Kerinci Kecamatan Pelelawan
Sementara itu Kapolsek Keritang Ipda Ratib saat dihubungi Www.detikriau.wordpress.com via Hp juga membenarkan kasus tersebut, “Yang jelas kasus tersebut kini sudah kita serahkan dan sedangan ditangani oleh penyidik dari Polres Inhil” sebutnya.
Guna proses penyidikan lebih lanjut kini keduanya, termasuk pihak pembeli yaitu JL (41) warga Kota Baru Kecamatan Keritang, serta barang bukti 1 unit kendaraan mobil Colt Diesel sudah diamankan di Mapolres Indragiri Hilir. (wwn)




WARGA RUMBAI JAYA KELUHKAN PELAYANAN SPBU

www.detikriau.wordpress.com (Rumbai Jaya) – Maraknya pembelian minyak menggunakan dirigen di SPBU Rumbai Jaya menjadi keluhan warga. Menurut mereka, untuk memnuhi kebutuhan BBM terutama jenis premium, masyarakat terpaksa membeli minyak kepada para pengecer dengan harga yang sudah sangat jauh melambung.
Bahkan warga menilai pendistribusian BBM di SPBU Rumbai Jaya sudah tidak wajar karena pembeli yang menggunakan dirigen tampaknya lebih diistimewakan.
“Sudah kelewat batas penyaluran minyak disini, kita seolah dipaksa membeli minyak kepada pengecer dengan harga tinggi, karena untuk membeli minyak ke SPBU sulit, antrian panjang,” Ungkap seorang warga Rumbai Jaya, Usman baru-baru ini.
Dengan kondisi seperti ini, tambah Usman, dirinya dan seluruh masyarakt sangat berharap agar pihak terkait dapat segera melakukan tindakan dan jangan membiarkan kondisi ini terus berlarut yang pada akhirnya tentu akan semakin membuat susah masyarakat.
Dari sumber yang diterima dari salah seorang warga lainnya yang tidak bersedia menyebutkan nama, untuk para pembeli dengan menggunakan dirigen, petugas SPBU mendapat fee Rp. 500 per liternya.
“kondisi seperti itu jelas mendapatkan penghasilan tambahan bagi petugas SPBU makanya mereka lebih diistimewakan dari pada pembelian oleh masyarakat yang tentunya harus sesuai dengan harga patokan.” Jelas Sumber. (wwn)




KAPOLSEK TEMBILAHAN HULU SALAH TINGKAH

Terkait Pembelian remium Menggunakan Jerigen
www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Belasan pelansir BBM yang biasa melakukan pengisian premium menggunakan jerigen di SPBU Henny Febrina, Parit 4 Tembilahan Hulu mengaku keberatan dengan pemberitaan salah satu media terbitan Pekanbaru dan mereka menyatakan bahwa pengelola SPBU tidak salah terkait dibolehkannya pembelian BBM menggunakan jerigen.
Para pelansir menyatakan bahwa aktifitas penjualan BBM kepada pelansir menggunakan jerigen dengan batas maksimal 15 liter bukan kesalahan SPBU, karena sudah ada izin dari Kapolsek Tembilahan Hulu (AKP. Alakdin-red). Pelansir juga menilai pemberitaan di media tersebut membuat aktifitas pelansir jadi terganggu dan tidak bisa lagi membeli BBM untuk dijual eceran.
Salah seorang pelansir, Haris mengatakan bahwa pengelola SPBU tidak salah. “SPBU tidak salah, Kapolsek Tembilahan Hulu juga tahu adanya kesepakatan dibolehkannya pembelian minyak pakai jerigen 15 liter,” kata Haris.
Para pelansir yang datang dengan membawa serta jerigen jerigen mereka pakai sepeda motor beralasan, penjualan minyak eceran di kios kios merupakan mata pencaharian mereka untuk menghidupi keluarga. “Kalau pelansir ini tidak dibolehkan membeli minyak, bagaimana kami menghidupi keluarga, siapa yang tanggungjawab,” kata Haris lagi.
Sementara itu Kapolsek Tembilahan Hulu, AKP. Alakdin saat dikonfirmasi wartawan, terkait adanya kesepakatan dibolehkannya pembelian BBM menggunakan jerigen menjawabnya berbelit belit. Awalnya Kapolsek membenarkan pihaknya telah menyerahkan pengaturan penjualan BBM kepada pelansir menggunakan jerigen asal tidak terjadi keributan.
Namun beberapa saat kemudian ketika ditanya tentang aturan pembelian BBM menggunakan jerigen, Kapolsek Tembilahan Hulu AKP. Alakdin mengatakan seharusnya pengisian BBM menggunakan jerigen tidak dibolehkan dan Ia juga membantah telah memberikan izin seperti yang dikatakan oleh para Pelansir.
“Tidak dibolehkan seharusnya, mana dibolehkan oleh Pertamina,” kata AKP. Alakdin. Tapi pelansir mengatakan dibolehkan oleh kepolisian? “Tak ada, tidak benar itu, makanya saya melarang penjualan memakai jerigen, kalau pemiliknya menjual silahkan saja,” kata AKP. Alakdin gelagapan.(NEJAD)




Pernyataan kadisbun Riau Menuai Kecamanan

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Ketidaktahuan Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Provinsi Riau M Yafiz, atas keberadaan kebun K2I di Desa Selat Nama Kecamatan Tanah Merah yang menjadi hamparan pohon nipah mendapat kritikan tajam dari elemen masyarakat Inhil. Pernyataan tersebut makin mengindikasikan adanya ketidakberesan proyek tersebut dan ada upaya menguburkan kegagalan yang telah terjadi.

Seperti yang diungkapkan oleh mantan Ketua Gerakan Peduli Rakyat (GAPERA) Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Inhil Firmansyah ketika dimintai tanggapannya oleh Www.detikriau.wordpress.com, Senin, (25/7) melalui HP. Rasanya sangatlah aneh kalau seorang Kepala Dinas sampai tidak mengetahui dan tidak mendapat laporan atas proyek yang pernah menjadi prioritas Pemrov Riau dan menghabiskan anggaran yang sangat besar.

“Dari pernyataan tersebut mengindikasikan memang ada upaya untuk menguburkan permasalahan kegagalan kebun K2I di Desa Selat Nama Kecamatan Tanah Merah tersebut. Sebab rasanya sangat tidak mungkin kalau yang bersangkutan tidak mengetahui adanya kebun K2I di sana,” kata mantan Ketua BEM STAI Auliaurrsyidin tersebut.

Masih menurut yang bersangkutan, dirinya mengetahui secara pasti tentang kronologis kegagalan proyek dimana dananya hasil sharing antara Provinsi Riau dan Kabupaten Inhil. Sebab, pada saat awal kegagalan tersebut dirinya pernah melakukan investigasi langsung ke lapangan dan faktanya memang ditemukan seperti itu. Dimana hampir sebagian besar kebun yang ditanam tidak ada yang hidup.

“Saya tahu persis apa yang berlaku, makanya saya berani ngomong. Bahkan hasil investigasi yang kita lakukan telah kita serahkan ke DPRD Inhil. Tapi tindaklanjutnya lebih jauh tidak kita ketahui secara pasti, apa lagi dengan berbagai kesibukan yang ada, dirinya tidak pernah mengontak dewan tentang kelanjutan hasil investigasi yang mereka lakukan,” katanya lagi.

Ungkapan senada juga dilontarkan oleh Ketua LSM Lembaga Sosial Control dan Aspirasi Masyarakat (LSCAM) Syafrizal Syarif SH.MH, Ketika dimintai tanggapannya oleh Www.detikriau.wordpress.com di hari yang sama. Intinya ia mempertanyakan, kenapa Kadisbun Provinsi Riau, sampai tidak mengetahui, kalau ada proyek kebun K2I di Kabupaten Inhil.

“Kita pantas mempertanyakan kenapa yang bersangkutan sampai tidak mengetahui kalau ada proyek kebun K2I di Inhil. Karena proyek tersebut merupakan program prioritas ketika itu, dan anggaran yang diperuntukan kesana sangat besar,” bebernya.

HM Yunus anggota DPRD Inhil periode lalu yang sekarang menjabat sebagai Ketua Komisi II ketika dikonfirmasi Www.detikriau.wordpress.com melalui, HP, tidak menampik tentang kegagalan kebun K2i di Desa Selat Nama. Hanya saja dirinya meminta kepada Www.detikriau.wordpress.com agar menghubungi ketua Pansus pembahasan kebun K2i ketika itu HM Yusuf Said SE. “Tanya saja langsung dengan ketua Pansusnya,” kata Yunus. (Nejad)