KESAKSIAN WASIT BERATKAN PETRUS

ARBIndonesia.com, (TEMBILAHAN) -Saksi wasit II, Supardi mengaku bahwa korban
Petrus Oktavianus juga melakukan pemukulan terhadap terdakwa Eri Satriawan.

Kesaksian ini disampaikan Supardi di hadapan Majelis Hakim PN Tembilahan yang dipimpin Deddy Hermawan, Rabu (27/7/11).

Diterangkannya, pada babak pertama pertandingan sudah mulai memanas,
apalagi saat tim Dishub Inhil mengungguli tim Polres Inhil.

“Pada babak kedua permainan juga bertambah memanas, kalau sebelumnya hanya antar penonton, namun sekarang ikut juga pemain,” saksi Supardi
menerangkan.

Pada kesempatan tersebut ia sempat memberikan teguran kepada pemain nomor 5 Dishub Inhil, namun kesaksian berbeda disampaikan saksi
Sarifuddin bahwa wasit Supardi memberikan teguran kepada pemain Polres nomor punggung 2.

“Keduanya diberikan kartu merah, karena mereka terlibat perkelahian. Karena keduanya lah maka penonton dan pemain lain ikut masuk lapangan,” sebut Supardi.

Ketua Panitia Paskem Cup, Sarifuddin menerangkan bahwa saat kericuhan
terjadi ia mendengarkan panggilan meminta bantuan, karena ada perkelahian.

Persidangan akan dilanjutkan pada Selasa (2/8/11) mendatang dengan menghadirkan saksi JPU, yakni Ansyari Idris, Ketua Pengcab PSSI Inhil dan dr Udin Syafriuddin yang mengeluarkan visum atas korban Petrus Oktavianus.Juga rencana menghadirkan saksi a de charge dari tim kuasa hukum terdakwa. (nto)




RAUS LEPAS PESERTA TRI LOMBA JUANG

ARBIndonesia.com,  (TEMBILAHAN) – Ketua DPRD Inhil, Raus Walid secara resmi melepas peserta Tri Lomba Juang sempena peringatan HUT RI ke-66 tahun 2011, Rabu (27/7/11).
Kegiatan pelepasan dan start peserta Tri Lomba Juang ini dipusatkan di Jalan Gajah Mada Tembilahan. Pada hari ini peserta terdiri dari kalangan pelajar sekolah dasar (SD) di kota Tembilahan dengan menempuh jarak 4 dan 5 kilometer. Kegiatan ini juga sekaligus menandai pembukaan kegiatan serupa di kecamatan se Inhil.

Tampak hadir Ketua DPRD Inhil, Raus Walid, Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, Alimuddin, RM dan unsur Forum Komunikasi, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kadis Kaban, Kakan , Kabag di lingkungan Kabupaten Inhil serta undangan lainnya.

“Kita harapankan kepada generasi muda untuk terus mengingat jasa dan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah saat itu,” ungkap Sekdakab Inhil, Alimuddin RM.

Ditambahkannya, melalui Lomba Tri Juang ini akan mengingatkan generasi muda atas sulitnya perjuangan para pahlawan saat ini saat bertempur dan merebut kemerdekaan dengan mengorbankan harta, tenaga bahkan dengan tetesan darah dan nyawa.

“Semangat para pahlawan ini harus terus mengisi jiwa dan semangat perjuangan generasi saat ini dalam mengisi kemerdekaan,” sebutnya.

Kemudian Ketua DPRD Inhil, Raus Walid melepas peserta Tri Lomba Juang dengan mengibarkan bendera sebagai tanda dimulainya lomba tersebut.(nto)




KNPI INHIL TAJA PENGOBATAN GRATIS

Bersempena Milad ke -38

arbindonesia.com (TEMBILAHAN) -Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Indragiri Hilir menggelar Pengobatan Massal Gratis, Rabu (27/7/11) untuk memperingati HUT KNPI ke-38.
Pengobatan Massal Gratis ini diperuntukan bagi masyarakat Kecamatan Tembilahan dan sekitarnya. Dipusatkan di Rumah Skit Indragiri Jalan Trimas Tembilahan.

Tampak hadir dalam kegiatan ini Plt Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Eko Rahdippa, Camat Tembilahan, Sudinoto dan Ketua KNPI Inhil, Sulastri Abubakar serta undangan lainnya.
Menurut pihak panitia, dalam pengobatan ini akan dilayani sekitar 1000 orang warga dan akan dilayani oleh para tenaga medis yang ada di RS Indragiri tersebut.

“Memang sempena peringatan HUT KNPI ke-38 tahun ini, KNPI Inhil ingin berbuat lebih banyak bagi masyarakat Inhil,” ungkap Ketua KNPI Inhil, sulastri Abu Bakar dalam sambutannya.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Eko Rahdippa menyatakan bahwa kegiatan yang ditaja KNPI ini sangat membantu bagi kalangan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Kami menyambut baik kegiatan positif dan bermanfaat yang ditaja oelh DPK KNPI ini, karena akan makin banyak masyarakat yang terlayani dalam bidang kesehatan,” sebut Eko.

Camat Tembilahan, Sudinoto menyebutkan memang seharusnya kegiatan yang ditaja oleh organisasi dan lembaga lainnya harus mengedepankan kegiatan sosial dibanding hura-hura.
Disebutkannya, kegiatan ini sangat membantu warganya yang perlu mendapatkan pelayanan kesehatan, terutama kalangan kurang mampu.(nto)




KEMANA RAIBNYA RONTGEN RS GUNTUNG?

Arbindonesia.com  (TEMBILAHAN) – Pengadaan alat rontgen untuk Rumah Sakit Guntung ibu kota Kecamatan Kateman pada tahun 2010 yang lalu, hingga sekarang keberadaannya belum jelas. Padahal dana yang dialokasikan untuk proyek tersebut bukanlah angka yang kecil karena, mencapai angka 1.8 milyar.

Padahal keberadaan alat tersebut tentunya sangat penting dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat setempat. Terutama untuk mendeteksi penyakit bagian dalam yang tentunya tidak bisa hanya dilakukan melalui pemeriksaan biasa.

Surya Lesmana anggota DPRD Inhil dari Dapil kateman ketika dikonfirmasi Www.detikriau.wordpress.com, Selasa, (26/7) tidak menampik belum datangnya alat yang dimaksud ke Rumah Sakit Guntung. Bahkan beberapa waktu lalu, dirinya sempat meributkan persoalan itu karena menurutnys ini menyangkut pemberian pelayanan kepada masyarakat.

“Terus terang kita merasa kecewa kenapa alat yang dibeli dengan anggaran 1.8 milyar tersebut tidak datang juga hingga sekarang, tapi untuk lebih jelasnya silahkan tanya dengan kepala Rumah sakit Guntung,”kata politisi Partai Karya Peduli Bangsa tersebut, kepada Www.detikriau.wordpress.com melalui HP, Selasa (26/7/2011)

Ungkapan senada juga disampaikan oleh anggota DPRD lainnya dari Dapil yang sama, Edi Gunawan ketika dikomfirmasi melalui HP dihari yang sama. Menurutnya, ketika dirinya melakukan kroscek kelapangan alat tersebut memang masib belum diterima oleh Rumah Sakit Guntung. Persoalan ini tentunya membuat ia merasa heran, karena hampir tujuh bulan setelah berakhir tahun anggaran 2010, proyek yang dimaksud belum juga selesai.

“Kalau seminggu yang lalu, barang yang dimaksud memang belum sampai, entah kalau sekarang saya tidak tahu secara pasti. Tapi untuk lebih jelasnya, coba aja langsung tanyakan dengan Kepala Rumah Sakit Guntung,” kata Edi Gunawan.

Sementara itu Kepala Rumah Sakit Guntung dr Afrizal ketika dikonfirmasi Www.detikriau.wordpress.com melalui SMS, Selasa, (26/7), mengatakan memang belum ada alat pengada rontgen yang dimaksud oleh wartawan. Karena dirinya baru menjabat sebagai kepala di Rumah Sakit yang di Guntung. “Untuk pastinya coba tanya dengan Dinkes, karena saya masih baru,” jelasnya.

Tapi ketika didesak lebih jauh oleh Www.detikriau.wordpress.com, yang bersangkutan mengakui memang ada alat pengadaan rontgen pada tahun 2010 yang lalu. Barang yang dimaksud sekarang berada di Dinas Kesehatan Inhil, tapi hingga sekarang belum ada intruksi dari atasan, apakah barang tersebut diperuntukan untuk Rumah Sakit Guntung atau Pulau Kijang.

“Barang tersebut memang ada di Dinas Kesehatan Inhil, tapi kita masih belum menerima intruksi dari atasan mau dikemanakan barang yang dimaksud,” katanya beralasan. (Nejad)




Sambut Ramadhan, DKP Laksanakan Acara Sukuran

Arbindonesia.com (TEMBILAHAN) – Dalam rangka menyambut Ramadhan tahun ini Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kabupaten Inhil menyelenggarakan sukuran dengan mengundang seluruh pegawai, maupun pensiunan pegawai DKP, Senin, (25/7) bertempat di kantor DKP.

Dalam kesempatan tersebut Kadis KP Ir Saripek MP, memberikan bingkisan kepada para pensiunan, sekaligus juga melepas rekan-rekan pegawai yang terkena mutasi untuk pindah dan bertugas di tempat yang baru.

Ketika di hubungi wartawan melalui HP, Selasa, (26/7) Ir Saripek MP mengungkapkan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan Ramadhan. “Kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur atas datang bulan mulia, sekaligus perisahan dengan pegawai lainnnya yang pindah ke tempat dinas yang baru”.Jelas Saripek.

Sementara itu Ustad Surya selaku penceramah dalam kegiatan tersebut, mengatakan keistimewaan bulan suci Ramadhan. Bahkan mengutip pernyataan Nabi Muhammad, seandainya umat Islam tahu akan keistemewaan bulan Ramdhan, niscaya mereka meminta agar seluruh bulan adalah bulan ramadhan.

“Ada begitu banyak keistewaan bulan suci Ramadhan, salah satunya apapun amal yang dilaksanakan pada bulan itu akan dilipatgandakan oleh Allah SWT pahalanya, dan itu tidak mungkin terjadi dibulan lainnnya,” jelasnya.

Untuk itu sebagai manifestasi kita akan datangnya bulan Ramadhan, marilah kita bersihkan hati dan gembira menyambut datang bulan ini. “Sebab orang yang gembira dengan datangnya bulan Ramadhan dan ia melaksanakan amalan yang dianjurkan pada bulan tersebut, diharamkan tubuhnya atas api neraka,” terangnya. (Wawan)




SAKSI SEBUT PETRUS IKUT ANDIL KERIBUTAN

Arbindonesia.com  (TEMBILAHAN) -Kapten tim futsal Dishub Inhil mengakui sempat dipukul seorang anggota polisi saat terjadi perkelahian di Lapangan Futsal Pondok Indragiri. Saksi wasit mengakui korban Petrus ikut andil dalam
keributan saat itu.

Kesaksian ini disampaikan saksi Emil Candra, kapten tim futsal Dishub Inhil dalam persidangan Selasa (26/7/11) di Pengadilan Negeri Tembilahan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Menurut Emil, saat terjadi keributan tersebut ia sempat mengalami aksi kekerasan oleh salah seorang pemain futsal tim Polres Inhil,
diketahuinya mengenakan nomor punggung 12.

Diterangkan, saat itu dilihatnya ramai juga anggota polisi yang masuk kedalam lapangan saat terjadi keributan antara korban Petrus Oktavianus dan Eri Satriawan.

Dalam persidangan juga dimintai keterangan saksi M Apris, manajer tim futsal Dishub Inhil. Ia menyatakan juga sempat melihat ada pemain
Polres Inhil yang memukul terdakwa Adi Putra saat keributan terjadi dan ramai pemain dan penonton masuk kedalam lapangan.

Dalam keterangannya, saksi Zainal Arifin, wasit I yang memimpin pertandingan saat itu menyatakan bahwa dalam pertandingan kedua tim sudah terlihat bermain kasar.

Disebutkan wasit yang mengantongi lisensi C3 tersebut, keributan ini berawal saat menit terakhir keduanya saling kejar bola, kemudian
sama-sama jatuh dan berbenturan, dengan posisi Petrus diatas dan Eri dibawah. Saat itulah terjadi aksi pemukulan di lapangan futsal tersebut.

“Atas kejadian ini keduanya saya berikan kartu merah, karena bikin keributan. Petrus juga dikasih kartu merah karena ia punya andil dalam
kejadian ini,” kesaksian wasit Zainal Arifin didalam persidangan.

Kemudian ia sempat mendamaikan kedua pemain yang berseteru tersebut. Saat itu keduanya sempat bersalaman, namun ia tidak tahu kemudian
kejadian ini kembali mencuat di luar lapangan.

“Kami tidak habis pikir, sudah didamaikan di lapangan, tapi kemudian kok dilaporkan ke pihak berwajib,” sebut Zainal.

Keterangan saksi Zainal Arifin disangkal oleh terdakwa Eri Satriawan dan Adi Putra mengenai terdakwa Eri yang jatuh karena berbenturan,
tapi menurut kedua terdakwa korban Petrus Oktavianus yang menabrak Eri
hingga tersandar ke pembatas lapangan.

“Saat itu saya lihat Petrus juga melakukan pemukulan kepada Eri,” sebut terdakwa Adi Putra.

Persidangan ditunda Rabu (27/7/11) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi Wasit II, Supardi dan Ketua Panitia Pertandingan Futsal Paskem Cup, Syafruddin. (nto)