Paska Lebaran Harga Kelapa Kembali Turun

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Paska lebaran Idul Fitri 1432 H, harga kelapa yang merupakan komoditi andalan perkebunan di Indragiri Hilir kembali anjlok. Kalau sebelum lebaran harganya masih mencapai Rp 1.400/butir, setelah lebaran harga kembali turun Rp 1.300/butir.

Ungkapan itu disampaikan oleh Wajo, warga Desa Lahang Lama. Selain kelapa bulat yang turun, harga kopra juga turun. Padahal sebelumnya harga kelapa sempat membuat petani merasa senang karena dihargai Rp 2500/butir.

Begitu juga dengan harga kopra, sebelumnya harga dalam 100 Kg, sampai menembus angka Rp 600.000. “Harga kopra juga turun bang, kalau waktu masih mahalnya, sampai menembus angka Rp 600.000/100kg, sekarang paling mahal Rp Rp 300.000/ 100kg, bahkan ada yang sudah dibawah itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, tapi khusus untuk warga di Desa Lahang Lama dan beberapa desa lainnya yang ada di kecamatan Gaung, kebanyakan dari mereka menjual kelapa dalam bentuk bulat (butir). Hampir tidak ada lagi yang menjual dalam bentuk kopra, karena pekerjaannya lebih lama dan repot. Sementara hasilnya, kurang lebih sama.

“Lebih enak menjual bulat dari pada dibuat kopra. Sebab kerjanya tidak terlalu lama dan tidak mengeluarkan ongkos besar, sedangkan hasilnya tidak jauh berbeda,” ujarnya. (drc)




MOBIL SAIPUL TABRAK MEDIAN JALAN TOL

www.detikriau.wordpress.com (PURWAKARTA) – Jenazah Virginia Anggraeni, istri Saipul Jamil masih berada di RS Etham Purwakarta Jawa Barat, pasca kecelakaan tunggal di Jalan Tol Purbalenyi Km 97, Sabtu pukul 10.00 tadi pagi.
Sementara korban luka di mobil Toyota Avanza itu dan dirawat di RS Etham yaitu Saipul Jamil, Suharti, Imas, Choiri, dan Farid Faisal.
Data senementara, kecelakaan tunggal itu diduga karea mobil Avanza yang melaju dari arah Bandung menuju Jakarta itu berusaha mendahului truk. Rupanya karena hilang kendali, lalu menabrak media atau pembatas jalam sehingga rusak parah. Virginia yang ada di depan luka parah.
Diberitakan sebelumnya, mobil yang ditumpangi oleh penyani dangdut Saipul Jamil, kecelakaan tunggal di Tol Purbalenyi Km 97 yang menyebabkan seorang tewas dan lima luka.(poskota/drc)




SAIPUL TERUS RATAPI KEPERGIAN SANG ISTRI

www.detikriau.wordpress.com (Jakarta) – Istri Saipul Jamil, Virginia meninggal dunia akibat kecelakaan di Tol Padalarang KM 97 arah Jakarta. Saipul pun tak hentinya menangis meratapi kepergian sang istri.

Saipul dievakuasi satu mobil bersama jenazah sang istri menuju Purwakarta. Selama perjalanan menuju rumah sakit tersebut, Saipul tak hentinya mengeluarkan air mata.

“Saipul Jamil terus menangis,” ungkap Satpam Rumah Sakit Efarina Etaham, Dwi Aris saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (3/9/2011).

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Kecelakaan yang menimpa mobil Avanza ini terjadi karena human error.

“Pengemudi mungkin kelelahan ya. Ini biasanya menjadi penyebab kecelakaan tunggal,” ungkap Kepala Humas Jasa Marga Purbaleunyi, Iwan Mulyawan.(detikhot/drc)




SAIPUL JAMIL DILARIKAN KE RS PURWAKARTA

www.detikriau.wordpress.com (Bandung) – Pedangdut Saipul Jamil dilarikan ke sebuah rumah sakit di Purwakarta, menyusul kecelakaan di Tol Purbaleunyi, Sabtu, 3 September 2011.

“Korban dibawa ke Rumah Sakit Efarina Etaham Purwakarta,” kata Kepala Seksi Penyelamatan Tol PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Andrie Kustiawan, Sabtu, 3 September 2011.

Mobil Saipul mengalami kecelakaan di Tol Purbaleunyi. Sang istri yang ikut dalam mobil, Virginia Anggraeni, tewas di tempat.

Andrie Kustiawan mengatakan kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Mobil Avanza hitam bernomor polisi B 1843 UFU dari arah Jakarta di tikungan kilometer 96 oleng dan menabrak median jalan. Mobil lalu terpental dan terbalik. “Sopirnya diduga mengantuk,” kata Andrie.

Tabrakan tersebut sempat membikin lalu lintas di Tol Purbaleunyi macet 1 kilometer.

Saipul Jamil menikah dengan Virginia pada 10 Maret 2011 lalu di Bandung. Saipul Jamil merupakan duda dari pedangdut Dewi Perssik.(tempo/drc)




TIM GARUDA DI BANTAI DIKANDANG IRAN

Dalam Laga Kualifikasi Pra Piala Dunia 2014

www.detikriau.wordpress.com – Tim nasional Indonesia menelan kekalahan 0-3 saat melawan tim tuan rumah Iran pada leg pertama pertandingan kualifikasi Pra-Piala Dunia 2014 putaran ketiga zona Asia, Jumat (2/9/2011) malam. Uniknya, terjadinya dua gol pertama Iran berawal dari bola mati.
Iran memang tampil mengontrol pertandingan sejak menit-menit awal. Tim besutan Carlos Queiroz itu langsung melepaskan ancaman-ancaman. Farhad Majidi beberapa kali melakukan aksi yang cukup membahayakan gawang Indonesia yang dikawal oleh Markus Haris. Pada menit ke-15, misalnya, Majidi nyaris menggetarkan gawang Indonesia seusai memanfaatkan umpan silang Khosro Heydari. Beruntung, Markus dengan sigap memotong bola umpan Heydari.
Demi meredam tekanan lawan, Indonesia melakukan perangkap offside. Strategi itu cukup jitu, setidaknya hingga menit ke-30. Sementara Indonesia sesekali melakukan serangan balik. Namun, usaha Bambang Pamungkas dan kawan-kawan masih terlalu mudah dipatahkan oleh barisan pertahanan tim tuan rumah. Tim besutan Wim Rijsbergen itu kerap melakukan kesalahan dalam melepaskan umpan.
Meskipun demikian, Indonesia sempat melepaskan ancaman dari Bambang. Sayang, tembakan keras Bambang masih melayang di atas mistar.
Tidak ingin lawan semakin mengembangkan serangan, Iran balik menekan. Kedisiplinan barisan pertahanan Indonesia membuat peluang Iran kerap kandas. Sejauh ini, Markus juga tampil cukup bagus dalam menangkal tembakan-tembakan dan umpan-umpan berbahaya yang dilepaskan lawan.
Pada babak kedua, Indonesia dikejutkan dengan gol cepat yang diciptakan Iran. Memanfaatkan tendangan bebas dari sektor kiri, Javad Nekonam berhasil menanduk bola tanpa bisa diantisipasi Markus.
Tertinggal 0-1, Indonesia balik menekan tim tuan rumah. Muhammad Ilham dengan skill individunya berhasil melewati beberapa pemain lawan sebelum melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Sayang, tembakan Ilham masih melayang tinggi di atas mistar.
Usaha belum membuahkan hasil, Indonesia kembali kebobolan. Proses gol kedua Iran mirip seperti gol sebelumnya. Tendangan bebas Anderanik berhasil disundul Javad Nekonam pada menit ke-72. Markus hanya bisa terpaku melihat bola meluncur ke gawangnya sendiri.
Pada menit-menit akhir Indonesia lengah. Alhasil, Iran mampu memperbesar keunggulan berkat gol yang diciptakan Andranik Timotian. Gol itu pun memateraikan kemenangan Iran 3-0.
Susunan pemain:
Iran: Mahdi Rahmati; Khosro Heydari, Jalal Hosseini, Hadi Aghily; Javad Nekonam, Ghasem Hadadifar, Mehrdad Pooladi; Farhad Majidi, Ali Karimi, Mohammad Reza Khalatbari, Gholam Reza Rezaei (Hossein Mahini 60)
Indonesia: Markus Haris; Zulkifly Syukur, Muhammad Roby, Hamka Hamsah, Benny Wahyudi; Firman Utina (Oktovianus Maniani 80), Hariono, Muhammad Ridwan, Muhammad Ilham (Irfan Bachdim 60); Bambang Pamungkas, Cristian Gonzales/ (drc)




H+3 Idul Fitri Beberapa Komoditas Mengalami Kenaikan,

Kenaikan Ini Diperkirakan Hanya Masih Belum Normalnya Pasokan
www.detikriau.wordpress.com (Tembilahan) – H + 3 Idul Fitri 1432 H, beberapa harga kebutuhan pokok relatif stabil terkecuali untuk beberapa komoditas seperti cabe merah keriting dan ikan segar. Menurut pedagang, kenaikan harga ini tidak lebih hanya dikarenakan pasokan barang yang belum stabil.
“Memang kita akui beberapa kebutuhan mengalami kenaikan. Terutama jenis lauk pauk seperti ikan segar. Untuk jenis sayur-sayuran relatif stabil terkecuali harga cabe merah keriting yang melenjit hampir 300 persen dengan harga Rp. 10 ribuan sebelum lebaran kini sudah diperdagangakan dengan harga Rp.35rb bahkan ada yang memasarkan dengan harga Rp. 45rb/kilonya. Namun kenaikan harga ini memang sudah biasa. Terutama untuk ikan segar karena setiap habis lebaran biasanya pasokan ikan masih belum normal” Ungkap Sudirman, seorang pedagang di pasar parit 11, sabtu (3/9/2011).
Seorang pedagang ayam potong, Anto (34) menyebutkan bahwa harga daging ayam mengalami sedikit penurunan dari Rp. 35ribu/kg sebelum lebaran kini hanya dipasarkan dengan harga Rp. 28ribu/kg.” Ia bang, kebetulan pasokan daging ayam cukup banyak sementara pembeli masih belum seperti biasanya” Terangnya.
Dari pantauan detikriau.wordpress.com dibeberapa pasar tradisional di Kota Tembilahan, terlihat aktifitas jual beli masih belum tampak ramai seperti hari-hari biasanya. Beberapa los pedagang masih terlihat belum terisi dan pengunjungpun tidak terlihat begitu ramai.
“2 atau 3 hari setelah lebaran kita biasanya memang belum belanja banyak karena memang persediaan kita untuk lebaran kemaren masih tersisa. Paling-paling kita hanya mencari beberapa tambahan.” Sebut Yanti (42) seorang pembeli saat ditemui di pasar parit 11 Tembilahan, sabtu (3/9/2011). (fsl)