Biaya Pemasangan Sangat Mahal, DPRD Inhil Tuding PLN Kongkalikong dengan AKLI

Masyarakat Inhil mengeluhkan mahalnya biaya pemasangan listrik baru. Menurut kalangan dewan, kondisi tersebut akibat ada permainan antara PLN dengan AKLI.

www.detikriau.wordpress.com (-TEMBILAHAN-) Dewan menuding pihak PLN Ranting Tembilahan terlibat konspirasi dengan Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) dalam penetapan mencekiknya biaya pemasangan sambungan baru di Inhil.

Menurut anggota DPRD Inhil, mereka kerap menerima keluhan dari masyarakat, baik via telepon maupun datang langsung mengenai tingginya biaya pemasangan baru listrik di Inhil.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Inhil, Junaidi menyatakan PLN Ranting Tembilahan tidak transparan dalam masalah penetapan biaya pemasangan jaringan listrik baru ke rumah pelanggan.

“Masyarakat mempertanyakan berapa biaya sambungan itu sebenarnya, jangan sampai ada dusta diantara kita. Kalau tidak jelas pungutannya itu kan namanya pungli, ini dagelan macam apa,” kecam politisi Golkar tersebut saat mempertanyakan masalah ini dalam hearing Komisi III DPRD Inhil dengan PLN Ranting Tembilahan dan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Inhil, Kamis (4/8/11).

Berdasarkan laporan dari masyarakat mereka diminta membayar sampai Rp 4,8 juta, bahkan ada yang membayar Rp 7 juta untuk pemasangan jaringan baru dengan daya 900 KVA.

“Dari laporan masyarakat kepada kita mereka diminta membayar sampai 4,8 juta bahkan ada yang membayar Rp 7 juta untuk daya 900 KVA. Terjadi ketidaksamaan biaya pemasangan baru antara satu biro dengan biro lainnya, maka kita minta PLN menjelaskan berapa sebenarnya biaya pemasangan listrik sebenarnya,” tanya Junaidi.

Manajer PLN Ranting Tembilahan, Desril Naldi menyatakan bahwa biaya pasang baru sebenarnya tidak sebesar itu, ia berjanji akan mengecek permasalahan tersebut ke lapangan.

“Dibayar ke PLN biaya penyambungan saja, instalasi listrik milik pelanggan dan dikerjakan biro instalatir yang sah di PLN. Tarif tergantung daya, yakni 900 KVA dibayar ke PLN Rp 675 ribu dan 1300 KVA dibayar ke PLN Rp 975 ribu,” jawab Desril. Saat ini, terangnya ada 10 biro instalatir sah yang terdaftar di PLN Ranting Tembilahan.

Sehingga menurut Desril, pihaknya tidak mengetahui kalau terjadi penetapan biaya pemasangan baru yang sangat tinggi dan memberatkan warga. Menurutnya, walaupun biro instalatir yang sah dibawah PLN, tapi pembinaannya dibawah Dinas Pertambangan dan Energi Inhil.

Namun anggota Komisi III DPRD Inhil, Ferryandi menyebutkan dalam permasalahan mahalnya biaya pemasangan baru jaringan listrik baru kerumah pelanggan jelas ada keterlibatan PLN Ranting Tembilahan.

“Ini ada konspirasi dan dusta ini kalau tidak ada konspirasi antara AKLI dengan PLN, masak daya 900 KVA harus bayar Rp 4,8 juta bahkan sampai Rp 7 juta,” tegas Ferryandi.

Alasannya, kalau memang PLN tidak tahu, kenapa setelah warga membayar Rp 675 ribu untuk pasang baru dengan daya 900 KVA. Tapi, tidak juga masuk aliran listrik kerumahnya, karena warga yang belum membayar tarif sebagaimana yang ditetapkan AKLI tersebut dan belum ada rekomendasi dari PLN.

Sedangkan Kepala Distamben Inhil, Encik Kamal Syahindra menyangkal kalau pihaknya yang mempunyai kewajiban melakukan pembinaan kepada biro instalatir. Karena pihak PLN dan biro instalatir juga tidak pernah melaporkan adanya penyambungan baru kepada pihaknya.

“Bagaimana kita dikatakan melakukan pembinaan kepada biro instalatir tersebut, kalau kita tidak pernah dilaporkan. Dan data biro juga tidak jelas dengan kita,” bantah Encik Kamal.

Lanjutnya, kalau memang terjadinya praktek pembayaran yang memberatkan warga dan tidak jelas, seharusnya PLN tidak membiarkan begitu saja.

“Kok PLN membiarkan saja, seharusnya biro yang nakal didiskualifikasikan saja,” imbuhnya.***(rtc/mar)




Gelapkan Dana Raskin Rp 65 Juta, Seorang Kades di Inhil Ditangkap Polisi

Seorang Kades di Kabupaten Inhil ditangkap polisi. Ia diduga menggelapkan dana beras miskin atau Raskin Rp 65 juta.

www.detikriau.wordpress.com (-TEMBILAHAN –) Kepala Desa Bente, Kecamatan Mandah, AZ (40) harus berurusan dengan polisi dan mendekam di sel Mapolres Inhil, ia diduga telah menggelapkan jatah beras miskin (Raskin) warganya senilai Rp 65 juta lebih.

Berdasarkan informasi yang diperoleh riauterkini.com, penangkapan pelaku ini berdasarkan laporan warga RT 26 Dusun Saka Pantai dan Bente bahwa mereka tidak menerima jatah Raskin, padahal telah membayar Rp 65 ribu per warga bagi 25 mendapatkan 25 kilogram Raskin.

“Berdasarkan keterangan warga yang melaporkan dugaan penggelapan ini kepada polisi, modusnya pelaku melakukan pungutan uang dan menjanjikan bahwa setelah satu minggu kemudian akan mendapatkan beras Raskin. Namun ternyata setelah lewat satu minggu Raskin tersebut tak juga disalurkan, maka perbuatan pelaku ini dilaporkan warga ke polisi,” ungkap Kapolres Inhil melalui Kepala SPKT Ipda W Gultom, Jum’at (5/8/11).

Diterangkannya, pelaku AZ telah dilakukan penahanan di sel Mapolres Inhil sejak Rabu (3/8/11) lalu, setelah berhasil ditangkap di kediamannya di Jalan Kayu Jati, Kelurahan Tembilahan Hulu, Kecamatan Tembilahan.

“Pelaku kita ditangkap anggota Satuan Unit Reskrim Polres Indragiri Hilir, saat pelaku berada di rumahnya Jalan Kayu Jati Tembilahan,” imbuh Gultom.

Pelaku memang bukan di tangkap di kampungnya, tapi di Jalan Kayu Jati, Tembilahan Hulu. Karena sejak menggelapkan uang Raskin warganya, ia jarang berada di desanya. Akhirnya, setelah mendapatkan informasi ahwa pelaku berada di kediaman di Jalan Kayu Jati tersebut, polisi pun meringkusnya.***(rtc/mar)




KOMISI III HEARING PLN DAN DISTAMBEN.

Diagendakan kembali untuk memanggil pihak AKLI.
www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Kamis (04/08), bertempat di ruang rapat komisi III DPRD Inhil dilaksanakan hearing antara komisi III DPRD Inhil, PLN Ranting Tembilahan serta Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben). Dengar pendapat tersebut dilaksanakan guna mendapat keterangan dari pihak PLN atas beberapa hal, terutama tentang pemadaman yang akhir-akhir ini sering terjadi dan interval waktu sudah tidak beraturan.

Hearing dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III, Edi Gunawan yang juga duhadiri oleh Desril Naldi, Manajer PLN ranting Tembilahan, Kadis Distamben, Ncek Kemal dan dihadiri oleh seluruh anggota komisi III.

Anggota Komisi III DPRD Inhil, feriandy, menyayangkan atas terjadinya pemadaman yang terjadi saat ini, karena untuk sekarang ini banyak sekali keperluan yang dilakukan masyarakat berkaitan dengan listrik. “Kami perlu tahu kenapa hal itu terjadi, jika terjadi devisit energi, berapa energi yang diperlukan dan karena apa. Selain itu saya juga menanyakan tentang pembayaran pertama yang dipungut oleh PLN kepada pelanggan baru sangat besar, bukankah sebaiknya pelanggan hanya dikenakan beban dengan energi yang dipakainya saja,” Kata Feriyandri.

Dalam kesempatan itu, Dasril Naldi menjawab semua pertanyaan dari anggota Dewan. Desril menjelaskan bahwa pemadaman yang terjadi saat ini disebabkan adanya kerusakan yang terjadi pada mesin unit 1 dan unit 6. “Dengan kerusakan tersebut mengakibatkan kita devisit energi 1,5 MW. Untuk unit 6 hari ini akan dilakukan percobaan mesin, jika sudah baik maka akan kita masukkan system dan pemadaman akan dilaakukan pertravo saja,” katanya.

Untuk mengatasi akibat mesin tidak mampu menanggung beban atas penambahan pemasangan baru bagian dari program sejuta sambungan yang diperogramkan oleh PLN pusat, kita sudah meminta tambahan 4 mesin yang masing-masing berkapasitas 1 MW, selain itu kita juga meminta satu mesin cadangan.

Untuk saat ini 3 mesin sudah datang, dan satu mesin telah kita gunakan guna mengganti unit 5 yang mengalami kerusakan. Dengan tambahan 4 mesin tersebut maka kita tidak akan mengalami devisit energi dan dapat dipastikan tidak akan terjadi pemadaman jika mesin tidak megalami kerusakan, jelas desril.

Untuk Daftar tunggu, kita lakukan pendataan ulang. saat ini kita hanya mereview yang tahun 2011 saja, jadi bagi pelanggan yang pernah mendaftar pada tahun-tahun sebelumnya diharapkan untuk mendaftar kembali.

Untuk pembayaran pelanggan baru yang cukup besar tersebut kita lakukan karena banyak pelanggan yang mendaftar tidak sama waktunya, untuk memudahkan proses pembayaran kita menetapkan harga-harga yang cukup besar, jika setelah kami cek kembali dan energi yang dipakai oleh pelanggan kecil dan dari pembayarannya yang pertama berlebih maka akan kita perhitungkan pada bulan kedua, bisa jadi dibulan kedua tersebut pelanggan hanya membayar biaya beban saja, dan jika masih berlebih juga uang yang dibayar pelanggan masih bersisa maka akan kita bayarkan lagi pada bulan ketiga dan begitu seterusnya, tapi beban tetap dibayar oleh pelanggan perbulannya.

Harga pemasangan meteran baru juga menjadi pertanyaan bagi lagislatif, karena menurut keterangan dari desril bahwa harga masyarakat yang diterima oleh PLN relative kecil, untuk 900 KW masyarakat hanya membayar Rp. 675.000, sedangkan untuk 1300 KW masyarakat hanya membayar Rp. 975.000.

Jadi, setelah dicermati, biaya pemasangan instalasi yang dilakukan oleh Biro sangat besar, oleh sebab itu, pihak DPRD dan Distamben berharap agar dapat melakukan pertemuan dengan pihak AKLI yang merupakan asosiasi biro-biro yang memiliki sertifikat dari PLN untuk melakukan pemasangan instalasi.

“Jadi kesimpulan kita dalam rapat ini adalah yang pertama peralatan untuk memperbaiki unit 1 pada tanggal 8 agustus sudah sampai dibatam, 10 agustus sudah berada ditembilahan dan pada tanggal 13 agustus sudah dilakukan pemasangan dan dipastikan telah hidup sehingga tidak terjadi pemadaman lagi,” kata Edi Gunawan.

Kesimpulan kedua Distamben selaku instansi Pemda yang menjadi pembina AKLI diharapkan untuk meninjau kembali tentang AKLI, agar AKLI tidak bisa menetapkan harga pemasangan instalasi sewenang-wenang yang memberatkan masyarakat, kita akan agendakan untuk menghadirkan AKLI guna hearing bersama kita, jelas Edi Gunawan lagi. (Wawan)




DUA RUMAH WARGA TELUK JIRA AMBRUK KE SUNGAI

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Dua unit rumah di Desa Teluk Jira, Kecamatan Tempuling ambruk ke sungai akibat longsor, Rabu (3/8/11) sekitar pukul 15.00 WIB. Kawasan ini selama ini dikenal rentan terjadinya longsor, akibat abrasi gerusan arus Sungai Indragiri.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh detikriau.wordpress.com di lapangan, sebelum terjadinya longsor di kawasan pemukiman warga yang terletak di pinggir Jalan Lintas Provinsi, persisnya di depan Masjid Teluk Jira sudah menunjukkan tanda-tanda akan longsor, karena terjadinya retakan pada bagian tanah di kawasan ini.
Menurut penuturan warga setiap dua tahun sekali selalu terjadi longsor di kawasan tersebut, dikarenakan kawasan tersebut berada pada persimpangan terjangan arus Sungai Indragiri. Beberapa waktu sebelumnya juga terjadi longsor di kawasan ini.
“Ya, kemarin (Rabu, red) sekitar pukul 15.00 WIB terjadi longsor di Desa Teluk Jira, lokasinya di pinggir jalan provinsi persis depan masjid. Ada dua rumah yang jatuh ke sungai, tapi tidak ada korban jiwa. Kita telah berikan bantuan kepada korban,” ungkap Camat Tempuling, Syahbudi kepada detikriau.wordpress.com, Kamis (4/8/11) via telepon selulernya.
Terang mantan Camat Batang Tuaka ini, rumah yang langsung terjun ke sungai milik warga bernama Mahyudi, sedangkan satu unit lagi juga tak bisa ditempati lagi. Untungnya, sesaat sebelum kejadian pemilik rumah telah meninggalkan lokasi, setelah melihat tanah di kawasan tersebut bergerak-gerak turun ke sungai.
“Untungnya kejadian masih sore dan pemiliknya telah meninggalkan lokasi saat melihat perubahan tanah disekitarnya. Kawasan ini memang rawan longsor, bahkan tiap dua tahun sekali menurut cerita warga,” sebutnya.
Ditambahkan, ia pernah mendapatkan informasi bahwa kawasan yang rawan longsor ini akan dibautkan turap pengaman tebing sungai. Namun, sampai saat ini belum juga dibuatkan bangunan pengaman tersebut.
Pihak Pemerintah Kecamatan Tempuling, ujarnya telah memberikan himbauan kepada warga yang bermukim di kawasan rawan longsor tersebut, agar selalu waspada terhadap kemungkinan longsor susulan. Kalau melihat terjadinya pergeseran tanah di kawasan ini, segera tinggalkan lokasi. (nto)




Omset Penjualan Asesoris Merah Putih Sepi

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Meskipun peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 66 tinggal beberapa hari, ternyata jumlah pembeli asesoris merah putih di Kota Tembilahan masih terbilang sepi
Pernyataan itu disampaikan oleh Indra (43) penjulan musiman pernak-pernik merah putih yang mangkal di pinggiran Jalan Panglima Sudirman Tembilahan kepada Www.detikriau.wordpress.com, Kamis (4/8). Ia mengaku dalam berjualan asesoris dirinya tidak sendirian namun bersama dengan 2 orang temannya yang berasal dari Pekanbaru
“Aduh sepi mas yang beli asesoris merah putih pada tahun ini, bayangkan saja sejak mulai berjualan sampai dengan saat ini, barang dagangannya yang laku baru satu, padahal kita selama di Tembilahan harus membayar biaya penginapan dan biaya makan” keluhnya
Bahkan Indra juga mengaku, dalam berjualan pernak-pernik merah putih menyambut Kemerdekaan RI di Kota Seribu Jembatan dilakukan bukan hanya kali ini saja, namun boleh dikatakan hampir setiap tahun berada di Kota Tembilahan
“Hampir sudah dipastikan dalam setiap tahun datangnya HUT Kemerdekaan RI, saya berjualan disini. Namun pada tahun ini berbeda sebab biasanya saya bersama rombongan penjual lainnya hampir 7 sampai 10 orang, tapi pada tahun ini hanya 3 orang temannya” keluh Indra lagi
Saat disinggung bagaimana kalau tahun ini hasil jualannya merosot lagi, ia hanya bisa pasrah dan berharap barang dagangannya bisa laku semua mengingat perayaan Agustusan tahun ini bersamaan dengan datangnya bulan ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. (Wawan)




Inhil Terpantau 13 Titik Api

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Sejak awal pekan ini Kota Tembilahan selalu diselimuti kabut asap, tebalnya kabut asap bisa terlihat terutama dikawasan pelabuhan Pelindo, yang tentunya bisa membahayakan bagi pengguna tranpotasi laut, serta bisa berdampak mempengaruhi kesehatan masyarakat Tembilahan akibat menghirup udara kabut asap
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) H.T.Edy Efrizal saat dikonfirmasi Www.detikriau.wordpress.com Kamis (4/8) melalui poselnya terkait dengan adanya kabut asap di Kota Tembilahan tersebut menjelasakan bahwa dari pemantauan Satelit NOAA 18, untuk dikabupaten Indragiri Hilir terpantau Hootsport sebanyak 13 titik api.
“Dari hasil pantauan setelit sampai dengan Pukul 15.00 WIB Rabu (3/8) ternyata di Kabupaten Inhil terpantau adanya 13 titik api yang tersebar di beberapa daerah yang ada di Inhil” ujar H.T.Edy Efrizal
Adapun untuk 13 titik api yang dimaksud oleh Kepala BLH yakni di Desa Simbar Kecamatan Kateman ada 1 titik api, kemudian desa Jerambang Kecamatang Gaung ada 1 titik, desa Tuasan Kecamatan Gas terdapat 1 titik, lalu Kecamatan Tempuling di desa Bayas Jaya, desa Pekan Tua, desa Harapan Jaya terdapat 4 titik api
Selanjutnya untuk di Kecamatan Keritang tepatnya didesa Teluk Kelasa, desa Kuala Lemang Kota baru Reteh ada 5 titik api, dan sisanya 1 titik lagi terdapat di Desa Pulau Kijang Kecamatan Reteh
Terkait dengan ditemukan adanya beberapa titik apai, BLH mengaku akan terus konsisten untuk melakukan pemantauan secara intensif adanya kabut asap di Kota Tembilahan, guna untuk mengambil langkah-langkah yang kongkrit turun kelapangan
“Yang jelas petugas kita sudah turun kelapangan untuk melakukan kroscek, apakah adanya titik api disebabkan adany unsure kesengajaan atau tidak, jika memang ditemukan adanya unsur kesengajaan apalagi dilakukan oleh perusahaan tentu kita akan berikan sanksi” tegas H.T. Edy Efrizal
Pada kesempatan tersebut Kepala BLH H.T.Edy Efrizal juga menghimbau kepada masyarakat Kota Tembilahan terutama bagi ibu-ibu yang mempunyai anak Balita hendaknya mengurangi aktifitas keluar rumah, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan akan bahaya adanya kabut asap
“Untuk menghindari akan bahaya yang ditimbulkan akibat kabut asap, kita harapkan pada setiap orang tua yang mempunyai anak balita hendaknya mengurangi aktifitasnya keluar rumah” pintanya. (Wawan)