PPP USULKAN MORATORIUM PILKADA LANGSUNG

Arbindonesia.com (JAKARTA) – Usul pemerintah terkait pemilihan kepala daerah (pilkada) tingkat provinsi cukup dilakukan DPRD mulai direspons DPR. Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), misalnya, mengusulkan, sebelum hal itu direalisasikan, lebih dulu dilakukan moratorium pilkada langsung. “Kita lakukan moratorium pemilihan langsung. Lalu, coba kita gelar penetapan kepala daerah oleh DPRD,” kata M. Romahurmuziy, sekretaris jenderal DPP PPP, di Jakarta .

Menurut Romi sapaan akrab Romahurmuziy, usul penetapan kepala daerah oleh DPRD tidak hanya dilakukan di tingkat provinsi. Di tingkat kabupaten/kota, penetapan DPRD juga patut dicoba. Moratorium itu penting dilakukan demi mengkaji seberapa efektif pelaksanaan pilkada langsung dengan pilkada penetapan. “Selama ini ada mudarat tinggi dari pilkada langsung, namun dengan kepastian rendah,” kata Romi.

Dia menjelaskan, tingginya biaya pilkada langsung membuat kepala daerah terpilih berorientasi pada pengembalian rente. Rata-rata, satu pilkada kabupaten/kota menghabiskan anggaran Rp 20 miliar, sedangkan pilkada gubernur bisa menghabiskan Rp 400 miliar”Rp 500 miliar. “Kalau di Jawa, pilkada gubernur bisa mencapai Rp 1 triliun,” ujarnya menggambarkan.

Akibat praktik rente itu, banyak kepala daerah yang terjerat kasus korupsi. Berdasar data yang disampaikan Kemendagri, 17 gubernur dan lebih dari 140 bupati/wali kota terjerat pidana korupsi. “Jika dilakukan dengan penetapan, kecil kemungkinan terjadinya biaya tinggi itu,” jelasnya.

Faktor mudarat lainnya, pilkada langsung selama ini menimbulkan konflik antarkomunitas yang tajam. Persoalan baru yang muncul dalam pilkada adalah konflik sosial tidak hanya terjadi antarkomunitas, tapi juga di dalam komunitas sosial. “Antar pimpinan NU bertengkar, antar-Muhammadiyah bertengkar. Padahal, kita tahu, iklim sportivitas kita ini rendah,” tegasnya.

Mudarat lainnya, tidak meratanya pembangunan. Romi menyatakan, hal yang jamak terjadi, pembangunan lebih diutamakan bagi kantong-kantong yang mendukung kepala daerah. “Karena itu, ada disparitas pembangunan, terutama di kabupaten/kota,” ungkapnya. Romi menambahkan, tidak ada salahnya lebih dulu dilakukan moratorium pilkada langsung. Sebab, tujuan demokrasi langsung demi kesejahteraan rakyat di daerah belum terjadi. Yang ada saat ini hanyalah bentuk kesejahteraan demokrasi secara prosedural. “Yang maju hanya proseduralnya, bukan kesejahteraan rakyat,” tegasnya. Pilkada langsung, ujar dia, bisa dilaksanakan jika sudah tercapai kesejahteraan rakyat yang memadai. (jp/drc)




SETIAP JELANG PILKADA DANA HIBAH DAN BANSOS MEMBENGKAK

Arbindonesia.com (JAKARTA) – Setiap menjelang pelaksanaan pilkada, dana APBD selalu rawan menjadi ajang “bancakan” yang menguntungkan calon tertentu “terutama incumbent. Instrumen yang digunakan biasanya melalui alokasi dana bantuan sosial (bansos) dan hibah. Tak heran bila setahun menjelang pilkada, alokasi anggaran untuk kedua pos itu meningkat drastis.

Gejala ini cenderung terjadi di berbagai daerah. Kemarin APBD DKI Jakarta 2011 menunjukkan adanya pembengkakan hibah menjelang pilkada yang berlangsung pada 2012. Dalam pilkada nanti, Gubernur Fauzi Bowo yang baru sekali menjabat sudah berancang-ancang maju lagi. “Belanja hibah dan bansos meningkat hingga 131 persen daripada tahun sebelumnya,” kata Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Jabodetabek Erwin Syahrial di Jakarta kemarin (27/8), yang membedah APBD ibu kota.

Erwin menerangkan, pada 2010 anggaran bansos dan hibah APBD DKI Jakarta hanya Rp 400,14 miliar. Tapi, pada 2011 jumlahnya bertambah sampai lebih dari dua kali lipat menjadi Rp 924,1 miliar. “Anggaran ini berpotensi disalahgunakan untuk meraih dukungan yang menguntungkan calon petahana (incumbent, Red),” ujarnya.Dia lantas mengingatkan gejala yang muncul menjelang pilkada DKI Jakarta pada 2007 lalu. Hasil audit BPK terhadap APBD DKI Jakarta 2007 ternyata menemukan sejumlah penyimpangan. Ketika itu ditemukan 46 lembaga penerima bantuan keuangan dari APBD senilai Rp 527 miliar yang tidak melalui penelitian atau kajian tim pertimbangan. Ada juga 41 lembaga penerima bantuan senilai total Rp 456 miliar yang belum melaporkan hasil auditnya. Pada 2007 ini, DKI Jakarta menggelar pilkada. Sutiyoso tidak maju lagi, tapi Fauzi Bowo yang saat itu menjabat wakil gubernur jadi calon gubernur dan menang.

Selain dialokasikan ke KPUD dan panwas dalam menyelenggarakan pilkada, anggaran bansos dan hibah juga banyak dialokasikan pada ormas dan organisasi profesi tertentu. “Hal ini disebabkan lemahnya pengaturan kriteria peruntukan dana bansos dan hibah,” kata Erwin.Bukan hanya itu. BPK juga menemukan adanya bantuan keuangan kepada organisasi profesi dan ormas dari sejumlah dinas di DKI Jakarta Rp 129 miliar yang menabrak aturan. Dinas-dinas itu adalah dinas olahraga, dinas kesejahteraan sosial, dinas kebudayaan, dan biro adminkesmas.

Kondisi ini, imbuh dia, tidak sesuai dengan Keputusan Gubernur DKI Jakarta No 37 Tahun 2007 yang menyatakan bahwa belanja bantuan keuangan hanya dialokasikan di Dokumen Pelaksanaan Anggaran”Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA”SKPD) Sekretariat Daerah. “Jadi, ini sudah nggak tertib,” kata Erwin.Selain soal alokasi dana bansos dan hibah pada ABPD 2011 ini, Fitra juga menyoroti besarnya anggaran pelaksanaan pilkada DKI Jakarta yang tersebar di berbagai SKPD. Setahun sebelum pilkada, APBD DKI sudah menganggarkan Rp 40,3 miliar untuk kegiatan yang berbau pilkada. Ini di luar anggaran yang diajukan oleh KPUD Rp 250 miliar.

“Muncul kesan kalau pilkada dijadikan kesempatan bagi SKPD untuk berlomba-lomba membuat proyek terkait,” kritik Erwin. Lebih dari itu, dia menyebut pemanfaatan dana tersebut juga rawan penyalahgunaan dan pengarahan untuk dukungan kepada calon tertentu. “Caranya dengan memanfaatkan birokrasi. Duplikasi anggaran bisa terjadi dengan alokasi kegiatan yang sama, seperti sosialisasi pilkada,” katanya.

Menurut Erwin, harus ada perubahan dalam manajemen anggaran daerah menjelang pilkada. Apalagi, jelas dia, hasil riset Fitra di 18 daerah yang akan menggelar pilkada pada 2008 lalu juga menunjukkan gejala yang sama. Daerah-daerah itu, antara lain, Bondowoso (Jawa Timur), Lombok Timur (NTB), Garut dan Sumedang (Jawa Barat), Palembang (Sumatera Selatan), dan Pontianak (Kalimantan Barat).

Erwin mengusulkan perlunya penertiban anggaran kegiatan yang berkaitan dengan pilkada ke dalam satu pos dan mengoordinasikannya kepada KPUD sebagai instansi yang bertanggung jawab penuh terhadap penyelenggaraan pilkada.”Pemda juga harus transparan dengan memublikasikan anggaran pilkada secara terperinci, baik yang dialokasikan kepada KPUD maupun instansi lain untuk meminimalkan penyalahgunaan anggaran ini,” tegas Erwin.

Selain itu, lanjut dia, harus ada moratorium belanja hibah, bansos, dan bantuan keuangan lain yang diperuntukkan ormas dan oganisasi profesi lain setahun menjelang pilkada. “Khususnya yang berpotensi untuk dipolitisasi menguntungkan calon tertentu untuk meraih dukungan,” katanya.Hingga saat ini, sejumlah nama sudah muncul sebagai kandidat gubernur DKI Jakarta periode 2012″2017. Di antaranya, Ketua DPD Partai Demokrat DKI Nachrowi Ramli, Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Prya Ramadhani, dan Ketua DPW PKS DKI Jakarta Tri Wicaksana. Ada juga Ketua PW NU DKI Jakarta Djan Faridz dan calon incumbent Fauzi Bowo. Dari jalur perseorangan muncul nama Faisal Basri. (jp/drc)




GOLKAR TAK MAU AS CAMPURI CAPRES 2014

Publikasi Wikileaks Soal Pencapresan Ical dan Hatta

Arbindonesia.com (JAKARTA) – Munculnya nama Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie dan Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa sebagai sosok calon presiden (capres) yang didukung Amerika Serikat, ditanggapi dingin oleh partai Beringin.

Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menilai, publikasi Wikileaks itu tidak bisa menjadi tolok ukur bahwa sudah ada kepastian dari Ical –sapaan akrab Aburizal– untuk mencalonkan diri. “Hanya Pak Ical yang bisa menjawab,” kata Priyo kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, Jumat (26/8).

Menurut Priyo, silahkan saja AS menjagokan Ical bersama Hatta sebagai sosok capres. Namun, terutama kepada Ical, pencalonan yang bersangkutan saat ini belum dipastikan. “Kalau saya pribadi mendukung pak Ical, namun beliau kan belum memberikan jawaban,” ujarnya.

Priyo justru melihat bahwa sosok Hatta dalam informasi Wikileaks cenderung lebih dijagokan sebagai capres. Informasi semacam itu, bisa berdampak positif kepada pihak terkait. “Namun, bisa saja berbalik merugikan sosok itu,” ujarnya.

Dalam hal ini, kata Priyo, jika informasi itu hanya sekadar bentuk dukungan, bisa saja sosok yang disebut mendapatkan publikasi positif. Namun, jika informasi itu berarti intervensi, hal itu bisa menjadi bumerang negatif kepada sosok itu. “Informasi ini bisa jadi ketidaksenangan publik kepada AS,” ujarnya mengingatkan.

Priyo menilai, lebih baik informasi semacam itu tidak perlu dijadikan ukuran. Sebab, yang beredar hanyalah pandangan-pandangan sepihak dari diplomat negara paman sam itu. “Kalau bagi saya, bersahabat dengan AS memang baik, tapi tidak perlu juga kalau ikut-ikutan urusan negara lain,” tandasnya.

Sebelumnya, situs whistleblower wikileaks merilis bahwa pemerintah AS memantau betul siapa kira-kira yang akan menggantikan Presiden SBY. AS memperkirakan Ketum PAN Hatta Rajasa dan Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie akan maju dalam Pilpres 2014.

Dalam rilisnya, Wikileaks menyebut ada sebuah dokumen Kedubes AS Jakarta berkode 10JAKARTA68 yang dibuat tanggal 19 Januari 2010 silam, bertajuk “Menatap Pemilu, Parpol di Indonesia Memilih Pemimpin Baru”. Di dokumen itu, nama Hatta dan Ical disebut dalam pemantauan AS. (jawapos/drc)




BAGAIMANA ORANG YAHUDI BISA MENJADI PINTAR

Arbindonesia.com – Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada tiga tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana . Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?”

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California , terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.

Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.

Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”
Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.” Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.

Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.

Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan..

Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),” ungkapnya.
Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.

Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.

Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.

Menurut ilmuwan di Universitas Israel , penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).

Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ.. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California , dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !” katanya.
Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.

Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.
Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.

Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi.. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!
Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya.
Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.

Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.
Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, seusai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.

Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran.. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.

Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.
Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia . Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.

Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.

Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.

“Lihat saja Indonesia ,” katanya seperti dalam tulisan itu.
Jika Anda ke Jakarta , di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!
“Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di GNP sedunia?
Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?”
Apa yg diminta kebanyakan orang Indonesia untuk sebutan TIPS?? “uang rokok”.
Seorang buruh pasar, tukang becak, kuli & saudara2 kita dengan penghasilan hari ini untuk makan hari ini ketika pertama kali menerima upah apa yg dibelinya ? “rokok”.
Bahkan kebanyakan mereka rela tidak sarapan asal bisa ngerokok….




Penjualan Tuak Marak di Inhil, FPI Inhil Ingatkan Para Penjual Hentikan Aktifitas

arbindonesia.com , TEMBILAHAN)-Puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI) Indragiri Hilir, Kamis (25/8/11) malam kembali menggelar sweeping terhadap warung-warung penjual minuman keras, terutama jenis tuak di sepanjang jalanan dalam kota Tembilahan.
Berdasarkan pemantauan detikriau.wordpress.com, rombongan FPI Inhil ini bergerak usai pelaksanaan shalat Tarawih dari markas FPI Inhil di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan.
Tampak aksi ini dipimpin Panglima Laskar FPI Inhil, Amiruddin dan Ketua Dewan Tanfiz, Asmadi Dubli didampingi Wakil Ketua Dewan Syura, Said Yusrizal Shahab, Sekretaris FPI Inhil, Harmen dan para pengurus FPI Inhil lainnya.

Mereka melakukan penyisiran di warung-warung pinggir jalan yang ditengarai dan diduga kuat menjual miras, terutama tuak. Anggota FPI Inhil menyisir warung diantaranya di eks Terminal Pasar Pagi Tembilahan, Jalan Batang Tuaka, Jalan Kartini, Jalan Abdul Manaf, Jalan Kapten Mukhtar.

“Kami menghimbau dan memperingatkan para penjual miras, terutama tuak, tempat pelacuran dan tempat transaksi maksiat lainnya, agar menghentikan kegiatannya. Sehingga citra Inhil sebagai kota Ibadah dapat dihormati,” himbau Panglima Laskar FPI Inhil, Amiruddin sepanjang jalan yang dilalui dengan menggunakan pengeras suara.

Dilanjutkan, FPI Inhil setelah berkoordinasi dengan pihak terkait terhadap tempat-tempat yang ditengarai menjadi ajang maksiat, tidak mendapatkan respons. Maka, FPI akan melakukan tindakan sesuai dengan ketentuan Syari’ah.
<
Dalam sweeping ini, cukup banyak juga ditemukan penjualan tuak, pada saat itu setelah diingatkan kepada pemilik warung, maka terpaksa tuak yang tersimpan di dalam jerigen dan telah dikemas dalam kantongan plastik ditumpahkan ke jalan.

“Inilah minuman haram yang merusak dan merupakan induk dari segala kejahatan. Minuman ini terbuat dari berbagai bahan yang kotor dan menjijikan,” teriak salah seorang anggota FPI sambil menumpahkan tuak tersebut ke jalan.

Setelah berkeliling melakukan penyisiran selama lebih kurang 2 jam, termasuk ke kawasan penjual jagung remang-remang di sekitar Parit 3 dan 4 Tembilahan Hulu, Kecamatan Tembilahan, rombongan anggota FPI Inhil ini akhirnya kembali ke markas FPI Inhil di Jalan Tanjung Harapan. (drc.05)




TINDAKAN DEMONSTRAN MEMBERI PRESEDEN TIDAK BAIK DAGI DUNIA INVESTASI INHIL.

Demonstrasi dilakukan secara anarkis dan mengarah ke tindakan kriminal. 

Arbindonesia.com

(Tembilahan) – tindakan Pengrusakan asset PT. Tabung Haji Indonesia Plantation (PT.THIP) yang dilakukan oleh ratusan masa demonstran dinilai sebagai tindakan yang sangat tidak terpuji. Demontrasi ini dituding sebagai tindakan anarkis dan mengarah ke tindakan kriminal serta dikhawatirkan memberi preseden tidak baik bagi investor yang ingin berinvestasi di Kabupaten Inhil.

Pernyataan ini disampaikan oleh seorang sumber yang tidak bersedia menyebutkan namanya saat bertemu www,detikriau.wordpress.com di Mapolres Inhil baru-baru ini.
“tindakan para demonstran jelas anarkis dan mengarah ke kriminal. Saat itu, ratusan massa yang sebagian besar bersenjata tajam begitu memasuki kantor perusahaan tanpa ada basa-basi langsung melakukan pengrusakan dan membuat asset perusahaan hancur dan karyawan perusahaan baik pria maupun wanita berlarian karena ketakutan. Bahkan, seorang salah seorang manajemen pihak perusahaan, sempat dihadiahi tusukan senjata tajam, untungnya beliau berhasil lari dan selamat dari tidakan brutal tersebut. ” Kisahnya menceritakan kejadian saat demontrasi yang dinilai sangat anarkis tersebut.
Menurutnya,Tindakan seperti ini akan menjadi preseden yang tidak baik bagi dunia investasi di Kabupaten Inhil. Kalau tidak disikapi dengan benar, kejadian seperti ini akan menimbulkan kekhawatiran bagi investor untuk berinvestasi. Bukankah salah satu persayaratan yang diberikan kepada investor adalah jaminan keamanan investasi? Oleh karenya kita juga meminta agar pihak pemerintah dan kepolisian dapat menyikapi hal ini dengan bijak.”Pintanya.