SAIPUL TERUS RATAPI KEPERGIAN SANG ISTRI

www.detikriau.wordpress.com (Jakarta) – Istri Saipul Jamil, Virginia meninggal dunia akibat kecelakaan di Tol Padalarang KM 97 arah Jakarta. Saipul pun tak hentinya menangis meratapi kepergian sang istri.

Saipul dievakuasi satu mobil bersama jenazah sang istri menuju Purwakarta. Selama perjalanan menuju rumah sakit tersebut, Saipul tak hentinya mengeluarkan air mata.

“Saipul Jamil terus menangis,” ungkap Satpam Rumah Sakit Efarina Etaham, Dwi Aris saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (3/9/2011).

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Kecelakaan yang menimpa mobil Avanza ini terjadi karena human error.

“Pengemudi mungkin kelelahan ya. Ini biasanya menjadi penyebab kecelakaan tunggal,” ungkap Kepala Humas Jasa Marga Purbaleunyi, Iwan Mulyawan.(detikhot/drc)




SAIPUL JAMIL DILARIKAN KE RS PURWAKARTA

www.detikriau.wordpress.com (Bandung) – Pedangdut Saipul Jamil dilarikan ke sebuah rumah sakit di Purwakarta, menyusul kecelakaan di Tol Purbaleunyi, Sabtu, 3 September 2011.

“Korban dibawa ke Rumah Sakit Efarina Etaham Purwakarta,” kata Kepala Seksi Penyelamatan Tol PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Andrie Kustiawan, Sabtu, 3 September 2011.

Mobil Saipul mengalami kecelakaan di Tol Purbaleunyi. Sang istri yang ikut dalam mobil, Virginia Anggraeni, tewas di tempat.

Andrie Kustiawan mengatakan kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Mobil Avanza hitam bernomor polisi B 1843 UFU dari arah Jakarta di tikungan kilometer 96 oleng dan menabrak median jalan. Mobil lalu terpental dan terbalik. “Sopirnya diduga mengantuk,” kata Andrie.

Tabrakan tersebut sempat membikin lalu lintas di Tol Purbaleunyi macet 1 kilometer.

Saipul Jamil menikah dengan Virginia pada 10 Maret 2011 lalu di Bandung. Saipul Jamil merupakan duda dari pedangdut Dewi Perssik.(tempo/drc)




TIM GARUDA DI BANTAI DIKANDANG IRAN

Dalam Laga Kualifikasi Pra Piala Dunia 2014

www.detikriau.wordpress.com – Tim nasional Indonesia menelan kekalahan 0-3 saat melawan tim tuan rumah Iran pada leg pertama pertandingan kualifikasi Pra-Piala Dunia 2014 putaran ketiga zona Asia, Jumat (2/9/2011) malam. Uniknya, terjadinya dua gol pertama Iran berawal dari bola mati.
Iran memang tampil mengontrol pertandingan sejak menit-menit awal. Tim besutan Carlos Queiroz itu langsung melepaskan ancaman-ancaman. Farhad Majidi beberapa kali melakukan aksi yang cukup membahayakan gawang Indonesia yang dikawal oleh Markus Haris. Pada menit ke-15, misalnya, Majidi nyaris menggetarkan gawang Indonesia seusai memanfaatkan umpan silang Khosro Heydari. Beruntung, Markus dengan sigap memotong bola umpan Heydari.
Demi meredam tekanan lawan, Indonesia melakukan perangkap offside. Strategi itu cukup jitu, setidaknya hingga menit ke-30. Sementara Indonesia sesekali melakukan serangan balik. Namun, usaha Bambang Pamungkas dan kawan-kawan masih terlalu mudah dipatahkan oleh barisan pertahanan tim tuan rumah. Tim besutan Wim Rijsbergen itu kerap melakukan kesalahan dalam melepaskan umpan.
Meskipun demikian, Indonesia sempat melepaskan ancaman dari Bambang. Sayang, tembakan keras Bambang masih melayang di atas mistar.
Tidak ingin lawan semakin mengembangkan serangan, Iran balik menekan. Kedisiplinan barisan pertahanan Indonesia membuat peluang Iran kerap kandas. Sejauh ini, Markus juga tampil cukup bagus dalam menangkal tembakan-tembakan dan umpan-umpan berbahaya yang dilepaskan lawan.
Pada babak kedua, Indonesia dikejutkan dengan gol cepat yang diciptakan Iran. Memanfaatkan tendangan bebas dari sektor kiri, Javad Nekonam berhasil menanduk bola tanpa bisa diantisipasi Markus.
Tertinggal 0-1, Indonesia balik menekan tim tuan rumah. Muhammad Ilham dengan skill individunya berhasil melewati beberapa pemain lawan sebelum melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Sayang, tembakan Ilham masih melayang tinggi di atas mistar.
Usaha belum membuahkan hasil, Indonesia kembali kebobolan. Proses gol kedua Iran mirip seperti gol sebelumnya. Tendangan bebas Anderanik berhasil disundul Javad Nekonam pada menit ke-72. Markus hanya bisa terpaku melihat bola meluncur ke gawangnya sendiri.
Pada menit-menit akhir Indonesia lengah. Alhasil, Iran mampu memperbesar keunggulan berkat gol yang diciptakan Andranik Timotian. Gol itu pun memateraikan kemenangan Iran 3-0.
Susunan pemain:
Iran: Mahdi Rahmati; Khosro Heydari, Jalal Hosseini, Hadi Aghily; Javad Nekonam, Ghasem Hadadifar, Mehrdad Pooladi; Farhad Majidi, Ali Karimi, Mohammad Reza Khalatbari, Gholam Reza Rezaei (Hossein Mahini 60)
Indonesia: Markus Haris; Zulkifly Syukur, Muhammad Roby, Hamka Hamsah, Benny Wahyudi; Firman Utina (Oktovianus Maniani 80), Hariono, Muhammad Ridwan, Muhammad Ilham (Irfan Bachdim 60); Bambang Pamungkas, Cristian Gonzales/ (drc)




H+3 Idul Fitri Beberapa Komoditas Mengalami Kenaikan,

Kenaikan Ini Diperkirakan Hanya Masih Belum Normalnya Pasokan
www.detikriau.wordpress.com (Tembilahan) – H + 3 Idul Fitri 1432 H, beberapa harga kebutuhan pokok relatif stabil terkecuali untuk beberapa komoditas seperti cabe merah keriting dan ikan segar. Menurut pedagang, kenaikan harga ini tidak lebih hanya dikarenakan pasokan barang yang belum stabil.
“Memang kita akui beberapa kebutuhan mengalami kenaikan. Terutama jenis lauk pauk seperti ikan segar. Untuk jenis sayur-sayuran relatif stabil terkecuali harga cabe merah keriting yang melenjit hampir 300 persen dengan harga Rp. 10 ribuan sebelum lebaran kini sudah diperdagangakan dengan harga Rp.35rb bahkan ada yang memasarkan dengan harga Rp. 45rb/kilonya. Namun kenaikan harga ini memang sudah biasa. Terutama untuk ikan segar karena setiap habis lebaran biasanya pasokan ikan masih belum normal” Ungkap Sudirman, seorang pedagang di pasar parit 11, sabtu (3/9/2011).
Seorang pedagang ayam potong, Anto (34) menyebutkan bahwa harga daging ayam mengalami sedikit penurunan dari Rp. 35ribu/kg sebelum lebaran kini hanya dipasarkan dengan harga Rp. 28ribu/kg.” Ia bang, kebetulan pasokan daging ayam cukup banyak sementara pembeli masih belum seperti biasanya” Terangnya.
Dari pantauan detikriau.wordpress.com dibeberapa pasar tradisional di Kota Tembilahan, terlihat aktifitas jual beli masih belum tampak ramai seperti hari-hari biasanya. Beberapa los pedagang masih terlihat belum terisi dan pengunjungpun tidak terlihat begitu ramai.
“2 atau 3 hari setelah lebaran kita biasanya memang belum belanja banyak karena memang persediaan kita untuk lebaran kemaren masih tersisa. Paling-paling kita hanya mencari beberapa tambahan.” Sebut Yanti (42) seorang pembeli saat ditemui di pasar parit 11 Tembilahan, sabtu (3/9/2011). (fsl)




INDONESIA Vs IRAN, SAMA-SAMA TIDAK FULL TEAM

www.detikriau.wordpress.com (JAKARTA) – Perjuangan berat timnas Indonesia guna meretas harapan berlaga di putaran final Piala Dunia 2014 Brazil dimulai malam ini. Mereka akan berupaya menggapai keberuntungan dengan menjajal tim kuat Iran pada kualifkasi babak ketiga grup E Asia.

Sayang, di tengah harapan agar Indonesia mampu meraih hasil positif, kabar buruk harus diterima timnas. Mereka dipastikan tampil pincang setelah dua anggota tim inti, yakni bek kiri M. Nasuha dan penjaga gawang Ferry Rotinsulu, tidak dapat diturunkan. “Timnas Indonesia tidak bisa menurunkan Nasuha dan Ferry,” rilis timnas yang dikirimkan langsung dari Teheran, Iran.

Disebutkan, M. Nasuha tidak dapat diturunkan karena akumulasi kartu kuning yang diterima pada dua pertandingan kualifikasi babak kedua melawan Turkemenistan. Sementara itu, Ferry tidak tampil karena cederanya kembali kambuh.

“Ferry, cedera lutut kanannya kambuh. Itu sebenarnya cedera lama. Waktu latihan terakhir tadi (kemarin, Red), katanya masih nyeri. Pelatih memutuskan untuk menggantinya,” jelas Media Officer Timnas Desy Christina melalui e-mail kepada Jawa Pos tadi malam.

Mengenai Ferry, kondisi dia sebenarnya sudah dikhawatirkan. Sebab, saat pertandingan uji coba Indonesia melawan Jordania pada 28 Agustus lalu, dia ditarik keluar pada menit ke-30 karena cedera. Pernah dikabarkan pulih dan siap tampil, Ferry ternyata kembali merasakan nyeri di lutut pada sesi latihan kemarin (1/9). Dia akhirnya diputuskan untuk tidak diturunkan.

Mengenai pengganti Ferry, timnas belum bisa mengumumkan secara resmi. Mereka masih menunggu sampai beberapa jam menjelang kickoff mengenai siapa saja nama-nama yang akan diturunkan dalam pertandingan yang diadakan di Azadi Stadium, Teheran, Iran, tersebut.

Namun, jika dilihat dari komposisi tim pada uji coba terakhir melawan Jordania, gambaran siapa saja yang akan menggantikan posisi dua pemain tersebut sudah tampak. Posisi bek kiri yang biasanya ditempati Nasuha bakal diisi Benny Wahyudi.

Pemain asal Arema Malang tersebut dipercaya karena dianggap memiliki kemampuan yang paling mendekati Nasuha. Hanya, kedisiplinan dan kecepatannya untuk menutup lubang yang ditinggalkan setelah naik membantu serangan masih perlu diperbaiki.

Sementara itu, di bawah mistar, posisi Ferry hampir pasti akan diisi Markus Haris Maulana. Meski saat Indonesia melawan Jordania Markus sempat melakukan kesalahan, rupanya, faktor pengalaman masih membuat dia lebih diprioritaskan daripada kiper ketiga I Made Wirawan.

Namun, peluang Indonesia tidak sepenuhnya tertutup karena Iran juga harus tampil tanpa dua pemain andalan, yaitu Meziar Zare dan Karim Ansarifard. Kehilangan dua pemain tersebut tentu juga memukul tim Iran lantaran perannnya cukup besar bagi tim.

Itu berdasar pada catatan pertandingan terakhir tim Iran di babak kedua melawan Maladewa lalu. Ansarifard menjadi pencetak dua di antara empat gol kemenangan Iran. Sedangkan Zare menjadi salah seorang pembuka peluang bagi terciptanya gol kedua Iran. Untuk itu, tim Iran sangat mungkin bakal menurunkan penyerang senior Farhad Majidi untuk mengisi posisi Ansarifard. Sedangkan posisi Zare bakal diisi oleh Milad Zeneyedpour.

Karena itu, Bambang Pamungkas dkk harus waspada. Pasalnya, secara postur dan pengalaman, pemain Iran lebih unggul. Bahkan, di atas kertas, Iran yang berperingkat ke-53 dunia lebih diunggulkan atas Indoensia yang berada di posisi ke-131 dunia. Selain itu, timnas harus bisa mengatasi tekanan suporter tuan rumah. Sebab, pelatih Iran Carloz Queiroz secara langsung sudah meminta fans Iran untuk memenuhi stadion berkapasitas 100 ribu tempat duduk tersebut.

Hanya, dengan filosofi bola itu bundar dan semangat untuk membuat sejarah kali pertama lolos ke Piala Dunia, timnas tetap memiliki peluang untuk menahan gempuran tim tuan rumah dan membawa pulang poin.(jpnn/drc)




KUBU MUHAIMIN BANTAH TUDINGAN TERSERET KASUS SUAP

www.detikriau.wordpress.com (JAKARTA) – Kepala Pusat Hubungan Masyarakat (Kapus Humas) Kemenakertrans Suhartono enggan menanggapi tuduhan Farhat Abbas selaku pengacara bagi Dharnawati yang menjadi tersangka suap kepada pejabat pejabat Kemenakertrans, perihal adanya peran Menakertrans Muhaimin Iskandar. Suhartono justru meminta masyarakat menunggu proses hukum yang ditangani KPK.

Apakah selama ini ada kebiasaan meminjam dana Lebaran dari pengusaha? Setahu Suhartono hal tersebut tidak ada. Namun, lagi-lagi dia menambahkan biar KPK yang membuktikan untuk apa sebenarnya uang Rp 1,5 miliar yang ditemukan para penyidik di ruang Nyoman Suisnaya. “Biar KPK yang membuktikan uang itu untuk apa,” imbuhnya.

Kemenakertrans, lanjut dia, tidak akan mengganggu dan mengintervensi KPK untuk menuntaskan kasus itu. Bahkan, Muhaimin akan siap dipanggil kapan pun oleh KPK bila memang keterangannya dibutuhkan.

Selain itu, Suhartono mengaku tidak percaya begitu saja dengan tuduhan Farhat. “Sebab, sampai sekarang belum ada pernyataan resmi dari KPK,” katanya.
Bahkan, sehari setelah penangkapan (26/8), Muhaimin langsung menggelar konfrensi pers terkait dengan penangkapan dua anak buahnya tersebut. Saat itu dia membantah terlibat dalam kasus suap tersebut. Bahkan, dia menantang bersedia diperiksa kapan pun jika memang keterangannya diperlukan KPK.

Sebelumnya, Farhat Abbas mengatakan, kliennya memang telah menyerahkan uang Rp 1,5 miliar kepada Sesditjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (P2KT) I Nyoman Suisnaya dan Kepala Bagian Program Evaluasi dan Pelaporan Dadong Irbarelawan. Namun, Farhat membantah itu adalah uang suap terkait dengan proyek percepatan pembangunan infrastruktur transmigrasi di 19 kabupaten. “Itu adalah uang pinjaman untuk perayaan Lebaran di Kemenakertrans,” kata Farhat.

Putra Komisioner Komisi Yudisial (KY) Said Abbas itu lalu menerangkan, Suisnaya dan Dadong sebenarnya bukan otak peminjaman uang tersebut. Menurut Farhat, dua pegawai kementerian itu hanya menjalankan permintaan atasannya.

Bahkan, dia mengaku percakapan antara kliennya dan dua pejabat Kemenaktertrans yang menyebut-nyebut nama Muhaimin sempat disadap KPK. “Permintaan itu ada rekamannya. Sekarang (rekaman tersebut) ada di tangan penyidik dan sudah diperdengarkan ke klien saya dan pejabat di kementerian,” katanya.

Namun staf khusus Menakertrans, Dita Indah Sari menyatakan, tudingan tersebut dilancarkan sekelompok orang yang berniat tidak baik terhadap Muhaimin. “Setelah dilakukan crosscheck dengan beberapa pihak secara internal, tim internal kami menyimpulkan bahwa ada sekelompok orang yang berniat kurang baik,” kata Dita.

Dia mengatakan, sekelompok orang itu berusaha berbagai cara untuk mencoba menyuap Muhaimin. Mereka diduga bersembunyi di balik nama menteri untuk menutupi perbuatannya. “Percobaan penyuapan ini terjadi beberapa kali sebelumnya dan selalu gagal. Begitu juga kali ini yang kemudian ditahan KPK,” ujarnya.

Pihak KPK pun memberikan sinyal bahwa pihaknya tidak akan segan-segan memanggil dan memeriksa Muhaimin jika memang dibutuhkan untuk proses penyidikan. “Ya tidak tertutup kemungkinan memanggil dia (Muhaimin),” kata Wakil Ketua M Jasin pada pekan lalu.

Juru Bicara Johan Budi menegaskan, pihaknya akan menuntaskan kasus tersebut. Nah, terkait dengan peruntukan uang Rp 1,5 miliar itu, Johan mengatakan, hingga saat ini penyidik berkeyakinan bahwa uang tersebut merupakan uang suap terkait dengan proyek percepatan pembangunan infrastruktur daerah transmigrasi di 19 kabupaten. “Tidak mungkin penyidik berani menangkap tangan jika tidak ada alasan dan alat bukti yang kuat,” katanya.(jpnn/drc)