ANEH, MUHAIMIN TIBA-TIBA DUKUNG BONGKAR CENTURY

www.detikriau.wordpress.com (JAKARTA) – Pernyataan sikap Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar belum lama ini yang meminta agar megaskandal dana talangan Bank Century Rp 6,7 triliun segera dituntaskan dinilai sangat janggal.

Pengamat politik dari Presiden University, Muhammad A. S Hikam mengemukakan, selama ini sepengetahuannya PKB selalu menuruti sikap politik Partai Demokrat. Salah satu bentuk dukungan PKB ini terlihat jelas saat pengambilan keputusan hasil Pansus Angket kasus Bank Century dalam sidang paripurna DPR pada Maret tahun lalu. PKB bersama partai pemerintah ketika itu dengan lantang mengambil sikap berseberangan dengan kubu yang memandang kucuran dana triliunan kepada Bank Century bermasalah dan melanggar UU.

“Sekarang tiba-tiba Muhaimin bersikap begitu kan aneh,” cetus Deputy Rektor President University ini, Minggu (4/9).

Sehingga, lanjut Hikam, tidak mengherankan bila dirinya melihat sikap Muhaimin yang kali ini berbeda dari sebelumnya sebagai taktik semata. Apalagi mengingat tiga anak buah Muhaimin di Kemenakertrans saat ini tengah dijadikan tersangka kasus suap proyek pembangunan kawasan Indonesia Timur oleh KPK.

“Kalau saya membaca itu sebagai manuver Muhaimin Iskandar supaya dia dibantu Presiden SBY dan Partai Demokrat dalam rangka pemeriksaan KPK lebih lanjut tidak sampai ke dirinya,” ujar Hikam. (jpnn)




DPR SEGERA PANGGIL MUHAIMIN

www.detikriau.wordpress.com (JAKARTA)- DPR bergerak cepat. Di saat KPK masih berwacana, Dewan sudah menetapkan tanggal memanggil Menakertrans Muhaimin Iskandar. Selasa lusa (6/9), Muhaimin akan diinterogasi soal skandal duit dalam kardus duren yang melibatkan dua pejabat Kemenakertrans.

Hal ini diungkapkan Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning. Tadinya, Ribka malah berencana memanggil Muhaimin besok (Senin, 5/9). Namun ternyata, Sekretariat DPR belum aktif di hari pertama kerja setelah libur Lebaran.

“Jika tidak ada halangan, Selasa kami akan panggil Menakertrans untuk rapat kerja. Mudah-mudahan semua anggota Komisi IX sudah aktif. Kami akan tanya mendetail soal suap dalam proyek percepatan pembangunan infrastruktur daerah di Ke¬me¬na¬ker-trans,” jelas Ribka.

Politisi PDIP ini geregetan saat mengetahui dua pejabat Kemenakertrans ikut tertangkap tangan KPK, 25 Agustus lalu. Keduanya diduga menerima suap Rp 1,5 miliar dari kuasa di¬rek¬si PT Alam Jaya Papua, Dharnawati. Duit ditaruh dalam bungkus kardus bekas duren.

Dua pejabat Kemenakertrans yang dimaksud Ribka adalah Sekretaris Di¬rektorat Jenderal Pembangunan Kawasan Transmigrasi I Nyoman Suisnaya dan Kepala Bagian Program Evaluasi dan Pelaporan Dadong Irbarelawan. Belakangan, pengacara Dharnawati, Farhat Abbas mengatakan, menurut kliennya, duit itu merupakan dana Lebaran buat Muhaimin.

KPK menduga, pemberian uang itu untuk memuluskan program pembangunan infrastruktur kawasan transmigrasi di 19 kabupaten dan kota. Alokasi dana proyek pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan itu senilai Rp 500 miliar.

Yang lebih membikin miris, imbuh Ribka, ada dana Rp 500 miliar yang menurutnya tidak pernah dibahas dalam rapat dengan Komisi IX.

“Ang¬garan ini tidak dibahas dalam APBN Perubahan. Agak kaget juga. Yang lain juga bilang itu tidak dibahas di Komisi. Ini kebiasaan jelek,” jelas Ribka. (jpnn)




Track Record PP Tidak Mulus, Kok Masih Dipercaya?

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Dugaan rekayasa dan pengaturan pemenang lelang oleh perusahaan Pembangunan Perumahan (PP) group untuk tiga proyek multiyears seperti Islamic Center, gedung UNISI dan jalan high way Mandah Tempuling di Kabupaten Inhil makin terkuak. Diketahui, setakat ini prestasi dan sepak terjang PP tidaklah terlalu istemewa.

Dalam pelaksanaan beberapa proyek multiyears sebelumnya seperti kantor Bupati dan kantor DPRD Inhil, diketahui batas waktu penyelesaian proyek molor dari kesepakatan awal. Hingga pada gilirannya, keterlambatan tersebut sempat dipermasalahkan oleh banyak kalangan di Kabupaten dengan julukan “Negeri Seribu Jembatan”.

Lebih parahnya lagi, untuk proyek pembangunan jembatan Sungai Gergaji batas waktu penyelesaian sempat molor beberapa kali. Hingga proyek yang sudah selesai pada 2010 yang lalu, sampai saat ini dan sudah digunakan pemakaian oleh masyarakat, tidak pernah diresmikan penggunaanya oleh pejabat, baik pejabat Provinsi maupun pejabat Kabupaten.

Bahkan dari informasi yang didapat dari berbagai kalangan, akibat beberapa kali molor batas waktu penyelesaiannya, PP telah di black list. Artinya keterlibatan PP dalam berbagai proyek di Inhil akan dipertimbangkan, akibat dari kegagalan mereka dalam menyelesaikan proyek jembatan Sungai Gergaji tepat waktu.

Dalam sebuah kesempatan Ketua Komisi III Edi Gunawan kepada wartawan pernah mengatakan agar memberikan sanksi tegas terhadap rekanan kontraktor yang dianggap gagal menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang ada. Apalagi kesalahan bukan berasal dari Pemkab, melainkan murni kesalahan yang dibuat oleh rekanan.

“Kita meminta kepada instansi terkait agar memberikan sanksi tegas kepada rekanan yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak kerjanya yang sudah disepakati. Apalagi kesalahan itu murni, akibat kelalaian rekanan. Jangan hanya rekanan yang kecil saja diberikan sanksi, tapi yang besar juga, kalau memang tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, ” katanya.

Namun dalam prakteknya, sangat jauh dari yang diharapkan. sanksi yang dijanjikan tidak lebih dari sebatas ucapan life service belaka. Bukannya tidak mengikutkan PP dalam proyek besar di Inhil, PP malah kembali diberikan kepercayaan oleh pengambil kebijakan di negeri untuk menangani beberapa proyek besar di Inhil, terutama tiga proyek multiyears yang menelan dana hampir 960 milyar.

Sehingga ada dugaan, bahwa tiga proyek multiyears hanya sekedar mengejar fee tanpa memikirkan keuangan daerah yang hampir kolap makin menguat. Itu dapat dibuktikan dengan, pengaturan dan rekayasa untuk memenangkan PP dalam proses tender yang dilaksanakan. “Yang kita dengar memang seperti itu kondisinya, apalagi dengan kejanggalan dalam proses tender, dan bonus liburan kepada panitia lelang,” ujar salah seorang rekanan kontraktor belum lama ini.

Sementara itu Ketua Panitia Lelang tiga proyek multiyears Rsd, ketika dikonfirmasi ke dua nomor HPnya terus tidak aktif. Hingga tidak diketahui alasan mereka, kenapa malah memenangkan rekanan kontraktor yang diketahui sudah mendapat raport merah pada proyek sebelumnya di Inhil.(drc)




Jalan Tiga Kecamatan Rusak Parah, Diharapkan Segera Perhatian Pemkab

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Jalan poros yang menghubungkan tiga Kecamatan yakni Kecamatan Batang Tuaka, GAS dan Gaung kondisinya memprihatinkan. Hampir sebagian besar ruas jalan tersebut rusak parah dan berlobang. Bahkan dibeberapa tempat, terpaksa diberi kayu untuk bisa dilewati oleh kenderaan baik roda dua dan empat.

Pantauan lapangan, kerusakan terjadi mulai dari Sungai Luar, menuju Sungai Piring, ibu kota Kecamatan Batang Tuaka. Hampir seluruh jalan yang panjangnya sekitar belasan KM tersebut rusak. Lobang besar banyak terdapat di ruas jalan tersebut, hingga bagi mereka yang melintas disana harus berhati-hati kalau memang tidak ingin terjatuh.

Sementara itu ruas jalan antara Sungai Piring menuju Teluk Pinang ibu kota Kecamatan Gas juga rusak. Tapi kerusakan yang terjadi tidaklah separah dari Sungai Luar menuju Sungai Piring. Hanya ada beberapa titik yang kerusakannya cukup berat. Tapi pengguna jalan roda dua masih bisa memacu kenderaan agak kencang.

Sedangkan ruas jalan antara Teluk Pinang dan Desa Lahang Baru di Kecamatan Gaung kerusakannya sangat parah. hampir seluruh badan jalan disana berlobang, dan sebagian ada yang dikasih kayu agar bisa dilintasi.

Yang cukup memprihatinkan adalah ketika musim penghujan tiba, ruas jalan menjadi sangat licin, karena badan jalan ada berlokasi di tanah putih. Sehingga pengendara roda dua yang melintas, sangat berbahaya, apalagi bagi mereka yang baru pertama kali melintas disana.

“Ini Masih untung tidak sedang musim penghujan, sebab kalau musim penghujan, selain badan jalan tergenang oleh air, kondisi jalan juga sangat licin dan tentunya sangat membahayakan kendaraan yang melintas,” kata Subli warga Desa Lahang Baru.

Dalam kesempatan itu ia berharap kepada Pemkab Inhil untuk dapat memperbaiki kerusakan jalan yang ada. Apalagi kerusakan yang terjadi, terutama ruas jalan antara Teluk Piang menuju Desa Lahang baru, sudah cukup lama. Tapi sayangnya, seperti tidak ada upaya Pemkab untuk memeprbaikinya.

“Kita warga yang ada di kecammatan Gaung terutama pengguna jalan tersebut, mengharapkan adanya perhatian Pemkab Inhil untuk memperbaiki kerusakan ruas jalan yang terjadi. Sebab keberadaan akses jalan tersebut sanat vital bagi masyarakat di kawasan tersebut,” katanya. (drc)




Paska Lebaran Harga Kelapa Kembali Turun

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Paska lebaran Idul Fitri 1432 H, harga kelapa yang merupakan komoditi andalan perkebunan di Indragiri Hilir kembali anjlok. Kalau sebelum lebaran harganya masih mencapai Rp 1.400/butir, setelah lebaran harga kembali turun Rp 1.300/butir.

Ungkapan itu disampaikan oleh Wajo, warga Desa Lahang Lama. Selain kelapa bulat yang turun, harga kopra juga turun. Padahal sebelumnya harga kelapa sempat membuat petani merasa senang karena dihargai Rp 2500/butir.

Begitu juga dengan harga kopra, sebelumnya harga dalam 100 Kg, sampai menembus angka Rp 600.000. “Harga kopra juga turun bang, kalau waktu masih mahalnya, sampai menembus angka Rp 600.000/100kg, sekarang paling mahal Rp Rp 300.000/ 100kg, bahkan ada yang sudah dibawah itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, tapi khusus untuk warga di Desa Lahang Lama dan beberapa desa lainnya yang ada di kecamatan Gaung, kebanyakan dari mereka menjual kelapa dalam bentuk bulat (butir). Hampir tidak ada lagi yang menjual dalam bentuk kopra, karena pekerjaannya lebih lama dan repot. Sementara hasilnya, kurang lebih sama.

“Lebih enak menjual bulat dari pada dibuat kopra. Sebab kerjanya tidak terlalu lama dan tidak mengeluarkan ongkos besar, sedangkan hasilnya tidak jauh berbeda,” ujarnya. (drc)




MOBIL SAIPUL TABRAK MEDIAN JALAN TOL

www.detikriau.wordpress.com (PURWAKARTA) – Jenazah Virginia Anggraeni, istri Saipul Jamil masih berada di RS Etham Purwakarta Jawa Barat, pasca kecelakaan tunggal di Jalan Tol Purbalenyi Km 97, Sabtu pukul 10.00 tadi pagi.
Sementara korban luka di mobil Toyota Avanza itu dan dirawat di RS Etham yaitu Saipul Jamil, Suharti, Imas, Choiri, dan Farid Faisal.
Data senementara, kecelakaan tunggal itu diduga karea mobil Avanza yang melaju dari arah Bandung menuju Jakarta itu berusaha mendahului truk. Rupanya karena hilang kendali, lalu menabrak media atau pembatas jalam sehingga rusak parah. Virginia yang ada di depan luka parah.
Diberitakan sebelumnya, mobil yang ditumpangi oleh penyani dangdut Saipul Jamil, kecelakaan tunggal di Tol Purbalenyi Km 97 yang menyebabkan seorang tewas dan lima luka.(poskota/drc)