Kemarau Panjang, Kualitas Air PDAM di Lahang Buruk

www.detikriau.wordpress.com (LAHANG LAMA) – Pelanggan PDAM Tirta Indragiri yang berada di Lahang Lama, ibu kota Kecamatan Gaung mengeluhkan kualitas air yang mereka terima. Hampir satu bulan belakangan, air yang sampai ke pelanggan kualitasnya sangat buruk. Airnya berwarna keruh dan rasanya sedikit payau.

Ungkapan itu disampaikan oleh Adam salah seorang pelanggan PDAM baru-baru ini melalui sambungan telepon selular. Menurutnya, Buruknya kualitas air ini menyebabkan dirinya dan keluarga tidak mau menggunakan air yang ada termasuk untuk mandi dan mencuci.

“Warna airnya sangat keruh dan rasanya agak payau. Tidak jauh bedanya dengan air yang ada di Sungai Gaung. Dengan kualitas air seperti itu, sudah barang tentu tidak bisa digunakan untuk mandi dan mencuci. Sebab kalau dipergunakan untuk mandi, rasanya dibadan agak lengket, begitu juga untuk mencuci malah semakin membuat pakaian menjadi kotor,” kata Adam menjelaskan.

Akibatnya, ia terpaksa menggunakan air sumur untuk mandi dan mencuci, sebab kualitasnya jauh lebih baik dari air PDAM yang mereka terima. “Dari pada menggunakan air PDAM, rasanya lebih baik menggunakan air sumur,” terangnya.

Ditambahkan Adam, buruknya kualitas air PDAM dikarenakan bahan baku yang digunakan adalah air sungai Gaung. Bila kemarau panjang seperti sekarang ini maka sumber air disungai Gaung akan menjadi keruh dan berlumpur serta rasanya menjadi payau.

Hal itu tentunya berbeda ketika musim penghujan, dimana warna air berobah agak kemerahan, dan rasanya payaunya menjadi hilang. “Karena disini, kualitas air masih tergantung dengan musim. Disaat penghujan air bersih, dan saat kemarau ya keruh seperti ini,” bebernya. (Suf)




Terkait Penangkaran Burung Walet di Tembilahan Penarikan PAD Masih Belum Maksimal

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Meski potensi walet di Inhil sangat besar, kenyataannya sumbangsih sektor ini untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih jauh dari harapan. Untuk itu, harus ada langkah konkrit guna memaksimalkannya sebagai salah satu sektor sumber penerimaan PAD.

Terkait persoalan tersebut, Kabid Pendapatan Dispenda Kab. Inhil, Irsyad Pohan dalam hearing publik, Selasa, (13/9) di ruangan Badan Anggaran (Banggar) mengungkapkan sering menemukan data yang dimiliki sering kali tidak sesuai dengan keadaan dilapangan. Dari informasi yang didapatnya, kebanyakan dalam pengurusan izin masyarakat memang tidak membunyikan untuk membuat penangkaran burung wallet terkait adanya pelarangan pembuatan penangkaran burung wallet pada lokasi dalam Kota Tembilahan. “Pada kenyatannya, setiap berdirinya ruko hampir dapat dipastikan diatasnya dijadikan tempat penangkaran burung. “Akhirnya tentu data yang kita peroleh tidak akan pernah sama dengan data riil dilapangan.” katanya.

Masih menurutnya, Jadi kalau kita ingin tertib, bagaimana kalau surat edaran tersebut bisa dicabut saja. Sehingga nantinya akan lebih mudah, dan tentunya akan berdampak peningkatan PAD. “Selama ini dalam penarikan kita tidak mempermasalahkan ada izin atau tidak, yang penting ada Objek,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Badan Perizinan Kabupaten Inhil, Rusmaidi, mengungkapkan izin penangkaran sarang burung wallet ini memang diakuinya belum tertib. Untuk izin gangguan (HO) Badan perizinan setidaknya menerbitkan sekitar 500 an izin namun bukan untuk penangkaran sarang burung wallet.

Sementara itu Hadi Rahman, Kasi Penegakan Hukum (Gakkum) Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Inhil, terkait pendataan mengenai pengkaran sarang burung wallet ini sangat diperlukan kejujuran objek pajak itu sendiri. “Sejauh ini kita sudah selalu melakukan himbauan masalah perizinan ini kepada pengusaha, tapi masih banyak yang belum mematuhi,” terang Hadi Rahman. ( Suf)




Buntut Aksi Demo di PT.THIP, POLRES INHIL TETAPKAN DUA ORANG MENJADI TERSANGKA

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Aksi demo yang dilakukan demonstran terhadap PT. Tabung Haji Indonesia Plantation ( PT. THIP ) terkait masalah sengketa lahan, bulan Agustus 2011 lalu berbuntut panjang. Aksi demonstran yang dinilai anarkis dengan melakukan pengrusakan asset milik PT. THIP ini menyeret dua orang demonstran sebagai tersangka.
Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil AKBP TJ Djati Utomo Sik melaui Kanit I Ipda Faisal Suerdi kepada wartawan, dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan kepada beberapa orang saksi oleh penyidik akhirnya ditetapkan dua orang pelaku demontran sebagai tersangka.
“Dari hasil penyidikan petugas, untuk sementara kita telah tetapkan 2 orang sebagai tersangka, yakni DM (47) warga Parit Rajawali Dusun Simpang Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran dan BR (37) Warga Parit VII Kelurahan Taga Raja Kecamatan Kateman. Namun tidak menutup kemungkinan dari pengembangan nantinya jumlah ini akan bertambah.” ujar Ipda Faisal kepada wartawan, Selasa (13/9/2011)
Saat ini, ditambahkannya, Kedua tersangka sudah kita tahan di Tahanan Mapolres Inhil. Kedua pelaku diancam dengan pasal 170 KUHP dengan sanksi kurungan maksimal 5 tahun dan 6 bulan.
Sekedar mengingatkan, Aksi demo yang diikuti sekitar 150 orang demonstran ini terjadi, Kamis Tanggal 18 Agustus 2011 yang lalu. Saat itu para demonstran melakukan pengrusakan Asset milik PT THIP dengan rincian, kerusakan pada Kaca Jendela Kantor 15 Unit, Kaca pintu 3 Unit, 4 Unit Meja Kantor dan 3 Unit Komputer.(fsl)




803 CJH Asal Inhil Mengikuti Test Kesehatan

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Sebanyak 803 Calan Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Indragiri mengikuti test kesehatan di Kantor Dinas Kesehatan Inhil Jalan M. Boya Tembilahan. Test kesehatan calon tamu Allah tersebut meliputi test fisik, test jantung, serta pemberian vaksin imunisasi.
Rosul Alim M.Kes Kepala Diskes Kabupaten Inhil kepada wartawan, Selasa (13/9) berpesan agar setiap CJH dapat sempurna dalam menjalankan rukun ibadah haji selama ditanah suci maka diperlukan test kesahatan. Sebab fisik yang kuat itu sangat penting mengingat kondisi cuaca dan padatnya jamaah haji itu sendiri.
Terkait dengan banyaknya jumlah CJH asal Indragiri Hilir yang mengikuti test kesehatan, Dinkes membagi tempat pelaksanaan pemeriksaan dalam tiga lokasi. yakni untuk Kota Tembilahan dipusatkan di Kantor Dinas Kesahatan, kemudian yang lainnya berada di Kecamatan Guntung, dan Kecamatan Reteh Pulau Kijang.
“Mengingat jumlah CJH yang mengikuti test kesehatan ada sebanyak 803 orang, maka kita laksanakan secara bertahap dan pada 3 tempat, dengan demikian khususnya bagi CJH yang dari daerah tidak perlu jauh-jauh pergi ke Tembilahan, cukup mencari mana yang terdekat agar bisa dilayani” ujar Rosul Alim
Ditambahkan Rosul Alim, berdasarkan hasil evaluasi kesehatan yang dilakukan terhadap setiap Jemaah haji, terdapat kasus yang cukup tinggi dibeberapa Negara yang disebabkan oleh bakteri meningokokus. Bakteri ini memliki beberapa starin. Yang belakangan banyak menyebabkan wabah adalah starin W-135. Untuk antisipasi hal tersebut maka nantinya kepada setiap CJH asal Indragiri Hilir akan diberikan imunisasi berupa vaksinasi eingokokkal tetra- valen atau meningitis ACYW 135
“ Selain cek fisik dan dan cek kesehatan, bagi setiap CJH juga akan diberikan imunisasi berupa vaksinasi tetra-valen atau Meningitis ACYW 135” jelas Rosul Alim. (fsl)




INTRUSI AIR LAUT PORAKPORANDAKAN PERKEBUNAN RAKYAT

Pemkab Inhil Terkesan Tutup Mata

www.detikriau.wordpresss.com (TEMBILAHAN )- Akibat terjangan intrusi air laut (abrasi) saat ini sekitar 300 hektar lahan perkebunan kelapa di Desa Sungai Terap Kecamatan Reteh mengalami rusak total. Kini, perkebunan tersebut terpaksa dibiarkan oleh masyarakat karena sudah tidak lagi mampu menghasilkan apa-apa.
Menurut Kepala Desa Sungai Terap Abd Razak ketika dikomfirmasi wartawan baru –baru ini di kantor DPRD Inhil, Razak mengatakan bahwa rusaknya lahan yang terletak di tiga batang parit itu dikarenakan tanggul penahannya sudah banyak yang jebol, sehingga air laut naik kelahan perkebunan disaat pasang tinggi.

“Pada awalnya lahan perkebunan didaerah ini relatif cukup baik, Tapi setelah kanal-kanal yang dibuat oleh PT Pulau Sambu sebelumnya rusak, itulah awal petaka yang menimpa masyarakat di kawasan tersebut. Untuk itu warga kita mengharapkan Pemkab Inhil bisa membangunkan tanggul. Karena kalau tidak segera ditangani, mereka sudah tidak tau lagi bagaimana cara untuk mempertahankan hidup disaat perekonomian sedang sulit seperti saat ini,”jelasnya.

Permasalahan kerusakan perkebunan kelapa masyarakat tidak hanya terjadi di Kecamatan Reteh, melainkan hampis seluruh kecamatan yang terletak diwilayah pesisir. Seperti yang terjadi di Kecamatan Concong. Diperkirakan antara 60-80 perse lahan perkebunan sudah terkena intrusi air laut.

“Dari reses yang pernah saya lakukan beberapa waktu yang lalu, diperkirakan kerusakan lahan perkebunan berkisar 60 – 80 pesen. Angka tersebut terbilang sangat parah dan tentu membutuhkan kebijakan konkrit dari berbagai pihak,” kata Herwanisitas Politisi PKB asal pemilihan daerah itu.

Hal yang sama juga terjadi di Kecamatan Mandah, diperkirakan kerusakan perkebunan kelapa sudah mencapai 60 persen. Pernyataan ini disampaikan Zulfikar, Anggota DPRD dari Partai berlambang pohon beringin. Bahkan menurutnya, akibat kerusakan tanggul perkebunan, kini puluhan ribu pohon kelapa perkebunan rakyat terancam tidak akan menghasilkan dan lambat-laun akan mati. Kondisi ini tentu akan berdampak buruk terhadap pendapatan ekonomi masyarakat.

“ Saat ini perkebunan kelapa masyarakat itu semakin kritis. Hal ini sangat perlu untuk ditangani secara tepat dan tepat” ungkapnya.

Kecamatan Enok, Tanah Merah, Kateman, GAS dan beberapa Kecamatan lainnya kondisi perkebunan kelapapun tidak jauh berbeda. Ironisnya, setakat ini belum ada upaya konkrit dari Pemkab Inhil untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Sebenarnya permasalahan kerusakan lahan perkebunan akibat intrusi air laut ini, tidaklah terlalu sulit penanganannya. Hanya saja memang dibutuhkan komitmen kuat dari Pemkab Inhil untuk mengalokasikan pembelian alat berat untuk Kecamatan yang terletak diwilayah pesisir.

“Kalau setiap Kecamatan di wilayah peisisir memiliki alat berat masing-masing kawasan satu buah saja, tentunya kerusakan lahan perkebunan tidak akan separah ini. Sebab apabila ada tanggul yang rusak tentunya bisa segera diperbaiki hingga tidak meluas seperti yang terjadi selama ini,” kata Zulkarnain anggota dewan dari PKPB.

Ironisnya, jangankan membuat program penyelamatan perkebunan masyarakat yang sudah terbilang sangat mendesak, Pemkab malah menggulirkan tiga proyek multiyears Islamic Center, Gedung baru Unisi dan jalan Highway Mandah Tempuling yang sampai saat ini sumber pendanaannya saja belum jelas dan justru dikhawatirkan akan menguras keuangan daerah. (drc)




KABUT ASAP MULAI GANGGU KESEHATAN WARGA

www.detikriau.wordpress.com (Tembilahan) – Hingga Senin (12/9/2011), wilayah Kota Tembilahan masih diselimuti kabut asap sejak sepekan terakhir menyusul maraknya kebakaran hutan dan lahan gambut. Kondisi ini menyebabkan kesehatan sebagian masyarakat mulai terganggu.
Dari pantauan, Kabut asap yang menyelimuti Kota Tembilahan semakin hari semakin menebal. Bau tajam abu pembakaran pun tercium. Di pagi hari, kondisinya lebih buruk. Kabut asap terlihat lebih pekat karena terikat embun pagi.
Anto, warga Kelurahan Tembilahan Kota, mengatakan, di pagi hari, jarak pandang di tempatnya biasanya hanya 20 -30 meter. Asap semakin hari semakin pekat ditambah lagi baunya juga mulai membikin sesak pernapasan. Jadi kasihan anak-anak, apalagi mulai hari ini, aktifitas belajar mengajar disekolah sudah mulai berjalan. Mau tidak mau mereka terpaksa harus menghirup udara yang sudah tidak sehat ini. tuturnya.
Sementara, Fadilah seorang warga Tembilahan lainnya membenarkan bahwa kabut asap dari kebakaran lahan gambut ini mulai mengganggu kesehatan keluarganya. Sudah dua hari ini, Ani, putri tunggalnya terserang Flu. Untuk menghindari dampak yang lebih buruk, dirinya terpaksa harus mengurangi aktifitas sang putri diluar rumah. (fsl)