Tiga Kecamatan Punya Potensi Jadi Sentra Padi Inhil

KOTA BARU (www.detikriau.wordpress.com) —  Kecamatan Keritang dan Kecamatan lainnya seperti Kecamatan Sungai Batang, dan Reteh diharapkan menjadi daerah andalan penghasil padi di Inhil. Hal itu tidak terlepas dikarenakan daerah ini dari dahulu memang menjadi ikon beras Inhil, secara khusus dan Riau secara umum.

Ungkapan itu disampaikan oleh Kadis Pertanian, Ketahanan Pangan, Holtikultural dan Peternakan Kabupaten Inhil Drs Wiryadi, dalam sambutannya pada rapat koordinasi dan evaluasi dengan Camat Kritang, Kades dan UPT di kantor Camat Keritang, Selasa, (25/10).

Untuk merealiasasikan kegiatan tersebut, tiga Kecamatan sudah diberikan berbagai kemudahan fasilitas OPRM. Seperti bantuan bibit, pupuk, dan bantuan modal. Tiga Kecamatan ini dipilih, tidak terlepas  masyarakat sudah biasa menanam padi. Menanam padi sudah menjadi  tradisi.

“Karena sudah menjadi tradisi, makanya akan mempermudah kita untuk kembali menjadikan kawasan tersebut menjadi sentra padi di Inhil,” terangnya.

Sementara itu Camat Kritang Ahmad Ramani, SPd, yang memimpin rapat koordinasi dan evaluasi menjelaskan, bahwa di Kecamatan Kritang ada 11 Desa yang melaksanakan kegitan OPRM, hanya dua desa yang tidak termasuk dalam kegiatan OPRM.
Terkait dengan adanya pengalihan lahan, ia berencana menggandeng Fakultas Pertanian UNISI untuk melakukan penelitian yang bersipat kecil guna mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat pengalihan lahan.

Untuk potensi PAD Kritang sangat besar, bersaing dengan Kecamatan Gaung. Tinggal lagi pengoptimalan potensi yang dimiliki melalui berbagai kebijakan yang nantinya akan diterapkan. Kendala yang dihadapi, petani tidak fokus menanam padi, karena usai panen, banyak petani yang kerjanya serabutan. “Kalau fokus, tentunya akan semakin besar hasil yang didapat,” ujarnya.

Untuk meningkatkan produksi, pihaknya coba akan membuat terobosan. Salah satunya dengan memberikan penghargaan kepada mereka yang dianggap sukses dalam peningkatan produksi padi. Selain itu juga diperlukan adanya sinergi berbagai program yang sudah dilaksanakan.

“Perlunya adanya sinergi program, dan dukungan semua pihak, terutama untuk tidak terjadi alih fungsi lahan. Karena terkadang ada saja mereka yang berbuat, meski sudah diingatkan agar tidak melakukan hal seperti itu,” ujarnya. (suf)




Jalan Penghubung Kota Baru Pulau Kijang Rusak Berat

KOTA BARU (www.detikriau.wordpress.com) – Jalan penghubung antara Kota Baru ibu kota Kecamatan Kritang dengan Pulau Kijang ibu kota Kecamatan Reteh kini kondisinya rusak berat. Saking parahnya keruskan yang terjadi, terpaksa dibadan jalan diletakkan batang kelapa, karena kalau tidak dipasang batang kelapa, tentu jalan tersebut tidak bisa dilewati.

Ungkapan tersebut disampaikan Syarifudin A Said, Kepala Desa Nusantara Jaya, (25/10), di kantor camat Kritang. Menurut Ketua APDESI Kecamatan Kritang tersebut, keruskan dirasakan semakin parah, terutama disaat musim penghujan seperti sekarang ini,

Padahal menurutnya, panjang jalan penghubung tersebut hanya sekitar 30 KM. Saat kondisi jalan baik, waktu tempuhnya hanya sekitar  40 menit. Tapi karena kondisi jalan rusak, waktu tempuh, bisa menjadi 1 jam lebih. “Karena musim penghujan, jalan jadi sangat licin, makanya harus berhati-hati agar jangan sampai terpeleset,”terangnya.

Sementara itu, ketika disinggung masalah jembatan, ia mengungkapkan, tidak terlalu mengkawatirkan. Memang ada sebagian ruas jembatan yang rusak, tapi tidaklah separah keruskan badan jalan. Sebab untuk badan jalan hampir sebagian besar rusak dan berlobang.

Dalam kesempatan itu  ia mengharapkan kepada Pemkab Inhil dalam hal ini Dinas PU, untuk dapat memperhatikan dan memperbaiki kerusakan yang terjadi di ruas jalan tersebut. Sebab jalan tersebut sangat fital bagi masyarakat di dua Kecamatan.

“Jalan tersebut sangat penting, karena jalan satu-satunya yang menghubungkan dua Kecamatan. Kalau sudah seperti ini sudah barang tentu sangat menghambat arus barang dan orang,” terangnya lagi. (Nejad)




Dinas Pertanian Sudah Bentuk Tim Khusus Awasi Hewan Korban

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Terkait dengan makin dekatnya hari raya korban, Dinas pertanian tanaman pangan holtikultural Kabupaten Indragiri Hilir sudah melakukan berbagai langkah antisipasi masuknya hewan-hewan yang mungkin tidak memenuhi standar yang ditetapkan. Untuk itu sudah dibentuk tim khusus yang memantau keberadaan hewan tersebut.

Ungkapan itu disampaikan Kadis Pertanian Tanaman Pangan Holtikultural dan Peternakan, Kabupaten Inhil, Wiryadi, selasa, (25/10). Dijelaskannya, sejauh kendala yang dihadapi oleh pihaknya adalah minimnya tenaga medis disektor ini. Setakat ini dokter hewan yang ada  untuk dinas hanya 1 orang.

” Dengan hanya 1 orang tenaga dokter hewan yang kita miliki, tentunya menjadi kendala kita untuk melakukan pengawasan keluar masuknya hewan ternak. Apalagi dengan luas wilayah Inhil yang sangat luas. Tapi meski begitu, kita akan bekerja maksimal dengan kemampuan yang ada,” ujarnya.

Ketika disinggung dengan banyaknya hewan korban yang masuk terkait dengan Hari Raya Idul Adha, ia menegaskan, untuk hewan korban dari Inhil tentu ada daptar pemeriksaan kesehatannya. Tapi kalau hewan yang diluar Inhil itu yang jadi permasalahan, karena tentunya tidak bisa dipantau secara  keseluruhan. (suf)




DESA SUNGAI BELA DALAM GAMBAR

www.detikriau.wordpress.com — Desa Sungai Bela merupakan sebuah desa yang terdapat di Kecamatan Kuindra Kabupaten Indragiri Hilir. Penghasilan utama masyarakat adalah sebagai nelayan. Dari segi geografis,  desa ini sangat layak untuk dikembangkan sebagai sentra budidaya keramba apung.

Selama ini, desa sungai bela cukup dikenal sebagai salah satu sentra penghasil perikanan tangkap untuk Kabupaten Indragiri Hilir. Kawasan ini terus berbenah dalam upaya untuk mengejar berbagai ketertinggalan terutama dalam bidang infrastruktur dan pendidikan. 




HERWANISSITAS: BANTUAN SEBAGAI BENTUK TANGGUNGJAWAB MORAL KEPADA MASYARAKAT PEMILIH.

Sungai Bela (www.detikriau.wordpress.com) – Anggota DPRD Inhil asal daerah Pemilihan (Dapil) Tiga, Herwanissitas mengatakan apa yang diperbuatnya hari ini adalah sebagai bentuk tanggungjawab moral atas kepercayaan yang telah dititipkan masyarakat dipundaknya. Dirinya berjanji, untuk terus berjuang demi memenuhi amanah konstituennya.

“Sesuai  Amanat UU No 27 tahun 2009 tentang DPRD dan PP No 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Perda tentang Peraturan Tata Tertib DPRD itu sendiri, dipundak setiap anggota DPRD diberikan tanggungjawab untuk memperjuangkan aspirasi dari konstituen pemilih mereka. Saya sangat menyadari dan insyaallah tidak akan pernah lupa bahwa dalam pemilihan umum yang lalu, Bapak-bapak telah menitipkan amanah kepercayaan kepada diri saya dan apa yang saya perbuat hari ini bukanlah merupakan sebuah kebanggan tapi semua ini sebuah kewajiban sebagai wujud tanggungjawab moral diri saya dalam mengemban amanah itu sendiri,” Ungkap Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini saat memberikan kata sambutan sebelum menyaksikan secara langsung penyerahan bantuan kepada 87 warga nelayan desa sungai bela. Ahad (23/10/2011)

Saya sangat berharap, tambah Sitas panggilan akrab Politisi PKB ini, Kepada yang menerima bantuan kali ini dapat mempergunakannya dengan baik dan untuk yang belum menerima nanti akan kembali di data dan insyaallah saya akan kembali untuk memperjuangkan.”Ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Sitas juga menyampaikan bahwa paket bantuan ini belum dalam bentuk barang jadi dalam artian masyarakat penerima masih harus melengkapi beberapa bagian agar siap untuk dipergunakan.

“hal ini sengaja kita lakukan dengan harapan penambahan secara swadaya sebahagian kecil peralatan dari masing-masing penerima sebelum peralatan ini bisa dipergunakan akan memberikan rasa memiliki yang lebih mendalam dan tentu akan merawatnya dengan baik. Insyaallah, setiap tahun anggaran selama masa jabatan saya, saya akan terus berusaha untuk memperjuangkan aspirasi yang bapak-bapak sampaikan. Jadi tolong do’akan semoga saya selalu terus diberikan kesehatan oleh Allah agar bisa terus bersama-sama membangun daerah kita tercinta ini”Pungkasnya. (fsl)




DKP INHIL, SERAHKAN BANTUAN ALAT TANGKAP PERIKANAN KEPADA 87 NELAYAN DESA SUNGAI BELA

Sungai Bela (www.detikriau.wordpress.com) – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Indragiri Hilir, H. Saripek diwakili Kepala Seksi Pengendalian Sumber Daya Pesisir, Sahir, Bertempat di Kantor Kepala Desa Sungai Bela, Ahad (23/10/2011) menyerahkan paket bantuan Pengembangan dan Peningkatan Produksi Sarana Perikanan Tahun Anggaran 2011 kepada 87 orang nelayan Desa Sungai Bela Kecamatan Kuindra. Dalam kata sambutannya, Sahir menyatakan secara volume paket bantuan yang diserahkan kali ini terbilang yang terbanyak.


“Dari sekian kali saya menyerahkan bantuan kepada masyarakat, kali ini secara volume jumlah penerima terbilang yang terbesar. Biasanya untuk satu Desa paling banyak berjumlah belasan orang. Hari ini, kita menyerahkan paket bantuan kepada 87 orang penerima dari nelayan Desa Sungai Bela,” Ungkap Sahir diiringi tepuk tangan warga nelayan dengan wajah berbinar penuh rasa suka.
Dijelaskan Sahir menyampaikan pesan dari Kadis DKP Inhil dalam lanjutan sambutannya, pendanaan bantuan ini bersumber dari APBD Inhil melalui dana aspirasi anggota DPRD Inhil asal Daerah Pemilihan tiga, Herwanissitas. Menurutnya lagi, DKP Inhil cukup berbangga hati karena Herwanissitas ikut turun bersama dalam penyerahan bantuan kali ini.
“Kesedian beliau (herwanissitas. Red) mendampingi DKP
menyerahkan bantuan ini, jelas menunjukkan komitmen dan kepedulian beliau dengan kemajuan daerahnya.” Ungkap Sahir sambil meneruskan dengan beberapa wejangan agar masyarakat juga memperhatikan pelestarian lingkungan terutama pelestarian kawasan hutan mangrove karena menurutnya, kawasan hutan mangrove ini menjadi habitat ikan untuk berkembang biak.


Dalam kesempatan itu, Sahir juga menyampaikan pesan dari Kadis DKP Inhil agar bantuan ini dapat dipergunakan untuk keperluan sendiri dengan pengertian tidak diperjualbelikan atau dipindahtangankan kepada pihak lain.”tolong ini untuk diperhatikan karena sebelum menerima bantuan ini, bapak-bapak diharuskan untuk menandatangani surat pernyataan mengenai keharusan itu dan ini memiliki kekuatan hukum yang mengikat dan memiliki sanksi pidana bagi yang tidak mematuhi,” Ujar Sahir menyampaikan peringatan.
Kepala Desa Sungai Bela, Hasanudin, SH dalam penyampaian kata sambutannya, mewakili masyarakat Desa Sungai Bela mengucapkan terimakasih atas Komitmen seorang wakil mereka di DPRD Inhil (Herwanissitas. Red) dengan perbuatan nyatanya untuk peningkatan ekonomi masyarakat daerah asalnya. Dirinya juga berharap agar apa yang telah diperbuat oleh Herwanissitas ini menjadi contoh bagi 5 orang wakil daerah pemilihan mereka lainnya yang kini duduk di gedung DPRD Inhil.
“Kita memiliki 6 orang Wakil dari Dapil 3 yang kini duduk di Gedung DPRD Inhil. Mereka-meraka itu juga jelas memiliki tanggungjawab yang sama untuk memperhatikan aspirasi dari masyarakat daerah pemilihnya. Semoga apa yang telah diperbuat saudara kita Herwanissitas hari ini dapat dijadikan contoh bagi 5 wakil kita lainnya untuk berbuat yang sama,”Harap Hasanuddin.
Dalam kesempatan ini, Hasanudin juga berpesan agar warganya yang menerima bantuan kali ini dapat bersyukur dan mempergunakannya dengan baik. Dirinya berharap, dengan adanya tambahan peralatan yang diperbantukan kali ini, hasil yang diperoleh sebahagian kiranya dapat disisihkan bagi membiayai pendidikan anak-anak mereka.
“Mudah-mudahan dengan adanya tambahan peralatan ini, kelebihan sebahagian rezky yang kita terima nantinya kiranya dapat disisihkan untuk pendidikan anak-anak kita karena kemajuan daerah kita kedepannya sangat ditentukan oleh apa yang kita perbuat hari ini dalam membangun generasi penerus.” Pesan Sang Kades.

Paket bantuan yang diserahkan kali diperuntukkan bagi 50 orang nelayan rawai, 20 orang nelayan jaring tambat, 17 orang nelayan jaring 2 inc dan 1 unit kendaraan air kecil bermesin diesel (pompong. Red). Disamping bantuan tersebut, melalui Herwanissitas, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, Desa sungai bela dalam tahun anggaran ini juga memperoleh bantuan tambahan 1 unit ruang kelas SD dan 1 unit bantuan perpustakaan. (fsl)