KONDISI JALAN PENDIDIKAN SEMAKIN MEMBAHAYAKAN PENGGUNA JALAN

Diharapkan Adanya Perhatian Pihak Terkait

www.detikriau.wordpress.com (Tembilahan) – Kondisi jalan pendidikan Tembilahan diawal turunya musim penghujan ini semakin mengkhawatirkan. Puluhan kubangan lumpur dan licinya badan jalan dikhawatirkan akan semakin membahayakan pengendara.
“untuk antar jemput anak sekolah, mau tidak mau setiap harinya saya harus melewati jalan ini. Seringnya turun hujan dalam beberapa hari belakangan ini semakin membuat jalanan licin serta dipenuhi kubangan berlumpur dan tentunya akan semakin membahayakan pengendara terutama kendaraan roda dua,” Ungkap Herman (35),
seorang warga Tembilahan yang anaknya bersekolah di sebuah sekolah swasta di jalan pendidikan. Senin (19/9).
Sebagai warga yang baik, tambah Herman, dirinya juga sangat mendukung dilaksanakannya berbagai proyek yang nantinya tentu akan dinikmati oleh masyarakat juga. Namun dia berharap, karena jalan ini adalah jalan satu-satunya untuk menuju beberapa sekolah yang ada di jalan pendidikan ini, kepada pihak pemerintah khususnya pelaksana kegiatan untuk memberikan sedikit perhatian agar kondisi ini tidak membahayakan pengguna jalan.
Kondisi rusaknya ruas jalan pendidikan dan beberapa ruas jalan lainnya di dalam kota Tembilahan diakui ataupun tidak disebabkan oleh kendaraan angkut peralatan dan bahan material pengerjaan dua proyek multiyears (Islamic Centre dan Unisi. Red). Sayangnya, komitmen pihak pengelola untuk melakukan perbaikan kesannya tidak dilaksanakan dengan benar.(drc)




Tari Zapin Pantai Solop, Salah Satu Atraksi Yang Ditampilkan Pada Pembukaan Porda VII Riau

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Pekan Olahrga Daerah (Porda ) ke VII Riau, tinggal menghitung hari. Sejauh ini, panitia terus berbenah diri agar acara pembukaan nantinya dapat berjalan sukses sesuai dengan harapan.

“Sejauh ini persiapan yang kita lakukan berlangsung dengan baik tanpa adanya kendala yang berarti,” Jelas Sekretaris Panitia Pelaksana, MJ Verman, ketika ditemui di sekretariat Porda VII Riau, Jalan Pendidikan, Senin (19/9).

Masih menurut Sekretaris yang saat ini juga menjabat sebagai Kabag Tapem tersebut, Porda ke VII, acara pembukaan akan dilaksanakan stadiun kebanggaan masyarakat Inhil yakni stadiun Beringin.” Acara pembukaan berkemungkinan akan dibuka langsung oleh Gubernur Riau, Rusli Zainal, yang juga akan dihadiri undangan diantaranya, Muspida se-Riau, Bupati/walikota dan di seluruh pengurus Koni Kabupaten se Riau,” jelasnya.

Masih menurutnya, selain itu acara nantinya juga akan dimeriahkan berbagai atraksi yang dikemas oleh panitia. mulai dari persembahan marching band, pencak silat, dan hiburan artis ibu kota. Panitia juga akan menampilkan tari Zapin Pantai Solop yang memang sangat terkenal,” katanya.

Terkait pemondokan atlit, sesuai dengan rencana, mereka akan disatukan per cabang olahraga, bukan berdasarkan kontingan asal mereka. Langkah itu dilakukan, dalam rangka memudahkan alat transportasi serta akomodasi selama Porda berlangsung. (Suf)




Tidak Ada Kasus Karhutla Yang Ditangai Polres Inhil

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Kepolisian Resort Indragiri Hilir mengungkapkan, untuk tahun 2011 ini tidak ada kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang ditangani. Meskipun diakui, itu bukan berarti tidak ada kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di daerah ini. Karena untuk memproses perkara seperti itu bukan hal yang mudah, tapi membutuhkan alat bukti yang kuat.

Ungkapan itu disampaikan Kapores Inhil melalui Wakapolres Kompol Imran A, SIK, kepada wartawan di ruangan kerjanya, Senin, (19/9). Dijelaskannya, untuk memproses perkara seperti itu harus ada laporan warga yang disampikan kepihaknya. Selama tidak ada laporan yang disampaikan, tentunya tidak ada alasan kuat yang bisa dilakukan oleh pihak Polres.

“Setakat ini belum ada laporan warga yang masuk ke kita terkait persoalan kebakaran lahan. Meskipun kita mendengar ada kebakaran lahan yang terjadi dibeberapa lokasi,” sebutnya.

Selain itu, alasannya lainnya yang bisa membuat pihak Kepolisian untuk memproses kebakaran lahan yang terjadi karena memang ada pelaku yang tertangkap tangan. Tentunya untuk melakukan itu, bukan perkara gampang, karena tidak mungkin pihak kepolisian, menongkrongi lahan yang ada untuk menangkap mereka yang sengaja membakar lahan.

Ditambahkannya, untuk memperkuat bukti harus menggunakan tenaga ahli. Sedangkan jasa seorang tenaga ahli membutuhkan dana yang tidak kecil. dana seperti itu yang tidak dimiliki oleh pihak kepolisian. Oleh karena itu, untuk penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan, bukan perkara yang gampang.

“Kita pada dasarnya siap saja, kalau memang ada laporan masyarakat yang masuk. Hanya saja memang kesulitan kita adalah jasa tenaga ahli dengan biaya mencapai 32 juta perorang. Dari mana harus dicarikan anggaran sebesar itu,” pungkasnya. (Suf)




PERBAIKAN JALAN PENGHUBUNG SUNGAI LUAR- SUNGAI PIRING DILAKUKAN BERTAHAP.

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Jalan penghubung antara sungai luar menuju sungai piring yang mengalami rusak parah, dipastikan akan segera diperbaiki. Namun, karena kecilnya anggaran yang di gulirkan kesana, perbaikan akan dilakukan secara bertahap.
“Jalan penghubung antara sungai luar menuju sungai piring memang tahun ini akan kita perbaiki bahkan sekarangpun sudah dikerjakan. Namun karena minimnya dana untuk perbaikan tersebut kita belum bisa memperbaikinya secara keseluruhan.”Sebut Kadis PU. M.Nasir.
Menurut Nasir, untuk memastikan agar jalan tersebut benar-benar padat maka penimbunan akan dilakukan sebanyak dua kali pengerjaan. Pertama akan dilakukan penimbunan dengan sirtu dan yang kedua akan ditimbun dengan material. setelah benar-benar padat baru dapat lakukan pengaspalan.
“Beratnya medan yang akan kita perbaiki serta minimnya dana, untuk tahun ini kita baru bisa lakukan penimbunan jalan dengan sirtu kurang lebih sepanjang 5 km. Jadi perbaikan jalan penghubung antara sungai luar menuju sungai piring tersebut merupakan program kita untuk jangka panjang,” katanya baru-baru ini di Tembilahan. (Wawan)




Ahmad Yani “Pemkab Harus Tentukan Lokasi Pembangunan Jembatan”

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Permasalahan perbedaan keinginan dari masyarakat dua dusun di desa Sungai Empat tentang lokasi, mengakibatkan tertundanya proses pembangunan jembatan yang telah mulai dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum yg direncanakan akan dibangun di sungai simpun.
Perbedaan dikarenakan masyarakat dusun kampung baru menginginkan jembatan tersebut dibangun di dusun mereka, tapi jika dilihat dari segi teknis, keinginan mereka tidak mungkin dilakukan karena untuk pengerjaan pembangunan jembatan, diperlukan areal bebas dengan radius 50 meter. Kalau ini tetap dilakukan, tentunya pemukiman warga dalam radius tersebut dengan terpaksa juga harus dirubuhkan.
“Dalam hal ini, pihak pemerintah desa meminta kepada pemerintah kabupaten untuk segera mengambil keputusan pasti lokasi pembangunan jembatan tersebut. Dari dua kali kita pertemukan masyarakat dari dusun sungai simpun dan dusun kampung baru, tidak juga ditemukan kesepakatan,” kata Ahmad Yani, Kades desa sungai empat.
Jika lokasi pembangunan jembatan tersebut sudah ditentukan oleh Pemkab maka kita yakin masyarakat akan menerimanya, sebab hanya disungai simpun terdapat lokasi yang baik dan tidak mengganggu masyarakat.
Jika lokasi pembuatan jembatan tersebut terletak di dusun kampung baru maka banyak rumah pendudu yang terpaksa dipindahkan guna meletakkan alat-alat berat untuk pembuatan jembatan tersebut. “Ada tiga titik yang diinginkan masyarakat dalam pembangunan jembatan tersebut, jika pembangunan jembatan kita lakukan didusun kampung baru maka rumah-rumah masyarakat yang terletak dalam radius 50 meter terpaksa kita pindahkan, siapa yang akan mengganti kerugian yang mereka terima,” katanya.
lokasi kedua adalah dipasar, jika pembangunan tersebut dilakukan, tentunya akan mengganggu arus transportasi dan perekonomian masyarakat karena di lokasi terdapat kantin dan dermaga.
“Selain itu kita juga telah mempunyai program kerjasama antara pemerintah desa dengan CV untuk membangun kantin di pasar tersebut. Dari ketiga titik hanya disungai simpun yang paling memungkinkan karena tidak mengganggu apapun dan tidak merugikan masyarakat” kata Ahmad Yani.
Dengan perbedaan yang terjadi antara masyarakat dusun kampung baru dan dusun sungai simpun ini kita harapkan agar Pemkab khusunya Dinas PU selaku instansi terkait untuk segera mengambil keputusan. kita yakin jika pemerintah sudah menetapkan lokasi tersebut tidak akan terjadi konflik dimasyarakat, imbuhnya. (Wawan)




RALAT BERITA

Mohon maaf atas terjadinya kesalahan penulisan judul berita yang tertulis;
“PON VII RIAU, INHIL IMPORT 40 PERSEN ATLIT”.
Seharusnya, “PORDA VII RIAU, INHIL IMPORT 40 PERSEN ATLIT”

Berita sudah di ralat.

TTD, Pemimpin Redaksi.