BENSIN MELIMPAH, THUNDER HANGUS TERBAKAR

arbindonesia.com (Tembilahan) – Warga Parit VI Kelurahan Tembilahan Hulu, Mardianto (29) sungguh bernasib malang. Karena berlebihan mengisi bensin, sebuah motor Thunder miliknya hangus terbakar.

Peristiwa terbakarnya 1 unit motor Thunder BM 2261 QS sekira pukul 14.30 Wib ini sempat menjadi perhatian warga. Disamping api yang ditimbulkannya cukup besar, lokasi kejadiannya tepat berada di depan sebuah Pompa Pengisian Bensin Jalan Sungai Beringin Tembilahan.

“Begitu selesai mengisi bensin, karena merasa haus, sayapun menuntun kendaraan saya ke sebuah warung persis di depan SPBU. Setelah membeli sebotol air minum kemasan, saya berniat untuk langsung pulang kerumah. Eh naas, begitu saya menghidupkan motor, terlihat sepercik api menyambar dari arah mesin dan tiba-tiba saja langsung membesar,” Ujar Mardianto mulai bercerita. Senin (26/9/2011)

Menurut Mardianto, saat mengisi bensin, ia memang sudah mengetahui ada bensin yang melimpah keluar karena kepenuhan namun dirinya tidak menyangka kalau hal itu bisa berakibat fatal. “Saya sempat kaget melihat api membesar dengan cepat. Dengan replek saya langsung mencoba untuk memadamkan menggunakan peralatan seadanya. Tidak berapa lama, petugas SPBU datang membawa Racun api. Namun sayang, kendaraan saya sudah terlanjur hangus. Mungkin percikan api itu menyambar sisa bensin yang tadi melimpah.” Tuturnya dengan raut wajah sedih.

Dengan kejadian ini, Mardianto terpaksa harus menerima dengan sabar. Satu-satunya kendaraan miliknya kini telah menjadi onggokan besi hitam bekas terbakar.”Namanya musibah bang. Mau apalagi. Ya, pasrah ajalah,” pungkasnya (fsl)




Warga Keluhkan Emisi PT BNS. BLH Diminta Segera Turun Tangan.

ARBIndonesia.com, (Tembilahan) – Masyarakat Desa Rotan Semelur Kecamatan Pelangiran mengeluhkan emisi buangan (limbah asap- red)  perusahaan PT Bumireksa Nusa Sejati (BNS). Emisi tersebut telah mengakibatkan terganggunya masyarakat sekitar seperti atap rumah warga menjadi hitam karena debu sisa pembakaran dan warga jadi kesulitan untuk menjemur pakaian apalagi pakaian yang  berwarna putih.

Selain itu, warga juga kesulitan memperoleh air bersih sebagai pasokan utama air bersih untuk warga. Bagaimana tidak, air hujan yang ditampung warga warnanya terkadang telah berubah, berbau dan rasanya jadi tidak enak akibat bercampur dengan limbah emisi yang dihasilkan oleh aktivitas perusahaan Malaysia tersebut.

“Sekarang jangan coba-coba menjemur pakaian, terutama yang berwarna putih. Emisi asap yang dihasilkan dari cerobong pabrik PT BNS membuat pakaian putih milik kita menjadi bercak hitam,” kata H Udin, Senin, (26/9) melalui HP.

Lebih memprihatinkan, pasokan air bersih warga jadi terganggu. Padahal di Inhil, air hujan adalah sumber utama pasokan air bersih terutama untuk minum.

“Masyarakat bukan semuanya mampu untuk membeli air kemasan, terutama di daerah. Sebab harganya jauh lebih mahal dibandingkan harga di Tembilahan. Meskipun terkadang mampu membeli, ada warga yang tidak terbiasa mengkonsumsi air kemasan, karena rasanya yang tidak pas dilidah,” terangnya.

Sementara itu Hariansyah AMd, anggota dewan dari PDIP dari Dapil V, membenarkan keluhan warga tersebut. Dirinya berharap agar pihak terkait untuk bertindak dan kepada pihak perusahaan untuk segera membenahi masalah limbah emisi yang dihasilkankan oleh pabriknya.

Kepada pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH)  ia meminta untuk memanggil perusahaan tersebut. Sebab persoalan ini sudah menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. “Kita berharap kepada BLH untuk menindaklanjuti persoalan ini, agar msyarakat disana jangan semakin resah,”harapnya. (Nejad)




Inhil Berangkatkan 804 JCH Didampingi 8 Tenaga Kesehatan

2 orang tertunda berangkat karena alasan kesehatan


www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Jamaah Calon Haji (JCH) yang akan berangkat pada tahun ini ke tanah suci Mekah akan didamping oleh 8 tenaga kesehatan.  5 orang dari Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan sisanya 3 orang dari Tenaga Kesehatan Haji Daerah (TKHD). Khusus untuk tenaga kesehatan yang kedua, pembiayaannya ditanggung oleh daerah.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hilir Rasul Alim, di ruangan kerjanya, Senin, (26/9). Dijelaskannya, dari total 804 orang JCH yang ada, setakat ini masih ada yang belum memeriksakan kesehatan mereka dengan berbagai alasan. Mereka ada yang berasal dari daerah, juga ada yang dari Tembilahan.

“Kita memang tidak menjadwalkan waktu khusus bagi JCH yang belum memeriksakan kesehatan mereka. Ketika mereka datang untuk melakukan pemeriksaan, maka kita akan lakukan dengan segera,” kata mantan Dirut RSUD Puri Husada Tembilahan tersebut.

Ia menambah, untuk tahun ini ada 2 orang JCH sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan tertunda keberangkatan mereka karena alasan kesehatan.

Dalam kesempatan itu, ia menghimbau kepada seluruh JCH  untuk selalu menjaga kesehatan mulai dari sekarang hingga nantinya tiba di tanah suci. Juga diharapkan kepada JCH untuk mengikuti saran dari tenaga medis agar kesehatan mereka benar-benar fit, terutama menjelang keberangkatan.

“Kita meminta kepada JCH untuk menjaga kesehatan diantaranya dengan memperhatikan pola makan. Selain itu yang sangat penting adalah ikuti segala saran tenaga medis, “ sarannya. (Nejad)




Kepolisian Diharap Usut Pungutan Proyek Tanggul Parit Sidomulyo

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Sangat disayangkan apabila benar terjadinya pungutan liar terkait pengerjaan proyek Tanggul Mekanik disbun Inhil di Parit Sidomulyo Desa Sungai Rukam Kecamatan Enok. Proyek ini murni di danai melalui  APBD Inhil tahun 2011. Karenanya tidaklah dibenarkan adanya praktek pungutan seperser pun terhadap masyarakat. Untuk itu, diharapkan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti.

” Proyek tanggul mekanik di Parit Sidomulyo adalah murni dana APBD Inhil apabila ada pungutan itu namanya tidak betul dan apabila hal tersebut tetap dilaksanakan maka perbuatan tersebut jelas dapat di pidanakan. Perlu diketahui bahwa proyek tersebut murni gratis bagi masyarakat karena sumber dananya berasal dari APBD Kabupaten Inhil tahun anggaran 2011 ” ujar Herwanissitas, Sekretaris Komisi II DPRD Inhil kepada wartawan saat ditemui diruang Komisi II, Senin, (26/9)

Lanjut Sitas, berdasarkan laporan yang disampaikan oleh masyarakat ke dewan, dana Rp. 7.000/meter yang dibebankan kepada masyarakat dialokasikan untuk beberapa item. Salah satunya adalah untuk upah jaga alat berat.

 

Selain itu kata sitas, menurut keterangan masyarakat, dari dana 7.000 tersebut juga termasuk untuk membiayai makan dan minum para pekerja. Apa yang dilakukan oleh pihak  yang tidak bertanggungjawab tersebut sudah barang tentu menyalahi aturan yang sudah berlaku. “Yang namanya proyek pemerintah, tidak dibenarkan lagi adanya pungutan kepada masyarakat. kalau memang ini dilakukan, sudah jelas melanggar aturan,” kata politisi PKB tersebut.

 

Kata Sitas lagi, Selain itu, ketidakwajaran juga terlihat menyangkut upah angkut dan minyak alat berat ketika beroperasional. Menurutnya, hal-hal yang berkaitan dengan persoalan tersebut, pendanaannya sudah dialokasikan pada proyek tersebut melalui dana APBD. Jadi kalau memang masih ada pungutan, sudah barang tentunya pungutan seperti itu adalah ilegal dan harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Dari hasil penulusuran, dana yang diminta kepada masyarakat tersebut juga diperuntukkan untuk uang administrasi dan juga melobi pihak-pihak terkait agar menggolkan proyek tersebut. Tentunya pungutan tersebut makin menguakkan adanya keteidakberesan proyek tanggul yang dimaksud. Hal ini meskinya menjadi alasan kuat bagi aparat penegak hukum agar memproses kasus tersebut. (Nejad)




Takut Binatang Berbisa, Warga Sungai Buluh Eksodus

www.detikriau.wordpress.com (KUINDRA) -Sejak meninggalnya Yulia (5), putri kedua Madi Jumat (16/9) pekan lalu dan beberapa orang warga Desa Sungai Buluh, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), menjadi trauma.

Bahkan sejak saat itu pula banyak warga setempat mulai eksodus (pindah) ke Tembilahan.

Saat ini kondisi warga Sungai Buluh dalam keadaan ketakutan, akibat serangan binatang yang belum jelas apa jenisnya.

Bahkan sebagian warga rela meninggalkan rumah tinggal mereka, akibat serangan dan gigitan binatang yang berujung pada kematian.

Inur (32) warga Sungai Buluh, saat dihubungi RPG, Jumat (23/9) menceritakan dirinya dan beberapa orang keluarganya sudah tiga hari pergi dari Sungai Buluh ke Kota Tembilahan, akibat takut digigit binatang jenis ular dan lipan, meski belum pasti apa jenis binatang tersebut.

‘’Anak, Mertua dan Kakak Ipar saya saat ini sudah mengungsi ke Tembilahan, akibat trauma,’’ cerita Inur.

Inur mengakui, meski terlihat bekas gigitan binatang pada tubuh beberapa korban baik yang sudah meninggal maupun yang menderita sakit, namun dirinya bersama warga lain tidak dapat melihat jenis binatang yang menggigit tersebut.

‘’Terus terang kami takut, tapi bukan berarti tidak percaya Tuhan,’’ ucapnya.

Untuk mencegah bertambahnya korban jiwa berbagai cara telah dilakukan warga, mulai dari mendatangkan para medis hingga mengundang para ulama.

Sebab dikhawatirkan serangan binatang yang belum diketahui jenisnya itu semakin bertambah.

‘’Almarhum Yulia kemarin menurut cerita keluarganya, racun atau bisa gigitan binatang itu sudah menjalar ke bagian Jantung dan Otak sehingga nyawanya tidak dapat tertolong lagi,’’ ungkap Inur, menceritakan peristiwa malang itu.

Camat Kuindra TM Syaifullah, ketika dikonfirmasi terkait persoalan tersebut tidak menampik kalau warganya ada yang meninggal akibat digigit binatang langka itu. Namun ia mengakui, sejauh ini di Sungai Buluh relatif aman, meski dan sebagai warga yang mengungsi.

‘’Memang ada yang meninggal, tapi kita tidak tahu apa penyebabnya. Berdasarkan informasi yang kita terima, anak yang meninggal tersebut habis pulang dari hutan dan bersama orang tuanya, terlihat di bagian tubuhnya bekas gigitan binatang,’’ cetusnya.

Sedangkan tujuh warga Sungai Buluh yang sakit, kata Syaifullah, saat ini kondisinya sudah berhasil disembuhkan. Jika menurut analisa para medis, rata-rata bekas gigitan hanya terdapat satu titik, seperti bekas gigitan nyamuk saja. Bukan menunjukan gigitan ular atau lipan, yang biasa bekas gigitanya dua titik.

‘’Alhamdulillah, dari hari Rabu (21/9) kemarin hingga saat ini warga Sungai Buluh tidak ada lagi yang mengalami sakit-sakit akibat digigit binatang dan sejenisnya. Walaupun ada itu biasa karena perubahan alam,’’ jelas mantan Camat Tempuling ini.

Syaifullah, berpesan kepada warga untuk tetap tenang dan berdoa kepada Tuhan, agar dijauhkan dari segala musibah. Sehingga tidak mengarah kepada hal yang berbau Syirik.

‘’Saya rasa masalah makhluk-makhluk yang aneh itu hanya isu saja,’’ tambahnya.(rpg)




Hari Ini, Kloter JCH Diumumkan

www.detikriau.wordpress.com (PEKANBARU) – Kelompok terbang (kloter) jamaah calon haji (JCH) Provinsi Riau, direncanakan Kementerian Agama (Kemenag) Riau akan diumumkan Senin (26/9) ini di tiap kantor Kemenag kabupaten/kota.

Tertundanya pengumuman pembagian kloter jamaah karena keterlambatan pengumuman Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), tak hanya berpengaruh terhadap jadwal pembagian kloter.

Imbasnya terjadi untuk banyak hal seperti pembagian koper haji dan pembagian penambahan JCH tambahan.

‘’Insya Allah Senin (hari ini, red) kloter sudah akan diumumkan sehingga jamaah tak resah lagi,’’ sebut Kepala Bidang Haji dan Umrah, Aziz pada Riau Pos, kemarin.

Terlambatnya pengumuman kloter musim haji tahun ini sempat meresahkan ribuan jamaah. Padahal, berdasar jadwal sementara yang dikeluarkan Kemenag, kloter pertama akan terbang ke Embarkasi Batam pada Kamis (6/9) yaitu sekitar sepekan lebih lagi.

Hal ini pun dibenarkan Aziz. Dia mengatakan, kloter pertama yang berangkat ke embarkasi yaitu JCH Kota Pekanbaru atau kloter keenam JCH Riau.

Namun, terlambatnya pembagian kloter tidaklah disengaja, melainkan karena terkait keterlambatan SK pemberitahuan BPIH dari pusat, sehingga mengulur atau mengubah semua jadwal yang sebelumnya telah ditetapkan.

Aziz menambahkan, terkait koper haji, telah dibagi ke Kemenag kabupaten/kota. Di lokasi berbeda, Kepala Seksi haji dan Umrah Kemenag Kota Pekanbaru, Amattaridi membenarkan pihaknya telah menerima koper haji. Senin (26/9) ini, koper haji pun sudah bisa diambil JCH Kota Pekanbaru.

‘’Bisa diwakilkan namun harus membawa surat nomor porsi yang sudah kami beri sebelumnya ke JCH,’’ sebut dia.(rpg)