RSUD Puri Husada Terancam Berstatus Puskesmas.

arbindonesia.com (TEMBILAHAN) – RSUD Puri Husada Gemilang yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir ternyata tidak memiliki dokumen penting sebagai syarat utama berdirinya sebuah rumah sakit atau bangunan lainnya. Kondisi ini dikhawatirkan bakal mengancam eksistensi rumah sakit yang belakangan ini terus mendapat sorotan.

Menurut penuturan sumber yang sangat dipercaya menyatakan bahwa dokumen penting yang dimaksud adalah berupa Sertifikat Tanah, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Operasianal yang sudah usang dan akreditasi yang ternyata sama sekali tidak dimiliki oleh RSUD Puri Husada Gemilang Tembilahan.

“Kita tidak habis pikir, Rumah sakit plat merah ini ternyata sampai hari ini tidak memiliki kelengkapan dokumen dimaksud. Sebagai bentuk usaha yang dikelola pemerintah daerah, kondisi seperti ini sungguh sangat memalukan.”Papar sumber yang tidak bersedia mempublikasikan namanya ini.

Masih menurut pengakuannya, jika bulan oktober mendatang pihak RSUD Puri Husada Gemilang tidak sanggup memenuhi persyaratan standar minimal untuk rumah sakit yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan (Depkes), sangat besar kemungkinan status RSUD Puri Husada Gemilang akan berubah menjadi puskesmas.

“Jika memang hal tersebut terjadi maka Kota Tembilahan hanya memiliki satu rumah sakit aja, yaitu Rumah Sakit Indragiri. Namun, rumah sakit ini milik swasta yang tentunya beropersional atas dasar profit oriented (orientasi laba. Red). ” Katanya lagi.

Dirinya juga mengakui bahwa kenyataan ini merupakan sebuah tamparan yang luar biasa dan sangat memalukan jika memang nantinya rumah sakit yang sudah berdiri sejak tahun 1980-an ini turun status menjadi setingkat puskesmas.

Anggota Komisi I DPRD Inhil ketika dikomfirmasi terkait permasalah ini merasa cukup terkejut. Kondisi seperti ini menurutnya tentu akan berpengaruh kepada tingkat pelayanan yang akan diberikan kepada masyarakat.

 “Jangan sampai karena kelalayan pihak terkait, nantinya RSUD malah turun kasta. Ini tentunya sangat tidak kita inginkan. Untuk itu, ketiadaan dokumen-dokumen penting seperti itu agar segera untuk dilengkapi.” ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ketika dimintai tanggapannnya, (27/9/2011). (Wawan)




Puluhan Pekerja Kafe Dibawah Umur Terjaring Razia

arbindonesia.com (TEMBILAHAN )– Sedikitnya 21 orang wanita pekerja kafe yang masih dibawah umur, terjaring Operasi Bunga Siak tahun 2011 yang dilaksanakan oleh petugas gabungan Polres Indragiri Hilir, Selasa Pukul 01.00 WIB (dini hari)

Kapolres Indragiri Hilir AKBP TJ Djati Utomo SIK melalu Kabag Ops AKP  Yuniar Ari Darmawan, SIK,  menjelaskan Operasi Bunga Siak yang sudah digelar mulai (19/9) kemarin untuk memberantas adanya ekploitasi atau perdagangan manusia di Wilayah Hukum Polres Indragiri Hilir

“Operasi Siak Tahun 2011 digelar secara serentak sejak (19/9) yang lalu, adapun sasarannya yakni memberantas adanya ekploitasi manusia (Traficking). Operasi sendiri akan dilaksanakan selama 20 hari” ujar Kabag Ops Yuniar Ari Darmawan SIK

Dalam Operasi Bunga Siak yang sudah kita gelar di kafe-kafe yang ada di Kota Tembilahan, petugas gabungan berhasil menemukan sedikitnya 21 wanita pekerja kafe yang masih dibawah umur serta 1 orang waria. Setelah mereka ketahuan dibawah umur, mereka kita bawa ke Polres Indragiri Hilir untuk diberi pengarahan

“Sebelum mereka dilepas, seluruh pekerja kafe dibawah umur diberi pengarahan , lalu didata dan di introgasi serta memanggil pemilik kafe dan orang tua/wali untuk dibuatkan pernyataan bahwa mereka tidak ada unsur eksploitasi” tegas Kabag Ops Yuniar Ari Darmawan SIK. (suf)




DINSOS INHIL BERIKAN BANTUAN PADA ABD YASIR

Sempat Heboh Bantuan Diselewengkan Kadus

arbindonesia.com, (Tembilahan) – Untuk menunjukkan rasa keperdulian pada Nasib Abd Yasir, Akhir Pekan lalu, Dinsos Inhil menyalurkan bantuan. Meskipun tidak terbilang seberapa, diharapkan bantuan ini dapat sedikit membantu.

“Benar. Akhir pekan lalu kita sudah memberikan bantuan kepada Abd. Yasir dan penyerahan diberikan melalui Kepala Dusunnya. Saat ini sebenarnya kita memang tidak memiliki lagi anggaran untuk kegiatan seperti itu, namun dengan berbagai usaha, Alhamdulillah kita bisa menyerahkan bantuan ini. Mudah-mudahan ini dapat sedikit meringankan Mbah Yasir untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, “Jelas Kadinsos Inhil, menyambung komfirmasi melalui sambungan telepon selularnya, Senin (26/9/2011)

Dari informasi lapangan yang diperoleh detikriau.wordpress.com, barang bantuan yang diterima Mbah Yasir hanya berupa Uang Rp. 50 Ribu, Selimut 1 Helai, Baju 1 Helai, panci 1 buah dan roti kering 2 bungkus. Berdasarkan informasi seorang sumber, barang bantuan tersebut tidak seluruhnya diserahkan pada Abd Yasir. sebahagian ditahan di rumah Kadus.

Ketika informasi ini coba dipertanyakan, Rasyid cukup terkejut. Ia menyarankan untuk kepastian jumlah barangnya, sebaiknya mempertanyakan secara langsung pada staffnya, Suhaimi, karena ia yang langsung menyerahkan bantuan tersebut. “Coba temui ya karena pasti ada bukti serahterima barangnya,”Jawab Rasyid yang mengaku saat itu sedang berada di luar kota.

Kadus sialang, Karsum ketika dikomfirmasi terkait adanya isu miring ini, tidak membantah. Menurutnya, demi kemanan sebahagian barang bantuan tersebut masih ia simpan.

“Ini juga atas saran orang Dinsos pak. Semua hanya demi keamanan dengan pertimbangan kondisi fisik mbah yasir. Kalau kita serahkan semua, kita takut ia tidak bisa menjaganya apalagi memang anak-anak sering keluar masuk ke tempat kediaman mbah Yasir tersebut,” Terang Karsum memberikan komfirmasi. (fsl)




KADINSOS INHIL BANTAH TIDAK PERDULI PADA MASYARAKAT MISKIN

www.detikriau.wordpress.com (Tembilahan) – Tudingan ketidakperdulian Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Indragiri Hilir (Kab. Inhil) atas nasib kurang beruntung seorang laki-laki buta, Abd Yasir (70) mendapat sanggahan. Menurutnya, kesan ketidakperldulian itu semata-mata disebabkan karena keterbatasan biaya.

“Saya memegang jabatan sebagai Kadinsos masih terbilang baru. Apa yang dialami masyarakat sialang jaya tersebut kejadiannya sebelum saya disini. Menurut informasi yang ada pada kita, dana bantuan sosial seperti itu sebelumnya memang tidak dianggarkan. Jadi kalaupun ada, jumlahnya sangat kecil dan tidak mencukupi untuk menangani semua permasalahan sosial yang ada di Kabupaten Inhil ini,” Jelas Kadinsos Inhil, Rasyid MP, menjawab komfirmasi melalui sambungan telepon selularnya.

Guna antisipasi permasalahan seperti ini kedepannya, tambah Mantan Kadiskop dan UKM Inhil ini, untuk tahun anggaran 2012 nanti, kita sudah coba ajukan anggarannya. Namun, semua ini tentunya masih menunggu persetujuan pihak DPRD Inhil. Mudah-mudahan kalau anggaran ini disetujui, kedepan kita akan bisa berbuat lebih menangani berbagai permasalahan sosial seperti ini.”Jelas Rasyid.

Dalam kesempatan ini, Rasyid juga meminta pengertian masyarakat untuk tidak selalu menilai negative setiap adanya kekurangan dalam penanganan permasalahn sosial. Menurutnya, sebagai manusia biasa, tentunya seluruh personil di dinas yang dipimpinnya pastilah tidak luput dari kesalahan. Dan apapun program yang akan dilaksanakan, sekali lagi tidak mungkin untuk lepas dari adanya ketersediaan pendanaan,”Kalaupun bisa bekerja, tentunya pekerjaan itu tidak akan bisa semaksimal apabila adanya dukungan pendanaan yang memadai,” Pungkas Rasyid. (fsl)




CAMAT KATEMAN: GAUNG KELANGKAAN BBM TERLALU DIBESAR-BESARKAN

arbindonesia.com (Kateman) – Camat Kateman, Yuliargo menilai kelangkaan BBM yang terjadi beberapa waktu belakangan ini gaungnya terlalu dibesar-besarkan. Kelangkaan hanya terjadi pada BBM sejenis solar, itupun hanya disebabkan pangkalan yang biasa melayani masyarakat sedang dalam perbaikan.

Pernyataan ini disampaikan Camat Kateman melalui sambungan telepon selularnya kepada detikriau.wordpress.com, Selasa (27/9/2011). “Pangkalan BBM yang biasa melayani penjualan solar kepada masyarakat kini sedang tidak beroperasional. Terhentinya transaksi jual beli hanya disebabkan mereka sedang melakukan perbaikan ponton. Saat ini hanya ada 2 agen yang bisa melayani masyarakat dan tentunya jumlah persedian mereka sangat terbatas” Jelas Camat

Masih menurut penjelasan Camat, rencana aksi demo yang akan digelar pagi ini, itupun juga terlalu dibesar-besarkan. Kita tau sebenarnya yang komplin masalah terjadinya kelangkaan ini hanya segelintir orang. Aksi demo ini sendiri menurut Camat juga tidak sepenuhnya mendapat dukungan masyarakat.

“Kita sudah dapatkan informasi kalau mahasiswa yang akan turun melakukan demonstrasi pagi ini bukanlah mahasiswa putra daerah kita. Kita tidak maulah berandai-andai ada apa dengan mereka. Namun untuk rencana unjuk rasa yang akan mereka gelar, itu hal yang biasa diera keterbukaan saat ini. Kita tidak akan menghalangi asalkan mematuhi semua ketentuan yang ada,” Urai Camat memberikan penjelasan.

Ditambahkan Camat, menyikapi rencana aksi demo ini, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian setempat termasuk beberapa orang tokoh masyarakat. Kepada kelompok yang akan berdemo tersebut diakui Camat juga sudah diberitahukan agar sebaiknya menyampaikan tuntutan mereka melalui surat saja dan dipastikan akan disikapi sebagaimana harusnya.”Pungkas Camat mengakhiri. (fsl)




BBM LANGKA, RATUSAN MASSA AKAN GELAR AKSI DEMO

Diduga Ada Pihak yang Sengaja Bermain

arbindonesia.com (Kateman) – Ratusan massa yang menamai diri Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Rakyat (AM2PR), esok, rabu (27/9/2011) sudah memastikan diri untuk menggelar aksi demo. Pengerahan “people power” yang direncanakan diawali sekira pukul 09.00 Wib ini terkait terjadinya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam beberapa bulan belakangan ini. Mereka menduga ada pihak yang sengaja bermain.

“Sudah beberapa bulan belakangan ini masyarakat sangat disusahkan dengan kelangkaan BBM. Kita mensinyalir kelangkaan ini disebabkan adanya pihak-pihak yang sengaja bermain demi meraup keuntungan pribadi,” Jelas Sultan, salah seorang Mahasiswa yang akan ikut bergabung dalam aksi demo esok hari ketika dihubungi melalui sambungan telepon selularnya, Senin (26/9/2011).

Menurut Sultan, aksi demo pada awalnya diarahkan pada beberapa pangkalan BBM yang ada karena menurutnya, disinilah titik awal terjadinya kelangkaan ini. Namun, demi mempertimbangkan sisi keamanan, terpaksa dialihkan ke kantor Polsek dan Camat setempat.”Demo yang kita gelar dalam bentuk aksi damai. Sifatnya kita hanya menggelar orasi untuk menuntut agar pihak-pihak terkait segera mengambil tindakan. Kalau lokasi awal tetap kita pertahankan, kita takut dengan jumlah massa yang cukup besar, nantinya malah berakibat fatal yang pada akhirnya tentu akan merugikan masyarakat juga.” Paparnya.

Ketika dipertanyakan berapa perkiraan jumlah massa yang ikut tergabung, Sultan menjawab sekitar 500 an orang.

Terkait dengan rencana aksi demo ini, Camat Kateman, Yuliargo, ketika dikomfirmasi, tidak bersedia membuka sambungan telepon walaupun HP-nya dalam keadaan hidup. Bahkan ketika kembali dikomfirmasi melalui pesan singkat, sampai berita ini di turunkan, tidak kunjung dibalas. (fsl)