Proyek E-KTP Buka Ruang Korupsi Baru

www.detikriau.wordpress.com (JAKARTA) – Pengamat politik UI, Boni Hargens mensinyalir proyek e-KTP akan semakin membuka ruang bagi praktik korupsi baru. Menurutnya, modus kejahatan korupsi semakin canggih dan tak hanya terjadi saat proyek-proyek pemerintah berlangsung.

Menurut Boni, korupsi juga sudah terjadi sejak rencana anggaran itu disusun. “Masyarakat tak boleh terbuai dengan kasus-kasus yang ada. Banyak persoalan korupsi lain yang bisa muncul lagi,” terang dia saat dihubungi, Minggu (2/10).

Dosen ilmu politik UI ini menyebutkan, persoalan e-KTP saat ini masih mengalami kendala berpeluang menjadi kasus kourpsi baru. Itu terlihat dari berbagai persoalan yang menghambat pelaksanaan e-KTP. Apalagi, terang dia, anggaran yang dikucurkan dalam proyek tersebut juga cukup besar.

Namun nyatanya, harapan terlaksananya proyek kependudukan itu masih jauh dari harapan. “Saya rasa pantas kalau KPK segera melihat perkara ini sebagai persoalan penting pula,” ujarnya.

Boni menambahkan, dalam berbagai perkara terakhir ini memang kuat indikasi perkara korupsi yang terjadi sudah terencana baik. Artinya kasus korupsi itu sudah disusun sejak jauh hari. Sehingga proses mengambil uang rakyat pun terasa tanpa hambatan.

Modus-modus tersebut, lanjut dia, perlu diperhatikan banyak elemen masyarakat. Lembaga-lembaga penyidik negara pun harus lebih serius memantaunya. Sebab, perkara korupsi yang direncanakan itu menjadi lebih kabur dan sulit terdeteksi. “Kalau direncanakan berarti memang sudah ada niat. Akibatnya pun banyak hal yang menjadi dibodohi,” pungkasnya.

Menurutnya sanksi bagi pelaku korupsi yang terrencana itu haruslah lebih berat lagi. Tak bisa disamakan dengan pelaku korupsi dengan modus biasa. Agar sejak awal tindakan perencanaan korupsi menjadi dapat ditekan.

Sayangnya, dugaan kasus korupsi e-KTP belum disentuh Komisi Pemberantasan Korupsi. Dua pimpinan KPK, Haryono Umar dan Johan Budi, tak memberikan tanggapan sedikit pun. Berulang-ulang ponselnya dihubungi tak memberikan jawaban apapun.

Sementara itu, Komisi II DPR RI akan memantau langsung penerapan e-KTP di daerah yang dianggap paling krusial pelaksanaannya. Masalah SDM dan sosialisasi jadi bom waktu kekacauan. ’’Kami sudah siapkan sampel lokasi untuk melakukan tinjauan,’’ kata Abdul Hakam Naja, Wakil Ketua Komisi II DPR RI kepada INDOPOS, kemarin.




AGEN/PO AKDP TUNTUT KEADILAN.

Diduga Oknum Dishub Pungut Upeti Untuk Jadi Beking

www.detikriau.wordpress.com (Tembilahan) – Beberapa orang perwakilan Agen Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), hari ini, Kamis (6/10/2011) menyambangi Dinas Perhubungan. Kedatangan mereka untuk meminta Dishub berlaku adil dan tidak pilih kasih menerapkan aturan masuk terminal bagi seluruh Agen/PO yang beroperasioanal di Inhil. Mereka menduga ada oknum dishub yang menarik upeti dengan menjadi beking beberapa Agen/PO yang dengan nyata kini masih bebas beraktifitas diluar terminal.

“Kalau memang serius untuk menegakkan peraturan mbok ya jangan pilih kasih. Jangan malah untuk Agen/PO A misalnya, Dishub seolah-olah berlaku tegas namun, ketika menghadapi Agen/PO B kok malah loyo?. Ini ada apa? Wajar kalau kami menduga ada yang tidak beres. Misalnya ya mungkin saja ada oknum Dishub yang menarik upeti untuk menjadi beking Agen/PO nakal tersebut untuk mendapatkan fasilitas istimewa,” Ungkap Ganda yang mengaku sopir salah satu Agen/PO menjelaskan maksud kedatangan mereka ke Dishub. Kamis (6/7/2011)

Karena alasan inilah menurut Ganda yang membuat Agen/PO tempatnya bekerja bersama beberapa Agen/PO lainnya juga bersikeras untuk tidak mematuhi ketentuan yang dimintakan Dishub itu.“Rasa keadilan yang kami nilai tidak ada. Kami pasti akan patuh kalau memang Dishub tidak pilih kasih,” Katanya lagi.

Terkait dengan permasalahan ini, Kasi Lalin Dishub Inhil, Azwan ketika dikomfiramsi melalui sambungan telepon selularnya, Kamis (6/10/2011) membenarkan kedatangan beberapa Agen/PO tersebut mengkritik kinerja mereka. Bahkan Azwan mengaku menyambut positif dan meminta mereka untuk bicara terbuka.

“Saya menyikapi positif saja dengan kedatangan mereka. Kalau kritikan ini memang untuk kebaikan bersama, tentunya harus kita terima demi melakukan perbaikan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat kedepannya,” Jawab Azwan dengan bijak.

Ketika disinggung mengenai tudingan mereka akan adanya dugaan oknum Dishub yang menerima upeti dengan memberikan perlakukan istimewa pada beberapa Agen/PO?, Azwan tidak menampiknya. Bahkan dirinya meminta untuk dibuka saja secara terang-terangan agar masyarakat juga tau siapa oknum yang dimaksud yang jelas dengan perbuatannya itu akan merusak citra Dishub secara keseluruhan.

“Mungkin saja benar seperti apa yang mereka tuduhkan. Namun untuk ini, sebaiknya mereka tunjuk aja secara langsung siapa oknumnya. Biar masyarakat juga jelas dan mengetahui siapa oknum yang nakal ini,”Tantang Azwan.

Azwan juga mengakui bahwa mereka kini bekerja serius dan bersungguh-sungguh untuk menerapkan aturan tersebut. Namun menurutnya lagi, kalau memang ada oknum yang pandai-pandai memungut upeti dan menjadi beking, tentunya ini akan menjadi hambatan yang sangat fatal demi suksesnya menegakkan peraturan yang ada.(fsl)




HARGA KOPRA INHIL TERUS ANJLOK

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Harga kopra dikabupaten Indragiri Hilir tepatnya di Desa Kempas Jaya, Kecamatan Kempas kembali turun. Belakangan ini harga kopra hanya mencapai 150.000/kwintal. Kondisi itu tentunya membuat perekonomian masyarakat Inhil makin terpuruk.

“Kemaren saat saya menjual, harganya kopra hanya 150.000/kwintal. Harga tersebut terus turun dari beberapa waktu lalu, makanya kita bingung dengan kondisi tersebut. Sebab penghasilan yang didapat tidak sebanding dengan kebutuhan pokok yang cenderung meningkat,” kata Arsyad, warga Kempas Jaya, Kamis, (6/10/2011).

Masih menurutnya, apalagi hasil dari penjualan tersebut bukan langsung didapat secara bersih, tapi juga mesti dibagi dengan pemilik kebun dan teman yang bekerja. Kebetulan dirinya hanya mengambil upah dari memanen kebun salah seorang pemilik kebun kelapa.

“Pokoknya sangat tidak sebanding dengan pengeluaran dan pemasukan yang didapat,” jelasnya lagi.

Sementara itu salah seorang tokeh kelapa mengatakan, dirinya terus terang tidak tega melaihat apa yang didapat oleh para petani kelapa. Makanya, terkadang ia tidak menerima penjualan kelapa yang dilakukan oleh petani, dan langsung menyuruh mereka untuk menjual ke perusahaan, mana tahu harganya bisa lebih tinggi dari yang kita ambil.

“Terkadang  saya suruh saja petani tersebut menjual langsung ke perusahaan, sebab kemampuan saya membeli hanya Rp 150.000/kwintalnya. Mana tahu dengan menjual ke perusahaan harga bisa lebih tinggi, dan tentunya yang didapat oleh petani juga lebih besar,” ujarnya.

Sementara itu untuk beberapa daerah lainnya, seperti di kecamatan GAS dan Batang Tuaka, harga berpariasi. Tapi di Kecamatan lain yang paling rendah, harga kopra sekitar Rp 170.000/kwintalnya. “Kemaren saya sempat bertanya dengan salah seorang warga Kecamamatan GAS, bahwa kopra dikampungnya sekitar Rp 170.000/kwintalnya,” kata Isan warga Tembilahan. (Suf)




Jadwal Pertandingan Pra Piala Dunia 2014



Berikut ini adalah jadwal lengkap putaran pertandingan Pra Piala Dunia 2014 Brasil zona Asia.

Putaran 1 Pra Piala Dunia 2014 
Malaysia vs Taiwan
Bangladesh vs Pakistan
Kamboja vs Laos
Sri Lanka vs Filipina
Afghanistan vs Palestina
Vietnam vs Makau
Nepal vs Timor Timur
Mongolia vs Myanmar

Leg I: 29 Juni 2011
Leg II: 3 Juli

Putaran 2 Pra Piala Dunia 2014 
Thailand vs Afghanistan atau Palestina
Lebanon vs Bangladesh/ Pakistan
China vs Kamboja/ Laos
Turkmenistan vs Indonesia
Kuwait vs Sri Lanka/ Filipina
Oman vs Mongolia/ Myanmar
Arab Saudi vs Hong Kong
Iran vs Maladewa
Suriah vs Tajikistan
Qatar vs Vietnam/ Makau
Irak vs Yaman
Singapura vs Malaysia/ Taiwan
Uzbekistan vs Kyrgyzstan
Uni Emirat Arab vs India
Yordania vs Nepal/ Timor Timur.

Leg I: 23 Juli
Leg II: 28 Juli

Berikut 20 tim yang akan berlaga di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia

Jepang*
Australia*
Korea Selatan*
Bahrain*
Korea Utara*
Iran
China
Uzbekistan
Qatar
Jordania
Arab Saudi
Kuwait
Bahrain
Syria
Oman
Irak
Uni Emirat Arab
Thailand
Singapura
Indonesia
Lebanon

*Lolos langsung ke babak ketiga

Putaran 3
2 September 2011, 6 September 2011, 11 Oktober 2011, 11 November 2011, 15 November 2011, dan 29 Februari 2012

Putaran 5 (play-off AFC)
6 dan 10 September 2013

Putaran 6 (play-off Inter-continental)
15 Oktober dan 19 November 2013

2 September 2011
Iran vs Indonesia
Bahrain vs Qatar

6 September 2011
Qatar vs Iran
Indonesia vs Bahrain

11 Oktober 2011
Iran vs Bahrain
Indonesia vs Qatar

11 November 2011
Qatar vs Indonesia
Bahrain vs Iran

15 November 2011
Qatar vs Bahrain
Indonesia vs Iran


29 Februari 2012
Iran vs Qatar
Bahrain vs Indonesia




Bulan Menjadi Biru Saat Krakatau Meletus 1883

(www.detikriau.wordpress.com) — Sejarah mencatat letusan dahsyat Gunung Krakatau pada Senin, 27 Agustus 1883. Para ilmuwan menyebut kekuatannya setara dengan 100 megaton bom nuklir atau setara 13.000 kali kekuatan bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki.

Suaranya menggelegar, terdengar sampai 2.200 mil (3.500 km) sampai Australia dan 4.800 km di Kepulauan Rodrigues dekat Mauritius. Langit gelap beberapa hari setelahnya. Dua pertiga bagian gunung tenggelam ke dasar laut, dan menciptakan gelombang tsunami yang menewaskan puluhan ribuan orang. Ombak pasang terpantau sampai Selat Inggris. 

Letusan Krakatau juga menciptakan fenomena angkasa. Lewat abu vulkaniknya. Abu yang muncrat ke angkasa, membuat Bulan berwarna biru.

Seperti dimuat situs Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), beberapa partikel abu Krakatau, memiliki ukuran 1 mikron (atau satu per sejuta meter), ukuran yang tepat untuk menghamburkan warna merah, namun masih memberi peluang bagi warna lain untuk menerobos. Sinar Bulan yang bersinar putih berubah menjadi biru, kadang hijau.

Bulan berwarna biru bertahan bertahun-tahun pasca erupsi. Kala itu, tak hanya Bulan yang penampakannya berubah. Orang-orang saat itu juga menyaksikan Matahari berwarna keunguan seperti lavender. Dan untuk kali pertama kalinya, awan noctilucent, awan yang sangat tinggi, membiaskan cahaya pada senja ketika matahari telah tenggelam, mengiluminasi dan menyinari langit dengan sumber cahaya yang tak tampak.

Abu membuat senja seperti terbakar. “Orang-orang di New York, Poughkeepsie, dan New Haven sampai menghubungi pemadam kebakaran, karena terlihat seperti ada kebakaran,” kata vulkanolog, Scott Rowland dari University of Hawaii.

Fenomena bulan biru juga terlihat pada 1983, setelah letusan gunung berapi El Chichon di Meksiko. Juga pasca letusan Mt. St Helens di tahun 1980 dan Gunung Pinatubo pada tahun 1991.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono, mengatakan letusan dahsyat Krakatau 1883 adalah yang ke dua yang terpantau sejarah.

Sebelumnya, Krakatau pernah meletus pada tahun 1416. “Neneknya Anak Krakatau yang meletus, juga sampai menimbulkan tsunami,” tambah dia.

Namun, tidak ada catatan pasti soal akibat letusan gunung yang diperkirakan setinggi 4.000 meter itu.

Pasca letusan 1883, Surono menambahkan, Krakatau lenyap. Lalu, muncullah Anak Krakatau pada tahun 1930-an. Sejak saat itu, si anak terus-menerus meletus. “Hanya pada tahun 1950-an, sedikit mengerem letusan, dua sampai empat tahun,” tambah dia.

Hingga tahun 2005, ketinggian Anak Krakatau terpantau sekitar 315 meter.  Saat ini aktivitas Anak Krakatau sedang tinggi, gempa vulkanis terjadi ribuan kali setiap harinya. Namun, Surono meminta masyarakat tak panik. “Yang meletus anaknya, bukan ibunya.”

• VIVAnews




LAMPUNG SIAGA AMUK KRAKATAU

Lampung (www.detikriau.wordpress.com) — Sebagai kabupaten yang paling dekat dengan Anak Krakatau, Lampung Selatan telah siap siaga mengantisipasi kemungkinan terburuk yang terjadi akibat aktivitas gunung yang meningkat tajam sejak medio September lalu. Bahkan, saat ini Krakatau telah berstatus siaga.
“Kami telah berkoordinasi dengan semua dinas terkait. Bahkan hari ini kami telah melakukan rapat koordinasi antara lain dengan Dinas Kesehatan, Dinas PU, Satgas Penanggulangan Bencana,” ungkap Sekretaris Kabupaten Lampung Selatan, Sutono.

“Pemerintah kabupaten menyiapkan satuan tugas (Satgas) yang ditempatkan di setiap kecamatan yang terdekat dengan Anak Krakatau. Juga disiapkan posko-posko tanggap darurat di desa-desa. Kami merekrut warga yang mau menjadi sukarelawan menjaga posko-posko tersebut,” lanjut Sutono.

Jumlah satgas atau taruna tanggap bencana terlatih yang disiapkan menurut berjumlah 60 orang. Sedangkan tim kesehatan terlatih ada 12 personil yang bekerjasama dengan puskesmas yang ada di tiap kecamatan.

Posko-posko tersebut terletak di 42 titik. Masing-masing diberikan alat telekomunikasi berupa radio handy talky untuk menyebarkan informasi-informasi terbaru mengenai aktivitas Anak Krakatau.

Selain itu, sejak satu setengah bulan lalu para camat dan kepala desa sudah diinstruksikan untuk melakukan sosialisasi ke warga tentang kondisi Anak Krakatau yang kini menjadi siaga. “Selain itu juga para camat dan kepala desa itu harus membuat dan menyosialisasikan jalur-jalur evakuasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.”

Selain itu, Sutono mengungkapkan, Pemkab Lampung Selatan telah menyiapkan gudang-gudang berisi stok makanan seperti mie instan. “Salain itu juga sudah disiapkan masker untuk penangkal debu vulkanik dan peralatan yang dibutuhkan untuk evakuasi. “Intinya, pihak kami telah siap untuk mengantisipasi bencana. Kami juga meningkatkan komunikasi dan informasi antar posko, sehingga bisa lebih mengantisipasi,” pungkasnya

Meski demikian, Sutono mengimbau masyarakat untuk tidak panik. “Karena aktivitas Anak Krakatau sekarang tidak akan menimbulkan tsunami atau gempa seperti tahun 1883 (saat Krakatau meletus), bahkan hingga 50 tahun ke depan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kecil kemungkinan Anak Krakatau meletus dahsyat. Apalagi, sampai menimbulkan tsunami yang konon dikabarkan sampai Jakarta. Jangankan Jakarta, jarak gunung dengan pantai di Lampung dan Banten sekitar 40-50 kilometer. “Sehingga kecil kemungkinan terpengaruh oleh letusan gunung.”(VivaNews)