RI CABUT MORATORIUM TKI KE MALAYSIA

www.detikriau.wordpress.com – Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat menegaskan bahwa pemerintah akan mencabut moratorium Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia. 
Menurutnya, penempatan TKI sektor informal atau penata laksana rumah tangga akan kembali dibuka mulai 1 Desember 2011, setelah pemberlakuan moratorium sejak Juni 2009.

“Malaysia telah menjamin perlindungan TKI,” katanya saat memberi sambutan pada sosialisasi penempatan dan perlindungan TKI melalui kesenian tradisional yang diselenggarakan oleh BNP2TKI di depan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Jumhur mengatakan, pemerintah sangat mempertimbangkan penempatan TKI ke berbagai negara yang dapat menjamin perlindungan TKI secara baik. Jika itu belum bisa dilakukan atau terjadi permasalahan TKI di negara penempatan, pemerintah akan menghentikan jalur distribusi ke negara tersebut.

Terlepas janji manis Malaysia, pencabutan moratorium juga didasari kekhawatiran pemerintah terhadap peningkatan jumlah TKI di luar negeri yang tidak terdokumentasi atau ilegal.

Setelah moratorium dicabut, pemerintah berjanji akan melakukan tiga hal. Pertama, meningkatkan pengawasan PJTKI dan setiap PJTKI yang tidak legal akan ditindak tegas.

Kedua, Pemda melalui kelurahan, kecamatan dan Disnaker harus bekerja ekstra keras untuk menjadi pelayanan utama untuk menghindari calo, sehingga PJTKI nanti melalui dinas tenaga kerja. Ketiga, pemerintah akan memberikan pengawasan bersama polisi.

Hingga kini, pemerintah masih memberlakukan moratorium atau penghentian sementara penempatan TKI ke Arab Saudi, Kuwait, Yordania, dan Suriah.(vivanews)




BATAM SIAGA SATU

BATAM (www.detikriau.wordpress.com) – Batam ditetapkan siaga satu oleh Polresta Barelang menyusul kerusuhan Kamis (24/11) kemarin. Menurut Pjs, Kapolresta Barelang, Yohannes Widodo, status siaga tersebut mutlak harus ditetapkan. Sebab, dalam demo buruh yang berakhir rusuh, mereka sudah berbuat diluar batas dengan membakar dan merusak seluruh pos polisi yang ada.
“Sikap tersebut kita ambil guna mengembalikan kondisi Batam kembali kondusif seperti semula,” ujar Yohannes. Yohannes sendiri berharap, agar perwakilan aliansi buruh bisa menginstruksikan belasan ribu buruh tak kembali berdemo. Sebab, kalaupun dipaksakan  turun lagi ke Pemko Batam dengan jumlah yang sama, bisa dipastikan kan rusuh lagi.

“Sebaiknya kalau mau berunding dengan Walikota, melalui perwakilan saja, bukan malah membawa belasan ribu massa yang akhirnya mereka sendiri tak dapat mengendalikan massanya yang brutal,” kata Yohannes.

Batam Pos (Grup JPNN) mendapat bocoran informasi dari salah seorang anggota polisi, bila hari ini masih ada aksi serupa, Polresta Barelang akan mendapat bantuan personel dari Polresta Tanjungpinang dan Bintan.

Apakah ada instruksi tembak ditempat seandainya demo buruh kembali rusuh? Yohannes menegaskan instruksi tembak ditempat tak akan diberlakukan. “Saya masih percaya dengan koordinator aksi dari belasan ribu buruh bisa membuat anggotanya berpikir jernih untuk tak membuat onar,” katanya.

Adanya demo rusuh selama dua hari di Batam, sempat memunculkan isu, akan ada sweeping besar-besaran dari para buruh pendemo terhadap pegawai Pemko yang memakai batik atau baju safari. Namun, isu itu, kata Yohannes pastinya dari kepolisian akan memback-up masyarakat dalam bentuk pengamanan agar isu itu tak muncul sungguhan.

Sedangkan, ketua SPSI Batam, Syaiful Badri, berharap ribuan buruh yang sudah berdemo, agar hari ini tak turun lagi guna mengantisipasi keamanan terhadap para buruh. Pantauan Batam Pos di lapangan, patroli kepolisian masih berkeliaran dijalan-jalan, mengantisipasi adanya kerusuhan susulan lagi nantinya.

Setelah bubar dari Kantor Wali Kota Batam, pendemo ternyata masih melanjutkan aksinya. Mereka merusak seluruh pos polisi dan fasilitas umum yang ada di sejumlah titik.

Di Simpang Kabil, massa merusak pos polisi dan membakar satu unit mobil patroli dan satu unit motor milik polisi. Persitiwa serupa juga terjadi di Simpang Dam dan Simpang Panbil, Mukakuning. Di sana massa juga membakar dua unit kendaraan pelat merah.

Massa juga merusak sejumlah pos dan kantor polisi di seluruh wilayah di Batam. Mulai di Nagoya, Batuaji, Sekupang, Simpang Jam dan lain sebagainya. Pos Satpol PP di sejumah titik juga dirusak dan dibakar massa.

Sebaliknya, aparat polisi juga menggelar sweeping di sejumlah titik. Di BAtuampar, polisi menangkap sedikitnya lima karyawan McDermott. Padahal mereka baru saja pulang kerja.

Tak hanya ditangkap, polisi juga menyiksa para pekerja tak berdosa itu. Sejumlah pekerja mengalami luka serius di bagian kepala. Parahnya lagi, polisi juga merusak kendaraan milik para pekerja McDermott.

Terpisah, jajaran polisi juga sweeping di wilayah Sekupang, Batuaji dan Mukakuning. Dengan iring-iringan 10 kendaraan, terdiri dari tiga mobil polisi, empat truk polisi, satu unit water canon dan dua unit mobil pemadam kebakaran, aparat berkeliling Batam.

Jhoni Simbolon, 33, warga Ruli Sukajadi menjadi korban dalam insiden unjuk rasa pembakaran Pos Polisi di Simpang Kabil, Kamis (24/11) siang. Kepala buruh bangunan itu bocor di kepalanya dengan 30 jahitan akibat di pukul pakai popor senapan oleh satuan anggota Brimob di Simpang kabil. Kedua tangannya juga patah akibat dikeroyok polisi.

Frengki Purban, rekan korban mengatakan siang kemarin mereka berdua sedang berjalan dari rumah ke arah Kabil nongsa dengan berjalan kaki. Namun sialnya tiba di simpang kabil suasana sedang memanas karena aksi bakaran pengunjuk rasa ke Pos Polisi. Begitu lewat di lampuh merah sebelah kiri dari arah Baloi dekat Pospol, tiba-tiba Jhoni langsung didatangi oleh seorang anggota Brimob.

“Tanpa banyak tanya, adik saya ini digebuk pakai popor, kepalanya pecah 30 jahitan, tangannya juga patah diinjak-injak Brimob lainnya,” ujar Frengki saat berada di rumah sakit Chamanta Sahidiya Mukakuning mengantar Frengki.

Pemuda lajang itu masih belum sadar hingga kemarin sore. Dan beruntung saat digebuk anggota Brimob, Frengki diselamatkan oleg anggota Provos.
“Sepertintya anggota Brimob ini mau bunuh adik saya. Padahal kami tak tahu apa-apa dengan hal ini,” sebut Frengki. (gas/par/eja/hsl/cr12/inc)

 




STAI Diminta Lebih Berperan Majukan Pendidikan di Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – STAI salah satu lembaga Tinggi Pendidikan Islam, sangat terkenal untuk kawasan Indragiri Hilir. Bahkan STAI Inhil, diakui sebagai Sekolah Tinggi Islam yang terbaik untuk Riau-Kepri. Untuk itu, ini menjadi tantangan kedepan bagimana Prestasi tersebut bisa dipertahankan.

Lebih dari itu, Eksistensi STAI yang sudah diakui tentunya menjadi tantangan bagimana STAI mampu melahirkan inovasi pendidikan dalam rangka memajukan daerah. Sebab setakat ini, berbagai permasalahan dunia pendidikan masih terjadi di Inhil. Terutama menyangkut kualitas apakah itu tenaga guru, maupun permasalahan  lainnya.

“Kita berharap STAI Auliaurrasyidin mampu menghasilkan berbagai inovasi pendidikan dalam memajukan Inhil kedepan. Bagimanapun juga kemajuan suatu daerah sangat tergantung dengan pendidikan, disinilah STAI diharapkan dapat berperan lebih jauh,” kata Asisten II Ir H Syafrinal Hedy dalam penutupan acara PIOS ke III di aula utama STAI di jalan Provinsi Parit 6.

Dikatkannya lebih jauh, kemajuan pendidikan tidak hanya bisa diserahkan kepada suatu pihak dalam hal ini pemerintah. Tapi peranan semua pihak, terutama kalangan Sekolah Tinggi sangat penting. “Untuk itu marilah bersama-sama kita majukan pendidikan di Inhil,”harapnya. (Suf)




Asisten II Tutup PIOS ke III di Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Asisten II Sekdakab Inhil Ir H Syafrinal Hedy, secara resmi menutup Pekan Ilmiah Olahraga dan Seni (PIOS) ke III yang siikuti perguruan tinggi Islam di Provinsi Riau dan Kepri  di aula utama STAI Auliaurrasyidin Tembilahan, Jumat malam (24/11), setelah selama hampir sepekan kegiatan tersebut berlangsung. 

Dalam sambutannya mantan Kadishutbun tersebut mangatakan kegitan seperti ini diharapkan tidak menjadi ritual seremonial belaka. Tapi inti dari kegiatan ini dalam rangka menggali berbagai potensi yang dimiliki, yang nantinya bisa disumbangkan dalam rangka memajukan daerah.

“Inhil saat ini sedang giat-giatnya melakukan pembangunan di berbagai aspek, tidak terkecuali sektor pendidikan. Besar harapan kita, STAI mampu menyumbangkan berbagai inovasi pendidikan bagi Inhil. Sehingga kedepan sektor pendidikan di Inhil semakin maju sesuai dengan kebetuhan zaman,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut ia berharap, kegiatan PIOS hendaknya mampu mempererat jalinan silaturrahim masing perguruan tinggi Islam yang ada di Riau dan Kepri. Meski masing masing utusan sama sama ingin meraih prestasi terbaik, tapi bukan berarti harus menghalalkan segala cara dalam menggapai ambisi tersebut.

“Utamakan ukhuwah islamiah atas prestasi yang didapat. Terimakasih kepada panitia PIOS, kami ucapkan  selamat Ultah ke  II STAI, terus melakukan inovasi pendidikan dalam rangka kemajuan daerah,” harapnya.

Dalam penyelenggaran PIOS ke III di Tembilahan, kontingen tuan rumah berhasil menjadi juara umum. Setelah utusan mereka dalam berbagai iven yang dipertandingkan rata-rata mampu menjadi yang terbaik, mengalahkan berbagai peserta dari daerah lain. Terutama untuk cabang-cabang Ilmiah dan Seni. (Suf)




MASYARAKAT SAYANGKAN PENGGUNAAN KENDARAAN “PLAT MERAH” DILUAR PERUNTUKAN.

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Dipenghujung pekan, sudah menjadi kebiasaan sebagian warga Tembilahan untuk berlibur bersama keluarga. Ini tentunya hal yang positif untuk kembali menyegarkan pikiran setelah lima hari penuh disibukkan dengan berbagai aktifitas kerja. Dengan kondisi kota Tembilahan yang sangat minim dengan tempat-tempat rekreasi, kebanyakan masyarakat Tembilahan memilih berlibur ke luar kota seperti ibu kota Provinsi, Pekanbaru. Dari ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat yang mulai terlihat ramai menuju arah keluar kota sejak jum’at sore, tidak sedikit dari kendaraan yang melaju kencang itu terpasang tanda nomor kendaraan “berplat merah”. Yang menjadi pertanyaan, layakkah kendaraan yang khusus dipergunakan untuk penunjang kelancaran kerja ini dipergunakan diluar peruntukan?

Kenyataan seperti ini tentunya menjadi tandatanya dibenak masyarakat karena sepengetahuan mereka, kendaraan titipan rakyat ini seluruh pembiyaan untuk perawatan dan operasionalnya juga dibebankan melalui APBD, gunanya? Tidak lain agar sipenerima titipan fasilitas rakyat ini dapat lebih lancar melakukan berbagai aktifitas kerja yang pada akhirnya tentu untuk memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat juga.

“Saya sendiri heran bang, apa memang dibenarkan kendaraan yang dibeli dari uang rakyat ini bisa seenaknya dipergunakan diluar jam kerja? Apalagi liburan jelas tidak ada kaitannya dengan tugas kedinasan,” Tanya Anwar (43), Jum’at (25/11/2011).

Menurut Anwar, sampai hari ini, karena memang tempat tinggalnya berada pada sisi jalan lintas provinsi, pemandangan mempesona ini sering mengganggu matanya.”Saya bukannya iri bang, sama sekali jauh dari rasa itu, hanya saja, mbok ya sadar dikitlah karena peruntukkan titipan kendaraan dinas itu sudah begitu jelas. Kalau nggak takut sanksi urusan di dunia, paling tidak malulah ketika nanti harus mempertanggungjawabkan barang amanah ini dihadapan Tuhan,” Sindirnya sambil mengingatkan.

Bukan hanya Anwar, rupanya kondisi nyeleneh ini juga banyak mengganggu benak masyarakat kota Tembilahan lainnya seperti Rian (17). Laki-laki berperawakan kurus dengan kulit putih bersih ini malah sambil tertawa kecil bertutur kalau ada masyarakat Inhil yang tidak mengetahui hal ini, itu baru namanya aneh.” Biasa bang, mungkin ya daripada ngerogoh kantong sendiri, ya aji mumpung, selagi ada kesempatan, kenapa nggak mau.” Ujarnya sambil tertawa renyai ketika ditanya terkait hal ini.

Dari pantauan, tidak hanya dihari libur, penggunaan kendaraan dinas yang diluar peruntukan juga menjadi pemandangan biasa setiap hari lainnya. Mulai dari mengantar pulang pergi anak sekolah, belanja keperluan pasar, jalan-jalan sore dan berbagai tetek bengek keperluan pribadi lainnya. Mirisnya, siapa yang bisa menertibkan penyalahgunaan seperti ini karena siapapun tau yang diberikan fasilitas kendaraan roda empat tentunya bukan PNS biasa. (fsl)




SIKAT LAPTOP PNS, OKNUM KULI TINTA DI BUI

TEMBILAHAN (VOKAL) – Gara-gara kedapatan mencuri 1 unit Notebook merek Asus  type E.ee PC warna hitam, milik Maryanto (41) salah satu pegawai Kantor BKD Kabupaten Inhil, Jalan SKB Tembilahan. Akhirnya, AN (29) diringkus oleh petugas Polsek Kota Tembilahan Rabu (23/11)

 

Dalam keterangannya Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK. M.si melalui Kapolsek Kota Iptu R.Tarigan, Jum’at (25/11) mengatakan kronologi penangkapan terhadap tersangka, berawal adanya laporan dari korban yang kehilangan Notebooknya didalam ruang kerjanya.

 

“menurut keterangan korban, setiap diadakan apel pagi dikantornya, seluruh fasilitas kerja yang dibawanya termasuk laptop diletakkan diatas meja ruangan kerjanya.

Namun alangkah terkejutnya korban setelah Ia selesai apel dan masuk kedalam ruangannya, tiba-tiba Notebook itu sudah raib,  cerita korban saat melapor ke Polsek Kota” kata Iptu R.Tarigan.

 

Bahkan sebelum korban melapor ke Polsek Kota, korban juga mengaku bersama teman-temannya sudah berusaha untuk mencari keberadaan Notebook itu, tapi tidak juga menemukan hasil, barulah kemudian Ia mengadukan permasalahan tersebut ke Kantor Polisi Polsek Kota Tembilahan.

 

“Sekitar Pukul 8.30 WIB, Korban datang melapor ke Polsek Kota untuk mengadukan kejadian yang dia alami.  Atas laporan dari masyarakat tersebut kemudian kita langsung meluncur ke TKP untuk mencari keterangan-keterangan dari saksi lainnya” tegas Iptu R.Tarigan Kapolsek Kota.

Berawal dari keterangan korban dan para saksi lainnya, bahwa sebelum kegiatan apel pagi, diketahui, tersangka yang mengaku wartawan salah satu situs online pekanbaru mendatangi kantor BKD untuk maksud melakukan komfirmasi. Namun karena memang saat itu akan dilaksanakan apel pagi, oleh pegawai BKD, tersangka dipersilahkan untuk menunggu.

 

“Begitu tersangka behasil kita amankan sekira pukul 13.00 WIB, saat Ia berada di salah satu Warnet. Awalnya tersangka sempat berbelit kalau Dia bukan pelakunya, Namun berkat kejelian Anggota pada akhirnya tersangka baru mengaku kalau Dia pelakunya” tambah Iptu R. Tarigan lagi.

 

Kemudian setelah dilakukan penyidikan dan pengembangan oleh petugas, ternyata tersangka mengakui bahwa dirinya yang melakukan penncurian laptop tersebut.

Diduga tersangka juga ada kaitannya dengan hilangnya beberapa peralatan elektronik diperkantoran belakangan hari ini. “Saat ini tersangka beserta barang bukti berupa Notebook, sudah diamankan di Polres Indragiri Hilir untuk penyidikan dan pengembangan lebih lanjut” pungkasnya. (fsl)