Diam-diam festival film homosexsual diselenggarakan di Jakarta

JAKARTA (www.detikriau.wordpress.com) – Setelah berulang kali diprotes, acara Q! Film Festival, sebuah festival film yang mengangkat dan mengkampanyekan wacana lesbian, gay, bisexual, dan transgender (LGBT), tampaknya tak membuat festifal film tersebut dihentikan. Pasalnya pada tahun ini, ternyata acara tersebut sudah berlangsung enam hari sejak dibuka pada hari Jumat malam, (1/10/2011) lalu.

Diadakannya acara tersebut adalah sebuah ‘kecolongan’ besar bagi kaum Muslim. Karena memang publikasi acara tersebut dilakukan secara diam-diam agar tak ‘terendus’ media. Rupanya pihak panitia masih dibayangi rasa takut, dimana pada tahun lalu, acara ini sempat diprotes oleh Front Pembela Islam.

“Saya sedang dalam perjalanan ketika menerima pesan SMS dari beberapa teman yang mengatakan bahwa FPI itu memprotes di depan Goethe-Haus,” ujar Jeffrey Sirie, kepada thejakartaglobe.com saat menghadiri malam pembukaan festival tersebut di perpustakaan Nasional.

“Mereka mengatakan kepada saya untuk tidak datang,” tambah Jeffrey mengingat aksi Front Pembela Islam (FPI) setahun lalu.

Untuk menghindari kasus sebagaimana kasus tahun lalu, pihak panitia penyelenggara ditugaskan memasang iklan seminim mungkin dan tidak menunjukkan poster atau spanduk di tempat acara. Mereka juga telah mempersulit pengunjung untuk mengakses jadwal film di situs web kelompok ini yang beralamat di www.q-munity.org, dengan cara meminta alamat e-mail, menerbitkan password dan meminta pengguna untuk menyetujui syarat sebelum memasuki situsnya .

Selain itu, panitia juga tampaknya menghindari peliputan media sebelum acara pembukaan.

Menurut John Badalu, pendiri organisasi Q-Munity berharap agar di masa depan, festival seperti ini akan mampu menjangkau khalayak lebih luas, termasuk masyarakat kelas bawah.

Meninaputri Wismurti, mantan wartawan majalah remaja Gadis, mengatakan proses untuk memilih film untuk festival tahun ini dimulai pada Februari. Beberapa pemutaran akan disertai dengan diskusi dengan pembuat film dan Kontras, sebuah kelompok yang berfokus mempromosikan hak asasi manusia (HAM), katanya.

Rusli Eddy, penyelenggara festival film dan mendukung Q! Film Festival sejak tahun 2002, mengatakan acara seperti ini harus terus berjalan, meskipun ada kontroversi.

“Ini adalah festival yang merayakan perbedaan dan toleransi. Tidak peduli seberapa besar atau kecil, perlu untuk terus ditunjukkan pada masyarakat, “ujar Rusli dikutip theJakartaglobe.

Sebagaimana dikutip laman salihara.org, untuk mengembangkan jangkauannya, sejak beberapa tahun yang lalu, film-film seperti ini telah diputar di lebih dari 10 kota di Indonesia dan mengadakan berbagai program lain seperti pameran seni rupa, penerbitan buku dan workshop film.

Saat ini, Q! Film Festival merupakan festival film bertema lesbian dan gay (LGBT) terbesar di Asia. Selain diputar di Salihara, Q! Film Festival juga akan dilaksanakan di CCF Salemba, Erasmus Huis, ruangrupa, Kontras, Kineforum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara.

Namun parahnya meski mengadakan sebuah festival yang tergolong amoral, panitia Pantia Q! Film Festival memiliki pendapat lain.

Dalam rilisnya di situs Komunitas Salihara, salihara.org, panitia mengklaim film ini adalah alternatif tontonan bagi masyarakat. Festival film homoseksual terbesar di Asia jelas-jelas mengaku mempunyai misi mengangkat isu wacana-wacana seperti Lesbian, gay, dan sebagainya.

“Sebagai satu-satunya festival yang menawarkan film-film alternatif yang tidak biasa diputar di bioskop komersial, Q Film Festival telah berhasil diselenggarakan setiap tahun sejak 2002.

“Selain memberi pilihan tontonan, festival film ini juga memiliki misi untuk berbagi dan mengangkat wacana lesbian, gay, bisexual, transvestites (LGBT)—sebagai bentuk dukungan atas kebebasan berekspresi dan keberagaman orientasi seksual. Selama penyelenggaraannya, Q Film Festival telah memutar lebih dari 800 judul film yang dihadiri oleh sekitar 160.000 pengunjung. Tamu-tamu dari mancanegara; pembuat film, distributor dan penyelenggara festival film pun turut hadir ke perhelatan seni budaya ini.”

Seperti dikatakan salihara.org, rangkaian acara ini akan berlangsung tanggal 1-7 Oktober 2011 di Komunitas Salihara, Jalan Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sampai saat ini belum, terlihat Ormas Islam maupun Kelompok lainnya yang berencana membubarkan acara tersebut.

Sebelumnya pada tahun 2010, FPI melakukan aksi menolak diputarnya film yang diselenggarakan oleh Q Film Festival di beberapa tempat kebudayaan asing di Jakarta, seperti Pusat Kebudayaan Perancis, Goethe Institute, dan Erasmuis Huis. FPI menegaskan bahwa film yang diputar akan merusak moral dan bertentangan norma agama.

Bahkan Dewan Pembina Daerah (DPD) DKI Jakarta Front Pembela Islam (FPI) kala itu melaporkan panita penyelenggara Festival Film Q! ke Polda Metro Jaya, Jumat, 1 Oktober 2010. Ketua Bidang Nahi Mungkar FPI, Munarman, mengatakan bahwa laporan ini dikarenakan mereka menilai penyelenggara film telah menyebarluaskan pornografi. “Kami akan laporkan dengan pasal UU Pornografi dan UU ITE,” ujar Munarman.

Jangan biarkan budaya kemaksiatan kaum Sodom dibangkitkan kembali untuk merusak kaum Muslimin. Jangan biarkan musuh-musuh Islam ‘membunuh’ generasi Islam dengan dunia hiburan yang berisi doktrinasi budaya maksiat yang diwacanakan sebagai sesuatu yang lumrah dan merupakan hak asasi setiap manusia.

Kalau setiap dari kita mendiamkan hal demikian maka bersiaplah menanti ‘kehancuran’ moral dan peradaban manusia tergantikan ‘peradaban setan dan binatang’. Wallohua’lam.  (arrahmah)

 




BIBIT SAWIT PALSU RESAHKAN PETANI

PEKANBARU (www.detikriau.wordpress.com) –– Kabid Pengembangan Perkebunan, Dinas Perkebunan Riau, Darmayulis mengingatkan petani sawit untuk berhati-hati dalam memilih bibit perkebunan sawit.  Sebab, bibit palsu atau bibit tidak unggul dan tidak bersertifikat merupakan musuh paling berbahaya bagi petani pekebun kelapa sawit. Kalau mereka membeli bibit palsu dan ditanam, maka petani yang akan menanggung resiko paling besar. Hasil produksi sawitnya tidak maksimal atau bahkan tidak berproduksi sama sekali.
Darmayulis mengatakan, sekarang kondisi seperti ini banyak dialami para petani. Mereka, terjebak dengan bibit palsu yang memang banyak beredar dipasaran saat ini. Sementara, sulit untuk membedakan mana bibit palsu yang tidak unggul dengan bibit unggul yang bersertifikat. Apalagi, bagi kalangan petani yang awam dengan ciri-ciri bibit palsu.

“Banyak petani yang sulit membedakan bibit palsu dengan bibit yang asli. Karena memang sulit untuk membedakannya,” tutur Darmayulis kepada JPNN Grup.

Dinas Perkebunan memang tidak bisa berbuat banyak untuk menekan itu. Namun untuk meminimalisir jumlah petani pekebun kelapa sawit yang terjebak dengan bibit palsu, Dinas Perkebunan Riau menyarankan, agar dalam pembelian bibit untuk berhati-hati. Para petani pekebun kelapa sawit bisa meminta bantuan pada UPT pengawasan Dinas Perkebunan. “Kalau ada yang mau beli bibit, agar tidak terjebak dengan bibit palsu, petani bisa minta bantuan UPT Dinas Perkebunan,” tambahnya lagi.

Terjebak dengan bibit palsu memang sangat berbahaya. Apalagi, itu telah ditanam, banyak kerugian yang akan dialami petani. Sementara untuk hama sawit sendiri, yang paling banyak ditemukan hama ulat api. Tetapi dengan menggunakan racun yang ada, bisa diatasi. “Kalau hama bisa diatasi, tapi bibit palsu, sulit,” ujarnya.

Diakuinya, perkembangan perkebunan kelapa sawit, banyak ditingkat petani dan swadaya masyarakat dibandingkan dengan milik perusahaan. Karena itu, petani harus berhati-hati dan rajin mencari informasi tentang bibit sawit yang unggul. (drc/jpnn group)

 




Pembakar Mesjid di Israel Tertangkap

Dia adalah mahasiswa jurusan teologi Yahudi di Tepi Barat.

www.detikriau.wordpress.com – – Kepolisian Israel berhasil menahan seorang remaja yang diduga merupakan salah satu pelaku pembakaran Mesjid di desa Tuba-Zangariyye. Proses pengadilan tersangka sudah dimulai pada Kamis, 6 Oktober 2011.

Dilansir dari laman CNN, tersangka yang tidak disebutkan namanya ini berusia 18 tahun dan merupakan mahasiswa sekolah teologi Yahudi yang berasal dari Tepi Barat. Juru bicara kepolisian Israel, Micky Rosenfeld, mengatakan remaja ini ditahan sehari setelah insiden pembakaran tersebut terjadi.

“Dia lalu diinterogasi oleh polisi dan pasukan keamanan negara,” kata Rosenfeld.

Peristiwa pembakaran mesjid di desa Tuba-Zangariyye, Israel utara, pada Senin, 3 Oktober 2011, mengundang kecaman dari rakyat Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Dia mengatakan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut negara Israel, seperti kebebasan beragama dan kebebasan beribadah.

Imam mesjid tersebut, Sheikh Fuad Shedade, mengatakan karpet mesjid dalam keadaan terbakar ketika dia datang. Lembar-lembar Al-Quran juga terlihat berserakan di dalam mesjid. Tembok mesjid dicoreti kata-kata, “label harga”, “balas dendam”, dan “Palmer.”

Palmer adalah nama belakang dari Asher Palmer. Lelaki ini dan anaknya yang berusia satu tahun tewas 10 hari yang lalu saat mobilnya terbalik karena ditimpuki batu di wilayah Hebron.

Aksi pembakaran mesjid yang dinamakan “label harga” ini sebelumnya pernah terjadi di Tepi Barat, Palestina. ‘Label harga’ adalah praktek penyerangan pemukim Yahudi terhadap warga Palestina sebagai pembalasan atas operasi pemerintah Israel terhadap mereka.

Ratusan warga desa Tuba yang mayoritas Muslim marah dan menyerbu kota Yahudi Rosh Pina. Bentrok warga tidak terelakkan. Polisi anti huru-hara Israel dikerahkan untuk meredam warga yang marah.




Mabes Perintahkan Polda Usut Pencurian Pulsa

 Jakarta (www.detikriau.wordpress.com) — Korban pencurian pulsa resah karena kesulitan melakukan ‘unreg’ dari layanan yang ditawarkan sejumlah content provider. Kebanyakan layanan konten SMS datang tanpa permisi dan tanpa mencantumkan panduan untuk memberhentikan layanan tersebut.


Salah satunya adalah kasus yang dialami Mochammad Feri Kuntoro. Dia memang mengaku mengikuti kuis tengah malam yang disiarkan televisi swasta. Ketika itu, dirinya melakukan registrasi dengan berharap mendapatkan hadiah BlackBerry.

Setelah beberapa kali mengikuti kuis dan tak kunjung mendapatkan hadiah, dia berinisiatif melakukan ‘unreg’. Awalnya, dia gagal ‘unreg’ karena jaringan provider sedang terganggu sehingga layanan tersebut masih terus dia terima. Tetapi, ketika mencoba ‘unreg’ untuk kedua kalinya, Feri tidak menemukan adanya panduan apapun.

Menanggapi pengaduan Feri, kuasa hukum PT Colibri Networks, Andri W. Kusuma, menyatakan tidak mungkin ‘unreg’ tidak bisa dilakukan. Sebab, pihak operator yang memiliki kewenangan untuk memutuskan layanan konten jika pelanggan sudah melakukan ‘unreg’.

“Kalau sudah ‘unreg’ tapi kami tetap mengirimkan konten, pasti kami yang akan dihukum operator,” ujar Andri.

Operator, kata dia, merupakan garda terdepan dalam layanan konten. Semua perusahaan penyedia konten bekerja sama dengan operator telekomunikasi yang sangat ketat melakukan pengawasan.

Andri menjelaskan pihak operator akan memberitahu semua content provider jika pelanggan sudah minta pemberhentian layanan. “Tidak mungkin gagal. Pasti berhasil,” katanya.

Mochammad Feri Kuntoro melaporkan praktik pencurian pulsa yang dia tuduh dilakukancontent provider tertentu terhadap dirinya. Melihat maraknya kasus tersebut, Mabes Polri memerintahkan Polda Metro Jaya untuk menggelar penyelidikan. (kd)

• VIVAnews




Maria Selena, Puteri Indonesia 2011

Jakarta (www.detikriau.wordpress.com) -- Maria Selena wakil dari Jawa Tengah berhasil menyabet gelar Puteri Indonesia 2011. Ia mengungguli Liza Elly Purnama Sari dari Jawa Timur yang menduduki peringkat kedua.

Dara berusia 21 tahun itu terlihat tegang saat mahkota disematkan oleh Nadine Alexandra. Ia juga mendapat karangan bunga dari Miss Universe, Leila Lopes.

Maria tak bisa menyembunyikan kegembiraannya, senyumnya pun terus berkembang. Ditemani Leila Lopes, ia juga sempat berkeliling panggung dengan melambaikan tangan kepada penonton.

Sedangkan Liza Elly Purnama Sari yang berhasil menjadi runner up 1 mengemban tugas sebagai Puteri Lingkungan. Wakil dari Sulawesi Selatan, Andi Tentri Natassa menggaet runner up 2 yang juga menjadi Puteri Pariwisata.

Selamat Maria Selena

(nu2/wes)

 




PORDA VII RIAU: KAB. BENGKALIS AKAN BERIKAN REWARD BAGI ATLIT YANG PERSEMBAHKAN MEDALI.

Bengkalis (www.detikriau.wordpress.com) – Wakil Bupati Kabupaten Bengkalis, Suayatno akan menjadikan  ajang PORDA VII Riau di Tembilahan sebagai tolok ukur keberhasilan pembinaan olahragadi daerah. Dengan tekad meraih juara, untuk memberikan rangsangan, Pemkab Bengkalis janjikan pemberian bonus bagi atlit yang berhasil memperoleh medali.

“Kita yakin atlit kita akan mampu meraih prestasi terbaik pada ajang PORDA VII Riau di Tembilahan. Hasil yang kita peroleh nantinya tentunya dapat  kita jadikan tolok ukur atas sukses tidaknya pembinaan olahraga daerah yang telah kita lakukan selama ini,” Jelas Suayatno dalam penyampaian  kata sambutannya pada acara pengukuhan dan sekaligus pelepasan kontingen Kabupaten Bengkalis yang akan berlaga di Pekan Olahraga Daerah (Porda) VII Riau di Tembilahan, Jum’at (7/10/2011)

Suayatno juga menyatakan, Porda VII Riau di Tembilahan nantinya sekaligus juga dijadikan sebagai pemanasan dalam rangka menuju iven yang lebih tinggi yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau tahun 2012 mendatang. Tiga cabang olahraga, volley pantai, layar dan tarung drajat pelaksanaannya akan dipercayakan pada Kabupaten Bengkalis.

“Kita berharap Tim kita akan dapat mempertahankan reputasi yang telah diraih dalam iven Porda VI yang lalu. Untuk lebih memberikan motifasi, kita akan berikan bonus pada atlit kita yang nantinya berhasil mempersembahkan medali bagi daerah. Namun jumlahnya kita belum pastikan. Pokoknya kita berikan.” Janjinya memberikan semangat.

Iven Porda VII di Tembilahan, Kabupaten Bengkalis mengirimkan sebanyak 340 atlit yang terdiri dari 176 atlit putra dan 114 atlit putri. Diharapkan, dari total 430 medali emas yang diperebutkan, Atlit Kabupaten Bengkalis akan sukses mendulang perolehan terbanyak.

Untuk 4 cabor, yakni Karate, sebanyak 22 atlit dan official, Takraw 27 atlit dan official, taekwondo 24 atlit dan official dan silat sebanyak 31 atlit dan official diberangkatkan lebih dahulu karena  memang pertandingannya akan dimulai sebelum acara pembukaan tanggal 15/10/2011 mendatang.(drc/rtc)