Wilayah RI Dicaplok Malaysia Lagi?

www.detikriau.wordpress.com  – Indonesia dan Malaysia kembali berurusan dengan masalah perbatasan negara. Kali ini, seperti diungkapkan Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanuddin, Indonesia berpotensi kehilangan 1.400 hektare tanah di Camar Bulan dan 80 ribu meter persegi di pantai Tanjung Datu, Kalimantan Barat karena dicaplok Malaysia.
Dugaan pencaplokan wilayah Indonesia ditemukan Hasanuddin saat berkunjung ke sana, dua bulan lalu. Ada sejumlah warga yang diusir dari kedua wilayah ini oleh patroli Malaysia. “Malaysia bilang, itu kampung Malaysia.”

Dia mengaku sudah menyampaikan temuannya itu ke anggota Komisi I DPR yang lain. “Tanggapan mereka positif. Semoga dalam waktu dekat ada tindak lanjut, termasuk memanggil Menteri Luar Negeri untuk menjelaskan ini.”

Hasanuddin kemudian mengacu pada Traktat atau Perjanjian London, kesepakatan bersama antara Kerajaan Inggris dan Hindia Belanda terkait pembagian wilayah administrasi tanah jajahan kedua negara. Traktat ini memasukkan Camar Bulan ke wilayah Indonesia.

Namun, Wakil Kepala Penerangan Kodam Tanjungpura, Letkol Inf Totok, memberikan fakta sebaliknya. Menurutnya, Camar Bulan masuk wilayah Malaysia.

“Hal ini berdasarkan pertemuan antara Indonesia-Malaysia di Semarang tahun 1978 yang memutuskan wilayah Camar Bulan masuk ke wilayah Malaysia,” kata Totok.

Meski demikian, Totok mengakui, jika Traktat London memasukkan Camar Bulan ke wilayah Indonesia.

Meski ada Traktat London,  kata Totok, TNI bertugas menjaga perbatasan berdasarkan keputusan tahun 1978 di Semarang. “Untuk Kalbar ada 966 km, 30 pos penjagaan termasuk di wilayah Tanjung Datuk dan Camar Bulan,” ujarnya.

Wilayah yang menurutnya bermasalah adalah pantai Tanjung Datu (berada di Dusun Camar Bulan), Sungai Buan, Titik D 400, Gunung Raya, dan Sungai Aum. “Kami sedang mempermasalahkan lima kawasan perbatasan itu,” kata Totok.

Bagaimana tanggapan pemerintah atas temuan Komisi I DPR ini?

Staf Presiden Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, menyatakan pihak istana belum bisa menanggapinya. “Kami belum bisa mengomentari hal-hal semacam ini. Saya sendiri belum kordinasi dengan Kementerian Luar Negeri,” kata Faizasyah.

Dia mengaku belum tahu apakah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mendengar dan menerima laporan pencaplokan wilayah tersebut. Namun, kata dia, informasi itu harus dipastikan dulu kebenarannya.
“Kita masih ingat soal helikopter Malaysia yang dikabarkan berulah di perbatasan kita, ternyata setelah diklarifikasi kejadiannya tidak benar,” tambah dia.

Menurut Faizasyah, batas wilayah Indonesia dengan Malaysia itu sangat panjang dan kompleks. Sehingga, untuk menentukannya sangat sulit. “Makanya ada tim teknis yang secara khusus membahas perbatasan kita dengan Malaysia secara rutin,” kata dia.

Bermasalah dengan 7 Negara
Direktur Perjanjian Internasional, Politik dan Keamanan Wilayah Kementerian Luar Negeri, Rachmat Budiman menyebut Indonesia bermasalah dengan tujuh negara dalam soal batas negara, yakni Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Palau, Thailand, dan India. Indonesia sudah melakukan perundingan. Dan, perundingan intens berlangsung dengan Malaysia dan Singapura.

Perundingan perbatasan lainnya yang sedang dilakukan oleh Indonesia adalah dengan Filipina. Tetapi, katanya, dengan adanya konflik internal di Filipina terkait polemik penentuan titik koordinat baru yang dipersoalkan oleh warga negaranya, maka perundingan dihentikan sementara.

Selain dengan Filipina, Indonesia juga sedang melakukan perundingan dengan Republik Palau. Pertemuan sudah digelar dua kali, namun belum menghasilkan kesepakatan. Selain itu, sambungnya, Indonesia juga sedang melakukan penjajakan dengan India dan Thailand terkait penetapan batas ZTE.

Menanggapi persoalan batas negara yang terus melanda Indonesia, pengamat militer dan pertahanan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jaleswari Pramodhawardani, menilai Indonesia harus memanfaatkan posisinya sebagai Ketua ASEAN untuk mempertegas batas wilayah dengan negara tetangga.

“Negara-negara lain itu sedang agresif memperluas wilayah mereka, seperti China dan Amerika Serikat. Lah, kita masih saja sibuk menghadapi persoalan pencolongan wilayah,” kata Jaleswari.

“Pemerintah harus memanfaatkan posisi sebagai Ketua ASEAN untuk memasukkan masalah perbatasan dalam agenda utama pertemuan ASEAN Community 2015.”

Dia menilai persoalan perbatasan yang terus mendera Indonesia bermuara pada satu persoalan. “Kesadaran ruang kita benar-benar minim.”(vivanews)

 




ALAMAT PEMONDOKAN ATLIT


PORDA VII RIAU DI TEMBILAHAN

www.detikriau.wordpress.com

ATLETIK  (PUTRA)

  1. Rumah Zulfikar, Jalan Sungai Beringin.

–          Bengkalis, 15 atlit, 3 Pelatih, 1 Official

–          Siak, 15 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

–          Rohil, 3 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

  1. Rumah Sirajuddin, Jalan Subrantas.

–          Dumai, 18 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

  1. Rumah H.Amir, Jalan Sungai Beringin RT 02/05

–          Kampar, 7 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

–          Kuansing, 11 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

–          Inhu, 19 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

–          Meranti, 5 Atlit, 2 Pelatih, 1 Official

–          Rokan Hulu, 15 Atlit, 2 Pelatih, 2 Official

  1. Rumah Mukhtar Efendi, Jalan SKB RT 03/04

–          Pekanbaru, 11 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

–          Pelalawan, 6 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

  1. Rumah Anwar, Jalan Sungai Beringin

–          Inhil, 12 Atlit, 2 Pelatih, 2 Official

ATLETIK (PUTRI)

  1. 1.       Rumah Zulkarnaen, Jalan Baharudin Yusuf RT 06/03

–          Bengkalis , 15 Atlit

–          Siak, 7 Atlit, 1 Pelatih

–          Kuansing, 12 Atlit, 1 Pelatih

  1. 2.       Rumah Abd Samat Isa, Jalan Baharudin Yusuf RT 06/03

–          Inhu, 19 Atlit, 1 Pelatih

–          Pekanbaru, 8 Atlit, 1 Pelatih

–          Meranti, 3 Atlit, 1 Pelatih

–          Rokan Hilir, 4 Atlit,

–          Dumai, 10 Atlit, 1 Pelatih

  1. 3.       Rumah Agung Alena Latif,

–          Kampar, 6 Atlit, 1 Pelatih

–          Pelalawan, 5 Atlit, 1 Pelatih

–          Rokan Hulu, 2 Atlit, 1 Pelatih

  1. 4.       Rumah Anwar, Jalan Sungai Beringin

–          Inhil, 10 Atlit, 2 Pelatih, 1 Official

 

 

BOLA BASKET (PUTRA)

  1. Rumah Budi Padewa, Jalan Datuk Bandar No. 46

–          Bengkalis, 12 Atlit, 3 Pelatih, 1 Official

–          Kuansing, 12 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

  1. Rumah Erna Lubis, Jalan Subrantas

–          Siak, 12 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

–          Pekanbaru, 12 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

  1. Rumah Butet, Jalan Kembang

–          Dumai, 12 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

–          Rokan Hulu, 12 Atlit, 1 Pelatih, 3 Official

  1. Rumah Zaini Awang, Jalan Subrantas

–          Inhil, 12 Atlit, 2 Pelatih, 1 Official

  1. 5.       Rumah Hj Atiah/H. Mujidi, Jalan Subrantas

–          Kampar, 7 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

–          Inhu, 15 Atlit, 2 Pelatih, 1 Official

  1. Rumah Zamri, Jalan Datuk Bandar

–          Meranti, 11 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

–          Rokan Hilir, 0

BOLA BASKET (PUTRI)

  1. Rumah H. Kamil Bahar, Jalan Subrantas Gg Pulai Indah

–          Siak 12 Atlit, 1 Pelatih

  1. Rumah Winto W, Jalan Prof M. Yamin, SH

–          Bengkalis, 12 Atlit,

–          Inhil, 12 Atlit, 2 Pelatih, 1 Official

  1. Rumah Eduan TM

–          Dumai, 12 Atlit, 1 Pelatih

  1. Rumah H.Abd Hamid, Jalan Handayani RT 01/09

–          Kampar, 12 Atlit

  1. Rumah H. Rusli. T, Jalan Datuk Bandar, Gg. Sakura No. 75

–          Kuansing, 12 Atlit, 1 Pelatih

  1. Rumah HEri Hariadi, Jalan Pangeran Hidayat

–          Inhu, 18 Atlit

  1. Rumah Samsul, Jalan Pangeran Hidayat

–          Pelalawan, 10 Atlit, 2 Pelatih, 2 Official

  1. Rumah Seli, Jalan Pangeran Hidayat

–          Pekanbaru, 12 Atlit, 1 Pelatih

  1. Rumah Yayah, Jalan Pangeran Hidayat

–          Meranti, 10 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

–          Rokan Hilir, 0

FUTSAL

  1. Rumah Endang Suratmi, Jalan Baharuddin Yusuf

–          Siak, 12 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

  1. Rumah H. Rasyid, S.Sos, Lr. Tanjung Pinang

–          Bengkalis, 12 Atlit, 2 Pelatih, 2 Official

–          Inhil, 12 Atlit, 2 Pelatih, 1 Official

–          Kampar, 12 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

  1. Rumah Ridwan, Lr. Tanjung Pinang RT 05/01

–          Inhu,  10 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

  1. Rumah Mahlan, Lr. Tanjung Pinang RT05/01

–          Kuansing, 9 Atlit

  1. Rumah Syamsuri, Jalan Tanjung Harapan

–          Dumai, 15 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

  1. Rumah H. Muslim, Lr. Tanjung Pinang RT 05/01

–          Pelalawan, 12 Atlit, 2 Pelatih, 1 Official

  1. Rumah Saini, Lr. Tanjung Pinang, RT 05/01

–          Pekanbaru, 12 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

  1. Rumah AWI, Jl. Beringin RT 01/05

–          Meranti, 0

–          Rokan Hilir, 0

KEMPO (PUTRA)

  1. Rumah Nuraini, Jl. Trimas RT 02/16

–          Bengkalis, 12 Atlit, 2 Pelatih, 3 Official

  1. Rumah Dahniar, Jalan Trimas Harapan

–          Dumai, 13 Atlit, 2 Pelatih, 1 Official

  1. Rumah Zulkifli, Jalan Trimas RT 02/16

–          Siak, 10 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

  1. Rumah Erna, Jalan Trimas No. 54

–          Kuansing, 8 Atlit, 2 Pelatih, 2 Official

–          Kampar, 7 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

–          Pekanbaru, 11 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

  1. Rumah Azwar, Jalan Trimas Harapan RT 04/16

–          Inhil, 11 Atlit. 2 Pelatih, 1 Official

  1. Rumah Zainah, Jalan Trimas Sakti

–          Inhu, 11 Atlit, 3 Pelatih, 1 Official

  1. Rumah Ibu Lis, Jalan Trimas.

–          Meranti, 1 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

  1. Rumah Noveldi, Jalan Batang Taka RT 01/14

–          Rokan Hilir, 0

KEMPO (PUTRI)

  1. Rumah Sudinoto, Lr. Tanjung Sari

–          Inhil, 9 Atlit

  1. Rumah Yono, Lr. Tanjung Pinang

–          Bengkalis, 12 Atlit, 2 Pelatih

  1. Rumah Manto, Lr. Tanjung Pinang

–          Siak, 12 Atlit, 1 Pelatih

  1. Rumah ALI, Lr. Tanjung Pinang

–          Kuansing , 7 Atlit

  1. Rumah Lubis, Lr. Tanjung Pinang

–          Dumai, 9 Atlit

  1. Rumah Samino, Lr. Tanjung Pinang

–          4 Atlit, 1 Pelatih

  1. Rumah Mustari, Lr. Tanjung Rhu

–          Inhu, 10 Atlit

  1. Rumah Uliana, Jalan Sungai Beringin RT 02/04

–          Kampar, 5 Atlit, 1 Pelatih

–          Meranti, 0

–          Rokan Hilir, 0

TINJU (PUTRA/PUTRI)

  1. Wisma Aulia, Jl. H. Khalidi
  2. Wisma Zamzami, Lr. Palembang
  3. Wisma Indra, Jalan Sutan Syarif Qasim

–          Bengkalis, 4 (pa) 2 (pi), 2 Pelatih, 2 Official

–          Siak, 7 (pa) 0 (pi), 2 Pelatih, 2 Official

–          Dumai, 5 (pa) 2 (pi), 2 Pelatih, 1 Official

–          Rokan Hulu, 4 (pa) 2 (pi), 1 Pelatih, 1 Official

–          Pelalawan, 7 (pa) 0 (pi) 1 Pelatih

–          Inhil, 8 (pa) 5 (pi), 3 Pelatih, 1 Official

–          Inhu, 5 (pa) 3 (pi), 1 Pelatih, 2 Official

–          Kampar, 0

–          Pekanbaru, 4(pa) 2 (pi), 2 Pelatih, 1 Official

SEPAK BOLA

  1. Wisma Bunda, Jalan Kapten Muchtar
  2. Wisma Yopin, Jalan Pangeran Diponegoro

–          Bengkalis, 22 Atlit, 3 Pelatih, 3 Official

–          Siak, 18 Atlit, 2 Pelatih, 1 Official

–          Dumai, 21 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

–          Pelalawan, 22 Atlit,2 Pelatih, 1 Official

–          Kuansing, 20 Atlit, 3 Pelatih, 3 Official

–          Inhil, 22 Atlit, 2 Pelatih, 2 Official

–          Inhu, 22 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

–          Kampar, 22 Atlit, 2 Pelatih, 2 Official

–          Pekanbaru, 22 Atlit, 1 Pelatih, 1 Official

–          Meranti, 22 Atlit, 2 Pelatih, 1 Official

SEPAK TAKRAW

  1. Hotel Telaga Puri/ Gedung Puri Cendana, Jalan Lingkar 1
  2. Rumah Ipit, Jalan Tanjung Sari
  3. Rumah Lia, Gg Mutiara, Jl. Pramuka.

PUTRA

–          Bengkalis, 12 ,1 ,1

–          Siak, 12,2, 0

–          Dumai, 12,1,1

–          Rokan Hulu, 12,2,1

–          Pelalawan,12,2,1

–          Kuansing, 12,2,1

–          Inhil, 12,2,1

–          Inhu,12,2,1

–          Kampar,12,1,0

–          Pekanbaru,12,1,1

–          Meranti, 11,1,2

PUTRI

–          Bengkalis, 12,1,0

–          Siak, 12,2,0

–          Dumai,12,1,0

–          Rokan Hulu, 0,0,0

–          Pekanbaru, 12,1,0

–          Inhu, 12,1,0

–          Inhil,12,1,0

–          Kampar,0,0,0

–          Meranti, 9, 1,0

KARATE

  1. Hotel Ar-Rahman 2

PUTRA,

–          Bengkalis, 10,1,1

–          Siak, 10, 2,2

–          Dumai, 8,1,1

–          Rokan Hulu, 10,1,4

–          Pelalawan, 12,1,1

–          Kuansing, 6,2,1

–          Inhil, 10,1,1

–          Inhu, 8,2,1

  1. Hotel Ar-Rahman 1

PUTRI

–          Bengkalis, 9,1,0

–          Siak, 9,2,0

–          Dumai, 4,1,0

–          Rokan Hulu, 4,0,0

–          Pelalawan, 10,1,0

–          Kuansing, 2,0,0

–          Inhil, 9,1,0

–          Inhu, 8,0,0

–          Kampar, 8,1,0

–          Pekanbaru, 9,1,0

–          Meranti, 5,0,0

PENCAK SILAT

  1. Wisma Bunda 2, Jalan Telaga Biru

PUTRI

–          Pekanbaru,12,1,0

–          Inhu, 8,0,0

–          Inhil, 11,0,0

–          Kuansing, 16,0,0

–          Meranti, 3,1,0

  1. Rumah David, Jl. Trimas Harapan

–          Pelalawan, 8,1,0

–          Rokan Hulu, 10,0,0

–          Dumai,4,0,0

–          Siak, 12,0,0

–          Bengkalis, 12,1,0

–          Kampar, 5,2,1

  1. Rumah David, Jalan Batang Tuaka

PUTRA

–          Kuansing, 8,2,2

–          Inhil, 14,1,2

–          Inhu, 15,2,1

–          Pekanbaru,15,2,1

–          Bengkalis, 15,2,1

–          Kampar, 15,2,1

–          Siak, 16,1,0

–          Dumai, 8,0,0

–          Rokan Hulu, 14,1,3

–          Pelalawan, 14,1,1

–          Meranti, 9,1,1

–          Rokan Hilir, 0,0,0

KODRAT

  1. Wisma Bunda 2 Jalan Telaga Biru, (PUTRI)

–          Dumai, 2,1,0

–          Rokan Hulu, 3,0,0

–          Inhil, 3,0,0

–          Pekanbaru, 3,1,0

–          Bengkalis, 3,1,0

–          Siak, 3,1,0

–          Pelalawan, 3,1,0

–          Kampar, 1,1,0

–          Meranti, 3,0,0

  1. Rumah David, Jalan Trimas Harapan (PUTRA)

–          Bengkalis, 9,1,1

–          Siak, 10,1,2

–          Dumai, 9,1,1

–          Rokan Hulu, 8,1,4

–          Pelalawan, 10,1,2

–          Inhil, 13,2,1

–          Kampar, 6,1,1

–          Pekanbaru, 10,1,1

–          Meranti, 9,1,2

 

BULU TANGKIS (Putri)

  1. Wisma Riau, Jl. H. Arif Parit 11 Wisma Rini, Jalan Telaga Biru
  2. Wisma Makassar, Jalan Telaga Biru

–          Pekanbaru, 8,1,0

–          Inhil, 6,1,0

–          Kuansing, 8,0,0

–          Kampar, 6,1,0

–          Dumai, 1,1,0

–          Bengkalis, 8,1,0

–          Siak, 8,1,0

–          Pelalawan, 5,1,0

–          Rokan Hulu, 0,0,0

–          Inhu, 8,0,0

–          Meranti, 4,1,0

BULU TANGKIS (PUTRA)

  1. Rumah Nawawi Mahmud, Jalan Sederhana
  2. Rumah H. Ismail

–          Bengkalis, 7,1,1

–          Siak, 8,1,3

–          Dumai, 2,1,1

–          Rokan Hulu, 6,1,1

–          Pelalawan, 8,1,1

–          Kuansing, 8,2,1

  1. Rumah Herman

–          Kampar, 8,1,1

–          Pekanbaru, 8,1,1

  1. Rumah H. Artin, Jalan Sederhana, RT 4/13

–          Inhil, 9,1,1

–          Inhu, 8,2,1

–          Meranti, 5,2,1

–          Rokan Hilir, 0

TAEKWONDO (PUTRI)

  1. Wisma Surya Kencana, Jalan Baharuddin Yusuf

–          Dumai, 4,1,0

–          Siak, 11,2,0

–          Bengkalis, 10,1,0

–          Pekanbaru, 12,1,0

–          Inhil, 11,1,0

–          Pelalawan, 4,1,0

 

  1. Wisma Ananda, Jalan Makam Pahlawan

–          Inhu, 6,0,0

–          Kampar, 4,1,0

–          Rokan Hulu, 13,2,0

–          Kuansing, 10,0,0

–          Meranti, 7,1,0

TAEKWONDO (PUTRA)

  1. Rumah David Jalan Budiman

–          Bengkalis, 11,1,1

–          Siak, 11,2,1

–          Dumai, 11,1,1

–          Rokan Hulu, 11,2,2

–          Meranti, 7,1,1

  1. Rumah David (H. Awi) Jalan Ipeda

–          Pelalawan, 6,1,2

–          Kuansing, 10,2,1

–          Inhil, 10,1,1

–          Inhu, 12,2,1

–          Kampar, 6,1,1

–          Pekanbaru, 14,1,1

–          Rokan Hilir, 0

BOLA VOLI

  1. Hotel Telaga Puri, Jalan Lingkar 1

PUTRA

–          Bengkalis,12,2,1

–          Siak, 12,1,1

–          Dumai, 10,1,1

–          Kuansing, 12,1,1

–          Inhil, 12,3,1

–          Inhu, 15,2,2

PUTRI

–          Bengkalis, 12,1,0

–          Siak, 12,1,0

–          Dumai, 9,1,0

–          Pelalawan, 12,1,0

–          Kuansing, 12,1,0

–          Inhil, 12,3,0

  1. Rumah Ipit, Tjg Sari
  2. Rumah Iin, Gg. Mutiara
  3. Rumah Arifin, Tamjung Pandan
  4. Rumah Pak Said, Jalan Lingkar
  5. Rumah Pak Majid, Gg. Trimas Permai
  6. Rumah Faisal, Tanjung Raya
  7. Kos Putri Jasmin, Jalan Lingkar.

PUTRA

–          Kampar, 12,3,1

–          Pekanbaru, 12,1,1

–          Meranti, 12,2,1

–          Rokan Hilir,

–          Rokan Hulu

PUTRI

–          Inhu, 15,2,0

–          Kampar, 12,3,0

–          Pekanbaru, 12,1,0

–          Meranti

–          Rokan Hilir

–          Rokan Hulu

TENIS MEJA

  1. Wisma Kemuning Muda, Jalan Diponegoro (Putra)

–          Siak, 5,2,1

–          Dumai, 7,1,1

–          Rokan Hulu, 5,1,1

–          Bengkalis, 8,0,1

–          Inhil, 5,1,1

–          Pekanbaru, 5,1,1

  1. Wisma ABU, Jalan H. Sadri

–          Kampar, 5,1,1

–          Inhu, 5,1,1

–          Kuansing, 5,2,1

–          Meranti, 5,2,1

  1. Penginapan Sri Wijaya, Jl. Telaga Biru (Putri)

–          Kuansing, 5,0,0

–          Inhil, 5,1,0

–          Inhu, 5,1,0

–          Kampar, 5,1,0

–          Pekanbaru, 5,1,0

–          Bengkalis, 5,1,0

–          Siak, 5,1,0

–          Dumai

–          Rokan Hulu, 5,1,0

CATUR (PUTRA)

  1. Wisma Indah Sari, Jalan M. Boya.

–          Pelalawan, 8,1,1

–          Kuansing, 7,1,1

–          Inhil, 6,1,2

–          Inhu, 7,1,1

–          Kampar, 6,1,2

  1. Wisma Elva, Jalan H. Sadri

–          Pekanbaru, 7,1,1

–          Bengkalis, 5,1,1

–          Siak, 8,1,1

–          Dumai, 6,1,1

  1. Penginapan Kartika, Jalan Gadjah Mada

–          Rokan Hulu, 7,1,1

–          Meranti, 3,2,1

–          Rokan Hilir, 6,1,0

 

CATUR (PUTRI)

  1. Wisma Arafah, Jalan Sutan Syarif Qasim

–          Rokan Hulu, 6,1,0

–          Siak,4,1,0

–          Bengkalis, 4,1,0

–          Pelalawan, 6,1,1

–          Kuansing, 4,1,1

–          Pekanbaru, 6,1,1

  1. Wisma Wahyu, Jalan Palembang,

–          Inhil, 6,1,2

–          Inhu, 6,1,0

–          Kampar, 6,1,2

–          Meranti, 4,0,0

–          Rokan Hilir, 5,0,0

TENIS LAPANGAN

  1. Hotel Ar-Rahman 1, Jalan Diponegoro (Putra)

–          Dumai, 2,1,1

–          Rokan Hulu, 8,1,1

–          Siak, 5,2,1

–          Bengkalis, 8,2,1

–          Inhil, 5,1,1

–          Pelalawan, 5,1,1

–          Kuansing, 5,1,1

–          Inhu, 8,1,1

–          Kampar, 5,1,1

–          Pekanbaru, 5,1,1

–          Meranti, 6,1,1

–          Rokan Hilir, 1,1,1

  1. Hotel Ar-Rahman 1, Jalan Diponegoro (Putri)

–          Inhil, 3,0,0

–          Pekanbaru, 5,1,0

–          Kampar, 3,0,0

  1. Wisma Sirih, Jalan M. Boya.

–          Siak, 5,2,0

–          Dumai, 2,1,0

–          Rokan Hulu, 8,1,0

–          Pelalawan, 5,1,0

–          Kuansing, 5,1,0

  1. Wisma Wisata, jalan Palembang

–          Kuansing, 5,1,0

–          Inhu, 4,1,0

–          Meranti,0

–          Rokan Hilir, 4,0,0

 

 

 

 

 

 




RUMAH HOSTING TERPECAYA

JOGJA WEBHOSTING.




DPW FPI INHIL, RESMI DILANTIK

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) — Dewan Pengurus Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Kabupaten Indragiri Hilir periode 2011-2014, Sabtu (8/10/11) malam resmi dilantik DPP FPI. Prosesi pelantikan yang juga disejalankan dengan Tabliq Akbar tersebut digelar di Masjid Agung Al Huda Tembilahan ini dihadiri para pengurus DPP FPI, DPD FPI Riau dan jajaran pengurus dan aktifis DPW FPI Inhil.


Mereka yang hadir dari DPP FPI yakni KH Awid Masyhuri (Wakil Sekjen
DPP FPI), KH Ja’far Shiddiq (Pengawas Dewan Syuro DPP FPI) dan Ustad
Jordan Al Fattah (Wakil Panglima Laskar DPP FPI). Sedangkan dari DPD
FPI Riau hadir langsung Ketua DPD FPI Riau, Ustad Zulhusni Domo,
Sukemi (Sekretaris), Azwir (Bendahara), Kholik Al Fattah (Laskar DPD
FPI Riau).

Juga hadiri Ketua DPW FPI Pekanbaru, Felly Riziq, Beni Dasoka (Bidang
Nahi Munkar), Bram Agung Anugrah (Badan Anti Teror), Syawaluddin
(LBH), Syahril (Bendahara) dan David (Wakil Sekretaris), juga pengurus
DPW FPI Kampar.

Tampak pula hadir tokoh ulama, cendikiawan muslim, pengurus organisasi
dan pemuda Islam dan jamaah masjid/ mushalla di Inhil. Walaupun pada
malam itu kota Tembilahan diguyur hujan cukup deras.

Pengurus DPW FPI Inhil, Ustad HM Ali Azhar, S.Sos, MA (Ketua Dewan Syuro) dan Asmadi Dubli (Ketua Dewan Tanfiz) dilantik oleh Wakil Sekjen DPP FPI, KH Habib Awid Masyhuri didampingi KH. Habib Ja’far Shiddiq dan Jordan Al Fattah.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Syuro DPW FPI Inhil, Ustad HM Ali Azhar
menyampaikan bahwa FPI Inhil tetap istiqomah dalam menegakkan amar
ma’ruf dan mencegah nahi munkar di Inhil.

“Selain itu program kedepan FPI Inhil akan menjadi mitra terhadap MUI
Inhil, untuk mengantisipasi dan menjaga umat di Inhil dari
ajaran-ajaran menyeleweng dan ekstrem serta sesat,” tegasnya.

Sedangkan Ketua DPD FPI Riau, Ustad Zulhusni Domo dalam amanatnya
kepada para pengurus baru FPI Inhil mengharapkan mereka tetap berjuang
di jalan Allah dalam menegakkan syari’at sesuai dengan tuntunan Al
Qur’an dan Hadits.

“Kita berharap para pengurus FPI Inhil yang baru dilantik ini menjadi
kader-kader FPI yang siap menegakkan amar ma’ruf dan mencegah nahi
munkar. Walaupun harus mengorban materi, pemikiran bahkan tetesan
darah untuk berjuang di jalan Allah SWT,” pesannya.

Bupati Inhil dalam sambutannya yang disampaikan Staf Ahli, Syofyan
Sulaiman menyatakan pemerintah Kabupaten Inhil menyambut baik
kehadiran FPI di Inhil dan diharapkan dapat bersinergi dalam
memberantas penyakit masyarakat dan program pembangunan di Inhil.

Dalam penyampaian tausiyahnya, KH Habib Awid Mashuri dan KH Habib
Ja’far Shiddiq menyoroti secara tajam perkembangan masalah perbedaan
dan penistaan agama di Indonesia, serta ajaran Sipilis (Sekularisme,
Pluralisme dan Liberalisme).

“Dalam masalah perbedaan agama kita masih dapat toleransi, tapi dalam
masalah ajaran yang menyimpang dan ajaran sesat kita tidak ada
toleransi dan FPI menyatakan perang terhadap paham-paham yang
menyesatkan umat Islam ini,” tegas Habib Awid Masyhuri dan disambut
takbir pengurus dan anggota FPI serta jamaah yang hadir.

Demikian juga dengan Habib Ja’far Shiddiq yang keras menyatakan bahwa
terhadap penistaan dan penodaan agama Islam, FPI mengikrarkan tidak
ada toleransi dan siap mengorbankan jiwa dan raga bagi tegaknya
kesucian nilai-nilai ajaran Islam.

“Sampaikan kapan pun kita tetap meminta Ahmadiyah dibubarkan, karena
kalau tidak makin banyak umat yang murtad. Kita mendorong Presiden SBY
menerbitkan Keppres (pembubaran Ahmadiyah, red),” pekik Habib Ja’far
Shiddiq.

Ditambahkan, saat ini juga umat harus mewaspadai banyak peredaran
paham dan buku yang bermuatan ajaran Sepilis tersebut. Lanjutnya, umat
harus diselamatkan dengan diberikan pemahaman tentang ajaran-ajaran
yang menyesatkan ini.

Sesuai dengan agenda pengurus DPW FPI Inhil, Sabtu (8/10/11) sekitar
pukul 16.00 WIB rombongan DPP, DPD FPI Riau dan DPW FPI Inhil
mengadakan ziarah ke makam Syekh Abdurrahman Shiddiq di Hidayat, Kuala
Indragiri.(nto)




JADWAL LOMBA/PERTANDINGAN PORDA VII RIAU


www.detikriau.wordpress.com (Tembilahan)

1.       ATLETIK

Kedatangan Kontingen          : Tanggal 14/10/2011

Technical Metting                  : Tanggal 15/10/2011

Lomba/Pertandingan     : Tanggal 16 s/d 20/10/2011

Check Out                                : Tanggal 21/10/2011

Tempat Pertandingan    : Lapangan Beringin, Jalan Sungai Beringin Tembilahan

 

2.       BOLA BASKET

Kedatangan Kontingen          : Tanggal 14/10/2011

Technical Metting                   : Tanggal 15/10/2011

Lomba/Pertandingan     : Tanggal 16 s/d 23/10/2011

Check Out                                : Tanggal 24/10/2011

Tempat Pertandingan    : Lapangan UNISI, Jalan Subrantas Tembilahan

 

3.       BOLA VOLI

Kedatangan Kontingen           : Tanggal 14/10/2011

Technical Metting                   : Tanggal 15/10/2011

Lomba/Pertandingan      : Tanggal 16 s/d 23/10/2011

Check Out                                : Tanggal 24/10/2011

Tempat Pertandingan    : GOR Tasik Gemilang, Jl. Baharudin Yusuf – Tembilahan

 

4.       BULU TANGKIS

Kedatangan Kontingen           : Tanggal 14/10/2011

Technical Metting                   : Tanggal 15/10/2011

Lomba/Pertandingan      : Tanggal 16 s/d 23/10/2011

Check Out                                : Tanggal 24/10/2011

Tempat Pertandingan     : GOR Bulu Tangkis, Jl. Sederhana – Tembilahan

 

5.       CATUR

Kedatangan Kontingen             : Tanggal 14/10/2011

Technical Metting                     : Tanggal 15/10/2011

Lomba/Pertandingan        : Tanggal 16 s/d 23/10/2011

Check Out                                   : Tanggal 24/10/2011

Tempat Pertandingan        : Aula Kantor Dispenda – Tembilahan

 

6.       FUTSAL

Kedatangan Kontingen              : Tanggal 14/10/2011

Technical Metting                       : Tanggal 15/10/2011

Lomba/Pertandingan          : Tanggal 16 s/d 22/10/2011

Check Out                                    : Tanggal 23/10/2011

Tempat Pertandingan         : Lapangan Futsal, Jl. Baharudin Yusuf – Tembilahan

 

7.       KARATE

Kedatangan Kontingen               : Tanggal 8/10/2011

Technical Metting                        : Tanggal 9/10/2011

Lomba/Pertandingan           : Tanggal 10 s/d 13/10/2011

Check Out                                     : Tanggal 14/10/2011

Tempat Pertandingan          : Aula Hotel Telaga Puri, Jl. Lingkar 2 – Tembilahan

 

8.       KEMPO

Kedatangan Kontingen                : Tanggal 15/10/2011

Technical Metting                         : Tanggal 16/10/2011

Lomba/Pertandingan            : Tanggal 17 s/d 20/10/2011

Check Out                                       : Tanggal 21/10/2011

Tempat Pertandingan            : Gedung Engku Kelana, Jl. Baharudin Yusuf – Tembilahan

 

9.       KODRAT

Kedatangan Kontingen                  : Tanggal 15/10/2011

Technical Metting                           : Tanggal 16/10/2011

Lomba/Pertandingan              : Tanggal 17 s/d 20/10/2011

Check Out                                        : Tanggal 21/10/2011

Tempat Pertandingan             : Aula Hotel Telaga Puri, Jl. Lingkar 2 – Tembilahan

 

10.   PENCAK SILAT

Kedatangan Kontingen                   : Tanggal 8/10/2011

Technical Metting                            : Tanggal 9/10/2011

Lomba/Pertandingan               : Tanggal 10 s/d 14/10/2011

Check Out                                         : Tanggal 15/10/2011

Tempat Pertandingan              : Gedung Engku Kelana Jl. Baharudin Yusuf – Tembilahan

 

11.   SEPAK BOLA

Kedatangan Kontingen                    : Tanggal 13/10/2011

Technical Metting                            : Tanggal 14 S/D 15/10/2011

Lomba/Pertandingan               : Tanggal 16 s/d 23/10/2011

Check Out                                         : Tanggal 24/10/2011

Tempat Pertandingan              : Lap. Sei Luar/Lap. Tj Harapan/Lap. S. Beringin

 

12.   TAKRAW

Kedatangan Kontingen                    : Tanggal 8/10/2011

Technical Metting                            : Tanggal 9/10/2011

Lomba/Pertandingan               : Tanggal 10 s/d 13/10/2011

Check Out                                         : Tanggal 14/10/2011

Tempat Pertandingan              : GOR Tasik Gemilang. Jl. Baharudin Yusuf – Tembilahan

 

13.   TAEKWONDO

Kedatangan Kontingen                      : Tanggal 8/10/2011

Technical Metting                              : Tanggal 9/10/2011

Lomba/Pertandingan                 : Tanggal 10 s/d 13/10/2011

Check Out                                           : Tanggal 14/10/2011

Tempat Pertandingan                : Gedung Dharma Wanita. Jl. S. Beringin – Tembilahan

 

14.   TENIS LAPANGAN

Kedatangan Kontingen                      : Tanggal 14/10/2011

Technical Metting                              : Tanggal 15/10/2011

Lomba/Pertandingan                 : Tanggal 16 s/d 22/10/2011

Check Out                                           : Tanggal 23/10/2011

Tempat Pertandingan                : Lap. Tenis Jl. Prof. M. Yamin – Tembilahan

 

15.   TENIS MEJA

Kedatangan Kontingen                      : Tanggal 14/10/2011

Technical Metting                               : Tanggal 15/10/2011

Lomba/Pertandingan                  : Tanggal 16 s/d 23/10/2011

Check Out                                             : Tanggal 24/10/2011

Tempat Pertandingan                 : Aula Rektorat UNISI.Jl. Prof. M. Yamin – Tembilahan

 

16.   TINJU

Kedatangan Kontingen                        : Tanggal 14/10/2011

Technical Metting                                 : Tanggal 15/10/2011

Lomba/Pertandingan                    : Tanggal 16 s/d 21/10/2011

Check Out                                               : Tanggal 22/10/2011

Tempat Pertandingan                    : Lapangan Upacara  – Tembilahan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Otonomi daerah memperluas celah korupsi anggaran

Rp20 Miliar Dikorupsi, Rp15 Triliun Melayang

SURABAYA (www.detikriau.wordpress.com) – Dampak korupsi yang makin menggurita di Surabaya ternyata jauh lebih besar dari yang dibayangkan. Meski kerugian negara akibat para ‘penggarong’ duit rakyat hanya sekitar Rp20,873 miliar, namun citra korup bisa memicu investor hengkang dari Kota Buaya ini. Menurut hitungan kasar statistika, setidaknya Rp15 triliun investasi kabur per tahun.

“Nilai Rp20 miliar itu memang hanya kecil sekali, tiap hari saja di Surabaya ada Rp7 triliun uang berputar. Tetapi ada citra buruk yang melekat sehingga investor enggan masuk,” ujar pakar statistika bisnis dari ITS Surabaya, Kresnayana Yahya, Sabtu 8 Oktober 2011.

Secara materi, Kresnayana menyebut nilai yang dikorupsi memang tidak besar. Tetapi ada kerugian lain yang lebih berdampak bagi masyarakat dan perkembangan ekonomi akibat korupsi. Terutama jika uang yang dikorupsi berasal dari sektor riil, pembangunan infrastruktur serta pelayanan publik mandek.

Sebagai contoh, kata dia, akibat korupsi PD Pasar sudah jelas akan ada transaksi yang hilang akibat pembangunan pasar yang tersendat. Belum lagi jika yang berhubungan kesehatan masyarakat. “Kalau obat untuk masyarakat miskin habis karena dananya dikorupsi, jelas masyarakat yang akan menanggung. Belum lagi soal infrastrukur, akan ada banyak lagi imbasnya,” sesalnya.

Kondisi itu, sambung dia, diperparah dengan perizinan investasi yang cukup rumit. Padahal investor membutuhkan jaminan dan kemudahan dalam menanamkan modalnya. Apalagi, korupsi sudah menjalar dari pusat hingga daerah. Daerah juga akan menanggung citra buruk korupsi dari pusat sehingga investor tak jadi menanamkan uangnya.

“Seharusnya kita jangan heran dan bertanya mengapa RIM (produsen Blackberry, red) lebih memilih berinvestasi di Malaysia padahal di Indonesia penggunanya jauh lebih besar. Karena citra buruk korupsi inilah yang membuat investor tidak jadi masuk,” sindirnya.

Selama ini, investor masih mempersepsikan Indonesia masih belum memiliki investasi yang menarik akibat korupsi. Kresnayana mengatakan, pemerintah terlalu lambat dalam pemberantasan korupsi dan memperbaiki citra. Semakin lama ini dibiarkan, akan semakin banyak investasi yang hengkang.

“Soal pipa gas di pelabuhan saja, sudah berapa lama itu tidak kunjung selesai. Padahal tiap hari ada kerugian sekitar Rp 600 miliar karena bongkar muat yang tertunda,” kritiknya.

Belum lagi, ketersediaan infrastruktur yang masih buruk. Sehingga menambah biaya distribusi barang dan perawatan kendaraan. Tentunya buruknya infrastruktur bukan tidak mungkin dikarenakan adanya korupsi dalam pembangunannya. “Investor akan bertanya dan berasumsi di Indonesia ada banyak Nazaruddin (tersangka suap wisma atlet) sehingga mereka tidak akan masuk ke Indonesia. Jadi meskipun nilainya kecil, tetapi dampak pencitraan korup itulah yang justru lebih besar,” katanya.

Terpisah, pengamat hukum dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, I Wayan Titip Sulaksana mengatakan dengan otonomi daerah (otoda) peluang seseorang atau sekelompok orang melakukan tindak korupsi makin besar. Hal ini dikarenakan, sangat mudahnya setiap daerah mengelola keuangannya sendiri tanpa campur tangan pemerintah pusat.

“Ini efek negatif dari otonomi daerah. Apalagi, supremasi hukum dilemahkan sendiri oleh pemilik kewenangan dalam menindak perkara korupsi. Karena mereka tidak serius menanganinya, entah itu jaksa ataupun polisinya sama saja (tidak serius, red),” katanya.

Selain itu, staf pengajar di Fakultas Hukum (FH) Unair ini pesimis jika kasus korupsi yang belakangan ini menggejala di Indonesia atau di Surabaya khususnya bakal terungkap. Itu dikarenakan tidak adanya pihak yang berani dan bersedia mengungkap kebobrokan moral secara terbuka dan transparan kepada publik.

“Itu bisa terungkap hanya dari dalam atau internal institusi yang dicurigai terjadi tindak korupsi. Selama tidak ada penabuh ‘kentongan’ yang berani membongkar, saya yakin korupsi akan terus menggerogoti uang rakyat,” tandas Dosen Hukum Pidana FH Unair ini.

Alasan tersebut tampaknya masuk akal. Sebab, kata Wayan, tindak korupsi selama ini telah menggurita dalam sistem. Berawal dari sistem yang tercarut-marut itulah membawa dampak saling menguntungkan antara masing-masing pihak.

“Ada simbiosis mutuialisme yang saling menguntungkan. Karena korupsi ini adalah dosa nikmat yang bisa memberikan vitamin antara kedua belah pihak. Dengan begitu, aparat yang bersangkutan dengan berbagai alasan dan pertimbangan mencoba untuk memperlambat dan mengulur kepastian hukum yang bisa dibelinya,” ingat Wayan di ponselnya.

Solusinya ? Wayan dengan tegas menyatakan, hal tersebut tidak akan terwujud jika tanpa ada gerakan rakyat yang berani untuk menyuarakan secara terbuka terhadap kebobrokan moral tersebut. Hanya masalahnya, ujar Wayan, siapa yang mampu mendahului sebagai motor kekuatan rakyat tersebut.

“Harus ada gerakan pendobrak dengan civil power. Selebihnya, pasang propaganda dengan membeber spanduk besar sebagai pengingat masyarakat akan bahaya korupsi yang tak ubahnya seperti laten komunis,” tukasnya.

Terkait hukuman, Wayan mengatakan, “Hukumannya paling ringan adalah seumur hidup tanpa remisi atau hukuman mati. Itu semua bisa dilakukan selama ada bukti kuat dan fakta pendukung dengan dampak yang diperbuat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Operasional LBH Surabaya, Faiq Assiddiqi menilai, korupsi di kota Surabaya memiliki potensi besar sama dengan korupsi yang terjadi di kota Jakarta. Pasalnya, kota Surabaya juga merupakan kota terbesar di Indonesia, yang memiliki anggran dana APBD yang tidak sedikit.

Ia juga melihat, saat ini banyak celah yang bisa dimanfaatkan para koruptor untuk melakukan korupsi. “Sekarang kan masa transisi kota Surabaya, jadi celah untuk melakukan korupsi itu besar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Faiq mengharapkan, agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera melakukan pembenahan terhadap jajaran dan instansi dibawahnya. “Andaikata tidak segara dilakukan pembenahan, maka korupsi di kota Surabaya bisa berpotensi sama dengan korupsi yang terjadi di kota Jakarta,” jelasnya.

Ketua komisi B DPRD Surabaya Moch Machmud mengatakan, pejabat Pemkot harus ekstra hati-hati dan teliti soal penggunaan anggaran negara. Sebab, dengan APBD Surabaya yang mencapai Rp 5,1 triliun sudah jelas akan banyak yang melototi pengggunaannya. Mengingat, anggaran itu sangat aduhai besarnya. “Kalau tidak ingin kejebur dalam masalah hukum terkait dengan korupsi, ya, sebaiknya hati-hati sendiri dalam pemanfaatan APBD Surabaya,” terangnya.

Menurutnya, dewan sering memlototi penggunaan APBD Surabaya. Sebab, ini tugas dari DPRD itu sendiri. Karena DPRD memiliki fungsi pengawasan, selain memiliki fungsi budgeting atau anggaran dan legislasi.

Namun, sejalan dengan pengawasan tersebut dewan sering menemukan penggunaan anggaran pembangunan yang berlebihan atau penggunaannya tidak pas maupun tidak tepat sasaran. Sementara, penggunaan anggaran seperti itu rawan penyimpangannya daripada benarnya. “Ya, harus hati-hati sendiri kalau mau selamat,” ujarnya. (Yopi, Purnomo, Syarif & Arifan)
(surabayapos/drc)